Penempatan Dana Bank di Surat Berharga Masih Tinggi

Penempatan Dana Bank di Surat Berharga Masih Tinggi

Lintaskriminal.co.id -.CO.ID-JAKARTAPortofolio dana perbankan yang disimpan dalam Surat Berharga Negara (SBN) terlihat mengalami peningkatan sepanjang tahun 2025.

Berdasarkan data dari Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, kepemilikan bank terhadap SBN pada 21 Agustus 2025 mencapai Rp 1.318,47 triliun, naik sebesar 17,61% dibanding tahun sebelumnya atauyear on year (YoY).

Mengingat, kepemilikan bank di SBN pada periode yang sama tahun sebelumnya mencapai Rp 1.121,03 triliun.

Secara bulanan, kepemilikan bank terhadap SBN juga tercatat meningkat. Pada akhir Juli, kepemilikan bank mencapai Rp 1.293,85 triliun, naik sebesar 7,82% dibandingkan Juni 2025 yang berjumlah Rp 1.199,96 triliun.

Sementara itu, Bank Indonesia melaporkan pertumbuhan kredit perbankan hingga Juli 2025 hanya mencapai 7,03% secara tahunan. Hal ini menunjukkan perlambatan dibandingkan bulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 7,77% YoY.

Wakil Presiden Senior Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Trioksa Siahaan menganggap, suasana kenaikan penempatan bank di SBN disebabkan oleh fakta bahwa bank masih memilih secara selektif dalam menyalurkan kredit serta lebih cenderung menempatkan likuiditasnya di SBN.

“Mungkin karena kondisi saat ini yang memang memerlukan kehati-hatian lebih dalam penyaluran kredit perbankan,” katanya kepada Lintaskriminal.co.id, Minggu (24/8/2025).

Trioksa mengamati, tren pada tahun ini jika belum menunjukkan peningkatan kemampuan beli maka bank tetap selektif dalam memberikan kredit.

Berdasarkan pendapat Trioksa, tugas bank sebagai lembaga perantara keuangan adalah mulai meningkatkan penyaluran kredit seiring menurunnya tren suku bunga acuan, tetapi tetap memperhatikan prinsip pengelolaan risiko dan kehati-hatian yang baik.

Beberapa bank tercatat mengalami peningkatan dalam penempatan dana di Surat Berharga Negara (SBN). Contohnya PT Bank Central Asia (BCA) yang mencatatkan penempatan dana di surat berharga sebesar Rp 386,42 triliun pada Juni 2025, atau naik 3,70% secara tahunan.

Berikut adalah beberapa variasi parafraze dari teks tersebut: 1. PT Bank Negara Indonesia (BNI) melaporkan kenaikan penempatan dana dalam bentuk surat berharga sebesar 11,67% menjadi Rp 184,61 triliun pada bulan Juni 2025. 2. Pada Juni 2025, PT Bank Negara Indonesia (BNI) mencatatkan peningkatan pengelolaan dana dalam bentuk surat berharga sebesar 11,67%, yaitu mencapai Rp 184,61 triliun. 3. Dalam laporan terbaru, PT Bank Negara Indonesia (BNI) menyatakan bahwa penempatan dana dalam surat berharga meningkat sebesar 11,67% menjadi Rp 184,61 triliun pada Juni 2025. 4. PT Bank Negara Indonesia (BNI) mengungkapkan adanya kenaikan jumlah dana yang ditempatkan dalam surat berharga sebesar 11,67% menjadi Rp 184,61 triliun pada periode Juni 2025. 5. Pada bulan Juni 2025, PT Bank Negara Indonesia (BNI) mencatatkan peningkatan penempatan dana dalam bentuk surat berharga sebesar 11,67% dengan total mencapai Rp 184,61 triliun.

Sementara itu, pada Juni 2025 pencairan kredit BNI mencapai Rp 778,7 triliun, meningkat sebesar 7,1%.

Berbeda dengan beberapa bank lain seperti PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang mulai mengurangi kepemilikan pada surat berharga. Pada Juni 2025, penempatan BRI di surat berharga mencapai Rp 385,84 triliun atau turun 3,41% yoy dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 399,48 triliun.

PT Bank CIMB Niaga juga mengurangi penempatan pada surat berharga hingga Juni 2025 turun sebesar 3,83% menjadi Rp 75,18 triliun dari posisi Juni 2024 yang mencapai Rp 78,18 triliun.

Vice President Corporate Communication dan Tanggung Jawab Sosial BCA Hera F. Haryn menyampaikan bahwa perusahaan memperhatikan bahwa penempatan dana dalam instrumen surat berharga merupakan bagian dari strategi pengelolaan likuiditas perusahaan serta mendukung perekonomian nasional di tengah tantangan saat ini.

“Strategi ini juga dilakukan guna mempertahankan keseimbangan antara kecukupan likuiditas dengan pertumbuhan kredit yang sehat. Tentu saja tugas utama perbankan adalah sebagai sarana intermediasi ekonomi, yaitu penyaluran kredit,” ujar Hera.

Hera menjelaskan, secara umum, BCA selalu mengelola likuiditas dengan hati-hati serta memperhatikan prinsip kehati-hatian dalam penerapan pengelolaan risiko.

Akibatnya, meskipun penempatan dalam surat berharga meningkat, pada saat yang sama kredit yang disalurkan terlihat tumbuh lebih besar sebesar 12,9% mencapai Rp 959 triliun.

“Dengan dukungan likuiditas yang kuat serta mempertimbangkan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang menggembirakan, kami yakin mampu menjaga pertumbuhan kredit berkualitas secara berkelanjutan,” ujarnya.

Selaku Direktur Utama CIMB Niaga, Lani Darmawan mengakui bahwa penempatan di surat berharga mengalami penurunan secara year on year maupun quarter on quarter. Lani menyampaikan bahwa likuiditas CIMB Niaga sebagian besar digunakan untuk mendukung penyaluran kredit.

“Posisi obligasi kami menurun. Kami lebih fokus pada kredit,” kata Lani.

Pada akhir bulan Juni 2025, jumlah kredit yang dimiliki Bank CIMB Niaga mencapai angka Rp 231,8 triliun, dengan pertumbuhan sebesar 6,8% dibandingkan tahun sebelumnya.

“Kami memiliki kebijakan yang hati-hati tetapi tetap menempatkan likuiditas yang kuat sebagai prioritas bagi bank. Fokus kami pada likuiditas dan dana pihak ketiga,” katanya.

Kepala Bisnis PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (Bank Banten) Bambang Widyatmoko juga menyampaikan, dalam upaya peningkatan penyaluran dana ke aset produktif, termasuk kredit, pihaknya lebih mengutamakan sumber dana yang berasal dari Dana Pihak Ketiga, termasuk deposito berjangka.

“Hal ini dilakukan dengan mempertimbangkan kesesuaian volume, jangka waktu, tingkat bunga dan margin serta risiko likuiditas antara keduanya sehingga dapat sesuai dan menghasilkan tingkat pendapatan bunga bersih yang optimal dengan risiko yang terkendali bagi Bank Banten,” kata Bambang.

Bambang menjelaskan, pihaknya selalu melakukan pemantauan terhadap perkembangan tingkat suku bunga SBN serta sumber dana yang dialokasikan agar mendapatkan pengembalian terbaik bagi Bank Banten. Keputusan mengenai proporsi portofolio penempatan dana dalam bentuk Kredit dan atau SBN dilakukan dengan sangat hati-hati dengan mempertimbangkan potensi risiko dan manfaat terbaik.

Tren penyaluran dan pertumbuhan kredit tetap tergolong positif hingga akhir tahun. Kami memprediksi akan terus meningkat dan menghasilkan Pendapatan Bunga Bersih yang cukup untuk Bank Banten,” ujarnya.

Pada bulan Juni 2025, penempatan dana Bank Banten di SBN tercatat sebesar Rp 1,15 triliun, naik 27,29% dibanding tahun sebelumnya. Meskipun demikian, pada periode yang sama Bank Banten mampu menyalurkan kredit sejumlah Rp 4,16 triliun, meningkat 14,60% secara tahunan. Di sisi lain, dana pihak ketiga (DPK) juga mengalami pertumbuhan lebih dari Rp 1,25 triliun, berubah dari Rp 4,64 triliun menjadi Rp 5,89 triliun.

BNI Tingkatkan Dukungan untuk ITB dan Alumni dengan Inovasi Keuangan Inklusif

BNI Tingkatkan Dukungan untuk ITB dan Alumni dengan Inovasi Keuangan Inklusif

Lintaskriminal.co.id -,JAKARTA – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI semakin memperkuat posisinya dalam mendukung perkembangan pendidikan tinggi di Indonesia, khususnya melalui kerja sama strategis dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) dan jaringan lulusannya.

Komitmen ini diwujudkan melalui berbagai inovasi keuangan yang inklusif, yang diperkenalkan dalam acara Community Run yang diselenggarakan di kawasan Car Free Day Sudirman, Jakarta, pada hari Minggu (24/8/2025), sebagai bagian dari rangkaian kegiatan sebelum ajang utama wondr ITB Ultra Marathon 2025.

Salah satu inovasi yang dilakukan adalah Kartu Kredit Affinity BNI–ITB, di mana setiap transaksi yang dilakukan pengguna akan secara otomatis menyumbangkan 0,3 persen kepada Dana Lestari ITB. Dana ini digunakan untuk mendukung program beasiswa, penelitian, serta pengembangan akademik yang berkelanjutan.

Kepala Eksekutif BNI Putrama Wahju Setyawan menyatakan, Kartu Kredit Affinity BNI–ITB tidak hanya memudahkan pengguna dalam bertransaksi, tetapi juga menjadi bentuk nyata untuk mendukung Dana Lestari ITB.

“Setiap transaksi menggunakan kartu ini secara otomatis menyisihkan sebagian dana untuk beasiswa, penelitian, dan perkembangan akademik. Dengan demikian, pengguna ikut berkontribusi dalam mendukung kelangsungan pendidikan di Indonesia,” kata Putrama dalam pernyataan resminya.

Pengambilan simbolis kartu ini dilakukan oleh Putrama kepada Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang merupakan lulusan ITB, dengan hadirnya Wakil Komisaris Utama BNI Tedi Bharata, Rektor ITB Tatacipta Dirgantara, serta jajaran direksi BNI.

Rektor ITB Tatacipta Dirgantara menyambut positif inisiatif tersebut. “ITB Ultra Marathon yang dimulai sejak 2017 terus mendapat respon luar biasa dari para alumni. Kami mengucapkan terima kasih kepada BNI yang telah konsisten mendukung acara ini sejak awal dan kini kembali hadir dengan inovasi terbaru untuk memperkuat lingkungan pendidikan ITB,” kata Tatacipta.

Selain kartu kredit, BNI juga mengeluarkan Kartu Debit Alumni Co-Branding ITB yang memiliki fungsi ganda sebagai tanda pengenal alumni, kartu debit, serta uang elektronik TapCash. Kartu ini secara simbolis diberikan oleh Putrama kepada Gubernur Jakarta Pramono Anung, dengan hadirnya Komisaris Utama BNI Omar Sjawaldy Anwar.

BNI juga mengeluarkan kartu TapCash edisi khusus dengan desain unik untuk wondr ITB Ultra Marathon 2025. Mockup kartu ini diserahkan oleh Wakil Direktur Utama BNI Alexandra Askandar kepada Rektor ITB, yang turut hadir dalam acara tersebut Wakil Komisaris Utama BNI Tedi Bharata.

Dengan kerja sama yang berkelanjutan dan inovasi dalam keuangan yang inklusif, BNI menunjukkan komitmennya untuk mendukung setiap langkah yang diambil oleh ITB serta para lulusannya menuju masa depan yang lebih mandiri, inklusif, dan berkelanjutan.

AI Akan Menggantikan Jutaan Pekerjaan, Profesi Apa yang Paling Rentan?

AI Akan Menggantikan Jutaan Pekerjaan, Profesi Apa yang Paling Rentan?

JAKARTA, 10drama.com– Kemajuan kecerdasan buatan atauartificial intelligence(AI) berjalan sangat cepat dan diperkirakan akan mengubah wajah pekerjaan di dunia dalam jangka dua hingga tiga puluh tahun mendatang.

Beberapa laporan internasional memprediksi bahwa hingga 60 persen dari pekerjaan saat ini akan mengalami dampak besar karena penggunaan otomatisasi dan sistem cerdas.

Perubahan Besar di Dunia Pekerjaan

Dilansir dari Forbes, Minggu (24/8/2025), laporan McKinsey memprediksi bahwa pada tahun 2030 sekitar 30 persen pekerjaan di Amerika Serikat (AS) dapat sepenuhnya otomatis, sementara 60 persen lainnya akan mengalami perubahan signifikan akibat penerapan kecerdasan buatan.

Goldman Sachs bahkan memperkirakan hingga 50 persen pekerjaan bisa otomatis pada tahun 2045, didorong oleh perkembangan AI generatif dan robotika.

Bank investasi tersebut juga menyebutkan bahwa sekitar 300 juta pekerjaan global dalam bahaya, yang setara dengan seperempat dari pasar tenaga kerja dunia.

Namun, pekerjaan yang bersifat proyek seperti konstruksi, pemasangan, dan perawatan diperkirakan lebih tahan terhadap pengaruh AI.

Larry Fink, CEO BlackRock, menganggap tanda-tanda perubahan tersebut sudah terlihat. “Kami akan melihat perubahan struktur pekerjaan kantor pada 2035,” katanya, dilansir dariForbes.

Pemimpin perusahaan JPMorgan Chase, Jamie Dimon, juga mengingatkan bahwa kecerdasan buatan akan segera menggantikan pekerjaan rutin.

“Dalam 15 tahun, sebagian besar pekerjaan yang bersifat berulang akan diambil alih oleh AI,” tulisnya dalam surat kepada pemegang saham.

Pekerjaan yang Paling Cepat Digantikan oleh Mesin Cerdas

Tidak semua jenis pekerjaan akan mengalami pengaruh secara bersamaan. Pekerjaan yang melibatkan tugas yang berulang, berbasis data, dan administratif cenderung menjadi prioritas dalam proses otomatisasi.

1. Manajemen dan Pelayanan Pelanggan

Penelitian Institute for Public Policy Research (2024) mengungkap bahwa sekitar 60 persen pekerjaan administratif bisa diotomatisasi. Termasuk dalam hal ini adalah input data, pengaturan jadwal, dan layanan pelanggan.

Larry Fink memberikan contoh bagaimana AI digunakan oleh BlackRock untuk meningkatkan efisiensi operasional.

Fink mengatakan BlackRock sedang menyederhanakan fungsi back-office menggunakan AI, sehingga mengurangi pengeluaran.

Peran-peran ini, yang memerlukan pemrosesan data berulang, mengalami keausan dalam jangka pendek seiring dengan meningkatnya akurasi dan skalabilitas AI.

2. Akuntansi serta Pengenalan Analisis Data

Bidang akuntansi, pencatatan keuangan, serta analisis data dasar juga termasuk dalam kategori rentan.

Platform AI seperti Terminal Bloomberg telah mampu memproses data dan menghasilkan laporan lebih cepat dibandingkan manusia.

JPMorgan mengantisipasi bahwa 20 persen peran analis akan terancam otomatisasi pada tahun 2030.

“Dalam 15 tahun, sebagian besar pekerjaan berulang di bidang perbankan akan dikuasai oleh AI,” tulis Dimon.

 

3. Jabatan Profesional Hukum Tingkat Dasar

Tugas-tugas seperti bantuan hukum, penelitian kontrak, dan penyusunan dokumen hukum menjadi fokus berikutnya.

Berdasarkan penelitian dari Stanford (2025), asisten hukum berbasis AI seperti Harvey atau CoCounsel telah mampu memproses dokumen hukum dengan tingkat keakuratan sebesar 90 persen.

Dalio menyoroti kemampuan kecerdasan buatan dalam menganalisis kumpulan data yang sangat besar, sehingga mengancam posisi-posisi yang memerlukan riset mendalam di dunia akademik dan konsultasi.

Namun, strategi hukum yang kompleks dan perwakilan di pengadilan tetap memerlukan manusia karena melibatkan penilaian serta pertimbangan etis.

4. Media dan Sektor Kreatif

Desain grafis, penulisan kreatif, dan jurnalisme dasar menghadapi perubahan besar akibat alat seperti DALL-E serta platform berbasis GPT yang mampu menghasilkan konten dalam jumlah besar.

Sistem AI seperti DALL-E dan ChatGPT kini mampu menghasilkan materi visual maupun teks dalam waktu singkat.

Laporan dari Center for Research Pew (2024) mengungkapkan bahwa 30 persen pekerjaan di sektor media berpotensi diotomatisasi pada tahun 2035.

Bill Ackman, pendiri Pershing Square, menganggap tren ini tidak bisa dihindari. “Konten iklan akan segera dikuasai oleh AI, tetapi kreativitas manusia dalam seni berkualitas tinggi akan bertahan lebih lama,” katanya di platform X.

5. Teknologi serta Pemrograman Dasar

Meskipun terdengar bertentangan, pekerjaan di bidang teknologi juga tidak sepenuhnya aman.

Pengembangan perangkat lunak, teknik, dan ilmu data memiliki dua sisi: AI meningkatkan efisiensi tetapi juga menggantikan pekerjaan pemrograman dan desain yang rutin.

Forum Ekonomi Dunia (2025) memperkirakan 40 persen pekerjaan pemrograman bisa diotomatisasi pada tahun 2040.

Bessent melihat perkembangan dalam posisi yang berkaitan dengan kecerdasan buatan seperti keamanan siber, tetapi pekerjaan STEM yang standar secara bertahap akan digantikan oleh algoritma.

Meskipun demikian, penelitian, inovasi, dan pengembangan teknologi baru diperkirakan tetap akan diatur oleh manusia dalam jangka panjang.

Profesi yang Masih Bertahan

Sebaliknya, pekerjaan yang membutuhkan empati dan interaksi antar manusia—seperti perawat, terapis, guru sekolah dasar, hingga pemimpin lembaga—diprediksi lebih sulit digantikan.

Penelitian The Lancet (2023) memprediksi bahwa 25 persen tugas administratif medis akan berkurang pada tahun 2035, tetapi perawatan pasien masih memerlukan intervensi manusia.

Di sektor pendidikan, laporan OECD (2024) mengatakan bahwa hanya 10 persen dari tugas mengajar bisa diotomatisasi sampai tahun 2040.

Profesi yang membutuhkan kepemimpinan, kecerdasan emosional, serta kemampuan untuk memotivasi tim tetap akan berfokus pada manusia.

Perlunya Keterampilan Baru

Untuk tetap bersaing, karyawan perlu meningkatkan kemampuan yang sulit digantikan oleh AI, seperti berpikir kritis, kecerdasan emosional, dan literasi digital.

Scott Bessent, mantan pejabat Kementerian Keuangan Amerika Serikat, mengatakan bahwa AI justru dapat meningkatkan daya saing bila diiringi dengan program pelatihan kembali.

Ia memprediksi pada tahun 2040, sekitar 50–60 persen pekerjaan akan mengalami perubahan bentuk, sebelum AI menjadi dominan pada 2050.

Nasabah Tenang, LPS Siap Lunasi Simpanan di BPR Disky Suryajaya

Nasabah Tenang, LPS Siap Lunasi Simpanan di BPR Disky Suryajaya

Jakarta, IDN Time– Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sedang mempersiapkan proses pencairan klaim jaminan simpanan serta pelaksanaan likuidasi PT BPR Disky Suryajaya, yang berlokasi di Jalan Medan Binjai KM 14,6, Komplek Padang Hijau Blok A No 18, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatra Utara.

“Pelaksanaan pembayaran klaim penjaminan simpanan nasabah dan likuidasi dilakukan setelah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencabut izin usaha PT BPR Disky Suryajaya, mulai berlaku sejak 19 Agustus 2025,” kata Sekretaris Lembaga LPS Jimmy Ardianto dalam pernyataannya, Selasa (19/8/2025).

1. Tabungan nasabah pasti akan dibayarkan sesuai aturan yang berlaku

Jimmy memastikan tabungan nasabah dapat dibayarkan sesuai aturan yang berlaku. LPS akan melakukan penyesuaian dan pemeriksaan terhadap data tabungan serta data lainnya untuk menentukan tabungan yang layak dibayarkan.

Proses penyesuaian dan pemeriksaan ini akan selesai paling lambat dalam 90 hari kerja sejak tanggal pencabutan izin usaha bank. Dana yang digunakan untuk pembayaran klaim jaminan simpanan nasabah PT BPR Disky Suryajaya seluruhnya berasal dari LPS.

Pelanggan dapat mengecek status tabungannya di kantor PT BPR Disky Suryajaya atau melalui situs resmi LPS diwww.lps.go.id, setelah LPS mengumumkan pencairan klaim jaminan tersebut. Di sisi lain, nasabah bank masih dapat melakukan pembayaran angsuran atau pelunasan pinjaman di kantor PT BPR Disky Suryajaya dengan bekerja sama dengan Tim Likuidasi LPS.

2. Nasabah diminta tetap tenang agar proses pengajuan klaim dan pencairan dana bank tidak mengalami kendala

Jimmy Ardianto mengajak nasabah PT BPR Disky Suryajaya untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh sehingga tidak melakukan tindakan yang bisa menghambat proses penyelesaian klaim jaminan dan likuidasi bank. Ia juga memperingatkan nasabah agar tidak percaya kepada pihak-pihak yang menawarkan bantuan dalam pengurusan klaim jaminan tabungan dengan imbalan atau biaya tertentu.

LPS juga menekankan bahwa masih banyak BPR/BPRS serta bank umum lainnya yang beroperasi dengan lancar. Oleh karena itu, masyarakat tidak perlu khawatir untuk kembali menabung di perbankan, karena seluruh dana yang disimpan di bank yang beroperasi di Indonesia dijamin oleh LPS.

3. Terdapat 3 persyaratan agar tabungan nasabah dapat dijamin oleh LPS

Ia menjelaskan bahwa simpanan nasabah dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), namun nasabah perlu memenuhi tiga syarat 3T, yaitu, terdaftar dalam catatan bank, bunga simpanan yang diperoleh tidak melebihi batas bunga jaminan yang ditentukan oleh LPS, serta tidak melakukan tindakan yang merugikan bank, baik yang diduga maupun yang terbukti melanggar hukum.

Aturan mengenai tingkat bunga jaminan tidak berlaku untuk bank, unit usaha, atau BPR Syariah. Untuk keterangan lebih lanjut tentang pelaksanaan jaminan simpanan dan proses likuidasi PT BPR Disky Suryajaya, nasabah dapat menghubungi Pusat Layanan Informasi (Puslinfo) LPS melalui nomor 021-154.

Prabowo Mengusulkan Calon Anggota Komisioner LPS kepada DPR Cara Mendaftar Sebagai Ketua LPS dan Anggota, Terdapat Banyak Persyaratan! BPRS Gebu Prima Bangkrut, LPS Mengembalikan Dana Nasabah Sebesar Rp20,05 Miliar

NPL Citibank Turun 0,2%, Ini Strategi Suksesnya

NPL Citibank Turun 0,2%, Ini Strategi Suksesnya

Lintaskriminal.co.id –, JAKARTA — CitibankN.A. Indonesia mengungkapkan tingkat kredit yang bermasalah ataunon-performing loan(NPL) mengalami penurunan yang signifikan dari tingkat 3% menjadi hanya 0,2% saat ini.

CEO Citibank Indonesia Batara Sianturi menjelaskan bahwa penurunan ini tidak disebabkan oleh faktor luar, tetapi akibat penerapan kebijakan perbankan yang hati-hati dan teliti.prudent banking).

Batara mengacu pada salah satu cara dengan mengubah cadangan atau penyisihan yang telah disiapkan sebelumnya menjadi penghapusan kredit, yaituwrite-off.

“Kami maintain prudent bankingdan kedisiplinan dalam mengubah provisi menjadiwrite-off,” kata Batara dalam konferensi pers Citibank, Selasa (19/8/2025).

Selanjutnya, Citibank menegaskan tindakan ini tidak memengaruhi kinerja laba rugi perusahaan. Karena seluruh kredit yang bermasalah tersebut telah sepenuhnya dicadangkan sebelumnya.

Sebenarnya tidak ada pengaruhnya padaprofit and losskarena sudah sepenuhnya dialokasikan dalam provisi, hanya saja pada saat itu belum dilakukanwrite-off. Jadi ketika akhirnya dilakukan, secara otomatis NPL hilang dari catatan, tanpa mengganggu kinerja Citibank,” jelasnya.

Selain itu, Citi Indonesia mencatatkan laba bersih di atas Rp1,3 triliun pada kuartal kedua tahun 2025, didukung oleh kenaikan pendapatan bunga bersih sebesar 11% secara tahunan dan rasiolow-cost fund yang meningkat menjadi 75%.

Selain itu, Citi Indonesia mencatatkan Return on Equity (ROE) sebesar 13,6% dan Return on Assets (ROA) sebesar 3,6%. Rasio Liquidity Coverage (LCR) serta rasio Net Stable Funding (NSFR) Citi Indonesia tetap stabil pada angka 295% dan 160%, lebih tinggi dari ketentuan minimum yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Kemudian, Rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) dilaporkan mencapai 40,1%, naik dari 36,2% di tahun sebelumnya.

Batara menyampaikan bahwa pada periode ini, Citibank mencatatkan kinerja yang didukung oleh pertumbuhan pendapatan bunga bersih sebesar 11% per tahun, serta rasiolow cost fund yang meningkat menjadi 75%.

“Dengan penyediaan layanan dan solusi keuangan digital Citibank yang lengkap, terus menjadi ciri khas utama kami dalam mendukung klien institusi di berbagai negara, khususnya dalam menyesuaikan diri dan berkembang di era saat ini,” katanya.

Selama kuartal II/2025, bisnis Corporate Banking di Citi Indonesia masih menunjukkan pertumbuhan pendapatan yang positif. Citi Indonesia tetap berkomitmen untuk menyediakan layanan dan solusi perbankan kepada berbagai klien, mulai dari perusahaan lokal, perusahaan multinasional, lembaga keuangan, hingga sektor pemerintah.

Di bisnis Treasury and Trade Solutions (TTS), Citi Indonesia mengalami pertumbuhan positif secara tahunan pada kuartal kedua 2025, didorong oleh peningkatan jumlah transaksi mata uang asing sebesar 17% dan peningkatan penggunaan kartu bisnis sebesar 8%.

Program Akuntansi Widyatama Gelar PKM dengan Pelatihan Keuangan

Program Akuntansi Widyatama Gelar PKM dengan Pelatihan Keuangan

PR Jabar –Universitas Widyatama melalui Program Studi S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) menyelenggarakan kegiatan Pengabdian Kemitraan Masyarakat (PKM) sesuai dengan prinsip Tridarma Perguruan Tinggi. Kegiatan yang berlangsung pada semester genap tahun 2024-2025 dilaksanakan di Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut.

Pelatihan diadakan di Pasar Wanaraja, Kabupaten Garut, pada hari Jumat 15 Agustus 2025 lalu di sebuah kios pedagang eceran Doa Umi.

Berdasarkan penjelasan Ketua PKM Prodi S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Widyatama, Yogo Heru Prayitno, kegiatan pendampingan bertujuan untuk memberikan solusi nyata bagi Pedagang Eceran Doa Ummi.

“Kegiatan pendampingan ini diadakan guna memberikan solusi bagi pelaku UMKM dalam menyusun akuntansi keuangan yang sederhana,” ujar Ketua PKM S1 Akuntansi FEB Universitas Widyatama, Yogo Heru Prayitno, pada Rabu 19 Agustus 2025.

Yogo menambahkan, pendampingan berdasarkan Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat ini fokus pada tantangan yang dihadapi UMKM dalam mengelola keuangan.

“Di toko RS yang berada di Blok A No. 13 Pasar Wanaraja, Garut, merupakan salah satu pelaku usaha kecil yang menyediakan kebutuhan pokok masyarakat dengan sistem penjualan eceran. Meskipun memiliki peluang pasar yang cukup besar karena berada di lingkungan pasar tradisional yang ramai, mitra masih menghadapi beberapa tantangan utama dalam mengelola bisnisnya,” jelas Yogo.

Beberapa kendala yang dialami, antara lain kurangnya sistem pengelolaan keuangan yang teratur, sehingga Pemilik Toko RS masih melakukan pencatatan keuangan secara manual dan terbatas.

“Bahkan beberapa transaksi tidak dicatat sama sekali. Hal ini menyebabkan ketidakjelasan dalam mengetahui besarnya keuntungan, persediaan barang, dan pengeluaran harian,” ujar Yogo.

Secara terpisah, salah satu anggota PKM S1 Akuntansi FEB Universitas Widyatama, Mirna Dianita mengungkapkan, akibat ketidaktahuan dalam menghitung biaya pokok penjualan (HPP)

Rekan belum memahami cara menghitung biaya produksi atau penjualan dengan benar.

“Ini membuat pelaku UMKM sering mengalami kerugian, sehingga harga jual produk terkadang ditentukan melalui perkiraan atau mengikuti harga pasar tanpa memperhitungkan biaya operasional dan margin keuntungan yang wajar,” ujar Mirna Dianita.

Mirna juga memperhatikan bahwa mitra pedagang UMKM belum memanfaatkan teknologi yang ada secara optimal.

Kurangnya pemanfaatan teknologi digital dalam pemasaran Toko RS, karena belum memanfaatkan media digital untuk mempromosikan produknya. Seluruh kegiatan pemasaran masih mengandalkan penjualan langsung (offline), sehingga cakupan pasar terbatas dan tidak memaksimalkan peluang dari konsumen di luar wilayah tersebut,” jelas Mirna.

Berkaitan dengan rendahnya tingkat literasi keuangan dan digital, pemilik usaha masih kurang memahami betapa pentingnya pengelolaan keuangan yang baik serta strategi pemasaran digital, yang menjadi kendala dalam mengembangkan bisnis secara berkelanjutan.

“Masalah-masalah tersebut berpotensi menghambat perkembangan bisnis dan kelangsungan Toko RS dalam jangka panjang. Oleh karena itu, diperlukan bantuan berupa pelatihan dan pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan serta kondisi mitra,” ujar Yogo.

Untuk memastikan program berjalan secara optimal, diperlukan perencanaan yang dilakukan oleh Tim PKM S1 Akuntansi FEB Universitas Widyatama, sehingga kegiatan dapat dilaksanakan dengan tepat sasaran dan sesuai target serta jadwal yang ditentukan.

“Tim PKM S1 Akuntansi FEB sudah menyusun proposal program PKM jauh sebelum tiba di Pasar Wanaraja Garut, serta memperhatikan pentingnya mengadakan program PKM karena latar belakang mitra dan situasi yang dialami mitra,” ujar Yogo.

Tim PKM S1 Akuntansi FEB juga melakukan analisis terhadap proses bisnis mitra, menyusun jadwal pelaksanaan kegiatan, serta menyiapkan alat dan perlengkapan yang diperlukan dalam pelaksanaan PKM, serta mempersiapkan tim pelaksana kegiatan PKM sebelum tiba di Pasar Wanaraja.

Pendampingan dilakukan dengan metode yang menyesuaikan kondisi UMKM Mitra, yang diamati melalui perhitungan harga pokok produksi serta pemasaran produk berbasis digital yang telah dilakukan sebelum, selama, dan setelah proses ekonomi terjadi.

Tim telah mengidentifikasi dan merumuskan masalah yang terjadi pada UMKM Mitra. Kegiatan keuangan yang berkaitan dengan: bahan baku, tenaga kerja, serta biaya pabrik. Selain itu, penentuan metode pemasaran produk secara online, “jelasnya.”

Dalam kegiatan PKM, tim selanjutnya melakukan penilaian terhadap hasil pengamatan, wawancara, dan data yang dikumpulkan, kemudian membandingkannya dengan teori-teori yang diperoleh dari literatur mengenai perhitungan biaya produksi dan pemasaran digital, serta menarik kesimpulan tentang kelemahan setelah melalui tahap identifikasi dan menerapkan penyusunan anggaran biaya produksi serta pemasaran berbasis digital pada UMKM Mitra.

Teknik perhitungan biaya produksi

Langkah pertama, menentukan biaya bahan baku yang digunakan secara langsung. Langkah kedua, menentukan biaya tenaga kerja yang terlibat secara langsung. Langkah ketiga, menentukan biaya pengeluaran pabrik dan langkah keempat, menghitung biaya produksi. Langkah kelima, menentukan strategi pemasaran melalui digital, ujarnya.

Pada kegiatan ini, PKM S1 Akuntansi FEB Universitas Widyatama bekerja sama dengan pihak Bank Mandiri Cabang Garut yang diwakili oleh Bapak Dhika Pradana.

Kehadiran Bank Mandiri dalam kegiatan PKM bertujuan untuk membantu mitra yang membutuhkan bantuan terkait dana talang bagi UMKM. Pihak Bank Mandiri juga menyampaikan bahwa Bank Mandiri siap memberikan dukungan penuh kepada pelaku usaha, khususnya UMKM yang menjadi binaan, dalam bentuk akses permodalan yang lebih mudah dan cepat, kata Yogo.

Saat melaksanakan kegiatan pendampingan kepada masyarakat, Tim S1 Akuntansi FEB Universitas Widyatama dipimpin oleh Ketua Pelaksana Yogo Heru Prayitno, yang terdiri dari anggota Mirna Dianita, Rina Tresnawati, Niki Hadian, Yoga Tantular Rahman, dan Kartika Wulandari.

Bank Catatkan Pertumbuhan Positif Tabungan Haji

Bank Catatkan Pertumbuhan Positif Tabungan Haji

Lintaskriminal.co.id -.CO.ID – JAKARTA.Tabungan Haji menjadi salah satu hal yang diprioritaskan dalam perencanaan keuangan masyarakat. Kondisi ini juga terlihat dari sektor perbankan yang secara bersama-sama mencatatkan pertumbuhan positif terkait layanan Tabungan Haji mereka.

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI, contohnya. Sebagai salah satu bank syariah terbesar di Indonesia, mencatatkan pertumbuhan jumlah rekening Tabungan Haji yang meningkat dua digit pada Juli dibandingkan pencapaian akhir tahun sebelumnya.

Selama bulan Januari hingga Juli 2025, jumlah rekening Tabungan Haji (NoA) di BSI mencapai 6,33 juta. Angka ini naik sebesar 13,51% dibandingkan posisi akhir tahun 2024 yang berjumlah 5,57 juta rekening.

“Perkembangan ini menunjukkan adanya penambahan lebih dari 750.000 rekening baru hanya dalam tujuh bulan pertama tahun 2025,” ujarCorporate SecretaryBSI Wisnu Sunandar saat dihubungi Lintaskriminal.co.id, Selasa (19/8/2025).

Sesuai dengan peningkatan jumlah rekening Tabungan Haji, Wisnu menyebutkan juga adanya pertumbuhan dari segi besarnya nilai Tabungan Haji di BSI.

Selain itu, Bank Mega Syariah juga memiliki kesamaan. Bank Mega Syariah mencatatkan total dana beredar Tabungan Haji sebesar Rp 303 miliar pada Juni 2025. Angka ini meningkat sekitar 1,3% dibandingkan akhir tahun 2024 yang mencapai lebih dari Rp 299 miliar.

Di sisi lain, hingga bulan Juni 2025, jumlah rekening (NoA) Tabungan Haji Bank Mega Syariah tercatat melebihi 254.000 rekening, naik lebih dari 3,67% dibandingkan akhir tahun 2024 yang berjumlah lebih dari 245.000 rekening.

Persentase outstanding Tabungan Haji terhadap keseluruhan tabungan nasional mengalami kenaikan dari 17% di akhir tahun 2024 menjadi 19% pada Juni 2025.

Kepala Bisnis Bank Mega Syariah Rasmoro Pramono Aji (Oney) menyampaikan bahwa situasi ini menunjukkan bahwa Bank Mega Syariah semakin dipilih oleh masyarakat dalam merencanakan ibadah haji dan umrah.

“Pada saat ini, Bank Mega Syariah semakin dipilih oleh masyarakat dalam merencanakan keuangan mereka untuk persiapan haji dan umrah. Hal ini terlihat dari jumlah nasabah tabungan Haji Bank Mega Syariah yang menunjukkan perkembangan yang positif,” ujar Oney.

Tidak ketinggalan, PT Bank Jabar Banten Syariah (Bank BJB Syariah) bahkan optimis menargetkan peningkatan volume total Tabungan Haji hingga 81,99% pada akhir tahun 2025.

Hal ini sesuai dengan tren peningkatan jumlah nasabah tabungan haji di Bank BJB Syariah. Direktur Utama Bank BJB Syariah Arief Setyahadi menyampaikan bahwa jumlah rekening Tabungan Haji (NoA) di Bank BJB Syariah pada periode semester-I 2025 mencapai 133.798 rekening. Angka ini naik sebesar 17,05% dibandingkan capaian pada periode yang sama tahun lalu, yaitu sebanyak 113.874 rekening.

Tercatat pula bahwa total volume atau nilai Tabungan Haji Bank BJB Syariah pada semester-I 2025 telah mencapai Rp 123,7 miliar. Peningkatan ini cukup signifikan sebesar 64,05% YoY dibandingkan pencapaian periode yang sama tahun 2024 yang hanya sebesar Rp 75,4 miliar.

Arief menyampaikan bahwa hingga kini Tabungan Haji tetap menjadi salah satu produk yang banyak diminati oleh masyarakat. Dengan proyeksi pertumbuhan yang dilihat akan terus meningkat, Bank BJB Syariah terus merasa optimis mengenai peningkatan jumlah rekening dan volume Tabungan Haji, serta juga jumlah pembayaran setoran awal haji di Bank BJB Syariah.

“Optimisme ini diwujudkan melalui penentuan target pertumbuhan Tabungan Haji tahun 2025 yang meningkat sebesar 81,99%,” ujar Arief.

Selanjutnya, BCA Syariah juga mengamati meningkatnya minat masyarakat dalam menjalankan ibadah haji. Hal ini terlihat dari jumlah rekening Tabungan Haji pada semester I-2025 yang naik sebesar 26% dibandingkan tahun sebelumnya (YoY), dengan total mencapai 5.124 rekening.

Pertumbuhan ini didukung oleh layanan syariah bank umum (LSBU) yang berada di 100 cabang BCA di berbagai kota. “Kami terus meningkatkan pelayanan digital agar memberikan kemudahan dalam beribadah dengan menyediakan fitur setoran haji melalui mobile banking BSya,” ujar Direktur BCA Syariah Pranata.

Peningkatan 13,51%, Rekening Tabungan Haji BSI Tembus 6,33 Juta per Juli 2025

Peningkatan 13,51%, Rekening Tabungan Haji BSI Tembus 6,33 Juta per Juli 2025

Lintaskriminal.co.id -.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI mencatatkan kenaikan positif dalam pengumpulan Tabungan Haji.

Hal ini terlihat dari pertumbuhan jumlah rekening Tabungan Haji di BSI yang meningkat dua digit pada Juli dibandingkan pencapaian akhir tahun sebelumnya.

Selama bulan Januari hingga Juli 2025, jumlah rekening Tabungan Haji di BSI mencapai 6,33 juta. Angka ini naik sebesar 13,51% dibandingkan posisi akhir tahun 2024 yang sebanyak 5,57 juta rekening.

“Perkembangan ini menunjukkan adanya penambahan lebih dari 750.000 rekening baru hanya dalam tujuh bulan pertama tahun 2025,” ujarCorporate SecretaryBSI Wisnu Sunandar saat dihubungi Lintaskriminal.co.id, Selasa (19/8/2025).

Sesuai dengan peningkatan jumlah rekening Tabungan Haji, Wisnu menyebutkan juga adanya pertumbuhan dari segi besarnya nilai Tabungan Haji di BSI.

“Di masa depan, kami memperkirakan tabungan haji BSI tetap akan sangat diminati oleh masyarakat, terlihat dari tren peningkatan jumlah rekening serta calon jemaah yang mendaftar melalui BSI,” tambah Wisnu.

 

 

Ia kemudian menjelaskan beberapa perasaan positif yang mendorong peningkatan jumlah rekening Tabungan Haji di BSI, salah satunya adalah kepercayaan masyarakat terhadap BSI sebagai bank syariah terbesar di Indonesia yang menyediakan layanan tabungan haji.

Kemudian juga kemudahan layanan digital serta jaringan yang luas dari BSI yang mempermudah masyarakat dalam membuka rekening tabungan haji, serta tingginya antusiasme umat Islam Indonesia untuk melaksanakan ibadah haji.

Berdasarkan pertumbuhan yang stabil sejak awal berdiri hingga kini, BSI yakin jumlah rekening Tabungan Haji akan terus bertambah hingga akhir 2025.

“Tujuannya, BSI berharap dapat mempertahankan pertumbuhan dua digit secara terus-menerus dengan dukungan layanan perbankan syariah yang inklusif dan modern,” tambah Wisnu.

OJK Pertimbangkan Perbankan Universal untuk Kuatkan Jasa Keuangan

OJK Pertimbangkan Perbankan Universal untuk Kuatkan Jasa Keuangan

10drama.com, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sedang meninjau aturan mengenai penerapanuniversal bankingModel perbankan ini diharapkan mampu memperkuat sektor jasa keuangan negara.

Sebagai informasi, universal bankingadalah konsep perbankan di mana sebuah lembaga keuangan mampu menyediakan berbagai jenis layanan secara bersamaan. Layanan ini mencakup perbankan komersial seperti tabungan, rekening giro, dan pinjaman, hingga perbankan investasi, asuransi, serta fasilitas pasar modal.

“Itu (universal banking) sebenarnya merupakan upaya kita dalam konteks melihat peluang perbankan juga dapat terlibat dalam aktivitas sektor keuangan lainnya. Apakah pasar modal, aktivitas investasi, dan sebagainya. Itu intinya,” kata Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, setelah menghadiri acara Kampanye Nasional Lawan Penipuan dan Kegiatan Keuangan Ilegal yang diselenggarakan OJK bersama Aftech di Hotel Raffles, Jakarta, Selasa (19/8/2025).

Mahendra mengatakan, hingga saat ini konsepuniversal bankingmasih tidak dapat diterapkan akibat keterbatasan aturan yang berlaku. Oleh karena itu, OJK terus melakukan penelitian lebih lanjut.

“Kita memang belum membuka peluang untuk hal tersebut, justru sedang mengevaluasi lebih mendalam bagaimana peluang itu,” katanya.

Dari segi regulasi, baik UU Perbankan maupun aturan yang dikeluarkan oleh OJK dan Bank Indonesia (BI), mengatur batasan aktivitas bank hanya pada sektor usaha tertentu. Selain itu, layanan yang tidak termasuk dalam perbankan harus dilakukan melalui entitas terpisah.

Narasi universal bankingDahulu disampaikan oleh Mahendra dalam acara Seremoni Pembukaan Perdagangan dalam rangka 48 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia pada Senin (11/8/2025). Ia menyebut, tindakan tersebut dapat menjadi dorongan tambahan bagi perkembangan ekonomi nasional.

AI Menghasilkan Halusinasi, Tapi Masih Butuh Mesin Pencari Tradisional

AI Menghasilkan Halusinasi, Tapi Masih Butuh Mesin Pencari Tradisional

Saya sering menggunakan chat AI dari Microsoft karena kemampuannya dalam merangkum jurnal, membaca situs web, atau mencari judul buku dan makalah yang tidak ditemukan di mesin pencari biasa seperti Google, Bing, atau Yandex. Namun, suatu hari saya menemukan bahwa jawaban AI terasa sedikit aneh. Nama peneliti tidak sesuai dengan topik yang ditelitinya. Peneliti tersebut terkenal di bidang kimia, tetapi makalahnya berisi topik biomolekuler. Mungkin ada hubungan antara kimia dan biomolekul, tetapi sebagai orang awam, saya tetap merasa tidak nyaman dengan hal itu.

Akhirnya saya melakukan pencarian di Google dan menemukan bahwa peneliti tersebut sebenarnya tidak pernah menghasilkan makalah seperti yang disebutkan oleh chat AI. Saya juga pernah menemukan informasi yang disajikan oleh AI ternyata berasal dari tebakan mereka sendiri.

AI merespons bahwa jawaban tersebut sudah sesuai dengan karakter saya sebagai editor dan pendidik. Dari mana guru itu? Ternyata AI menebak bahwa saya seorang pendidik karena menemukan bahwa di internet saya menulis hal-hal yang bersifat edukatif di emperbaca.com dan membahas tentang pendidikan di 10drama.comiana.

Sebenarnya, jawaban yang saya harapkan tidak terkait dengan situasi saya sebagai editor maupun dengan pendidikan.

Pernah juga saat saya bukan tautan yang disertakan dalam jawaban chat AI, tautan tersebut ternyata tidak berfungsi karena domainnya sudah tidak aktif. Pada awal-awal saya menggunakan chat AI, saya tidak pernah membuka tautan yang diberikan. Namun, sejak AI memberikan judul makalah yang tidak pernah ada, saya merasa perlu membuka tautan tersebut bila AI menyertakannya dalam jawabannya.

Ternyata, memverifikasi sendiri jawaban yang diberikan oleh chat AI memang sangat dianjurkan. Dalam penggunaan chat AI, hal ini dikenal dengan istilah human-in-the-loop.

Human-in-the-Loop (HITL)

Human-in-the-loop (HITL) merupakan metode di mana manusia secara aktif terlibat dalam proses pelatihan, penilaian, dan pengoperasian sistem kecerdasan buatan. Bukan berjalan sepenuhnya otomatis, model AI menerima masukan langsung dari manusia guna meningkatkan ketepatan, memperbaiki kesalahan, serta mengurangi bias dalam data.

Sistem manusia dalam loop bermanfaat ketika kita terus-menerus menggunakan chat AI untuk “melatih” dan “mengendalikan” agar informasi yang diberikan oleh AI sesuai dengan konteks dan sejalan dengan realitas yang kita harapkan.

Sebagai contoh, chat AI menebak bahwa saya adalah seorang pendidik selain dari artikel di 10drama.comiana, ternyata juga berasal dari percakapan saya dengannya selama beberapa bulan terakhir. Entah tentang apa saja percakapan tersebut (saya juga lupa), yang jelas pertanyaan-pertanyaan yang saya ajukan kepada chat AI ternyata membuatnya menyimpulkan bahwa saya seorang pendidik.

Karena ia mengira saya seorang pendidik, maka ketika chat AI tidak memiliki basis data untuk menjawab pertanyaan yang saya ajukan, ia kemudian membuat jawaban berdasarkan pola interaksi saya dengannya sebelumnya. Oleh karena itu, agar “persepsinya” berubah, saya harus langsung memberitahu siapa saya sesungguhnya.

Saya juga perlu mulai mengetikkan pertanyaan dengan lebih terperinci, lengkap, dan menyertakan konteks agar AI tidak memberikan jawaban yang tidak akurat lagi.

Kesalahan dan ketidakakuratan informasi yang disampaikan oleh chat AI, seperti yang saya alami, dikenal dengan sebutan halusinasi AI.

Munculnya gangguan visual dari model chat AI atau kecerdasan buatan yang tidak bisa dimatikan merupakan bagian dari dampak sosial-ekonomi dan keamanan dalam pengembangan teknologi kecerdasan buatan. Hal ini sering kali diingatkan oleh tokoh-tokoh terkemuka dalam bidang AI seperti Geoffrey Hinton, pencetus deep learning, Sam Altman selaku CEO OpenAI, serta Elon Musk sebagai pendiri Neuralink.

Elon menggambarkan halusinasi AI sebagai kecenderungan kecerdasan buatan untuk menghasilkan hasil yang terlihat meyakinkan, namun pada kenyataannya tidak akurat atau bahkan palsu.

Halusinasi AI

Meskipun Elon membicarakan halusinasi AI, istilah ini tidak berasal darinya. Pada 2018-2019, istilah halusinasi AI diperkenalkan oleh komunitas peneliti NLP (Natural Language Processing) untuk menggambarkan hasil dari model AI generatif seperti terjemahan atau percakapan, yang terlihat percaya diri tetapi sebenarnya salah atau dibuat-buat.

Pada bulan Juli 2021, Meta menjadi perusahaan pertama yang menetapkan definisi resmi mengenai halusinasi AI sebagai “pernyataan yang terlihat meyakinkan, meskipun tidak benar.”

Jenis pengalaman ilusi yang sering dilakukan oleh kecerdasan buatan:

Kesalahan fakta terjadi ketika AI menyampaikan pernyataan yang tidak benar atau tidak dapat diverifikasi. Kesalahan intrinsik terjadi ketika hasil AI bertentangan dengan data atau konteks yang sudah diketahui benar. Kesalahan ekstrinsik terjadi ketika AI menambahkan informasi baru yang melebihi cakupan sumber tanpa adanya batasan verifikasi. Contohnya adalah memberikan judul artikel padahal artikel tersebut tidak ada dalam dunia nyata.

Kecenderungan halusinasi pada model percakapan seperti ChatGPT, Gemini, atau Copilot mungkin semakin sering terjadi karena saat ini hampir seluruh data dunia nyata telah diolah dalam pelatihan AI, sehingga sumber data utama mulai menipis.

Para ilmuwan kecerdasan buatan saat ini sedang mempertimbangkan penggunaan data sintetis. Data sintetis merupakan kumpulan informasi yang dibuat secara buatan untuk meniru sifat statistik data dunia nyata tanpa mengandung data asli. Data tersebut dihasilkan melalui algoritma generatif dan simulasi berbasis teknologi kecerdasan buatan, sehingga secara matematis mirip dengan data asli meskipun tidak memiliki data asli sama sekali.

Bahaya yang muncul adalah perkembangan konten yang dihasilkan oleh AI membuat semakin sulit membedakan antara informasi asli dan buatan. Hal ini memberikan celah bagi penyebaran informasi palsu, deepfake, serta pengaruh terhadap opini publik melalui dataset atau AI yang belum diverifikasi.

AI atau Mesin Pencari?

Mesin pencari saat ini telah mengintegrasikan teknologi AI seperti Google RankBrain, Google BERT, dan Bing Copilot AI. AI akan memproses data dan merangkum serta menyusun informasi sebelum menampilkan jawaban. Jawaban yang diberikan kepada kita lebih lengkap dan mendetail karena mencakup sumber asli (website, dokumen, atau publikasi resmi).

AI yang terdapat dalam mesin pencarian memudahkan kita mendapatkan informasi tanpa perlu mengklik tautan atau mengunjungi situs web resmi yang menyediakan data tersebut. Sangat memudahkan bagi yang malas bersusah payah dan lama mencari sumber informasi yang akurat.

Namun, karena AI “mampu berpikir sendiri” mengikuti pola yang digunakan oleh manusia, AI di mesin pencari tetap rentan mengalami kebingungan.

Mesin pencari seperti Google, Yandex, Bing, hingga DuckDuckGo mengidentifikasi, mengindeks, dan mengurutkan konten di internet agar pengguna dapat segera mendapatkan jawaban atas pertanyaan mereka. Sementara itu, AI belajar pola, membuat prediksi, memahami bahasa, mengenali gambar, dan sebagainya, tanpa terbatas hanya pada pencarian web.

Intinya, mesin pencari hanya menyajikan informasi yang tersedia di internet, sedangkan AI mampu memberikan informasi berdasarkan pemrosesan sendiri sesuai dengan pola pikir pengguna manusia.

Dengan demikian, mesin pencari tradisional tetap relevan dalam memverifikasi informasi, melacak sumber asli, serta mendapatkan data terkini. Sementara itu, chat AI cocok digunakan untuk eksplorasi gagasan, ringkasan, atau menjawab pertanyaan konseptual, namun hasilnya disarankan diperiksa kembali menggunakan mesin pencari.

***

Pertama, menggunakan AI terlihat sangat sederhana. Cukup ketikkan instruksi atau perintah, dan AI akan menghasilkan gambar, video, atau teks sesuai keinginan kita. Namun, semakin sering digunakan, AI bisa jauh menyimpang dari tujuan yang diharapkan. Seringkali kita mendapatkan informasi yang tidak akurat. Batas antara dunia nyata dan dunia virtual semakin kabur.

Jadi, jangan khawatir dianggap ketinggalan zaman hanya karena tidak pernah memakai berbagai jenis kecerdasan buatan. Terkadang menjadi ketinggalan zaman diperlukan untuk membatasi jumlah informasi yang kita terima. Menerima informasi yang benar-benar dibutuhkan dapat menjaga kehidupan kita tetap bahagia.

Jika ingin mendapatkan informasi yang merujuk langsung pada sumber asli, lebih baik menggunakan mesin pencari seperti Google atau Bing daripada bertanya ke chat AI. Meskipun sedikit melelahkan dan memakan waktu, yang terpenting adalah hasil yang diperoleh bukan berasal dari khayalan AI.

Copyright © 2026 10drama.com