Kelebihan dan Kekurangan Soundcore P41i: Earbuds dengan Power Bank

Kelebihan dan Kekurangan Soundcore P41i: Earbuds dengan Power Bank

LINGGA 10drama.com– Pasar earbuds True Wireless Stereo (TWS) semakin sibuk dengan berbagai inovasi menarik. Salah satu yang muncul adalah Soundcore P41i, earbuds dari Anker yang tidak hanya berfungsi sebagai alat audio, tetapi juga sebagai power bank dan stand ponsel. Fitur ini membuatnya berbeda dari kebanyakan TWS yang ada di pasaran.

Desain dan Fitur Case

Kasus Soundcore P41i menjadi daya tarik utama. Dengan baterai sebesar 3.000 mAh, casing ini dapat digunakan untuk mengisi ulang ponsel dengan kekuatan hingga 10W. Menurut uji coba, casing ini mampu menambah daya sekitar 50% pada iPhone 16 Pro atau 45% pada Samsung Galaxy S24.

Selain itu, casing dilengkapi dengan port USB-C dan adaptor Lightning, sehingga memudahkan penggunaan pada berbagai jenis perangkat. Selain itu, casing dapat dilipat menjadi stand ponsel, membuat pengalaman menonton video menjadi lebih nyaman.

Kekurangannya, ukuran kotak ini memang cukup besar dan terasa berat jika dibandingkan TWS umumnya.

Spesifikasi Utama

  • Driver Audio: 11 mm menggunakan teknologi BassUp
  • Keterhubungan: Bluetooth 5.3 yang mendukung penghubungan multipoint
  • Baterai Earbuds: hingga 12 jam (tanpa ANC), 10 jam (dengan ANC)
  • Mencapai 192 jam penggunaan dengan Case:
  • Pengisian Cepat: 10 menit isi = 5 jam penggunaan
  • Mikrofon: 6 mikrofon dengan ANC Adaptif
  • Peringkat Tahan Air: IPX5 (tahan terhadap air dan keringat yang mengenai)

Kualitas Suara

Untuk kualitas suara, Soundcore P41i menawarkan nada yang kuat dan penuh dengan bass berkat driver sebesar 11 mm. Teknologi BassUp memberikan energi lebih pada nada rendah, cocok untuk genre musik pop, EDM, atau hip hop.

Melalui aplikasi Soundcore, pengguna dapat menyesuaikan equalizer, serta tersedia mode khusus seperti Gaming Mode dan Movie Mode. Hal ini memberikan pengalaman mendengarkan yang lebih fleksibel sesuai dengan kebutuhan.

Active Noise Cancelling (ANC)

Soundcore P41i dilengkapi dengan ANC adaptif yang menggunakan 6 mikrofon, dan mendukung berbagai mode:

  • Adaptive (otomatis menyesuaikan lingkungan),
  • Manual, serta
  • Multi-Scene (Indoor, Outdoor, Transport).

ANC cukup efektif dalam mengurangi suara latar yang terus-menerus seperti lalu lintas atau mesin, meskipun masih sedikit kewalahan menghadapi suara mendadak atau percakapan di dekat.

Kualitas Panggilan

Untuk panggilan, P41i berfungsi cukup baik di dalam ruangan. Namun, kualitas suara bisa menurun saat digunakan di luar ruangan, terutama ketika ada angin atau kebisingan. Suara pihak lawan bicara terdengar agak samar, sehingga pengalaman telepon belum sepenuhnya optimal.

Baterai dan Daya Tahan

Dari segi daya tahan, earbuds mampu bertahan hingga 12 jam tanpa fitur ANC, dan sekitar 10 jam ketika ANC diaktifkan. Bila digabungkan dengan kapasitas case, total durasi penggunaan bisa mencapai 192 jam atau setara lebih dari seminggu penggunaan harian.

Dilengkapi dengan fitur pengisian cepat, hanya butuh 10 menit untuk menghasilkan 5 jam penggunaan — sangat bermanfaat saat sedang terburu-buru.

Keunggulan Soundcore P41i

  • Case Fungsional: dapat berfungsi sebagai power bank dan stand ponsel.
  • Baterai Tahan Lama: mencapai total hingga 192 jam penggunaan.
  • Bass yang Kuat: driver 11 mm yang didukung oleh teknologi BassUp.
  • ANC Fleksibel: cukup efisien dalam berbagai situasi.
  • Fitur Utama: penghubung ganda, pengisian cepat, ketahanan air kelas IPX5, serta aplikasi Soundcore.

Kekurangan Soundcore P41i

  • Kasus yang Besar dan Berat: kurang nyaman untuk dibawa dalam saku kecil.
  • ANC Tidak Efisien untuk Suara Mendadak.
  • Kualitas panggilan di luar ruangan tidak jernih.
  • Masalah Sinkronisasi pada Perangkat Android: terkadang terjadi ketidaksesuaian antara suara dan gambar, meskipun dapat diminimalkan menggunakan Mode Gaming.

Harga

Soundcore P41i telah tersedia di pasar dengan kisaran harga sekitar Rp2,4 juta hingga Rp2,6 juta. Mengenai fitur yang disediakan, harga ini tergolong kompetitif mengingat case multifungsi yang dimilikinya jarang ditemukan pada TWS lainnya.

Kesimpulan

Soundcore P41i merupakan TWS yang istimewa, bukan hanya menawarkan pengalaman audio berkualitas, tetapi juga dilengkapi dengan fitur tambahan seperti power bank dan stand ponsel. Dengan kapasitas baterai yang tahan lama, suara bass yang dalam, serta teknologi ANC yang bisa disesuaikan, produk ini cocok digunakan oleh para penjelajah, pekerja dinamis, atau siapa saja yang membutuhkan alat yang multifungsi.

Namun, jika fokus utama Anda adalah kualitas panggilan di luar ruangan atau ANC berkelas premium, mungkin ada pilihan lain yang lebih sesuai. Meskipun demikian, untuk harga sekitar Rp2,5 juta, Soundcore P41i memberikan nilai tambah yang sulit dikalahkan oleh TWS lain dalam kelasnya.

Kasus Data Anak Selesai, Google Bayar Komensasi untuk Jutaan Pengguna YouTube di Bawah Umur

Kasus Data Anak Selesai, Google Bayar Komensasi untuk Jutaan Pengguna YouTube di Bawah Umur

KILAS KLATEN– Perusahaan Google telah menyelesaikan perselisihan terkait tuntutan yang menyatakan bahwa mereka mengumpulkan data pengguna anak-anak secara ilegal melalui YouTube.

Data ini diduga digunakan dalam menampilkan iklan tanpa izin dari orang tua.

Berdasarkan laporan Endgadget, perusahaan teknologi besar ini sepakat membayar kompensasi sebesar $30 juta (sekitar Rp489 miliar) sebagai penyelesaian dari tuntutan hukum kelas tersebut.

Pihak penggugat mengestimasi jumlah orang yang terkena dampak bisa mencapai 35 juta hingga 45 juta jiwa.

Orang-orang yang berhak mendapatkan manfaat dari dana penyelesaian ini adalah anak-anak yang berusia 13 tahun atau lebih muda dan menonton YouTube antara tanggal 1 Juli 2013 hingga 1 April 2020.

Permohonan penyelesaian ini diajukan pada Selasa (19/8) malam waktu setempat dan saat ini sedang menunggu persetujuan dari hakim.

Namun, jumlah penyelesaian ini dianggap kecil jika dibandingkan dengan denda 170 juta dolar AS atau sekitar Rp2,7 triliun yang harus dibayarkan Google pada tahun 2019 dalam kasus serupa.

Pada masa itu, gugatan diajukan oleh Komisi Perdagangan Federal (Federal Trade Commission/FTC) terkait dugaan pelanggaran Undang-Undang Perlindungan Privasi Online Anak (Children’s Online Privacy Protection Act/COPPA).

Di dalam perjanjian tersebut, YouTube berjanji untuk menghentikan kebiasaan pengumpulan data dari video yang ditujukan bagi anak-anak.

Baik Google maupun YouTube juga berkomitmen untuk tidak melanggar aturan COPPA di masa depan.

Mobil Bekas Mau Dibeli, Cek Evaporator AC Dulu, Ini Caranya

Mobil Bekas Mau Dibeli, Cek Evaporator AC Dulu, Ini Caranya

10drama.com –– Selain mesin, keadaan AC pada mobil bekas juga perlu diperiksa saat membeli mobil bekas.

Karena pada mobil bekas yang memiliki jarak tempuh tinggi sering kali menimbulkan masalah pada AC, terutama komponen evaporator.

Misalnya, evaporator AC mobil bekas yang mulai kotor dapat menyebabkan ruang kabin menjadi tidak nyaman.

Untuk mengetahui keadaan evaporator AC mobil bekas, dapat dirasakan saat berada di dalam kendaraan.

Saat tim redaksi berdiskusi dengan Adi, pemilik bengkel spesialis AC mobil Adi Jaya, ia menyebutkan bahwa evaporator AC mobil yang kotor dapat menyebabkan AC tidak dingin secara optimal.

“Evaporator sangat mudah kotor meskipun telah dilengkapi dengan filter kabin,” ujar Adi.

“Kotoran pada evaporator AC mobil dapat dirasakan melalui udara yang tidak dingin meskipun sudah diatur paling rendah,” tambah seorang pria yang memiliki bengkel di Jl. Juanda, Depok, Jawa Barat.

Kotoran yang melekat pada evaporator menghambat aliran udara secara optimal.

Selain tidak terasa dingin, evaporator AC mobil bekas yang mulai kotor dapat mengeluarkan bau yang tidak sedap.

Bau apek akan menyebar ke seluruh kabin mobil saat AC dinyalakan.

“Baunya yang tidak sedap ini disebabkan oleh adanya kotoran yang berlebihan dan lengket,” katanya.

“Baik itu mau atau tidak, harus dilakukan pembongkaran AC mobil untuk dilakukan perawatan dan pembersihan menyeluruh,” ujar Adi.

Ini bertujuan untuk memastikan kondisi evaporator AC mobil tetap bersih dan mencegah terjadinya kebocoran.

Joby Mengangkasa Taksi Udara eVTOL Berawak Pertama di AS

Joby Mengangkasa Taksi Udara eVTOL Berawak Pertama di AS


Joby AviationPerusahaan Inc. meraih pencapaian bersejarah dalam penerbangan listrik dengan berhasil menjalani penerbangan pertama taksi udara eVTOL berawak antara dua bandara umum di Amerika Serikat, yaitu Marina (OAR) dan Monterey (MRY), California, pada 15 Agustus.

Pencapaian ini menjadi langkah krusial dalam persiapan perusahaan menghadapi pasar komersial, mengonfirmasi integrasi pesawatnya ke dalam ruang udara yang diatur oleh FAA serta menunjukkan perkembangan dalam keselamatan, operasional, pengelolaan lalu lintas udara, dan sertifikasi.

+ Klik di sini untuk melihat video

Detail penerbangan

+ Bentley memperkenalkan gagasan EXP 15 dalam acara Pebble Beach, menghadapi masa depan dari merek tersebut.

Perjalanan memakan waktu sekitar 12 menit dengan jarak 10 mil laut, termasuk pola menunggu selama lima menit di Monterey untuk pengaturan lalu lintas udara. Penerbangan ini menunjukkan proses penuh pesawat:

Lepas lepas vertikal dari Marina;

Konversi ke penerbangan sayap di jalur;

Integrasi ke dalam ruang udara yang diatur MRY, sesuai dengan urutan pesawat lain;

Pendaratan vertikal di Monterey.

Ini adalah pertama kalinya pesawat eVTOL berawak melakukan penerbangan antarbandara umum, memperkuat kemampuan Joby untuk beroperasi di lingkungan yang rumit dan meniru kondisi layanan nyata.

Pernyataan perusahaan

“Berhasil terbang dari Marina ke Monterey menunjukkan operasi kami yang terintegrasi dengan jaringan transportasi yang lebih luas dan semakin memperkuat kinerja pesawat untuk memastikan kami siap melayani sejak hari pertama,” ujar Didier Papadopoulos, Presiden OEM Aircraft Joby.

Ia menekankan bahwa uji coba sebelumnya telah membuktikan kemampuan eVTOL dalam berbagai situasi lingkungan, dan tindakan ini menjadi perkembangan alami dari program pengujian yang sedang berlangsung.

Perkembangan menuju sertifikasi dan pengintegrasian pasar

Penerbangan ini memberikan informasi penting mengenai peran manusia dalam operasi di bandara yang terkendali, serta membuktikan bahwa pesawat bisa mematuhi aturan lalu lintas udara yang sama seperti maskapai besar.

Capaian ini menambah lebih dari 40.000 mil perjalanan penerbangan uji yang telah dilakukan oleh armada Joby, terjadi pada masa pemasangan akhir pesawat pertama yang ditujukan untuk mendapatkan izin inspeksi tipe FAA, salah satu tahap akhir dalam proses sertifikasi.

Perusahaan berencana mengadakan uji penerbangan dengan pilot FAA pada awal tahun 2026, dan setelah mendapatkan sertifikasi, akan meluncurkan layanan komersial di Los Angeles dan New York. Akuisisi terbaru terhadap divisi penumpang Blade Air Mobility juga memperkuat kesiapan Joby untuk memasuki pasar.

Sumber dan gambar: Joby Aviation

Meta Menghadirkan Fitur Dubbing Suara AI di Reels

Meta Menghadirkan Fitur Dubbing Suara AI di Reels

10drama.com –, JAKARTA – Meta menghadirkan fitur dubing suara berbasis kecerdasan buatan (AI) diReels secara global.

Fitur ini memungkinkan pengguna untuk menerjemahkan ucapan mereka ke dalam bahasa lain dengan tambahan pilihan lip-sync, sehingga gerakan bibir sesuai dengan hasil terjemahan.

Mark Zuckerberg pertama kali memperkenalkan teknologi tersebut dalam acara Meta Connect 2024.

Pada tahap pertama, penerjemahan hanya tersedia antara bahasa Inggris dan Spanyol.

Meta memastikan bahwa dukungan terhadap bahasa lain akan segera datang.

Saat ini, fitur tersebut hanya tersedia untuk kreator Facebook yang memiliki lebih dari 1.000 pengikut, sementara pemilik akun publik Instagram dapat menggunakannya secara langsung.

Fitur ini bekerja dengan melatih suara asli pengguna, kemudian menghasilkan rekaman audio terjemahan yang tetap mempertahankan nada dan intonasi suara tersebut.

Fitur lip-sync akan menyesuaikan gerakan mulut sesuai dengan hasil terjemahan, sehingga tampil lebih alami.

Cara menggunakannya, pengguna hanya perlu memilih opsi “Translate your voice with Meta AI” sebelum mengunggah Reels.

Di tempat tersebut, pengguna dapat menambahkan lip-sync sambil memeriksa hasil terjemahan AI sebelum dipublikasikan.

Kelak, penonton akan melihat notifikasi yang menunjukkan bahwa suara menggunakan terjemahan berbasis AI.

Meta mengatakan fitur yang paling efektif digunakan untuk video dengan orientasi wajah menghadap ke kamera (face-to-camera).

Pengguna sebaiknya tidak menutupi wajah atau memakai musik latar yang terlalu keras.

Teknologi dapat mendukung hingga dua orang berbicara, tetapi sebaiknya tidak saling mengganggu.

Perusahaan menekankan bahwa fitur dubbing bertujuan untuk membantu para kreator memperluas cakupan penonton dari berbagai bahasa.

Meta juga menyediakan informasi kinerja berdasarkan bahasa sehingga para kreator dapat mengawasi sejauh mana efektivitas konten mereka dalam setiap bahasa.(engadget/ant/jpnn)

Viral! MacBook M1 & iPad Pro Jadi Perangkat Hybrid Paling Ditunggu: Mengapa iPadBook Unggul?

Viral! MacBook M1 & iPad Pro Jadi Perangkat Hybrid Paling Ditunggu: Mengapa iPadBook Unggul?

10drama.com –Seorang YouTuber dan pakar modifikasi asal Tiongkok, Shu Chan, baru-baru ini meluncurkan alat yang sangat inovatif dan langsung menarik perhatian jutaan penggemar perangkat elektronik. Ia berhasil menggabungkan dua perangkat utama Apple, MacBook dan iPad Pro, menjadi satu perangkat hybrid yang ia beri nama iPadBook.

Di Balik Layar: Tahapan Perubahan iPadBook

Proses inovasi ini dimulai dengan membongkar MacBook Air M1, secara efektif mengubahnya menjadi basis laptop tanpa layar bawaan. Selanjutnya, Shu Chan merancang engsel magnetik khusus, hasil dari desain dan pencetakan 3D, yang memungkinkan iPad Pro dipasang sebagai layar alternatif.

Engsel pintar yang disebut MagBaka ini memanfaatkan 12 magnet agar iPad tetap stabil dan sejajar sempurna saat digunakan sebagai layar. Akibatnya, iPad Pro berfungsi sebagai layar utama untuk MacBook Air, lengkap dengan kemampuan sentuh dan dukungan penuh untuk Apple Pencil.

Kenyamanan Tanpa Pengorbanan: Sistem Operasi Ganda dalam Satu Perangkat

Keunggulan utama adalah ketika layar dipisahkan, iPad Pro dapat berjalan sendiri dengan sistem operasi iPadOS-nya, sebuah peralihan yang sangat mudah dipahami. Inti daya tarik iPadBook memang berada pada fleksibilitasnya yang luar biasa dalam penggunaan sehari-hari.

Pengguna bisa dengan mudah berpindah antara macOS dan iPadOS hanya dengan melepas layar iPad secara fisik. Ketika iPad dipasang di docking MacBook, perangkat tersebut berfungsi sebagai layar tambahan yang menampilkan seluruh antarmuka macOS.

Setelah dilepaskan, iPad Pro kembali ke mode tablet standar, memberikan pengalaman penggunaan yang fleksibel dan tanpa gangguan. Dari segi tampilan, hasil perubahan ini sangat akurat dan tampak menarik.

Meskipun ukuran iPad sedikit lebih kecil dibandingkan MacBook Air, gabungan kedua perangkat ini terlihat sangat selaras, hampir mirip dengan produk resmi Apple yang memang dirancang secara terpadu.

Respons Dunia: Pujian terhadap Inovasi Shu Chan

Seperti yang dilaporkan oleh 10drama.comTekno yang merujuk pada The Verge, iPadBook karya Shu Chan langsung menjadi perbincangan di dunia digital. Banyak netizen, terutama dari komunitas teknologi global, memberikan pujian tinggi terhadap ide dan pelaksanaannya.

Beberapa orang berani mengatakan bahwa inovasi ini telah melebihi produk resmi Apple yang tersedia saat ini. Menurut pendapat umum netizen, iPadBook merupakan solusi terbaik bagi mereka yang menginginkan fleksibilitas tinggi tanpa perlu repot membawa dua perangkat berbeda secara terpisah.

Di sisi lain, Apple sering kali mendapat kritik dari penggemarnya karena ketidakmauan mereka menggabungkan macOS dan iPadOS menjadi satu perangkat hybrid yang utuh.

BRABUS 2026 Resmi Dirilis, Performa dan Desain Mewah Dibuktikan

BRABUS 2026 Resmi Dirilis, Performa dan Desain Mewah Dibuktikan

10drama.com –Smart secara resmi mengumumkan bahwa model performa smart #1 BRABUS 2026 akan diluncurkan dalam Chengdu International Auto Show, yang berlangsung dari 29 Agustus hingga 7 September.

Berdasarkan data resmi, kendaraan ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kinerjanya. Waktu percepatan dari 0 hingga 100 km/jam berkurang dari 3,9 detik menjadi 3,6 detik. Daya maksimumnya meningkat menjadi 365 kW, sedangkan torsi tertingginya mencapai 573 Nm.

Peningkatan ini juga didukung oleh ban sport berperforma tinggi Michelin PS4, yang membantu mengurangi jarak pengereman dari 37 meter menjadi 34,38 meter.

Dari sisi luar, kendaraan ini menawarkan warna cat bodi matte black yang unik, dipadukan dengan atap berwarna merah kontras dan velg alloy ringan BRABUS MONOBLOCKZ berukuran 19 inci.

Kendaraan ini juga dilengkapi dengan paket tampilan sport khusus, termasuk gril partikel merah, logo PERFORMANCE, air curtain desain BRABUS, tutup mesin sport, serta spoiler belakang desain BRABUS.

Di dalam kabin, smart #1 BRABUS 2026 memiliki paket interior sport yang khusus, termasuk interior berwarna hitam BRABUS, sandaran kepala BRABUS Design, sabuk pengaman sport berwarna merah, kursi sport dengan bahan Microfiber, serta kemudi sport berbahan Alcantara yang dilengkapi logo BRABUS yang menyala.

Fitur tambahan lainnya mencakup paket audio klasik Sennheiser yang dilengkapi dengan 13 speaker dan 3 efek suara khusus, serta lampu ambient berwarna 256 dengan modul pengaturan palet yang baru.

Wuling Perkenalkan Cortez Darion di GIIAS 2025, Hadir dalam Varian New Air EV dan PHEV

Wuling Perkenalkan Cortez Darion di GIIAS 2025, Hadir dalam Varian New Air EV dan PHEV

Priangan Insider –Pameran mobil paling bergengsi di Indonesia, Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025, kembali menjadi ajang tampilnya para produsen besar dunia.

Salah satu yang berhasil menjadi perhatian pada kesempatan ini adalah Wuling Motors. Merk asal Tiongkok yang sebelumnya sukses mencuri perhatian lewat Air EV, secara resmi meluncurkan Cortez Darion dengan dua varian menarik: New Air EV dan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV).

Ya, Wuling tampak semakin serius dalam membangun citra sebagai produsen mobil masa depan yang ramah lingkungan.

Kehadiran Cortez Darion menunjukkan bahwa Wuling tidak hanya fokus pada mobil city car listrik kecil, tetapi juga berani memasuki segmen MPV dengan teknologi elektrifikasi yang lebih canggih.

Desain Futuristik, Aura Premium

Dari penampilannya, Cortez Darion memiliki kesan modern yang kuat. Bagian gril depan dirancang lebih sederhana, dikombinasikan dengan lampu LED matrix yang ramping dan tajam.

Meskipun tubuhnya tampak lebih bertenaga, menunjukkan karakter yang anggun tetapi tetap sporty. Di dalam kabin, Wuling memberikan nuansa mewah: layar hiburan besar yang terhubung dengan panel instrumen digital, kursi kulit dengan konfigurasi kursi kapten, hingga atap panoramic yang membuat suasana semakin mewah.

Dua Jenis: Listrik dan Plug-in Hybrid

Yang membuat semakin menarik, Cortez Darion tersedia dalam dua pilihan elektrifikasi:

  1. New Air EV Version

    Varian listrik ini memiliki baterai yang lebih besar dibandingkan Air EV sebelumnya, dengan jangkauan yang diklaim mencapai 400 km dalam satu kali pengisian. Fitur pengisian cepat juga tersedia, sehingga dalam waktu 30 menit pengisian daya sudah bisa digunakan untuk berkendara sejauh 200 km. Sesuai dengan gaya hidup perkotaan yang serba cepat.

  2. PHEV Version

    Oke, bagi yang masih khawatir mengenai infrastruktur pengisian daya, Wuling menyediakan varian PHEV. Mobil ini dapat digunakan dengan tenaga listrik sepenuhnya hingga jarak 120 km, tetapi jika baterai habis, mesin bensin turbo otomatis akan bekerja. Jadi tidak perlu takut kehabisan daya di tengah perjalanan.

Dukungan untuk Green Mobility

Pada peluncurannya, manajemen Wuling menyatakan bahwa Cortez Darion ini merupakan bagian dari komitmen mereka dalam mendukung peralihan ke energi bersih di Indonesia.

Terlebih lagi pemerintah saat ini sangat giat mendorong ekosistem kendaraan listrik, mulai dari subsidi hingga pembangunan SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum).

“Kami berharap hadir tidak hanya melalui produk, tetapi juga memberikan solusi mobilitas yang lebih ramah lingkungan dan efisien bagi masyarakat Indonesia,”perwakilan Wuling di tengah GIIAS 2025.

Respons Masyarakat dan Prediksi Pasar

Masyarakat langsung heboh ketika Wuling Cortez Darion dipamerkan. Netizen di media sosial ramai memberikan komentar, mulai dari yang terkesan dengan desainnya hingga penasaran dengan harga resmi yang disebut lebih murah dibanding MPV listrik dari merek Jepang atau Eropa.

Banyak orang berpendapat bahwa jika Cortez Darion ditawarkan dengan harga yang kompetitif, maka bisa menjadi perubahan besar di pasar otomotif Indonesia.

Beberapa pakar juga mengatakan, Cortez Darion akan menjadi pilihan menarik bagi keluarga muda yang menginginkan MPV luas, canggih, tetapi tetap efisien bahan bakar.

Dengan dua pilihan (EV dan PHEV), Wuling tampaknya ingin memberikan opsi yang fleksibel sesuai dengan kebutuhan dan kesiapan konsumen Indonesia terhadap teknologi listrik.

Peluncuran Cortez Darion di GIIAS 2025 jelas semakin memperkuat posisi Wuling sebagaiorang baru yang tidak boleh dianggap remehdi dunia otomotif Indonesia. Jika dahulu Air EV menjadi mobil listrik paling laku, tidak menutup kemungkinan Cortez Darion bisa mengulangi prestasi serupa, hanya saja kali ini di kategori MPV.

Sekarang pertanyaannya: apakah kamu siap mengganti mobil keluarga dengan MPV listrik atau hybrid seperti yang ditawarkan Wuling ini? (***)

Hibrida Mewah Baru Senilai 165.000 USD Diluncurkan di Monterey Car Week 2025

Hibrida Mewah Baru Senilai 165.000 USD Diluncurkan di Monterey Car Week 2025


Karma Automotive mengumumkan pada hari Jumat (15), selama Monterey Car Week 2025,Gyesera, Gran Coupé hybrid mewah terbaru, yang akan masuk ke pasar dengan produksi yang direncanakan pada kuartal keempat tahun ini. Model ini akan dijual mulai dari 165.000 USD dan menawarkan standar baru dalam segmennya dengan desain inovatif dan perkembangan teknologi.

Gyesera menggantikan Karma Revero, yang menjadi pelopor dalam mobil hybrid plug-in mewah selama lebih dari sepuluh tahun, dengan bodi yang ringan terbuat dari bahan komposit karbon dan aluminium serta interior yang diperbarui. Pertama kali diperkenalkan pada 2024, model ini juga menjadi platform pengujian untuk Sistem Pengembangan Produk Cerdas (IPDS) merek tersebut, yang menggabungkan pengembangan kendaraan konvensional dengan teknologi “kembaran digital” dan integrasi cloud.

+ Makedonia Utara menerima 29 kendaraan lapis baja Oshkosh JLTV yang baru.

Menurut Marques McCammon, presiden dan CEO Karma Automotive, Gyesera menandai tahap baru bagi perusahaan. “Lebih cepat, lebih ringan, dan lebih canggih dibandingkan model sebelumnya, Gyesera menjadi halaman pertama dari bab baru Karma, menggabungkan kemewahan modern, perangkat lunak, dan kinerja dalam pengalaman berkendara yang unik,” ujarnya.

Daya dan performa

Dengan mengusung evolusi terbaru dari sistem penggerak hybrid EREV, Gyesera mampu menghasilkan 566 hp dan torsi sebesar 546 lb/ft, mampu melaju dari 0 hingga 60 mph hanya dalam 4,0 detik, setengah detik lebih cepat dibandingkan Revero. Model ini akan diikuti pada tahun 2026 oleh Karma Amaris GT Coupé, yang ditawarkan dengan harga sekitar 200.000 USD.

Desain eksklusif

Dijelaskan sebagai ekspresi yang bersih dan berani dari desain modern, Gyesera adalah Gran Coupé empat kursi dengan pendekatan aerodinamis yang agresif, atap karbon, diffuser yang sporty, serta velg tempa 22” dengan ban Pirelli yang dikembangkan khusus untuk merek ini.

Di antara inovasi terbaru terdapat simbol visual “Backslash”, yang memperkuat citra Karma, serta sistem pencahayaan “Target Acquisition”, yang pertama kali diperkenalkan pada supercoupé Kaveya.

Interior berteknologi tinggi

Di bagian dalam, Gyesera menampilkan lapisan kulit “Moondust” dengan detail “Atmosphere Blue”, dikombinasikan dengan kabin yang minimalis dan penuh teknologi. Model ini dilengkapi sistem Cockpit Information Controller (CIC) terbaru berbasis Qualcomm 8155, integrasi nirkabel dengan Apple CarPlay dan Android Auto, serta fitur Over The Air (OTA) yang diperluas, memungkinkan pemantauan cerdas dan pembaruan perangkat lunak secara real-time.

Konsol tengah dilengkapi dengan lapisan cat hitam mengilap, tombol start yang memiliki pencahayaan backlight, serta pengisi daya nirkabel. Kursi depan yang baru lebih ringan memberikan ruang kaki yang lebih luas bagi penumpang belakang sebesar 15%, memperkuat konsep kemewahan dan kenyamanan.

Sumber dan gambar: Karma Automotive. Konten ini dibuat dengan dukungan teknologi AI dan telah diverifikasi oleh tim redaksi.

Konsumen Diminta Sabar, Beli BYD Atto 1 Sekarang, Dikirim Bulan Desember

Konsumen Diminta Sabar, Beli BYD Atto 1 Sekarang, Dikirim Bulan Desember

10drama.com –– Untuk pengunjung 10drama.com yang berencana membeli BYD Atto 1, tampaknya perlu bersabar lebih lama.

Ternyata, inden BYD Atto 1 saat ini bisa mencapai bulan Desember 2025, yang berarti jumlah pesanan sangat banyak hingga konsumen harus menunggu selama itu jika memesan sekarang.

Bila ditanyakan, para tenaga penjualan BYD di kawasan Jakarta Selatan mengonfirmasi hal tersebut.

“Benar, saat ini estimasi pengirimannya sudah masuk pada Desember 2025,” ujar tenaga penjual kepada 10drama.com, Selasa (19/8/2025).

Namun demikian, ia tidak menutup kemungkinan pengiriman mobil BYD Atto 1 bisa lebih cepat.

“Jika nanti ada kesempatan untuk mengirim unit lebih cepat, kami akan segera memberitahu. Karena kemungkinan ada pelanggan yang sudah memesan terlebih dahulu dan beralih ke unit lain,” tambahnya.

Pernyataan serupa juga diungkapkan oleh Luther T. Panjaitan, Kepala Humas dan Hubungan Pemerintah PT BYD Motor Indonesia, mengenai waktu tunggu atau inden untuk model Atto 1, yang telah mencapai akhir tahun atau Desember 2025.

“Selama GIIAS kami memang berjanji untuk Oktober 2025 (pengiriman). Namun, paruh pertama GIIAS sudah mulai masuk ke November, dan sekarang ada yang sampai pada Desember,” kata Luther kepada awak media.

Meskipun demikian, pihaknya akan terus berupaya sebaik mungkin dalam mendistribusikan Atto 1 sesuai dengan janji yang telah diberikan, dan hal ini tentu saja berkaitan dengan kepuasan pelanggan.

Selain itu, saat ini BYD juga telah memiliki lebih banyak tenaga penjualan, logistik, dan jaringan distribusi.

“Kita mengalami hal ini sejak tahun sebelumnya, ketika jaringan penjualan kami belum sebaik sekarang. Jumlah tenaga penjual, tenaga logistik, dan distribusi semuanya belum memadai seperti saat ini, dan kita terus berupaya meningkatkan kualitasnya,” tegasnya.

Sebelumnya dilaporkan, BYD Atto 1 yang baru diperkenalkan dalam GIIAS 2025 menjadi perbincangan di kalangan penggemar otomotif Indonesia.

Karena mobil listrik kecil dengan desain sporty dan modern ini memiliki harga yang cukup terjangkau, mulai dari Rp 195 juta hingga Rp 235 juta.

Mengenai spesifikasi, BYD Atto 1 memiliki ukuran panjang 3.925 mm, lebar 1.720 mm, dan tinggi 1.590 mm,ground clearance 155 mm, serta wheelbase 2.500 mm.

Membahas aspek keamanan, BYD menyediakan Atto 1 dengan enam buah airbag, titik pengikat ISOFIX untuk pemasangan kursi anak yang aman, serta sistem peringatan sabuk pengaman.

Selain itu, tersedia Electric Parking Brake (EPB), fitur auto brake hold, serta rem cakram ganda di bagian depan dan belakang.

Copyright © 2026 10drama.com