BNI Tingkatkan Dukungan untuk ITB dan Alumni dengan Inovasi Keuangan Inklusif

BNI Tingkatkan Dukungan untuk ITB dan Alumni dengan Inovasi Keuangan Inklusif

Lintaskriminal.co.id -,JAKARTA – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI semakin memperkuat posisinya dalam mendukung perkembangan pendidikan tinggi di Indonesia, khususnya melalui kerja sama strategis dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) dan jaringan lulusannya.

Komitmen ini diwujudkan melalui berbagai inovasi keuangan yang inklusif, yang diperkenalkan dalam acara Community Run yang diselenggarakan di kawasan Car Free Day Sudirman, Jakarta, pada hari Minggu (24/8/2025), sebagai bagian dari rangkaian kegiatan sebelum ajang utama wondr ITB Ultra Marathon 2025.

Salah satu inovasi yang dilakukan adalah Kartu Kredit Affinity BNI–ITB, di mana setiap transaksi yang dilakukan pengguna akan secara otomatis menyumbangkan 0,3 persen kepada Dana Lestari ITB. Dana ini digunakan untuk mendukung program beasiswa, penelitian, serta pengembangan akademik yang berkelanjutan.

Kepala Eksekutif BNI Putrama Wahju Setyawan menyatakan, Kartu Kredit Affinity BNI–ITB tidak hanya memudahkan pengguna dalam bertransaksi, tetapi juga menjadi bentuk nyata untuk mendukung Dana Lestari ITB.

“Setiap transaksi menggunakan kartu ini secara otomatis menyisihkan sebagian dana untuk beasiswa, penelitian, dan perkembangan akademik. Dengan demikian, pengguna ikut berkontribusi dalam mendukung kelangsungan pendidikan di Indonesia,” kata Putrama dalam pernyataan resminya.

Pengambilan simbolis kartu ini dilakukan oleh Putrama kepada Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang merupakan lulusan ITB, dengan hadirnya Wakil Komisaris Utama BNI Tedi Bharata, Rektor ITB Tatacipta Dirgantara, serta jajaran direksi BNI.

Rektor ITB Tatacipta Dirgantara menyambut positif inisiatif tersebut. “ITB Ultra Marathon yang dimulai sejak 2017 terus mendapat respon luar biasa dari para alumni. Kami mengucapkan terima kasih kepada BNI yang telah konsisten mendukung acara ini sejak awal dan kini kembali hadir dengan inovasi terbaru untuk memperkuat lingkungan pendidikan ITB,” kata Tatacipta.

Selain kartu kredit, BNI juga mengeluarkan Kartu Debit Alumni Co-Branding ITB yang memiliki fungsi ganda sebagai tanda pengenal alumni, kartu debit, serta uang elektronik TapCash. Kartu ini secara simbolis diberikan oleh Putrama kepada Gubernur Jakarta Pramono Anung, dengan hadirnya Komisaris Utama BNI Omar Sjawaldy Anwar.

BNI juga mengeluarkan kartu TapCash edisi khusus dengan desain unik untuk wondr ITB Ultra Marathon 2025. Mockup kartu ini diserahkan oleh Wakil Direktur Utama BNI Alexandra Askandar kepada Rektor ITB, yang turut hadir dalam acara tersebut Wakil Komisaris Utama BNI Tedi Bharata.

Dengan kerja sama yang berkelanjutan dan inovasi dalam keuangan yang inklusif, BNI menunjukkan komitmennya untuk mendukung setiap langkah yang diambil oleh ITB serta para lulusannya menuju masa depan yang lebih mandiri, inklusif, dan berkelanjutan.

OJK Pertimbangkan Perbankan Universal untuk Kuatkan Jasa Keuangan

OJK Pertimbangkan Perbankan Universal untuk Kuatkan Jasa Keuangan

10drama.com, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sedang meninjau aturan mengenai penerapanuniversal bankingModel perbankan ini diharapkan mampu memperkuat sektor jasa keuangan negara.

Sebagai informasi, universal bankingadalah konsep perbankan di mana sebuah lembaga keuangan mampu menyediakan berbagai jenis layanan secara bersamaan. Layanan ini mencakup perbankan komersial seperti tabungan, rekening giro, dan pinjaman, hingga perbankan investasi, asuransi, serta fasilitas pasar modal.

“Itu (universal banking) sebenarnya merupakan upaya kita dalam konteks melihat peluang perbankan juga dapat terlibat dalam aktivitas sektor keuangan lainnya. Apakah pasar modal, aktivitas investasi, dan sebagainya. Itu intinya,” kata Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, setelah menghadiri acara Kampanye Nasional Lawan Penipuan dan Kegiatan Keuangan Ilegal yang diselenggarakan OJK bersama Aftech di Hotel Raffles, Jakarta, Selasa (19/8/2025).

Mahendra mengatakan, hingga saat ini konsepuniversal bankingmasih tidak dapat diterapkan akibat keterbatasan aturan yang berlaku. Oleh karena itu, OJK terus melakukan penelitian lebih lanjut.

“Kita memang belum membuka peluang untuk hal tersebut, justru sedang mengevaluasi lebih mendalam bagaimana peluang itu,” katanya.

Dari segi regulasi, baik UU Perbankan maupun aturan yang dikeluarkan oleh OJK dan Bank Indonesia (BI), mengatur batasan aktivitas bank hanya pada sektor usaha tertentu. Selain itu, layanan yang tidak termasuk dalam perbankan harus dilakukan melalui entitas terpisah.

Narasi universal bankingDahulu disampaikan oleh Mahendra dalam acara Seremoni Pembukaan Perdagangan dalam rangka 48 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia pada Senin (11/8/2025). Ia menyebut, tindakan tersebut dapat menjadi dorongan tambahan bagi perkembangan ekonomi nasional.

Copyright © 2026 10drama.com