Dukung Perluasan Konektivitas Asia Tenggara, Etihad Airways Buka Penerbangan Langsung Medan-Abu Dhabi

Dukung Perluasan Konektivitas Asia Tenggara, Etihad Airways Buka Penerbangan Langsung Medan-Abu Dhabi

MEDAN, Lintaskriminal.co.id -.CO – Etihad Airways, maskapai penerbangan nasional Uni Emirat Arab, mengumumkan penerbangan pertama dari Medan, ibu kota Sumatra Utara, menuju Abu Dhabi, pusat pemerintahan Uni Emirat Arab, pada 2 Oktober 2025. Jalur penerbangan baru ini menunjukkan komitmen Etihad untuk menyediakan koneksi internasional serta memperkuat pertukaran budaya dan ekonomi antara Medan dengan wilayah Timur Tengah, Eropa, dan Afrika.

Etihad adalah satu-satunya maskapai yang menyediakan penerbangan langsung dari Medan ke kawasan Timur Tengah. Langkah strategis ini sesuai dengan visi jangka panjang Etihad, Journey 2030, yang bertujuan untuk memperluas jaringan tujuan hingga lebih dari 125 rute dan meningkatkan jumlah armada menjadi lebih dari 160 pesawat pada akhir tahun ini.

Perluasan operasional Etihad di Asia Tenggara, termasuk penerbangan baru ke Krabi, Hanoi, dan Chiang Mai, menunjukkan komitmen jangka panjang perusahaan dalam memperkuat posisinya di pasar-pasar strategis yang memiliki potensi besar di kawasan tersebut.

“Kami bangga telah memperluas jaringan kami di Asia Tenggara dan mengajak lebih banyak pengunjung dari kawasan ini untuk mengexplore rumah kami melalui rute langsung yang nyaman ke Abu Dhabi, sekaligus membuka hubungan baru dalam perdagangan dan pariwisata antara Abu Dhabi dengan wilayah tersebut,” ujar Antonoaldo Neves, Chief Executive Officer Etihad Airways dalam pernyataannya, Selasa (7/10/2025).

“Kami juga mendukung dan memberikan semangat bagi perjalanan ke Sumatera, sebuah tempat luar biasa yang menawarkan keajaiban alam dan karya manusia yang layak untuk dieksplorasi,” katanya.

Abu Dhabi menyediakan berbagai pesona budaya yang luar biasa, bangunan megah, taman rekreasi berkualitas internasional, serta pantai dan pemandangan gurun yang menarik untuk dikunjungi dan dinikmati. Tempat ini menjadi favorit bagi keluarga, pasangan, maupun wisatawan yang bepergian sendirian (solo traveler) yang memilih Abu Dhabi dan Uni Emirat Arab sebagai tujuan utama yang menawan, baik untuk kunjungan singkat maupun liburan yang lebih lama.

“Penumpang yang melakukan transit melalui Abu Dhabi bisa memanfaatkan Program Stopover Etihad yang menawarkan penginapan hotel gratis selama beberapa hari agar dapat menikmati keindahan dan pesona Uni Emirat Arab,” kata Antonoaldo.

Menurutnya, rute baru ini dijalankan menggunakan pesawat Airbus A321LR terbaru dari Etihad yang dilengkapi dengan kabin premium khas Etihad serta layanan istimewa pada rute tersebut. A321LR memiliki tiga jenis kabin, termasuk First Suites yang merupakan bagian pertama dari pesawat narrowbody Etihad: ruang pribadi dengan pintu geser, tempat tidur datar lengkap, serta sentuhan desain khusus yang biasanya hanya tersedia pada penerbangan jarak jauh dengan pesawat berbadan lebar.

“Para tamu bisa memesan layanan First Deluxe yang ditingkatkan dari Etihad, yang menyediakan Concierge pribadi, Etihad Global Chauffeur, Meet and Assist, serta berbagai manfaat eksklusif lainnya untuk penumpang First Class,” katanya.

Etihad terus memperluas cakupannya di Asia Tenggara dengan menambahkan Sumatera (Medan) dan Phnom Penh ke dalam jaringan global Etihad yang berkembang pesat. Etihad juga akan segera menghadirkan penerbangan ke Krabi, Hanoi, Chiang Mai, dan Hong Kong, guna memperkuat posisinya di kawasan Asia. “Etihad terus berkembang pesat dengan menambahkan 30 rute baru di empat benua, termasuk pengumuman rute Damaskus, Palma de Mallorca, dan Zanzibar yang akan dibuka musim panas mendatang,” ujarnya.

Antonoaldo juga menekankan, ekspansi ini merupakan bagian dari upaya terus-menerus Etihad untuk menghubungkan Abu Dhabi dengan pasar-pasar yang berpotensi di Asia, sekaligus meningkatkan pertumbuhan pariwisata dan perekonomian wilayah. “Tindakan ini menjadi awal baru dalam perjalanan Etihad menuju tujuan 38 juta penumpang setiap tahun pada 2030,” tutupnya.

Berikut jadwal penerbangan Etihad, yang berangkat dari Bandara Abu Dhabi menggunakan pesawat A321LR dengan nomor penerbangan EY480 pada pukul 20.45 waktu setempat. Pesawat tiba di Bandara Kualanamu (Medan) sekitar pukul 06.45 WIB. Jadwal ini berlaku pada hari Selasa, Kamis, dan Sabtu.

Sementara penerbangan dari Bandara Kualanamu (Medan) dengan pesawat A321LR dengan nomor penerbangan EY481 berangkat pada pukul 08.55 WIB. Tiba di Bandara Abu Dhabi sekitar pukul 12.50 WIB. Jadwal ini berlaku pada hari Rabu, Jumat, dan Minggu. (rel/adz)

Pesawat Jet Paling Laku dalam Sejarah, Airbus A320 Kalahkan Boeing

Pesawat Jet Paling Laku dalam Sejarah, Airbus A320 Kalahkan Boeing

Lintaskriminal.co.id -, JAKARTA – Airbus A320mengalahkan Boeing 737 sebagai pesawat terbang yang paling banyak dikirimkan dalam sejarah.

Perusahaan Airbus mengungguli rekor pesawat komersial utama ketika keluarga pesawat A320-nya melebihi Boeing (BA.N), 737, sebagai pesawat terbanyak yang dikirimkan dalam sejarah.

Rekor Boeing yang telah bertahan puluhan tahun pun berakhir setelah sebuah pesawat dikirimkan dalam semalam kepada maskapai penerbangan Arab Saudi, Flynas.

Sehingga jumlah pengiriman mencapai 12.260 sejak pesawat A320 mulai beroperasi pada tahun 1988, berdasarkan data dari konsultan Cirium yang bermarkas di Inggris, yang digunakan secara luas di seluruh industri.

Airbus tidak langsung merespons permintaan komentar terkait data tersebut, yang diungkap oleh analis pasokan pesawat Rob Morris.

Setelah Airbus meluncurkan keluarga pesawat jetliner berlantai satu mereka dengan model A320, Airbus telah menetapkan standar sebagai pesawat kelas menengah hingga jarak pendek yang paling nyaman di dunia – salah satu dari banyak alasan mengapa Airbus juga menjadi pesawat paling laris sepanjang masa.

Dengan kabin yang fleksibel dan dapat disesuaikan untuk berbagai konfigurasi kursi, A320 umumnya mampu menampung antara 140 hingga 170 penumpang, serta memiliki kapasitas maksimal hingga 180 penumpang.

Etihad Luncurkan Rute Medan-Abu Dhabi, Tujukan Jemaah Haji dan Umrah

Etihad Luncurkan Rute Medan-Abu Dhabi, Tujukan Jemaah Haji dan Umrah

Lintaskriminal.co.id -, MEDAN – Maskapai penerbangan dari Uni Emirat Arab (UEA), Etihad Airways, secara resmi mengumumkan pengoperasian rute penerbangan baru antara Abu Dhabi dan Medan (KNO), pada Senin (6/10/2025) malam.

Sebelumnya, penerbangan perdana atau flight pembuka Etihad Airways langsung dari Abu Dhabi ke Medan Sumatra Utara dilaksanakan pada Jumat (3/10/2025) pagi dengan pesawat Airbus A321LR yang mendarat di Bandara Internasional Kualanamu (KNO) Deli Serdang.

Kepala Operasi dan Pelayanan Penumpang Etihad, Kapten Majed Al Marzouqi menyatakan, dibukanya penerbangan langsung antara Abu Dhabi dan Medan (pp) akan semakin memperkuat hubungan Etihad Arab dengan Pulau Sumatra.

“Langkah ini merupakan bagian dari strategi penerbangan 2030 Pemerintah UEA untuk mempererat hubungan Abu Dhabi dengan dunia dan sebaliknya,” ujar Captain Majed di Medan, dikutip Selasa (7/10/2025).

Medan merupakan pintu masuk ketiga Etihad ke Indonesia setelah Jakarta dan Bali.

Kapten Majed mengatakan bahwa hubungan antara Indonesia dan Uni Emirat Arab sangat baik, salah satunya terlihat dari jumlah warga Indonesia yang tinggal di UEA saat ini, yaitu sebanyak 77.000 orang.

Rute penerbangan langsung Abu Dhabi-Medan diharapkan oleh Captain Majed menjadi salah satu faktor yang memicu peningkatan wisata dan ekonomi khususnya antar daerah.

Tensi politik global yang menyebabkan ketidakpastian dalam perekonomian dunia tidak menghalangi langkah Etihad Airways untuk membuka rute penerbangan langsung antara Abu Dhabi dan Medan (PP) pada Oktober 2025.

Wakil Presiden Penjualan dan Distribusi Global Etihad, Javier Alija, menyampaikan bahwa pembicaraan mengenai penerbangan langsung rute Abu Dhabi-Medan (PP) telah dilakukan sejak tiga tahun lalu.

“Ekonomi Indonesia yang tetap menunjukkan angka pertumbuhan di atas 5%, serta kontribusi Sumatra Utara yang lebih dari 20% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia dari Pulau Sumatra menjadi alasan Etihad memperluas operasinya ke kawasan ini,” ujar Javier.

Etihad juga yakin tingkat kepadatan penumpang pesawat dari Medan-Abu Dhabi maupun sebaliknya bisa melebihi angka pada penerbangan perdana kemarin yang berada di kisaran 75%-80%.

Kepala Operasi dan Pelayanan Penumpang Etihad, Kapten Majed Al Marzouqi menyebutkan, selain berupaya memberikan layanan terbaik serta tiket perjalanan yang kompetitif untuk menarik pelanggan, rute Medan-Abu Dhabi (PP) memiliki beberapa keuntungan. Salah satunya adalah waktu tempuh yang lebih singkat khususnya bagi penumpang yang ingin melakukan perjalanan maupun bisnis ke negara-negara Eropa.

Termasuk perjalanan ke Mekah untuk melaksanakan haji atau umrah.

Captain Majed menyebut Etihadakan terus memberikan layanan penerbangan untuk calon jamaah yang ingin menjalankan ibadah di Tanah Suci.

“Umrah tidak memiliki musim khusus seperti haji. Penumpang umrah ini memberi kesempatan bagi kami dan dapat terus kami layani,” katanya.

Bandara Supadio Buka Penerbangan Internasional ke Malaysia

Bandara Supadio Buka Penerbangan Internasional ke Malaysia

KUBU RAYA, 10drama.com– Bandara Supadio di Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar) secara resmi menghadirkan penerbangan internasional ke Kuching dan Kuala Lumpur, Malaysia, dengan rute yang dilayani oleh AirAsia pada Jumat (12/9/2025).

Ini adalah rute pertama setelah status bandara tersebut kembali diperbaiki tiga bulan lalu.

Kepala Daerah Kalbar, Ria Norsan, menyebut tindakan ini sebagai kesempatan baru untuk perkembangan ekonomi.

“Kita membuka simpul strategis yang menghubungkan dua wilayah yang sama,” ujar Norsan kepada wartawan pada hari Jumat siang.

Menurut Norsan, pembukaan kembali rute internasional ini akan memperluas kesempatan di bidang pariwisata, perdagangan, hingga investasi.

Ia menyampaikan bahwa Kalbar memiliki modal yang kuat, antara lain ekowisata, kekayaan budaya Melayu dan Tionghoa, serta inovasi digital seperti layanan e-Visa.

Norsan juga menyoroti kebutuhan masyarakat yang nyata, mengingat banyak warga Kalbar yang secara rutin melakukan perawatan kesehatan di Sarawak.

“Karena penerbangan pagi dan sore, fleksibilitas sangat diperlukan,” kata Norsan.

Menteri Perhubungan Sarawak, Dato Sri Lee Kim Shin, menyampaikan bahwa penerbangan Pontianak–Kuching–Kuala Lumpur tidak hanya memberikan akses bagi para wisatawan, tetapi juga memperkuat hubungan di berbagai bidang seperti perdagangan, kesehatan, pendidikan, dan investasi.

“Ini merupakan kebanggaan bersama dan mencerminkan eratnya hubungan keluarga,” ujar Lee.

Kepala Eksekutif AirAsia Malaysia, Dato’ Kapten Fareh Mazputra, menegaskan bahwa Indonesia tetap menjadi pasar yang signifikan bagi perusahaan.

“Kami bangga kembali menghubungkan Pontianak dengan Kuching dan Kuala Lumpur. Harga yang terjangkau bersama jaringan yang luas akan mendorong perkembangan wilayah,” kata Fareh.

Bandara Supadio terakhir kali menerima penerbangan internasional sebelum wabah penyakit.

Setelah statusnya kembali diberlakukan pada Juni 2025, pemerintah daerah bekerja sama dengan operator bandara dan maskapai segera berupaya membuka kembali jalur penerbangan lintas batas.

AirAsia Luncurkan Dua Rute Baru, Hubungkan Pontianak ke Kuala Lumpur dan Kuching

AirAsia Luncurkan Dua Rute Baru, Hubungkan Pontianak ke Kuala Lumpur dan Kuching

Maskapai penerbangan AirAsia kembali memberikan kemudahan bagitraveler yang tertarik mengunjungi berbagai tempat wisata baik di Indonesia maupun Malaysia. AirAsia Malaysia secara resmi meluncurkan rute terbaru yang menghubungkan kota Pontianak dengan Kuala Lumpur dan Kuching di Malaysia.

Pada penerbangan pertama yang diadakan pada Jumat (12/9), maskapai penerbangan dengan kode AK tiba di Bandara Internasional Supadio, Pontianak.

Kehadiran rute ini memberikan kabar baik bagi para wisatawan, khususnya yang ingin menjelajahi tempat-tempat wisata budaya dan alam di Sarawak maupun Malaysia dengan cara yang lebih efisien.

Jika sebelumnya perjalanan darat dari Kuching ke Pontianak membutuhkan waktu 4-5 jam, kini para wisatawan dapat mengurangi durasi perjalanan menjadi kurang dari satu jam.

“Rute Kuching–Pontianak kembali berjalan setelah lima tahun. Ini bukan hanya pencapaian penting bagi sektor penerbangan, tetapi juga memperkuat hubungan historis, budaya, dan kekeluargaan antara masyarakat kedua daerah tersebut,” kata Menteri Transportasi Sarawak, YB Dato’ Sri Lee Kim Shin, seperti dilaporkan dalam pernyataan resminya pada Jumat (12/9).

Pemerintah Sarawak percaya bahwa koneksi baru ini akan membantu mencapai target kunjungan wisatawan sebesar 5 juta orang pada 2025, dengan pendapatan pariwisata lebih dari 1 miliar ringgit setiap bulan.

“Rute ini memberi keuntungan bagi pariwisata, bisnis, pendidikan, hingga kesehatan. Kami berharap menjadikan Sarawak sebagai pintu masuk menuju Borneo dan tujuan utama menjelang Tahun Kunjungi Malaysia 2026,” ujar CEO Sarawak Tourism Board, Sharzede Salleh Askor.

AirAsia mencatat tingkat kepadatan rata-rata sebesar 80,7% di enam jalur penerbangan Kuala Lumpur-Pontianak dan Kuching-Pontianak dalam penerbangan pertamanya. Angka ini menunjukkan minat yang besar dari masyarakat terhadap akses perjalanan baru ini.

“Indonesia tetap menjadi pasar yang sangat berarti bagi kami. Keberadaan rute Pontianak–Kuala Lumpur dan Kuching akan memperkuat hubungan antar negara tetangga serta mendorong perkembangan wilayah,” kata CEO AirAsia Malaysia, Dato’ Kapten Fareh Mazputra.

Jadwal Penerbangan AirAsia

Jadwal Penerbangan dari Kuala Lumpur (KUL) ke Pontianak (PNK)

  • KUL-PNK

Nomor penerbangan AK 492

Berangkat: pukul 11.15 menurut waktu setempat

Tiba: pukul 12.05 WIB

Pontianak

  • PNK-KUL

Nomor penerbangan: AK 492

Berangkat: pukul 12:30 WIB

Tiba: pukul 15.10 menurut waktu setempat

*Jadwal penerbangan: Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu.

Jadwal penerbangan dari Kuching (KCH) menuju Pontianak (PNK)

  • KCH-PNK

Nomor penerbangan: AK 1781

Berangkat: pukul 09.05 waktu setempat

Tiba: pukul 08:55 WIB

AK 1783

Berangkat: pukul 19.20 menurut waktu setempat

Tiba: pukul 19.05 WIB

  • PNK-KCH

AK 1782

Berangkat: pukul 09.20 WIB

Sampai: pukul 11.05 waktu setempat

AK 1784

Berangkat: pukul 19:30 WIB

Sampai: pukul 21.15 waktu setempat

*Jadwal penerbangan dua kali sehari.

Dengan dibukanya jalur penerbangan baru, AirAsia kini menyediakan penerbangan dari Malaysia ke 18 tujuan di Indonesia, seperti Jakarta, Bali, Yogyakarta, Medan, Labuan Bajo, Lombok, serta Banjarmasin yang akan mulai beroperasi pada Oktober 2025.

Siapa Pemilik Nam Air? Ini Identitas Anak Perusahaan Maskapai yang Masih Beroperasi

Siapa Pemilik Nam Air? Ini Identitas Anak Perusahaan Maskapai yang Masih Beroperasi

BERITA DIY –Industri penerbangan di Indonesia tidak hanya diisi oleh perusahaan penerbangan besar seperti Garuda Indonesia atau Lion Air, tetapi juga oleh maskapai lain yang memiliki kontribusi signifikan dalam melayani jalur penerbangan dalam negeri.

Salah satu contohnya adalah NAM Air, sebuah maskapai penerbangan dengan harga terjangkau yang telah beroperasi sejak tahun 2013. Banyak orang masih penasaran: Pesawat apa yang digunakan oleh NAM Air? Dimiliki oleh siapa? Apakah maskapai ini masih beroperasi hingga saat ini?

Siapa Pemilik NAM Air?

NAM Air berdiri sebagai anak perusahaan dari Sriwijaya Air Group, salah satu maskapai besar yang telah lama beroperasi di Indonesia. Pembentukan NAM Air pertama kali diumumkan pada 26 September 2013.

Dilansir dari situs resmi flynamair.com, pada awalnya, NAM Air direncanakan sebagai maskapai penuh layanan yang mampu bersaing langsung dengan Garuda Indonesia maupun Batik Air. Namun, seiring berjalannya waktu, strateginya berubah. NAM Air akhirnya ditempatkan sebagai maskapai penerbangan pendukung (feeder) bagi perusahaan induknya, Sriwijaya Air.

Artinya, Sriwijaya Air menitikberatkan pelayanan pada rute-rute utama, sedangkan NAM Air bertanggung jawab mengangkut penumpang ke rute tambahan atau bandara-bandara kecil. Strategi ini mirip dengan konsep Lion Air yang memiliki Wings Air sebagai penghubung, atau Garuda Indonesia yang pernah bekerja sama dengan Merpati pada masa 80–90-an.

Asal-usul Nama “NAM”

Banyak orang penasaran mengapa maskapai ini dinamakan NAM Air. Ternyata, nama ini bukan hanya singkatan, tetapi juga bentuk penghargaan pribadi. CEO Sriwijaya Air, Chandra Lie, mengungkapkan bahwa nama NAM diambil dari nama ayahnya, Lo Kui Nam.

Selain itu, “NAM” juga telah lebih dahulu digunakan oleh berbagai unit bisnis dalam grup Sriwijaya Air, antara lain:

  • Manajemen Penerbangan Nasional (Sekolah Penerbangan)
  • Pusat Pelatihan Awak Kabin Nasional
  • Perawatan Pesawat Nasional
  • Nusantara Aksara Mandiri (Majalah di Pesawat Terbang)

Menggunakan nama NAM Air diharapkan menjadi bentuk penghormatan sekaligus simbol dari keberanian, kejujuran, dan komitmen untuk terus terbang di langit Indonesia.

Armada Pesawat NAM Air

Meskipun tidak sebesar perusahaan induknya, NAM Air memiliki pesawat yang cukup memadai. Armada utamanya terdiri dari Boeing 737-500 Winglet dengan kapasitas 120 kursi, termasuk 8 kursi kelas bisnis dan 112 kursi kelas ekonomi.

Ukuran pesawat ini memang lebih kecil dibandingkan dengan seri Boeing 737 lainnya, namun justru hal ini menjadi keunggulannya. Pesawat jenis ini lebih fleksibel dan mampu beroperasi dengan baik di bandara-bandara kecil di Indonesia yang memiliki keterbatasan panjang landasan pacu.

Perjalanan dan Penerbangan Perdana

Setelah diperkenalkan kepada masyarakat pada 26 September 2013, NAM Air sempat mengalami penundaan penerbangan pertamanya karena belum memperoleh Sertifikat Operator Pesawat Udara (AOC) dari Kementerian Perhubungan. Sertifikat tersebut akhirnya dikeluarkan pada 29 November 2013.

Sejak saat itu, NAM Air secara resmi melakukan penerbangan perdana pada 11 Desember 2013 dengan rute Jakarta – Pangkalpinang. Selanjutnya, penerbangan komersial rutin pertama diadakan pada 19 Desember 2013 dengan rute Jakarta – Pontianak dan Pontianak – Yogyakarta.

Sejak saat itu, NAM Air semakin giat menambahkan rute penerbangan baru di berbagai daerah di Indonesia.

Rute Penerbangan NAM Air

NAM Air menitikberatkan pada penerbangan dalam negeri, khususnya menghubungkan kota-kota besar dengan kota-kota sedang maupun daerah yang memiliki akses udara yang terbatas. Beberapa rute yang populer pernah dioperasikan antara lain:

  • Jakarta – Sorong
  • Jakarta – Kupang
  • Surabaya – Pangkalan Bun
  • Surabaya – Palu
  • Surabaya – Biak
  • Denpasar – Waingapu
  • Denpasar – Maumere
  • Palu – Luwuk
  • Pangkalan Bun – Semarang

Selain itu, NAM Air juga melayani penerbangan dari berbagai bandara utama seperti:

  • Bandara Soekarno-Hatta Jakarta (Terminal 1A mulai tanggal 12 April 2022)
  • Bandara Ngurah Rai Denpasar
  • Bandara Juanda Surabaya
  • Bandara Supadio Pontianak
  • Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II di Palembang
  • Bandara El Tari Kupang
  • Bandara Umbu Mehang Kunda Waingapu

Kehadiran NAM Air sangat membantu pergerakan masyarakat di kawasan Indonesia Timur serta daerah-daerah lain yang belum terlayani dengan baik oleh maskapai besar.

Layanan dan Fasilitas

Meskipun dikenal sebagai maskapai dengan harga lebih murah, NAM Air tetap menawarkan fasilitas yang memudahkan penumpang. Salah satu contohnya adalah layanan check-in online yang dapat diakses melalui situs resmi atau aplikasi mitra seperti Traveloka. Proses check-in online tersedia mulai 24 jam hingga 4 jam sebelum penerbangan.

Untuk pembelian tiket, terdapat berbagai pilihan cara pembayaran seperti ATM, Internet Banking, toko ritel, e-money, dan kartu kredit. Hal ini memberikan kebebasan lebih bagi calon penumpang dalam memesan tiket.

Apakah NAM Air masih berjalan?

Jawabannya: ya, NAM Air masih beroperasi sebagai bagian dari Sriwijaya Air Group. Maskapai ini tetap menekuni penerbangan ke rute penghubung, khususnya menuju kota-kota kecil dan menengah di Indonesia. Meskipun jumlah pesawatnya tidak sebanyak maskapai besar, kehadirannya tetap relevan bagi masyarakat yang memerlukan layanan penerbangan langsung ke daerah tertentu.

Oleh karena itu, pesawat NAM Air dimiliki oleh Sriwijaya Air Group dan berstatus sebagai anak perusahaan yang bertugas sebagai pemasok penumpang. Kata “NAM” berasal dari nama ayah pendiri Sriwijaya Air, Lo Kui Nam. Maskapai ini menggunakan pesawat Boeing 737-500 Winglet dan melayani beberapa rute domestik, khususnya ke daerah yang belum terjangkau oleh maskapai besar.

Berikut informasi mengenai pesawat Nam Air, pemiliknya, nama anak perusahaan serta maskapai penerbangan yang masih beroperasi hingga ke pelosok Indonesia.***

Promo 17 Agustus Pelita Air, Berlaku untuk Rute Domestik dan Singapura

Promo 17 Agustus Pelita Air, Berlaku untuk Rute Domestik dan Singapura

Lintaskriminal.co.id -.CO.ID – JAKARTA.Untuk memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, Pelita Air menghadirkan promo dengan tema “Merdeka SurPRICE” yang menawarkan diskon hingga Rp 808.000 untuk pembelian tiket pesawat pulang pergi (PP).

Wakil Direktur Komunikasi Perusahaan PT Pertamina (Persero), Fadjar Djoko Santoso menyampaikan, Pertamina mendorong seluruh jajaran grup untuk menawarkan pelayanan terbaik yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Menurutnya, program promo Pelita Air ini juga merupakan bentuk apresiasi terhadap masyarakat serta dukungan untuk pengembangan pariwisata dalam negeri.

“Kami berharap program promo Pelita Air juga mampu meningkatkan perkembangan sektor pariwisata, memperkuat keterhubungan, serta menyajikan pengalaman penerbangan yang menarik bagi pelanggan,” ujar Fadjar dalam pernyataan resmi, Sabtu (16/8).

Selanjutnya, promo ini berlaku untuk semua rute dalam negeri (tidak termasuk Yogyakarta dan Palembang) serta rute internasional yaitu Singapura.

Cara mudahnya adalah memesan tiket melalui situs web atau aplikasi seluler Pelita Air pada 17 Agustus 2025, dan nikmati perjalanan penerbangan yang diinginkan antara tanggal 1 September hingga 28 Oktober 2025.

Sebagai informasi tambahan, Pelita Air pada awal bulan Agustus ini secara resmi menerima pesawat ke-14 di armadanya, memberikan kabar baik bagi penumpang yang menantikan layanan yang lebih luas dan mutakhir.

Selain menghadirkan pesawat terbaru, Pelita Air juga sedang mempersiapkan rute penerbangan internasional pertamanya ke Singapura.

Pembukaan jalur penerbangan Singapura merupakan langkah penting yang diambil oleh Pelita Air untuk memperluas jaringan koneksi dan meningkatkan minat para wisatawan asing.

Melalui rute ini, wisatawan Indonesia bisa menikmati akses cepat ke pusat bisnis dan pariwisata Asia Tenggara, sementara para turis asing akan lebih mudah mengunjungi destinasi utama Nusantara seperti Bali, Lombok, dan Sorong.

Rayakan HUT RI ke-80, Diskon Tiket PP Hingga Rp808.000 di Pelita Air Kasih

Rayakan HUT RI ke-80, Diskon Tiket PP Hingga Rp808.000 di Pelita Air Kasih

Lintaskriminal.co.id — Pada awal Agustus 2025, Pelita Air secara resmi menerima pesawat ke-14, yang bertujuan memperkuat armadanya. Penambahan pesawat ini bukan hanya sekadar angka, tetapi juga menunjukkan komitmen serius Pelita Air dalam menyediakan layanan penerbangan yang lebih modern, luas, dan bersaing.

Tidak hanya sampai di situ, Pelita Air juga sedang bersiap menghadirkan rute penerbangan internasional pertamanya ke Singapura. Langkah strategis ini diharapkan mampu memperluas koneksi, sekaligus mempermudah para wisatawan asing untuk menjelajahi destinasi andalan Indonesia seperti Bali, Lombok, hingga Sorong. Di sisi lain, penumpang dari Indonesia dapat lebih mudah mencapai pusat-pusat bisnis dan pariwisata Asia Tenggara.

Promo Kemerdekaan SurPRICE: Tiket Pulang Pergi Diskon Maksimal Rp808 Juta

Dalam rangka memperingati HUT ke-80 Republik Indonesia, Pelita Air menyediakan promo khusus dengan tema “Merdeka SurPRICE”. Promo ini menawarkan diskon besar-besaran hingga Rp808.000 untuk pembelian tiket pulang-pergi (PP) di seluruh rute domestik kecuali Yogyakarta dan Palembang, serta rute internasional ke Singapura.

Promo ini hanya tersedia pada 17 Agustus 2025 melalui situs web atau aplikasi mobile Pelita Air, dengan masa penerbangan berlangsung dari 1 September hingga 28 Oktober 2025.

Penggemar dan pelaku aviasi, Moch Taufik Syakrilillah, menyambut baik inisiatif ini. Menurutnya, promo besar pada momen kemerdekaan merupakan hal yang paling dinantikan oleh penumpang.

“Pertama, saya akan mengunjungi toko perhiasan terlebih dahulu. Karena saya lebih suka makan, jadi akan menjelajahi pusat hawker yang ada di sana. Rindu juga dengan Nasi Padang Sabar Menanti yang berada di sebelah Masjid Sultan. Sore hari akan menikmati matahari terbenam, piknik atau bersepeda di Marina Barrage. Malamnya akan berbelanja oleh-oleh di Mustafa Center dan makan malam di Al Mubin,” katanya.

Dukungan Pertamina terhadap Pariwisata Nasional

Wakil Presiden Komunikasi Korporat PT Pertamina (Persero), Fadjar Djoko Santoso, menegaskan bahwa program promosi ini merupakan wujud apresiasi kepada masyarakat serta dukungan terhadap sektor pariwisata Indonesia.

“Kemerdekaan menjadi momen yang tepat bagi Pertamina Group, melalui Pelita Air, untuk mengajak masyarakat menjelajahi Indonesia dengan cara yang lebih sederhana dan terjangkau. Kami berharap promo Pelita Air juga dapat meningkatkan perkembangan sektor pariwisata, memperkuat keterhubungan, serta memberikan pengalaman penerbangan yang bermakna bagi pelanggan,” ujar Fadjar.

Pelita Air, bagian dari Pertamina Group, terus berupaya menyediakan layanan yang tidak hanya memberikan manfaat bagi pelanggan, tetapi juga memperkuat keterhubungan nasional serta mendukung perkembangan sektor pariwisata. Di sisi lain, Pertamina tetap menegakkan komitmennya untuk mencapai emisi nol pada tahun 2060 dengan menerapkan prinsip Environmental, Social, dan Governance (ESG) di seluruh bisnisnya.

Terbang Rendah di Antara Gedung Jadi Ujian Berat Tim Jupiter Aerobatic Perayaan HUT ke-80 RI

Terbang Rendah di Antara Gedung Jadi Ujian Berat Tim Jupiter Aerobatic Perayaan HUT ke-80 RI

WARTAKOTALIVECOM, JAKARTA— Mendekati puncak perayaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke-80, Tim Jupiter Aerobatic (JAT) TNI Angkatan Udara sedang mempersiapkan diri di Bandara Udara Halim Perdanakusuma dengan fokus pada satu tantangan terbesar: terbang setinggi mungkin di antara bangunan tinggi ibu kota.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Lettu Pnb I Putu Satrya Kedaton dalam konferensi pers dan latihan terakhir, Jumat (15/8/2025).

“Kami harus terbang di antara banyak bangunan yang tinggi, dan secepat mungkin,” kata Kedaton, menekankan risiko teknis sekaligus kebutuhan akurasi yang tinggi dalam atraksi udara yang akan melintasi Monumen Nasional dan Istana Negara.

Pernyataan itu sekaligus menjelaskan mengapa latihan di Halim sangat penting bagi pilot, tidak hanya untuk melatih formasi dan kerja sama, tetapi juga untuk menentukan jalur penerbangan yang aman di kawasan perkotaan.

Beberapa hari terakhir, JAT melakukan berbagai latihan dan simulasi untuk menyempurnakan gerakan yang disebut sebagai “spesial”

Termasuk metode pembentukan formasi berwarna merah dan putih yang selama ini menjadi ciri khas dari tim aerobatik andalan TNI AU.

Latihan dan gladi ini juga dilakukan bersama elemen lain, seperti helikopter yang memberikan dukungan visual serta pengibaran atribut HUT, agar tata cara acara berjalan selaras pada hari pelaksanaan.

Secara teknis, Tim Aerobatik Jupiter akan menggunakan pesawat pelatihan KT-1B Woongbi dalam formasi yang telah disiapkan untuk menampilkan manuver presisi di atas langit Jakarta.

Seperti yang dilaporkan oleh 10drama.com, TV menyebutkan bahwa tim akan tampil dengan formasi delapan pesawat, sebuah konfigurasi yang memerlukan koreografi dan jarak antar-pesawat yang sangat dekat.

Kombinasi ketinggian yang rendah, kepadatan formasi, dan desain kota membuat misi ini menjadi tantangan penerbangan yang memerlukan disiplin tinggi serta perencanaan risiko yang matang.

Dari sudut pandang keamanan dan masyarakat, terbang rendah di area perkotaan selalu menimbulkan perhatian khusus.

Pihak TNI Angkatan Udara menyatakan bahwa seluruh prosedur keselamatan, mulai dari perencanaan rute, pemantauan cuaca, hingga koordinasi dengan pihak otoritas aviasi sipil dan kepolisian, telah dilaksanakan sebagai bagian dari persiapan yang menyeluruh.

Latihan bersih yang diadakan di Halim Perdanakusuma menjadi salah satu kesempatan untuk memastikan kesiapan teknis serta koordinasi antar-unit selama tampil di Monas dan Istana.

Bagi masyarakat, pertunjukan JAT menjadi bagian penting dalam rangkaian perayaan HUT RI yang tidak hanya menampilkan kemampuan alutsista dan profesionalisme prajurit, tetapi juga membangkitkan rasa cinta tanah air melalui simbol-simbol visual seperti asap merah-putih, formasi serentak, dan ketepatan gerakan.

Namun di balik kebesarannya, menurut Kedaton, terdapat pengalaman yang cukup, latihan tanpa henti, serta perencanaan teknis yang memastikan pertunjukan tetap aman bagi penonton dan kota.

Puncak perayaan dan demonstrasi udara dijadwalkan berlangsung pada 17 Agustus 2025, saat ribuan warga serta tamu undangan akan menyaksikan perayaan hari kemerdekaan.

Untuk JAT, hari itu bukan sekadar tentang daya tarik, tetapi juga ujian konsistensi dalam mempertahankan ketelitian di tengah perhatian publik dan bangunan-bangunan yang membentuk wajah Jakarta.

BRIN Kembangkan Berbagai Pesawat Udara Tanpa Awak, Termasuk PUNA Alap-alap

BRIN Kembangkan Berbagai Pesawat Udara Tanpa Awak, Termasuk PUNA Alap-alap

WARTA PONTIANAK– Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Teknologi Penerbangan (PRTP) terus melakukan pengembangan berbagai jenis pesawat udara tanpa awak (PUNA), salah satunya adalah PUNA Alap-alap. Pesawat ini dibuat untuk berbagai kebutuhan, seperti pemantauan, pemetaan, serta pengambilan foto dari udara.

Berdasarkan pendapat peneliti PRTP BRIN, Eries Bagita Jayanti, pengembangan PUNA memerlukan model yang dinamis dan akurat. Namun, sering kali terjadi ketidaksesuaian antara hasil simulasi dengan uji terbang. Untuk mengatasi hal tersebut, tim menggunakan metode Hardware-in-the-Loop Simulation (HILS).

“HILS adalah gabungan dari pengujian perangkat lunak, perangkat keras, antarmuka komunikasi, dan mesin real-time. Pendekatan ini memungkinkan pengujian dilakukan secara langsung, sehingga hasilnya lebih mirip dengan kondisi terbang yang sebenarnya,” kata Eries.

Pengembangan dimulai dengan membuat model dinamis dalam MATLAB, yang mencakup berbagai aspek seperti aerodinamika, sistem propulsi, berat, dan sensor. Model ini diubah menjadi kode kecepatan, lalu dijalankan melalui sistem programmable on chip (PSOC) yang terhubung dengan QGround Control. Proses ini memungkinkan pengujian jalur titik tujuan, perintah motor, serta respons sensor dilakukan sebelum uji penerbangan.

Setelah uji coba menggunakan HILS, dilakukan pengujian penerbangan untuk memperkuat pengujian model. Gabungan kedua pendekatan ini menghasilkan proses validasi yang lebih kuat, terorganisir, dan efektif.

“Penelitian ini bertujuan menghasilkan model PUNA dinamis yang akurat, diverifikasi, dan berdasarkan data CFD serta parameter fisika. Diharapkan hasilnya berupa panduan teknis, publikasi ilmiah, serta peningkatan kemampuan teknologi PUNA nasional,” tambah Eries.

Ahli Pertama PRTP BRIN, Angga Septiyana, menyampaikan bahwa timnya telah melakukan simulasi aerodinamika guna mendapatkan data koefisien dan sifat yang dibutuhkan dalam model dinamis pesawat.

Berbagai gaya dan momen aerodinamis seperti gaya angkat, hambatan, samping, serta momen pitch, roll, dan yaw dihitung dengan berbagai metode, termasuk Computational Fluid Dynamics (CFD) menggunakan ANSYS Fluent, Vortex Lattice Method (VLM), Air Surveillance NIMA, dan DATCOM.

Simulasi melibatkan pergerakan translasi dan rotasi pesawat, serta dampak dari perubahan permukaan kendali seperti aileron, elevator, dan kemudi terhadap stabilitas penerbangan. Hasilnya dianalisis secara matematis dengan pendekatan seperti Fourier Langsung untuk menghasilkan data koefisien aerodinamika yang akurat.

Tim juga melakukan pengujian statis sistem propulsi dengan menggunakan testbed yang dilengkapi sensor gaya dorong, momen torsi, suhu, arus, dan tegangan guna memverifikasi kinerja mesin listrik PUNA.

Sebagai bagian dari proses validasi, PRTP BRIN turut mengembangkan sistem Flight Test Instrumentation untuk PUNA. Sistem tersebut mampu mengumpulkan data penerbangan secara bersamaan dengan sistem kendali terbang, baik menggunakan PSOC, Piccolo, maupun Ardupilot.

Alat ini memperkaya data uji penerbangan dan mendukung proses pengujian berbasis HILS, sehingga menghasilkan informasi yang lebih lengkap dan andal.

Menggunakan pendekatan integratif yang berbasis data dari berbagai sumber, serta penerapan HILS dan uji statis, BRIN berharap mampu mengurangi risiko pengembangan, menekan biaya, serta memberikan acuan teknis bagi pengembang dan peneliti PUNA di Indonesia.

Copyright © 2026 10drama.com