Astra Daihatsu Kuasai 18 Persen Pasar Cirebon, Posisi Kedua di Bawah Toyota

Astra Daihatsu Kuasai 18 Persen Pasar Cirebon, Posisi Kedua di Bawah Toyota

10drama.com –-Walaupun secara umum penurunan pangsa pasar otomotif terjadi, PT Astra Internasional Daihatsu memasuki semester kedua Tahun 2025 dengan penguasaan pangsa pasar sebesar 18 persen, meningkat dibandingkan semester pertama tahun sebelumnya yang mencapai 17 persen.

“Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Wilayah Cirebon yang telah memilih Daihatsu. Khususnya pada Tahun 2025, pangsa pasar kami di wilayah ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya,” kata Kepala Astra Internasional Daihatsu Sales Operation Area Jawa Barat, Arief Budianto, saat berada di acara Kumpul Sahabat di Cirebon, kemarin.

Di kawasan Cirebon, lanjut Arief, penjualan Daihatsu berada di urutan kedua setelah Toyota.

115 Unit Per Bulan

“Dengan rata-rata penjualan sebanyak 115 unit setiap bulan, Astra Daihatsu memiliki pangsa pasar sebesar 18 persen atau meningkat dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 17 persen,” katanya.

Secara nasional, penjualan Daihatsu hingga Juni 2025 diisi oleh Grand Max PU dengan angka penjualan sebesar 3.174 unit atau hampir 32 persen dari total penjualan Daihatsu.

Sementara itu, kontribusi kedua berasal dari Sigra yang menguasai 28 persen atau total penjualan mencapai 2.789 unit.

Hadiah Special Edition

Di posisi ketiga, Terios mencatatkan penjualan sebesar 1.084 unit atau 12 persen, Grand Max MB sebanyak 1.084 unit atau 11 persen, sedangkan Ayla terjual 869 unit yang berkontribusi sebesar 9 persen dari total penjualan Daihatsu.

Arief menyampaikan, dalam menyambut Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke-80, Astra Daihatsu menghadirkan promo bertajuk Gebyar Merdeka.

Ini terjadi pada bulan Juli-September 2025. Selama masa promo tersebut, kami menawarkan berbagai hadiah undian, salah satunya adalah satu unit Grand Max PU Taft Guy Special Edition karya Gofar Hilman, selain 9 unit sepeda motor, 9 logam mulia (LM), serta hadiah menarik lainnya,” ujar Arief.***

Fitur Canggih Honda BR-V N7X Edition 2025 untuk Keluarga Indonesia

Fitur Canggih Honda BR-V N7X Edition 2025 untuk Keluarga Indonesia

10drama.com -–Honda BR-V N7X Edition 2025 hadir sebagai alternatif SUV yang cocok untuk keluarga Indonesia yang menginginkan kenyamanan serta fitur terkini.

Model terbaru ini menyediakan berbagai fitur canggih yang menjadikan perjalanan bersama keluarga lebih aman dan menyenangkan.

Salah satu keunggulan utama adalah sistem keselamatan Honda Sensing™ yang tersedia pada varian paling atas.

Sistem ini mencakup Collision Mitigation Braking System (CMBS), yang berfungsi mengurangi kemungkinan kecelakaan dengan melakukan pengereman otomatis ketika mendeteksi ancaman potensial.

Selain itu, fitur Lane Keeping Assist System (LKAS) membantu kendaraan tetap berada di jalur yang benar, sedangkan Adaptive Cruise Control (ACC) memudahkan berkendara di jalan tol dengan menjaga jarak aman secara otomatis.

Selain fitur keselamatan, Honda BR-V N7X Edition 2025 juga memiliki desain interior yang canggih dan menyenangkan.

Dengan suasana yang mewah dan gelap, kabin dirancang agar setiap penumpang merasa nyaman baik dalam perjalanan jauh maupun singkat. Ruang kabin yang luas serta konfigurasi kursi 7 orang membuat mobil ini cocok untuk keluarga besar.

Dari segi kinerja, SUV ini dilengkapi mesin i-VTEC 1.5L yang responsif dan hemat bahan bakar, cocok untuk kebutuhan sehari-hari maupun perjalanan jauh. Fitur hiburan terkini serta kemampuan koneksi juga tersedia untuk memberikan pengalaman berkendara yang menyenangkan.

Harga dimulai dari Rp319,4 juta, Honda BR-V N7X Edition 2025 menawarkan kombinasi fitur lengkap, teknologi terbaru, serta kenyamanan yang cocok untuk keluarga Indonesia yang dinamis dan modern.

5 Motor Matik Terbaik untuk Touring Jayapura–Sarmi: Nyaman dan Tahan Banting

5 Motor Matik Terbaik untuk Touring Jayapura–Sarmi: Nyaman dan Tahan Banting

SUARA JAYAPURA– Perjalanan touring jarak jauh dengan sepeda motor selalu menawarkan pengalaman unik, nilai berharga, serta kebebasan dalam menikmati setiap pemandangan alam.

Rute perjalanan Jayapura-Sarmi memberikan pengalaman menantang melalui medan yang beragam, dataran tinggi, serta pemandangan alam yang menarik sepanjang jalan.

Namun, tidak semua sepeda motor matic cocok digunakan untuk perjalanan jauh, dibutuhkan daya mesin yang kuat, kecepatan tinggi, serta didukung oleh fitur pendukung kenyamanan.

1. Honda PCX 160 Roadsync

Skuter mewah yang menekankan kenyamanan dan inovasi teknologi. Mesin 160 cc eSP+ yang memiliki daya 15,8 hp dengan konsumsi bahan bakar sebesar 45 km per liter.

Fitur utama: HSTC, ABS, kapasitas bagasi 30 liter, dan koneksi Honda RoadSync.

Keunggulan: hemat, nyaman, serta memiliki banyak fitur. Cocok untuk perjalanan santai jarak jauh.

2. Yamaha XMAX 250 Terhubung

Scooter maxi yang dilengkapi mesin 250 cc (22,8 daya kuda) serta ruang bagasi berkapasitas 44 liter. Konsumsi bahan bakar mencapai 35 km per liter dengan jarak tempuh maksimal 450 km.

Fitur utama: TCS, ABS ganda, kaca depan yang bisa disesuaikan, Y-Connect.

Kekuatan yang besar, kapasitas penyimpanan yang luas, serta ketahanan pada kecepatan tinggi.

3. Aprilia SR-GT 200

Skuter petualangan dengan tampilan sporty dilengkapi mesin 174 cc (17,3 daya kuda) dan ban multifungsi. Konsumsi bahan bakar mencapai 35,6 km per liter, cocok untuk jalur campuran aspal dan tanah.

Fitur utama: Suspensi dengan jarak perjalanan panjang, sistem ABS, dan dasar kaki yang dapat disesuaikan.

Keunggulan: Mesin dengan torsi yang kuat, cocok untuk perjalanan jauh serta penggunaan ringan di luar jalur aspal.

4. Yamaha NMAX 155 Terhubung/ABS

Jadi favorit di kelasnya karena hemat dan mudah digunakan. Mesin 155 cc VVA dengan daya 15,1 hp, konsumsi bahan bakar hingga 45,5 km per liter.

Fitur utama: TCS, sistem Start & Stop, dua mode berkendara, Y-Connect.

Keuntungan: Harga yang murah, efektif, dan nyaman untuk perjalanan jarak jauh.

5. Vespa GTS Super Tech 300

Skuter mewah asal Italia yang mengusung mesin 278,3 cc dengan daya 23,8 hp. Konsumsi bahan bakar sekitar 30 km per liter.

Fitur utama: sistem pengereman ABS, kontrol traksi ASR, throttle-by-wire, dan layar TFT berukuran 4,3 inci.

BYD Tak Terkalahkan, 10 Mobil Listrik Paling Laku Juli 2025

BYD Tak Terkalahkan, 10 Mobil Listrik Paling Laku Juli 2025

10drama.com -.CO.ID –BYD masih menjadi pemain utama di pasar mobil listrik global. Namanya tetap berada di puncak daftar merek mobil listrik paling laris di Indonesia selama bulan Juli 2025.

Data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau GAIKINDO untuk bulan Juli 2025 menunjukkan, BYD tetap berada di puncak daftar merek mobil listrik paling diminati di Indonesia, baik secararetail sales (eceran) maupun wholesales (grosir).

Pada tingkat ritel, BYD berhasil menjual sebanyak 2.827 unit kendaraan, mengalami peningkatan signifikan dibandingkan 2.172 unit yang tercatat pada bulan Juni.

Kompetitor terdekatnya saat ini adalah Aion, yang penjualannya masih jauh tertinggal dibandingkan BYD. Penjualan Aion di tingkat ritel pada bulan Juli 2025 masih terbatas pada 771 unit, sedikit meningkat dari 747 unit yang terjual pada bulan Juni.

Berikut adalah beberapa variasi dari teks tersebut: 1. Selanjutnya, Denza memiliki 423 unit, Geely dengan 213 unit, dan Xpeng yang masih dalam tahap awal dengan 56 unit. 2. Diikuti oleh Denza yang menyumbang 423 unit, Geely sebanyak 213 unit, serta Xpeng yang masih berkembang dengan 56 unit. 3. Berikutnya adalah Denza dengan 423 unit, Geely yang memiliki 213 unit, dan Xpeng yang sedang membangun bisnisnya dengan 56 unit. 4. Denza dengan jumlah 423 unit, Geely sebanyak 213 unit, dan Xpeng yang masih dalam proses pengembangan dengan 56 unit. 5. Setelah itu, Denza mencatatkan 423 unit, Geely sebanyak 213 unit, dan Xpeng yang masih dalam tahap awal dengan 56 unit.

Untuk informasi yang lebih lengkap, berikut ini adalah perbandingan merek mobil listrik paling laris di Indonesia dalam tingkat penjualan eceran dan grosir.

Merek Mobil Listrik Paling Laku di Indonesia, Juli 2025

Retail Sales

  1. BYD: 2.827
  2. Aion: 771 unit
  3. Denza: 423 unit
  4. Geely: 213 unit
  5. Xpeng: 56 unit
  6. Neta: 31 unit
  7. Seres: 15 unit
  8. Polytron: 0 unit
  9. VinFast: 0 unit
  10. Maxus: 0 unit

Wholesales

  1. BYD: 2.335
  2. Denza: 523
  3. AION: 271
  4. Geely: 249
  5. Xpeng: 75
  6. Neta: 39
  7. Maxus: 6
  8. Seres: 0
  9. Polytron: 0
  10. VinFast: 0

Tonton: Kinerja Indonesia Kendaraan (IPCC) Didukung Pengiriman Mobil Listrik, BYD Mendominasi

Cara Menghidupkan dan Mematikan Mobil yang Benar, Hindari Kesalahan Ini

Cara Menghidupkan dan Mematikan Mobil yang Benar, Hindari Kesalahan Ini

10drama.com –– Hal-hal kecil namun berpengaruh menjadi perhatian pengguna mobil terkait kebiasaan dalam menghidupkan mesin mobil.

Karena terdapat perbedaan dibandingkan mobil produksi lama, mobil terbaru yang menggunakan sistem injeksi kini dilengkapi dengan sistem komputer yang cukup maju.

Salah satu contohnya adalah lampu indikator kerusakan (MIL) yang muncul saat mobil akan dinyalakan. Ketika kunci berada pada posisi ‘on’, semua indikator di speedometer akan menyala, dan pada mobil mewah biasanya disertai dengan jarum speedometer yang naik kemudian kembali ke posisi normal.

Biasanya, menghidupkan kendaraan tanpa menunggu MIL kembali ke posisi semula dapat menyebabkan kerusakan pada beberapa bagian mobil.

Selain itu, sering kali dilakukan secara tidak sadar yaitu mematikan atau menyalakan mesin mobil tanpa terlebih dahulu mematikan AC. Atau kebiasaan lain yang juga sering terjadi adalah mematikan mesin mobil saat putaran mesin masih tinggi.

Kebiasaan ini sebenarnya tidak tepat dan secara perlahan dapat menyebabkan komponen menjadi rusak lebih cepat. Bahkan kemungkinan besar, hal ini akan berpengaruh pada komponen lainnya.

Jika sudah demikian, biaya perawatan kendaraan akan meningkat tajam.

Maka bagaimana sebaiknya cara pemilik mobil dalam menghidupkan atau mematikan mesin? Terdapat beberapa saran yang dapat diterapkan agar komponen mobil, baik AC maupun mesin, dapat bertahan lebih lama.

Memang sering dianggap remeh, tetapi masalah mematikan mesin mobil sebenarnya tidak boleh dilakukan dengan asal. Penting bagi pemilik kendaraan untuk mengetahui bahwa mematikan mobil dengan cara yang tepat merupakan bagian dari perawatan mesin mobil.

Beberapa kebiasaan yang perlu Anda hindari ketika menghidupkan dan mematikan mesin kendaraan:

Jangan menyalakan mesin sebelum lampu indikator berada dalam kondisi normal

Menyalakan kendaraan sebelum lampu indikator kembali ke kondisi normal sebenarnya dapat memberatkan kinerja motor starter saat dinyalakan, karena biasanya pasokan bahan bakar belum sepenuhnya naik.

Tidak hanya itu, jika mobil langsung dinyalakan saat lampu indikator kecepatan belum kembali normal, maka sistem injeksi dan starter listrik akan bekerja secara bersamaan.

Ini dapat menyebabkan aki menjadi cepat rusak jika sering dilakukan, karena aki harus bekerja lebih keras.

Jangan Matikan Mesin Kendaraan Ketika Putaran Masih Tinggi

Ini adalah kesalahan yang besar jika Anda menekan pedal gas kemudian tiba-tiba mematikan mesin mobil saat putaran mesin masih tinggi. Mengapa tindakan ini tidak diperbolehkan?

Jawabannya adalah karena ketika putaran mesin masih tinggi, keadaan piston masih bergerak naik-turun secara cepat dan masih mengembang. Gerakan ini menyebabkan piston serta komponen lain membutuhkan pelumasan dari oli mesin.

Jika mesin dimatikan secara mendadak, maka pelumasan akan berkurang. Hal ini menyebabkan komponen-komponen yang bergerak di dalam mesin mengalami aus.

Maka sebaiknya tunggu hingga mesin berada dalam keadaan idle secara stabil selama beberapa saat, baru kemudian mematikan mesin mobil. Dengan demikian, gerakan piston menjadi lebih ringan dan penyebaran pelumas ke piston akan kembali normal.

Jangan Mematikan Mesin Kendaraan Saat Sistem AC Masih Beroperasi

Jika Anda mematikan mesin mobil sementara AC masih aktif, hal ini dapat berdampak pada kompresor AC. Mesin yang dimatikan saat kompresor AC masih berjalan bisa menyebabkan getaran pada kompresor yang sedang bekerja.

Jika Anda terus-menerus melakukan hal tersebut, dapat menyebabkan kerusakan pada kompresor AC lebih cepat. Oleh karena itu, sebaiknya matikan AC terlebih dahulu sebelum mematikan mesin.

Demikian pula sebaliknya, pastikan AC dimatikan terlebih dahulu sebelum menghidupkan mesin mobil, hal ini dapat mengurangi beban kompresor dan memungkinkan sistem berjalan dengan baik atau sesuai fungsinya.

Hindari mematikan mesin mobil saat sistem audio masih menyala

Kebiasaan ini dapat mengurangi umur pakai sistem audio di kendaraan Anda. Karena ketika mesin dimatikan sementara sistem audio masih menyala, maka secara otomatis audio akan menyala kembali saat mesin mobil dinyalakan kembali.

Saat mesin mobil dinyalakan kembali, sistem audio mobil menerima tegangan dari baterai yang tidak stabil, sehingga berpotensi merusak komponen-komponen di dalamnya.

Lebih baik sebelum mematikan mesin, pastikan semua sistem kelistrikan, khususnya audio, dalam keadaan dimatikan agar komponen-komponennya tetap awet atau bisa bertahan lebih lama.

Mempertahankan mesin berjalan pada putaran idle sebelum dimatikan dapat membantu mengisi ulang baterai. Tujuannya adalah agar tegangan yang tersedia di baterai cukup saat mesin mobil kembali dinyalakan.

Hindari Bahaya Mengaktifkan AC Tanpa Menyalakan Mesin

Seperti yang diketahui, pada beberapa jenis kendaraan bermotor, sistem pendingin ruangan (AC) dapat dihidupkan tanpa perlu menghidupkan mesin. Ketika kunci kontak berada dalam posisi ‘On’, Anda juga dapat langsung menyalakan AC dengan menekan tombol pengaturannya.

Namun demikian, perlu diketahui bahwa tidak semua kendaraan dapat melakukan hal tersebut. Jika cara ini diterapkan pada mobil yang belum menggunakan teknologi sebelumnya, maka akan justru merusak kondisi kendaraan.

Menyalakan AC tanpa menghidupkan mesin merupakan kebiasaan yang tidak disarankan. Meskipun terdapat beberapa kendaraan yang mampu melakukannya.

Disarankan bagi Anda yang memiliki kendaraan untuk menghidupkan AC setelah mesin menyala atau dalam kondisi idle.

Menyalakan AC sebelum berkendara memang membuat interior mobil terasa lebih nyaman, terutama jika kendaraan diparkir di area terbuka. Namun, jika AC mobil dinyalakan sementara mesin dalam keadaan mati, hal ini berisiko merusak kompresornya.

Tentu saja akan berdampak pada mesin mobil dan kompresor AC, karena saat mesin mobil dinyalakan kondisinya belum stabil, apalagi harus menggerakkan kompresor AC, beban kerjanya akan semakin berat.

Selain itu, kebiasaan menyalakan AC dengan mesin mati dapat menyebabkan aki mobil terbuang percuma dan berisiko sulit menghidupkan mesin setelahnya. Hal ini terjadi karena aki belum mendapatkan suplai dari alternator, sementara sudah digunakan oleh motor blower AC. Dikhawatirkan saat starter tidak dapat bekerja.

Memang benar bahwa hal atau kebiasaan yang sudah menjadi kebiasaan sulit untuk dihilangkan. Namun, hal ini perlu dilakukan agar umur pakai kendaraan atau komponen terkait tetap awet, yang paling penting adalah keselamatan saat berkendara. Semoga bermanfaat.

Data Penjualan dan Tren Pasar Mobil LCGC serta BYD Atto 1 Terkini

Data Penjualan dan Tren Pasar Mobil LCGC serta BYD Atto 1 Terkini

 

10drama.com -JAKARTA –

Berikut data penjualan dan perkembangan pasar LCGC terbaru setelah dihadapkan dengan mobil listrik atau EV yang harganya terjangkau di bawah Rp100 juta, Rp200 juta, dan Rp300 juta yang memiliki fitur canggih serta berbagai manfaat yang ditawarkan pemerintah.

1. Kinerja Segmen LCGC

Penurunan tingkat aktivitas secara signifikan sepanjang 2024 hingga paruh pertama 2025:

Pada tahun 2024, penjualan mobil LCGC secara grosir (Januari–November) mencapai 162.320 unit, mengalami penurunan sebesar 15% dibandingkan tahun sebelumnya.

Pengambilalihan pasar LCGC secara keseluruhan hanya mengalami peningkatan kecil: 20,5% pada 2024 dibandingkan 20,3% pada 2023.

Pada kuartal pertama tahun 2025, penjualan LCGC mengalami penurunan signifikan: 41.104 unit dibandingkan Q1 2024, sedangkan Astra mencatat penjualan sebesar 28.294 unit atau 69% pangsa pasar.

Januari–Februari 2025, penjualan eceran hanya mencapai 18.147 unit, mengalami penurunan signifikan sebesar −45,4% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.

Kuartal pertama tahun 2025: total penjualan eceran LCGC sebanyak 12.244 unit (Januari), mengalami penurunan sebesar −27% dibandingkan tahun sebelumnya.

Maret 2025: 12.726 unit, mengalami penurunan sebesar −38% dibanding tahun sebelumnya.

Semester I Tahun 2025: penjualan eceran LCGC sebesar 64.063 unit, turun −28,5% dibanding tahun lalu. Daihatsu Sigra menjadi yang teratas dengan penjualan 21.029 unit (33%), diikuti Honda Brio Satya sebanyak 18.233 unit, Toyota Calya 14.359 unit, Ayla 6.434 unit, dan Agya 4.008 unit.

2. BYD Atto 1 — Mobil Listrik Terjangkau Asal Tiongkok

Diperkenalkan dalam GIIAS 2025, dengan harga mulai dari Rp195 juta (OTR Jakarta), berada di atas segmen LCGC namun setara dengan varian teratas beberapa model LCGC.

Pihak Astra Daihatsu mengungkapkan masih melakukan analisis terhadap kemungkinan dampak yang ditimbulkan oleh Atto 1 terhadap segmen LCGC, karena sebelumnya kendaraan listrik beroperasi di segmen harga yang lebih mahal.

BYD mengakui mendapatkan respons yang sangat positif, bahkan menurut laporan mereka, penjualan grosir BYD (termasuk semua model, terutama Atto 1) mencapai 14.092 unit pada semester pertama 2025, dengan penjualan eceran sebanyak 13.705 unit.

Interpretasi dan Analisis

Tren LCGC: Terganggu dan Terkikis

Terdapat penurunan signifikan dalam volume penjualan LCGC sejak awal 2025. Berbagai faktor seperti kenaikan pajak (VAT 12%), kurangnya insentif fiskal yang luas untuk EV/Hybrid, serta situasi ekonomi yang memburuk turut memperparah kondisi segmen LCGC. Terdapat pengurangan yang mencolok pada jumlah penjualan LCGC sejak awal tahun 2025. Berbagai hal seperti kenaikan pajak (VAT 12%), tidak adanya insentif fiskal yang menyeluruh untuk kendaraan listrik dan hybrid, serta keadaan ekonomi yang melemah berkontribusi pada penguatan tekanan terhadap segmen LCGC. Ada penurunan yang jelas dalam volume penjualan LCGC sejak awal 2025. Faktor-faktor seperti kenaikan pajak (VAT 12%), kurangnya insentif fiskal yang luas bagi EV/Hybrid, serta kondisi ekonomi yang semakin lemah turut memperparah situasi segmen LCGC.

Penjualan terus menurun setiap bulan dan kuartal, serta penurunan tahunan (YoY) berkisar antara 27 hingga 45%.

Mobil Listrik Murah (BYD Atto 1): Peserta Baru & Warna Baru

Kehadiran Atto 1 memicu gelombang baru dalam persaingan: mobil listrik dengan fitur lengkap dijual dengan harga yang mendekati segmen LCGC atas (Rp195 juta). Hal ini langsung menjangkau konsumen LCGC.

Penjualan yang cepat — meskipun data SPK belum diumumkan — mencerminkan antusiasme pasar yang tinggi.

BYD mengklaim penjualan sebanyak 14.092 unit pada semester pertama 2025, angka yang cukup menonjol dibandingkan dengan tren penurunan LCGC.

Ringkasan Data

Segmen / Model Periode & Angka Tren / Observasi
LCGC (Jan–Feb 2025) 18.147 unit (turun 45% dibanding tahun lalu) Sumber: New Directory 3 Penurunan volume tajam
LCGC (Q1 2025) 41.104 unit (sumber: IDN Finalcials) Turun dari Q1 2024
LCGC (Semester I 2025) 64.063 unit (turun 28,5% dibanding tahun lalu) Sumber: Databoks Penurunan berlanjut
BYD Atto 1 Dirilis pada GIIAS 2025, dengan harga Rp195 juta, penjualan eceran mencapai 14.092 unit pada semester pertama 2025 (sumber: bisnis.com) Antusiasme yang besar dan potensi inovatif di segmen mobil listrik harga terjangkau

 

LCGC Berisi Kelas Bawah

LCGC masih dianggap sebagai segmen yang ekonomis, namun penjualan menunjukkan penurunan yang signifikan.

Mobil listrik murah seperti BYD Atto 1 mengisi pasar segmen bawah dengan penawaran fitur canggih, biaya pemakaian yang rendah, serta daya tarik teknologi.

Data semester I 2025 menunjukkan bahwa LCGC mengalami penurunan, namun EV mulai mendapatkan tempat, setidaknya berhasil menarik perhatian dan minat konsumen.

BYD Atto 1 Tekan LCGC, Mobil Listrik Tiongkok Murah Guncang Pasar Otomotif Indonesia

BYD Atto 1 Tekan LCGC, Mobil Listrik Tiongkok Murah Guncang Pasar Otomotif Indonesia

10drama.com -JAKARTA –Pasar mobil Indonesia sedang mengalami perubahan besar. Jika selama ini Low Cost Green Car (LCGC) menjadi kendaraan favorit masyarakat, semester pertama 2025 menunjukkan perkembangan yang memprihatinkan.

Data GAIKINDO menunjukkan penjualan grosir LCGC hanya sebesar 64.063 unit, turun sebesar 28,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan bulanan terus berlanjut, dengan Februari 2025 mengalami penurunan 45,4% YoY dan Maret turun 38% YoY.

Di sisi lain, muncul gelombang baru dari arah yang tidak terduga: mobil listrik murah asal Tiongkok. BYD Atto 1, yang diluncurkan dalam GIIAS 2025 dengan harga Rp195 juta, langsung memasuki kategori harga LCGC varian paling tinggi.

Dalam enam bulan pertama tahun 2025, BYD telah mencatat penjualan sebanyak 14.092 unit, menunjukkan tanda kuat bahwa konsumen Indonesia mulai mempertimbangkan kendaraan listrik bukan hanya sebagai simbol gaya, tetapi juga sebagai pilihan yang masuk akal.

Pertarungan Nilai dan Citra

LCGC seperti Toyota Agya atau Daihatsu Ayla masih menjadi pilihan bagi masyarakat yang mencari kendaraan dengan harga paling murah. Harga varian dasar Ayla dimulai dari Rp140 jutaan, sementara Agya mulai dari Rp173 jutaan.

Namun, perbedaan harga dengan EV seperti Atto 1 semakin kecil jika dibandingkan dengan varian tertinggi LCGC yang mencapai Rp196–262 juta.

Konsumen perkotaan kini menghadapi pilihan sulit: memilih mobil bensin yang murah dengan teknologi yang sudah teruji, atau sedikit meningkatkan anggaran untuk mendapatkan kendaraan listrik dengan fitur canggih, biaya pemakaian yang lebih rendah, serta citra yang lebih ramah lingkungan.

Mengapa LCGC Mulai Tertekan

Harga Terjangkau – Mobil listrik murah mencapai harga varian teratas LCGC.

Biaya Operasional – Listrik jauh lebih hemat dibandingkan bensin; perawatan kendaraan listrik juga sedikit.

Dukungan Regulasi – Kendaraan Listrik (EV) mendapatkan insentif pajak dan promosi dari pemerintah, sedangkan LCGC tidak.

Tren Pengguna – Kelas menengah perkotaan mulai melihat kendaraan listrik sebagai lambang gaya hidup yang modern.

Tidak Punah, tapi Menyusut

LCGC kemungkinan besar tidak akan hilang dalam waktu dekat. Di wilayah yang masih minim infrastruktur pengisian daya, mobil berbahan bakar bensin tetap lebih efisien. Segmen pedesaan, pelaku usaha kecil menengah, serta pembeli pertama dengan anggaran terbatas masih menjadi pasar yang menjanjikan bagi LCGC.

Namun, jika harga kendaraan listrik terus menurun dan jaringan pengisian daya semakin berkembang, peran LCGC akan berubah dari “mobil untuk rakyat perkotaan” menjadi “kendaraan fungsional” untuk daerah tertentu.

Produsen LCGC perlu segera mengembangkan model BEV terjangkau yang berbasis platform LCGC atau memperkenalkan varian hybrid entry-level.

Pemerintah perlu mengimbangi insentif kendaraan listrik dengan kebijakan yang tidak menghancurkan sektor otomotif tradisional secara tiba-tiba.

Pengguna disarankan untuk menghitung Total Cost of Ownership (TCO) sebelum membuat keputusan, bukan hanya memperhatikan harga pembelian.

LCGC sedang mengalami tahap yang sangat penting LCGC berada dalam masa yang kritis LCGC saat ini sedang memasuki tahap yang sangat menentukan LCGC sedang memasuki periode yang penuh tantangan LCGC tengah menghadapi fase yang sangat kritis

Kedatangan BYD Atto 1 dan kemungkinan munculnya gelombang mobil listrik terjangkau lain dari Tiongkok menjadi tantangan terbesar sejak berdirinya program mobil murah ini sepuluh tahun lalu.

Pertandingan berikutnya tidak hanya berkaitan dengan mesin melawan baterai, tetapi juga tentang persepsi, teknologi, dan nilai yang disajikan. Siapa yang lebih cepat beradaptasi, akan berhasil bertahan.

Suzuki Puncaki Daftar 10 Mobil Terlaris Juli 2025, Kalahkan Honda dan Mitsubishi

Suzuki Puncaki Daftar 10 Mobil Terlaris Juli 2025, Kalahkan Honda dan Mitsubishi

PR JABAR –Pergeseran signifikan dalam panggung otomotif nasional terjadi pada Juli 2025. Terjadi suatu “kudeta” tak terduga di posisi tiga besar merek mobil paling laris di Indonesia, di mana Suzuki secara mengejutkan mampu menggeser dominasi dan melewati dua perusahaan Jepang besar, yaitu Honda dan Mitsubishi.

Berdasarkan data yang dikeluarkan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Suzuki kini berada di posisi ketiga dengan nyaman, mengancam dominasi Toyota dan Daihatsu yang tetap kokoh di puncak. Peristiwa ini menunjukkan awal baru dari persaingan yang semakin ketat di pasar mobil Tanah Air, khususnya di segmen menengah yang menjadi wilayah utama persaingan.

Perubahan yang signifikan ini terjadi di tengah situasi pasar yang menunjukkan keanehan menarik: penjualan bulanan sedikit meningkat, tetapi jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, pasar justru mengalami penurunan yang cukup dalam.

 

Pasaran Tidak Berkembang Secara Tahunan, Namun Suzuki Mengambil Perhatian

Sebelum mengulas persaingan antar merek, penting terlebih dahulu untuk memperhatikan situasi pasar secara keseluruhan. Data Gaikindo menunjukkan bahwa penjualan mobil secara ritel (dari dealer ke konsumen) pada Juli 2025 mencapai 62.770 unit. Angka ini menunjukkan kenaikan kecil sebesar 1,8 persen dibandingkan bulan sebelumnya, yaitu Juni 2025.

Meski terdapat sedikit harapan dari kenaikan bulanan, bayang-bayang perlambatan masih terasa ketika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Penjualan pada Juli 2025 mengalami penurunan cukup signifikan sebesar 17 persen dibandingkan Juli 2024 yang mampu mencatatkan 75.588 unit.

Kondisi yang sama juga terlihat pada angkawholesales(Distribusi dari pabrik ke penyalur). Terjadi kenaikan sebesar 4,8 persen dalam sebulan menjadi 60.552 unit, tetapi mengalami penurunan signifikan sebesar 18,4 persen secara tahunan. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun pabrikan meningkatkan penyebaran ke dealer pada bulan ini, suasana pasar secara keseluruhan masih lebih lemah dibanding tahun sebelumnya.

 

Analisis Pertandingan Tiga Pemain Utama: Strategi Efektif Suzuki Mengalahkan Lawan-lawannya

Fokus utama pada bulan ini berfokus pada persaingan untuk posisi ketiga. Suzuki berhasil meraih penjualan ritel sebanyak 5.504 unit, cukup untuk menggeser Honda yang mencatatkan 5.003 unit dan Mitsubishi Motors dengan 4.815 unit.

Kunci Keberhasilan Suzuki: Momentum Model Terbaru ‘Fronx’

Tindakan Suzuki terbukti efektif. Kepopuleran mereka tidak lepas dari strategi yang cemerlang dengan memperbarui lini produk lebih dini melalui kehadiran crossover baru, Suzuki Fronx. Peluncuran yang dilakukan lebih awal dibandingkan pesaing memberikan kesempatan bagi Suzuki untuk beradaptasi lebih cepat dan menarik perhatian konsumen kelas menengah yang mencari produk baru. Momentum ini berhasil diubah menjadi angka penjualan yang kuat.

Honda dan Mitsubishi Sedang Menyusun Kembali Strategi?

Di sisi lain, Honda yang sebelumnya berhasil dengan HR-V generasi sebelumnya, kali ini terlihat kurang mampu bersaing menghadapi model-model baru. Angka penjualan sebanyak 5.003 unit menjadikan mereka berada di posisi keempat, sebuah indikasi bahwa pembaruan produk menjadi sangat penting dalam persaingan saat ini.

Sementara itu, Mitsubishi Motors yang berada di posisi kelima sebenarnya sedang mempersiapkan senjata utama mereka. Perlu dicatat bahwa mobil andalan baru mereka, Mitsubishi Destinator, baru saja diluncurkan secara resmi pada akhir Juli 2025. Akibatnya, data penjualan ritel untuk model ini belum terlihat secara signifikan dan kemungkinan besar baru akan terlihat sepenuhnya dalam laporan penjualan bulan Agustus mendatang.

 

Dominasi Kedua Perusahaan Besar dan Serbuan Merek Tiongkok

Di luar persaingan ketat di papan tengah, posisi teratas masih dikuasai oleh “duopoli yang tak pernah berubah”. Toyota tetap kokoh di puncak dengan penjualan ritel yang mengesankan sebesar 20.185 unit. Sahabatnya, Daihatsu, setia berada di posisi kedua dengan angka 11.220 unit. Jarak yang signifikan antara posisi kedua dan ketiga menunjukkan betapa kuatnya dominasi kedua merek tersebut di pasar Indonesia.

Hal menarik lainnya adalah peningkatan dominasi merek-merek Tiongkok di pasar. BYD, sebagai perusahaan baru dalam segmen mobil penumpang, langsung masuk ke posisi keenam dengan penjualan sebanyak 2.827 unit. Prestasi ini menunjukkan penerimaan yang baik dari konsumen. Berikutnya adalah Chery yang berada di posisi kesembilan (1.705 unit) dan Wuling yang menempati posisi sepuluh besar (1.687 unit).

 

Daftar 10 Merk Mobil Paling Laku di Indonesia Bulan Juli 2025

Berikut adalah daftar lengkap 10 merek mobil paling laku berdasarkan data Gaikindo pada bulan Juli 2025.

Penjualan eceran (Dealer kepada Konsumen)

  1. Toyota: 20.185 unit

  2. Daihatsu: 11.220 unit

  3. Suzuki: 5.504 unit

  4. Honda: 5.003 unit

  5. Mitsubishi Motors: 4.815 unit

  6. BYD: 2.827 unit

  7. Mitsubishi Fuso: 1.996 unit

  8. Isuzu: 1.799 unit

  9. Chery: 1.705 unit

  10. Wuling: 1.687 unit

 

Penjualan eceran besar (Pabrik ke Agen)

  1. Toyota: 18.905 unit

  2. Daihatsu: 10.451 unit

  3. Suzuki: 6.010 unit

  4. Honda: 5.235 unit

  5. Mitsubishi Motors: 5.011 unit

  6. BYD: 2.335 unit

  7. Isuzu: 2.190 unit

  8. Mitsubishi Fuso: 1.871 unit

  9. Chery: 1.593 unit

  10. Hino: 1.464 unit

Juli 2025 akan menjadi bulan yang diingat sebagai titik perubahan dalam peta persaingan otomotif, khususnya di luar dua pemain utama. Persaingan diperkirakan akan semakin sengit pada bulan Agustus, terutama setelah Mitsubishi Destinator mulai didistribusikan secara penuh ke seluruh jaringan dealer di Indonesia.

Disclaimer:Artikel ini dibuat berdasarkan data penjualan yang dikeluarkan resmi oleh Gaikindo. Angka bisa berubah sesuai dengan rilis data akhir. Analisis yang disajikan merupakan pemahaman jurnalistik.

Daftar Pemenang Honda Modif Contest Bandung 2025

Daftar Pemenang Honda Modif Contest Bandung 2025

10drama.com –– Kompetisi modifikasi sepeda motor terbesar di Indonesia, Honda Modif Contest (HMC) 2025 berlangsung dengan sukses di Kota Bandung. Acara yang diselenggarakan oleh PT Astra Honda Motor (AHM) bekerja sama dengan PT Daya Adicipta Motora (DAM) ini menjadi ajang bagi para pembuat modifikasi berbakat untuk memperlihatkan karya terbaik mereka.

Acara HMC Bandung 2025 diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai wilayah Jawa Barat dengan berbagai tema modifikasi, mulai dari Matic & Cub Stock/Bolt On, Matic & Cub Advance, Matic & Cub Community Touring, All Sport (Naked & Fairing), Show Off > 2006, All Stock & Advance < 2006, Racing Style, dan Free For All.

Pemenang pertama di masing-masing kategori berhak melanjutkan ke tingkat nasional melalui Final Battle HMC 2025. Kesempatan ini tidak hanya tersedia bagi peserta dari Jawa Barat, tetapi juga bagi seluruh pemenang seri HMC yang ada di berbagai daerah di Indonesia. Dari babak final ini, tiga National Champions akan dipilih untuk mengikuti Honda Dream Project bersama para builder profesional.

Manajer Brand Activation AHM mengatakan bahwa pada tahun ini HMC memperkenalkan kelas baru bernama Showcase untuk Show Off, yang langsung mendapat respon positif dari peserta maupun pengunjung. “Tahun ini kami menyediakan kelas Showcase untuk Show Off, dan antusiasme di seri pertama di Jawa Barat sangat tinggi. Tren modifikasi yang muncul cukup beragam dan segar,” katanya di Bandung (09/08).

Daftar Pemenang Honda Modif Contest (HMC) Bandung 2025

Kategori Best Series

  • Best ScoopyMuhammad Fadil – Scoopy 110 (2021)
  • Best Stylo 160Asep Agus Saeful – Stylo 160 (2024)
  • Best Matic ProperMartin Hanjaya Ardilan – Vario 160 (2022)
  • Best Big ScooterRian Ramdani – PCX 160 (2023)
  • Best XplorerFirdaus – ADV 160 (2024)

Kelas Regional Terbaik – Sunmori: Johan Pratama W – ADV 160 (2022)

Best Fun CommunityAsep Irwansyah – ADV 150 (2020)

Best Media PickImam Abraham Wijaya – Genio (2021)

Kategori Matic & Cub Standar / Pasang Langsung

  • Firdaus – ADV 160 (2024)
  • Ferry Utama – PCX 150 (2018)
  • Eko B P – Vario 125 LED Lama (2017)

Kategori Motor Matik & Cub Advance

  • Gio Vanni Oktavianus – PCX 150 (2014)
  • Rizky Rifaul Khaidir – Vario 125 (2017)
  • Imam Abraham Wijaya – Genio (2021)

Komunitas Matic & Cub Berkeliling

  • Ikhsan Nugraha – ADV 160 (2024)
  • Agus Valentino – ADV 160 (2023)
  • Viki Hidayat – ADV 160 (2022)

Kategori Sport Community Touring

  • Avief Muliana Malik – CB150X (2022)
  • Nia Kurniawan – CB150X (2022)
  • Achmad Dicky Handyansyah – CB150X (2022)

Kategori Semua Olahraga (Naked dan Fairing)

  • Jason Vito – Simpanse (2021)
  • Heru Gunawan – CBR 250 (2018)
  • Ariel Nathaniel – CBR 250RR (2019)

Kategori Pamer > 2006

  • Muhammad Fadil – Scoopy 110 (2021)
  • Rismawan – Vario 150 (2016)
  • Akhmad Raihan Afifi – Stylo 160 (2024)

Kategori Semua Saham & Lanjutan < 2006

  • Dian Mega Sari – Supra 100 (2002)
  • Clift Daniel Pasadena – NSR SP 150 (2001)
  • Agus Tasripin – Honda ST 70 (1971)

Kategori Racing Style

  • Egi Endriansyah – Vario 150 (2019)
  • Ammar Pratama Putra – Vario 150 (2018)
  • Rynaldie Haryono – Supra 150 (2021)

Kategori Bebas untuk Semua (FFA)

  • Momo Reno Ardiansyah – Phantom 200 (2008)
  • Hendra Agus – Harimau 200 (2004)
  • Pebriano Magi Raka Putra – Kekuatan 125 (2003)

Berakhirnya seri Bandung membuat seluruh pemenang pertama siap melaju ke Final Battle HMC 2025 guna bersaing memperebutkan gelar The Best of The Best Modifikator Honda. Event ini tidak hanya menghargai kreativitas, tetapi juga menjadi wadah untuk mendorong perkembangan dunia modifikasi sepeda motor di Indonesia.  (*)

KIA Serius Hadir di Era Elektrifikasi dengan Dua Model Unggulan, Ini Inovasinya

KIA Serius Hadir di Era Elektrifikasi dengan Dua Model Unggulan, Ini Inovasinya

10drama.com –KIA semakin serius dalam menghadapi era elektrifikasi dengan meluncurkan dua model utama yang menggunakan teknologi mutakhir. Pelajari detail inovasi, fitur khas, serta komitmen Kia terhadap mobil listrik di masa depan.

Perkembangan era kendaraan listrik terus berjalan pesat, dan KIA menjadi salah satu merek yang tidak ingin ketinggalan.

Sebagai produsen mobil internasional, KIA memperkuat komitmennya terhadap masa depan yang ramah lingkungan dengan meluncurkan dua model kendaraan listrik unggulan yang memiliki tampilan modern, teknologi terbaru, dan kinerja yang kuat.

1. Visi KIA pada Masa Elektrifikasi

Kia melihat era elektrifikasi bukan hanya sebagai arus baru, tetapi bagian dari rencana jangka panjang menuju transportasi yang lebih ramah lingkungan.

Perusahaan asal Korea Selatan ini terus melakukan inovasi di bidang kendaraan listrik (EV), hybrid (HEV), hingga hybrid yang bisa diisi daya (PHEV), guna menurunkan emisi karbon dan mengembangkan sistem berkendara yang lebih ramah lingkungan.

2. Dua Model Unggulan yang Menarik Perhatian

Pada pameran kendaraan terbaru, Kia memperkenalkan dua model andalan yang mewakili semangat elektrifikasi mereknya:

a. KIA EV6

KIA EV6 hadir sebagai mobil sport listrik dengan tampilan modern dan jangkauan yang luar biasa.

Mobil ini dilengkapi dengan teknologi Ultra-Fast Charging yang mampu mengisi baterai hingga 80% dalam waktu kurang dari 20 menit, serta sistem penggerak yang cepat dan responsif untuk pengalaman berkendara mewah.

b. KIA Niro EV

KIA Niro EV menggabungkan kenyamanan SUV kecil dengan efisiensi energi listrik.

Dengan bentuk yang aerodinamis, kabin yang luas, serta teknologi keselamatan mutakhir, Niro EV cocok digunakan dalam kehidupan sehari-hari maupun untuk perjalanan jauh tanpa khawatir tentang kapasitas baterai.

3. Teknologi Baru dan Fitur Menonjol

Kedua model ini dilengkapi dengan berbagai teknologi terkini, seperti:

– Sistem Bantuan Pengemudi Lanjutan (ADAS) yang bertujuan meningkatkan keselamatan dalam berkendara. – Teknologi ADAS digunakan untuk meningkatkan tingkat keamanan saat mengemudi. – ADAS berfungsi sebagai sistem pendukung untuk memperkuat keselamatan berkendara. – Tujuan dari Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) adalah memperbaiki keamanan dalam berkendara.

– Hiburan informasi yang terhubung dan mendukung pembaruan perangkat lunak secara nirkabel.

– Sistem Pengereman Regeneratif yang bertujuan meningkatkan efisiensi baterai.

– Platform E-GMP yang dapat disesuaikan dan mendukung kinerja terbaik.

4. Komitmen KIA terhadap Masa Depan

KIA berencana untuk memperkenalkan lebih banyak model kendaraan listrik pada masa depan, serta mengembangkan jaringan pengisian baterai yang cepat di berbagai negara.

Tindakan ini merupakan bagian dari visi Kia Plan S, yang menekankan pada transportasi yang berkelanjutan dan inovasi ramah lingkungan.

KIA menunjukkan komitmennya dalam era elektrifikasi dengan dua model unggulan, EV6 dan Niro EV, yang menggabungkan inovasi terkini, desain kekinian, serta kinerja yang baik.

Dengan langkah strategis ini, KIA siap menjadi aktor utama dalam industri mobil listrik dunia. Semoga bermanfaat, indahnya berbagi.***

Copyright © 2026 10drama.com