4 Kebiasaan Mengemudi yang Boros Bahan Bakar

4 Kebiasaan Mengemudi yang Boros Bahan Bakar

Menghemat bahan bakar tidak hanya terkait dengan mesin kendaraan atau jenis bensin yang dipakai, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh cara Anda berkendara setiap hari. Banyak pengemudi tidak menyadari bahwa gaya mengemudi yang kasar dan tiba-tiba justru dapat meningkatkan konsumsi bahan bakar.

Kebiasaan kecil yang dilakukan secara tidak sadar, seperti menginjak gas tiba-tiba atau mengerem dengan terlalu keras, ternyata dapat mempercepat penghabisan bahan bakar. Oleh karena itu, pahamilah beberapa kebiasaan berkendara mendadak yang menyebabkan borosnya bahan bakar dan merugikan kantong.

1. Sering menginjak pedal gas secara tiba-tiba

Kebiasaan menginjak pedal gas secara mendadak dan dalam saat memulai perjalanan akan menyebabkan mesin bekerja lebih berat dari biasanya. Mesin akan segera meningkatkan putaran RPM secara cepat, yang berarti bahan bakar cenderung terbakar lebih banyak dalam waktu singkat.

Metode mengemudi seperti ini tidak efisien karena menyebabkan pemborosan bahan bakar untuk mencapai percepatan yang sebenarnya bisa diperoleh dengan cara yang lebih lembut. Selain itu, menekan pedal gas secara tiba-tiba juga dapat mempercepat kerusakan mesin dan komponen transmisi pada kendaraan.

2. Pengereman tiba-tiba tanpa pertimbangan

Menginjak rem secara tiba-tiba tidak hanya berpotensi menyebabkan kecelakaan, tetapi juga dapat mengurangi efisiensi penggunaan bahan bakar pada kendaraan. Setiap kali kamu melakukan pengereman mendadak, energi kinetik yang sebelumnya terbentuk dari pembakaran bahan bakar akan langsung terbuang percuma.

Alih-alih memperoleh keuntungan dari momentum dengan mengurangi kecepatan secara perlahan, justru kamu akan kembali melakukan proses percepatan dari awal yang kembali menghabiskan bahan bakar. Penggunaan rem yang terlalu sering juga menyebabkan keausan lebih cepat, sehingga menimbulkan biaya tambahan dalam perawatannya.

3. Sering mengganti jalur dengan cara yang kasar

Berpindah jalur secara tiba-tiba, khususnya dalam kondisi lalu lintas yang padat, justru akan menyebabkan kendaraan sering kali harus menyesuaikan kecepatan dan posisinya kembali. Setiap perubahan kecepatan ini pada akhirnya akan berdampak langsung terhadap penggunaan bahan bakar karena mesin harus menyesuaikan beban kerjanya.

Kebiasaan ini bisa menyebabkan mesin dan transmisi lebih cepat mengalami panas karena terus-menerus bekerja pada berbagai tingkat beban dalam waktu yang relatif singkat. Mengemudi dengan tenang dan stabil dianggap jauh lebih efisien dibandingkan terus-menerus memaksa kendaraan melakukan manuver tajam.

4. Tidak mempertahankan kecepatan secara konsisten

Mengemudi dengan kecepatan yang berfluktuasi, yakni sering kali cepat dan kadang perlahan tanpa alasan yang jelas hanya akan membuat penggunaan bahan bakar semakin meningkat. Mesin akan terus menyesuaikan pasokan bahan bakar sesuai dengan perubahan putaran mesin yang akhirnya tidak stabil.

Memelihara kecepatan tetap, khususnya saat berkendara di jalan tol, disarankan agar kondisi kendaraan dapat beroperasi dengan pembakaran bahan bakar yang lebih optimal. Sistem injeksi bahan bakar yang canggih akan bekerja paling efisien ketika kecepatannya stabil dan tidak mengalami perubahan yang signifikan.

Mengemudi yang efisien dalam penggunaan bahan bakar sebenarnya bisa dimulai dari kebiasaan kecil, yaitu dengan menghindari tindakan mendadak saat berkendara. Gaya berkendara yang tenang, lembut, dan terencana tidak hanya baik untuk kantong, tetapi juga membantu memperpanjang umur kendaraan. Jadikan efisiensi bahan bakar sebagai bagian dari kebiasaan berkendara Anda!

Mengapa Tangki Bensin Motor Mengalami Kebocoran? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

GWM Perkenalkan Teknologi Mobil di GIIAS 2025, Tank 300 Diesel Jadi Unggulan

GWM Perkenalkan Teknologi Mobil di GIIAS 2025, Tank 300 Diesel Jadi Unggulan

Buliran.com – CO.ID, TANGERANG — Great Wall Motor (GWM) Indonesia menunjukkan komitmennya di pasar otomotif dalam negeri dengan ikut serta dalam pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025. Dengan tema “All Scenarios, All Powertrains, All Users”, GWM memperkenalkan berbagai solusi mobilitas, termasuk kendaraan listrik, hybrid, dan mesin diesel yang dibuat untuk berbagai kebutuhan pengguna di Indonesia.

Salah satu fokus utama dari booth GWM Indonesia adalah peluncuran varian diesel Tank 300, yang menjadi tambahan dalam rangkaian kendaraan off-road premium GWM. Keberadaan model ini menunjukkan komitmen GWM dalam memenuhi preferensi konsumen Indonesia yang masih mengutamakan mesin diesel karena ketangguhan dan efisiensi yang dimilikinya.

Direktur Utama GWM Indonesia, Zhang Zhe, mengatakan bahwa kehadiran GWM dalam GIIAS 2025 adalah langkah strategis untuk memperkenalkan portofolio global GWM kepada konsumen lokal. Ia menekankan bahwa GWM datang dengan semangat untuk menyajikan teknologi otomotif yang berkelanjutan dan dapat diandalkan.

“Kami berkomitmen untuk menyediakan produk yang cocok dengan berbagai situasi mobilitas masyarakat Indonesia, mulai dari kendaraan listrik perkotaan hingga SUV off-road yang tangguh,” katanya dalam pernyataan resmi.

Selain mobil diesel Tank 300, GWM juga memperkenalkan kendaraan lain yang mengusung teknologi elektrifikasi, seperti model Ora 03 yang sebelumnya telah diluncurkan, serta lini hybrid dari Haval Jolion HEV dan Haval H6 HEV. Keberagaman pilihan ini merupakan bagian dari strategi GWM untuk mencapai berbagai segmen pasar, mulai dari pengguna kendaraan listrik pemula hingga penggemar SUV petualangan.

Booth GWM dalam GIIAS 2025 menampilkan desain yang menarik perhatian dengan nuansa masa depan. Pengunjung dapat langsung merasakan sensasi berkendara melalui berbagai aktivitas interaktif dan pameran teknologi. Model Tank 300 yang dipajang juga menggambarkan filosofi “Kuat, Off-Road, dan Mewah” dari sub-brand Tank.

“Ini bukan hanya tentang produk, tetapi juga komitmen jangka panjang kami untuk berkembang bersama Indonesia,” ujar Zhang Zhe.

Sejak secara resmi memasuki pasar Indonesia pada tahun 2024, GWM mencatatkan pertumbuhan yang positif melalui perluasan jaringan dealer serta peluncuran berbagai model kendaraan. GIIAS 2025 menjadi kesempatan penting bagi GWM untuk memperluas cakupan merek dan memperkuat hubungan dengan konsumen setempat.

Chery Targetkan 2.000 Mobil Terjual di GIIAS 2025

Chery Targetkan 2.000 Mobil Terjual di GIIAS 2025

Buliran.com –, Jakarta – PT Chery Sales Indonesia memasang target penjualan2.000 unit kendaraan mobil selama penyelenggaraan Gaikindo Indonesia Automative Auto Show (GIIAS) 2025.

“Kami berharap mungkin akan naik sekitar 30 persen untuk produk SPK (surat pemesanan kendaraan),” ujar Head of Regional Manager-Jabodetabek Area PT Chery Sales Indonesia Willy Winawan, kepadaTempo, Sabtu, 26 Juli 2025.

Willy menyampaikan bahwa dalam dua hari sejak pembukaan pada 24 Juli lalu, antusiasme masyarakat menunjukkan minat terhadap tiga jenis mobil. Pertama adalah Tiggo Cross Hybrid, diikuti oleh Tiggo 8 CSH, dan Tiggo 6. Menurut Willy, penjualan untuk Tiggo Cross dan Tiggo 8 CSH telah mencapai sekitar 30 persen.

Menurut Willy, penjualan Chery di GIIAS masih seimbang antara mobil dengan kisaran menengah seharga Rp 200 juta maupun mobil premium bernilai Rp 700 juta.

Meskipun tidak terkait dengan GIIAS, Willy menyampaikan bahwa total penjualan mobil Chery dalam sebulan bisa mencapai 2.000 unit, meskipun angkanya mengalami perubahan. Angka ini mencakup PHEV, BEV, dan ICE.

“Kinerja penjualan Chery saya rasa masih stabil, mungkin mengalami fluktuasi tapi tidak sampai turun drastis,” katanya mengenai penjualan Chery sepanjang semester pertama tahun ini.

Ia berharap penjualan Chery dapat mencapai angka 4.000 unit pada akhir tahun. Ia berharap varianPHEV dan hybriddapat mendorong pertumbuhan penjualan mobil. “Jika kita melihatnya di awal tahun, kita hanya berada di angka seribu, sekarang kita bisa melonjak bahkan sudah mencapai dua ribu,” katanya.

Mengenai jenis mobil listrik, Willy mengatakan masyarakat cenderung merasa waspada saat membeli kendaraan berbaterai (BEV). Hal ini menjadi alasan perusahaannya untuk memproduksi PHEV danhybridUntuk lebih dapat memenuhi kebutuhan pelanggan.

GIIAS 2025 secara resmi dimulai pada tanggal 24 Juli hingga 3 Agustus 2025 di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Tangerang, Banten.

Pameran mobil yang terkenal ini kini memasuki penyelenggaraan yang ke-32. Tahun ini, GIIAS menampilkan lebih dari 60 merek kendaraan dari berbagai belahan dunia serta didukung oleh lebih dari 120 perusahaan pendukung industri.

Luas ruang pameran mencapai 120.000 meter persegi. Terdapat lebih dari 20 merek sepeda motor ditambah 120 perusahaan industri pendukung lainnya.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita yakin akan perkembangan industri otomotif dalam negeri melalui penyelenggaraan pameran.GIIAS 2025.

Melalui GIIAS 2025, Agus yakin sektor otomotif Indonesia mampu memperkuat posisinya dan terus berkembang meskipun menghadapi tekanan serta persaingan global yang semakin ketat. “Jangan anggap Indonesia hanya sebagai pasar bagi produsen otomotif,” ujar Agus di ICE BSD, Tangerang, Kamis, 24 Juli 2025.

Alif Ilham Fajriadi berperan dalam penyusunan artikel ini.

SUV Suzuki XL7 dan Fronx Jadi Favorit Konsumen, Ini Alasannya

SUV Suzuki XL7 dan Fronx Jadi Favorit Konsumen, Ini Alasannya

SUV Buatan Indonesia XL7 dan Fronx Jadi Favorit Suzuki, Ini Penyebab Konsumen Tertarik

SUV Buatan Indonesia XL7 dan Fronx Jadi Favorit Suzuki, Ini Penyebab Konsumen Tertarik

PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) menghadirkan secara lokal rangkaian SUV mereka, yaitu Suzuki Fronx dan Suzuki XL7.

Buliran.com -/ News

Panji Nugraha 27 Juli, 13.06 27 Juli, 13.06

Buliran.com –– Dua kendaraan SUV buatan Indonesia, yakni Suzuki XL7 dan Suzuki Fronx, menjadi andalan PT Suzuki Indomobil Sales (SIS).

Hal ini terlihat dari data surat perintah pembelian kendaraan (SPK) dalam ajang GAIKINDI Indonesia International Motor Show (GIIAS) 2025 hingga hari Sabtu tanggal 26 Juli 2025.

Pada pembukaan GIIAS, kita menetapkan target sebanyak 2.400 unit dan saat ini sudah dalam jalur yang tepat serta akan terus berlanjut,

“Sehingga Sabtu 26 Juli 2025, permintaan paling tinggi diisi oleh Suzuki Fronx dan kedua Suzuki XL7 masing-masing mencapai 30 persen,” kata Harold Donnel, Direktur Pemasaran 4W SIS.

Dominasi penjualan SUV yang semakin meningkat ini, akibat pergeseran tren pasar di Indonesia yang mulai condong pada model SUV yang dianggap lebih modern.

Bukan berarti mobil MPV tidak lagi diminati, tetapi tren beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa SUV sedang sangat populer di kalangan pengguna.

“Mobil SUV saat ini dianggap sebagai model yang layak dibeli saat ini. Perubahan ini sudah terbaca oleh Suzuki, Fronx dan XL7 ini bisa menjadi raja dan ratu dalam penjualan kami,” canda Harold saat berbincang santai dengan Buliran.com.

Buku harian SPK yang dibuat oleh Fronx dan XL tidak terlepas dari alasan tertentu, sehingga masyarakat Indonesia memilih kendaraan ini sebagai pilihan utama keluarga.

Penjualan SPK Fronx meningkat pesat, salah satunya karena kendaraan ini merupakan mobil baru dalam kategori compact SUV dan memiliki teknologi hybrid.

“Ada tiga alasan utama mengapa konsumen memilih Fronx dibandingkan yang lain,” jelas Harold di booth Suzuki.

“Pertama adalah aspek desain, banyak orang mengatakan desainnya sangat inovatif, kedua memiliki fitur ADAS dengan Suzuki Safety Support, dan ketiga Fronx merupakan kendaraan yang benar-benar baru bukan sekadar perubahan kecil,” tambahnya.

Tidak heran pihak Suzuki memiliki harapan besar terhadap Suzuki Fronx ini.

Sebagai informasi, Suzuki Fronx telah diproduksi secara lokal oleh PT Suzuki Indomobil Motor (SIM) di pabrik canggih mereka di Cikarang, Jawa Barat.

Begitu pula dengan Suzuki XL7 yang memiliki keunikan tersendiri bagi para pengguna yang akhirnya memilih kendaraan ini.

“Suzuki XL7 mendapatkan banyak apresiasi dari konsumen karena teknologinya sederhana, cocok digunakan, tidak terlalu rumit dan memberikan nilai yang baik untuk harganya. Ini menjadi keunggulan tersendiri bagi XL7,” katanya.

Tidak hanya itu, para pelanggan merasa yakin karena keseriusan Suzuki dalam menyediakan layanan terbaik untuk para pengguna.

Meskipun memilih model SUV yang dibuat secara lokal oleh Suzuki, yaitu Suzuki Fronx dan Suzuki XL7, akan memberikan rasa aman dan jaminan bagi pemiliknya.

Dimulai dari produk yang menerapkan pengendalian kualitas yang lebih ketat selama tahap produksi.

Selanjutnya, suku cadang dan komponen yang digunakan sesuai dengan standar yang berlaku sehingga ketersediaan suku cadang terjaga.

Suzuki Indonesia telah melakukan investasi untuk menyediakan teknologi dan fitur terbaru sesuai kebutuhan pasar di Indonesia.

Suzuki juga menjamin keamanan dan kenyamanan pengguna mobil Suzuki melalui jaringan 302 dealer dan 217 bengkel resmi di Indonesia.

Produk dalam negeri hasil Indonesia ini juga diakui oleh pasar internasional.

Bukti nyata dapat dilihat dari total ekspor barang Suzuki, yang terdiri dari produk Suzuki yang diproduksi di Indonesia, seperti Suzuki XL7, Suzuki Ertiga, Suzuki APV hingga Suzuki Carry.

Empat model kendaraan buatan Indonesia juga telah diekspor ke lebih dari 70 negara, mulai dari Asia Tenggara, Timur Tengah, hingga Amerika Latin.

Copyright Buliran.com -2025

Related Article

Mobil Listrik Honda Hadir di GIIAS 2025, Kecil dan Futuristik

Mobil Listrik Honda Hadir di GIIAS 2025, Kecil dan Futuristik

Honda Menghadirkan Mobil Konsep Listrik di GIIAS 2025, Kecil dan Berpenampilan Futuristik

Honda Mengenalkan Mobil Konsep Listrik di GIIAS 2025, Kecil dan Berpenampilan Masa Depan

Honda memperkenalkan mobil konsep listriknya dalam ajang GIIAS 2025. Desain kecil dengan wajah modern khas Honda.

Buliran.com -/ News

Ferdian 27 Juli, pukul 16.00 27 Juli, pukul 16.00

Buliran.com –– Honda terlihat memperkenalkan mobil konsep listrik terbaru mereka dalam ajang GIIAS 2025. – Mobil konsep listrik teranyar dari Honda hadir dalam pameran GIIAS 2025. – Pada gelaran GIIAS 2025, Honda menampilkan mobil konsep listrik terbaru mereka. – Honda menghadirkan kendaraan konsep listrik terbaru di acara GIIAS 2025.

Konsep mobil listrik Super EV ini tampil perdana diwilayah Asia Pasifik melalui perhelatan GIIAS 2025.

Model ini diciptakan sebagai mobil listrik berukuran kecil yang memberikan pengalaman berkendara yang menyenangkan..

Meski memiliki ukuran yang kecil, Super EV Concept memiliki kabin yang luas berkat konsep “man maximum, machine minimum”, yaitu memaksimalkan ruang bagi penumpang dan meminimalkan ruang untuk komponen mekanis.

Di dalamnya, Honda menciptakan berbagai fitur yang menawarkan kenyamanan dan pengalaman menyenangkan, bahkan untuk penggunaan sehari-hari.

Lapisan kamuflase pada mobil konsep ini menggambarkan kemampuannya yang gesit dan tajam, sekaligus mencerminkan pendekatan Honda dalam memasuki era digital baru melalui desain segi empat yang terus-menerus.

Selain itu, warna biru dan hijau yang jernih menggambarkan energi segar khas Asia.

 

“Super EV Concept merupakancerminan komitmen global Honda dalam terus menghadirkan kendaraan listrik yang tidak hanya efisien dan ramah lingkungan, tetapi juga tetap menyenangkan untuk digunakan. Dengan model ini, kami ingin menunjukkan bahwa mobil listrik masa depan dari Honda tetap membawa semangat Fun to Drive yang selalu merupakan ciri khas kami,” ujar Yusak Billy selaku Sales & Marketing and After Sales Director PT Honda Prospect Motor,

Sebelum tampil di GIIAS, konsep mobil listrik Super EV memperkenalkan diri secara global dalam ajang Goodwood Festival of Speed 2025.pada 10-13 Juli yang laludi Inggris, dilengkapi dengan sesi hillclimb yang menunjukkan kemampuannya mengatasi jalur curam.

Honda juga telah melakukan pengujian jalan di Inggris sebagai bagian dari proses pengembangan menuju masa depan, termasuk kemungkinan produksi dalam skala besar secara global.

Honda Super EV Concept menjadi salah satu tampilan khusus di booth Honda dalam perhelatan GIIAS 2025, yang berada di Hall 5C, Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Tangerang, mulai tanggal 23 Juli hingga 3 Agustus 2025.

   

Copyright Buliran.com -2025

Related Article

Mitsubishi Destinastor Hadir di Semarang, Harga Tipe Termurah Terungkap

Mitsubishi Destinastor Hadir di Semarang, Harga Tipe Termurah Terungkap

Mitsubishi Destinastor Hadir di Semarang, Harga Tipe Termurah Seperti Ini

Mitsubishi Destinastor Hadir di Semarang, Harga Tipe Paling Murah Seperti Ini

Mitsubishi Destinator secara resmi hadir di Semarang, Jawa Tengah. Lihat berbagai pilihan model dan harganya di bawah ini.

Buliran.com -/ News

Ferdian 27 Juli, pukul 15.30 27 Juli, pukul 15.30

Buliran.com –– Mitsubishi Destinator telah diluncurkan di 10 kota besar di Indonesia.

Semarang, Yogyakarta, Bandung, Palembang, dan Denpasar, merupakan beberapa kota pertama yang memperkenalkan Mitsubishi Destinator di luar wilayah Jabodetabek pada 24 Juli 2025.

Diikuti oleh beberapa kota lain seperti, Surabaya, Pekanbaru, Medan, Balikpapan, dan Makassar.

Di Semarang, peluncuran mobil Mitsubishi Destinator dilaksanakan di Paragon Mall, dan dipamerkan selama periode 25 serta perwakilan diler di wilayah Semarang, yang diwakili oleh Bapak Darwin Kesuma sebagai GMO PT Sun Star Motor Jateng & DIY, serta Ibu Indra Riani Nugroho sebagai GM PT Bumen Redja Abadi Jawa Tengah.

Semarang merupakan salah satu tempat peluncuran regional Mitsubishi Motors karena posisinya sebagai ibu kota provinsi Jawa Tengah, yang menyumbang sekitar 8% dari penjualan kendaraan penumpang dan niaga ringan Mitsubishi Motors di tingkat nasional.

Selanjutnya, wilayah Jawa Tengah diharapkan mampu berkontribusi sebesar 8% terhadap penjualan model Mitsubishi Destinator secara nasional.

Mitsubishi Destinator hadir dalam 3 pilihan varian, serta lima opsi warna.

Untuk versi Ultimate dijual dengan harga Rp 476.500.000 (OTR) Semarang, tersedia pilihan warna Quartz White Pearl, Lunar Blue Mica, Graphite Grey Metallic, Jet Black Mica, dan Blade Silver Metallic.

Sementara itu, varian Exceed dijual dengan harga Rp 414.000.000 dan GLS ditawarkan pada harga Rp 393.000.000.

Pilihan untuk kedua versi tersebut meliputi Quartz White Pearl, Jet Black Mica, dan Blade Silver Metallic.

Terdapat pula pilihan Paket Premium untuk versi Ultimate dengan penambahan biaya sebesar Rp 30.000.000.

Juga perlu diketahui, setiap pembelian Mitsubishi Destinator, pelanggan akan mendapatkan fasilitas perawatan kendaraan berupa Mitsubishi Smart Package yang memberikan layanan gratis hingga 60.000 KM/4 tahun, serta garansi selama 4 tahun/120.000 KM.

Copyright Buliran.com -2025

Related Article

Skuter Inggris Scomadi Ludes Terjual di GIIAS 2025

Skuter Inggris Scomadi Ludes Terjual di GIIAS 2025

Buliran.com –, Jakarta– Scomadi Indonesia menghasilkan keuntungan hingga ratusan juta rupiah selama tiga hari sebagai peserta pameran – Pendapatan Scomadi Indonesia mencapai ratusan juta rupiah dalam tiga hari sebagai peserta pameran – Selama tiga hari berpartisipasi dalam pameran, Scomadi Indonesia meraup keuntungan hingga ratusan juta rupiah – Dalam tiga hari menjadi peserta pameran, Scomadi Indonesia berhasil meraih keuntungan hingga ratusan juta rupiah – Scomadi Indonesia memperoleh keuntungan hingga ratusan juta rupiah selama tiga hari sebagai peserta pameranotomotifdi Pameran Mobil Internasional Gaikindo Indonesia (GIIAS) 2025. Skuter canggih asal Inggris ini telah terjual sekitar puluhan unit selama pameran otomotif yang berlangsung di International Convention Exhibition Bumi Serpong Damai (ICE BSD), Tangerang Selatan.

Manajer Penjualan Scomadi Indonesia Fajar Riski menjelaskanskuterDesain Scomadi memiliki gaya yang khas dengan nuansa balap dan vintage. “Antusiasme pengunjung GIIAS 2025 sangat luar biasa. Sampai saat ini kami telah berhasil menjual puluhan unit. Semoga hingga akhir pameran nanti jumlahnya akan bertambah lagi,” ujar Fajar saat diwawancarai.Tempopada pameran otomotif pada hari Minggu, 27 Juli 2025.

Di antara puluhan unit tersebut, kata Fajar, tiga di antaranya merupakan Scomadi edisi terbatas dengan perkiraan harga mulai dari Rp 98 juta hingga Rp 118 juta. Sedangkan para pembeli edisi khusus ini seluruhnya berasal dari masyarakat Jakarta. “Scomadi menawarkan promo khusus GIIAS dengan fasilitas service gratis selama 2 tahun. Biasanya hanya 1 tahun,” katanya.

Fajar menyebutkan bahwa banyak pengunjung GIIAS 2025 yang bertanya mengenai produk Scomadi, yang serupa dengan Lambretta. Menurutnya, pertanyaan ini wajar karena kedua perusahaan tersebut memang menghasilkan skuter dengan tampilan yang hampir mirip. Hal ini terjadi karena pendiri Scomadi terinspirasi dari skuter produksi Lambretta, khususnya model-model pada tahun 1960-an.

Pantauan Tempoterhadap skuter yang dihasilkan Scomadi yang tampil dalam GIIAS 2025, tampaknya memiliki kesamaan dengan produk Lambretta. Namun, Scomadi menggabungkan nuansa balap pada beberapa modelnya agar meningkatkan daya tarik konsumen. “Ini karena pendiri Scomadi memberikan perhatian khusus kepada desain tersebut”passion-nya memberikan kesan seperti skuter berpenampilan balap. Kita sebut sebagai retro racing,” kata Fajar.

Berikut Daftar Motor dengan Harga Scomadi

Jenis motor Piccolo 150i di tawarkan dengan harga Rp 75 juta

Jenis Technica 200i dijual dengan harga Rp 85 juta

Jenis Turismo 200i di tawarkan dengan harga Rp 88 juta

Jenis Urban Series dijual dengan harga Rp 92 juta

Jenis Turismo 200w dijual dengan harga Rp 98 juta

Jenis The Who Series dijual dengan harga Rp 104 juta

Jenis Seri Petualangan dijual dengan harga Rp 92 juta

Jenis Frank Sanderson Series dijual dengan harga Rp 118 juta

Hyundai Perkenalkan Kendaraan Listrik dan Produksi Lokal di GIIAS 2025

Hyundai Perkenalkan Kendaraan Listrik dan Produksi Lokal di GIIAS 2025

Buliran.com –– Pameran mobil GIIAS 2025 tidak hanya menjadi tempat pameran kendaraan terbaru, tetapi juga sebagai panggung bagi produsen untuk memperlihatkan arah dan strategi jangka panjang mereka di Indonesia.

Salah satu contohnya adalah Hyundai Motors Indonesia (HMID), yang kembali hadir dengan rangkaian produk yang diproduksi secara lokal dan menitikberatkan pada pengembangan kendaraan berbahan bakar listrik.

Setelah mendirikan pabrik di Cikarang pada tahun 2021, Hyundai terus memperluas cakupannya di pasar lokal dengan produksi dalam negeri dan investasi senilai miliaran dolar.

Selain mengembangkan kendaraan untuk pasar Indonesia, Hyundai juga memanfaatkan pabriknya sebagai pusat ekspor ke Asia Tenggara, sekaligus memperkuat sistem kendaraan listrik melalui kolaborasi dengan pemasok dan pembangunan infrastruktur pendukung.

Tindakan ini menjadikan Hyundai berada di tengah-tengah upaya besar Indonesia untuk menjadi aktor penting dalam industri otomotif regional, termasuk dalam peralihan menuju kendaraan listrik.

“Bagi kami, mobil terbaik bagi masyarakat Indonesia adalah yang diproduksi secara lokal,” ujar Fransiscus Soerjopranoto, Chief Operating Officer HMID.

Ia juga menekankan kepentingan untuk mendengarkan kebutuhan masyarakat setempat dan meresponsnya dengan produk yang sesuai.

Pada GIIAS 2025, Hyundai memperkenalkan rangkaian kendaraan yang diproduksi secara lokal, mencakup berbagai kategori. Mulai dari MPV keluarga Stargazer hingga SUV seperti New Creta dan versi kinerja tinggi Creta N Line, Hyundai berupaya menjangkau berbagai kalangan pengguna.

Stargazer, misalnya, memberikan kenyamanan dan fitur yang berguna untuk keperluan sehari-hari serta perjalanan jauh, sementara Creta menawarkan tampilan kokoh dan teknologi keselamatan terbaru.

Fokus utama Hyundai dalam pameran ini adalah pengembangan kendaraan listrik. Ioniq 5, sebagai mobil listrik pertama yang diproduksi di Indonesia, menunjukkan komitmen nyata Hyundai terhadap mobilitas ramah lingkungan.

Didukung oleh platform E-GMP dan fitur seperti Vehicle-to-Load (V2L) serta teknologi koneksi Bluelink, Ioniq 5 bukan hanya kendaraan listrik, tetapi sebuah terobosan teknologi.

Versi kinerja tinggi, Ioniq 5 N, memberikan pengalaman berkendara mirip mobil balap berkat fitur unik seperti N Drift Optimizer dan N Active Sound+. Mobil ini memperluas konsep kendaraan listrik, bukan hanya hemat energi tetapi juga menyajikan kesenangan dan karakter dalam setiap perjalanan.

Tidak kalah menarik, Hyundai juga memperkenalkan All-new Kona Electric yang menjadi mobil listrik pertama di Indonesia dengan baterai produksi dalam negeri. Jangkauan hingga 549 km (berdasarkan NEDC) dan efisiensi energi yang terbukti melalui pengujian jarak jauh menunjukkan kesiapan kendaraan listrik ini untuk kebutuhan sehari-hari.

Versi sporty-nya, Kona Electric N Line, memberikan nuansa emosional melalui desain dan bahan interior yang dibuat khusus bagi penggemar gaya dan kinerja.

Dengan menampilkan berbagai jenis kendaraan mulai dari ICE hingga EV, Hyundai menyatakan bahwa mereka tidak hanya memamerkan mobil, tetapi juga menyampaikan cerita mengenai masa depan industri otomotif Indonesia: produksi lokal, teknologi ramah lingkungan, serta koneksi yang canggih.

Copyright © 2026 10drama.com