Lintaskriminal.co.id –– Apakah pernah Anda duduk sendirian, lalu tiba-tiba mendengar bunyi berdengung di telinga tanpa alasan yang jelas? Secara sekilas terdengar biasa, tetapi jika terjadi berkali-kali, pasti sangat mengganggu.
Dikutip dari halaman YouTube Ini Kata Dokter, kondisi ini disebut tinnitus, yaitu suara berdengung atau mendengung yang terdengar tanpa adanya sumber suara dari luar tubuh.
Secara umum, kita mendengar suara ketika gelombang suara dari luar masuk ke telinga dan menyebabkan gendang telinga bergetar.
Gelombang ini selanjutnya diubah menjadi sinyal oleh sel-sel rambut di bagian koklea dan dikirim ke otak untuk dipahami sebagai bunyi. Namun, pada penderita tinnitus, sumber suara justru berasal dari dalam telinga sendiri, bukan dari luar.
Tinnitus dapat muncul dalam berbagai bentuk, seperti bunyi dengung, suara berisik, atau bahkan suara mesin yang terus-menerus terdengar.
Keadaan ini tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga dapat memengaruhi fokus dan kualitas tidur.
Kemudian, apa saja faktor yang menyebabkan tinnitus dan bagaimana cara mengatasi kondisi tersebut?
1. Kerusakan pada Saraf Pendengaran
Salah satu penyebab paling umum dari tinitus adalah kerusakan pada saraf pendengaran. Keadaan ini bisa terjadi karena paparan suara keras dalam jangka waktu yang lama, misalnya saat mendengarkan musik dengan volume tinggi atau bekerja di lingkungan yang bising. Kerusakan tersebut menyulitkan otak untuk menerima sinyal suara secara tepat, sehingga menghasilkan suara “bayangan” seperti dengung.
Seperti radio yang kehilangan sinyal, otak berusaha mendengar suara namun justru menghasilkan suara bising atau dengungan yang tidak nyata. Oleh karena itu, menjaga tingkat suara dan memakai pelindung telinga saat berada di lingkungan yang bising sangat dianjurkan.
2. Dampak Samping Obat dan Faktor Usia
Beberapa jenis obat dapat memicu gangguan pendengaran serta menyebabkan tinnitus, seperti antibiotik tertentu, obat anti radang, atau obat kemoterapi. Selain itu, proses penuaan juga bisa mengakibatkan melemahnya sel-sel saraf pendengaran. Akibatnya, sinyal suara menjadi tidak konsisten dan menimbulkan rasa berdenging di telinga.
Jika Anda sering mengalami kondisi ini setelah mengonsumsi obat tertentu, sebaiknya hubungi dokter untuk mendapatkan pilihan pengobatan yang lebih aman bagi pendengaran Anda.
3. Penumpukan Kotoran Telinga
Kotoran telinga yang menumpuk dapat menghambat saluran pendengaran dan mengganggu perjalanan suara menuju gendang telinga. Keadaan ini bisa menyebabkan tinnitus akibat tekanan berlebih di dalam telinga. Membersihkan telinga secara teratur dengan metode yang tepat dapat mencegah hal tersebut.
Namun, hindari memasukkan kapas telinga terlalu dalam, karena justru dapat mendorong kotoran lebih dalam ke dalam telinga dan memperburuk masalah.
4. Infeksi atau Telinga Berlubang
Tinnitus dapat terjadi akibat infeksi pada telinga tengah atau gendang telinga yang mengalami robekan. Keadaan ini menyebabkan proses pengiriman suara menjadi tidak normal. Jika tidak segera ditangani, infeksi bisa memicu peradangan dan memperparah masalah pendengaran.
Penggunaan antibiotik atau tindakan medis tertentu bisa membantu mengatasi penyebab utamanya serta mengurangi gejala tinnitus.
5. Tumor atau Gangguan pada Saraf Pendengaran
Dalam situasi yang lebih parah, tinnitus dapat terjadi akibat adanya tumor kecil pada saraf pendengaran yang dikenal sebagai neuroma akustik.
Tumor ini mampu menekan saraf dan mengganggu sinyal suara yang dikirim ke otak. Kondisi ini umumnya memerlukan pemeriksaan menyeluruh, seperti MRI atau CT scan, agar dapat ditangani dengan tepat oleh dokter spesialis.
6. Pengobatan dan Penanganan Tinnitus
Jika tinnitus disebabkan oleh faktor yang tidak terlalu serius seperti sumbatan pada telinga atau infeksi, gejalanya dapat berkurang setelah penyebab utamanya ditangani. Namun, jika penyebabnya adalah kerusakan saraf atau efek samping dari penggunaan obat, maka pemulihan sepenuhnya mungkin sulit dicapai.
Salah satu pendekatan yang umum diterapkan adalah terapi suara (sound therapy). Pasien akan mendengarkan suara yang halus sepertiwhite noiseuntuk mengurangi gangguan yang dirasakan, sehingga otak lebih mudah beradaptasi dan tidak terlalu memperhatikan suara tersebut.
Meskipun tinnitus biasanya tidak membahayakan, kondisi ini dapat mengganggu kegiatan sehari-hari dan memicu rasa stres. Oleh karena itu, penting untuk tidak mengabaikan gejala denging yang terus-menerus.
Jika Anda sering mengalami telinga berdengung, segera kunjungi dokter spesialis THT untuk mengetahui penyebabnya secara pasti. Dengan pengobatan yang tepat dan pola hidup yang baik, gangguan pendengaran ini bisa dikelola sehingga tidak mengganggu kenyamanan dan kualitas hidup Anda.