10 Tempat Kuliner Surabaya yang Selalu Ramai, Mulai dari Bakmi Ayam Panggang hingga Nasi Bebek Legendaris, Siap-Siap Antre!

10 Tempat Kuliner Surabaya yang Selalu Ramai, Mulai dari Bakmi Ayam Panggang hingga Nasi Bebek Legendaris, Siap-Siap Antre!

10drama.com –– Jawa Timur, khususnya Surabaya, selalu menjadi perhatian para penggemar makanan. Banyak tempat makan yang sedang tren terus bermunculan dan diminati karena rasanya istimewa, harga yang murah, serta konsep yang menarik.

Banyak pengunjung yang bersedia menunggu antrian hanya untuk mencoba makanan tersebut. Jika kamu berkunjung ke Surabaya, terdapat berbagai tempat makan yang akan menggugah selera lidahmu.

Beberapa di antaranya hampir selalu ramai pengunjung, karena sangat enak. Berikut sepuluh tempat makan di Surabaya yang patut kamu coba karena selalu ramai. Siap-siap antri ya.

1. Bakmi & Kopi Cahaya Timur, Pionir Bakmi Ayam Panggang

Bakmi Ayam Panggang Cahaya Timur terletak di Jl Raya Menganti Kramat no 116, Wiyung, dan dikenal sebagai yang pertama menghadirkan bakmi ayam panggang di Surabaya.

Warung ini awalnya berada di teras rumah saat masa pandemi. Seiring berjalannya waktu, usaha bakmi tersebut semakin populer hingga saat ini memiliki banyak cabang.

Bagi penggemar bakmi di Surabaya, hidangan andalan yang tidak boleh terlewat adalah Bakmi Komplet dengan ayam panggang yang memiliki rasa manis dan gurih yang khas.

Tidak kalah menarik, Bakmi Laksana memiliki kaldu yang kaya akan rasa. Selain itu, minyak cabai bisa diisi ulang secara gratis.

2. Nasi Inul Hj Siti Rochmah, Makanan Khas Madura 24 Jam

Lapar di tengah malam tidak akan menjadi masalah jika kamu sedang berada di Surabaya. Salah satu tempat makan yang bisa menjadi solusi adalah Nasi Madura Bu Inul.

Warung yang terletak di Kapas Baru Gang VIII No. 36, Surabaya Utara telah beroperasi sejak tahun 1997 dan melayani pelanggan selama 24 jam tanpa henti.

Harga mulai dari Rp 10 ribuan, pengunjung dapat memilih berbagai lauk seperti ayam bumbu, daging krengsengan, bebek, ampela hati, hingga tahu bali. Jangan lewatkan sambal meloloh yang khas dan menggugah selera.

3. Martabak Madura Mak Ndut, Favorit di Tunjungan

Terletak di area parkir Jl Tunjungan No. 34, martabak ini mulai ramai karena variasi isinya, seperti bihun, usus, tetelan, hingga campuran semua bahan tersebut.

Harganya terjangkau dan juga tersedia dalam bentuk beku yang dapat dikirim ke seluruh Indonesia. Tidak heran, antrian di lapak Mak Ndut selalu ramai.

4. Kopi Kutho, Sarapan Udon Saat Pagi Hari

Nama Kopi Kutho menggambarkan bahwa awalnya tempat ini hanya menjual kopi. Menu udon hanya disajikan sebagai pelengkap. Tidak terduga, menu udon di Kopi Kutho justru menjadi favorit.

Udon buatan sendiri disajikan dengan topping terkini. Terdapat pula Bakmi Java Udon yang dilengkapi ikan asin dan ketan dengan berbagai pilihan topping.

Lokasinya berada di Jl Gayungsari Barat X nomor 33, dekat Masjid Agung, dan buka sejak pagi hari. Cocok bagi yang mencari sarapan sebelum pergi ke kantor atau setelah berolahraga.

5. Bakso Tetelan Pak Kam, Legenda yang Berlangsung Selama 30 Tahun

Penggemar bakso harus berkunjung ke Jl Genteng Muhammadiyah No. 6, Surabaya. Di tempat ini tersedia bakso urat besar, bakso kikil lembut, serta mi ayam besar dengan tambahan yang banyak.

Kuahnya lezat dan semakin enak bila ditambah sambal serta kecap khas Pak Kam. Warung ini tetap menjadi pilihan utama berbagai kalangan meski telah beroperasi lebih dari tiga puluh tahun.

6. Tjap Pengkol, Kedai Makanan Rumah Tangga

Terletak di Jl Kedung Pengkol Gang III No. 9, Gubeng, Surabaya, Tjap Pengkol menyajikan pengalaman makanan khas kopitiam.

Bubur ketan hitam dengan es krim menjadi hidangan utama, ditambah nasi lemak ayam rempah, mi laksa, serta nasi hainan yang wajib dicoba. Kopi butter dan teh tarik yang kental menjadi penutup sempurna.

7. Restoran Diet Bu Roby, Sehat Tidak Selalu Mahal

Warung pedagang kaki lima ini menawarkan hidangan yang sehat dan bernutrisi dengan porsi yang sesuai untuk program diet. Di dalam satu piring, terdapat protein dari ayam, telur, tempe, tahu, lengkap dengan sayuran segar, nasi merah, serta sambal.

Bu Roby bahkan menghafal kandungan kalori dari setiap hidangannya! Alamatnya berada di Jl Dharmahusada Indah Barat III No. 70, Gubeng, Surabaya.

8. Teras Jakarta, Bakso Kwetiau khas Singkawang

Meskipun masih muda, pemilik Teras Djakarta yang berasal dari Singkawang berhasil memperluas usahanya dengan menyajikan hidangan khas daerah asalnya. Ia memberikan pengalaman unik dalam menyantap bakso yang dikombinasikan dengan kwetiau di Jl Tambak Bening No. 28.

Kaldu bening yang dicampur dengan potongan daging, otot, dan kwetiau menciptakan rasa yang khas. Selain itu, tersedia juga soto Betawi dan mi pangsit yang dapat dinikmati di tempat yang nyaman serta bersih.

9. Bebek Goreng Purnama “Asli”, Mitos Sejak Tahun 1980-an

Tidak lengkap berkunjung ke Surabaya tanpa mencoba nasi bebek. Bebek Purnama di Jl Dinoyo Keputran No. 16 (seberang Istana Permata) adalah salah satu nasi bebek legendaris di Surabaya.

Daging bebek yang empuk, dicampur dengan serundeng, bumbu kuning, dan sambal pedas yang lezat. Harap diperhatikan, warung ini tidak memiliki cabang!

10. Nasi Sambal Mak Yeye, Rasa yang Selalu Diharapkan

Warung kecil di Jl Jagir Wonokromo Wetan No. 10 ini terkenal dengan antrian panjang sejak dibuka hingga larut malam.

Makanan andalan mereka adalah nasi sambal dengan lauk ikan pari yang diasap, dikenal sebagai iwak pe di Jawa Timur. Dilengkapi dengan lalapan dan tempe goreng. Sambalnya sangat pedas, membuat mata terbuka lebar dan lidah menjadi ketagihan.

Wajib Coba! Resep Tahu Tek Lumajang Lezat dan Cocok untuk Jualan

Wajib Coba! Resep Tahu Tek Lumajang Lezat dan Cocok untuk Jualan

10drama.com –– Tahu tek merupakan salah satu hidangan khas Jawa Timur yang sangat terkenal. Jika ingin membuatnya sendiri, kamu harus mengetahui resep tahu tek.

Makanan ini terkenal karena campuran tahu goreng yang gurih dan lontong yang dipotong kecil, lalu dicelupkan dengan saus kacang yang dicampur petis khas.

Tidak hanya enak, tahu tek juga dilengkapi dengan taburan kerupuk udang yang renyah, memberikan kesan tekstur dan rasa yang lebih istimewa.

Resep tahu tek ini sangat sederhana untuk diikuti dan cocok digunakan sebagai menu jualan karena rasanya yang asli dan diminati banyak orang.

Menggunakan bahan yang sederhana dan metode pembuatan yang mudah, kamu dapat menciptakan rasa khas Jawa Timur di rumah sendiri.

Mari simak resep tahu tek khas Lumajang yang paling lezat dan mudah dibuat yang disampaikan oleh kanal YouTube Ika Mardatillah (@IkaMardatillah) berikut ini!

Bahan-Bahan Resep Tahu Tek

  • Tauge secukupnya

  • Tahu goreng setengah matang

  • Cabe rawit (sesuai selera)

  • Lontong, potong kecil-kecil

  • Kerupuk udang sebagai pelengkap

Bahan untuk Bumbu Kacang

  • 3 genggam kacang tanah yang digoreng

  • 3 siung bawang putih yang digoreng

  • 3 buah cabai rawit (dapat dimasak dengan cara direbus atau digoreng)

  • 2 sendok makan saus udang

  • Air yang cukup untuk melunakkan bumbu

  • Kecap manis secukupnya

  • ½ sendok teh garam

  • 1/2 sendok teh penyedap rasa (monosodium glutamat)

Cara Membuat Masakan Tahu Tek

1. Siapkan Bumbu Kacang

Langkah pertama ialah menyusun bumbu kacang yang menjadi inti dari kelezatan resep tahu tek. Haluskan kacang tanah yang telah digoreng bersama bawang putih goreng dan cabai rawit hingga lembut.

Tambahkan air secara perlahan agar bumbu lebih mudah dihaluskan dan teksturnya sesuai. Masukkan saus udang, garam, dan penguat rasa, lalu aduk hingga merata.

Terakhir, tambahkan kecap manis sesuai dengan selera agar mendapatkan rasa manis dan gurih yang khas. Aduk hingga merata.

Pastikan saus kacang tidak terlalu encer agar lebih mudah melapisi tahu dan lontong ketika disajikan.

2. Siapkan Bahan Sayuran dan Tahu

Rebus kangkung dan cabai hijau selama beberapa saat agar tetap renyah dan segar. Goreng tahu dengan api sedang hingga berkulit, namun jangan terlalu kering agar tetap lembut di dalam.

Potong tahu dan lontong menjadi ukuran kecil agar lebih mudah dimakan dan bumbu dapat meresap dengan baik.

3. Penyajian Tahu Tek

Sajikan nasi uduk di piring, lalu beri potongan tahu dan daun kol di atasnya. Tuangkan saus kacang yang telah disiapkan hingga merata.

Taburi dengan bawang goreng dan kerupuk udang sebagai pelengkap agar rasanya semakin lezat dan teksturnya lebih beragam.

Resep tahu tek ini patut kamu coba di rumah, terutama bagi yang ingin menciptakan rasa khas Jawa Timur yang asli.

Selain cocok digunakan untuk kebutuhan pribadi, resep ini juga memiliki peluang besar sebagai bisnis kuliner.

Jika kamu ingin melihat proses pembuatannya secara langsung, kamu dapat mencari panduan lengkap di channel YouTube Ika Mardatillah (@IkaMardatillah). Selamat berkreasi dan semoga usaha tahu tek kamu meraih kesuksesan yang besar!

5 Tempat Nongkrong Santai di Lamongan dengan Pemandangan Bukit dan Pantai, Dekat Surabaya

5 Tempat Nongkrong Santai di Lamongan dengan Pemandangan Bukit dan Pantai, Dekat Surabaya

10drama.com –Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, telah lama dikenal dengan hidangan soto dan destinasi wisata laut.

Namun siapa sangka, di Lamongan Anda juga dapat menemukan lokasi yang tak kalah menarik. terutama bagi yang menyukai tempat untuk bersantai sambil minum kopi.

Banyak kafe yang menawarkan suasana hangat, indah, dan cocok untuk bersantai atau bahkan bekerja dari kafe.

Mulai dari nuansa pantai, industri, hingga konsep minimalis, beberapa kafe di Lamongan juga cocok untuk menjadi tempat mengisi konten media sosial.

Berikut lima saran tempat duduk santai di Lamongan untuk menikmati kopi:

1. Tebing Cafe Lamongan

Tempat ini menawarkan suasana sejuk di ketinggian dengan pemandangan menarik dari lereng bukit. Cocok untuk berkumpul bersama teman atau keluarga. Menu yang tersedia beragam, mulai dari berbagai jenis kopi hingga hidangan utama.

Alamat: Jalan Bukit Kendil, Sendang Agung, Paciran, Lamongan.

Harga hidangan: Dimulai dari Rp 5.000.

Waktu operasional: pukul 10.00 hingga 22.00 WIB.

2. Labuan cafe

Kafe Labuan cocok digunakan untuk bersantai sambil menikmati kopi atau minuman kesukaan. Suasana yang menyenangkan, terlebih lagi kafe ini sering mengadakan acara nonton bareng sepak bola bersama para penggemar, baik klub maupun tim nasional.

Alamat: Brondong, Sedayulawas, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan.

Daftar Harga: Dimulai dari Rp 6.000.

Waktu Operasional: 09.00 hingga 22.00 WIB.

3. Aola Pantura

Tempat ini memberikan kesempatan untuk bersantai di tepi pantai utara Jawa dengan angin laut dan pemandangan laut yang biru. Cocok sebagai lokasi untuk menikmati sore sambil minum kopi, makan camilan, atau menunggu matahari terbenam.

Alamat: Jalan Raya Daendles, Kandangsemangkon, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.

Harga hidangan: Dimulai dari Rp 5.000.

Waktu operasional: 08.30 hingga 00.00 WIB.

4. Kopi Tanah Datar & Ruang

Kafe ini menyediakan suasana yang hangat dan tenang, cocok untuk berbincang santai atau sekadar menghabiskan waktu sendiri. Terdapat ruangan dalam dan luar, serta berbagai pilihan minuman mulai dari kopi tradisional hingga minuman terbaru yang segar.

Lokasi: Singgang, Bakalrejo, Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan.

Daftar Harga: Dimulai dari Rp 5.000.

Waktu Operasional: 09.00 hingga 22.00 WIB.

5. Serenarasa

Butuh tempat yang nyaman untuk berbicara lama atau bekerja dari rumah? Tempat ini menawarkan ruangan yang luas dan hangat, dilengkapi dengan area merokok, serta menyediakan hidangan tradisional hingga modern yang disukai kalangan muda.

Lokasi: Jalan Sunan Giri, Lamongan.

Harga makanan: Dimulai dari Rp 15.000.

Waktu operasional: 08.00 hingga 22.00 WIB.

5 Resep Sederhana Olahan Ayam Goreng Sisa: Cegah Makanan Terbuang!

5 Resep Sederhana Olahan Ayam Goreng Sisa: Cegah Makanan Terbuang!

10drama.com –– Terkadang saat membeli makanan di luar, sedang memasak ayam atau menerima makanan dengan menu ayam goreng dari orang lain, tidak selesai dimakan pada saat itu juga dan akhirnya menjadi sisa makanan.

Sisa makanan ayam tersebut akhirnya disimpan di dalam kulkas dengan alasan agar dapat dikonsumsi kembali setelah dipanaskan.

Menghangatkan kembali sisa makanan adalah cara yang efektif untuk mengurangi pemborosan makanan atau sampah sisa makanan yang masih layak dimakan, alih-alih dibuang begitu saja.

Berdasarkan data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada tahun 2024, persentase komposisi sampah terbesar di tingkat nasional adalah sisa makanan yang mencapai 41,60%.

Namun, jika kamu merasa bosan dengan menu lauk ayam goreng yang tersisa dari kemarin dan kamu panaskan kembali. Dan ingin berkreasi dengan sisa lauk ayam tersebut, kamu dapat memasaknya dengan cara yang berbeda untuk meningkatkan rasa dan selera makanan.

Berikut cara memanfaatkan ayam goreng sisa dengan mudah agar tidak terbuang dan mengurangi pemborosan makanan:

1. Ayam Pedas Merah

Jika kamu ingin menyantap makanan yang pedas dan masih memiliki sisa ayam goreng, resep ini sesuai untukmu.

Resep ini mengutamakan rasa pedas karena salah satu bahan utamanya adalah cabai rawit yang dipotong kecil. Bahan lain yang dibutuhkan hanya bawang putih, bawang merah, daun bawang yang dipotong tipis, dan ayam yang telah dipotong kecil-kecil.

Berdasarkan akun YouTube @niadevi.anggreini, setelah wajan atau teflon diberi sedikit minyak, masukkan bawang merah, bawang putih, cabai, dan daun bawang kemudian diaduk sebentar. Selanjutnya masukkan ayam yang telah dipotong kecil-kecil lalu tumis sambil menambahkan bumbu penyedap.

2. Ayam Kuah Santan

Ayam dengan kuah santan ini mirip dengan kuah kari atau gulai. Namun, resep ayam kuah santan ini tidak membutuhkan banyak bumbu. Anda dapat menggunakan ayam goreng atau ayam panggang yang tersisa sebagai bahan utama hidangan ini.

Dikutip dari akun YouTube @dapurgungsa6253, bumbu yang dibutuhkan antara lain bawang putih, kunyit, kencur, jahe, cabai rawit, merica, dan ketumbar. Bahan-bahan ini perlu dihaluskan baik dengan cara diulek atau menggunakan alat seperti chopper.

Setelah itu, siapkan penggorengan yang sudah diberi sedikit minyak, lalu tumis bumbu yang telah dihaluskan. Tambahkan sedikit air, kemudian masukkan sisa ayam yang telah dipotong sesuai dengan selera.

Tuangkan santan instan, kemudian tambahkan air sesuai kebutuhan. Setelah matang, kamu dapat menaburkan bawang merah goreng untuk meningkatkan rasa.

3. Ayam Pedas Daun Limau

Resep olahan ayam goreng yang tersisa dari kemarin dengan rasa pedas berbeda adalah ayam pedas daun jeruk. Kamu dapat menghemat pengeluaran dengan tidak membeli nasi ayam daun jeruk yang biasanya menjadi hidangan utama saat memesan makanan lewat online.

Bahan yang diperlukan hanya cabai kering, cabai rawit, bawang merah, dan daun jeruk. Menurut akun TikTok @kulinersamacici, jumlah bahan yang dibutuhkan disesuaikan dengan banyaknya sisa ayam goreng yang tersedia.

Setelah dipotong kecil, masukkan semua bahan ke dalam satu wadah. Selanjutnya tambahkan garam, lalu tuangkan minyak panas.

Untuk minyaknya, usahakan tidak terlalu banyak agar tekstur makanan tidak terlalu mengandung minyak. Selanjutnya masukkan sisa ayam goreng yang telah dipotong kecil-kecil lalu aduk dengan menggunakan sendok.

4. Perkedel Ayam

Resep ini merupakan resep camilan, tetapi juga dapat disajikan sebagai lauk pelengkap nasi. Tahap awal dalam membuat perkedel ayam ini adalah dengan menguleni daging ayam. Setelah itu, rebus air dan masukkan daging ayam yang telah diuleni ke dalamnya.

Menggoreng kembali ayam goreng yang tersisa dari kemarin yang telah dihancurkan, menurut akun TikTok @annisacil, bertujuan untuk membuat tekstur ayam goreng yang keras menjadi lebih lembut.

Setelah dimasak, pisahkan daging ayam dari air rebusannya, kemudian masukkan ke dalam chopper. Atau, untuk menghancurkannya, kamu juga dapat menggunakan alat tumbuk.

Masukkan tepung kanji atau jika tidak tersedia, kentang yang sudah dimasak. Tambahkan minyak wijen dan bumbu sesuai selera beserta putih telur. Selanjutnya haluskan menggunakan chopper atau alat penumbuk.

Setelah adonan menjadi lembut, bentuk menjadi bulat-bulat dan masukkan ke dalam kuning telur yang sudah diaduk. Siapkan minyak panas, lalu goreng adonan yang telah dibalut dengan kuning telur.

5. Ayam Goreng Nasi Jepang

Resep terakhir ini, kamu tidak hanya mengolah ayam goreng sisa sebagai pelengkap makanan, tetapi juga memasaknya bersama nasi. Dan untuk membuat hidangan ini tidak perlu menggunakan kompor, cukup dengan magic jar atau rice cooker saja. Cocok banget buat anak kos!

Bahan-bahan yang harus kamu siapkan antara lain, ayam goreng yang tersisa, beras, saus teriyaki, penyedap rasa, bawang putih bubuk, lada bubuk, daun bawang dan wortel.

Untuk ayam yang tersisa, kamu bisa potong menjadi ukuran kecil seperti potongan ayam katsu. Potong halus daun bawang dan daun bawang, lalu potong wortel menjadi dadu kecil.

Masukkan beras ke dalam panci nasi, tambahkan air lalu campurkan lada bubuk, bawang putih bubuk, irisan bawang merah, wortel, penyedap rasa, dan saus teriyaki.

Aduk semua bahan secara merata, lalu letakkan ayam goreng yang tersisa di atasnya. Selanjutnya, masak semua bahan tersebut dengan menggunakan magic jar atau rice cooker.

Setelah matang, kamu dapat memindahkannya ke mangkuk dan tambahkan daun bawang yang telah dipotong halus di atasnya.

Dengan memanfaatkan ayam goreng yang tersisa menjadi hidangan baru, kamu tidak hanya merasakan kepuasan dari masakan yang berhasil kamu buat. Tetapi juga berkontribusi dalam mengurangi limbah makanan atau food waste!

Coca-Cola Umumkan Resep Baru Usai Dihujat Trump Soal Gula Tebu: Kontroversi Ahli Gizi

Coca-Cola Umumkan Resep Baru Usai Dihujat Trump Soal Gula Tebu: Kontroversi Ahli Gizi

10drama.com –– Coca-Cola menghadirkan inovasi terbaru dengan mengumumkan perubahan formula minuman legendarisnya. Perusahaan minuman ringan besar ini akan mengganti bahan pemanis dari sirup jagung fruktosa tinggi menjadi gula tebu asli untuk konsumen di Amerika Serikat.

Perubahan ini mendapatkan dukungan langsung dari mantan Presiden Donald Trump dan menjadi bagian dari kampanye Make America Healthy Again yang digagas Menteri Kesehatan Robert F Kennedy Jr.

Dilaporkan oleh Daily Mail, Senin (22/7), Coca-Cola mengonfirmasi bahwa produk terbarunya yang menggunakan gula tebu akan dirilis musim gugur ini di Amerika Serikat.

Tindakan ini merupakan bagian dari strategi inovasi perusahaan dalam memperluas portofolio merek Coca-Cola serta menawarkan lebih banyak pilihan kepada pelanggan.

Sebelumnya, pengumuman ini telah lebih dahulu disampaikan oleh Donald Trump dan memicu perdebatan di media sosial.

“Saya sudah berdiskusi dengan Coca-Cola mengenai penggunaan gula tebu asli dalam Coke untuk pasar Amerika Serikat, dan mereka telah menyetujui hal tersebut… Ini memang lebih baik,” kata Trump melalui akun X (dulu Twitter) resminya.

Meskipun banyak orang menyambut baik berita ini, sejumlah pakar kesehatan mengungkapkan kekhawatiran. Dokter Marion Nestle, ahli gizi dari Universitas New York menilai perubahan ini tidak memiliki dampak yang signifikan secara nutrisi.

Menurutnya, baik gula tebu maupun sirup jagung fruktosa tinggi memiliki kandungan glukosa dan fruktosa yang sama, serta dapat memberikan dampak negatif terhadap metabolisme jika dikonsumsi secara berlebihan.

“Satu kaleng Coke berisi 12 ons tetap mengandung 39 gram gula. Jumlah ini terlalu banyak,” katanya dilansir dari Daily Mail.

Dokter Nestle juga menyampaikan bahwa citra negatif sirup jagung lebih disebabkan oleh harganya yang murah dan sering digunakan dalam makanan yang telah diproses secara berlebihan.

Beberapa ahli juga mengingatkan bahwa perubahan ini berpotensi memperparah krisis obesitas di Amerika Serikat karena masyarakat cenderung menganggap produk tersebut lebih sehat dan mengonsumsinya secara lebih rutin.

Dalam laporan keuangan kuartal kedua yang diterbitkan pada Selasa (22/7) pagi, Coca-Cola menyampaikan bahwa permintaan terhadap minuman rendah atau tanpa gula tetap tinggi. Pendapatan perusahaan meningkat sebesar 2,5 persen menjadi USD 12,62 miliar (sekitar Rp 205,7 triliun), melebihi prediksi para analis.

Namun, Coca-Cola juga menghadapi kendala akibat bea impor aluminium yang diatur oleh pemerintahan Trump yang kini naik hingga 50 persen.

Perusahaan mengungkapkan akan mempertimbangkan penggunaan kemasan alternatif seperti botol plastik untuk menangani masalah tersebut.

Meskipun dianggap sebagai langkah yang lebih baik, para ahli menekankan bahwa yang paling penting adalah kesadaran dalam mengonsumsi tanpa berlebihan.

Pameran FHI 2025 Dibuka, Dorong Kolaborasi dan Praktik Berkelanjutan di F&B dan Hospitality

Pameran FHI 2025 Dibuka, Dorong Kolaborasi dan Praktik Berkelanjutan di F&B dan Hospitality

10drama.com –, JAKARTA – Pameran dagangAcara internasional yang menjangkau sektor perhotelan, makanan, dan minuman di Indonesia, Food & Hospitality Indonesia (FHI) 2025 secara resmi dibuka hari ini di Jakarta International Expo (JIExpo).

Pameran ini menekankan pentingnya kerja sama dan penerapan praktik yang berkelanjutan dalam industri makanan, minuman, dan perhotelan di Indonesia.

Lebih dari 700 produsen, distributor, dan retailer ternama di sektor kuliner dan perhotelan dari lebih dari 35 negara hadir serta berpartisipasi dalam pameran selama empat hari, 22-25 Juli.

Dengan bergabungnya Hotelex Indonesia, Finefood Indonesia, dan Retail Indonesia, FHI 2025 menjadi wadah utama dalam memperkenalkan inovasi, keberlanjutan, serta perkembangan di sektor makanan, minuman, dan perhotelan nasional.

Perayaan FHI tahun ini dibuka oleh Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf) Republik Indonesia, Teuku Riefky Harsya.

Menurutnya, FHI 2025 tidak hanya sebagai pameran produk dan teknologi terbaru, tetapi juga menjadi wadah strategis untuk memperkenalkan praktik yang berkelanjutan di berbagai sektor F&B dan perhotelan.

FHI dianggap sebagai forum yang penting bagi para pelaku industri sektor ini, baik lokal maupun internasional, agar dapat berkompetisi bersama.

FHI 2025 memberi peluang istimewa bagi sektor kreatif Indonesia agar produknya semakin unggul dalam bersaing dengan barang dari negara lain yang semakin aktif memperluas pangsa pasar internasional.

“Industri makanan dan minuman berkontribusi sekitar 38 persen terhadap PDB ekonomi kreatif dengan lebih dari 11.000 usaha. Oleh karena itu, kami sangat menghargai dan mendukung pelaksanaan FHI 2025 yang dapat memberikan dorongan bagi perkembangan dan penguatan industri kuliner serta perhotelan di Indonesia. Kami berharap agar sektor ini dapat menjadi mesin penggerak yang mendorong kemajuan industri kreatif Indonesia,” ujar Teuku.

Ia juga menambahkan, pertumbuhan ekonomi kreatif Indonesia meningkat sebesar 119 persen, sementara nilai ekspor naik sebanyak 67 persen.

Total penyerapan tenaga kerja mencapai 26,5 juta orang pada tahun 2024. Diperkirakan akan terus menghasilkan 787,6 juta kesempatan kerja dalam lima tahun mendatang, jika tren pertumbuhan ini berlanjut. Hal ini semakin menunjukkan bahwa sektor F&B dan perhotelan semakin berkembang secara inklusif dan berkelanjutan.

Juanita Soerakoesoemah sebagai Portofolio Director FHI 2025 dalam pidatinya menyampaikan bahwa FHI merupakan wujud dukungan untuk mempercepat pertumbuhan industri F&B dan perhotelan yang berkelanjutan di Indonesia.

“FHI 2025 kembali hadir dengan tujuan yang sama, yaitu mendukung keberlanjutan lingkungan serta penggunaan sumber daya yang lebih efisien. Dengan pengalaman selama hampir 30 tahun dalam mendukung perkembangan industri F&B dan perhotelan di Indonesia, penyelenggaraan FHI tahun ini tetap berkomitmen untuk memberikan dampak positif terhadap lingkungan guna mendorong kemajuan sektor ini,” ujar Juanita.

Juanita juga menambahkan bahwa hal ini didukung oleh tema dalam edisi ke-19 tahun ini, yaitu ‘Membangun Masa Depan Industri Kuliner dan Perhotelan yang Berkelanjutan.’ Selanjutnya menunjukkan bahwa FHI 2025 hadir sebagai pendorong transformasi berkelanjutan dengan menghadirkan perusahaan dan merek yang berkomitmen pada praktik ramah lingkungan di bidang makanan, minuman, dan perhotelan.

Baru-baru ini, FHI juga telah menjadi wadah untuk memperkenalkan solusi kreatif, mulai dari produk organik, efisiensi energi, hingga pengelolaan limbah pameran.

Banyak produk dan merek ternama telah menunjukkan komitmen kuat terhadap praktik berkelanjutan dan akan dipamerkan dalam acara FHI tahun ini, antara lain Allana, Avani, Beragam, Botanical Essentials, Chungcheongnam-do, Delifru, Greenfields Professional, Healthy Choice, JapfaFood, Kawan Lama Solution, Interfood, Gastro, Nisuma, Danatini, Skyherb, Scent Air, Rotaryana, Tree Nut Asia, RunPack, Unox, Uqesh, USA Pulses, Vicando, Wallex, dan sebagainya.

Sebagai bagian dari inisiatif yang berkelanjutan, FHI 2025 menyediakan berbagai zona pengalaman ramah lingkungan untuk para pengunjung. Di antaranya adalah Stasiun Pengisian Air bersama Waterhub yang mendukung kampanye #BringYourOwnTumbler, Area Powernap dari Alga dan Bobobox, serta Corner Kesehatan yang menawarkan pijatan gratis dan konsultasi mental dari Perfect Health dan NaluriLife.

Pengunjung juga bisa menikmati Light Air Zone dari ScentAir dan GLAM yang menyajikan udara segar pegunungan di tengah pameran. Di Hall D1, FHI bekerja sama dengan Noovoleum menyediakan UCollect Station untuk mengumpulkan minyak jelantah yang akan diolah menjadi bahan bakar ramah lingkungan. Pengunjung FHI 2025 dapat menggunakan kode referral: NOOVFHI25 untuk ikut serta.

Juanita juga menjelaskan bahwa sebagai pameran dagang internasional yang terkemuka, FHI menjadi wadah strategis untuk membangun jaringan bisnis secara efektif dan efisien, dengan menyediakan International Booth Pavilions dari berbagai negara seperti Amerika Serikat, Tiongkok, Kanada, Korea Selatan, Malaysia, dan Thailand.

Selain itu, terdapat area khusus bernama ‘Kaiyuan’ Plan 2025 – China Bakery & Food Pavilion yang akan hadir pertama kali di FHI 2025, menampilkan inovasi dari lebih dari 20 perusahaan ternama di sektor roti Tiongkok melalui demo langsung dan stan interaktif.

Lomba Kuliner dan Pariwisata di FHI 2025

Tahun ini, FHI 2025 juga menyajikan berbagai acara dan kompetisi yang menarik, salah satunya adalah kompetisi minuman internasional 2026 World Fashion Drinks Competition (WFDC) yang pertama kalinya diadakan di Indonesia.

Kegiatan ini diadakan oleh Shanghai SinoexpoInforma Markets yang didukung oleh LMK, Senfienta, Alpine Cool, Mengniu Dairy Professionals, dan Scotsman Ice Systems (Shanghai) Co., Ltd. WFDC Indonesia juga menjadi wadah bagi bartender profesional, perwakilan merek minuman, barista, mahasiswa kuliner, serta kreator minuman independen untuk menunjukkan kreativitas dan berkompetisi memperebutkan tiket menuju babak final di Shanghai 2026.

Tidak hanya sampai di sana, FHI 2025 kembali menyajikan berbagai jenis kompetisi seperti; Indonesia Coffee Events (ICE) dengan kompetisi Hometown Indonesia Latte Art Scholar (HILACS25) yang diselenggarakan oleh Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI).

Berdasarkan pernyataan Ketua Umum AKSI SCAI Daryanto Witarsa, kompetisi ini telah melalui tahap penjurian secara online sebelumnya. Lebih dari 80 Latte Artist telah mengirimkan karya mereka dalam babak Online Preliminary HILACS25.

“Saat ini ada 40 peserta yang telah terpilih untuk mengikuti tahap kompetisi langsung yang akan diadakan dalam HILACS25 pada pameran FHI 2025. Peserta akan diuji kemampuannya dalam tiga babak; Throwdown, Semifinal Stage Presentation dan Art Bar, serta babak Final Stage Presentation. Dengan demikian, juara Latte Art akan muncul dari acara ini,” ujar Daryanto.

Selain kompetisi tersebut, terdapat pula ajang lain seperti The 14th Salon Culinaire yang diselenggarakan oleh Association of Culinary Professionals (ACP), Hotelicious Thematic Bed Making Competition yang diadakan oleh BINUS Business Hotel Management dengan dukungan dari King Koil, Jakarta Best Sommelier Competition oleh Indonesia Sommelier Association (ISA), serta Ready-to-Drink Cocktails in a Can Competition oleh Indonesian Food & Beverage Executive Association (IFBEC) yang akan menonjolkan kreativitas, rasa, dan ketajaman bisnis dalam salah satu sektor industri minuman yang paling cepat berkembang.

Kompetisi yang eksklusif ini secara bangga diadakan oleh Indonesian Food & Beverage Executive Association (IFBEC) bekerja sama dengan FHI. Ketua IFBEC, I Ketut Darmayasa, S.I.P, MM, CHT, menjelaskan singkat mengenai kompetisi ini yang menjadi ajang inovasi bagi para bartender dan mixologist untuk menunjukkan kreativitas mereka dalam menciptakan minuman siap saji berkualitas premium, tetapi tetap praktis dan memiliki rasa yang stabil.

Kompetisi ini menunjukkan tren dunia di mana konsep RTD (Ready-to-Drink) menjadi jawaban modern bagi sektor hotel dan restoran dalam menyajikan minuman khas tanpa mengorbankan rasa maupun penampilan.

Kompetisi ini diikuti sekitar 20 tim yang terpilih, berasal dari hotel berbintang, restoran mewah, dan merek minuman ternama di Indonesia,” katanya.

Untuk kategori utama kompetisi yang penting, yaitu; Signature RTD Cocktails, menonjolkan inovasi rasa dan ciri khas lokal; sementara kategori Low & No Alcohol RTD Cocktails, lebih sesuai dengan tren minuman sehat dan ramah lingkungan.

Menyediakan lebih dari 5 panel juri yang independen, terdiri dari praktisi mixology internasional, Brand Ambassador global, serta perwakilan IFBEC yang berpengalaman dalam menilai aspek teknis, rasa, estetika, dan keberlanjutan sesuai dengan misi FHI 2025.(ray/jpnn)

Dorong Kolaborasi dan Berkelanjutan, FHI 2025 Resmi Hadir untuk Industri F&B dan Wisata

Dorong Kolaborasi dan Berkelanjutan, FHI 2025 Resmi Hadir untuk Industri F&B dan Wisata

10drama.com –– Sebagai salah satu pameran dagang yang paling terkenal di kawasan Asia Tenggara, Food & Hospitality Indonesia (FHI) 2025 kembali hadir dengan cakupan yang lebih luas dan partisipasi dari berbagai negara. Acara ini menjadi ajang penting bagi para pemain industri untuk memperkenalkan produk andalan, membangun kerja sama, serta menggali tren dan inovasi terkini dalam sektor kuliner dan perhotelan.

Lebih dari 700 produsen, distributor, dan retailer ternama di sektor kuliner dan perhotelan dari lebih dari 35 negara hadir dalam pameran Food & Hospitality Indonesia (FHI) 2025 yang secara resmi dibuka hari ini. Bersama Hotelex Indonesia, Finefood Indonesia, dan Retail Indonesia, acara yang berlangsung selama empat hari mulai tanggal 22-25 Juli di Jakarta International Expo (JIExpo), Jakarta ini menyajikan pameran dagang terkemuka yang senantiasa mendorong inovasi, keberlanjutan, serta perkembangan industri melalui pengalaman dinamis yang berskala internasional bagi pelaku bisnis makanan, minuman, dan perhotelan di Indonesia.

Perayaan FHI tahun ini dibuka oleh Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf) Republik Indonesia, Teuku Riefky Harsya. Menurutnya, FHI 2025 tidak hanya menjadi ajang pameran produk dan teknologi terbaru, tetapi juga sebagai forum strategis untuk mempromosikan praktik yang berkelanjutan di seluruh sektor F&B dan perhotelan. FHI juga dianggap sebagai wadah penting bagi pelaku industri di sektor tersebut, baik lokal maupun internasional, agar dapat bersinergi. FHI 2025 memberikan kesempatan emas bagi industri kreatif Indonesia agar produknya semakin kompetitif dalam bersaing dengan produk dari negara lain yang semakin agresif memperluas pangsa pasar global.

“Industri makanan dan minuman berkontribusi sekitar 38% terhadap PDB ekonomi kreatif dengan lebih dari 11.000 usaha. Oleh karena itu, kami sangat menghargai dan mendukung pelaksanaan FHI 2025 yang diharapkan dapat memberikan dorongan bagi perkembangan dan penguatan industri kuliner serta perhotelan di Indonesia. Semoga sektor ini dapat menjadi mesin penggerak yang mendorong kemajuan industri kreatif nasional,” ujar Teuku.

Ia juga menambahkan bahwa nilai tambah ekonomi kreatif Indonesia meningkat sebesar 119%, sementara nilai ekspornya naik 67%. Total jumlah tenaga kerja yang terserap mencapai 26,5 juta orang pada tahun 2024. Diperkirakan akan tercipta sebanyak 787,6 juta lapangan kerja dalam lima tahun mendatang, jika pertumbuhan ini berlanjut. Hal ini menunjukkan semakin berkembangnya industri F&B dan hospitality secara inklusif serta berkelanjutan.

Juanita Soerakoesoemah selaku Portofolio Director FHI 2025 dalam pidatinya menyampaikan bahwa FHI merupakan wujud dukungan terhadap percepatan perkembangan industri F&B dan perhotelan yang berkelanjutan di Indonesia.

“Kembali hadir dengan tujuan yang sama, FHI 2025 bertekad untuk mendukung keberlanjutan lingkungan serta penggunaan sumber daya yang lebih efisien. Berkat pengalamannya yang telah berlangsung hampir 30 tahun dalam mendukung pertumbuhan industri F&B dan perhotelan di Indonesia, penyelenggaraan FHI tahun ini tetap berkomitmen untuk memberikan dampak positif terhadap lingkungan guna mendorong perkembangan sektor tersebut,” ujar Juanita.

Juanita juga menambahkan bahwa hal ini didukung oleh tema dalam edisi ke-19 tahun ini, yaitu ‘Membangun Masa Depan Industri Kuliner dan Perhotelan yang Berkelanjutan.’ Selanjutnya, FHI 2025 hadir sebagai pemicu transformasi berkelanjutan dengan menghadirkan perusahaan dan merek yang berkomitmen pada praktik ramah lingkungan di sektor makanan, minuman, dan perhotelan. Terakhir, FHI juga menjadi wadah untuk memperkenalkan solusi inovatif, mulai dari produk organik, efisiensi energi, hingga pengelolaan limbah pameran.

Banyak produk dan merek ternama telah menunjukkan komitmen kuat terhadap praktik keberlanjutan dan akan dipamerkan dalam ajang FHI tahun ini, seperti Allana, Avani, Beragam, Botanical Essentials, Chungcheongnam-do, Delifru, Greenfields Professional, Healthy Choice, Japfa Food, Kawan Lama Solution, Interfood, Gastro, Nisuma, Danatini, Skyherb, Scent Air, Rotaryana, Tree Nut Asia, RunPack, Unox, Uqesh, USA Pulses, Vicando, Wallex, dan lainnya.

Sebagai bagian dari inisiatif yang berkelanjutan, FHI 2025 menyediakan berbagai zona pengalaman ramah lingkungan untuk para pengunjung. Di antaranya adalah Stasiun Pengisian Air bersama Waterhub yang mendukung kampanye #BringYourOwnTumbler, Area Powernap dari Alga dan Bobobox, serta Corner Kesehatan yang menawarkan pijatan gratis dan konsultasi mental dari Perfect Health dan Naluri Life.

Pengunjung juga bisa menikmati Light Air Zone dari ScentAir dan GLAM yang menyajikan udara segar pegunungan di tengah pameran. Di Hall D1, FHI bekerja sama dengan Noovoleum menyediakan UCollect Station untuk mengumpulkan minyak jelantah yang akan diolah menjadi bahan bakar ramah lingkungan. Pengunjung FHI 2025 dapat menggunakan kode referral: NOOVFHI25 untuk ikut berpartisipasi.

 

Juanita juga menjelaskan bahwa sebagai pameran dagang internasional yang terkemuka, FHI menjadi wadah strategis untuk membangun jaringan bisnis secara efektif dan efisien, dengan menghadirkan International Booth Pavilions dari berbagai negara seperti Amerika Serikat, Tiongkok, Kanada, Korea Selatan, Malaysia, dan Thailand. Selain itu, terdapat area khusus ‘Kaiyuan’ Plan 2025 – China Bakery & Food Pavilion yang pertama kali hadir di FHI 2025, menampilkan inovasi dari lebih dari 20 perusahaan ternama di industri roti Tiongkok melalui demo langsung dan booth interaktif.

Lomba Kuliner dan Pariwisata di FHI 2025

Pada tahun ini, FHI 2025 juga menyajikan berbagai acara dan kompetisi yang menarik, salah satunya adalah kompetisi minuman internasional 2026 World Fashion Drinks Competition (WFDC) yang pertama kalinya diadakan di Indonesia. Kompetisi ini diselenggarakan oleh Shanghai Sinoexpo Informa Markets dengan dukungan dari LMK, Senfienta, Alpine Cool, Mengniu Dairy Professionals, serta Scotsman Ice Systems (Shanghai) Co., Ltd. WFDC Indonesia menjadi kesempatan bagi para bartender profesional, perwakilan merek minuman, barista, mahasiswa kuliner, dan kreator minuman independen untuk menunjukkan kreativitas mereka dan bersaing memperebutkan tiket menuju babak final di Shanghai 2026.

Tidak hanya sampai di sana, FHI 2025 kembali menyajikan berbagai macam kompetisi seperti; Indonesia Coffee Events (ICE) dengan kompetisi Hometown Indonesia Latte Art Scholar (HILACS25) yang diselenggarakan oleh Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI). Menurut Daryanto Witarsa, sebagai Ketua Umum AKSI SCAI, kompetisi ini telah melalui proses penjurian secara online sebelumnya. Ada lebih dari 80 Latte Artist yang telah mengirimkan karya mereka dalam babak Online Preliminary HILACS25.

“Pada saat ini, terdapat 40 peserta yang telah dipilih untuk mengikuti tahap kompetisi luring yang berlangsung di HILACS25 dalam pemeran FHI 2025. Peserta akan diuji kemampuannya dalam tiga babak; Throwdown, Semifinal Stage Presentation dan Art Bar, serta babak Final Stage Presentation. Dengan demikian, juara Latte Art nantinya akan muncul dari acara ini,” ujar Daryanto.

Selain kompetisi tersebut, masih ada kompetisi lain seperti The 14th Salon Culinaire yang diselenggarakan oleh Association of Culinary Professionals (ACP), Hotelicious Thematic Bed Making Competition yang diadakan oleh BINUS Business Hotel Management dengan dukungan dari King Koil, Jakarta Best Sommelier Competition oleh Indonesia Sommelier Association (ISA), serta Ready-to-Drink Cocktails in a Can Competition yang diselenggarakan oleh Indonesian Food & Beverage Executive Association (IFBEC) yang akan menonjolkan kreativitas, rasa, dan ketajaman bisnis di salah satu segmen industri minuman yang paling cepat berkembang.

Kompetisi yang eksklusif ini secara bangga diselenggarakan oleh Indonesian Food & Beverage Executive Association (IFBEC) bekerja sama dengan FHI. Ketua IFBEC, I Ketut Darmayasa, S.I.P, MM, CHT, menjelaskan secara singkat mengenai kompetisi ini yang menjadi ajang inovasi bagi para bartender dan mixologist untuk menunjukkan kreativitas mereka dalam menciptakan minuman siap saji berkualitas premium, tetapi tetap praktis dan memiliki rasa yang konsisten.

“Kompetisi ini menunjukkan tren dunia di mana konsep RTD (Ready-to-Drink) menjadi jawaban modern bagi sektor hotel dan restoran dalam menyajikan minuman khas tanpa mengorbankan rasa maupun penampilan. Kompetisi ini diikuti sekitar 20 tim yang terpilih, berasal dari hotel berbintang, restoran mewah, serta merek minuman ternama di Indonesia,” katanya.

Untuk kategori utama kompetisi yang penting, yaitu; Signature RTD Cocktails, menonjolkan inovasi rasa dan ciri khas lokal; sementara kategori Low & No Alcohol RTD Cocktails, lebih sesuai dengan tren minuman sehat dan ramah lingkungan. Menyediakan lebih dari 5 juri independen, terdiri dari ahli mixology internasional, Brand Ambassador global, serta perwakilan IFBEC yang berpengalaman dalam penilaian teknis, rasa, estetika, dan keberlanjutan sesuai dengan tujuan FHI 2025.

Berbagai Macam Seminar Industri dan Keberlanjutan

Tersedia berbagai workshop menarik, antara lain Wine Master Class dari ISA, Interior Design Clinic oleh Rukita, Gelato Workshop oleh Gastro Gizi Sarana, serta Art Workshop with Natural Pigments dari Rekalagam, yang akan mengajak peserta mengeksplorasi kreativitas berkelanjutan melalui lokakarya ramah lingkungan di FHI 2025.

Di dalam workshop Rekalagam, peserta akan diajarkan cara mengubah sampah menjadi karya yang luar biasa dengan membuat hiasan rumah menggunakan pigmen alami dari bahan organik sehari-hari.

Dibimbing oleh seniman yang peduli terhadap lingkungan, peserta dapat belajar teknik pewarnaan alami, penggunaan warna, dan desain yang ramah lingkungan serta membawa pulang karya unik yang dihasilkan oleh peserta tersebut.

 

Manajer Komunikasi Pemasaran FHI 2025, Leonarita Hutama juga menambahkan bahwa berbagai lomba dan kegiatan menarik yang disajikan dalam FHI 2025 diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap perkembangan industri nasional.

“FHI tidak hanya berfungsi sebagai pameran produk industri, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi para pelaku usaha dan pengusaha di bidang ini. FHI 2025 juga menyajikan berbagai seminar industri serta seminar tentang keberlanjutan yang diharapkan mampu mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan,” kata Leonarita.

Leona menyebutkan beberapa seminar industri yang diselenggarakan oleh asosiasi dan lembaga di sektor ini, antara lain: ASEAN American Epicurean Table Seminar yang diselenggarakan oleh U.S. Meat Export Federation; Global Beverage Services Solution Provider oleh Damin; Business Breakfast oleh Saladplate dan Global Data; Timeless Craft – Sustainable Future oleh Alga dan Wisewool; The Importance of the Media Industry in HORECA oleh Epicure; Coffee Talk oleh Dewan Kopi Indonesia; Seminar Sertifikasi Halal dan Standar Higienis oleh LPPOM; serta Bulog Seminar.

Selain itu, FHI 2025 juga menyediakan berbagai seminar mengenai keberlanjutan dengan topik menarik seperti Sustainable Water Solutions for the Future of HORECA oleh Waterhub, Sesi Seminar oleh Persatuan Orang Tua Anak dengan Down Syndrome (POTADS), Beyond the Fryer: UCO and Renewable Energy Innovation in Hotels & Restaurants oleh Noovoleum, Sustainable Innovation in Hospitality bersama Sentian, Evolve, dan MVB dalam tema “Built for Efficiency” dan “Who Pays the Climate Price?” serta “Sustainability for Businesses: It’s more than just Plastic” dan “Ecosystem of Value” oleh Magalarva. Selain itu, FHI juga menyediakan akses jaringan bisnis melalui FHI Business Matching Programme, FHI TV Programme, Red Bull Party Truck dan Lalamove Recharge Station serta banyak lagi acara menarik lainnya.

Sebagai penutup, Juanita menegaskan bahwa digitalisasi adalah faktor pendorong yang meningkatkan efisiensi dan mendukung Indonesia dalam mencapai tingkat pendapatan tinggi pada tahun 2045.

“FHI mempercepat pertumbuhan yang berkelanjutan di sektor F&B di Indonesia dalam kerangka ‘Indonesia 4.0’ melalui FHI Digital Showroom yang didukung oleh Saladplate, guna menampilkan pasokan produk F&B dan perhotelan yang dapat membuka peluang ekspansi ke pasar internasional,” kata Juanita.

Terlebih lagi, FHI selalu konsisten menjadi pameran bisnis terkemuka yang unggul dengan terus memperluas jangkauannya untuk mendukung sektor perhotelan, makanan, dan minuman secara menyeluruh ke tingkat yang lebih tinggi. Selain itu, FHI tetap konsisten sebagai pameran bisnis terdepan yang berprestasi dengan terus memperluas cakupannya guna mendukung sektor perhotelan, makanan, dan minuman secara menyeluruh menuju tingkat yang lebih tinggi. Lebih lanjut, FHI selalu konsisten menjadi ajang bisnis terkemuka yang unggul dengan terus memperluas ruang lingkupnya untuk mendukung sektor perhotelan, makanan, dan minuman secara menyeluruh ke level yang lebih tinggi. Sebaliknya, FHI tetap menjaga posisinya sebagai pameran bisnis terdepan yang berkompeten dengan terus memperluas cakupannya agar dapat mendukung sektor perhotelan, makanan, dan minuman secara menyeluruh pada tingkat yang lebih baik.

FHI terus mendukung pertumbuhan industri di bidang ini, yang turut berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diperkirakan mencapai kisaran 4,7% hingga 5,2% pada tahun 2025.

Sampai hari pembukaan berlangsung, FHI 2025 telah dikunjungi oleh ribuan pengunjung yang telah mendaftar secara online untuk mendapatkan akses masuk gratis selama empat hari pameran. Perkiraan jumlah pengunjung akan terus bertambah karena pendaftaran di lokasi masih tersedia untuk pengunjung yang datang langsung hingga hari terakhir pameran pada 25 Juli mendatang.

Calon pengunjung FHI 2025 hanya perlu mendaftar sebesar Rp. 150.000,- di pintu masuk Hall JIEXPO. Informasi tambahan bisa ditemukan melaluihttps://www.foodhospitalityindonesia.com/dan akun media sosial resmi FHI di Instagram @foodhospitalityindonesia_fhi, Facebook dan LinkedIn Food & Hospitality Indonesia, serta kanal YouTube Food & Hospitality Series_ID.

Festival Mi Ayam dan Bakso Wonogiri

Festival Mi Ayam dan Bakso Wonogiri

10drama.com –, Wonogiri – Kabupaten Wonogiriakan menyelenggarakan Festival Mie Ayam dan Bakso Wonogiri 2025 guna memeriahkan penyelenggaraanSolo Raya Great Sale2025. Acara tersebut akan diselenggarakan di Alun-alun Giri Krida Bakti Wonogiri, Jumat dan Sabtu, 25-26 Juli 2025.

Bupati Wonogiri Setyo Sukarno menyampaikan bahwa Festival Mie Ayam dan Bakso Wonogiri diadakan guna menunjukkan bahwa Kabupaten Wonogiri benar-benar kota bakso dan mi ayam.

Festival ini bukan sekadar kesempatan untuk bersenang-senang. Lebih dari itu, ini merupakan momen penting untukbranding wilayah,” kata Setyo kepada wartawan, Selasa, 22 Juli 2025.

Setyo mengatakan hal ini bukan lagi rahasia umum, banyak para pemudik dari Wonogiri berhasil membuka usaha mi ayam danbakso di berbagai kota besar di Indonesia, bahkan sampai ke luar negeri. Menurutnya, Wonogiri memiliki rasa yang asli dan kisah kuliner yang menarik.

Resep turun-temurun, cita rasa khas yang gurih, serta porsi yang banyak membuatmi ayamdan bakso Wonogiri merupakan makanan khas yang autentik,” ujar Setyo.

Baca Juga: Sedikit Yogyakarta di Ibu Kota

Kota Bakso dan Mie Ayam

Selanjutnya, Setyo menilai bahwa saatnya Wonogiri dikenal secara nasional sebagai kota bakso dan mi ayam. Ia menyebut hal ini juga merupakan potensi besar yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal. “Melalui festival ini, kami”branding serius,” ucap dia.

Kepala Dinas Perdagangan dan KUKM Wonogiri, Wahyu Widayati, menambahkan bahwa festival tersebut bukan hanya tempat untuk bersantap. “Ini berkaitan dengan promosi potensi daerah, pemberdayaan UMKM, serta pariwisata.”kuliner berkelas,” kata Wahyu.

Selanjutnya ia menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Wonogiri memiliki harapan lebih dari sekadar acara makan bersama. Menurutnya, festival tersebut merupakan langkah strategis dalam membangun identitas kuliner lokal, memperkuat kompetensi UMKM, serta meningkatkan jumlah kunjungan wisata.

Festival Mie Ayam dan Bakso Wonogiri 2025 akan menghadirkan 20tenantayam dan bakso legendaris khas Wonogiri; 20tenantUMKM unggulan lokal di bidang kuliner, kerajinan, hingga mode; serta pertunjukan musik hidup dan komunitas lokal. Terdapat pula area permainan dan kegiatan untuk anak-anak, lomba mural dan lainnya.photoboothTempat yang cocok untuk diunggah di Instagram, acara talkshow interaktif mengenai kuliner, UMKM, dan budaya lokal, serta penyajian produk kreatif dan makanan terbaik dari Wonogiri. Festival ini akan dibuka mulai pukul 09.00 hingga 22.00 WIB.

Pilihan Editor: Hobi Makan Bakso Duta Besar Jerman Ina LepelBaca juga: Etika dalam Masakan Nusantara

Manfaat Aloe Vera untuk Kesehatan dan Kandungan Nutrisinya

Manfaat Aloe Vera untuk Kesehatan dan Kandungan Nutrisinya

10drama.com -,JAKARTA – Lidah buaya ataulidah buayamerupakan salah satu tanaman obat yang paling umum digunakan di seluruh dunia, terkenal atas manfaat kesehatannya yang beragam dan penggunaan yang fleksibel.

Dari suplemen makanan dan minuman fungsional hingga produk perawatan kulit yang dioleskan, senyawa aktif lidah buaya membuatnya menjadi bahan pokok dalam industri kesehatan dan kebugaran.

Dikutip dari situs Fakultas Kedokteran UMSU, lidah buaya merupakan tanaman berdaun tebal yang berasal dari daerah kering di bagian Selatan Afrika. Tanaman ini telah lama dimanfaatkan dalam berbagai budaya sebagai tanaman obat dan perawatan kecantikan. Lidah buaya memiliki daun yang panjang dan berduri, dengan daging daun yang mengandung gel bening yang kaya akan senyawa aktif.

Sari lidah buaya yang terkandung di dalam daging daunnya memiliki berbagai manfaat kesehatan dan kecantikan. Sari ini mengandung berbagai senyawa aktif seperti polisakarida, vitamin, mineral, enzim, asam amino, serta fitokimia yang memberikan sifat-sifat penyembuhan, anti peradangan, antimikroba, dan melembapkan. Karena itu, lidah buaya sering dimanfaatkan dalam produk-produk perawatan kulit, perawatan rambut, dan suplemen makanan.

Lidah buaya mengandung berbagai jenis polisakarida, termasuk glucomannan, acemannan, dan mannan yang merupakan polisakarida kompleks. Senyawa-senyawa ini memiliki sifat antiinflamasi, imunomodulator, serta mampu mempercepat proses penyembuhan luka.

Lidah buaya mengandung berbagai jenis vitamin, termasuk vitamin A, C, E, B1 (tiamin), B2 (riboflavin), B3 (niacin), B6, dan B12. Vitamin-vitamin ini sangat diperlukan untuk menjaga kesehatan kulit, sistem imun tubuh, serta berbagai aktivitas penting dalam tubuh.

Lidah buaya mengandung beberapa mineral penting seperti kalsium, magnesium, seng, selenium, natrium, kalium, tembaga, dan besi. Mineral-mineral tersebut berfungsi dalam menjaga keseimbangan elektrolit, aktivitas otot dan saraf, serta berbagai reaksi kimia dalam tubuh.

Lidah buaya mengandung enzim-enzim seperti amilase, lipase, dan bradikinase. Enzim-enzim tersebut berperan dalam proses pencernaan, mengurangi peradangan, serta mempercepat proses pemulihan.

Lidah buaya mengandung berbagai jenis asam amino, baik yang esensial maupun non-esensial, yang menjadi komponen penting dalam pembentukan protein serta menjalankan berbagai fungsi tubuh lainnya.

Tanaman lidah buaya mengandung senyawa fitokimia seperti antrakuinon, saponin, flavonoid, dan lignin. Senyawa-senyawa ini memiliki sifat antioksidan, antiinflamasi, serta antimikroba yang berkontribusi pada kesehatan tubuh.

Lidah buaya juga mengandung senyawa polifenol seperti katekin dan asam kafeat. Senyawa ini memiliki sifat antioksidan yang berperan dalam melindungi tubuh dari kerusakan akibat oksidasi.

Manfaat Aloe Vera Bagi Kesehatan

1. Perawatan Kulit

Lidah buaya sering dimanfaatkan dalam perawatan kulit karena sifatnya yang menenangkan, melembapkan, dan mempercepat penyembuhan. Gel lidah buaya mampu mengurangi peradangan pada kulit, memberikan kelembapan untuk kulit kering, mempercepat proses penyembuhan luka, mengurangi jerawat, serta mengurangi tanda-tanda penuaan seperti kerutan dan garis halus.

2. Penyembuhan Luka

Bahan lidah buaya mampu berfungsi sebagai obat alami untuk mengatasi luka, luka bakar ringan, luka gores, atau lecet. Bahan ini mempercepat proses pemulihan dengan merangsang pembentukan kolagen dan memperbaiki regenerasi sel kulit.

3. Sifat Antiinflamasi

Lidah buaya memiliki sifat anti-peradangan yang berfungsi untuk menurunkan peradangan di dalam tubuh. Manfaatnya bisa digunakan untuk mengurangi gejala penyakit yang bersifat radang seperti rematik, gangguan pencernaan, atau kondisi peradangan pada usus.

4. Sistem Kekebalan Tubuh

Beberapa zat yang terkandung dalam lidah buaya mampu memperkuat sistem imun. Hal ini berkontribusi pada peningkatan kemampuan tubuh dalam melawan infeksi dan penyakit.

5. Kesehatan Pencernaan

Tanaman lidah buaya berperan dalam menjaga kesehatan sistem pencernaan dengan meningkatkan penyerapan zat gizi, mengurangi peradangan di saluran pencernaan, serta memperkuat kelancaran gerakan usus.

6. Kesehatan Jantung

Berdasarkan beberapa penelitian, lidah buaya mungkin berperan dalam menurunkan kadar kolesterol dan trigliserida di dalam darah, serta membantu menjaga tekanan darah tetap stabil. Hal ini dapat mendukung kesehatan jantung secara keseluruhan.

Gary Swanson, Wakil Presiden Senior Pengawasan dan Kontrol Kualitas Global Herbalife, mengatakan, mengingat popularitasnya, kualitas dan keamanan produk yang mengandung lidah buaya menjadi sangat penting. Perbedaan dalam cara menanam, memanen, dan memproses dapat memengaruhi komposisi kimia bahan lidah buaya, sehingga diperlukan protokol pengujian yang kuat dan berbasis ilmu pengetahuan untuk memastikan kualitas produk yang tetap konsisten.

Ia menjelaskan salah satu aspek penting dalam jaminan kualitas lidah buaya adalah kemampuan untuk menentukan kadar antarquinon yang terbentuk secara alami, seperti aloin A, aloin B, dan aloe-emodin, yang terkandung dalam bagian lateks tanaman lidah buaya. Senyawa-senyawa ini perlu diawasi karena menghadapi batasan regulasi akibat dampak biologisnya yang telah diketahui. Pengukuran yang akurat menjadi kunci untuk memastikan bahwa produk akhir memenuhi standar keamanan dan persyaratan label.

Menurutnya, Herbalife telah lama menerapkan metode analitis khusus berbasis Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (High-Performance Liquid Chromatography/HPLC) untuk menentukan kadar antraquinon dalam bahan baku lidah buaya dan produk akhir. Metode ini awalnya diverifikasi dalam lingkungan laboratorium tunggal, namun baru-baru ini diuji dalam penelitian multi-laboratorium global yang melibatkan delapan laboratorium terpisah. Penelitian ini membuktikan bahwa metode tersebut dapat direproduksi, akurat, dan stabil dalam berbagai kondisi serta jenis produk.

Setelah pengujian ini, metode tersebut secara resmi diperiksa oleh ilmuwan yang ditunjuk oleh AOAC INTERNATIONAL dan disertifikasi sebagai Metode Resmi 2016.09. Penetapan ini menunjukkan bahwa metode tersebut memenuhi standar internasional terkait keandalan ilmiah dan memberikan tambahan tingkat kepercayaan bagi penggunaannya dalam program pengujian kualitas di berbagai sektor industri.

“Selain memakai HPLC dalam analisis aloin, kami juga mengandalkan spektrometri resonansi magnetik nuklir proton (NMR) untuk memastikan identitas molekuler dan tingkat kebersihan bahan lidah buaya—memungkinkan pemeriksaan yang lebih mendalam di luar sertifikat pemasok biasa,” kata Gary.

Ia menjelaskan, kualitas lidah buaya tidak dimulai dari laboratorium; melainkan dari lahan pertanian. Rantai pasok yang baik untuk bahan herbal sangat bergantung pada kondisi lingkungan tempat tanaman tersebut tumbuh dan dipanen. Di Herbalife, program kualitas lidah buaya mencakup seluruh proses mulai dari lahan hingga produk akhir, menggambarkan pendekatan sistemik terhadap kualitas yang dikenal sebagai konsep “Seed to Feed”.

Dengan semakin meningkatnya peran lidah buaya dalam produk kesehatan dan kebugaran, semakin penting pula mendukung penggunaannya dengan sistem kualitas yang didasarkan pada ilmu pengetahuan. Mengembangkan dan menguji metode yang dapat diterapkan secara luas memperkuat seluruh rantai pasok mulai dari petani dan produsen hingga distributor dan konsumen.

“Pengalaman kami menunjukkan bahwa melakukan investasi dalam praktik kualitas yang ketat dan terbuka dapat memberikan hasil yang signifikan – bukan hanya dalam menjaga konsistensi produk, tetapi juga dalam meningkatkan persepsi bersama tentang makna kualitas dalam industri herbal,” tambah Gary Swanson.

5 Resep Masakan Tongkol untuk Makan Siang

5 Resep Masakan Tongkol untuk Makan Siang

Jika bosan dengan olahan ayam atau daging sapi, maka resep olahan tongkol bisa jadi alternatif. Ikan tongkol merupakan sumber protein laut yang tinggi omega 3 dan asam lemak. Kandungan tersebut bermanfaat bagi kesehatan jantung dan perkembangan otak manusia, khususnya anak-anak.

Kalau lagi butuh inspirasi menu makan yang variatif, resep aneka tongkol berikut ini punya rasa yang lezat dan menggiurkan. Yuk, simak resep dan cara pembuatannya!

1. Tongkol pedas gurih

Bahan-bahan:

  1. ‌500 gr ikan tongkol matang

  2. ‌1 sdt garam dan sedikit air

Bumbu sambal:

  1. ‌7 buah cabai rawit

  2. ‌5 buah cabai merah

  3. ‌1 buah tomat merah

  4. ‌4 siung bawang putih

  5. ‌6 siung bawang merah

  6. ‌1 sdm gula pasir

  7. ‌1 sdt garam

  8. ‌Sedikit kaldu bubuk (opsional)

  9. ‌1 ruas lengkuas, memarkan

  10. ‌2 lembar daun salam

Cara membuat:

  1. ‌Rendam tongkol dalam air garam.

  2. ‌Kemudian, goreng sebentar sampai kecokelatan di bagian kulit luarnya. Angkat dan tiriskan.

  3. ‌Haluskan bumbu sambal kecuali lengkuas dan daun salam dengan chopper.

  4. ‌Siapkan wajan, lalu panaskan minyak dengan api sedang.

  5. ‌Jika api sudah panas, tumis bumbu hingga harum.

  6. ‌Masukkan lengkuas dan daun salam, lalu masak hingga harum dan matang.

  7. ‌Tuang tongkol dan aduk rata dengan sambal.

  8. ‌Angkat tongkol pedas gurih dan sajikan bersama nasi hangat.

2. Tongkol suwir pedas kemangi

Bahan bahan:

  1. ‌500 gram ikan tongkol cuek

  2. ‌1 buah jeruk nipis

  3. ‌1 batang serai

  4. ‌2 ruas lengkuas

  5. ‌2 ruas jahe

  6. ‌2 lembar daun salam

  7. ‌3 buah cabai hijau besar

  8. ‌1 ikat kemangi, ambil daunnya

  9. ‌1 sdm saus tiram

  10. ‌gula pasir secukupnya

  11. ‌garam secukupnya

  12. ‌Kaldu ayam bubuk secukupnya

  13. ‌Air secukupnya

Bahan bumbu halus:

  1. ‌4 siung bawang putih

  2. ‌5 siung bawang merah

  3. ‌4 buah cabai hijau besar

  4. ‌10 buah cabai rawit

  5. ‌1/2 sdt terasi

Cara membuat:

  1. ‌Bersihkan daging ikan tongkol terlebih dahulu. Buang tulangnya dan sisihkan ke dalam wadah.

  2. ‌Selanjutnya, siapkan campuran air perasan jeruk dan garam.

  3. ‌Lumuri daging tongkol dengan campuran tadi.

  4. ‌Berikutnya, goreng ikan tongkol sampai setengah matang

  5. ‌Jika sudah, diamkan dahulu hingga dingin.

  6. ‌Suwir-suwir daging tongkol hingga habis dan sisihkan ke dalam wadah.

  7. ‌Untuk membuat bumbu, siapkan food processor. Kemudian, masukkan bawang putih, bawang merah, cabai hijau besar, cabai rawit, dan terasi

  8. ‌Haluskan semua bumbu tadi sampai halus

  9. ‌Jika sudah, sisihkan ke dalam wadah.

  10. ‌Siapkan wajan, kemudian panaskan sedikit minyak di atasnya. Masukkan bumbu halus dan tumis bersama jahe, lengkuas, serai, dan daun salam.

  11. ‌Aduk sampai merata, kemudian tambahkan saus tiram dan air secukupnya. Masak kembali hingga rata dan berbau harum dan matang.

  12. ‌Jika bumbu sudah matang, segera masukkan suwiran daging tongkol.

  13. ‌Aduk suwiran daging tongkol sampai tercampur dengan bumbunya.

  14. ‌Untuk menambah tekstur, tambahkan irisan cabai hijau besar. Beri juga garam, kaldu bubuk dan gula agar rasanya gurih.

  15. ‌Setelah itu, aduk semua bahan tadi sampai bumbu tumisan menyusut dan meresap.

  16. ‌Masukkan daun kemangi, lalu aduk sampai merata dan terlihat layu.

  17. ‌Segera angkat tongkol suwir pedas dan sajikan dengan taburan bawang goreng secukupnya.

3. Tongkol kecap kuah pedas

Bahan-bahan:

  1. ‌500 gram ikan tongkol cuek

  2. ‌2 lembar daun salam

  3. ‌2 lembar daun jeruk

Bahan bumbu:

  1. ‌1 iris lengkuas

  2. ‌1 buah tomat, potong kecil-kecil

  3. ‌6 siung bawang merah, iris tipis

  4. ‌5 siung bawang putih, iris tipis

  5. ‌5 cabai keriting merah, iris tipis

  6. ‌3 cabai hijau besar, iris tipis

  7. ‌5 cabai rawit merah, iris tipis

  8. ‌4 sdm kecap manis 

  9. ‌1 sdt garam

  10. ‌1 sdt gula

  11. ‌1 sdt kaldu jamur

  12. ‌1/2 sdt merica

  13. ‌Air secukupnya

Cara membuat:

  1. ‌Cuci bersih ikan tongkol, lalu baluri dengan garam dan merica. Diamkan kurang lebih 15 menit.

  2. ‌Selanjutnya, goreng tongkol sampai matang.

  3. ‌Siapkan wajan, lalu tumis aneka bumbu hingga aromanya harum.

  4. ‌Tambahkan daun salam, daun jeruk, lengkuas, dan semua cabai yang diiris tipis.

  5. ‌Masak sampai bumbu matang dan harum.

  6. ‌Berikan potongan tomat dan air secukupnya. Jangan lupa juga kecap, garam, gula, hingga kaldu jamur.

  7. ‌Masukan ikan tongkol goreng, lalu aduk sampai bumbu benar-benar meresap. Sisakan sedikit kuah untuk menambah cita rasa dan tekstur.

  8. ‌Tongkol kecap kuah pedas siap dinikmati bersama nasi panas.

4. Pepes tongkol

Bahan-bahan:

  1. ‌300 gram ikan tongkol

  2. ‌2 sdm minyak goreng

  3. ‌Daun pisang dan lidi untuk membungkus

Bahan bumbu:

  1. ‌8 buah cabai merah keriting

  2. ‌5 buah cabai rawit

  3. ‌1 buah tomat

  4. ‌1/2 sdt terasi

  5. ‌5 butir kemiri

  6. ‌1/2 sdt garam

  7. ‌Penyedap rasa secukupnya

  8. ‌Gula secukupnya

Cara membuat:

  1. ‌Siapkan daun pisang yang sudah layu. Potong-potong untuk membuat bungkus pepes.

  2. ‌Haluskan semua bahan bumbu halus. Masak dengan minyak panas sampai matang.

  3. ‌Ambil daun pisang, letakkan ikan dan lumuri dengan bumbu. Ulangi sampai semua bahan habis.

  4. ‌Rapikan bungkus pepes dengan lidi yang disematkan di kedua ujungnya.

  5. ‌Siapkan pemanggang atau wajan anti lengket.

  6. ‌Panggang pepes ikan tongkol dengan api kecil sembari dibolak-balik hingga matangnya merata.

  7. ‌Angkat dan sajikan.

5. Tongkol balado

Bahan-bahan:

  1. 1 ekor ikan tongkol besar, potong 7 bagian

  2. ‌1 sdm air perasan jeruk nipis

  3. ‌1/2 sdt garam

  4. ‌2 batang serai, memarkan

  5. ‌6 lembar daun jeruk, buang tulang daunnya

  6. ‌1 sdt kaldu ayam bubuk

  7. ‌Minyak untuk menggoreng

  8. ‌Sambal balado hijau, haluskan

Bahan bumbu halus:

  1. 100 gram cabai hijau keriting

  2. 100 gram cabai rawit hijau

  3. 5 buah tomat hijau

  4. 150 gram bawang merah

  5. 4 siung bawang putih

Cara membuat:

  1. ‌Lumuri ikan dengan air jeruk nipis dan garam terlebih dahulu. Diamkan selama 15 menit agar bau amisnya berkurang.

  2. ‌Panaskan minyak, goreng ikan di kedua sisinya hingga matang.

  3. ‌ Hindari menggorengnya terlalu lama supaya tongkol tidak kering dan keras. Angkat, suwir-suwir, sisihkan.

  4. ‌Panaskan minyak sisa menggoreng tongkol tadi. Lalu, masukkan sambal balado hijau, serai, dan daun jeruk hingga harum. Berikan kaldu ayam bubuk dan garam, aduk sampai merata

  5. ‌Masak bumbu sampai matang dan harum

  6. ‌Berikutnya, masukkan tongkol goreng tadi, lalu aduk hingga meresap. Angkat dan sajikan.

Itulah lima aneka olahan ikan tongkol yang bakal bikin semua anggota keluarga pengin makan di rumah. Nah, kira-kira mana resep yang akan kamu coba terlebih dahulu Bela?

5 Resep Olahan Ayam yang Lagi Hits, Nggak Bikin Bosan 7 Resep Olahan Tahu Putih yang Simple tapi Enak

Copyright © 2026 10drama.com