Perbedaan Rem ABS dan CBS pada Motor, Ini Cara Kerjanya

Perbedaan Rem ABS dan CBS pada Motor, Ini Cara Kerjanya

Lintaskriminal.co.id –– Hingga kini masih banyak orang yang belum memahami perbedaan antara ABS dan CBS pada motor.

Banyak orang juga mengira bahwa keduanya sama, padahal rem ABS dan CBS jelas berbeda.

“CBS berfungsi meningkatkan kinerja sistem pengereman dengan mengaktifkan rem depan dan belakang secara bersamaan,” kata Danang Priyo Kumoro, Technical Training Coordinator Astra Motor Yogyakarta beberapa waktu lalu.

“Teknologi ABS memungkinkan ban motor tidak terkunci dan selip ketika pengendara melakukan pengereman mendadak atau keras,” tambahnya.

Kemampuan ABS, yang merupakan kependekan dari Anti-Lock Brake System, dalam mencegah roda tergelincir, berasal dari sensor yang dipasang pada cakramnya.

Sensor tersebut terhubung dengan ECU (Electronic Control Unit) yang akan mengenali sensor ketika cakram dan roda terdeteksi terkunci saat kendaraan berjalan.

Dikutip dari GridOto, saat terjadi kejadian ban terkunci, sistem rem ABS secara otomatis akan mengurangi tekanan minyak rem sehingga piston tertarik, sehingga pengereman otomatis dilepas agar ban dapat berputar kembali.

Kemudian, dalam hitungan milidetik, rem akan kembali aktif secara otomatis sehingga pengendalian tetap terjaga.

Secara ringkas, pekerjaan ABS mirip dengan menggoyang rem, tetapi secara otomatis.

Sementara CBS (Combi Brake System) bekerja secara lebih sederhana karena bergantung pada sistem mekanik.

Secara umum, skuter seperti Honda dilengkapi dengan tuas rem di sisi kiri yang memiliki equalizer yang terhubung ke dua kabel.

Satu kabel terhubung langsung ke rem belakang dan satu kabel lainnya ke kabel penghubung.

Kabel penghubung ini akan menarik knocker sehingga mendorong piston hidrolik pada rem depan.

Itulah sebabnya ketika kita menekan tuas rem belakang yang berada di sisi kiri setang, rem depan akan bekerja secara otomatis.

Seberapa Kuat BYD Atto 1 di Jalur Bandung-Garut?

Seberapa Kuat BYD Atto 1 di Jalur Bandung-Garut?

BANDUNG, halopadang.id —Mengarungi rute Bandung–Garut menggunakan BYD Atto 1 memberikan pengalaman yang menunjukkan kesiapan mobil listrik ini melebihi fungsi sebagai kendaraan perkotaan.

Dari jalan raya yang padat di pusat Bandung, tol Padaleunyi yang berkelok, hingga naik turun yang panjang dan curam di jalur Nagreg, Atto 1 dapat dilewati dengan sedikit usaha.

Kemampuan Hebat di Jalan Raya yang Menghadapi Tantangan

Torsi instan pada mesin listrik membuat Atto 1 tangguh dalam menghadapi tanjakan, sementara akselerasi yang halus serta kabin yang tenang memberikan kenyamanan saat berkendara jarak jauh.

Sistem pengereman regeneratif bekerja dengan baik pada jalur yang memiliki kemiringan panjang, mampu mengembalikan energi sekaligus meningkatkan efisiensi baterai. Kemudi yang stabil memberikan rasa percaya diri bagi pengemudi, baik saat melaju kencang maupun melewati tikungan tajam.

Spesifikasi

Selama uji coba perjalanan Bandung–Garut, kinerja BYD Atto 1 sesuai dengan spesifikasinya. Motor listrik menghasilkan daya maksimal sekitar 95 PS dengan torsi hingga 180 Nm, cukup untuk menyalip di jalan raya yang menanjak Nagreg.

Baterai pada versi Premium Atto 1 memiliki kapasitas 50 kWh yang mampu menempuh jarak hingga 380 km, sementara versi Dynamic memiliki kapasitas baterai 45 kWh dengan jangkauan sejauh 300 km.

Percepatan dari 0 hingga 50 km/jam hanya membutuhkan waktu 4,8 detik, terasa jelas saat keluar dari tikungan atau tanjakan sempit. Sementara kecepatan maksimumnya dibatasi pada 130 km/jam, cukup memadai untuk jalur tol Padaleunyi.

Kendaraan kompak dengan panjang sekitar 3,9 meter, lebar 1,7 meter, dan radius putar yang kecil sehingga memudahkan pengemudi bergerak di jalan sempit menuju Garut.

Sistem suspensi MacPherson strut di bagian depan dan beam torsion di belakang memberikan stabilitas yang baik meskipun melewati jalan yang tidak rata.

Kombinasi fitur ini menjadikan perjalanan Bandung–Garut lebih lancar tanpa mengorbankan rasa aman dan nyaman.

Desain Interior Modern, Perjalanan Tetap Nyaman

Interior BYD Atto 1 terlihat futuristik dengan layar sentral yang luas, panel instrumen digital, serta fasilitas koneksi yang lengkap. Kursi yang dirancang sesuai bentuk tubuh dan ruang kabin yang cukup luas membuat perjalanan jauh tetap nyaman.

“Melalui uji coba ini, BYD ingin membuktikan bahwa teknologi kendaraan listrik tidak hanya siap digunakan untuk kebutuhan harian di kota-kota besar, tetapi juga untuk perjalanan antar kota,” kata Luther Panjaitan, Kepala Hubungan Publik dan Pemerintahan PT BYD Motor Indonesia.

Varian Premium BYD Atto 1 mampu menempuh jarak hingga 380 km, sementara varian Dynamic mampu mencapai 300 km setelah pengisian penuh—cukup untuk perjalanan dari Bandung ke Garut dan kembali tanpa perlu mengisi ulang baterai.

Dari segi efisiensi, BYD mengklaim penghematan biaya operasional sebesar 40 persen dibanding mobil bensin sejenis ketika menggunakan SPKLU, dan dapat lebih hemat lagi—mencapai 60 persen—jika melakukan pengisian daya di rumah.

Penjualan BYD Melonjak di Jawa Barat

Populeritas BYD di Indonesia terus meningkat. Data internal perusahaan menunjukkan bahwa selama bulan Januari hingga Agustus 2025, total 22.500 unit mobil listrik BYD telah terjual di seluruh Nusantara. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.100 unit di antaranya berada di pasar Jawa Barat.

“Sejauh Agustus 2025, jumlah kendaraan listrik di Indonesia telah meningkat sebesar 10 persen. Pada tahun 2023 hanya mencapai 2–3 persen, naik menjadi 5 persen pada 2024, dan kini di kuartal ketiga 2025 sudah melewati angka 10 persen. Hal ini menunjukkan keyakinan kami terhadap percepatan penggunaan kendaraan listrik di Indonesia,” ujar Public Relations Manager BYD Indonesia, Nathasya Natalia.

Dengan konsep “Effortless Everyday Move”, BYD Atto 1 ditujukan kepada keluarga muda, pengguna perkotaan, serta generasi aktif yang menginginkan kendaraan yang sederhana, hemat energi, dan ramah lingkungan. Keberadaan Atto 1 menunjukkan bahwa mobil listrik bukan hanya sekadar tren, tetapi juga pilihan nyata untuk kebutuhan transportasi sehari-hari maupun perjalanan antar kota.

Bahaya Tersembunyi di Balik Mesin Mobil, Waspada!

Bahaya Tersembunyi di Balik Mesin Mobil, Waspada!

Beberapa tahun terakhir ini, istilah gurah mesinsemakin diminati oleh pemilik kendaraan bermotor. Banyak bengkel menawarkan layanan ini dengan pernyataan mampu memulihkan kinerja mesin seperti baru, menghilangkan endapan karbon, dan meningkatkan efisiensi penggunaan bahan bakar. Prosesnya dilakukan dengan memasukkan cairan kimia tertentu ke ruang bakar atau saluran udara mesin agar endapan sisa pembakaran dapat larut dan terbuang bersama knalpot. Dari segi luar, janji tersebut memang menarik, terlebih bagi pemilik mobil yang merasa tenaga kendaraannya berkurang atau konsumsi bahan bakarnya meningkat.

Namun, di balik promosi yang menarik, praktik gurah mesin sebenarnya mengandung beberapa risiko berbahaya, terutama jika dilakukan tanpa prosedur dan alat yang sesuai. Cairan pembersih yang digunakan bisa jadi terlalu keras dan merusak bagian dalam mesin. Banyak kasus di mana mobil justru mengalamimisfire, minyak yang tercampur dengan air, atau bahkan kerusakan tetap setelah dilakukan pengangkatan. Oleh karena itu, sebelum tergoda untuk mencoba, penting bagi pemilik kendaraan memahami berbagai risiko yang mungkin timbul dari metode ini.

1. Zat kimia berisiko merusak bagian komponen

Salah satu bahaya yang sering terjadi saat menggunakan mesin pencuci adalah penggunaan cairan kimia yang tidak memenuhi standar. Banyak bengkel membuat sendiri campuran pembersih dengan kandungan yang tidak jelas. Cairan tersebut dapat merusak komponen logam seperti piston, katup, atau dinding silinder.

Jika terlalu banyak masuk ke ruang bakar, cairan bisa menyebabkan dampakhydrolock— keadaan di mana piston tidak mampu bergerak karena ruang pembakaran penuh dengan cairan, hal ini bisa menyebabkan batang piston melengkung atau bahkan rusak.

Selain itu, cairan kimia juga dapat mengikis lapisan pelindung atau minyak yang menempel pada permukaan mesin. Ketika lapisan pelumas hilang, gesekan antar komponen meningkat dan keausan terjadi lebih cepat. Akibatnya, mesin justru berisiko mengalami aus dan kehilangan tekanan kompresi, bukannya menjadi lebih bersih.

2. Bahaya kebocoran dan gangguan pada sistem elektronik

Proses pembersihan sering kali melibatkan pembongkaran beberapa bagian mesin seperti throttle body atau intake manifold. Jika pemasangannya tidak kembali rapat, dapat terjadi kebocoran udara (vacuum leak) yang menyebabkan mesin tidak berjalan stabil. Selain itu, uap cairan pembersih yang masuk ke area sensor, seperti sensor oksigen atau MAF sensor, bisa mengganggu pengukuran sistem injeksi bahan bakar.

Mobil modern yang bergantung pada banyak sensor dan sistem elektronik sangat rentan terhadap perubahan kecil. Kerusakan pada satu sensor saja dapat mengakibatkan munculnya indikatorcheck enginedi panel kendali, dan biayanya bisa jauh lebih tinggi dibanding manfaat sementara dari pembersihan mesin.

3. Cara yang lebih aman untuk membersihkan mesin

Daripada melakukan pembersihan mesin dengan cara yang berisiko, cara yang lebih aman adalah membersihkan ruang bakar dengancarbon cleanermelalui throttle body atau injektor, dengan menggunakan alat dan cairan khusus yang disarankan oleh pabrikan. Selain itu, menjaga mutu bahan bakar, secara teratur mengganti oli, serta melakukan penyetelan rutin sudah cukup untuk menghindari penumpukan karbon berlebih.

Jika mesin terasa berat atau menghabiskan bahan bakar lebih banyak, sebaiknya lakukan pengecekan di bengkel resmi yang dilengkapi peralatan khususdiagnostic scanneruntuk mengidentifikasi penyebab yang sebenarnya. Dengan demikian, perawatan kendaraan tetap aman, efektif, dan tidak menimbulkan risiko signifikan yang dapat merusak mesin dalam jangka panjang.

Apa yang Dimaksud dengan Gurah Mesin, Apakah Perlu Dilakukan Secara Berkala?

Harga Toyota Rush 2015 Bekas yang Terjangkau untuk Karyawan

Harga Toyota Rush 2015 Bekas yang Terjangkau untuk Karyawan

Lintaskriminal.co.id –Mau memiliki mobil SUV bekas yang tangguh dan mampu menghadapi berbagai jenis jalan?

SUV Toyota Rush bekas tahun 2015 terlihat layak dipertimbangkan, terlebih harga saat ini semakin murah.

SUV yang kerap disebut sebagai “Toyota Rush Konde” ini pertama kali diperkenalkan di Indonesia pada tahun 2006 dan segera mendapatkan tempat istimewa di hati penggemar mobil.

Mari membahas spesifikasinya terlebih dahulu sebelum mengupas harga bekasnya di pasar mobil bekas saat ini.

Dari sisi depan, terlihat gril berpola gigi yang dilengkapi hiasan krom yang memberikan kesan mewah.

Desain lampu depan yang menarik tetap memanfaatkan lampu halogen biasa sebagai sumber penerangan.

Desain bumper depan yang dinamis dilengkapi dengan alat pengambil udara untuk membantu mendinginkan mesin, serta lampu kabut di sisi kiri dan kanannya yang berwarna hitam untuk meningkatkan visibilitas saat cuaca buruk atau berkabut.

Beralih ke sisi samping, aksesori Fender hingga Side Molding memberikan kesan perkasa dan ganas pada mobil.

Sebagai mobil SUV yang identik dengan nuansa petualangan, tersedia atap bagasi di bagian atas kendaraan untuk memudahkan pengangkutan barang bawaan.

Di sektor suspensi, Rush tahun 2015 mengusung velg berukuran 16 inci pada varian G dan 17 inci pada varian TRD Sportivo yang terbuat dari bahan logam paduan.

Kesan modern terlihat dari spion samping yang dilengkapi fitur Auto Retracable Mirror dan Electric Mirror khusus pada varian tipe TRD Sportivo serta lampu sein.

Bergerak ke bagian belakang yang tak kalah modis, desain lampu belakang yang sederhana dilengkapi dengan Rear Roof Spoiler yang dilengkapi LED High Mount Stop Lamp.

Kursi cadangan yang terpasang di bagian belakang memberikan kesan menarik dan membuat penampilan lebih perkasa.

Bagian belakang yang dinamis dilengkapi dengan reflektor lampu di sisi kiri dan kanannya.

Melihat bagian dalamnya, Toyota Rush tahun 2015 menawarkan ruang kabin yang cukup luas dan praktis.

Didominasi oleh warna hitam dengan hiasan silver di beberapa bagian membuatnya terlihat lebih mewah.

Di bagian tengah panel depan terdapat Head Unit Double DIN yang digunakan untuk mengakses berbagai fitur hiburan seperti Radio, CD Player, USB Port, Aux-in, dan lain sebagainya.

Di bawahnya terdapat tombol AC manual Double Blower yang digunakan untuk mengatur kesejukan di dalam kabin.

Pindah ke sistem kemudi, bagian setir dilapisi bahan kulit yang lembut dan nyaman serta dilengkapi dengan fitur Audio Steering Switch, Tilt Steering hingga SRS Airbag.

Untuk instrumen clusternya menggunakan speedometer dan tachometer analog, serta tripmeter dan odometer digital.

SUV dengan kapasitas 7 penumpang ini dilengkapi dengan kursi yang nyaman dan sesuai bentuk tubuh, karena menggunakan bahan kain berkualitas.

Setiap kursi dilengkapi dengan sandaran kepala dan memiliki ruang kaki yang cukup luas, sehingga posisi duduk menjadi lebih nyaman.

Terdapat ruang bagasi yang luas di bagian belakang yang dapat digunakan untuk menyimpan barang-barang.

Berikut adalah beberapa variasi dari teks tersebut: 1. Selanjutnya, mari kita lihat bagian mesin Toyota Rush tahun 2015. Mobil ini menggunakan mesin berkapasitas 1.495 cc dengan ukuran 1.5L, 4 silinder segaris yang dilengkapi teknologi DOHC, 16 katup, dan VVT-i. Mesin ini mampu menghasilkan daya sebesar 108 HP pada putaran 6.000 rpm serta torsi 142 Nm pada putaran 4.400 rpm. 2. Kini kita beralih ke sektor mesin Toyota Rush 2015. Kendaraan ini ditenagai oleh mesin 1.5L dengan kapasitas 1.495 cc, 4 silinder inline yang memiliki teknologi DOHC, 16 katup, dan VVT-i. Tenaga yang dihasilkan mencapai 108 HP pada 6.000 rpm dan torsi sebesar 142 Nm pada 4.400 rpm. 3. Berikutnya, mari kita lihat mesin Toyota Rush 2015. Mobil ini dilengkapi dengan mesin 1.5L atau 1.495 cc, 4 silinder segaris yang menggunakan teknologi DOHC, 16 katup, dan VVT-i. Mesin ini mampu menghasilkan tenaga sebesar 108 HP pada putaran 6.000 rpm dan torsi 142 Nm saat putaran mencapai 4.400 rpm. 4. Selanjutnya, kita akan melihat spesifikasi mesin Toyota Rush 2015. Kendaraan ini memiliki mesin 1.5L dengan kapasitas 1.495 cc, 4 silinder inline yang didukung oleh teknologi DOHC, 16 katup, dan VVT-i. Tenaga maksimal yang dihasilkan adalah 108 HP pada 6.000 rpm dan torsi sebesar 142 Nm pada 4.400 rpm. 5. Mari kita lanjutkan dengan membahas mesin Toyota Rush 2015. Mobil ini menggunakan mesin 1.5L (1.495 cc), 4 silinder segaris yang dilengkapi teknologi DOHC, 16 katup, dan VVT-i. Mesin ini mampu menghasilkan daya 108 HP pada 6.000 rpm serta torsi 142 Nm pada 4.400 rpm.

Terdapat dua jenis transmisi, yaitu transmisi manual dan transmisi otomatis, yang kemudian terhubung dengan sistem penggerak roda belakang (RWD).

Tidak hanya sampai di sana, Rush 2015 dilengkapi dengan fitur keamanan dan keselamatan yang terjamin sepertiAirbag SRS Ganda, Kontrol Stabilitas Kendaraan, Bantuan Mulai di Tanjakan, Kunci Keselamatan Anak, Sensor Tabrakan, Tanda Pengereman Darurat dan lainnya.

Dan telah dilengkapi dengan sistem pengereman ABS(Anti-lock Braking System) dan EBS (Emergency Brake Signals).

Jadi, berapa kisaran harga mobil Toyota Rush bekas tahun 2015 saat ini?

Lihat daftar harga yang sesuai dengan jenisnya berikut ini:

Varian Tahun Spesifikasi Harga
G A/T 2015 1.500 cc Rp 105 juta hingga Rp 130 jutaan
G M/T 2015 1.500 cc Rp 100 juta hingga Rp 120 jutaan
TRD Sportivo A/T 2015 1.500 cc Rp 120 juta hingga Rp 160 jutaan
TRD Sportivo M/T 2015 1.500 cc Rp 105 juta hingga Rp 140 jutaan

Disclaimer:

  • Harga telah diperbarui sesuai dengan harga terkini di pasar pada saat artikel ini diterbitkan.
  • Harga yang tercantum merupakan harga perkiraan atau rentang. Harga mungkin berbeda di setiap showroom atau daerah. Kami tidak menjamin bahwa harga akan sama dengan yang tertera saat Anda membaca artikel ini.
  • Harga dapat berfluktuasi tergantung pada kondisi mobil.
Pemprov DKI dan Kemenkeu Kolaborasi Bangun Gedung Bank Jakarta di SCBD

Pemprov DKI dan Kemenkeu Kolaborasi Bangun Gedung Bank Jakarta di SCBD

Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta berencana mengembangkan Gedung Bank Jakarta di Lot 1 wilayah Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta Selatan.

Pembangunan bangunan tersebut akan menjadi pusat aktivitas Bank Jakarta, sekaligus bagian dari usaha untuk mendorong perkembangan ekonomi Jakarta dan nasional.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengajukan persetujuan kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terkait pelaksanaan proyek tersebut.

“Yang berkaitan dengan Gedung Bank Jakarta di SCBD, kami memohon persetujuan Kementerian Keuangan, Pak Menteri, agar dapat disetujui. Kami akan segera membangun di SCBD sebagai pusat Bank Jakarta melalui kerja sama dengan Kementerian Keuangan,” kata Pramono setelah pertemuan dengan Purbaya di Balai Kota, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (7/10).

Purbaya secara positif menyambut rencana tersebut. Menurutnya, proyek pembangunan gedung Bank Jakarta tidak hanya penting dari segi ekonomi, tetapi juga tidak memberatkan anggaran negara.

“Saya sangat senang dengan hal itu. Karena ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi di Jakarta dan nasional secara keseluruhan. Yang paling penting, saya tidak perlu mengeluarkan uang. Uangnya berasal dari Bank DKI,” ujar Purbaya.

Ia menjelaskan, dana pembangunan berasal dari Bank Jakarta, sehingga proyek tersebut bisa berjalan tanpa memanfaatkan APBN.

Jadi Bank DKI memiliki cukup banyak dana yang tidak digunakan, lebih baik digunakan untuk meningkatkan aktivitas perekonomian dan pembangunan. Terutama nanti adademand Semakin meningkatnya pengadaan tenaga kerja dan sebagainya. Saya meminta kepada Pak Gubernur agar bisa dimulai tahun ini juga dalam beberapa bulan mendatang,” katanya.

Purbaya berencana memulai pembangunan gedung pada tahun ini dan menyelesaikannya dalam kurun waktu sekitar 15 bulan.

“Jadi kita mau lihat impact Dari strategi ini mulai tahun ini terlihat. Ini membutuhkan pembangunan gedung selama 15 bulan. Jadi dampaknya akan berlangsung terus-menerus ke depan. Dengan demikian saya rasa yang lain juga akan ikut membangun,” tambahnya.

Meskipun APBD DKI Jakarta mengalami penurunan dari Rp 95,35 triliun menjadi Rp 79,06 triliun akibat pemangkasan dana transfer ke daerah (TKD), Pramono memastikan bahwa proyek pembangunan gedung Bank Jakarta tidak akan terpengaruh.

“Maka untuk gedung sama sekali tidak terganggu. Karena memang dengan adanya kebijakan fiskal yang baru, kita akan mengoptimalkan hal-hal yang bisa dioptimalkan langsung, yaitu pembangunan gedung pemerintah. Namun untuk pembangunan gedung di luar Jakarta, kami tetap akan melanjutkannya, termasuk Bank Jakarta tadi,” katanya.

Sementara itu, Purbaya menjelaskan rencana kerja sama antara pemerintah pusat dengan Pemprov DKI dalam pembangunan gedung tersebut.

“Jadi begini, skemanya adalah Bank Jakarta meminjam tanah dari saya (pemerintah pusat) selama 50 tahun. Saya berikan perjanjiannya selama 50 tahun nanti dibagi tiga. Pemerintah pusat mendapat bagian 30% dari gedung tersebut,” kata Purbaya.

“Ketentuannya adalah saya katakan kepada Pak Gub bahwa gedungnya bagus, jangan malu-malu, agar saya juga bisa masuk dengan tenang,” tambahnya.

Mendengar hal tersebut, Pramono menjawab dengan nada bercanda.

“Saya jawab Pak Menkeu, saya memiliki selera yang lebih baik dibanding Pak Menkeu. Jadi pasti bangunannya lebih bagus,” katanya dengan bercanda.

Purbaya menekankan bahwa Jakarta menjadi prioritas karena dianggap paling siap menerapkan program yang berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi.

“Karena DKI yang paling siap menyusun program yang langsung mendorong pertumbuhan ekonomi. Jadi saya cepat meresponsnya. Jika meminta uang, saya tidak memiliki dana, paling tidak saat ini,” kata Purbaya.

“Tapi jika dia mengatakan saya ingin bekerja sama membangun ini, membangun itu untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi. Saya akan datang ke Pemda mana saja,” tutupnya.

RI Tuju Pusat CCS Asia, Simpan Karbon Selama 200 Tahun

RI Tuju Pusat CCS Asia, Simpan Karbon Selama 200 Tahun

JAKARTA, halopadang.id– Pemerintah memiliki ambisi besar dalam menjadikan Indonesia sebagai pusat Carbon Capture and Storage (CCS) di kawasan Asia. CCS adalah teknologi yang digunakan untuk menangkap emisi karbon dioksida (CO2).

Dengan kemampuan penyimpanan karbon sebesar 577 gigaton, Indonesia dianggap mampu menjadi aktor utama dalam perubahan iklim secara global, sekaligus sebagai penggerak ekonomi hijau di kawasan.

Wakil Menteri Bidang Promosi Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Nurul Ichwan, menyatakan bahwa kapasitas penyerapan karbon global perlu ditingkatkan sebanyak 33 kali lipat dari tingkat saat ini pada tahun 2035, agar sesuai dengan tujuan iklim global. Angka tersebut didasarkan pada analisis Rystad Energy.

Dalam konteks tersebut, Indonesia memiliki kemampuan penyimpanan karbon sebesar 577 gigaton, yang menempatkannya sebagai negara keempat terbesar di dunia setelah Amerika Serikat (AS), Tiongkok, dan Rusia.

Artinya, Indonesia memiliki peran penting dalam mencari solusi global dengan kemampuan menyimpan karbon hingga 200 tahun, yang cukup untuk menyerap emisi dari dalam negeri maupun negara sekitar, menjadikan Indonesia sebagai pusat CCS di Asia.

“Potensi besar ini merupakan bagian dari prioritas nasional dalam mempercepat proses dekarbonisasi,” kata Nurul saat acara CCS Forum 2025 di Jakarta Selatan, Selasa (7/10/2025).

Selanjutnya, Presiden Prabowo Subianto menetapkan target pencapaian Net Zero Emission (NZE) lebih dini, yaitu pada tahun 2050. Meskipun secara resmi Indonesia berkomitmen mencapai NZE pada 2060.

Nurul mencatat, komitmen Indonesia terhadap masa depan energi bersih tidak hanya sekadar wacana, tetapi telah diwujudkan dengan tindakan nyata. Salah satunya melalui penerbitan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 14 Tahun 2024 mengenai Carbon Capture and Storage, yang menjadi landasan hukum dan operasional dalam pengembangan CCS di negara ini.

Aturan ini membuka dua jalur perkembangan: di kawasan kerja minyak dan gas bumi yang sudah ada serta di kawasan baru yang khusus digunakan untuk penyimpanan karbon.

Pemerintah sedang menyiapkan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) yang baru, yang akan mengubah perspektif terhadap karbon, di mana karbon tidak lagi dianggap sebagai limbah, tetapi sebagai sumber daya bernilai ekonomi.

Kemudian, karbon akan dibagi menjadi dua jenis: karbon yang tersimpan di bawah permukaan tanah dan karbon yang bisa digunakan kembali oleh sektor industri.

Pemerintah menetapkan bahwa 70 persen dari kapasitas penyimpanan CCS harus dialokasikan untuk karbon dalam negeri, sedangkan 30 persen sisanya dapat digunakan untuk karbon yang berasal dari luar negeri melalui kerja sama bilateral dan investasi asing.

Kebijakan ini diharapkan tidak hanya berkontribusi dalam mengurangi dampak perubahan iklim, tetapi juga memberikan kesempatan baru bagi perekonomian. CCS dianggap mampu melahirkan industri perdagangan karbon, menciptakan lapangan kerja, menarik investasi besar, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai penggerak ekonomi hijau di Asia.

Selain itu, pemerintah telah menetapkan dasar jangka panjang melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 4 Tahun 2025 mengenai Kebijakan Energi Nasional, yang memaksa seluruh pembangkit listrik berbahan bakar fosil untuk menerapkan teknologi Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS) paling lambat pada tahun 2060.

Tindakan tersebut didukung oleh sumber daya alam yang melimpah, menjadi fondasi dari hilirisasi dan peralihan energi. Indonesia tercatat sebagai produsen utama berbagai komoditas strategis global seperti nikel, minyak sawit, karet, hingga bauksit, yang memiliki peran penting dalam rantai pasok energi bersih dunia.

“Kami melakukan tindakan berani menuju perekonomian hijau, dengan potensi energi terbarukan mencapai 3.700 gigawatt, yang meliputi tenaga surya, angin, air, pasang surut, bioenergi, dan panas bumi. Namun kapasitas yang telah terpasang saat ini hanya 15,2 gigawatt, kurang dari 1 persen dari potensi tersebut,” ujar Nurul.

Dengan menggabungkan CCS, peralihan energi, dan pengolahan sumber daya alam, pemerintah yakin Indonesia tidak hanya akan mencapai kemandirian energi bersih, tetapi juga menjadi pusat inovasi dan investasi hijau di Asia.

Tak Terduga, Harga Mitsubishi Xpander 2018 Bekas Semakin Murah, Cek Sekarang

Tak Terduga, Harga Mitsubishi Xpander 2018 Bekas Semakin Murah, Cek Sekarang

Lintaskriminal.co.id –Tidak disangka, sekarang harga Mitsubishi Xpander bekas tahun 2018 makin terjangkau.

Mobil LMPV yang perkasa, bergaya modern, hemat bahan bakar, dan dilengkapi berbagai fitur yang memadai, cocok untuk mendampingi kegiatan sehari-hari.

Dengan ukuran panjang 4.475 mm, lebar 1.750 mm, tinggi 1.700 mm dan memiliki jarak tanah 205 mm, tentu saja aman melewati berbagai jenis permukaan jalan.

Tampil dengan grill berkonsep Dynamic Shieldberlapis krom dengan logo Mitsubishi di tengah memberikan kesan yang anggun.

Desain lampu LED yang sempit tampak menyatu dengan gril, sehingga memaksimalkan cahaya.

Krom yang melapisi lampu depan dan sesuai dengan bentuk bumper memberikan tampilan yang lebih modis dan mewah.

Lampu utamanya menggunakan lampu halogen H4 berkapasitas 12 Volt dengan daya listrik 60/55 Watt.

Tambahan Skid Plateberwarna silver dan lampu kabut di bagian bawah bumper membuat penampilan menjadi lebih ganas.

Berpindah ke sisi samping, garis lengkung pada bodi di bawah pegangan pintu memberikan tampilan yang lebih modis.

Dikombinasikan dengan beberapa aksen krom, seperti pada pegangan pintu, sisi molding, dan garis bawah jendela.

Di bagian roda menggunakan velg berukuran 16 inci yang terbuat dari bahan alloy dengan desain sporty.

Untuk mobil LMPV, suspensi pada Xpander tahun 2018 dianggap paling lembut dibandingkan pesaingnya.

Kesan modern juga terlihat dari bagian spion samping, karena sudah dilengkapi dengan lampu sein hingga pelipat otomatis.

Bergerak ke bagian belakang, desainLED Stop Lampberbentuk huruf “L” yang anggun.

Bagian belakang sama dengan bagian depan, dilengkapi dengan Skid Plate berwarna silver yang dipadukan dengan reflektor lampu di kedua sisinya, memberikan kesan tajam dan perkasa.

Adanya tambahan Rear Roof Spoiler yang dilengkapi dengan Lampu Rem Tengah LED menambah kesan sporty.

Melihat bagian dalamnya, kabin Mitsubishi Xpander tahun 2018 terlihat mewah dan cukup luas.

Beberapa bagian dashboard hingga doortrim telah dilapisi bahan soft touch dan garnish krom.

Di tengah dashboard terdapat Head Unit Single DIN pada varian tipe Exceed yang digunakan untuk mengakses fitur hiburan seperti port USB, Aux-in, radio, Bluetooth, dan lainnya.

Sementara itu, varian tipe Ultimate dilengkapi dengan Head Unit layar sentuh berukuran 6,9 inci yang lebih canggih untuk mengakses fitur hiburan, navigasi hingga kamera mundur.

Di bawahnya terdapat tombol AC dengan fiturDouble Blower(GLX dan Ultimate) untuk mengontrol suhu di dalam kabin.

Di sistem kemudi, setirnya dilapisi bahan kulit yang lembut dan memilikifitur Pengatur Suara, Pergeseran dan Perluasan hingga Cruise Control (tipe Ultimate).

Mobil MPV dengan kapasitas 7 penumpang ini menawarkan kursi yang ergonomis dan nyaman berkat penggunaan bahan berkualitas serta memiliki ruang kaki yang luas.

Jangan khawatir, karena setiap kursi dilengkapi dengan sandaran kepala dan di baris kedua juga tersedia sandaran kaki.

Berikut adalah beberapa variasi dari teks yang diberikan: 1. Selanjutnya, kita lihat bagian mesin pada Mitsubishi Xpander tahun 2018. Mesin berkapasitas 1.5L dengan kode 4A91 memiliki volume 1.499 cc, 4 silinder segaris yang menggunakan teknologi MIVEC, DOHC, dan 16 katup. Mesin ini mampu menghasilkan daya sebesar 104 PS pada putaran 6.000 rpm serta torsi maksimum 141 Nm pada putaran 4.000 rpm. 2. Mengenai sektor mesin, Mitsubishi Xpander 2018 dilengkapi dengan mesin 1.5L berkode 4A91 yang memiliki kapasitas 1.499 cc. Mesin ini terdiri dari 4 silinder inline dengan teknologi MIVEC, DOHC, dan 16 katup, mampu menghasilkan tenaga 104 PS di putaran 6.000 rpm serta torsi puncak 141 Nm pada 4.000 rpm. 3. Kini kita beralih ke bagian mesin pada Mitsubishi Xpander 2018. Mesin 1.5L dengan kode 4A91 memiliki kapasitas 1.499 cc, 4 silinder segaris yang menggunakan teknologi MIVEC, DOHC, dan 16 katup. Tenaga yang dihasilkan mencapai 104 PS pada 6.000 rpm, sedangkan torsi maksimalnya adalah 141 Nm pada 4.000 rpm. 4. Pada sektor mesin, Mitsubishi Xpander tahun 2018 mengusung mesin 1.5L dengan kode 4A91 berkapasitas 1.499 cc. Mesin ini memiliki 4 silinder inline dengan teknologi MIVEC, DOHC, dan 16 katup, mampu menghasilkan daya 104 PS pada putaran 6.000 rpm serta torsi maksimum 141 Nm pada 4.000 rpm. 5. Berikutnya, mari kita lihat spesifikasi mesin Mitsubishi Xpander 2018. Mesin 1.5L dengan kode 4A91 memiliki kapasitas 1.499 cc, 4 silinder segaris yang dilengkapi teknologi MIVEC, DOHC, dan 16 katup. Mesin ini mampu menghasilkan tenaga 104 PS pada putaran 6.000 rpm serta torsi maksimal 141 Nm pada 4.000 rpm.

Tersedia 2 pilihan transmisi yaitu transmisi manual 5-speed dan transmisi otomatis 4-speed lalu terhubung ke penggerak roda depan (FWD).

Tidak cukup sampai di sana, Xpander tahun 2018 telah dilengkapi dengan fitur keamanan dan keselamatan yang terjamin sepertiAirbag SRS depan, Bantuan Mulai di Tanjakan, Tombol Mesin Start/Stop, Kontrol Stabilitas Aktif, Sistem Kontrol Traksi, Immobilizer, Evolusi Keselamatan Benturan Diperkuat dan lainnya.

Dan menggunakan sistem pengereman ABS(Anti-lock Braking System), EBD (Electronic Brake-force Distribution) dan BA (Brake Assist).

Oke, sekarang berapa harga mobil bekas Mitsubishi Xpander tahun 2018 di pasar mobil second?

Perhatikan daftar kisaran harga berdasarkan jenisnya di bawah ini:

Varian Tahun Spesifikasi Harga
Exceed A/T 2018 1.500 cc Rp 150 juta hingga Rp 190 jutaan
Exceed M/T 2018 1.500 cc Rp 140 juta hingga Rp 175 jutaan
GLS A/T 2018 1.500 cc Rp 130 juta hingga Rp 160 jutaan
GLS M/T 2018 1.500 cc Rp 120 juta hingga Rp 150 jutaan
GLX M/T 2018 1.500 cc Rp 120 juta hingga Rp 140 jutaan
Sport A/T 2018 1.500 cc Rp 170 juta hingga Rp 205 jutaan
Sport M/T 2018 1.500 cc Rp 160 juta hingga Rp 190 jutaan
Ultimate A/T 2018 1.500 cc Rp 180 juta hingga Rp 220 jutaan

Disclaimer:

  • Harga telah diperbarui sesuai dengan harga terkini di pasar pada saat artikel ini diterbitkan.
  • Harga yang tercantum merupakan harga perkiraan atau range. Harga mungkin berbeda di setiap showroom atau daerah. Kami tidak menjamin bahwa harga akan sama dengan yang tertera saat Anda membaca artikel ini.
  • Harga dapat berfluktuasi tergantung pada kondisi mobil.
Tren Restorasi Yamaha Mio Sporty, Skutik Lawas yang Kembali Viral

Tren Restorasi Yamaha Mio Sporty, Skutik Lawas yang Kembali Viral

halopadang.idhalopadang.id – Mobil-mobil klasik kini tidak hanya menjadi simbol kenangan, tetapi telah berubah menjadiikon gaya hidup baru. Salah satu yang paling menonjol adalahYamaha Mio Sporty, skuter generasi pertama yang kini kembali populer dan menjadi sorotan di kalangan penggemar kendaraan roda dua.

Peristiwa ini semakin terasa dalam ajangMio Naikkan Euforia Vol.2yang berlangsung di Bogor pada Sabtu (4/10/2025). Kegiatan ini mengumpulkan ratusan pengguna dan penggemar Yamaha Mio dari berbagai wilayah, mulai dari komunitas setempat hingga tokoh otomotif nasional.

Komunitas Mionizer Indonesia: Tempat Kumpul Penggemar Mio Sporty

Di balik semangat bangkitnya Mio Sporty, terdapat sosok penting yang turut berkontribusi besar dalam membangun komunitas serta budaya perbaikan kendaraan ini, yaituMionizer Indonesia.

Didirikan pada tahun 2017 olehJimmy Anwar, Mionizer bukan hanya sebuah komunitas, tetapi jugabengkel dan pusat kebutuhan modifikasi Yamaha Mio SportyDi sini banyak penggemar Mio mencari suku cadang asli, komponen pascaproduksi, hingga ide gaya modifikasi.

Menurut Jimmy, tren merestorasi Mio sebenarnya sudah muncul sejak 2016, tetapi pada masa itu jumlah peminatnya masih sedikit. “Dulu yang memainkan Mio benar-benar penggemar berat. Tapi sekarang sudah umum semua. Restorasi masih banyak dilakukan, begitu pula modifikasi untuk keperluan harian. Mio kini mencakup berbagai genre dan gaya,” katanya.

Pernyataan Jimmy ini menunjukkan bahwa Mio kini tidak lagi dianggap sebagai sepeda motor biasa, melainkan sudah memilikinilai emosional dan estetik di mata penggunanya.

Mio Sporty: Skuter yang Membawa Perubahan pada Dunia Otomotif Indonesia

Sebelum membahas perkembangan modifikasinya, menarik untuk mengingat kembali sejarah singkatYamaha Mio Sporty. Dirilis pertama kali padatahun 2003, Mio menjadi motor matic pertama Yamaha di Indonesia dan sekaligus pionir kendaraan bermotor matic yang mengubah kebiasaan berkendara masyarakat.

Desainnya yang kompak dan ringanmembuat Mio cepat diterima oleh berbagai kalangan, khususnya para wanita dan pemuda. Mesin 115 cc-nya terkenal hemat bahan bakar dan responsif, sementara kemudi yang gesit cocok untuk penggunaan di kota.

Seiring berjalannya waktu, Mio Sporty menjadiikon motor matic 2000-an. Banyak kalangan muda yang memperkenalkan diri dengan dunia sepeda motor melalui kendaraan ini. Tidak heran jika saat ini, setelah lebih dari dua puluh tahun, Mio kembali menempati posisi istimewa di hati para penggemar otomotif.

Tren Pemulihan dan Perubahan: Dari yang Biasa Sampai yang Ekstrem

Yang menarik dari bangkitnya Mio Sporty tidak hanya terkait kenangan lama, tetapi juga tentangkreativitas tanpa batasBanyak penggemar memutuskan untuk mengembalikan Mio ke penampilan aslinya—termasuk emblem, cat bodi asli, dan jok pabrik. Namun, tidak sedikit juga yang memilih jalur modifikasi yang ekstrem dengan gayaThai Style, Street Racing, atau bahkan JDM Look.

Jimmy Anwar mengatakan, kini berbagai kalangan turut terlibat dalam dunia Mio. “Sekarang semakin banyak ya. Semakin banyak dan semakin gila. Semua lapisan sudah mencakup semua. Dari yang bawah, menengah, hingga yang atas, dari influencer, artis, semuanya sekarang ikut bermain di Mio,” katanya saat diwawancarai.GridOto.comdi tengah acara Mio Ride The Hype Vol.2.

Gaya perubahan yang diterapkan sangat beragam. Ada yang menitikberatkan padaperforma mesinmisalnya bantalan ringan dan penggantian knalpot balap, ada juga yang menonjolkanvisualmisalnya, pengecatan bodi dengan warna pastel, velg berlapis chrome, atau lampu LED yang dikustomisasi.

Bagi sebagian orang, Mio Sporty menjadi kebanggaankanvas ekspresi diri. Ia bukan lagi hanya alat transportasi, tetapi menjadi simbol gaya hidup dan kebebasan berekspresi.

Dari Perkembangan Lokal ke Gerakan Nasional

Populer Mio Sporty kini menyebar ke berbagai daerah di Indonesia. Banyak komunitas muncul, dariJakarta, Bandung, Surabaya, Makassar, serta PekanbaruMedia sosial turut mempercepat penyebaran tren ini. Tagar seperti#MioSportyRevival, #RideTheHype, dan #Mionizerbanyak digunakan oleh para penggemar sebagai wadah untuk memperlihatkan karya-karya mereka.

Acara seperti Mio Ride The Hype menunjukkan bahwa kebangkitan Mio bukan hanya sekadar kesenangan, tetapi telah berkembang menjadigerakan budaya otomotifIa mengumpulkan para pengoleksi, pembuat, serta pemilik bengkel agar saling berbagi gagasan, motivasi, dan kerja sama.

Di tengah perkembangan industri, peristiwa ini juga memberikan dampak positif terhadap sektorsuku cadang dan aksesori lamaPermintaan terhadap komponen asli dan replika mengalami peningkatan yang signifikan. Bahkan, beberapa perusahaan lokal mulai memproduksi kembali bagian-bagian legendaris Mio guna memenuhi kebutuhan pasar.

Nilai Emosional di Balik Mesin 115 cc

Apa yang membuat Mio Sporty begitu menonjol? Jawabannya tidak hanya terletak pada spesifikasi teknis, tetapi jugakenangan kolektifyang melekat pada generasi yang tumbuh bersama dengan kendaraan tersebut. Banyak orang yang dulunya belajar mengendarai motor menggunakan Mio kini kembali mencarinya sebagai simbol kenangan dan kebanggaan masa muda.

Selain itu, bentuk tubuhnya yang sederhana justru menjadi keunggulan utama. Desainnya mudah diubah dan memiliki dasar yang kokoh untuk berbagai gaya. Kombinasi ini yang membuat Mio Sporty bertahan dan kini berkembang menjadiikon klasik modern di dunia skutik.

Kembalinya Yamaha Mio Sporty bukan hanya sekadar mode sementara. Hal ini menunjukkan bagaimana sebuah kendaraan bermotor mampu berkembang menjadigerakan budaya dan gaya hidup baru.

Dari motor harian yang sederhana, Mio kini menjadi simbol ekspresi diri yang melibatkan berbagai kalangan usia. Melalui komunitas seperti Mionizer Indonesia, Yamaha Mio Sporty menunjukkan bahwa warisan otomotif tidak pernah benar-benar hilang—ia hanya menunggu saat yang tepat untuk kembali bersinar.

Komitmen Hijau PGN: Turunkan Emisi 24 Ribu Ton CO2e

Komitmen Hijau PGN: Turunkan Emisi 24 Ribu Ton CO2e

Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), sebagai Subholding Gas Pertamina, terus berupaya mencapai target Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060. Pencapaian pengurangan emisi yang telah diraih oleh PGN menunjukkan peningkatan yang signifikan setiap tahunnya.

Pada tahun 2023, PGN berhasil mengurangi emisi sebesar 598,39 ton CO₂e, lalu meningkat menjadi 29.722 ton CO₂e pada tahun 2024. Hingga Agustus 2025, jumlah pengurangan emisi telah mencapai 24.861 ton CO₂e atau sudah melebihi target komitmen perusahaan sebesar 19,7%. Diperkirakan, angkanya akan terus bertambah hingga akhir tahun.

Pencapaian ini menunjukkan komitmen PGN dalam upaya mengurangi emisi karbon, sekaligus memperkuat posisinya sebagai penyedia energi transisi. Tren positif ini juga mencerminkan keberhasilan strategi dekarbonisasi yang diterapkan PGN, termasuk efisiensi operasional, pemanfaatan gas alam secara optimal, serta pengembangan inisiatif energi bersih.

“Realisasi pengurangan emisi PGN yang melebihi target menunjukkan bahwa strategi perusahaan telah terbukti memberikan dampak langsung terhadap pencapaian dekarbonisasi Pertamina Group,” kata Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN, Mirza Mahendra, dalam pernyataan tertulis, Selasa (7/10).

Komoditas utama PGN, yaitu gas alam, memainkan peran krusial dalam pengurangan emisi tersebut. Gas alam dikenal sebagai sumber energi yang memiliki karakteristik lebih bersih dibandingkan sumber energi fosil lainnya.

Sebagai sumber energi transisi menuju masa depan yang lebih ramah lingkungan, pemanfaatan gas alam dioptimalkan melalui program jaringan gas rumah tangga (jargas), perluasan bahan bakar gas (BBG) dan infrastruktur di luar pipa, serta pengembangan biomethane dari limbah organik.

“Inisiatif strategis perusahaan dalam proyek biomethane bertujuan menciptakan keterlibatan dalam transformasi energi, pangan, dan air. Dengan proyek ini, PGN memanfaatkan limbah pertanian seperti dari kelapa sawit, jerami, dan kotoran hewan untuk diubah menjadi biogas. Selanjutnya, biomethane disalurkan ke jaringan pipa gas alam yang sudah ada,” tambah Mirza.

Proyek biomethane berpotensi mengurangi emisi sekaligus mendukung perekonomian sirkular serta pengelolaan limbah organik. Dengan demikian, ini dapat mendorong perkembangan transformasi pangan dan penyediaan energi bersih kepada pengguna, yang diharapkan menjadi alternatif energi ramah lingkungan.

PGN akan terus memperluas berbagai inisiatif yang mampu mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Perusahaan berkomitmen untuk tidak hanya mengarahkan perhatiannya pada perubahan iklim, tetapi juga pada seluruh aspek pengelolaan.environmental, social, and governance (ESG).

Banyak Perempuan Pilih Solo Traveling ke Luar Negeri, Ini Alasannya

Banyak Perempuan Pilih Solo Traveling ke Luar Negeri, Ini Alasannya

Melakukan perjalanan sendiri atau solo traveling Perempuan sering dianggap berisiko. Namun, kini perempuan yang bepergian sendirian ke luar negeri menjadi semakin umum. Informasi ini disampaikan oleh laporan beberapa biro perjalanan yang menyebutkan bahwa banyak pelanggan mereka melakukan perjalanan ke luar negeri, dengan mayoritas dari kalangan perempuan.

Sebuah perusahaan tour bernama Jules Verne mengungkapkan bahwa 46% dari total pesanan mereka berasal dari wisatawan yang bepergian sendirian. Angka ini meningkat sebesar 40% dibandingkan tahun 2023. Mereka juga menyebutkan bahwa 70% dari para pemesan tersebut adalah wanita.

Alasan Banyak Wanita Melakukan Perjalanan Sendirian ke Luar Negeri

Ada beberapa alasan mengapa banyak wanita memutuskan melakukan perjalanan sendirian ke luar negeri, yaitu:

Mengalami Dunia dengan Gaya Sendiri

Menurut Direktur Pelaksana Jules Verne, Debbie O’Neill, banyak pengunjung memilihliburan sendiri bukan karena mereka tidak memiliki pasangan atau keluarga. Mereka justru melakukan perjalanan tersebut karena ingin menikmati dunia dengan cara masing-masing.

  • Peralatan Perjalanan Tanpa Perangkat Elektronik untuk Liburan “Pemutusan Digital”
  • Penelitian: Sebagian besar masyarakat sudah berani pergi ke pusat perbelanjaan hingga melakukan perjalanan wisata

“Banyak pelanggan kami memiliki kehidupan sosial yang dinamis, pasangan, bahkan anak-anak. Namun mereka juga menghargai kebebasan untuk berjelajah sesuai dengan keinginan mereka sendiri,” kata Debbie.

Ia juga menyebutkan bahwa para wisatawan tersebut memilih mengikuti tur bersama kelompok kecil. Tujuannya adalah untuk menyeimbangkan antara kebersamaan, sekaligus memberi ruang bagi mereka untuk mengikuti rasa penasaran masing-masing.

Membuang Waktu untuk Diri Sendiri Menghabiskan Waktu bagi Diri Sendiri Menyisihkan Waktu untuk Pribadi Mengambil Waktu untuk Diri Sendiri Meluangkan Saat untuk Diri Sendiri Membuat Ruang untuk Diri Sendiri Mengalokasikan Waktu untuk Diri Sendiri Menyempatkan Diri untuk Diri Sendiri Menghabiskan Momen untuk Diri Sendiri Membuat Kesempatan untuk Diri Sendiri

Alasan lainnya diungkapkan oleh Joanna Reeve dari Intrepid Travel. Berdasarkan data mereka, 62 persen dari keseluruhan pemesanan dilakukan oleh wanita yang tertarik melakukan perjalanan sendirian. Rata-rata usia mereka berkisar antara 45 hingga 60 tahun.

Menurut Joanna, pelanggan tersebut mengatakan mereka telah menghabiskan banyak waktu untuk keluarga dan membangun karier. Oleh karena itu, saat ini adalah waktu yang tepat bagi mereka untuk menikmati waktu sendiri.

Selain tidak terikat oleh jadwal dan keinginan orang lain, mereka juga biasanya menyukai perjalanan sendirian dengan mengunjungi negara-negara yang memiliki keragaman budaya seperti Maroko, India, dan Peru.

Membuat Perjalanan dengan Kelompok Kecil

Meskipun sebagian besar orang memutuskan untuk melakukan perjalanan sendirian, ternyata mereka tidak benar-benar melakukannya secara mandiri. Hal ini didasarkan pada data yang disampaikan oleh Explore Worldwide dan Intrepid Travel.

Mereka mencatat adanya peningkatan lebih dari 20 persen dalam pesanan perjalanan individu, dan angka ini berasal dari penduduk Inggris dalam dua tahun terakhir. Rata-rata mereka memilih untuk ikut dalam tur kelompok.

Berdasarkan data tersebut, terungkap bahwa bulan September hingga Oktober merupakan periode yang sering dipilih untuk melakukan perjalanan ini.

Julia Lo Bue-Said, CEO Advantage Travel Partnership, mengatakan bahwa semakin banyak orang saat ini merasa aman berlibur sendirian, meskipun tetap berada dalam lingkungan kelompok.

“Kami melihat banyak orang mulai berani membuat keputusan untuk tidak selalu bepergian bersama keluarga. Dan sekarang semakin banyak produk liburan yang memang dibuat khusus untuk pasar ini,” ujar Julia.

Dengan munculnya tren seperti ini, ditambah beberapanegara di Eropa yang tidak lagi menggunakan stempel paspor, apakah kamu juga tertarik melakukan perjalanan sendirian ke luar negeri?

Copyright © 2026 10drama.com