Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa baru menjabat selama sebulan, tetapi sudah aktif melakukan inspeksi mendadak ke berbagai instansi. Tindakan ini dilakukannya tidak lama setelah mengeluarkan kebijakan penempatan dana negara senilai Rp200 triliun di perbankan.
Terdapat dua bank milik pemerintah yang lebih dahulu dikunjungi olehnya, yaitu Bank Negara Indonesia (BNI) pada hari Senin (29/9), serta Bank Mandiri pada hari Minggu (6/10). Selain melakukan inspeksi terhadap bank-bank tersebut, pada hari yang sama Purbaya juga mengunjungi Bandara Soekarno-Hatta guna memantau kinerja Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
Memastikan Penempatan Uang Negara
Menurut Purbaya, kunjungannya ke BNI dan Bank Mandiri bertujuan untuk memastikan pengelolaan dana negara di dua bank tersebut berjalan dengan baik. Pemerintah menempatkan masing-masing sebesar Rp55 triliun di kedua bank tersebut.
Menurut Purbaya, penyaluran dana likuiditas melalui BNI berjalan cukup baik dan mencakup berbagai jenis pinjaman. “Tampaknya kredit mereka menyebar ke berbagai bidang, dan ditujukan untuk meningkatkan jumlah tahun ini dibanding sebelumnya,” katanya.
Ia menyampaikan, sebelumnya BNI pernah mengalami penurunan dalam penyaluran kredit. Namun, tambahan dana likuiditas dari pemerintah diharapkan mampu mendorong pertumbuhan kredit yang lebih besar.
“Tahun depan bisa double digitPenyaluran kredit di atas 11%, katanya. Tapi saya akan mengejar selama dua bulan lagi. Jika terlalu lemah, kita ambil kembali dana tersebut,” kata Purbaya.
Purbaya menegaskan bahwa ia berkeinginan memastikan pendistribusian dana pemerintah tetap sesuai ketentuan dan tidak mengganggu kestabilan ekonomi nasional.
Liquidity di Bank Mandiri Terpakai 70%
Saat mengunjungi Bank Mandiri, Purbaya menemukan hasil yang sama. Ia menyatakan, dana pemerintah telah terserap sebesar 60%–70% ke sektor nyata melalui penyaluran kredit, dan pihak bank berpeluang mengajukan tambahan dana untuk memperluas pembiayaan.
“Mungkin mereka meminta kembali, jika ada tambahan yang dapat dialirkan ke sektor lain, mungkin ke sektor properti dan otomotif,” katanya.
Ia juga optimis, kebijakan penempatan dana pemerintah di sektor perbankan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi. “Hasilnya positif. Stimulus yang saya lakukan berjalan dengan baik. Pada triwulan keempat, ekonomi bisa tumbuh di atas 5,5%,” ujar Purbaya.
Selama sebulan pelaksanaan kebijakan tersebut, pertumbuhan kredit di Bank Mandiri naik dari 8% menjadi hampir 11%, menunjukkan dampak positif terhadap penyerapan dana.
Pemeriksaan Bea Cukai Soetta: Temukan Ponsel Tanpa IMEI
Selain berada di sektor perbankan, Purbaya juga melakukan inspeksi ke Bandara Soekarno-Hatta guna mengevaluasi kinerja Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Ia didampingi oleh Kepala Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta Gatot Sugeng Wibowo serta Kepala Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta Galih Priya Kartika Perdhana.
Melalui akun Instagram @menkeuri, Purbaya menyampaikan harapannya agar Bea Cukai terus meningkatkan kualitas pelayanan serta memperkuat perannya dalam mendukung kelancaran arus barang dan daya saing ekonomi nasional.
“Badan Pajak dan Cukai perlu terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat serta memperkuat posisi strategisnya dalam mendukung kelancaran pergerakan barang dan kompetitivitas ekonomi nasional,” tulisnya.
Purbaya menemukan beberapa ponsel yang tidak memiliki Nomor Identifikasi Perangkat Seluler Internasional (IMEI), baik merek iPhone maupun Android, selama kunjungannya.
Android juga tersedia dalam jumlah yang sama di sana, sekitar 80 unit per hari.Nggakbanyak, tetapi proses pendaftarannya cepat,” katanya di Gedung Kemenkeu, Selasa (7/10).




