Registrasi SIM Menggunakan Pengenalan Wajah Diklaim Tuntaskan Celah Kejahatan Digital

Registrasi SIM Menggunakan Pengenalan Wajah Diklaim Tuntaskan Celah Kejahatan Digital

Lintaskriminal.co.id –– Meningkatnya jumlah kejahatan digital yang memanfaatkan kelemahan jaringan telekomunikasi menjadi ancaman besar bagi keamanan data masyarakat Indonesia.

Situasi ini mendorong Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk mengambil tindakan keras dengan menyusun Rancangan Peraturan Menteri (RPM) terkait Registrasi Pelanggan Layanan Telekomunikasi melalui Jaringan Seluler.

Berdasarkan aturan RPM tersebut, pengguna ponsel baru diwajibkan mendaftarkan kartu mereka.subscriber identity module(SIM) menggunakan metode biometrik pengenalan wajah atauface recognitionsebagai bagian dari tahap verifikasi.

Aturan terbaru ini memicu berbagai pandangan dari kalangan pakar. Salah satunya datang dari Direktur Eksekutif Information and Communication Technology (ICT) Institute Heru Sutadi.

Menurutnya, kebijakan tersebut akan memberikan manfaat kepada masyarakat karena adanya teknologiface recognitiondapat meningkatkan perlindungan data pribadi pengguna serta mengurangi potensi ancaman cyber.

“Yang paling diuntungkan adalah masyarakat. Saat ini, kita tidak tahu apakah informasi pribadi kita digunakan oleh pihak lain,” kata Heru, dilaporkan dari lamaninfopublik.id, Sabtu (29/11/2025).

Selanjutnya, ia menjelaskan bahwa dengan adanya pengenalan wajah, informasi pelanggan hanya dapat diakses oleh pemilik yang sah. Hal ini mampu mengurangi risiko kebocoran dan penyalahgunaan data oleh pihak ketiga.

Heru mengatakan, masyarakat kini sudah terbiasa memanfaatkan fitur pengenalan wajah dalam berbagai aplikasi, baik yang digunakan untuk transportasi maupun layanan keuangan digital.

Misalnya, layanan Kereta Api Indonesia (KAI) yang telah menerapkan teknologi pengenalan wajah, demikian pula aplikasi keuangan, sepertie-banking dan e-wallet,” jelasnya.

Heru berharap, masyarakat dapat memahami manfaat dari kebijakan tersebut. Ia juga mengingatkan pemerintah agar menjamin keamanan dan transparansi dalam pengelolaan data.

“Pemerintah perlu memberikan pendidikan kepada masyarakat agar mereka tidak merasa bingung atau dipaksa. Ini merupakan kebutuhan untuk memastikan data pribadi tetap terlindungi,” tegas Heru.

Usaha pemerintah dalam mencegah penyalahgunaan data

RPM mengenai Pendaftaran Pelanggan Layanan Telekomunikasi melalui Jaringan Seluler merupakan revisi dari Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika (Permenkominfo) Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Telekomunikasi.

Di aturan sebelumnya, pengguna nomor ponsel baru harus mendaftarkan kartu SIM dengan menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Nomor Kartu Keluarga (KK).

Namun, pada kenyataannya, data NIK dan KK sering dipinjam atau digunakan tanpa izin pemiliknya untuk melakukan tindakan ilegal di dunia digital, seperti penyebaran berita palsu, perjudianonline (judol), spam, dan berbagai cara penipuan.

Kementerian Komunikasi dan Informatika menegaskan bahwa pendaftaran kartu SIM berbasisface recognitionakan menutup celah tersebut dengan memastikan nomor ponsel hanya dapat digunakan jika sesuai dengan identitas pemilik yang sah.

Karena karakteristik biometrik wajah setiap orang bersifat unik dan sulit dimanipulasi, hal ini mampu mengurangi risiko penyalahgunaan data oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Selain itu, proses validasi denganface recognitionjuga lebih efisien dibandingkan metode manual karena Kementerian Komdigi bekerja sama dengan Direktorat Jenderal (Ditjen) Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dalam memastikan data pengguna terhubung secara otomatis dengan basis data kependudukan resmi.

Oleh karena itu, kehadiran RPM terbaru akan memperkuat perlindungan masyarakat, memastikan setiap nomor ponsel tercatat dengan identitas yang sah, serta mempercepat proses pendaftaran kartu SIM.

Sementara rencana pelaksanaannya akan dilakukan secara bertahap. Pendaftaran dengan menggunakan NIK dan KK masih diperbolehkan selama satu tahun pertama setelah RPM diundangkan. Berikutnya, pendaftaran akan sepenuhnya berpindah menggunakan NIK danface recognition.

Pengujian yang dilakukan oleh penyedia layanan seluler

Melanjutkan RPM terkait pendaftaran kartu SIM berbasisface recognition, tiga penyedia layanan seluler di Nusantara telah melakukan pengujian.

Uji coba dilakukan oleh XLSmart pada 29 September 2025, kemudian dilanjutkan oleh Telkomsel pada 7 Oktober 2025, serta Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) pada 13 Oktober 2025.

Direktur dan Chief Regulatory Officer XLSmart, Merza Fachys, menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan bentuk dukungan perusahaan terhadap kebijakan pemerintah dalam mempercepat proses transformasi digital nasional serta memperkuat perlindungan data pelanggan.

Dengan penerapan ini, XLSmart meningkatkan standarKnow Your CustomerProses (KYC) dalam industri mempercepat pendaftaran, meningkatkan ketepatan, serta mengurangi risiko penipuan identitas dan penyalahgunaan data,” katanya, sebagaimana dilaporkan Lintaskriminal.co.id, Rabu (1/10/2025).

Sejalan dengan Merza, Direktur Penjualan Telkomsel Stanislaus Susatyo berharap positif, metode pendaftaran berbasisface recognitiondapat memberikan manfaat maksimal kepada masyarakat, terutama dalam menjaga keamanan data pelanggan dari ancaman pemalsuan dan penyalahgunaan identitas.

Sementara itu, IOH yang mengutamakan keamanan dan kenyamanan pelanggan mengungkapkan bahwa sistem pendaftaran kartu SIM berbasisface recognition mampu memverifikasi keabsahan identitas pelanggan sambil mengurangi risiko penyalahgunaan data pribadi dengan tingkat akurasi wajah sekitar 95 persen.

Arti dan Cara Mengatasi Kesalahan Aktivasi Produk Word di Windows 11

Arti dan Cara Mengatasi Kesalahan Aktivasi Produk Word di Windows 11

BERITA DIY– Pengguna Windows 11 sering menghadapi pesan “Product Activation Failed” ketika membuka Microsoft Word. – Banyak pengguna Windows 11 mengalami pesan kesalahan “Product Activation Failed” saat menjalankan Microsoft Word. – Saat membuka Microsoft Word, pengguna Windows 11 kerap kali mendapatkan pesan “Product Activation Failed”. – Masalah “Product Activation Failed” sering muncul pada pengguna Windows 11 saat mereka membuka aplikasi Microsoft Word.

Meskipun tampaknya kecil, pemberitahuan ini bisa menyebabkan Word berjalan setengah fungsi atau bahkan tidak dapat digunakan sama sekali.

Untuk memahami akar permasalahan dan cara mengatasinya secara permanen, mari kita telusuri penyebab serta solusi untuk kesalahan WORD Product Activation Failed pada Windows 11.

Apa Makna Pesan Activasi Produk Gagal di Word?

Jika Word menampilkan teks merah “Product Activation Failed”, artinya sistem tidak dapat mengidentifikasi bahwa lisensi Anda sah.

Microsoft Office memerlukan verifikasi berkala antara perangkat Anda dan server Microsoft untuk memastikan bahwa perangkat lunak yang terinstal merupakan versi asli.

Proses verifikasi lisensi dapat mengalami kegagalan karena berbagai faktor, seperti product key yang tidak sah, lisensi yang sudah kadaluarsa, atau sistem yang tidak mampu terhubung ke server aktivasi.

Jika verifikasi gagal, Word akan beralih ke mode terbatas. Fitur penting seperti mengetik, menyimpan, atau mengedit dokumen biasanya tidak bisa digunakan, sehingga aplikasi hampir tidak berfungsi.

Dapat diartikan bahwa pesan ini menunjukkan bahwa Office merasa instalasi Anda tidak memiliki lisensi atau gagal diverifikasi.

Penyebab Umum Munculnya Pesan Kesalahan “Aktivasi Produk Gagal”

Pesan ini tidak muncul secara tiba-tiba. Terdapat beberapa pemicu yang umum ditemukan pada aplikasi WORD di perangkat Windows 11 Anda, antaranya:

1. Kunci Produk Salah atau Tidak Sesuai dengan Versi Office

Kesalahan dalam memasukkan kode lisensi, penggunaan product key dari paket berbeda, atau melebihi batas aktivasi dapat menyebabkan Word tidak dapat memverifikasi lisensinya.

2. Menggunakan Perangkat Lunak Office yang Tidak Resmi

Versi palsu tidak memiliki lisensi digital yang terkait dengan server Microsoft. Sistem keamanan Office akan mengenali hal tersebut dan secara otomatis mencegah aktivasi.

3. Masa Berlaku Izin Lisensi Berakhir

Bagi pengguna Microsoft 365, langganan yang tidak diperpanjang akan langsung menyebabkan Word menjadi tidak aktif.

4. Pengaturan Tanggal dan Jam Tidak Sesuai

Sinkronisasi waktu sangat krusial dalam proses verifikasi sertifikat. Kesalahan jam pada komputer, bahkan hanya beberapa menit, bisa menyebabkan kegagalan aktivasi.

5. Sistem Windows atau Office Belum Diupdate

Versi aplikasi yang sudah usang atau adanya kesalahan dalam sistem dapat mengganggu proses aktivasi otomatis.

6. Perubahan Perangkat Keras

Jika Anda mengganti papan induk atau komponen penting lainnya, Office mungkin menganggap perangkat Anda sebagai komputer baru sehingga lisensi tidak dapat dikenali.

Cara Mengatasi Pesan “Product Activation Failed” Agar Tidak Muncul Kembali

Untuk mengembalikan fungsi Word ke kondisi normal, Anda dapat mengikuti langkah-langkah berikut. Lakukan secara berurutan agar mendapatkan hasil terbaik.

1. Pastikan Anda memakai lisensi yang sah

Gunakan kunci produk asli atau langganan Microsoft 365. Dengan lisensi yang sah, proses aktivasi akan berjalan secara otomatis tanpa memerlukan cara tambahan.

2. Masukkan akun Microsoft yang valid

Lisensi terkait dengan akun Microsoft, bukan hanya kunci produk. Jika Anda masuk dengan akun yang berbeda, sistem mungkin tidak dapat menemukan hak aktivasi Anda.

3. Periksa Pengaturan Tanggal, Jam, dan Zona Waktu

Aktifkan mode sinkronisasi otomatis:

  • Buka Pengaturan → Waktu dan Bahasa → Tanggal dan Waktu
  • Aktifkan Set time automatically

Ini mempermudah proses verifikasi sertifikat Office.

4. Lakukan Update Office

Kesalahan aktivasi biasanya hilang setelah Office diperbaharui. Caranya:

  • Buka Word
  • Buka File → Akun → Opsi Perbaruan → Perbarui Sekarang

5. Jalankan aplikasi Word dengan hak akses Administrator

Memberikan akses administrator dapat membantu Office mengakses berkas lisensi internal yang terkunci.

Caranya:

  • Klik kanan pada ikon Word → pilih Jalankan sebagai administrator

6. Mengatur Ulang Sistem Aktivasi Office

Microsoft menyediakan alat internal yang diberi nama OSPPREARM.exe, yang memungkinkan Anda mengatur ulang penyimpanan lisensi dan memulai proses aktivasi dari awal.

Setelah melakukan reset, nyalakan kembali perangkat dan lakukan aktivasi kembali.

7. Hapus dan Pasang Ulang Office

Jika masalah muncul dari file instalasi yang rusak:

  • Uninstall Office secara penuh
  • Unduh ulang installer resmi dari Microsoft
  • Pasang dan masuk dengan menggunakan akun yang memiliki lisensi

Tindakan ini cukup efektif dalam mengatasi masalah aktivasi yang tidak dapat diperbaiki melalui metode lain.

8. Pertimbangkan Solusi Hukum yang Sesuai Jika Diperlukan

Jika belum mampu membeli lisensi resmi, Anda dapat menggunakan aplikasi legal seperti WPS Office sebagai alternatif sementara. Aplikasi ini tidak memerlukan aktivasi yang rumit dan mampu membuka file Word.***

Cegah Pemalsuan Identitas, Indonesia Butuh Teknologi Biometrik “Face Recognition”

Cegah Pemalsuan Identitas, Indonesia Butuh Teknologi Biometrik “Face Recognition”

Lintaskriminal.co.id –– “Satu orang, satu identitas resmi” adalah prinsip yang menjadi dasar dari keandalan layanan publik serta keamanan nasional yang dijalankan oleh pemerintah.

Namun, dengan berkembangnya teknologi digital, dasar tersebut mulai terganggu akibat meningkatnya tindak kejahatan siber.

Dalam tengah meningkatnya transaksi digital dan layanan online yang mempermudah kegiatan masyarakat, ancaman pemalsuan identitas terus berkembang dan mencapai tingkat yang sangat mengkhawatirkan.

Berbagai tindak kejahatan dunia maya, seperti pemalsuan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP), perubahan data, hingga penggunaan data yang sama secara berulang, dapat mengancam kepercayaan sistem perbankan, akuntabilitas layanan sosial, bahkan integritas proses demokrasi.

Untuk menghadapi tren kejahatan dunia digital, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sedang menyusun Rancangan Peraturan Menteri (RPM) terkait registrasi layanan telekomunikasi melalui jaringan seluler.

Menggunakan aturan tersebut, pengguna dengan nomor ponsel baru (nomor seluler/SIM) diwajibkan melakukan pendaftaran melalui caraface recognition atau pengenalan wajah. 

Peran RPM dalam perlindungan data yang penting

RPM yang dibuat oleh Komdigi merupakan penyempurnaan dari Peraturan Menteri Kominfo (Permenkominfo) Nomor 5 Tahun 2021 yang sebelumnya hanya mensyaratkan registrasi menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Nomor Kartu Keluarga (KK).

Pembaruan diperlukan karena metode lama mudah dimanipulasi untuk kejahatan penipuanonline, penyebaran hoaks, judi online (judol), hingga SMS spam.

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyatakan, masyarakat berhak merasa nyaman saat berkomunikasi.

“Dengan data pelanggan yang jelas, sah, dan terkini, para pelaku kejahatan digital akan semakin sulit bersembunyi di balik identitas palsu,” katanya mengutip.indonesia.go.id, Minggu (13/4/2025).

Komdigi akan bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri dalam menyelesaikan RPM yang berkaitan dengan registrasi berbasis pengenalan wajah.

Direktur Jenderal (Dirjen) Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Informatika, Edwin Hidayat Abdullah menyatakan, skema baru ini menjamin nomor hanya dapat digunakan jika sesuai dengan identitas pemilik resmi.

Penerapan skema tersebut tidak terlepas dari jumlah besar aktivasi nomor baru yang dilakukan oleh operator seluler, yang mampu mencapai 500.000 per hari, sehingga memberi kesempatan terjadinya penyalahgunaan identitas dalam skala besar.

“Yang sedang kami susun adalah bagaimana sektor telekomunikasi tidak hanya berkembang secara sehat, tetapi juga memiliki tanggung jawab yang kuat dalam melindungi pelanggannya,” kata Edwin, mengutip komdigi.go.id, Jumat (14/11/2025).

Meningkatkan validitas pelanggan seluler

Berdasarkan hasil konsultasi publik mengenai RPM terkait registrasi pelanggan layanan telekomunikasi melalui jaringan seluler, materi RPM yang disusun oleh Komdigi mencakup tiga poin.

Pertama, kewajiban pendaftaran. Calon pelanggan warga negara Indonesia (WNI) yang melakukan pendaftaran nomor seluler baru, baik prabayar maupun pascabayar (termasuk eSIM) harus menggunakan Nomor MSISDN (nomor pelanggan), NIK, dan data kependudukan biometrik berupa teknologi face recognition.

Kedua, ketentuan khusus untuk pelanggan yang berusia di bawah 17 tahun. Calon pelanggan yang belum menikah, belum memiliki e-KTP, atau belum memiliki data biometrik bisa melakukan pendaftaran dengan menggunakan data kepala keluarga sesuai Kartu Keluarga.

Ketiga, kewajiban pendaftaran untuk e-SIM. Pelanggan layanan telekomunikasi untuk e-SIM juga harus menggunakan identitas prabayar yang mencakup nomor pelanggan (MSISDN), NIK, dan data kependudukan biometrik berupa pengenalan wajah (face recognition).

Materi pokok lainnya yang diatur dalam RPM Registrasi Pelanggan, antara lain adalah keamanan data pelanggan layanan telekomunikasi, perlindungan nomor pelanggan, serta sistem pengawasan dan pengendalian.

Biometrik dalam CASN dan layanan pemerintah lainnya

Selain peran melindungi data pribadi, Komdigi juga memanfaatkan RPM guna menjamin keakuratan data kependudukan dalam berbagai layanan masyarakat.

Salah satunya adalah penggunaan face recognitiondalam proses seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) 2024 yang dilakukan oleh BKN, upaya dilakukan untuk mengurangi tindakan tidak sesuai, seperti penggunaan joki.

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) memiliki sistem Face Recognition Integrated System Hospital (FRISTA) yang bertujuan mempercepat proses verifikasi identitas peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di tempat layanan kesehatan.

Di bidang transportasi, PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI memanfaatkan face recognition untuk mempermudah proses boarding, sehingga penumpang tidak perlu memperlihatkan tiket fisik atau KTP.

Untuk memudahkan pelayanan publik lainnya, pemerintah melalui pusat layanan publik (PLP) juga menerapkan teknologiface recognitionsupaya masyarakat tidak perlu melakukan kembali proses pengisian dokumen identitas.

Memperkuat keamanan dan kenyamanan

Tindakan Komdigi dan Dukcapil dalam menerapkan teknologi biometrik seperti face recognition menerima respon yang baik dari berbagai kalangan.

Kepala Eksekutif Institute Teknologi dan Komunikasi (ICT) Heru Sutadi menyatakan, penerapan pengenalan wajah akan meningkatkan keamanan serta kenyamanan dalam proses pendaftaran di tengah maraknya kejahatan siber.

Melalui sistem tersebut, menurutnya, data pelanggan hanya bisa diakses oleh pemilik sah melalui pengenalan wajah, sehingga mengurangi risiko kebocoran data.

Yang paling diuntungkan adalah masyarakat. Saat ini, kita belum tahu apakah data pribadi kita digunakan oleh pihak lain,” ujarnya mengutip rri.co.id, Sabtu (29/11/2025).

Di sisi lain, Profesor Kepala Hukum Siber dan Regulasi Digital Universitas Padjadjaran (Unpad) Ahmad M Ramli menyatakan bahwa biometrik bukan hanya alat verifikasi, tetapi juga alat penting untuk mengautentikasi identitas yang aman, dapat dipercaya, dan sulit untuk dimanipulasi.

Ia memberikan contoh, dengan adanya teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligenceDengan menggunakan AI, data biometrik bisa digunakan untuk mengenali tindakan yang mencurigakan atau tidak normal.

“Dalam aplikasi keamanan yang digunakan untuk mendeteksi penipuan atau ancaman yang mungkin muncul. Aplikasi ini sangat cocok diterapkan di sektor perbankan, misalnya, di mana bank akan menolak transaksi yang tidak biasa,” katanya mengutip Lintaskriminal.co.id, Rabu (16/7/2024).

Namun, penggunaan sistem biometrik memerlukan akurasi yang tinggi agar tidak menyebabkan kebocoran data.

Ahli keamanan siber Vaksin.com Alfons Tanujaya menyatakan, dalam sistem biometrik sepertiface recognition, kualitas gambar yang kurang sempurna dapat meningkatkan toleransi verifikasi.

Hal ini menyebabkan kegagalan verifikasi yang memadai dan dapat di-bypass dengan data yang tidak asli,” katanya mengutip Lintaskriminal.co.id, Kamis (17/4/2025).

Oleh karena itu, Alfons mengajak agar verifikasi data pribadi untuk layanan yang bersifat rahasia, seperti pembukaan rekening bank, tidak sepenuhnya bergantung pada satu metode biometrik saja, tetapi juga menambahkan pemindaian sidik jari atau mata.

Cara Membuat Spotify Wrapped, YouTube Recap, dan YouTube Music Recap 2025

Cara Membuat Spotify Wrapped, YouTube Recap, dan YouTube Music Recap 2025

Spotify, YouTube, dan YouTube Music kembali menghadirkan laporan tahunan menjelang akhir tahun. Bagaimana cara membuat Spotify Wrapped 2025, YouTube Recap 2025, dan YouTube Music Recap 2025?

Spotify secara resmi meluncurkan Spotify Wrapped 2025, kumpulan laporan tahunan yang menggambarkan kebiasaan mendengarkan musik, podcast, dan buku audio sepanjang tahun. Fitur ini menjadi tradisi internasional sejak pertama kali diperkenalkan pada 2015, dan tahun ini hadir dengan fitur terbaru.

Mengutip situs resmi Spotify, agar mendapatkan pengalaman Wrapped yang disesuaikan dengan diri Anda, pengguna harus memenuhi kriteria berikut:

  • Mendengarkan minimal 30 lagu, masing-masing durasinya lebih dari 30 detik
  • Mendengarkan setidaknya lima musisi yang berbeda sepanjang tahun
  • Streaming dari mode pribadi atau lagu yang dihapus dari profil preferensi tidak dihitung

Spotify Wrapped 2025 dapat diakses oleh pengguna gratis maupun berbayar di sebagian besar negara.Cara menghasilkan Spotify Wrapped 2025 sebagai berikut:

  1. Perbarui aplikasi Spotify ke versi terkini (iOS/Android)
  2. Buka aplikasi dan cari feed Wrapped di bagian atas halaman Beranda
  3. Atau, ketik “2025 Wrapped” pada kolom pencarian
  4. Wrapped dapat langsung dibagikan ke Instagram, TikTok, X, serta melalui Spotify Messages.

Tahun ini, Spotify Wrapped hadir dengan konsep yang lebih ‘berlapis’, penuh kisah, dan lebih mudah diakses. Pengguna juga dapat menyesuaikan kecepatan tampilan Wrapped dan kembali ke cerita tertentu tanpa harus memulai dari awal.

Spotify mempertahankan beberapa fitur klasik yang kembali muncul dalam Wrapped 2025, dengan penjelasan sebagai berikut:

  • Daftar Waktu Mendengarkan: Tampilan keseluruhan durasi yang digunakan untuk mendengarkan musik, podcast, dan buku audio sepanjang tahun.
  • Lagu Terpopuler + Playlist: Lima lagu teratas dan playlist Your Top Songs 2025, lengkap dengan jumlah pemutaran untuk 100 lagu teratas pengguna.
  • Senarai Lima Artis Favorit Sepanjang Tahun
  • Genre Musik Teratas: Jenis musik yang paling sering didengarkan dan menciptakan “ciri” musikal dari pengguna.
  • Klip Seniman: Pesan khusus dari seniman kesukaan, seperti yang datang dari Bad Bunny, Sabrina Carpenter, Chappell Roan, dan lainnya.
  • Podcast Teratas: Lima podcast yang paling banyak didengarkan.

Tahun ini, Spotify menghadirkan sekitar dua belas fitur terbaru, antara lain:

  • Usia Mendengarkan: membandingkan ‘usia musik’ pengguna dengan kelompok usia lain berdasarkan tahun rilis lagu favorit mereka
  • Daftar Album Teratas: menggarisbawahi album yang paling sering didengarkan
  • Penghargaan Seniman Sprint: menggambarkan pergerakan peringkat seniman sepanjang tahun
  • Daftar Peringkat Penggemar: menampilkan posisi pengguna dibandingkan para pendengar favorit seniman di seluruh dunia
  • Pesta Wrapped: memungkinkan pengguna menyaksikan ringkasan tahunan mereka secara langsung bersama teman melalui Wrapped Hub atau dengan mencari “Wrapped Party” di dalam aplikasi.

Cara Membuat YouTube Recap 2025

YouTube secara resmi meluncurkan YouTube Recap 2025 dan YouTube Music Recap 2025. Fitur-fitur ini berfungsi untuk menggambarkan kebiasaan menonton serta mendengarkan musik dan podcast dalam setahun terakhir.

YouTube Recap menampilkan video yang paling sering diakses, kreator favorit, serta kebiasaan pengguna harian. Di sisi lain, YouTube Music Recap menggambarkan seluruh aktivitas dalam mendengarkan musik dan podcast, termasuk artis terpopuler, lagu yang paling sering diputar, serta total durasi mendengarkan sepanjang tahun.

YouTube mulai merilis Recap 2025 sejak akhir November hingga awal Desember, tetapi fitur tersebut hanya tersedia untuk pengguna yang memenuhi kriteria dan telah memperbarui aplikasinya ke versi terbaru.

Namun, untuk ringkasan musik yang lebih menyeluruh, pengguna perlu membuka aplikasi YouTube Music yang sebelumnya telah merilis Recap tahunannya.

YouTube mengatakan fitur ini dikembangkan berdasarkan permintaan dari pengguna. Perusahaan bahkan melakukan lebih dari 50 uji coba konsep sebelum merilis versi akhir yang saat ini tersedia di seluruh dunia.

Cara menyusun YouTube Recap 2025 sebagai berikut:

YouTube Recap tidak perlu dibuat secara manual karena rekap dibuat otomatis oleh YouTube berdasarkan riwayat penontonan. Berikut cara mengaksesnya:

  • Buka aplikasi YouTube: Masuk dengan akun Google yang digunakan selama tahun ini
  • Buka tab “Anda”: tab ini menampilkan halaman pribadi pengguna
  • Pilih “Your Recap” atau “Recap 2025”: Jika sudah tersedia, kartu Recap akan muncul di tab “You” atau pada halaman beranda
  • Jelajahi 12 kartu ringkasan: Mulai dari saluran favorit, kategori tontonan, hingga jenis kepribadian
  • Bagikan di media sosial: Setiap kartu Recap bisa langsung dibagikan ke Instagram, X, TikTok, serta WhatsApp
  • Buka YouTube Music untuk informasi musik yang lebih lengkap: Recap versi musik menampilkan penyanyi, lagu, dan data statistik lainnya.

Sedangkan cara menyusun YouTube Music Recap 2025 sebagai berikut:

Lewat aplikasi YouTube Music

  • Buka aplikasi YouTube Music dan pastikan telah masuk menggunakan akun Google yang biasa digunakan.
  • Klik foto profil di sudut kanan atas, kemudian pilih opsi “Your Recap” atau “Recap Anda”.
  • Klik “Get your Recap” atau “Dapatkan Recap Anda” untuk melihat ringkasan dalam bentuk cerita interaktif.
  • Jika tombol belum muncul, temukan banner khusus Recap di halaman utama aplikasi.

Lewat aplikasi YouTube

  • Buka aplikasi YouTube.
  • Buka tab “Anda” di bagian bawah layar.
  • Jika Recap tersedia, akan muncul pilihan “Your Music Recap is here!” atau “Music Recap Anda sudah tersedia!”
  • Anda juga dapat mengetik kata “Recap” pada kolom pencarian untuk mencarinya secara manual.

Untuk memastikan Recap menampilkan data yang benar, terdapat beberapa aturan yang perlu dipenuhi:

  • Riwayat pemutaran minimal 4 jam per musim dan 10 jam dalam setahun (periode 1 Januari–10 November)
  • Untuk podcast, total durasi yang dihabiskan untuk mendengarkan minimal 2 jam dalam jangka waktu yang sama.
  • Fitur penghapusan otomatis aktivitas yang lebih dari 3 bulan perlu dimatikan
  • Rekap tidak tersedia untuk konten musik atau podcast yang ditujukan untuk anak-anak.
  • Versi aplikasi yang harus diinstal terbaru: YouTube Android 18.43+ dan YouTube Music Android 5.32+

Jika semua persyaratan telah terpenuhi dan aplikasi sudah diperbarui, fitur Recap biasanya akan muncul secara otomatis dalam aplikasi.

Bitcoin Tembus Rp 2,09 Miliar, Ahli: Siklus Harga Lama Mungkin Berakhir

Bitcoin Tembus Rp 2,09 Miliar, Ahli: Siklus Harga Lama Mungkin Berakhir

Lintaskriminal.co.id -–Bitcoin kembali membuat sejarah. Aset kripto terbesar di dunia ini melampaui rekor tertinggi baru sebesar USD 126.000 atau sekitar Rp 2,09 miliar per koin, menandai momen langka dalam pasar kripto.

Namun, di balik pertumbuhan yang luar biasa ini, terdapat sesuatu yang mengejutkan: para investor ritel tampaknya belum terlibat secara signifikan.

Dilansir dari BeInCrypto, Senin (7/10), kenaikan harga Bitcoin kali ini lebih banyak didorong oleh dana institusi dan perusahaan besar.

Aliran dana dari perusahaan investasi besar mengatasi gelombang posisishort(pertaruhan harga turun) dalam volume besar, mengakibatkan likuidasi besar-besaran di pasar berjangka.

Biasanya, saat Bitcoin mencapai rekor harga baru, terjadi sedikit penurunan harga akibat aksi ambil untung dari para investor ritel. Namun kali ini berbeda.

Setelah mencapai level tertinggi yang baru, harga sempat sedikit turun, namun aliran pembelian dari lembaga institusi tetap berlangsung dan mendorong kenaikan harga kembali.

“Rekor kali ini tidak menunjukkan pola biasa yang sering terjadi. Biasanya, kenaikan besar diikuti oleh penurunan cepat karena para pedagang mengambil keuntungan. Sekarang, pasar justru tetap stabil,” tulis BeInCrypto.

Ethereum juga mendekati rekor harga terbarunya, namun lonjakan Bitcoin menjadi yang paling mencolok di seluruh pasar. Meski terdengar menggembirakan, beberapa ahli melihat situasi ini justru perlu diwaspadai.

Data terkini menunjukkan bahwa investasi dalam produk Bitcoin ETF dan aset digital perusahaan mencapai USD 1,3 miliar (sekitar Rp 21,6 triliun) hanya dalam satu minggu. Angka ini belum termasuk pembelian besar dari perusahaan raksasa seperti MicroStrategy dan Metaplanet.

Situasi ini memperkuat kekhawatiran bahwa kenaikan harga Bitcoin kali ini lebih didorong oleh dana perusahaan, bukan partisipasi dari masyarakat umum. Jika benar, hal ini bisa menjadi perubahan signifikan dalam pola pasar kripto, yang sebelumnya dikenal bergerak karena partisipasi investor ritel.

Setelah Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) menyetujui ETF Bitcoin pada 2024, banyak pakar mempertanyakan apakah aliran dana institusi akan mengubah siklus harga kripto yang selama ini terkenal.

Saat ini, dengan dua rekor tertinggi dalam dua hari berurutan tanpa peningkatan signifikan dari partisipasi ritel, kekhawatiran tersebut semakin terlihat nyata. BeInCrypto menggambarkan situasi ini sebagai “anomali pasar” yang dapat menyulitkan prediksi harga di masa depan.

Apakah Bitcoin masih bisa dianggap sebagai alat perlindungan terhadap inflasi atau resesi? Apakah masa-masa sulit dalam dunia kripto seperti sebelumnya akan terulang kembali di masa depan? Pertanyaan-pertanyaan ini kini masih belum memiliki jawaban yang pasti.

Oleh karena itu, kenaikan Bitcoin menjadi Rp 2,09 miliar jelas mencerminkan tingkat kepercayaan yang besar dari investor institusi, namun ketiadaan antusiasme dari investor ritel membuat naiknya harga ini terasa berbeda.

Jika memang aturan lama di pasar kripto mulai berubah, maka cara memahami dan memprediksi pergerakan Bitcoin di masa depan mungkin harus diubah secara menyeluruh.

Ini Dia Kandidat Kuat Pengganti CEO Apple!

Ini Dia Kandidat Kuat Pengganti CEO Apple!

halopadang.id– Tim Cook, CEO Apple, diperkirakan semakin dekat dengan masa pensiun. Beberapa nama yang disebut-sebut sebagai penerusnya mulai muncul.

Salah satu kandidat terkuat disebutkan oleh Mark Gurman, jurnalis teknologi dari outlet media Bloomberg, yang sering memberikan informasi mengenai Apple.

Dalam sub-rubrik khusus yang berjudul,Power On, Gurman mengatakan, kandidat paling kuat pengganti Tim Cook sudah “hampir pasti”.

Tokoh yang memiliki potensi tersebut adalah John Ternus, pejabat tinggi Apple yang saat ini menjabat sebagai Wakil Presiden Senior Teknik Perangkat Keras.

Kandidat pengganti CEO Apple

Sebagai Senior Vice President of Hardware Engineering, John Ternus saat ini mengawasi seluruh proses pengembangan lini produk perangkat keras Apple, termasuk iPhone, Mac, dan AirPods.

Ternus juga dianggap sebagai tokoh penting yang memperkenalkan model tersebutflagshipiPhone Air yang terbaru, yang baru saja dirilis pada bulan September tahun ini.

Berdasarkan pengamatan Gurman, keputusan Apple menempatkan Ternus di posisi yang lebih besar merupakan salah satu bentuk strategi pemasaran perusahaan.

Gurman sendiri mengakui bahwa ia tidak tahu secara pasti alasan di balik pilihan tersebut, namun ia percaya bahwa semua kejadian yang terjadi bukanlah kebetulan.

Ternus dianggap sebagai alternatif yang sempurna

Mark Gurman menganggap bahwa John Ternus adalah figur yang paling cocok untuk menjadi pengganti Tim Cook sebagai CEO Apple di masa depan.

Salah satu alasan utama Ternus dianggap sebagai alternatif yang sempurna adalah karena latar belakang teknisnya, sebagaimana dikumpulkanhalopadang.idTekno dari PhoneArena, Senin (6/10/2025).

Ternus yang memiliki pemahaman teknis mendalam mengenai produk dan perangkat Apple, diharapkan tidak hanya mempromosikan produk Apple di atas panggung, tetapi juga mampu menjelaskan cara kerjanya.

Selain itu, berdasarkan pengamatan Gurman, selama beberapa tahun terakhir Apple juga telah mulai memberikan berbagai indikasi dengan perlahan memperhatikan dan menarik perhatian media terhadap Ternus.

Dalam hal ini, Ternus kini lebih kerap muncul dalam berbagai acara, mulai dari wawancara, peluncuran produk Apple, hingga kunjungan khusus ke toko-toko pada hari peluncuran perangkat baru.

Nah, berdasarkan pendapat Gurman, tindakan-tindakan tersebut merupakan salah satu cara Apple dalam menciptakan citra Ternus di depan masyarakat dan kalangan industri.

Dari gambaran ini, diharapkan dapat membantu Ternus khususnya ketika masa peralihan kepemimpinannya tiba, karena pribadinya sudah dikenal luas dan memiliki tingkat kepercayaan yang baik.

Dengan pengalaman yang panjang dalam bidang teknis rekayasa perangkat keras, serta peran krusialnya dalam setiap peluncuran produk utama Apple, Ternus dianggap memiliki kombinasi yang seimbang.

Di luar kemampuan tersebut, hal lain yang menurut Gurman membuat Ternus layak menjadi pengganti Tim Cook adalah karena pertimbangan usia.

John Ternus dikenal memiliki usia yang tidak terlalu berbeda dibandingkan dengan Tim Cook ketika ia pertama kali menjabat sebagai CEO pada 2011. Pada masa itu, Cook berusia 50 tahun.

Ternus yang lahir pada tahun 1975 kini juga berada dalam rentang usia yang sama. Karena persamaan ini, dia dianggap sebagai salah satu kandidat terbaik dan paling matang untuk melanjutkan kepemimpinan Apple di masa depan.

Jawaban Informatika Kelas 10: Perangkat yang Terhubung ke Ponsel

Jawaban Informatika Kelas 10: Perangkat yang Terhubung ke Ponsel

Berikut ini jawaban mata pelajaran Informatika kelas 10 halaman 103 Kurikulum Merdeka: perangkat apa saja yang dapat terhubung dengan ponsel dan yang tidak dapat terhubung?

Lintaskriminal.co.id -–Di buku Informatika SMA Kelas 10 Kurikulum Merdeka, peserta didik diajak untuk mempelajari cara kerja dan keterhubungan perangkat digital yang sering digunakan sehari-hari. Materi ini tercantum dalam Bab 5 mengenai Jaringan Komputer, khususnya Aktivitas Kelompok JKI-K10-02 di halaman 103.

Siswa diminta untuk mengenali berbagai alat elektronik, mulai dari headphone hingga IP Camera, serta menentukan jenis koneksi data yang digunakan—apakah melalui kabel, Bluetooth, atau WiFi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa secara langsung tentang jaringan kabel dan nirkabel serta peran teknologi koneksi dalam menghubungkan berbagai perangkat. Tribunnews memberikan kunci jawaban halaman 103 sebagai panduan belajar dan bahan latihan.

Jawaban Soal Informatika Kelas 10 Halaman 103

Kegiatan JKI-K10-02 Pengenalan Jenis Koneksi Data Melalui Ponsel

Perhatikan gambar-gambar alat di atas! Pernahkah kalian melihat atau memakai alat tersebut? Menurut kalian, apakah alat-alat tersebut dapat terhubung dengan ponsel yang kalian miliki? Tergantung pada spesifikasinya, setiap alat bisa saja terhubung dengan ponsel menggunakan kabel data, Bluetooth, atau Wi-Fi, atau kombinasi dari ketiganya. Identifikasikan gambar-gambar di atas sesuai dengan alat yang kalian miliki atau pengamatan kalian di sekitar lingkungan, seperti sekolah atau rumah. Alat apa saja yang bisa terhubung dengan ponsel dan mana yang tidak bisa terhubung dengan ponsel? Jangan lupa mencatat merek atau tipe alat yang kalian amati. Jika tidak memiliki salah satu alat, kalian bisa berdiskusi dengan teman yang mungkin memiliki alat tersebut.

Jawaban:

1. Ponsel/Smartphone 

Contoh merek/jenis: Xiaomi Redmi 12

Cara Menghubungkan ke Ponsel (untuk data): Kabel Data (untuk mengirim file dengan komputer lain), Bluetooth (untuk pertukaran file), WiFi (untuk Hotspot/Tethering dengan perangkat lain)

2. Headphone/Headset 

Contoh merek/tipe: Sony WH-1000XM5 

Cara Menghubungkan Ponsel (untuk data): Bluetooth (untuk audio tanpa kabel)

3. Printer

Contoh merek/tipe: Epson L3110 

Cara Menghubungkan Ponsel (untuk transfer data): WiFi (untuk mencetak dokumen atau foto dari ponsel), Kabel Data (melalui adaptor khusus)

4. Mikrofon

 

Contoh merek/jenis: Rode NT-USB Mini

Cara Menghubungkan Ponsel (untuk transfer data): Kabel Data (USB-C/Micro-USB yang dihubungkan ke port ponsel menggunakan adaptor OTG)

5. Speaker Portabel 

Contoh merek/jenis: JBL Flip 6

Cara menghubungkan perangkat dengan ponsel (untuk data): Bluetooth (untuk memainkan audio dari ponsel)

6. Laptop

Contoh merek/jenis: Lenovo Ideapad 3

Cara Menghubungkan Perangkat Ponsel (untuk data): WiFi (Tethering/Hotspot dari ponsel), Kabel Data (untuk pertukaran data antara kedua perangkat), Bluetooth

7. Monitor/Layar 

Contoh merek/jenis: Monitor Cerdas Samsung M5

Cara Menghubungkan Ponsel (untuk data): WiFi (jika memiliki fitur Screen Mirroring atau Wireless Display), Kabel Data (melalui adaptor HDMI/USB-C)

8. Kamera CCTV/IP Camera 

Contoh merek/jenis: Kamera Luar Ruangan Bardi Smart

Cara Menghubungkan Perangkat dengan Ponsel (untuk transfer data): WiFi (untuk pemutaran video dan pengendalian melalui aplikasi ponsel)

9. Lampu Cerdas (Smart Bulb)

Contoh merek/tipe: Philips Hue 

Cara Menghubungkan ke Ponsel (untuk data): WiFi (untuk mengatur hidup/mati, warna, dan jadwal melalui aplikasi ponsel)

10. Smart Rice Cooker)

Contoh merek/jenis: Penanak Nasi Cerdas Xiaomi

Cara Menghubungkan ke Ponsel (untuk data): WiFi (untuk pengendalian dan pemberitahuan melalui aplikasi ponsel)

Disclaimer:

  • Jawaban di atas hanya digunakan oleh orang tua sebagai panduan dalam proses pembelajaran anak.
  • Soal ini merupakan pertanyaan yang bersifat terbuka, yang berarti terdapat berbagai jawaban yang tidak terbatas seperti yang telah disebutkan di atas.

TribuNewsmaker.com | Tribunnews.com | Farra | Surya Rafi

Jerman Luncurkan Program Teknologi CCS Senilai Rp116 Triliun

Jerman Luncurkan Program Teknologi CCS Senilai Rp116 Triliun

Lintaskriminal.co.id -,JAKARTA — Jerman mengumumkan program pendanaan sebesar 6 miliar euro, setara dengan US$7 miliar, yang ditujukan untuk mengurangi ketergantungan industri pada karbon.

Menteri Ekonomi Jerman Katherina Reiche menyatakan bahwa inisiatif pendanaan yang ditujukan untuk mengurangi emisi karbon di industri tersebut akan memasukkan teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon (CCS) ke dalam perjanjian perlindungan iklim negara tersebut secara perdana.

Program ini ditujukan pada sektor-sektor yang mengonsumsi banyak energi, seperti kimia, baja, semen, dan kaca, seiring Jerman menghadapi target iklim yang ketat di tengah kekhawatiran terhadap daya saing industri. Perusahaan-perusahaan memiliki tenggat waktu hingga 1 Desember untuk mendaftarkan proyek mereka dalam proses lelang tahun depan.

Penawaran akan dimulai pada pertengahan tahun 2026 dan tergantung pada persetujuan anggaran oleh parlemen serta persetujuan bantuan dari Uni Eropa.

Putaran terbaru ini menandai perluasan dari program tahun lalu dengan memasukkan teknologi CCS, yang menangkap emisi karbon dioksida (CO2) dan menyimpannya di bawah permukaan tanah. Berdasarkan kontrak selama 15 tahun, pemerintah akan memberikan subsidi biaya kepada perusahaan yang beralih ke metode produksi yang lebih ramah lingkungan, melindungi mereka dari fluktuasi harga energi dan karbon,” katanya dilansir Reuters, Selasa (7/10/2025).

Selanjutnya, kontrak akan diberikan melalui proses lelang yang kompetitif, dengan proyek yang mampu menghemat biaya subsidi terendah per ton CO2 menjadi prioritas. Sebagai pertukaran, perusahaan yang menerima subsidi wajib memenuhi target pengurangan emisi yang bersifat mengikat.

Kelompok industri menyatakan dukungan terhadap penerapan CCS serta pendekatan yang fleksibel, dan menekankan pentingnya sikap pragmatis dalam menyeimbangkan tujuan iklim dengan tantangan ekonomi seperti biaya energi yang mahal dan penurunan kinerja industri.

Bitcoin Dijadikan Emas Digital, Morgan Stanley Sarankan Alokasi 4%

Bitcoin Dijadikan Emas Digital, Morgan Stanley Sarankan Alokasi 4%

Lintaskriminal.co.id –– Perusahaan investasi besar asal Amerika Serikat, Morgan Stanley, memberikan tanda kuat bahwa Bitcoin kini telah memasuki aliran utama keuangan global.

Dalam laporan terbaru, Komite Investasi Global (GIC) dari bank tersebut menyarankan kepada klien untuk “menganggap Bitcoin sebagai emas digital” dan menyisihkan hingga 4 persen dari portofolio investasi mereka ke aset kripto.

Tindakan ini merupakan salah satu bentuk dukungan paling jelas yang diberikan oleh lembaga Wall Street terhadap mata uang digital, menandai perubahan signifikan dari pandangan sebelumnya yang cenderung konservatif dan sering menggambarkan Bitcoin sebagai aset spekulatif.

Dalam dokumen resmi GIC edisi Oktober, Morgan Stanley menyatakan bahwa pasar kripto sudah cukup berkembang untuk bisa menjadi bagian dari strategi diversifikasi portofolio.

Bank tersebut menyebut Bitcoin sebagai “alat penyimpan nilai yang langka seperti emas”, sehingga pantas dimasukkan ke dalam portofolio dengan proporsi kecil, tergantung pada profil risiko investor.

Rinciannya sebagai berikut:

  • Portofolio Pertumbuhan Seimbang: alokasi kripto disarankan sekitar 2 persen.

  • Portofolio Pertumbuhan yang Berpeluang: alokasi dapat meningkat hingga 4 persen.

  • Portofolio Pendapatan / Konservasi Kekayaan: disarankan 0 persen karena tingginya risiko fluktuasi.

Namun, Morgan Stanley menekankan pentingnya mengakses paparan terhadap kripto melalui instrumen yang diatur, seperti ETF Bitcoin, bukan pembelian langsung.

Rekomendasi ini dianggap akan memberikan dampak signifikan dalam dunia keuangan, karena GIC memengaruhi lebih dari 16.000 konsultan investasi yang mengelola dana nasabah sebesar USD 2 triliun (Rp 33.200 triliun).

Para analis menganggap tindakan Morgan Stanley tidak dilakukan tanpa alasan. Dalam beberapa minggu terakhir, harga Bitcoin melampaui USD 125.000 (Rp 2,08 miliar), sementara jumlah BTC di pertukaran kripto turun ke tingkat terendah dalam enam tahun terakhir — menunjukkan pasokan yang semakin langka.

Dari sudut pandang makro, penutupan pemerintah AS, kekhawatiran terhadap inflasi, serta pelemahan mata uang dolar mendorong para investor untuk mencari aset pelindung yang tidak biasa. Dalam situasi ini, Bitcoin semakin dianggap sebagai bentuk penyimpanan nilai digital yang serupa dengan emas.

Selain rekomendasi investasi, Morgan Stanley dilaporkan sedang menyiapkan layanan perdagangan kripto bagi investor ritel dengan bekerja sama antara E*Trade dan Zerohash, yang direncanakan mulai beroperasi pada 2026.

Risiko Tetap Ada

Meskipun memberikan dukungan yang kuat, Morgan Stanley tetap memperingatkan tentang risiko yang tinggi terhadap aset kripto. Dalam laporan mereka, bank ini menyoroti kemungkinan fluktuasi yang sangat besar, keterkaitan dengan aset berisiko selama krisis, serta pentingnya melakukan penyesuaian portofolio secara disiplin agar proporsi aset kripto tidak mendominasi saat pasar sedang naik.

Beberapa hal yang akan menjadi penentu di masa depan meliputi:

  • Kejelasan regulasi di Amerika Serikat dan pasar internasional

  • Konsistensi aliran dana masuk ke ETF

  • Pengurangan pasokan Bitcoin di pasar perdagangan

  • Peluncuran layanan kripto untuk pengguna ritel oleh Morgan Stanley melalui E*Trade

Tindakan yang diambil oleh Morgan Stanley dianggap sebagai langkah signifikan dalam proses penerimaan kripto oleh institusi. Dengan rekomendasi resmi untuk memasukkan sebagian portofolio pada Bitcoin, “gerbang Wall Street” kini semakin terbuka terhadap aset digital.

Namun, seperti yang disampaikan oleh GIC, rekomendasi ini hanya akan memiliki dampak yang signifikan jika diiringi dengan pelaksanaan yang cermat dan adanya sinergi dari kondisi makro global yang mendukung.

Foto Masa Kecil dan Sekarang? Gabungkan dengan Prompt Gemini AI Ini

Foto Masa Kecil dan Sekarang? Gabungkan dengan Prompt Gemini AI Ini

Berikut ini metode sederhana untuk menggabungkan foto masa kecil dengan foto saat ini dalam satu frame, menggunakan prompt Gemini AI ini

Lintaskriminal.co.id –– Belakangan ini, dunia media sosial sedang diramaikan oleh sebuah fenomena menarik: foto yang dibuat dengan AI yang menampilkan wajah masa kecil dan versi dewasa seseorang dalam satu gambar dengan gaya yang mirip film.

Revisi ini tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga menghadirkan nuansa perasaan dan kenangan yang mendalam.

Di dalam satu gambar, seakan terjadi pertemuan hangat antara diri sendiri pada masa lalu dan sekarang, menyajikan refleksi tentang perjalanan hidup yang mengharukan.

Tren ini menyebar dengan cepat di berbagai situs seperti TikTok, Instagram, hingga X (Twitter).

Banyak netizen turut serta berpartisipasi, dengan membagikan karya-karya mereka yang biasanya diiringi dengan caption penuh perasaan — mulai dari cerita masa kecil, kenangan keluarga, hingga pesan yang mengharukan untuk versi diri sendiri di masa lalu.

Salah satu teknologi yang paling sering digunakan dalam menciptakan tren ini adalah Google Gemini AI, sistem kecerdasan buatan multimodal dari Google.

Teknologi ini mampu memahami serta menghasilkan berbagai bentuk konten, mulai dari teks, gambar, suara, hingga video.

Menggunakan fitur seperti ImageFX atau aplikasi Gemini (sebelumnya dikenal sebagai Bard), pengguna hanya perlu menulis deskripsi sederhana untuk menghasilkan potret yang realistis dengan komposisi dramatis, pencahayaan yang khas film, serta suasana emosional yang mendalam.

Di dalam artikel ini, kamu akan menemukan 5 gagasan prompt AI terbaik untuk menghasilkan potret yang menggabungkan masa kecil dan masa dewasa dalam satu gambar.

Menggunakan konsep-konsep tersebut, kamu mampu menghasilkan karya yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga penuh makna pribadi dan nuansa perasaan.

5 Ide Gemini AI Gabungkan Foto Masa Kecil dan Sekarang

1. Pelukan Kenangan dengan Efek Kamera Polaroid

Buatlah gambar yang diambil dengan kamera polaroid, foto tersebut harus terlihat seperti foto biasa tanpa adanya subjek atau properti yang jelas. Foto tersebut harus memiliki sedikit efek blur dan sumber cahaya yang merata, seperti lampu kilat dari ruangan gelap, yang menyebar di seluruh foto. Jangan mengubah wajah, tetapi ganti latar belakang di belakang keduanya yang sedang berpelukan.

2. Pelukan Hangat dengan Latar Tirai Putih

Buatlah gambar yang diambil dengan kamera polaroid, foto tersebut harus terlihat seperti foto biasa tanpa adanya subjek atau benda yang jelas. Foto tersebut perlu memiliki sedikit efek blur dan sumber cahaya yang merata, seperti lampu kilat dari ruangan gelap, yang menyebar di seluruh foto. Jangan ubah wajahnya. Ganti latar belakang di belakang kedua orang tersebut dengan tirai putih. Dengan ekspresi keduanya saling berpelukan.

3. Kesempatan Penuh dengan Kasih dan Perhatian

Buatlah foto menggunakan kamera Polaroid. Foto terlihat seperti potret santai, dengan pencahayaan yang merata seperti kilatan lampu kilat di ruangan gelap, yang menyebar di seluruh gambar. Seorang pria dewasa tampak seperti dalam foto, sedang menggendong seorang anak laki-laki dari foto yang tersedia. Pria itu memegang pipi anak kecil tersebut dengan lembut menggunakan jari telunjuknya. Latar belakang di belakang mereka adalah tirai berwarna putih.

4. Pandangan Penuh Makna di Latar Tirai Putih

Buatlah foto yang diambil dengan kamera Polaroid. Foto tersebut harus terlihat seperti foto biasa, tanpa adanya subjek atau benda yang jelas. Foto tersebut perlu memiliki sedikit efek blur dan sumber cahaya yang merata, seperti lampu kilat dari ruangan gelap, yang menyebar keseluruh foto. Jangan mengubah wajah. Ganti latar belakang di belakang dua orang tersebut dengan tirai putih. Dengan pria yang memandang ke arah anak laki-laki.

5. Ide Lucu dan Menggembirakan

Buatlah gambar yang diambil dengan kamera Polaroid. Foto tersebut seharusnya terlihat seperti foto biasa, tanpa adanya subjek atau benda yang jelas. Foto harus memiliki sedikit efek blur dan sumber cahaya yang merata, seperti lampu kilat dari ruangan gelap, yang menyebar keseluruh foto. Jangan mengubah wajahnya, harus tetap sama. Ganti latar belakang di belakang kedua orang tersebut dengan tirai putih. Dengan perempuan yang sedang mencubit hidung anak kecil itu.

Cara Mengedit Foto dengan AI Menggunakan Google Gemini

Berikut caranya:

  • Akses gemini.google.com
  • Pastikan kamu telah masuk menggunakan akun Google milikmu.
  • Klik ikon Tambah File atau tanda (+) untuk mengunggah dua foto yang telah kamu siapkan.
  • Tulislah prompt yang lengkap dan spesifik di kolom obrolan
  • Setelah prompt selesai, tekan tombol kirim atau hasilkan
  • Gemini AI akan memproses permintaan Anda dalam waktu singkat
  • Setelah itu, unduh gambar tersebut untuk disimpan atau dibagikan ke media sosial.

(Lintaskriminal.co.id -/Tribunnews.com/Farra/Disempurnakan dengan bantuan kecerdasan buatan)

Copyright © 2026 10drama.com