Mobil Bekas Pilihan untuk Anak Muda

Mobil Bekas Pilihan untuk Anak Muda

JAKARTA, 10drama.com– Memilih mobil bekas bagi pemuda tidak hanya terkait harga, tetapi juga gaya desain, kinerja, serta biaya perawatan yang terjangkau.

Secara umum, para pemuda mencari mobil yang memiliki tampilan menarik, hemat bahan bakar, serta fitur canggih yang sesuai dengan kebutuhan perjalanan sehari-hari, baik untuk bekerja maupun kuliah.

Selain itu, ketersediaan komponen pengganti dan harga jual kembali menjadi hal yang penting agar mobil tidak menimbulkan kesulitan di masa depan.

Thung Andi Supriadi, pemilik showroom Rendani Mobil, menyampaikan bahwa terdapat beberapa rekomendasi mobil bekas yang sesuai untuk kalangan muda.

“Untuk mobil dengan dua baris kursi, tersedia Honda HR-V, Jazz, Brio, atau Toyota Yaris. Sedangkan untuk mobil tiga baris terdapat Honda Mobilio, BR-V, Freed, Toyota Avanza, dan Suzuki Ertiga. Sesuaikan saja dengan budget yang dimiliki,” kata Andi kepada 10drama.com, Selasa (19/8/2025).

Sementara itu, Uta, salah seorang penjual mobil bekas di Mobilindo, menyatakan bahwa rekomendasi mobil bekas untuk para pemuda biasanya bersifat relatif.

“Relatif, tergantung selera. Tapi kalau mencari banyak, Jazz itu, kalau Brio juga ada,” kata Uta kepada 10drama.com, Selasa (19/8/2025).

Banyaknya pilihan mobil bekas yang tersedia, baik tipe dua baris maupun tiga baris, membuat calon pembeli perlu menyesuaikan pilihannya sesuai dengan kebutuhan sehari-hari dan anggaran yang dimiliki.

Pemeriksaan kondisi kendaraan secara menyeluruh, termasuk riwayat perawatan dan kelengkapan dokumen, tetap menjadi langkah yang penting agar tidak salah memilih.

Melalui pemeriksaan yang mendalam serta mempertimbangkan saran dari penjual, konsumen dapat memperoleh mobil bekas yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga nyaman, hemat bahan bakar, dan aman dalam penggunaan sehari-hari.

PNPRO: Pengasuhan Anak Berbasis Teknologi Premium

PNPRO: Pengasuhan Anak Berbasis Teknologi Premium

Grup VTC dengan bangga memperkenalkan PNPRO oleh Premium Nanny, layanan pengasuhan kelas premium generasi kedua yang menggabungkan keahlian pengasuh profesional dengan teknologi terkini untuk mendukung perkembangan anak secara maksimal.

Sebagai perkembangan dari layanan pengasuhan kelas atas, PNPRO memperkenalkan inovasi teknologi melalui paket eksklusif bersama Alpha Kidz, platform cerdas yang menghubungkan orang tua, pengasuh, dan perkembangan anak dalam satu genggaman.

Fitur Unggulan:

– Jurnal Pengasuh Online: catatan harian mengenai aktivitas, makanan, tidur, serta perkembangan anak secara langsung.

– Pelacak GPS: Terintegrasi memberikan perlindungan tambahan, memastikan lokasi anak dan pengasuh selalu terpantau.

– Pengaturan Jadwal Cerdas: Kalender aktivitas yang terhubung untuk koordinasi yang lebih efektif.

– Tips Orang Tua: Artikel edukatif yang ditulis oleh para pakar terpercaya.

– Fitur Rekrut dan Tugaskan Pengasuh: Rekrut, konsultasi, serta penugasan pengasuh secara langsung melalui aplikasi.

Diciptakan untuk orang tua yang sibuk dan mengutamakan kualitas, kejelasan, serta ketenangan—kapan saja, di mana saja.

Tidak hanya fokus pada teknologi, PNPRO juga menekankan kualitas sumber daya manusia yang unggul melalui Modul 9 Mastery Program yang dilaksanakan secara intensif di Nexus The Institute. Kandidat pengasuh terpilih menjalani pelatihan mendalam yang mencakup pendidikan holistik, kecerdasan emosional, hingga pemahaman kurikulum internasional.

Saya mendirikan PNPRO bukan hanya untuk menyediakan layanan pengasuhan, tetapi juga untuk memenuhi keinginan para orang tua akan pendamping yang benar-benar peduli, memahami, dan memiliki pendidikan yang lengkap. Dalam dunia yang semakin cepat ini, anak-anak membutuhkan lebih dari sekadar pengawas — mereka memerlukan figur yang mampu membimbing dengan hati, cerdas secara emosional, serta paham perkembangan saat ini. PNPRO hadir sebagai wujud kasih sayang dan dedikasi, menggabungkan profesionalisme, empati, dan teknologi — karena setiap anak layak tumbuh dalam lingkungan terbaik,” ujar Valentina Maya Sari, CEO dan Pendiri VTC Group. Saya mendirikan PNPRO tidak hanya untuk menawarkan layanan pengasuhan, tetapi juga untuk menjawab kerinduan orang tua akan pendamping yang benar-benar peduli, memahami, dan memiliki pelatihan yang komprehensif. Di tengah dunia yang serba cepat, anak-anak membutuhkan lebih dari sekadar penjaga — mereka butuh sosok yang bisa membimbing dengan perasaan, kecerdasan emosional, dan pemahaman terhadap perkembangan masa kini. PNPRO hadir sebagai bentuk cinta dan komitmen, menggabungkan profesionalisme, empati, dan teknologi — karena setiap anak pantas tumbuh dalam perlindungan terbaik,” kata Valentina Maya Sari, CEO dan Pendiri VTC Group. Saya mendirikan PNPRO bukan hanya untuk menyediakan jasa pengasuhan, tetapi juga untuk memenuhi keinginan orang tua akan pendamping yang benar-benar peduli, memahami, dan memiliki pendidikan yang menyeluruh. Dalam dunia yang semakin dinamis, anak-anak membutuhkan lebih dari sekadar pengawas — mereka memerlukan figur yang bisa membimbing dengan hati, cerdas secara emosional, serta paham tentang perkembangan saat ini. PNPRO hadir sebagai wujud kasih sayang dan dedikasi, menggabungkan profesionalisme, empati, dan teknologi — karena setiap anak layak tumbuh dalam lingkungan terbaik,” ucap Valentina Maya Sari, CEO dan Pendiri VTC Group.

Sebagai pendidik di bidang non-formal, PNPRO memiliki visi besar untuk menciptakan standar baru dalam dunia pengasuhan profesional di Indonesia. Ini bukan hanya tentang menyediakan pengasuh yang terampil, tetapi juga membangun mitra strategis bagi keluarga—yang memahami betapa pentingnya stimulasi dini, pengembangan karakter, dan perlindungan anak dengan pendekatan berbasis teknologi.

Di sinilah peran Nexus The Institute menjadi sangat penting sebagai pusat pendidikan dan pelatihan intensif untuk calon pengasuh profesional. Dengan bimbingan dari para coach yang merupakan ahli di bidangnya—seperti dokter tumbuh kembang anak, dokter gizi, serta pakar dalam parenting dan pendidikan—Nexus The Institute memastikan setiap calon mendapatkan pemahaman yang komprehensif. PNPRO adalah generasi baru pengasuh yang menggabungkan keahlian, empati, dan inovasi—untuk menciptakan masa depan anak yang lebih cerdas, aman, dan berkualitas,” ujar Listya Pranata, S.Pd, School Principal & Child Educator, Nexus The Institute.

Di tengah perkembangan zaman yang pesat, pengasuhan anak perlu menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi. PNPRO tidak hanya bertindak sebagai pengasuh biasa, tetapi juga menjadi mitra yang dapat diandalkan dengan menggabungkan teknologi dan pelatihan berkualitas agar setiap anak mendapatkan perhatian maksimal dan berkembang secara optimal. Kami berkomitmen menyediakan layanan premium yang memenuhi kebutuhan keluarga sibuk tanpa mengorbankan kualitas,” ujar Valeriana Rosmaya, Presiden Direktur VTC Group.

Cari standar baru dalam pengasuhan profesional yang menekankan kualitas, teknologi, dan kejujuran. Serahkan perawatan anak Anda kepada PNPRO by Premium Nanny karena anak Anda pantas mendapatkan yang terbaik. Kunjungi situs kami di pnpro.id atau hubungi hotline eksklusif kami di +62 822 3072 7549 untuk konsultasi pribadi dan pengaturan layanan premium Anda.

Kasus Data Anak Selesai, Google Bayar Komensasi untuk Jutaan Pengguna YouTube di Bawah Umur

Kasus Data Anak Selesai, Google Bayar Komensasi untuk Jutaan Pengguna YouTube di Bawah Umur

KILAS KLATEN– Perusahaan Google telah menyelesaikan perselisihan terkait tuntutan yang menyatakan bahwa mereka mengumpulkan data pengguna anak-anak secara ilegal melalui YouTube.

Data ini diduga digunakan dalam menampilkan iklan tanpa izin dari orang tua.

Berdasarkan laporan Endgadget, perusahaan teknologi besar ini sepakat membayar kompensasi sebesar $30 juta (sekitar Rp489 miliar) sebagai penyelesaian dari tuntutan hukum kelas tersebut.

Pihak penggugat mengestimasi jumlah orang yang terkena dampak bisa mencapai 35 juta hingga 45 juta jiwa.

Orang-orang yang berhak mendapatkan manfaat dari dana penyelesaian ini adalah anak-anak yang berusia 13 tahun atau lebih muda dan menonton YouTube antara tanggal 1 Juli 2013 hingga 1 April 2020.

Permohonan penyelesaian ini diajukan pada Selasa (19/8) malam waktu setempat dan saat ini sedang menunggu persetujuan dari hakim.

Namun, jumlah penyelesaian ini dianggap kecil jika dibandingkan dengan denda 170 juta dolar AS atau sekitar Rp2,7 triliun yang harus dibayarkan Google pada tahun 2019 dalam kasus serupa.

Pada masa itu, gugatan diajukan oleh Komisi Perdagangan Federal (Federal Trade Commission/FTC) terkait dugaan pelanggaran Undang-Undang Perlindungan Privasi Online Anak (Children’s Online Privacy Protection Act/COPPA).

Di dalam perjanjian tersebut, YouTube berjanji untuk menghentikan kebiasaan pengumpulan data dari video yang ditujukan bagi anak-anak.

Baik Google maupun YouTube juga berkomitmen untuk tidak melanggar aturan COPPA di masa depan.

Psikolog: Cara Membangun Hubungan Emosional Ayah dan Anak

Psikolog: Cara Membangun Hubungan Emosional Ayah dan Anak

10drama.com, Jakarta– Psikolog dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Novi Poespita Candra menyatakan partisipasiayahdalam kehidupan anak, tidak hanya memengaruhi ikatan emosional, tetapi juga berdampak signifikan terhadap ketahanan fisik dan kemampuan berpikir anak. Pernyataan Novi Poespita Candra ini merespons meningkatnya perhatian masyarakat terhadap isu fatherless atau ketidakhadiran peran ayah dalam kehidupan anak di Indonesia.

Anak-anak yang besar bersama ayah yang aktif secara fisik cenderung memiliki pertumbuhan fisik yang baik. Hal ini memengaruhi perkembangan kognitif mereka, sehingga mereka menjadi lebihpercaya diridan mampu membuat keputusan,” ujar Novi pada Selasa, 15 Juli 2025.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan fisik bersama ayah, seperti berolahraga atau menghadapi tantangan bersama, memberikan kesempatan bagi anak untuk mengembangkan rasa percaya diri dan kemampuan beradaptasi. “Bukan hanya hubungan fisik yang terjalin, tetapi juga proses pembentukan pikiran dan kepribadian,” tambahnya.

Selain itu, Novi menekankan perlunya komunikasi antara orang tua dan anak dalam membangun pemahaman serta refleksi terhadap nilai-nilai kehidupan. Menurutnya, melakukan refleksi bersama setelah melakukan suatu aktivitas sangat penting untuk memperkuat ikatan emosional.

Faktor lain yang sangat penting perlu diperhatikan adalah hubungan antara ayah dan ibu di depan anak. Ia menyampaikan bahwa sikap ayah terhadap ibu akan memengaruhi cara anak menilai dan menghormati ayahnya. “Jika ayah bersikap hormat dan penuh kasih kepada ibu, hal ini akan meningkatkan rasa hormat anak terhadap ayah serta memperkuat ikatan keluarga,” ujarnya.

Diketahui bahwa isu tanpa ayah di Indonesia mendapat perhatian serius karena memengaruhi perkembangan anak. Fenomena ini merujuk pada kondisi di mana anak tidak mendapatkan peran dan kehadiran ayah dalam hidupnya, baik secara fisik maupun emosional, meskipun ayah masih ada.

Untuk mengatasi masalah tersebut, pemerintah mengeluarkan kebijakan melalui Surat Edaran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Nomor 7 Tahun 2025 mengenai Gerakan Ayah Mengantar Anak pada Hari Pertama Sekolah, yang bertujuan untuk mengurangi krisis ketidakhadiran ayah di Indonesia.

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN Wihaji menyatakan bahwa inisiatif ayah yang mengantar anak pada hari pertama sekolah merupakan lambang perubahan dalam budaya pengasuhan keluarga.

Wihaji menyampaikan bahwa gerakan tersebut bertujuan untuk meningkatkan peran ayah dalam pengasuhan anak, dan merupakan salah satu program terbaik yang memberikan hasil cepat atau quick wins dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak/BKKBN, yaitu Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI). “Gerakan ini juga menjadi simbol perubahan budaya pengasuhan di Indonesia. Dari yang sebelumnya berfokus pada peran ibu, kini lebih kolaboratif dan setara,” ujar Wihaji.

Copyright © 2026 10drama.com