RI Tuju Pusat CCS Asia, Simpan Karbon Selama 200 Tahun

RI Tuju Pusat CCS Asia, Simpan Karbon Selama 200 Tahun

JAKARTA, halopadang.id– Pemerintah memiliki ambisi besar dalam menjadikan Indonesia sebagai pusat Carbon Capture and Storage (CCS) di kawasan Asia. CCS adalah teknologi yang digunakan untuk menangkap emisi karbon dioksida (CO2).

Dengan kemampuan penyimpanan karbon sebesar 577 gigaton, Indonesia dianggap mampu menjadi aktor utama dalam perubahan iklim secara global, sekaligus sebagai penggerak ekonomi hijau di kawasan.

Wakil Menteri Bidang Promosi Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Nurul Ichwan, menyatakan bahwa kapasitas penyerapan karbon global perlu ditingkatkan sebanyak 33 kali lipat dari tingkat saat ini pada tahun 2035, agar sesuai dengan tujuan iklim global. Angka tersebut didasarkan pada analisis Rystad Energy.

Dalam konteks tersebut, Indonesia memiliki kemampuan penyimpanan karbon sebesar 577 gigaton, yang menempatkannya sebagai negara keempat terbesar di dunia setelah Amerika Serikat (AS), Tiongkok, dan Rusia.

Artinya, Indonesia memiliki peran penting dalam mencari solusi global dengan kemampuan menyimpan karbon hingga 200 tahun, yang cukup untuk menyerap emisi dari dalam negeri maupun negara sekitar, menjadikan Indonesia sebagai pusat CCS di Asia.

“Potensi besar ini merupakan bagian dari prioritas nasional dalam mempercepat proses dekarbonisasi,” kata Nurul saat acara CCS Forum 2025 di Jakarta Selatan, Selasa (7/10/2025).

Selanjutnya, Presiden Prabowo Subianto menetapkan target pencapaian Net Zero Emission (NZE) lebih dini, yaitu pada tahun 2050. Meskipun secara resmi Indonesia berkomitmen mencapai NZE pada 2060.

Nurul mencatat, komitmen Indonesia terhadap masa depan energi bersih tidak hanya sekadar wacana, tetapi telah diwujudkan dengan tindakan nyata. Salah satunya melalui penerbitan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 14 Tahun 2024 mengenai Carbon Capture and Storage, yang menjadi landasan hukum dan operasional dalam pengembangan CCS di negara ini.

Aturan ini membuka dua jalur perkembangan: di kawasan kerja minyak dan gas bumi yang sudah ada serta di kawasan baru yang khusus digunakan untuk penyimpanan karbon.

Pemerintah sedang menyiapkan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) yang baru, yang akan mengubah perspektif terhadap karbon, di mana karbon tidak lagi dianggap sebagai limbah, tetapi sebagai sumber daya bernilai ekonomi.

Kemudian, karbon akan dibagi menjadi dua jenis: karbon yang tersimpan di bawah permukaan tanah dan karbon yang bisa digunakan kembali oleh sektor industri.

Pemerintah menetapkan bahwa 70 persen dari kapasitas penyimpanan CCS harus dialokasikan untuk karbon dalam negeri, sedangkan 30 persen sisanya dapat digunakan untuk karbon yang berasal dari luar negeri melalui kerja sama bilateral dan investasi asing.

Kebijakan ini diharapkan tidak hanya berkontribusi dalam mengurangi dampak perubahan iklim, tetapi juga memberikan kesempatan baru bagi perekonomian. CCS dianggap mampu melahirkan industri perdagangan karbon, menciptakan lapangan kerja, menarik investasi besar, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai penggerak ekonomi hijau di Asia.

Selain itu, pemerintah telah menetapkan dasar jangka panjang melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 4 Tahun 2025 mengenai Kebijakan Energi Nasional, yang memaksa seluruh pembangkit listrik berbahan bakar fosil untuk menerapkan teknologi Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS) paling lambat pada tahun 2060.

Tindakan tersebut didukung oleh sumber daya alam yang melimpah, menjadi fondasi dari hilirisasi dan peralihan energi. Indonesia tercatat sebagai produsen utama berbagai komoditas strategis global seperti nikel, minyak sawit, karet, hingga bauksit, yang memiliki peran penting dalam rantai pasok energi bersih dunia.

“Kami melakukan tindakan berani menuju perekonomian hijau, dengan potensi energi terbarukan mencapai 3.700 gigawatt, yang meliputi tenaga surya, angin, air, pasang surut, bioenergi, dan panas bumi. Namun kapasitas yang telah terpasang saat ini hanya 15,2 gigawatt, kurang dari 1 persen dari potensi tersebut,” ujar Nurul.

Dengan menggabungkan CCS, peralihan energi, dan pengolahan sumber daya alam, pemerintah yakin Indonesia tidak hanya akan mencapai kemandirian energi bersih, tetapi juga menjadi pusat inovasi dan investasi hijau di Asia.

Tak Terduga, Harga Mitsubishi Xpander 2018 Bekas Semakin Murah, Cek Sekarang

Tak Terduga, Harga Mitsubishi Xpander 2018 Bekas Semakin Murah, Cek Sekarang

Lintaskriminal.co.id –Tidak disangka, sekarang harga Mitsubishi Xpander bekas tahun 2018 makin terjangkau.

Mobil LMPV yang perkasa, bergaya modern, hemat bahan bakar, dan dilengkapi berbagai fitur yang memadai, cocok untuk mendampingi kegiatan sehari-hari.

Dengan ukuran panjang 4.475 mm, lebar 1.750 mm, tinggi 1.700 mm dan memiliki jarak tanah 205 mm, tentu saja aman melewati berbagai jenis permukaan jalan.

Tampil dengan grill berkonsep Dynamic Shieldberlapis krom dengan logo Mitsubishi di tengah memberikan kesan yang anggun.

Desain lampu LED yang sempit tampak menyatu dengan gril, sehingga memaksimalkan cahaya.

Krom yang melapisi lampu depan dan sesuai dengan bentuk bumper memberikan tampilan yang lebih modis dan mewah.

Lampu utamanya menggunakan lampu halogen H4 berkapasitas 12 Volt dengan daya listrik 60/55 Watt.

Tambahan Skid Plateberwarna silver dan lampu kabut di bagian bawah bumper membuat penampilan menjadi lebih ganas.

Berpindah ke sisi samping, garis lengkung pada bodi di bawah pegangan pintu memberikan tampilan yang lebih modis.

Dikombinasikan dengan beberapa aksen krom, seperti pada pegangan pintu, sisi molding, dan garis bawah jendela.

Di bagian roda menggunakan velg berukuran 16 inci yang terbuat dari bahan alloy dengan desain sporty.

Untuk mobil LMPV, suspensi pada Xpander tahun 2018 dianggap paling lembut dibandingkan pesaingnya.

Kesan modern juga terlihat dari bagian spion samping, karena sudah dilengkapi dengan lampu sein hingga pelipat otomatis.

Bergerak ke bagian belakang, desainLED Stop Lampberbentuk huruf “L” yang anggun.

Bagian belakang sama dengan bagian depan, dilengkapi dengan Skid Plate berwarna silver yang dipadukan dengan reflektor lampu di kedua sisinya, memberikan kesan tajam dan perkasa.

Adanya tambahan Rear Roof Spoiler yang dilengkapi dengan Lampu Rem Tengah LED menambah kesan sporty.

Melihat bagian dalamnya, kabin Mitsubishi Xpander tahun 2018 terlihat mewah dan cukup luas.

Beberapa bagian dashboard hingga doortrim telah dilapisi bahan soft touch dan garnish krom.

Di tengah dashboard terdapat Head Unit Single DIN pada varian tipe Exceed yang digunakan untuk mengakses fitur hiburan seperti port USB, Aux-in, radio, Bluetooth, dan lainnya.

Sementara itu, varian tipe Ultimate dilengkapi dengan Head Unit layar sentuh berukuran 6,9 inci yang lebih canggih untuk mengakses fitur hiburan, navigasi hingga kamera mundur.

Di bawahnya terdapat tombol AC dengan fiturDouble Blower(GLX dan Ultimate) untuk mengontrol suhu di dalam kabin.

Di sistem kemudi, setirnya dilapisi bahan kulit yang lembut dan memilikifitur Pengatur Suara, Pergeseran dan Perluasan hingga Cruise Control (tipe Ultimate).

Mobil MPV dengan kapasitas 7 penumpang ini menawarkan kursi yang ergonomis dan nyaman berkat penggunaan bahan berkualitas serta memiliki ruang kaki yang luas.

Jangan khawatir, karena setiap kursi dilengkapi dengan sandaran kepala dan di baris kedua juga tersedia sandaran kaki.

Berikut adalah beberapa variasi dari teks yang diberikan: 1. Selanjutnya, kita lihat bagian mesin pada Mitsubishi Xpander tahun 2018. Mesin berkapasitas 1.5L dengan kode 4A91 memiliki volume 1.499 cc, 4 silinder segaris yang menggunakan teknologi MIVEC, DOHC, dan 16 katup. Mesin ini mampu menghasilkan daya sebesar 104 PS pada putaran 6.000 rpm serta torsi maksimum 141 Nm pada putaran 4.000 rpm. 2. Mengenai sektor mesin, Mitsubishi Xpander 2018 dilengkapi dengan mesin 1.5L berkode 4A91 yang memiliki kapasitas 1.499 cc. Mesin ini terdiri dari 4 silinder inline dengan teknologi MIVEC, DOHC, dan 16 katup, mampu menghasilkan tenaga 104 PS di putaran 6.000 rpm serta torsi puncak 141 Nm pada 4.000 rpm. 3. Kini kita beralih ke bagian mesin pada Mitsubishi Xpander 2018. Mesin 1.5L dengan kode 4A91 memiliki kapasitas 1.499 cc, 4 silinder segaris yang menggunakan teknologi MIVEC, DOHC, dan 16 katup. Tenaga yang dihasilkan mencapai 104 PS pada 6.000 rpm, sedangkan torsi maksimalnya adalah 141 Nm pada 4.000 rpm. 4. Pada sektor mesin, Mitsubishi Xpander tahun 2018 mengusung mesin 1.5L dengan kode 4A91 berkapasitas 1.499 cc. Mesin ini memiliki 4 silinder inline dengan teknologi MIVEC, DOHC, dan 16 katup, mampu menghasilkan daya 104 PS pada putaran 6.000 rpm serta torsi maksimum 141 Nm pada 4.000 rpm. 5. Berikutnya, mari kita lihat spesifikasi mesin Mitsubishi Xpander 2018. Mesin 1.5L dengan kode 4A91 memiliki kapasitas 1.499 cc, 4 silinder segaris yang dilengkapi teknologi MIVEC, DOHC, dan 16 katup. Mesin ini mampu menghasilkan tenaga 104 PS pada putaran 6.000 rpm serta torsi maksimal 141 Nm pada 4.000 rpm.

Tersedia 2 pilihan transmisi yaitu transmisi manual 5-speed dan transmisi otomatis 4-speed lalu terhubung ke penggerak roda depan (FWD).

Tidak cukup sampai di sana, Xpander tahun 2018 telah dilengkapi dengan fitur keamanan dan keselamatan yang terjamin sepertiAirbag SRS depan, Bantuan Mulai di Tanjakan, Tombol Mesin Start/Stop, Kontrol Stabilitas Aktif, Sistem Kontrol Traksi, Immobilizer, Evolusi Keselamatan Benturan Diperkuat dan lainnya.

Dan menggunakan sistem pengereman ABS(Anti-lock Braking System), EBD (Electronic Brake-force Distribution) dan BA (Brake Assist).

Oke, sekarang berapa harga mobil bekas Mitsubishi Xpander tahun 2018 di pasar mobil second?

Perhatikan daftar kisaran harga berdasarkan jenisnya di bawah ini:

Varian Tahun Spesifikasi Harga
Exceed A/T 2018 1.500 cc Rp 150 juta hingga Rp 190 jutaan
Exceed M/T 2018 1.500 cc Rp 140 juta hingga Rp 175 jutaan
GLS A/T 2018 1.500 cc Rp 130 juta hingga Rp 160 jutaan
GLS M/T 2018 1.500 cc Rp 120 juta hingga Rp 150 jutaan
GLX M/T 2018 1.500 cc Rp 120 juta hingga Rp 140 jutaan
Sport A/T 2018 1.500 cc Rp 170 juta hingga Rp 205 jutaan
Sport M/T 2018 1.500 cc Rp 160 juta hingga Rp 190 jutaan
Ultimate A/T 2018 1.500 cc Rp 180 juta hingga Rp 220 jutaan

Disclaimer:

  • Harga telah diperbarui sesuai dengan harga terkini di pasar pada saat artikel ini diterbitkan.
  • Harga yang tercantum merupakan harga perkiraan atau range. Harga mungkin berbeda di setiap showroom atau daerah. Kami tidak menjamin bahwa harga akan sama dengan yang tertera saat Anda membaca artikel ini.
  • Harga dapat berfluktuasi tergantung pada kondisi mobil.
Tren Restorasi Yamaha Mio Sporty, Skutik Lawas yang Kembali Viral

Tren Restorasi Yamaha Mio Sporty, Skutik Lawas yang Kembali Viral

halopadang.idhalopadang.id – Mobil-mobil klasik kini tidak hanya menjadi simbol kenangan, tetapi telah berubah menjadiikon gaya hidup baru. Salah satu yang paling menonjol adalahYamaha Mio Sporty, skuter generasi pertama yang kini kembali populer dan menjadi sorotan di kalangan penggemar kendaraan roda dua.

Peristiwa ini semakin terasa dalam ajangMio Naikkan Euforia Vol.2yang berlangsung di Bogor pada Sabtu (4/10/2025). Kegiatan ini mengumpulkan ratusan pengguna dan penggemar Yamaha Mio dari berbagai wilayah, mulai dari komunitas setempat hingga tokoh otomotif nasional.

Komunitas Mionizer Indonesia: Tempat Kumpul Penggemar Mio Sporty

Di balik semangat bangkitnya Mio Sporty, terdapat sosok penting yang turut berkontribusi besar dalam membangun komunitas serta budaya perbaikan kendaraan ini, yaituMionizer Indonesia.

Didirikan pada tahun 2017 olehJimmy Anwar, Mionizer bukan hanya sebuah komunitas, tetapi jugabengkel dan pusat kebutuhan modifikasi Yamaha Mio SportyDi sini banyak penggemar Mio mencari suku cadang asli, komponen pascaproduksi, hingga ide gaya modifikasi.

Menurut Jimmy, tren merestorasi Mio sebenarnya sudah muncul sejak 2016, tetapi pada masa itu jumlah peminatnya masih sedikit. “Dulu yang memainkan Mio benar-benar penggemar berat. Tapi sekarang sudah umum semua. Restorasi masih banyak dilakukan, begitu pula modifikasi untuk keperluan harian. Mio kini mencakup berbagai genre dan gaya,” katanya.

Pernyataan Jimmy ini menunjukkan bahwa Mio kini tidak lagi dianggap sebagai sepeda motor biasa, melainkan sudah memilikinilai emosional dan estetik di mata penggunanya.

Mio Sporty: Skuter yang Membawa Perubahan pada Dunia Otomotif Indonesia

Sebelum membahas perkembangan modifikasinya, menarik untuk mengingat kembali sejarah singkatYamaha Mio Sporty. Dirilis pertama kali padatahun 2003, Mio menjadi motor matic pertama Yamaha di Indonesia dan sekaligus pionir kendaraan bermotor matic yang mengubah kebiasaan berkendara masyarakat.

Desainnya yang kompak dan ringanmembuat Mio cepat diterima oleh berbagai kalangan, khususnya para wanita dan pemuda. Mesin 115 cc-nya terkenal hemat bahan bakar dan responsif, sementara kemudi yang gesit cocok untuk penggunaan di kota.

Seiring berjalannya waktu, Mio Sporty menjadiikon motor matic 2000-an. Banyak kalangan muda yang memperkenalkan diri dengan dunia sepeda motor melalui kendaraan ini. Tidak heran jika saat ini, setelah lebih dari dua puluh tahun, Mio kembali menempati posisi istimewa di hati para penggemar otomotif.

Tren Pemulihan dan Perubahan: Dari yang Biasa Sampai yang Ekstrem

Yang menarik dari bangkitnya Mio Sporty tidak hanya terkait kenangan lama, tetapi juga tentangkreativitas tanpa batasBanyak penggemar memutuskan untuk mengembalikan Mio ke penampilan aslinya—termasuk emblem, cat bodi asli, dan jok pabrik. Namun, tidak sedikit juga yang memilih jalur modifikasi yang ekstrem dengan gayaThai Style, Street Racing, atau bahkan JDM Look.

Jimmy Anwar mengatakan, kini berbagai kalangan turut terlibat dalam dunia Mio. “Sekarang semakin banyak ya. Semakin banyak dan semakin gila. Semua lapisan sudah mencakup semua. Dari yang bawah, menengah, hingga yang atas, dari influencer, artis, semuanya sekarang ikut bermain di Mio,” katanya saat diwawancarai.GridOto.comdi tengah acara Mio Ride The Hype Vol.2.

Gaya perubahan yang diterapkan sangat beragam. Ada yang menitikberatkan padaperforma mesinmisalnya bantalan ringan dan penggantian knalpot balap, ada juga yang menonjolkanvisualmisalnya, pengecatan bodi dengan warna pastel, velg berlapis chrome, atau lampu LED yang dikustomisasi.

Bagi sebagian orang, Mio Sporty menjadi kebanggaankanvas ekspresi diri. Ia bukan lagi hanya alat transportasi, tetapi menjadi simbol gaya hidup dan kebebasan berekspresi.

Dari Perkembangan Lokal ke Gerakan Nasional

Populer Mio Sporty kini menyebar ke berbagai daerah di Indonesia. Banyak komunitas muncul, dariJakarta, Bandung, Surabaya, Makassar, serta PekanbaruMedia sosial turut mempercepat penyebaran tren ini. Tagar seperti#MioSportyRevival, #RideTheHype, dan #Mionizerbanyak digunakan oleh para penggemar sebagai wadah untuk memperlihatkan karya-karya mereka.

Acara seperti Mio Ride The Hype menunjukkan bahwa kebangkitan Mio bukan hanya sekadar kesenangan, tetapi telah berkembang menjadigerakan budaya otomotifIa mengumpulkan para pengoleksi, pembuat, serta pemilik bengkel agar saling berbagi gagasan, motivasi, dan kerja sama.

Di tengah perkembangan industri, peristiwa ini juga memberikan dampak positif terhadap sektorsuku cadang dan aksesori lamaPermintaan terhadap komponen asli dan replika mengalami peningkatan yang signifikan. Bahkan, beberapa perusahaan lokal mulai memproduksi kembali bagian-bagian legendaris Mio guna memenuhi kebutuhan pasar.

Nilai Emosional di Balik Mesin 115 cc

Apa yang membuat Mio Sporty begitu menonjol? Jawabannya tidak hanya terletak pada spesifikasi teknis, tetapi jugakenangan kolektifyang melekat pada generasi yang tumbuh bersama dengan kendaraan tersebut. Banyak orang yang dulunya belajar mengendarai motor menggunakan Mio kini kembali mencarinya sebagai simbol kenangan dan kebanggaan masa muda.

Selain itu, bentuk tubuhnya yang sederhana justru menjadi keunggulan utama. Desainnya mudah diubah dan memiliki dasar yang kokoh untuk berbagai gaya. Kombinasi ini yang membuat Mio Sporty bertahan dan kini berkembang menjadiikon klasik modern di dunia skutik.

Kembalinya Yamaha Mio Sporty bukan hanya sekadar mode sementara. Hal ini menunjukkan bagaimana sebuah kendaraan bermotor mampu berkembang menjadigerakan budaya dan gaya hidup baru.

Dari motor harian yang sederhana, Mio kini menjadi simbol ekspresi diri yang melibatkan berbagai kalangan usia. Melalui komunitas seperti Mionizer Indonesia, Yamaha Mio Sporty menunjukkan bahwa warisan otomotif tidak pernah benar-benar hilang—ia hanya menunggu saat yang tepat untuk kembali bersinar.

Komitmen Hijau PGN: Turunkan Emisi 24 Ribu Ton CO2e

Komitmen Hijau PGN: Turunkan Emisi 24 Ribu Ton CO2e

Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), sebagai Subholding Gas Pertamina, terus berupaya mencapai target Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060. Pencapaian pengurangan emisi yang telah diraih oleh PGN menunjukkan peningkatan yang signifikan setiap tahunnya.

Pada tahun 2023, PGN berhasil mengurangi emisi sebesar 598,39 ton CO₂e, lalu meningkat menjadi 29.722 ton CO₂e pada tahun 2024. Hingga Agustus 2025, jumlah pengurangan emisi telah mencapai 24.861 ton CO₂e atau sudah melebihi target komitmen perusahaan sebesar 19,7%. Diperkirakan, angkanya akan terus bertambah hingga akhir tahun.

Pencapaian ini menunjukkan komitmen PGN dalam upaya mengurangi emisi karbon, sekaligus memperkuat posisinya sebagai penyedia energi transisi. Tren positif ini juga mencerminkan keberhasilan strategi dekarbonisasi yang diterapkan PGN, termasuk efisiensi operasional, pemanfaatan gas alam secara optimal, serta pengembangan inisiatif energi bersih.

“Realisasi pengurangan emisi PGN yang melebihi target menunjukkan bahwa strategi perusahaan telah terbukti memberikan dampak langsung terhadap pencapaian dekarbonisasi Pertamina Group,” kata Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN, Mirza Mahendra, dalam pernyataan tertulis, Selasa (7/10).

Komoditas utama PGN, yaitu gas alam, memainkan peran krusial dalam pengurangan emisi tersebut. Gas alam dikenal sebagai sumber energi yang memiliki karakteristik lebih bersih dibandingkan sumber energi fosil lainnya.

Sebagai sumber energi transisi menuju masa depan yang lebih ramah lingkungan, pemanfaatan gas alam dioptimalkan melalui program jaringan gas rumah tangga (jargas), perluasan bahan bakar gas (BBG) dan infrastruktur di luar pipa, serta pengembangan biomethane dari limbah organik.

“Inisiatif strategis perusahaan dalam proyek biomethane bertujuan menciptakan keterlibatan dalam transformasi energi, pangan, dan air. Dengan proyek ini, PGN memanfaatkan limbah pertanian seperti dari kelapa sawit, jerami, dan kotoran hewan untuk diubah menjadi biogas. Selanjutnya, biomethane disalurkan ke jaringan pipa gas alam yang sudah ada,” tambah Mirza.

Proyek biomethane berpotensi mengurangi emisi sekaligus mendukung perekonomian sirkular serta pengelolaan limbah organik. Dengan demikian, ini dapat mendorong perkembangan transformasi pangan dan penyediaan energi bersih kepada pengguna, yang diharapkan menjadi alternatif energi ramah lingkungan.

PGN akan terus memperluas berbagai inisiatif yang mampu mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Perusahaan berkomitmen untuk tidak hanya mengarahkan perhatiannya pada perubahan iklim, tetapi juga pada seluruh aspek pengelolaan.environmental, social, and governance (ESG).

Banyak Perempuan Pilih Solo Traveling ke Luar Negeri, Ini Alasannya

Banyak Perempuan Pilih Solo Traveling ke Luar Negeri, Ini Alasannya

Melakukan perjalanan sendiri atau solo traveling Perempuan sering dianggap berisiko. Namun, kini perempuan yang bepergian sendirian ke luar negeri menjadi semakin umum. Informasi ini disampaikan oleh laporan beberapa biro perjalanan yang menyebutkan bahwa banyak pelanggan mereka melakukan perjalanan ke luar negeri, dengan mayoritas dari kalangan perempuan.

Sebuah perusahaan tour bernama Jules Verne mengungkapkan bahwa 46% dari total pesanan mereka berasal dari wisatawan yang bepergian sendirian. Angka ini meningkat sebesar 40% dibandingkan tahun 2023. Mereka juga menyebutkan bahwa 70% dari para pemesan tersebut adalah wanita.

Alasan Banyak Wanita Melakukan Perjalanan Sendirian ke Luar Negeri

Ada beberapa alasan mengapa banyak wanita memutuskan melakukan perjalanan sendirian ke luar negeri, yaitu:

Mengalami Dunia dengan Gaya Sendiri

Menurut Direktur Pelaksana Jules Verne, Debbie O’Neill, banyak pengunjung memilihliburan sendiri bukan karena mereka tidak memiliki pasangan atau keluarga. Mereka justru melakukan perjalanan tersebut karena ingin menikmati dunia dengan cara masing-masing.

  • Peralatan Perjalanan Tanpa Perangkat Elektronik untuk Liburan “Pemutusan Digital”
  • Penelitian: Sebagian besar masyarakat sudah berani pergi ke pusat perbelanjaan hingga melakukan perjalanan wisata

“Banyak pelanggan kami memiliki kehidupan sosial yang dinamis, pasangan, bahkan anak-anak. Namun mereka juga menghargai kebebasan untuk berjelajah sesuai dengan keinginan mereka sendiri,” kata Debbie.

Ia juga menyebutkan bahwa para wisatawan tersebut memilih mengikuti tur bersama kelompok kecil. Tujuannya adalah untuk menyeimbangkan antara kebersamaan, sekaligus memberi ruang bagi mereka untuk mengikuti rasa penasaran masing-masing.

Membuang Waktu untuk Diri Sendiri Menghabiskan Waktu bagi Diri Sendiri Menyisihkan Waktu untuk Pribadi Mengambil Waktu untuk Diri Sendiri Meluangkan Saat untuk Diri Sendiri Membuat Ruang untuk Diri Sendiri Mengalokasikan Waktu untuk Diri Sendiri Menyempatkan Diri untuk Diri Sendiri Menghabiskan Momen untuk Diri Sendiri Membuat Kesempatan untuk Diri Sendiri

Alasan lainnya diungkapkan oleh Joanna Reeve dari Intrepid Travel. Berdasarkan data mereka, 62 persen dari keseluruhan pemesanan dilakukan oleh wanita yang tertarik melakukan perjalanan sendirian. Rata-rata usia mereka berkisar antara 45 hingga 60 tahun.

Menurut Joanna, pelanggan tersebut mengatakan mereka telah menghabiskan banyak waktu untuk keluarga dan membangun karier. Oleh karena itu, saat ini adalah waktu yang tepat bagi mereka untuk menikmati waktu sendiri.

Selain tidak terikat oleh jadwal dan keinginan orang lain, mereka juga biasanya menyukai perjalanan sendirian dengan mengunjungi negara-negara yang memiliki keragaman budaya seperti Maroko, India, dan Peru.

Membuat Perjalanan dengan Kelompok Kecil

Meskipun sebagian besar orang memutuskan untuk melakukan perjalanan sendirian, ternyata mereka tidak benar-benar melakukannya secara mandiri. Hal ini didasarkan pada data yang disampaikan oleh Explore Worldwide dan Intrepid Travel.

Mereka mencatat adanya peningkatan lebih dari 20 persen dalam pesanan perjalanan individu, dan angka ini berasal dari penduduk Inggris dalam dua tahun terakhir. Rata-rata mereka memilih untuk ikut dalam tur kelompok.

Berdasarkan data tersebut, terungkap bahwa bulan September hingga Oktober merupakan periode yang sering dipilih untuk melakukan perjalanan ini.

Julia Lo Bue-Said, CEO Advantage Travel Partnership, mengatakan bahwa semakin banyak orang saat ini merasa aman berlibur sendirian, meskipun tetap berada dalam lingkungan kelompok.

“Kami melihat banyak orang mulai berani membuat keputusan untuk tidak selalu bepergian bersama keluarga. Dan sekarang semakin banyak produk liburan yang memang dibuat khusus untuk pasar ini,” ujar Julia.

Dengan munculnya tren seperti ini, ditambah beberapanegara di Eropa yang tidak lagi menggunakan stempel paspor, apakah kamu juga tertarik melakukan perjalanan sendirian ke luar negeri?

Puncak Emisi Energi Mundur, IESR Ungkap Dampaknya

Puncak Emisi Energi Mundur, IESR Ungkap Dampaknya

Pemerintah memperkirakan, puncak emisi gas rumah kaca (GRK) untuk sektor energi tidak akan terjadi pada tahun 2030 mendatang. Puncak emisi sektor ini tertunda dari target yang ditetapkan untuk mencapainet zero emission 2060 nanti.

Dengan sedih hati, kami sampaikan bahwapeak emission sedikit berpindah ke 2035,” ujar Direktur Jenderal EBTKE Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, dalam paparannya di Indonesia Energy Transition Dialogue 2025 di Jakarta, Senin (6/10).

Hal ini juga telah diungkapkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup. Sektor energi masih mengalami kenaikan emisi gas rumah kaca pada tahun 2035, sedangkan KLH memprediksi bahwa puncaknya akan terjadi pada 2038.

Lembaga Reformasi Layanan Essensial (IESR) menggambarkan perubahan ini sebagai penurunan komitmen. Akibatnya, penurunan emisi akan terjadi lebih signifikan, mengingat semakin mendekati target tahun 2060.

  • RI Tidak Cepat Perbarui Target Emisi, Kredibilitas Upaya Pengurangan Perubahan Iklim Dipertanyakan
  • Investor Global Meminta Uni Eropa Tidak Mengendurkan Aturan Emisi Metana
  • PBB ESCAP: Banyak Negara di Asia-Pasifik Belum Mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan

Kebutuhan Investasi untuk Mengurangi Emisi Menjadi Lebih Besar

Menurut CEO IESR Fabby Tumiwa, upaya mengurangi emisi dalam jangka waktu yang singkat akan meningkatkan kebutuhan dana investasi. Hal ini karena semakin banyak langkah yang harus diambil dalam waktu yang terbatas.

Perubahan ini juga menyebabkan target Indonesia tidak sejalan dengan target Paris Agreement, yang menuntut pencapaian puncak emisi pada 2030.

Hasil penelitian IESR menunjukkan bahwa jika puncak emisi dicapai pada tahun 2030, proporsi energi terbarukan pada saat itu akan mencapai 40%. Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2025 yang ditetapkan bulan September lalu, target bauran energi baru terbarukan hanya sebesar 19-23%.

“Ini masih di bawah target Paris,” kata Fabby,

Memperpanjang waktu sebelum mencapai puncak emisi, berarti memberikan tambahan waktu bagi operasional.energi fosil. Di sisi lain, infrastruktur energi ini memiliki masa pakai ekonomis. Fabby memberikan contoh dengan kilang minyak BBM, yang baru menjadi menguntungkan setelah 40-50 tahun beroperasi.

“Pertanyaannya, kira-kira ada demand bukan setelah 20 tahun dibangun? Kembali modal, belum menghasilkan keuntungan, tetapi permintaannya sudah menurun,” jelasnya.

Risikonya, muncul potensi stranded asset atau aset yang terbuang. Artinya, nilai ekonomi dari aset tersebut akan hilang, termasuk akibat perubahan kebijakan dan menurunnya permintaan. Hal ini menyebabkan transisi energi semakin meningkat biayanya.

Desain dan Spesifikasi Menara Tertinggi Dunia di Jeddah

Desain dan Spesifikasi Menara Tertinggi Dunia di Jeddah

JAKARTA, halopadang.id – Menara Jeddah, yang sebelumnya dikenal sebagai Kingdom Tower, merupakan proyek bangunan tinggi yang ambisius di Jeddah, Arab Saudi, yang diharapkan menjadi yang tertinggi di dunia.

Dibuat sebagai simbol dari inisiatif diversifikasi ekonomi Kerajaan Arab Saudi, Vision 2030,megatalltujuan dari ini adalah untuk melebihi rekor yang saat ini dimiliki, Burj Khalifa di Dubai, yang mencapai ketinggian 828 meter.

Ketinggian menara Jeddah yang direncanakan akan melebihi 1.000 meter, membuatnya menjadi bangunan pertama yang mencapai titik satu kilometer.

Berada di kawasan Jeddah Economic City (JEC), Jeddah Tower berfungsi sebagai menara campuran yang menyediakan ruang hunian, bisnis, hotel, dan kantor, serta terdapat balkon pengamatan dan fasilitas mewah.

Proyek yang dijalankan oleh Jeddah Economic Company (JEC) dan didanai oleh Kingdom Holding Company (KHC), milik Pangeran Al-Waleed bin Talal, mengalami penundaan besar akibat masalah keuangan, tantangan teknis, serta wabah COVID-19.

Hingga bulan Oktober 2025, proses pembangunan belum selesai, dengan struktur yang saat ini berdiri sekitar 220 meter, meskipun laporan terbaru menunjukkan perkembangan baru mencapai tahap 73 lantai.

Sejarah dan Pengembangan

Asal muasal Jeddah Tower dapat dilacak kembali ke pertengahan tahun 2000-an ketika terjadi ledakan pembangunan gedung pencakar langit di kawasan Timur Tengah.

Pada tahun 2008, proyek ini secara resmi diperkenalkan oleh KHC, dengan tujuan mengembangkan sebuah struktur ikonik untuk meningkatkan wisata dan aktivitas bisnis di Jeddah, kota terbesar kedua di Arab Saudi serta pelabuhan utama Laut Merah.

Berikut kronologinya:

  • Poin Utama 2008: Kompetisi desain dimenangkan oleh arsitek Amerika Adrian Smith dari Adrian Smith + Gordon Gill Architecture (AS+GG), yang terkenal dengan bangunan Burj Khalifa.
  • 2011: Upacara peletakan batu pertama dilaksanakan pada 1 April, dengan hadirnya Raja Abdullah bin Abdulaziz.
  • 2013: Pekerjaan dimulai dengan sungguh-sungguh.
  • 2018: Pekerjaan konstruksi berhenti pada ketinggian sekitar 157 meter akibat perselisihan anggaran antara KHC dan pemerintah Arab Saudi.
  • 2020–2023: Penundaan tambahan karena wabah dan tekanan ekonomi.
  • 2023–2025: Laporan aktivitas situs terus dilakukan, dengan perusahaan teknik AECOM ikut berpartisipasi dalam proses revisi. Di awal tahun 2025, JEC mengumumkan rencana untuk memulai kembali pembangunan penuh pada akhir 2025 atau awal 2026.

Desain dan Spesifikasi Arsitektur

Desain Menara Jeddah terinspirasi oleh bentuk kristal bunga mawar gurun dan arsitektur Islam klasik, menunjukkan bentuk tiga lobus yang menajam hingga menjadi puncak yang ramping.

Desain aerodinamis ini mengurangi tekanan angin di ketinggian yang sangat tinggi, hal penting untuk menjaga kestabilan.

Spesifikasi Utama

  • Ketinggian: lebih dari 1.000 meter (lebih dari 3.281 kaki); ketinggian sebenarnya disimpan agar tetap mempertahankan status “tertinggi”.
  • Lantai: 167 lantai yang layak ditempati ditambah 5 lantai mekanis.
  • Luas Lantai: Kira-kira 470.000 meter persegi.
  • Jejak: Dasar segitiga dengan panjang 80 meter di setiap sisi, semakin menyempit ke arah atas.
  • Bahan: Beton dengan kekuatan mencapai 60 MPa untuk bagian tengah; baja untuk lapisan atas; kaca serta pelapis aluminium.
  • Lift: 59 lift dengan kecepatan tinggi, termasuk lift dua lantai yang mencapai 1.000 m/menit.
  • Keberlanjutan: Sertifikasi LEED Platinum ditujukan pada fitur panel surya, pengumpulan air hujan, serta sistem HVAC yang efisien dalam penggunaan energi.
  • Teknik Struktural: Menara menggunakan sistem inti beton bertulang dengan tiga lengan yang dipasang pada inti tengah, mirip dengan Burj Khalifa tetapi dalam ukuran yang lebih besar.

Sementara komponen lainnya yakni truss outriggermenghubungkan inti dengan kolom tepi untuk memperkuat stabilitas lateral. Uji terowongan angin menunjukkan bahwa bangunan ini mampu menghadapi angin dengan kecepatan 220 km/jam.

Fasadnya memadukan “selubung teduh” berupa sirip kaca yang mampu mengurangi penyerapan panas matahari hingga 30 persen. Di puncak setinggi 90 meter terdapat dek observasi umum serta suite kerajaan pribadi.

Desain yang menekankan keanggunan dan kepraktisan, dilengkapi dengan fasilitas seperti hotel berbintang lima (Rose Rayhaan by Rotana), 300 unit perumahan mewah, ruang kantor untuk 10.000 karyawan, serta panggung ritel.

Berikut adalah perbandingan dengan megatall lainnya di dunia:

Jeddah Tower

  • Ketinggian: 1.000+ meter
  • Lokasi: Jeddah, KSA
  • Operasional: (2028–2030)
  • Arsitek: AS+GG

Burj Khalifa

  • Ketinggian: 828 meter
  • Lokasi: Dubai, UAE
  • Operasional: 2010
  • Arsitek: AS+GG

Merdeka 118

  • Ketinggian: 679 meter
  • Lokasi: Kuala Lumpur, Malaysia
  • Operasional: 2023
  • Arsitek: RSP Architects

Shanghai Tower

  • Ketinggian: 632 meter
  • Lokasi: Shanghai, China
  • Operasional: 2015
  • Arsitek: Gensler

One World Trade

  • Ketinggian: 541 meter
  • Lokasi: New York, USA
  • Operasional: 2014
  • Arsitke: David Childs/SOM
Airlangga Janjikan Diskon 5% untuk Bank Permata Salurkan Kredit Perumahan

Airlangga Janjikan Diskon 5% untuk Bank Permata Salurkan Kredit Perumahan

Lintaskriminal.co.id –, JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Ekonomi Airlangga Hartarto mendorong PT Bank Permata Tbk. untuk ikut serta dalam program pembiayaan perumahan baik dari sisi pasokan maupun permintaan.

Ia menyebut salah satu bank swasta mampu memperoleh subsidi sebesar 5% dari pembiayaan perumahan yang disalurkan kepada masyarakat.

Airlangga menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan dana sebesar Rp130 triliun untuk subsidi program kredit perumahan. Agar dapat meningkatkan pasokan perumahan, khususnya bagi UMKM yang bergerak di bidang konstruksi, pemerintah menyediakan anggaran total sebesar Rp113 triliun dengan harapan mampu mendorong pengembangan perumahan rakyat.

Di sisi lain, pemerintah juga menyiapkan program kredit dengan anggaran sebesar Rp17 triliun untuk masyarakat yang ingin memiliki rumah. Airlangga meminta Bank Permata, salah satu bank swasta di Indonesia, untuk turut mendukung target pencapaian 3 Juta Rumah yang diumumkan oleh Presiden Prabowo Subianto.

“Mungkin Bank Permata juga dapat mendorong penggunaan dana tersebut. Khusus untuk KUR perumahan, pemerintah memberikan subsidi bunga sebesar 5%. Jadi, apabila Bank Permata memberikan kredit, pemerintah akan memberikan subsidi sebesar 5%, sehingga masyarakat dapat memperoleh manfaatnya,” katanya dalam acara Permata Bank Wealth Wisdom 2025: Navigating Indonesia Economy and Global Shifts, yang diambil dari YouTube Bank Permata, Selasa (7/10/2025).

Airlangga menjelaskan bahwa melalui program KUR, para pengembang mampu membangun sekitar 320.000 hunian dengan ukuran terkecil.

Selain itu, terkait dengan KUR secara umum, penyalurannya telah mencapai 3,46 juta pelaku UMKM dengan besaran subsidi yang diberikan oleh pemerintah sebesar 6%.

Selain dari segi pendanaan, pemerintah juga menyalurkan dana untuk mendorong sektor properti. Contohnya, dari sisi kebijakan fiskal, pemerintah terus memberikan insentif Pajak Pertambahan Nilai yang Ditanggung Pemerintah (PPN DTP).

Kepala Badan Kebijakan Fiskal dan Ekonomi Kemenkeu Febrio Nathan Kacaribu sebelumnya menyampaikan bahwa fasilitas PPN DTP akan berlaku mulai tahun 2025 dan akan diperpanjang hingga tahun depan. Sasaran penerima fasilitas tersebut adalah rumah tapak dengan harga maksimum Rp5 miliar.

Selanjutnya, pemerintah akan menanggung pajak pertambahan nilai (PPN) untuk rumah tersebut dengan jumlah maksimal sebesar Rp2 miliar.

“Kami juga memberikan PPN DTP 100% untuk rumah komersial, dengan harga rumah hingga Rp5 miliar, tetapi sebesar Rp2 miliar pertama diberikan PPN DTP 100%, dan hal ini telah kami umumkan juga akan diperpanjang hingga akhir tahun 2026,” ujar Febrio setelah rapat Komite Tapera di kantor Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Jakarta, Rabu (24/9/2025) malam.

POCO M7: Daya Tahan Super & Performa Hebat

POCO M7: Daya Tahan Super & Performa Hebat

Lintaskriminal.co.id –POCO M7 akan diluncurkan pada 10 Oktober 2025 dengan baterai besar berkapasitas 7.000 mAh, kinerja luar biasa, serta harga yang tetap terjangkau. Cek spesifikasi, fitur utama, dan alasan mengapa ponsel ini bisa menjadi pilihan terbaik untuk kebutuhan sehari-hari kamu!

POCO kembali menorehkan prestasi di pasar ponsel Indonesia dengan peluncuran POCO M7 yang direncanakan pada 10 Oktober 2025. Handphone ini diharapkan menjadi jawaban bagi pengguna yang membutuhkan kapasitas baterai yang luar biasa, kinerja cepat, serta harga yang murah.

Dengan baterai sebesar 7.000 mAh, POCO M7 diklaim mampu mendukung aktivitas sehari-hari tanpa perlu khawatir kehabisan daya. Kapasitas ini jauh lebih besar dibandingkan kebanyakan ponsel kelas menengah yang biasanya memiliki kapasitas sekitar 5.000 mAh.

Spesifikasi Penting yang Perlu Diketahui tentang POCO M7

Berdasarkan informasi yang beredar, POCO M7 menawarkan kinerja luar biasa berkat chipset Snapdragon generasi terbaru yang dirancang khusus untuk multitasking dan permainan berat.

Kemampuan RAM hingga 12 GB dan kapasitas penyimpanan internal 256 GB membuatnya sangat cocok untuk berbagai kebutuhan sehari-hari, mulai dari bekerja, bermain game, hingga menonton konten secara streaming.

Selain itu, layar AMOLED berukuran 6,8 inci dengan kecepatan refresh 120Hz menawarkan tampilan yang mulus dan jernih. Tidak ketinggalan, sistem pendingin cair (liquid cooling) juga terpasang untuk memastikan suhu tetap stabil meskipun digunakan dalam durasi yang lama.

Baterai 7.000 mAh: Kekuatan Tahan Paling Maksimal dalam Kategorinya

Keunggulan utama POCO M7 terletak pada baterai yang sangat besar dengan kapasitas 7.000 mAh, yang menjadi daya tarik utama bagi pengguna yang aktif. Dengan dukungan pengisian cepat 67W, pengisian daya dari 0% hingga penuh dapat selesai dalam waktu sekitar 50 menit.

Dengan kapasitas ini, POCO M7 diklaim mampu bertahan hingga:

– 20 jam bermain game tanpa henti – 20 jam bermain game secara terus-menerus – 20 jam bermain game tanpa berhenti – 20 jam bermain game tanpa jeda – 20 jam bermain game secara terus-menerus tanpa henti

– 30 jam menghabiskan waktu menonton video

– 48 jam panggilan telepon

Sesuai untuk kamu yang sering bepergian, bekerja di lapangan, atau tidak ingin repot membawa alat pengisi daya portabel.

Harga dan Ketersediaan POCO M7 di Indonesia

POCO M7 akan secara resmi dirilis pada 10 Oktober 2025, dan diperkirakan akan tersedia dalam dua pilihan varian:

1. POCO M7 (8/128 GB)

2. POCO M7 Pro (12/256 GB)

Harga diperkirakan dimulai dari Rp3 jutaan, membuatnya menjadi pilihan menarik bagi pengguna yang mencari ponsel tahan lama dengan kinerja premium tanpa perlu mengeluarkan biaya besar.

POCO M7, Pilihan Ideal untuk Kegiatan yang Sibuk

Dengan baterai besar 7.000 mAh, prosesor tangguh, dan harga yang terjangkau, POCO M7 siap menjadi andalan baru di kelas menengah.

Ponsel ini cocok bagi siapa saja yang menginginkan ketahanan terbaik, kinerja luar biasa, serta tampilan yang modern untuk mendampingi kegiatan sehari-hari. Semoga bermanfaat, indahnya berbagi.***

Eiichiro Oda Ungkap Inspirasi Awal Jadi Mangaka

Eiichiro Oda Ungkap Inspirasi Awal Jadi Mangaka

halopadang.id –– Nama Eiichiro Oda sangat terkenal dalam dunia manga berkat karyanya yang ikonik, One Piece. Selama hampir 30 tahun, cerita tentang bajak laut topi jerami ini terus menarik minat pembaca dari berbagai belahan dunia. Namun, di balik kesuksesan besar itu, ternyata ada kisah sederhana yang menjadi awal perjalanan Oda sebagai seorang mangaka.

Dalam wawancara terbaru dengan Weekly Shonen Jump, Oda mengungkapkan bagaimana ketertarikannya pada dunia manga mulai tumbuh sejak usia sangat muda. Ia menceritakan bahwa ketika berusia empat tahun, ia membaca manga Kaibutsu-kun — yang juga dikenal sebagai The Monster Kid — karya Fujiko Fujio A. Dari sana, muncul tekad kuat untuk menjadi seorang pembuat komik.

“Saat membaca Kaibutsu-kun, saya berpikir: saya ingin menjadi seorang mangaka. Saya masih ingat dengan jelas momen itu,” kenang Oda mengenang masa kecilnya di Miyazaki.

Menurut Oda, pada masa itu hanya terdapat dua majalah manga anak-anak yang populer, yaitu CoroCoro Comic dan Comic BonBon. Ia termasuk penggemar BonBon, tetapi koleksi kakaknya memperkenalkannya pada karya-karya Fujiko Fujio yang akhirnya mengubah arah hidupnya.

Akira Toriyama, Pengaruh Terbesar di Balik One Piece

Meskipun The Monster Kid menjadi awal mula, Oda mengakui bahwa pengaruh terbesar dalam menciptakan One Piece justru berasal dari Akira Toriyama, pembuat Dragon Ball. Ia sangat mengagumi gaya bercerita dan desain karakter khas Toriyama, serta berharap bisa bekerja di majalah yang sama dengan idola tersebut.

“Saya berharap bisa berada di majalah yang sama dengan Toriyama-sensei, dan akhirnya impian tersebut menjadi kenyataan,” ujar Oda.

Semangat Oda yang terinspirasi dari karya-karya besar akhirnya menghasilkan One Piece, salah satu manga paling sukses dan berpengaruh dalam sejarah. Kini, karya yang dimulai dari impiannya masa kecil telah berkembang menjadi fenomena global, menginspirasi jutaan pembaca dan para kreator muda di seluruh dunia.***

Copyright © 2026 10drama.com