Ribuan Peneliti dan Rektor Hadiri Konvensi Sains & Teknologi 2025

Ribuan Peneliti dan Rektor Hadiri Konvensi Sains & Teknologi 2025

jabar.10drama.com –, KOTA BANDUNG – Sebanyak 1.000 ilmuwan di Indonesia menghadiri Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri (KSTI) 2025 yang diselenggarakan di Gedung Sabuga, Kota Bandung, Kamis (7/8/2025).

Selain itu, sebanyak 350 rektor dari universitas negeri maupun swasta juga hadir dalam acara tersebut.

Acara ini akan dibuka secara resmi oleh Presiden Prabowo Subianto.

Beberapa menteri dari kabinet Merah Putih juga hadir, termasuk Menteri Pendidikan, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto serta Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, serta Menteri Bappenas Rachmat Pambudy.

Juga hadir penerima penghargaan Nobel Fisika, Konstantin Novoselov dan Brian Schmidt.

“Mengundang 350 rektor dari universitas negeri dan swasta di seluruh Indonesia. Kita juga mengundang seribu ilmuwan terpilih di Indonesia,” ujar Menteri Pendidikan dan Sains Brian Yuliarto saat memberikan pidatonya.

Ia menyebutkan bahwa para peneliti yang diundang dalam acara KSTI menerapkan indeks di atas angka 15.

Mereka juga mengundang pemenang Nobel Konstantin Novoselov yang berusia 36 tahun dan Brian Schmidt.

“Kami ingin menginspirasi rekan-rekan peneliti di sini agar memiliki semangat, mimpi besar, dan mampu memberikan kontribusi yang luar biasa. Jadi, penghargaan Nobel itu sebenarnya bukan hanya sekadar hadiah, bukan hanya sekadarresearchnamun dia merupakan kontribusi terbesar bagi kemanusiaan,” katanya.

Mereka juga mengundang mahasiswa program pascasarjana dengan jumlah peserta mencapai 2.000 orang.

Brian mengakui kehadiran beberapa tokoh seperti menteri dalam memberikan gagasan-gagasan.

“Kami ingin mendengarkan inspirasi dan gagasan-gagasan dari pemimpin bangsa kita. Oleh karena itu, kami sangat berterima kasih kepada Bapak-Ibu menteri yang nanti akan kami undang ke sini untuk menyampaikan kebijakan-kebijakan strategis,” katanya.

Ia berharap kehadiran ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia mampu menciptakan perkembangan serta kesetaraan ekonomi.

Selain itu, ia mendorong perubahan ekonomi ekstraktif dengan lebih fokus pada pengelolaan hilirisasi.

“Kuncinya adalah penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga setidaknya sebagian dari Bapak-Ibu yang hadir di ruangan ini memiliki tanggung jawab moral, tanggung jawab besar untuk memastikan bahwa penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi oleh bangsa kita benar-benar dapat dikuasai,” katanya.

Acara ini diharapkan mampu mendorong perkembangan industri serta menghasilkan tenaga kerja yang berkualitas.(mcr27/jpnn) 

Target PLTS 100 GW Dorong Pertumbuhan Industri Panel Surya

Target PLTS 100 GW Dorong Pertumbuhan Industri Panel Surya

10drama.com -.CO.ID – JAKARTA.Target pemerintah untuk membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan kapasitas total sebesar 100 gigawatt (GW) di 80.000 Koperasi Merah Putih (KPM) akan memberikan dampak positif terhadap kinerja industri sektor panel surya dalam negeri.

Menurut Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI) berupaya mengembangkan pembangkit Energi Baru Terbarukan (EBT) dengan memanfaatkan sinar matahari, yang akan mempercepat penyebaran penggunaan listrik, terutama di daerah pedesaan yang terpencil.

Apalagi bagi desa-desa terpencil yang sama sekali tidak memiliki akses listrik.Dampaknya adalah meningkatnya jumlah tenaga kerja, berkembangnya sektor industri PLTS dari hulu hingga hilir serta mewujudkan proses hilirisasi di Indonesia,” ujar Ketua Umum AESI,Mada Ayu Habsari, kepada 10drama.com -, Kamis (07/08/2025).

Selain panel surya, target 100 GW ini, menurut Mada, juga akan mengembangkansistem penyimpanan energi baterai (BESS) sebagai tempat penyimpanan tenaga listrik.

“Kami berharap, bila industri berkembang maka akan menarik perhatian investor BESS untuk memperluas investasi di Indonesia,” lanjutnya.

Pernyataan serupa juga disampaikan olehKetua Indonesia Center for Renewable Energy Studies (ICRES) Surya Dharma. Menurutnya, dedengan adanya 80 ribu KMP, maka membangun 100 GW hanya memerlukan 1,2 MW per koperasi.

“Sektor ini akan menjadi sangat menarik bagi para investor, baik yang berasal dari dalam maupun luar negeri. Hal ini dapat mendorong masuknya teknologi terbaru dan perkembangan inovasi,” kata Surya kepada 10drama.com,Kamis (07/08/2025).

Berdasarkan data dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Indonesia, negara ini yang berada di garis khatulistiwa memiliki tingkat radiasi matahari yang besar serta potensi teknis energi surya sekitar 3200 GWp.

“Tetapi, mencapai target ini memerlukan dana yang besar, kebijakan yang mendukung, serta infrastruktur yang cukup,” tambahnya.

Meski demikian, Surya mengatakan pemerintah juga harus memperhitungkan kebutuhan baterai penyimpanan atau storage, karena PLTS hanya menghasilkan tenaga listrik ketika terdapat sinar matahari.

“Indonesia yang telah menyiapkan skenario dan peta jalan industri baterai nasional juga akan mampu berkembang dengan baik,” katanya.

Adapun, terkait pembiayaan PLTS, pakar energi dari Institute Perubahan Energi,Putra Adhiguna menyatakan bahwa biaya investasi per 1 megawatt (MW) mencapai Rp 15 miliar.

Jika sekitar 1 MW per koperasi, maka diperlukan investasi sekitar Rp 15 miliar. Hal ini akan lebih menguntungkan jika terdapat koordinasi di wilayah tertentu karena pembangunan dengan skala yang lebih besar dapat menjadi lebih efisien dan saling mendukung, kata Putra.

Selanjutnya, agar target 100 GW ini dapat tercapai dengan baik, ia menyarankan pemerintah untuk lebih dahulu menetapkan koperasi yang berada di wilayah paling membutuhkan atau paling berpotensi.

Menentukan prioritas di area yang paling berpotensi terlebih dahulu, sehingga dapat menjadi contoh bagi yang lain. Selain itu, mendorong PLN sebagai peserta aktif dalam merealisasikan visi tersebut,” tutupnya.

Sebelumnya, dalam catatan 10drama.com –Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan pemasangan PLTS di 80.000 KPM merupakan perintah langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

Saat ini, sesuai arahan Presiden Prabowo, kita perlu membangun listrik berbasis energi baru terbarukan dari tenaga matahari. Kedepannya, kita akan membangun sekitar 100 gigawatt,” kata Bahlil dalam pidatonya pada acara International Battery Summit (IBS) di Jakarta, Selasa (05/08).

Ia juga menyatakan, kebutuhan baterai listrik sepenuhnya akan dipenuhi oleh produk atau komponen yang dibuat di Indonesia.

“Dan kita meminta baterai-baterai untuk listrik ini semuanya harus menggunakan produk dalam negeri. Ini adalah pasar, dan ini akan mendorong bagaimana ketersediaan listrik bagi koperasi merah putih,” jelas Bahlil.

Terkait pembiayaan, costyang diperkirakan akan dialokasikan untuk pendanaan PLTS ini adalah US$ 1 juta per indeks 1 megawatt. Oleh karena itu, target 100 GW memerlukan biaya sekitar US$ 100 miliar.

PHE Meraih 6 Penghargaan Digital, AI dan IoT Jadi Kunci Sukses

PHE Meraih 6 Penghargaan Digital, AI dan IoT Jadi Kunci Sukses

10drama.com, JAKARTA — PT Pertamina Hulu Energi (PHE) memperoleh enam penghargaan dalam ajang Indonesia Digital Technology and Innovation (IDTI) Awards 2025. Perusahaan diakui berhasil melaksanakan transformasi digital serta inovasi dalam proses bisnis dan operasional, yang berdampak pada peningkatan kinerja dan pelayanan.

Wakil Presiden Teknologi Informasi (VP IT) PHE Akbar Yudha Putera, dalam pernyataannya di Jakarta, Kamis, menyampaikan bahwa inisiatif digitalisasi di PHE merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk memperkuat ketahanan energi nasional.

Kami terus mendorong pengembangan teknologi digital, salah satunya dengan membangun pusat data yang terpusat sebagai dasar dalam memanfaatkan teknologi berbasis kecerdasan buatan seperticloud computing,” ujarnya pula.

Selanjutnya, Akbar menjelaskan bahwa transformasi digital telah menghasilkan perubahan mendasar di bidang energi, dan Pertamina melalui PHE berkomitmen untuk terus mendorong inovasi guna mendukung perkembangan bisnis perusahaan.

Inovasi tersebut, menurutnya kembali, perlu terus dievaluasi dan disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan melaluialignmentantara program transformasi digital dengan rencana jangka panjang perusahaan (RJPP) dan rencana kerja serta anggaran perusahaan (RKAP).

“Ini penting agar kita tidak hanya mengikuti perkembangan teknologi, tetapi benar-benar memberikan manfaat nyata bagi perusahaan,” katanya menekankan.

Perkembangan teknologi memberikan kontribusi signifikan terhadap kemajuan organisasi dan proses bisnis.

Di PHE, hal ini terlihat dalam pelaksanaannyainternet of thingsTeknologi IoT yang telah dimanfaatkan dalam mendukung proses pengambilan keputusan berbasis data.

Sistem IoT kini telah diintegrasikan secara pusat dan dimaksimalkan penggunaannya melalui model AI yang secara langsung memenuhi kebutuhan bisnis hulu migas PHE.

Selain itu, PHE memperoleh penghargaan IDTI dalam kategori “Best AI & Automation Initiatives of The Year” dengan predikat Diamond, “Best Digital Upskilling & Reskilling of The Year 2025” dengan predikat Diamond, serta “Best Overall Digital Transformation of The Year 2025” juga mendapatkan predikat Diamond.

Selain itu, Eri Sulistyo Sutikno, Direktur SDM & Penunjang Bisnis PHE, meraih penghargaan “Best CIO/CTO in Digital Transformation of The Year 2025”, sedangkan Awang Lazuardi, Direktur Utama PHE, dianugerahi gelar “Best CEO in Digital Transformation of The Year 2025” dan Akbar Yudha Putera mendapatkan penghargaan “Best Transfomation Execution & Implementation Leader of The Year 2025”.

Senjata Baru UMKM: Solusi Inovatif DOKU PayChat via WhatsApp

Senjata Baru UMKM: Solusi Inovatif DOKU PayChat via WhatsApp

10drama.com –, JAKARTA – Para pengusaha di daerah terpencil Indonesia kini memiliki alat baru untuk ikut serta memperkaya perdagangan di masa digital. Koperasi desa, lembaga pinjaman desa, atau komunitas lokal contohnya, kini bisa memanfaatkan layanan padaplatformWhatsApp Business sebagai sebuah sistem pembayaran digital baru di Indonesia menyusul peluncuran DOKU PayChat.

Dengan solusi kreatif ini, memungkinkan pelanggan sebuah perusahaan untuk chat, pemesanan, dan pembayaran langsung melalui aplikasi WhatsApp Business tanpa perlu beralih ke aplikasi lain. Menggunakan layanan WhatsApp Business, DOKU PayChat memungkinkan pengguna menerima pembayaran, mengirim tagihan, mengatur pengingat otomatis, serta mengelola komunikasi dengan pelanggan dalam satu platform. chat.

Namun berbeda dengan chatbotbiasanya, DOKU PayChat dibuat untuk meningkatkan konversi, dari percakapan hingga pembayaran, tanpa gangguan.Merchantdapat dengan mudah mendapatkan catatan transaksi yang telah diatur dengan baik melalui layanan DOKU PayChat.

Kepala Pengalaman Produk DOKU Rama Prahara menyampaikan bahwa banyakmerchantSekarang ini juga mulai menjual melalui WhatsApp. Namun, tambahnya, pencatatan masih dilakukan secara manual dan terpecah-pecah.

Kami melihat belum ada yang menggabungkan semuanya dalam satu layanan. Masih terpecah-pecah. Terimaorder, lokasi, pembayaran, itu tidak terhubung. Kami membentuk sebuah platformdengan nama DOKU PayChat,” katanya Senin (4/8/2025).

Melalui layanan ini, Rama menyatakan bahwa para pengusaha dapat membuat simple chat code, menerima order, bisa menghasilkan invoice, dan menerima pembayaran. “Semua di dalam satu platform, tak harus mereka pindah-pindah.”

Tentu saja, hal ini akan memudahkan bagimerchantuntuk meningkatkan pelayanan mereka terhadap pelanggan, termasuk juga dalam hal pengelolaan keuangan mereka.

Sementara dari sisi konsumen, layanan ini akan menjadi solusi mudah bagi mereka yang tinggal di daerah terpencil setelah pemesanan hingga pembayaran melaluichatyang jauh lebih mudah dibandingkan menggunakan aplikasi perdagangan online yang semakin lama semakin berat.

Namun, solusi tersebut belum sepenuhnya terintegrasi dengan sistem logistik. Hanya saja, DOKU telah memiliki rencana strategis untuk mengembangkan DOKU PayChat yang terhubung dengan sistem logistik pada masa depan.

“Di roadmapKami sudah siap. Kami akan mengintegrasikan dengan sistem logistik sehingga pelanggan bisa memilih sistem logistik dalam ekosistem yang tidak terpisah,” ujar Vice President of Biller as a Service DOKU Rachma Kandini.

Meskipun demikian, DOKU belum menentukan target dari kehadiran DOKU PayChat ini. Perusahaan menekankan bahwa akan terus meningkatkan penerimaan di berbagai kalangan terlebih dahulu.

“Tidak ada target khusus. Kami berharap tahun depan kami bisa melihat perubahan. Yang ingin kami lakukan adalah mendukung komunitas dan perusahaan yang memiliki dasar untuk benar-benar memanfaatkan layanan ini,” ujar Co-Founder dan Chief of Marketing Officer DOKU Himelda Renuat.

Rachma menambahkan bahwa Jawa akan menjadi tahap awal dalam memperkenalkan layanan ini kepadamerchant-merchantDOKU. Selain karena jumlah penduduk terbanyak, tambahnya, wilayah ini lebih gampang diakses untuk kegiatan sosialisasi.

Secara wilayah, kami tidak menitikberatkan pada daerah tertentu meskipun Jawa termasuk dalam sasaran. Oleh karena itu, kami memanfaatkan Jawa yang memiliki jumlah penduduk terbanyak sebagaimarket utama,” ujarnya.

Bahkan di Bali, layanan DOKU PayChat dipercaya akan menjadigame changerterutama melalui kerja sama dengan PT USSI dan Lembaga Perkreditan Desa (LPD).

Kepala Eksekutif Pemasaran PT USSI Zul Fami menyatakan bahwa DOKU PayChat memungkinkan karyawan, agen, dan pelanggan LPD untuk membeli paket internet langsung melalui WhatsApp dengan berbagai pilihan pembayaran digital.

“Ini adalah inovasi teknologi yang mendukung berbagai sektor, siap menyambut era digital. Semoga kerja sama ini terus berkembang dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat,” katanya.

Selain itu, di Pulau Dewata, layanan DOKU PayChat diharapkan mampu meningkatkan minat wisatawan asing mengunjungi destinasi superprioritas ini karena kemudahan dalam pembayaran Pungutan Wisatawan Asing (PWA).

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali Tjok Bagus Pemayun berharap bahwa kehadiran DOKU PayChat akan memungkinkan wisatawan asing yang datang ke Bali untuk lebih mudah mengakses pembayaran PWA dengan berbagai pilihan metode pembayaran yang tetap fleksibel dan aman.

Sebelumnya, pembayaran PWA hanya bisa dilakukan melalui situs Love Bali. Kini, menurutnya, berkat DOKU PayChat, para wisatawan asing dapat memilih cara pembayaran hanya dengan scan kode QR menggunakan ponsel yang terhubung ke WhatsApp.

“Kami berharap inovasi ini mampu mendorong perkembangan Bali sekaligus menjaga, melestarikan alam, manusia, dan budaya Bali,” katanya.

Rojali Jejali GIIAS 2025, Penjualan Mobil Diperkirakan Tidak Menjanjikan

Rojali Jejali GIIAS 2025, Penjualan Mobil Diperkirakan Tidak Menjanjikan

10drama.com –, JAKARTA – Jumlah pengunjung pameran mobil terbesar di Indonesia, Gaikindo Indonesia International Auto Show atauGIIAS 2025dilaporkan meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Ironisnya, jumlah transaksi yang terjadi justru diprediksi menurun.

Asosiasi Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyatakan bahwa pameran otomotif GIIAS 2025 yang digelar dari 24 Juli hingga 3 Agustus 2025 di ICE BSD City, Tangerang dikunjungi oleh 485.569 pengunjung.

Ketua III Gaikindo serta Ketua Penyelenggara GIIAS 2025 Rizwan Alamsjah menyampaikan bahwa GIIAS 2025 kembali mencatatkan rekor jumlah pengunjung yang lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.

“Antusiasme pengunjung GIIAS 2025 sangat luar biasa, tampaknya seluruh area pameran diisi penuh oleh para pengunjung pada gelaran GIIAS tahun ini, mulai dari hall 1 hingga hall 11,” kata Rizwan dalam pernyataannya, dilansir Senin (4/8/2025).

Selain itu, tercatat sebanyak 485.569 pengunjung yang menghadiri area pameran GIIAS 2025, jumlah ini lebih tinggi dibandingkan tahun lalu yang mencapai 475.084 orang.

Di sisi lain, secara keseluruhan terdapat 54 model kendaraan terbaru yang diumumkan kepada masyarakat, mulai dari world premiere, Asian premiere, hingga Indonesian premiere.

Selanjutnya, Rizwan menambahkan, program test drive menjadi daya tarik bagi pengunjung untuk merasakan pengalaman berkendara berbagai model kendaraan terbaru. Di fasilitas test drive GIIAS 2025, total trip test drive mencapai hampir 20.000.

Diketahui, lebih dari 60 merek otomotif internasional ikut serta, termasuk 40 merek mobil, 4 merek kendaraan niaga, 17 merek sepeda motor, dan 4 perusahaan karoseri.

Selain itu, beberapa merek mobil yang telah memeriahkan GIIAS 2025 antara lain perusahaan lama seperti Toyota, Honda, Suzuki, Daihatsu, Mitsubishi, dan Hyundai. Tidak hanya itu, terdapat juga sejumlah merek baru dari Tiongkok yang turut serta memeriahkan GIIAS 2025, seperti BYD, AION, Aletra, BAIC, dan Geely.

Meskipun demikian, Gaikindo menyampaikan adanya kemungkinan penurunan jumlah transaksi dalam pelaksanaan GIIAS 2025 dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh fenomena pengunjung yang jarang membeli atau sering disebut rojali yang marak terjadi di pusat perbelanjaan belakangan ini.

“Setiap tahun, setelah pameran selesai, Gaikindo menerima laporan kinerja dari peserta, beberapa di antaranya menunjukkan perubahan penjualan yang naik maupun turun yang wajar, yang kami harapkan adalah catatan kinerja pada GIIAS 2025 dapat mencapai angka yang sama dengan kinerja tahun sebelumnya,” ujar Rizwan.

Transaksi GIIAS 2025 Turun

Sebelumnya dilaporkan, Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi menyampaikan bahwa meskipun jumlah pengunjung meningkat, namun angka penjualan kendaraan selama pameran GIIAS 2025 justru menurun dibandingkan tahun sebelumnya.

“Jika saya melihat dari sisi transaksi, terlihat sedikit menurun. Namun, jika kita lihat kondisi ekonomi saat ini memang agak berat. Selain itu, hingga pertengahan tahun ini, bulan Juni penjualan juga mengalami penurunan,” kata Nangoi saat diwawancarai di GIIAS 2025.

Penurunan transaksi terjadi seiring melemahnya pasar otomotif sepanjang semester I/2025. Jumlah penjualan mobilwholesalesmengalami penurunan sebesar 8,6% secara tahunan (yoy) menjadi 374.740 unit, dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya sebanyak 410.020 unit.

Sementara itu, penjualan mobil di tingkat eceran mengalami penurunan sebesar 9,7% menjadi 390.467 unit, dibandingkan dengan periode enam bulan pertama tahun 2024 yang mencapai 432.453 unit.

Meskipun demikian, ia menyatakan bahwa tujuan utama pameran GIIAS 2025 bukan hanya untuk memperjualbelikan kendaraan, tetapi juga memberikan informasi mengenai berbagai teknologi terkini dari berbagai merek serta model kendaraan terbaru kepada para penggemar otomotif.

Sampai saat ini, Gaikindo masih terus melakukan perhitungan mengenai jumlah pengunjung serta besarnya nilai transaksi yang diperoleh dari pameran GIIAS 2025.

“Jika tahun lalu ada 34.000 mobil dengan sekitar Rp18 triliun, jika kami bisa mencapai angka itu saja, sudah cukup untuk bersyukur,” tambah Nangoi.

Daya Beli Masyarakat Loyo

Pengunjung GIIAS 2025 yang memutuskan untuk membeli kendaraan memiliki dua pilihan pembayaran, yaitu tunai dan cicilan. Tidak hanya agen pemegang merek (APM) yang berharap keberuntungan dari GIIAS 2025, perusahaan pembiayaan kendaraan yang turut hadir juga mengharapkan hasil yang baik.

Secara umum, laba sektor pembiayaan atau multifinance mencapai Rp11,51 triliun hingga Juni 2025, dengan pertumbuhan hanya sebesar 0,81% (year on year/YoY) pada periode yang sama.

Anggota Komisi Dewan sekaligus Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan lainnya dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Agusman mengatakan bahwa piutang pembiayaan pada semester I/2025 mencatat pertumbuhan sebesar 1,96% (YoY) atau menjadi Rp501,83 triliun, dengan tingkat piutang yang tidak lancar (NPF) bruto sebesar 2,55% dan NPF bersih sebesar 0,88%.

“Piutang multifinance diperkirakan tetap tumbuh positif pada tahun 2025 ini, meskipun ada risiko pertumbuhan yang lebih rendah dibanding proyeksi awal sebesar 8%—10%, sehingga diperlukan peningkatan piutang pembiayaan yang lebih besar di masa depan,” katanya pada Senin (4/8/2025).

Oleh karena itu, Agusman menganggap bahwa industri multifinance diprediksi tetap tumbuh positif atau masih memiliki peluang bisnis yang menjanjikan, meskipun menghadapi tantangan seperti ketidakpastian ekonomi global.

Di sisi lain, Ketua Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiranto menganggap bahwa keuntungan industri multifinance pada Juni 2025 hanya mampu mencapai 0,8% karena sisi piutang pembiayaan belum mencapai target yang ditetapkan.

“Pertumbuhan piutang sebesar 1,96% itulah penyebabnya. Karena kami menargetkan sekitar 6% hingga 8%, tetapi pertumbuhannya hanya sampai di situ, jadi tentu akan berdampak pada pertumbuhan laba,” katanya kepada Bisnis, Senin (4/8/2025).

Selanjutnya, piutang pembiayaan ini gagal mencapai target dikarenakan menurunnya kemampuan beli masyarakat.

Belakangan lesunya daya beli masyarakatterlihat dalam fenomena rojali yang berarti rombongan jarang membeli. Banyak masyarakat yang menginginkan kendaraan, tetapi tidak mampu membeli atau mereka menjadi rohana yang berarti rombongan hanya bertanya.

Suwandi juga mengungkapkan bahwa keuntungan perusahaan multifinance banyak terkikis akibat meningkatnya NPF. Hal ini berdampak pada pembelian kendaraan.

“Jujur saja, banyak pengangguran, penyebabnya karena kondisi ekonomi sedang tidak stabil. Oleh karena itu pemerintah juga sedang mempertimbangkan stimulus apa yang bisa diberikan kepada sektor riil. Mungkin masyarakat lebih mengutamakan kebutuhan pokok daripada membeli kendaraan terlebih dahulu,” ujarnya.

Hino Perkuat Kemitraan dengan Karoseri dan Tingkatkan TKDN

Hino Perkuat Kemitraan dengan Karoseri dan Tingkatkan TKDN

BUS-TRUCK– Kapsul untuk kendaraan komersial APM dengan bak satu kesatuan, keduanya merupakan sisi yang saling terkait sehingga menghasilkan satu unit truk maupun sasis bus dalam bentuk yang utuh sesuai kebutuhan pemilik unit.

Seiring berkembangnya waktu, seluruh APM kendaraan komersial semakin memprioritaskan standar kualitas yang sejajar dengan hasil dari perusahaan karoseri. Tujuannya adalah agar standar kelancaran operasional unit yang telah selesai diproduksi menjadi seragam, sehingga mengurangi risiko downtime yang sangat berpengaruh terhadap kepemilikan kendaraan komersial.

Oleh karena itu, PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) menyelenggarakan acara tahunan yang bernama Bodymaker Awarding 2025 selama penyelenggaraan GIIAS 2025 (30/7).

Acara ini merupakan wujud penghargaan kepada mitra karoseri yang telah lulus dalam program standarisasi Hino, sebuah inisiatif strategis yang telah berjalan sejak tahun 2018 guna memastikan kualitas bodi kendaraan sesuai dengan standar Hino mulai dari desain, pemasangan, pemeriksaan hingga layanan pascapenjualan.

Kepala Penjualan HMSI, Susilo Darmawan, dalam pidatinya menjelaskan bahwa kualitas kendaraan Hino tidak hanya ditentukan oleh mesin dan rangka saja, tetapi juga oleh hasil akhir dari proses pembuatan bodi kendaraan. Oleh karena itu, pihaknya sangat menghargai peran serta kontribusi karoseri dalam menjaga dan meningkatkan kualitas produk Hino di mata pelanggan.

Program Standarisasi Bodymaker ini tidak hanya berupa evaluasi, tetapi juga peningkatan kemampuan para karoseri.

Proses evaluasinya dilakukan dengan mengacu pada beberapa KPI utama, seperti desain, kepatuhan terhadap panduan pemasangan bodi, proses Pemeriksaan Sebelum Pengiriman (PDI), kelengkapan dokumen administrasi, serta kesiapan layanan purna jual.

Setelah melewati proses evaluasi yang ketat dan terorganisir, Hino memberikan penghargaan kepada para karoseri yang telah memenuhi seluruh persyaratan yang ditetapkan. Penghargaan ini terbagi dalam tiga kategori, yaitu Hino 500 Standardization, Hino Bus Standardization, serta Renewal Standardization Hino 500 dan Bus.

Terdapat 20 perusahaan karoseri terkemuka yang berhasil memperoleh penghargaan pada tahun ini, antara lain: CV Delima Mandiri, CV Nugraha Mitra Sejati, CV Surya Indah Pratama, CV Tri Sakti, PT Adiputro Wirasejati, PT Adhikarya Perkasa, PT Alfaraya Mitraniaga, PT Gunung Mas Bersinar, PT Laksana Bus Manufactur, PT Mega Trukindo Utama, PT Mekar Armada Jaya, PT Metalindo Teknik Utama, serta PT Usaha Teknik Indonesia.

Dari 20 karoseri yang memperoleh penghargaan, mereka tidak hanya mendapatkan sertifikat resmi, tetapi juga mendapat rekomendasi resmi ke jaringan dealer Hino di seluruh Indonesia serta akses pelatihan tambahan dan penggunaan sistem digital seperti aplikasi Portal dan PDI App dari Hino.

Tingkatkan isi lokal seoptimal mungkin

Sebelumnya (25/7), PT HMMI telah menunjukkan komitmennya dalam mendukung industrialisasi nasional dengan mengembangkan pengadaan komponen lokal dan kerja sama dengan Industri Kecil dan Menengah (IKM).

Tindakan ini diwujudkan melalui semakin bertambahnya jenis kendaraan Hino yang telah mendapatkan sertifikat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan Bobot Manfaat Perusahaan (BMP) dengan jumlah nilai melebihi 40 persen.

Saat ini, PT HMMI telah mampu mengembangkan komponen dengan bekerja sama secara strategis dengan 148 perusahaan komponen lokal serta ratusan pemasok jasa pendukung.

Sejak tanggal 17 Desember 1982, PT HMMI telah memproduksi kendaraan komersial berupa truk dan bus merek Hino, dengan besaran investasi sebesar 112,5 juta dolar AS.

Terletak di kawasan industri Kota Bukit Indah, Purwakarta, Jawa Barat, perusahaan ini memiliki lima jalur produksi, yakni jalur produksi mesin, transmisi, truk kecil, truk sedang, dan bus. Kapasitas produksi yang tersedia mencapai 75.000 unit setiap tahun.

Didukung oleh 1.578 karyawan langsung hingga Juni 2025 ini serta lebih dari 150.000 tenaga kerja tidak langsung dari rantai pasokan lokal.

Hingga pertengahan tahun 2025, PT HMMI telah memiliki sertifikat TKDN untuk 31 jenis kendaraan dengan angka TKDN + BMP berkisar antara 44,35 hingga 57,26 persen.

Membuat produk Hino layak disebut sebagai produk yang dihasilkan dalam negeri. Sertifikasi ini memberikan keunggulan bersaing khususnya dalam pembelian barang dan jasa pemerintah, sesuai dengan ketentuan peraturan yang diatur dalam Inpres No. 2 Tahun 2022 mengenai Percepatan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri.(EW)

Transformasi Digital Hino, Solusi Komprehensif Era Modern

Transformasi Digital Hino, Solusi Komprehensif Era Modern

Digitalisasi Hino, Tawarkan Solusi Pendukung Lengkap di Era Modern

Digitalisasi Hino, Tawarkan Solusi Pendukung Lengkap di Era Modern

Hino kini memiliki dua platform digital utama yang semakin terhubung dan mudah digunakan, yaitu My Hino dan Hino Connect.

10drama.com -/ News

Panji Nugraha 1 Agustus, 10:41 AM 1 Agustus, 10:41 AM 10drama.com -Pada GIIAS 2025 yang berlangsung di ICE BSD City, Hino menggelar sebuah Diskusi Panel dengan tema “Layanan Total Support Digital Hino: Kemudahan, Kecepatan, dan Kepuasan bagi Pelanggan” (31/07).

Acara ini dihadiri oleh dua pembicara penting, yaitu Karen Benita yang menjabat sebagai Dealer Development & Telematic Division Head, serta Al Malik Masahiko Otsuka Mahpud, Direktur Lapangan dan Teknik dari PT Primajasa Perdana Raya Utama.

Pembicaraan ini menjadi kesempatan penting bagi Hino untuk memperlihatkan perannya yang strategis dalam mendorong perkembangan industri transportasi melalui digitalisasi layanan pelanggan.

Hino kini memiliki dua platform digital utama yang semakin terintegrasi dan mudah digunakan, yaitu My Hino dan Hino Connect.

Aplikasi My Hino adalah solusi digital yang menggabungkan berbagai kebutuhan layanan, seperti pemesanan perawatan kendaraan, riwayat pemakaian, hingga informasi tentang suku cadang, hanya dalam satu genggaman.

Selain itu, pelanggan kini bisa memanfaatkan fitur tambahan seperti pendaftaran kendaraan otomatis, katalog produk, serta buku panduan digital melalui aplikasi My Hino yang semakin mudah digunakan.

“Dengan My Hino, pelanggan tidak perlu lagi repot dalam mencari informasi atau melakukan pemesanan layanan. Semua layanan Hino kini tersedia di genggaman,” kata Karen Benita, Kepala Divisi Pengembangan Dealer dan Telematik.

Di sisi lain, Hino Connect merupakan sistem telematika terkini yang memungkinkan pemilik bisnis untuk mengawasi armada secara langsung dan menyeluruh.

Dengan sistem ini, pemilik usaha bisa memantau posisi kendaraan, penggunaan bahan bakar, kebiasaan pengemudi, serta pemberitahuan perawatan rutin.

Beberapa fitur pendukung seperti Titik Minat, Multi-Layer ID, dan Integrasi API semakin memperkuat kemampuan Hino Connect dalam mengelola armada berukuran kecil maupun besar.

Di ajang GIIAS 2025, Hino memperkenalkan fitur terbaru yang diberi nama Driver Mobile Apps guna memperkuat keterhubungan antara pengemudi dan sistem perusahaan.

Aplikasi Driver Mobile Apps membantu pengemudi dalam melakukan verifikasi, merekam kinerja berkendara, serta terhubung langsung ke pusat pengelolaan perusahaan.

“Melalui Hino Connect Driver, perusahaan mampu mengetahui siapa yang mengemudikan setiap kendaraan, mengawasi pola berkendara, serta mengevaluasi data kinerja masing-masing pengemudi. Hal ini secara langsung memengaruhi efisiensi operasional, pengurangan risiko kecelakaan, dan perawatan kendaraan yang lebih cepat,” kata Karen Benita.

Perusahaan PT Primajasa Perdanarayautama sebagai operator bus ternama di Indonesia turut serta dalam diskusi, menyampaikan pengalaman mereka dalam menerapkan teknologi Hino.

Primajasa terkenal secara luas berkat komitmennya dalam menyediakan jasa angkutan antar kota antar provinsi (AKAP), angkutan kota antar provinsi (AKDP), angkutan jemput tamu (AJAP), pariwisata, serta logistik dengan kualitas layanan yang baik.

Kemutakhiran armada serta keberangkatan yang tepat waktu menjadi prioritas utama dalam pelayanan yang disediakan oleh Primajasa bagi pelanggannya.

Kolaborasi strategis antara Hino dan Primajasa memperkuat armada mereka dalam hal performa teknis, serta menjamin keselamatan dan kenyamanan para penumpang.

Hino Connect berperan penting dalam sistem operasional Primajasa, membantu memantau armada serta perilaku pengemudi guna menjamin efisiensi perjalanan.

“Melalui integrasi solusi dengan Hino Apps, kami mampu meningkatkan efisiensi, mengurangi biaya operasional, serta memastikan keamanan dan kenyamanan bagi para penumpang,” kata Al Malik Masahiko Otsuka Mahpud, Direktur Lapangan dan Teknik PT PrimajasaPerdanarayautama.

Copyright 10drama.com -2025

Related Article

India Jadi Eksportir Smartphone Terbesar ke AS

India Jadi Eksportir Smartphone Terbesar ke AS

Serap Puluhan Ribu Pekerja India Mengambil Manfaat dari Peningkatan Ekspor Ponsel ke Amerika Serikat

10drama.com –Perubahan India menjadi pusat produksi ponsel global memberikan dampak nyata terhadap perekonomian dalam negeri.

Setelah berhasil menggantikan Tiongkok sebagai negara pengimpor smartphone terbesar ke Amerika Serikat pada kuartal II 2025, India tidak hanya mencatatkan rekor ekspor, tetapi juga mendorong pertumbuhan industri manufaktur dalam negeri serta menciptakan ribuan kesempatan kerja.

Ratusan Ribu Kesempatan Kerja Dihasilkan

Berdasarkan data dari Kementerian Industri dan Promosi Perdagangan India (DPIIT), peningkatan investasi dari perusahaan global seperti Apple, Samsung, dan Motorola telah menghasilkan lebih dari 75.000 kesempatan kerja langsung di bidang perakitan dan komponen ponsel selama 18 bulan terakhir.

Selanjutnya, dampak multiplier terhadap sektor-sektor lain seperti logistik, keamanan pabrik, pengemasan, dan layanan katering diperkirakan akan menambah 150.000 pekerjaan tidak langsung, khususnya di negara bagian Tamil Nadu, Karnataka, dan Uttar Pradesh — daerah yang memiliki kawasan industri elektronik yang berkembang pesat.

Investasi Global Mengalir Deras

Kebijakan “Make in India” serta insentif pemerintah berupaProduction Linked Incentives (PLI)penyebab utama gelombang investasi asing.

Perusahaan Apple, melalui mitranya Foxconn dan Tata Electronics, telah menginvestasikan lebih dari 3 miliar dolar AS untuk membangun pabrik baru serta meningkatkan kapasitas produksi di India. Tindakan ini membentuk sistem produksi yang lebih stabil dan mengurangi ketergantungan terhadap impor komponen dari Tiongkok.

Dampak Jangka Panjang: Peningkatan Keterampilan dan Inovasi Lokal

Salah satu manfaat positif yang paling penting adalah peningkatan kemampuan tenaga kerja. Banyak pekerja setempat kini menerima pelatihan teknis di bidang seperti robotik pabrik, perakitan akurasi tinggi, dan pengembangan program mesin produksi.

Sekolah teknik dan politeknik di India mulai bekerja sama dengan perusahaan manufaktur guna menyesuaikan kurikulum sesuai kebutuhan industri. Hal ini membuka peluang bagi India tidak hanya menjadi pusat perakitan, tetapi juga sebagai pusat inovasi teknologi dan penelitian pengembangan dalam jangka panjang.

Tantangan: Infrastruktur dan Standar Kualitas

Namun, pertumbuhan yang cepat ini juga menghadapi berbagai tantangan. Infrastruktur logistik di India masih ketinggalan dibandingkan Tiongkok — baik dari segi pelabuhan, jaringan kereta api barang, maupun efisiensi bea cukai.

Selain itu, beberapa laporan menyebutkan bahwa tingkat hasil (jumlah produk yang tidak cacat) India masih berada di bawah standar Tiongkok. Agar dapat mempertahankan kepercayaan merek global, India perlu terus meningkatkan kualitas, kecepatan produksi, serta kejelasan regulasi..

Momen Emas untuk Ekonomi India

India sedang mengalami momentum emas di sektor manufaktur teknologi, khususnya perangkat ponsel. Peningkatan ekspor ke pasar Amerika Serikat telah menciptakan ribuan peluang kerja, mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal, serta memperkuat posisi India dalam rantai pasok global.

Jika didukung oleh perbaikan infrastruktur dan peningkatan mutu produksi, India memiliki peluang besar untuk menjadi aktor utama dalam industri teknologi global pada dekade berikutnya.

Opini: Era Pengawasan Keuangan yang Dipandu AI

Opini: Era Pengawasan Keuangan yang Dipandu AI

10drama.com -,JAKARTA – Perkembangan digital sangat pesat saat ini. Proses digitalisasi telah menyentuh berbagai aspek kehidupan manusia dan mengubah wajah kehidupan secara mendasar, termasuk di bidang pengelolaan (governance).

Perlu dilakukan perubahan konsep atau metode kerja, mengingat harus sesuai dengan ciri khas model bisnis yang dihadapi. Model bisnis yang kaya akan digitalisasi memerlukan cara kerja dan tata kelola yang berbeda.

Hal ini berkaitan dengan perbedaan fitur dan profil risiko antara organisasi konvensional dengan organisasi yang berbasis teknologi informasi.

Sektor jasa keuangan merupakan salah satu bidang yang cepat beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi. Penelitian Fortune Business Insights tahun 2023 yang dirujuk oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggambarkan pemanfaatan teknologi dalam sektor jasa keuangan, khususnya perbankan, yang berjalan di luar ekspektasi berbagai pihak.

Pengembangan teknologi di sektor jasa keuangan, khususnya perbankan, berkembang pesat bersama dengan bidang teknologi informasi, komunikasi, dan otomotif. Meskipun demikian, kita semua tahu bahwa secara historis, industri perbankan dikenal sebagai industri yang cenderung konservatif, lebih menekankan pada keamanan, aturan yang ketat, serta stabilitas.

OJK menyadari bahwa penerapan teknologi dan penggunaan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam industri jasa keuangan tidak dapat dihindari. Berkembangnya aktivitas keuangan berbasis digital serta pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan dalam sektor jasa keuangan seperti perbankan memerlukan pengaturan agar tetap memberikan perlindungan dan kenyamanan bagi nasabah.

Pada April 2025, misalnya, OJK merilis panduan Tata Kelola Kecerdasan Artifisial Perbankan Indonesia.

Kehadiran pedoman tersebut menjadi panduan bagi perbankan di Indonesia dalam memastikan pengembangan dan penerapan teknologi kecerdasan buatan dilakukan secara bertanggung jawab, mengingat perkembangan dan penerapannya di sektor perbankan berpotensi mengubah industri perbankan melalui peningkatan inovasi, penguatan pengambilan keputusan yang lebih cerdas serta penciptaan pengalaman yang lebih personal dan menarik bagi nasabah.

OJK mengajak agar pemanfaatan kecerdasan buatan dapat memberikan manfaat dengan pengelolaan risiko yang terkendali, sehingga mampu menjaga kepentingan nasabah serta mempertahankan stabilitas sistem perbankan dan stabilitas sistem keuangan secara keseluruhan.

Ini tentu selaras dengan upaya regulator dalam menerapkan Regulatory Technology (Regtech) dan Supervisory Technology (Suptech), yaitu konsep yang muncul setelah adanya penerapan teknologi baru ke dalam sistem tata kelola yang lama.

Alat analisis yang mampu mengelola data besar, dilengkapi dengan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), serta penerapan audit mandiri melalui penyetujuan bersama pada blockchain, merupakan beberapa contoh dari tata kelola digital baru yang perlu diketahui oleh pelaku bisnis saat ini.

Tentu saja terdapat berbagai manfaat dan risiko baru yang muncul akibat penerapan RegTech dan SupTech. Dengan memahami manfaat dan risiko secara tepat, maka kita sebagai pengguna dapat memperoleh manfaat maksimal yang akan mengubah cara kerja kita serta pandangan kita terhadap tata kelola digital sebuah perusahaan atau organisasi.

Teori Pengelolaan Sebagai Dasar Tata Kelola

Revitalisasi industri menandai awal perkembangan ilmu manajemen dalam kehidupan manusia. Pada masyarakat pra-industri sebelum abad ke-18, manusia hanya menggantungkan hidupnya pada hasil pertanian atau pertanian tanpa mengembangkan produk tambahan.

Hasil pertanian diolah dengan cara sederhana dan langsung dimakan oleh manusia. Proses produksi yang sederhana contohnya adalah dalam bentuk kerajinan tangan, industri skala kecil dan lain sebagainya.

Saat muncul kesadaran bahwa dalam proses produksi sederhana ini masih terdapat banyak pemborosan, manusia mulai berpikir untuk menggabungkan mekanisasi dengan proses produksi. Pemanfaatan mesin dalam produksi massal mampu mengurangi biaya produksi secara signifikan.

Perencanaan produk, pengembangan jalur produksi, dan tata letak pabrik menunjukkan munculnya konsep manajemen yang lebih modern. Banyak tokoh seperti Adam Smith (teori spesialisasi produksi), FW Taylor (teori manajemen ilmiah – studi waktu dan gerakan), Henry Gantt (pembuat Gantt Chart) serta lainnya memberikan kontribusi besar dalam penerapan konsep manajemen modern yang lebih berbasis ilmu pengetahuan.

Penerapan konsep manajemen tradisional ini memang membawa dampak yang sangat positif terhadap kehidupan dan kesejahteraan manusia pada masa itu. Perlu adanya penyempurnaan konsep dianggap penting, karena konsep manajemen yang ada lebih menitikberatkan pada teknis proses produksi dan cenderung mengutamakan mekanisasi.

Aspek manusia mulai dianggap penting setelah munculnya berbagai teori, seperti Manajemen Partisipatif (dikembangkan oleh Mary Parker Follett), teori X dan Y (oleh Douglas Mc. Gregor), efek Hawthorne (oleh Elton Mayo), serta yang lainnya.

Proses ini menjadi awal dari era manajemen modern menuju organisasi yang lebih inklusif dan fleksibel, di mana aspek psikologis dan sosial karyawan menjadi faktor penting dalam struktur organisasi.

Migrasi Menuju Konsep Governance

Peningkatan terus-menerus dianggap penting ketika muncul masalah besar atau bahkan setelah terjadinya krisis. Ilmu manajemen juga perlu diperluas cakupannya ketika memasukkan unsur yang lebih menyeluruh, seperti akuntabilitas dewan direksi, transparansi keuangan, perlindungan pemegang saham, struktur kepemilikan yang seimbang, dan lain-lain.

Salah satu contoh yang memicu kebutuhan untuk mengevaluasi lebih dalam mengenai kualitas tata kelola adalah terjadinya krisis perbankan terbesar dalam sejarah, di mana terjadi kerugian sebesar US$20 miliar pada sebuah bank yang dikenal sebagai Bank of Credit and Commerce International (BCCI).

Penyebab utama dari krisis ini adalah terjadinya skandal pencucian uang, kejadian window dressing dalam pembukuan bank, pemberian suap kepada pejabat pemerintah dan politisi, pemberian kredit secara tidak sah, serta tindakan manipulasi di pasar.

Sejak saat itu, muncul kesadaran akan pentingnya tata kelola yang baik dalam sebuah organisasi. Banyak lembaga telah merilis standar mengenai tata kelola, seperti OECD yang mengeluarkan Prinsip Tata Kelola Perusahaan pada tahun 1999. Beberapa negara juga telah menetapkan aturan terkait penerapan Good Corporate Governance (GCG), misalnya The Sarbanes-Oxley Act yang dikeluarkan oleh Parlemen Amerika pada tahun 2002. Hal ini kemudian diikuti oleh pemerintah atau regulator di berbagai belahan dunia.

Prinsip utama dalam tata kelola perusahaan yang baik adalah TARIF, yang mencakup Transparansi, Akuntabilitas, Tanggung Jawab, Integritas, dan Keadilan.

Keterbukaan diharapkan muncul dalam tahap pengambilan keputusan dan pemberian akses terhadap informasi yang penting. Para pembuat kebijakan harus bertanggung jawab atas keputusan yang diambil serta memiliki pertanggungjawaban yang jelas.

Selain itu, aspek integritas juga sangat penting dan harus diberikan perlakuan yang adil terhadap seluruh pihak terkait.

Dengan munculnya revolusi industri 4.0 dan 5.0, terjadi perubahan dalam arah serta standar tata kelola.

Digitalisasi membawa perubahan pada dua aspek, yaitu munculnya alat bantu pengambilan keputusan yang berbasis digital dan adanya penyesuaian akibat hadirnya model bisnis yang berbasis digital. Sebagai alat bantu, hal ini akan sesuai dengan seluruh prinsip GCG yang berlaku. Sudah banyak aplikasi yang tersedia di pasar sebagai alat bantu GCG agar dapat diterapkan secara efektif.

Sementara model bisnis berbasis digital memiliki ciri yang berbeda. Bisnis digital ini berkaitan dengan pengelolaan data dalam jumlah besar (big data), penggunaan perangkat komputer secara luas, serta jangkauan yang mencakup wilayah yang sangat luas.

Perusahaan startup umumnya memiliki ukuran yang kecil dengan dana yang terbatas. Namun, yang menonjol adalah bahwa bisnis start-up ini memanfaatkan teknologi digital, sehingga memungkinkan proses otomatisasi.

Model bisnis yang tersedia di pasar juga berupa layanan berbasis berbagi (as a service), yang memungkinkan penyediaan layanan dengan harga terjangkau dan cocok untuk produksi atau layanan dalam skala besar (seperti aplikasi HaloDoc yang menyediakan konsultasi kesehatan bagi masyarakat luas).

Inovasi teknologi ini sangat membantu dalam penerapan tata kelola perusahaan yang baik di sebuah lembaga. Manfaat yang sangat terasa adalah peningkatan kualitas pengambilan keputusan yang lebih tepat dan dapat diterapkan di berbagai ukuran serta tingkatan organisasi.

Tentu saja, untuk memperoleh manfaat tersebut diperlukan adanya investasi yang cukup besar. Investasi yang dibutuhkan tidak hanya terbatas pada pembuatan data lake serta alat analisis data. Namun dengan adanya layanan berbasis as a service, biaya modal dapat dikurangi melalui sistem langganan, misalnya dengan menggunakan cloud database untuk mengurangi pengeluaran dalam pembelian server.

XL Perluas Akses Digital dengan Bundling OPPO Reno14 dan Motorola Edge 60 Pro

XL Perluas Akses Digital dengan Bundling OPPO Reno14 dan Motorola Edge 60 Pro

Trust Banten– Perusahaan PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART), melalui produk utamanya XL Prepaid, kembali menghadirkan inovasi layanan berupa program bundling khusus bekerja sama dengan dua model smartphone terbaru di pasar Indonesia, yaitu OPPO Reno14 Series dan Motorola Edge 60 Pro. Dengan program ini, pelanggan dapat memperoleh kuota internet gratis hingga 60GB selama 12 bulan, tanpa biaya tambahan dan dengan proses pendaftaran yang mudah melalui aplikasi myXL.

Kepala Eksekutif dan Direktur XLSMART, David Arcelus Oses, menyampaikan bahwa inisiatif ini bertujuan untuk menyediakan layanan digital premium yang lebih mudah diakses, cepat, dan terjangkau bagi masyarakat.

“Kami berharap masyarakat dapat menikmati teknologi terkini dengan cara yang mudah. Paket XL Prepaid ini hadir guna memudahkan akses terhadap layanan internet berkualitas melalui perangkat terbaru,” kata David.

Komitmen XL Mendukung Ekosistem Digital yang Inklusif

Program ini bukan hanya sekadar tawaran kuota gratis, tetapi merupakan bentuk nyata kerja sama antara penyedia layanan telekomunikasi dan produsen perangkat dalam menciptakan ekosistem digital yang lebih inklusif. Pengguna akan mendapatkan kuota utama sebesar 2GB setiap bulan yang langsung aktif tanpa adanya syarat, serta 3GB kuota YouTube bulanan yang dapat digunakan selama pelanggan memiliki paket data aktif lainnya.

Aktivasi paket bisa dilakukan dengan mudah melalui aplikasi myXL. Cukup unduh aplikasinya, lalu masuk ke akun, pilih menu “Beli Paket”, dan tekan opsi “Bundling”. Paket ini akan secara otomatis diperbarui setiap 30 hari tanpa mengurangi pulsa, tetapi hanya berlaku jika kartu XL digunakan pada perangkat yang terdaftar dalam daftar resmi bundling.

Spesifikasi Smartphone dan Harga

Untuk OPPO Reno14 Series, paket bundling terdiri dari tiga varian resmi yang dikeluarkan oleh OPPO Indonesia:

Reno14 Pro 5G (12/512 GB) – Rp10.999.000

Reno14 5G (8/256 GB dan 12/256 GB) – mulai dari Rp7.499.000

Reno14 F 5G – dimulai dari Rp5.599.000

Keunggulan utamanya meliputi AI Flash Photography, AI Editor 2.0, kemampuan merekam video 4K di bawah air, layar AMOLED dengan kecepatan refresh tinggi, serta sistem operasi ColorOS terbaru.

Sementara itu, Motorola Edge 60 Pro diluncurkan dengan harga paket mulai dari Rp7.299.000. Perangkat ini menawarkan Triple Camera Pro Grade AI (50MP + 50MP + Zoom 50x), chipset Dimensity 8350 Extreme, layar pOLED 6,7 inci beresolusi 1.5K dengan kecerahan hingga 4500 nits, serta dukungan RAM 12GB + 12GB virtual dan memori internal sebesar 256GB.

Program bundling XL untuk OPPO mulai berlaku sejak 17 Juli 2025 (informasi lebih lanjut di xl.co.id/opporeno14), sementara bundling Motorola berlangsung mulai 24 Juli 2025 (detailnya di xl.co.id/motoedge60). Pembelian bisa dilakukan melalui platform e-commerce seperti Shopee dan Lazada.

David menambahkan, kemudahan ini dibuat agar pelanggan bisa langsung menikmati koneksi internet yang stabil tanpa perlu repot mengisi ulang pulsa atau mendaftar ulang setiap bulan. “Semua sudah kami siapkan dalam satu kali aktivasi. Pelanggan hanya perlu memastikan masa aktif kartu tetap berjalan dengan mengisi pulsa secara berkala,” tegasnya.

Sampai saat ini, XLSMART telah memiliki lebih dari 200.000 BTS, sebagian besar berupa BTS 4G. Jaringan serat optik perusahaan sudah mencakup seluruh wilayah Indonesia, mulai dari perkotaan hingga daerah terpencil, sesuai dengan tujuan jangka panjang XLSMART dalam mendukung kesetaraan akses internet dan transformasi digital nasional. ***

Copyright © 2026 10drama.com