Lintaskriminal.co.id -–Ambisi untuk meningkatkan aktivitas di dua bandara di Jawa Barat semakin ketat, yaitu Bandara Husein Sastranegara Bandung dan Bandara Kertajati Majalengka. Kedua bandara ini memiliki fungsi masing-masing sesuai kebutuhan dalam kondisi saat ini di Bandara Husein Sastranegara dan Bandara Kertajati.
Bandara Husein Sastranegara adalah bandara yang memiliki sejarah panjang dan pernah menjadi pusat penerbangan internasional, khususnya jalur ke Malaysia dan Singapura. Sementara itu, Bandara Kertajati menghadapi tantangan meskipun diangkat sebagai bandara internasional baru Jawa Barat.
Dua pemerintah daerah memiliki kepentingan masing-masing terhadap bandara yang menjadi andalan mereka. Bandara Husein Sastranegara sedang berupaya keras untuk membuka kembali penerbangan pesawat jet, baik internasional maupun domestik, sementara Pemprov Jabar bersikeras agar Bandara Kertajati tetap menjadi bandara utama.
Wali Kota Bandung, M Farhan, pada awal Oktober 2025, menyampaikan di hadapan Komisi V DPR, bahwa pihaknya sangat serius dalam memastikan kembali dibukanya rute penerbangan internasional di Bandara Husein Sastranegara. Hal ini dilakukan karena Kota Bandung masih memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata regional ASEAN, serta peluang untuk menggerakkan kembali perekonomian.
“Telah ada permintaan dari kamar dagang Malaysia, agar dilakukan pembukaan kembali rute internasional di Bandara Husein Sastranegara,” katanya.
Kini, aktivitas penerbangan di Bandara Husein hanya terbatas pada penerbangan regional jarak dekat yang dioperasikan oleh Susi Air, dengan rute dari Halim Perdanakusuma Jakarta, Pangandaran, dan Yogyakarta. Pesawat yang digunakan merupakan jenis pesawat baling-baling.
Di Bandara Kertajati Majalengka, rute penerbangan internasional yang masih beroperasi adalah rute Majalengka-Singapura pulang pergi. Penerbangan ini dijalankan oleh maskapai penerbangan dengan tarif terjangkau, yaitu Scoot (subsidiary Singapore Airlines).
Pada hari Senin, 6 Oktober 2025, Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Azhar Simanjuntak melakukan kunjungan ke Bandara Kertajati Majalengka terkait dengan penerbangan haji dan umrah yang berangkat dari lokasi tersebut. Ekosistem Haji dan Umrah di Bandara Kertajati menjadi fokus utama untuk dikembangkan oleh Kementerian Haji dan Umrah. ***




