Lintaskriminal.co.id –– Suzuki All New Ertiga Hybrid bukan mobil yang menggunakan mesin diesel, melainkan mengandalkan mesin bensin dengan teknologi mild hybrid. Mengisi bahan bakar dengan Bio Solar (bahan bakar diesel) sangat berisiko: mulai dari kerusakan mesin, penurunan kinerja, hingga biaya perbaikan yang meningkat. Artikel ini akan membahas secara lengkap mengapa hal itu berbahaya, apa saja dampaknya, serta bagaimana memilih bahan bakar yang tepat agar Ertiga Hybrid tetap tahan lama dan hemat.
Mengenal Suzuki Ertiga Hybrid Terbaru
Suzuki All New Ertiga Hybrid merupakan salah satu mobil keluarga yang diminati di Indonesia. Kendaraan ini membawa konsepteknologi kendaraan hybrid pintar Suzuki (SHVS)yang menggabungkan mesin bensin dengan sistem hybrid ringan berupaIntegrated Starter Generator (ISG) dan lithium-ion battery.
-
Mesin utama tetap menggunakan bahan bakar berupa bensin.
-
Sistem hibrida berperan meningkatkan efisiensi, mengurangi penggunaan bahan bakar, serta meningkatkan torsi saat percepatan.
-
Fitur keamanan terkini seperti ESP, Hill Hold Control, dan ISOFIX menjadikannya cocok sebagai kendaraan keluarga.
Dengan konsep ini, jelas bahwaErtiga Hybrid tidak dibuat untuk menggunakan bahan bakar dieselNamun, masih terdapat sebagian pengguna yang memahami secara keliru, mengira semua kendaraan “hybrid” dapat menggunakan Bio Solar.
Apa Itu Bio Solar?
Bio Solar adalah bahan bakar minyak diesel yang memilikiAngka Cetane (CN) sekitar 48–51. CN merupakan angka yang menggambarkan kualitas pembakaran bahan bakar.
-
Kadar CN rendah mengindikasikan pembakaran yang tidak sempurna.
-
Bio Solar memiliki kadar sulfur yang lebih tinggi dibandingkan bahan bakar diesel premium seperti Dexlite atau Pertamina Dex.
Bio Solar memang dikhususkan untuk mesin diesel biasa, bukan mesin bensin.
Risiko Memasukkan Bahan Bakar Solar pada Suzuki All New Ertiga Hybrid
Mengisi bahan bakar solar pada Ertiga Hybrid yang menggunakan bensin dapat menyebabkan berbagai masalah serius:
1. Kerusakan Mesin Total
-
Mesin bahan bakar bekerja berdasarkan sistemspark ignition (pengapian busi).
-
Diesel bekerja dengan compression ignition (pembakaran karena tekanan).
-
Jika bahan bakar bensin digantikan dengan solar, mesin tidak akan dapat beroperasi secara optimal. Akibatnya,mesin mengalami gangguan, injektor rusak, serta ruang bakar tidak bersih.
2. Performa Turun Drastis
-
Bahan bakar biodiesel tidak cocok dengan karakteristik mesin bensin.
-
Mobil bisa mengalami kendala pengapian, suara ketukan, hingga mesin tiba-tiba mati.
-
Percepatan dan daya tahan berkurang, menyebabkan pengalaman berkendara yang berisiko.
3. Kerusakan Sistem Hybrid
-
ISG serta baterai lithium-ion berjalan dengan baik bersama mesin bensin.
-
Jika mesin mengalami gangguan karena bahan bakar yang tidak tepat, sistem hybrid juga tidak dapat beroperasi.
-
Biaya penggantian baterai dan ISG dapat mencapai puluhan juta rupiah.
4. Biaya Perbaikan Membengkak
-
Menguras injektor, ruang bakar, dan sistem bahan bakar setelah terjadi kesalahan pengisian bisa menghabiskan biaya yang besar.
-
Jika kerusakan parah, mesin harus turun (overhaul).
-
Kemungkinan biaya yang dikeluarkan bisa lebih tinggi dibandingkan harga mobil bekas tersebut.
Perbandingan Bahan Bakar
| Jenis Bahan Bakar | Cocok untuk | CN/Oktan | Risiko pada Ertiga Hybrid |
|---|---|---|---|
| Pertalite | Mesin bensin | RON 90 | Aman, tapi kurang efisien |
| Pertamax | Mesin bensin | RON 92 | Aman, performa lebih baik |
| Pertamax Turbo | Mesin bensin | RON 98 | Sangat optimal, efisiensi tinggi |
| Bio Solar | Mesin diesel | CN 48–51 | Tidak sesuai, bisa menyebabkan kerusakan total |
| Dexlite/Dex | Mesin diesel | CN ≥53 | Aman digunakan untuk diesel, tidak cocok untuk bensin |
Kasus Studi: Ertiga Diesel Lawan Ertiga Hybrid
Suzuki pernah merilis Ertiga Dieseldengan mesin berkapasitas 1.248 cc yang menggunakan teknologi common rail.
-
Ertiga Diesel memang mampu menggunakan bahan bakar solar, namun sebaiknya digunakan secara direkomendasikanDexlite atau Pertamina Dexsupaya injektor tidak cepat berkerak.
-
Sedangkan Ertiga Hybrid berbasis bensin, sehingga sama sekali tidak diperbolehkan mengisi bahan bakar solar.
Kesalahan dalam memahami perbedaan ini dapat menyebabkan konsekuensi yang sangat berbahaya.
Tips Agar Tidak Salah Mengisi
-
Kenali jenis mesin kendaraan Anda.
-
Ertiga Hybrid = bahan bakar minyak + sistem hybrid ringan.
-
Ertiga bahan bakar solar (sudah tidak lagi diproduksi).
-
-
Perhatikan warna dan tanda di pom bensin.
-
Hijau = bensin.
-
Kuning/biru = solar.
-
-
Gunakan bahan bakar yang disarankan oleh pabrikan.
-
Harga Pertalite paling rendah, lebih baik memilih Pertamax atau Pertamax Turbo.
-
-
Pendidikan keluarga atau pengemudi pribadi.
-
Banyak kejadian pengisian yang salah terjadi karena orang lain mengisi tanpa mengetahui informasi lengkap mengenai mobil tersebut.
-
Suzuki All New Ertiga Hybrid tidak dianjurkan untuk menggunakan Bio Solar.
-
Mesin yang menggunakan bahan bakar bensin, bukan diesel.
-
Bio Solar dapat merusak mesin, sistem hybrid mengalami kegagalan, kinerja menurun, serta biaya perbaikan meningkat.
-
Pilihan aman adalah Pertamax atau Pertamax Turbountuk mempertahankan kinerja dan efisiensi.
Mengisi bahan bakar yang tidak sesuai bukan hanya kesalahan kecil, tetapi bisa berujung pada kerugian finansial. Oleh karena itu,jangan asal isi!Pastikan bahan bakar yang digunakan sesuai dengan anjuran agar Ertiga Hybrid tetap tahan lama, hemat, dan nyaman saat digunakan bersama anggota keluarga.




