Ringkasan Berita:
- AC Milan berhasil memutuskan rekor buruk mereka di Stadion Olimpiade Torino pada Selasa (9/12). Rossoneri berhasil membalikkan keadaan dengan kemenangan 2-3 atas Torino.
- Kemenangan AC Milan berakhir dengan cedera yang dialami Rafael Leao. Ia diperkirakan mengalami cedera otot paha dalam.
- Tiga poin yang diraih oleh Rossoneri untuk menduduki puncak klasemen Liga Italia di antaranya didapat dari dua gol Pulisic yang tampil dalam kondisi kurang optimal akibat demam.
Lintaskriminal.co.id –– Terdapat biaya tinggi yang harus dikeluarkan AC Milan saat mengalahkan Torino dalam pertandingan lanjutan Serie A Liga Italia di Stadion Olimpiade, Selasa (9/12/2025) dini hari WIB.
AC Milan bangkit mengalahkan Torino dengan skor 2-3. Kemenangan pertama tim Rossoneri sejak tahun 2021 saat bermain di kandang Torino.
Empat pertandingan setelah kemenangan besar 7-0 berakhir dengan satu kali imbang dan tiga kekalahan berturut-turut.
Tim yang dilatih Max Allegri tertinggal dua gol lebih dulu dari tim tuan rumah melalui tendangan penalti Nikola Vlasic (10′) dan sundulan Duvan Zapata (17′).
Tujuh menit kemudian, AC Milan akhirnya mampu menyamakan skor melalui tendangan keras Adrien Rabiot dari luar area penalti.
Tidak lama setelah gol Rabiot, Rafael Leao mengalami cedera.
Pemain asal Portugal tersebut awalnya bergerak ke sisi kiri lapangan saat menguasai bola, tetapi kemudian kehilangan kontrol atas bola tersebut.
Ia berhenti sejenak sambil meringis dan membungkuk, meletakkan tangannya di pinggang.
Kemudian, Leao berusaha berlari perlahan, tetapi ia menyadari kondisinya tidak bisa terus diteruskan.
Leao juga dikeluarkan dan digantikan oleh Samuel Ricchi di pertengahan babak pertama (31′).
Asisten pelatih Allegri, Marco Landucci yang mengawasi pemainnya dari sisi lapangan mengungkapkan, kondisi Leao masih belum jelas.
Ia diduga mengalami cedera otot paha dalam.
“Leao akan menjalani pemeriksaan besok, dia merasakan nyeri pada otot adduktor dan kami berharap ini bukan masalah besar, tetapi kami baru akan tahu hasilnya pagi besok,” kata Landucci setelah pertandingan, dilansir dari Football Italia.
Kehilangan seorang penyerang, AC Milan mengandalkan Nkunku di lini depan, tetapi hingga jeda babak pertama tidak tercipta gol tambahan.
Pada menit ke-66, Landucci menggantikan Bartesaghi dengan Christian Pulisic.
Awalnya, kapten timnas Amerika tersebut dipertanyakan keikutsertaannya dan hanya duduk di bangku cadangan karena mengalami demam sebelum pertandingan.
Namun keadaannya bersifat situasional, ia akan turun bermain jika dalam kondisi kritis, benar-benar, AC Milan membutuhkan tambahan tenaga mengingat cedera yang dialami Leao.
Tidak memerlukan waktu lama bagi Pulisic untuk menorehkan namanya di papan skor pertandingan.
Ia mampu menyamakan skor pada menit ke-67 setelah memanfaatkan umpan Saelemaekers.
Pulisic kemudian membawa AC Milan unggul pada menit ke-77. Kali ini melalui umpan Samuele Ricci.
Kiper Pulisic membantu kemenangan 2-3 AC Milan atas Torino, sehingga membuat timnya menduduki puncak klasemen Liga Italia dengan menggulingkan Napoli.
AC Milan memiliki jumlah poin yang sama dengan Napoli (31), tetapi Rossoneri lebih unggul dalam hal jumlah gol yang kemasukan, selisih satu angka dari Partenopei.
“Kami melakukan beberapa perubahan,” kata Landucci mengenai perubahan strategi AC Milan di babak kedua, terkait posisi Nkunku dan cedera Leao.
“Kami memiliki Nkunu sebagai penyerang tengah, dengan Rabiot dan Loftus-Cheek di belakangnya, terlihat lebih seimbang, serta mampu mengalirkan bola dengan lebih baik,” tambahnya.
Terkait Pulisic, sikapnya selalu tepat dan mampu memberi semangat kepada rekan satu timnya di AC Milan yang terkadang kurang konsentrasi.
“Ia sangat tenang di ruang ganti, namun saat berada di lapangan memiliki tekad yang kuat. Ia ingin mencetak gol dan sangat efektif di posisi tersebut. Pulisic melakukan dua tembakan dan mencetak dua gol,” tutupnya.
AC Milan tidak bisa didampingi Ma Allegri secara langsung karena sedang menjalani hukuman di luar area pertandingan setelah terlibat perdebatan dengan asisten wasit dan wasit utama saat melawan Lazio.

(Lintaskriminal.co.id -/Sina)




