Ke mana Baterai EV Setelah Dibuang? Ternyata Ini Fungsinya

Ke mana Baterai EV Setelah Dibuang? Ternyata Ini Fungsinya

Lintaskriminal.co.id –– Sampah baterai kendaraan listrik (EV) menjadi masalah yang muncul di tengah upaya percepatan transisi energi bersih.

Meskipun kendaraan listrik dianggap lebih ramah lingkungan, sisa baterai bekasnya dapat menjadi limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) jika tidak dikelola dengan benar.

Dalam webinar bertajuk Baterei Kendaraan Listrik Bekas: Mengubah Sampah Menjadi Sumber Energi Baruyang diadakan Spora Institute, Minggu (14/9/2025), CEO Spora EV, Bowo Kusumo, menyampaikan bahwa pemerintah telah memiliki peraturan yang jelas mengenai pengelolaan limbah baterai kendaraan listrik.

“Untuk sampah baterai kendaraan listrik, aturan pemerintah sudah jelas. Tidak diperbolehkan langsung dibuang ke tempat pembuangan akhir karena termasuk limbah B3,” kata Bowo Kusumo kepada Lintaskriminal.co.id.

Bowo mengatakan bahwa baterai kendaraan listrik bekas dapat menimbulkan risiko lingkungan akibat kandungan bahan kimianya.

Oleh karena itu, penanganannya harus dilakukan oleh perusahaan pengelola limbah B3 yang memiliki izin serta kemampuan teknologi sesuai dengan standar yang berlaku.

Namun, Bowo menyoroti bahwa masalah utama justru berada pada sisi logistik dalam pengumpulan dan pengangkutan baterai bekas dari pengguna akhir menuju fasilitas pemrosesan.

Ini merupakan tantangan yang belum sepenuhnya terselesaikan.

“Masalah logistik sangat rumit. Contohnya, bagaimana mengumpulkan baterai bekas dari berbagai lokasi, termasuk daerah terpencil, serta memastikan pengangkutannya aman,” katanya.

Selain itu, Bowo menganggap definisi baterai bekas sebagai limbah belum sesuai.

Karena baterai kendaraan listrik yang tidak lagi dapat digunakan dalam mobil, masih memiliki kapasitas energi yang cukup untuk kebutuhan lain.

“Kondisi baterai mobil listrik bekas tidak selalu rusak parah. Umumnya masih memiliki kapasitas sekitar 60-70 persen. Hal ini masih bisa dimanfaatkan, seperti untuk sistem penyimpanan energi di rumah atau skala pabrik,” katanya.

Peristiwa ini memberikan kesempatan untuk memanfaatkan kembali baterai bekas sebelum benar-benar sampai pada tahap daur ulang atau penghancuran.

Beberapa perusahaan di dunia sudah mulai memperluas pengembangan merekasecond-life batteryyaitu penggunaan baterai bekas kendaraan untuk keperluan stasioner seperti penyimpanan energi matahari.

Indonesia, menurut Bowo, perlu memulai pembangunan sistem pemanfaatan ulang baterai kendaraan listrik. Hal ini akan mendukung prinsip ekonomi sirkular dan mengurangi beban limbah B3.

“Lebih baik kita memanfaatkan energi yang masih tersisa daripada langsung mengklasifikasikannya sebagai limbah. Hal ini dapat menjadi sumber energi baru,” tegasnya.

Spora EV saat ini sedang melakukan penelitian dan pengujian terhadap model pemanfaatan kembali baterai bekas dalam sektor rumah tangga maupun industri kecil.

Pada diskusi yang diadakan secara virtual, Bowo juga menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah, sektor swasta, dan kalangan akademisi dalam merancang sistem pengelolaan baterai kendaraan listrik yang berkelanjutan.

Tentu saja pihak terkait tidak mampu bergerak sendiri. Diperlukan adanya kebijakan yang mendukung, insentif, serta partisipasi masyarakat agar ekosistem ini dapat terbentuk.

Bowo menegaskan, tantangan ini tidak hanya berkaitan dengan teknologi, tetapi juga mengenai pendidikan masyarakat tentang kepentingan pengelolaan limbah baterai.

“Kesadaran masyarakat juga sangat penting. Jangan sampai baterai bekas dibuang sembarangan, karena risikonya sangat berbahaya bagi lingkungan,” ujarnya.

Webinar ini dihadiri oleh ratusan peserta yang berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari para profesional energi, ilmuwan, hingga mahasiswa.

Diskusi berjalan dengan semangat membahas kemungkinan daur ulang dan penggunaan kembali baterai kendaraan listrik.

Semakin bertambahnya jumlah kendaraan listrik di Indonesia, masalah pengelolaan baterai bekas diperkirakan akan semakin mendesak dalam beberapa tahun mendatang.

Perbandingan Mobil Listrik dan Pertumbuhan Infrastruktur Pengisiannya

Perbandingan Mobil Listrik dan Pertumbuhan Infrastruktur Pengisiannya

Lintaskriminal.co.id –– Pertumbuhan kendaraan listrik berbasis baterai (KBLBB) di Indonesia terus meningkat secara signifikan.

Berdasarkan data dari Korlantas Polri pada bulan September 2025, jumlah kendaraan bermotor listrik mencapai 204.486 unit, sedangkan mobil pribadi listrik tercatat sebanyak 112.318 unit.

Namun, peningkatan penggunaan kendaraan listrik belum sepenuhnya sejalan dengan perkembangan infrastruktur pengisian baterai.

Berdasarkan data PLN pada Agustus 2025, hanya tersedia sebanyak 4.134 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), serta 1.902 unit Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU).

SPKLU lebih banyak digunakan untuk kendaraan empat roda, tetapi secara detail, hanya 362 unit yang khusus dialokasikan untuk mobil listrik. Di sisi lain, jumlah pelanggan dengan pengisian daya di rumah mulai meningkat, tercatat sebanyak 50.857 pelanggan hingga saat ini.

Dalam webinar dengan tema “Baterai EV Bekas: Mengubah Limbah Menjadi Energi Baru”, yang diadakan via Zoom pada hari Minggu (14/9/2025), Eko Adji Buwono dari ENTREV menyampaikan bahwa Indonesia sedang mengikuti jalur pengadopsian kendaraan listrik yang serupa dengan Tiongkok dan Amerika Serikat.

“Kenaikan eksponensial biasanya muncul pada tahun keempat setelah adopsi awal. Di Tiongkok dan Amerika Serikat, hal ini terjadi pada 2020, dan kami memprediksi Indonesia akan mengalami situasi serupa pada 2028,” kata Eko.

Sebagai perbandingan, pada tahun 2020, tingkat kendaraan listrik per stasiun pengisian listrik umum di Amerika Serikat mencapai 18:1, sedangkan di Tiongkok hanya 6:1.

Data Indonesia pada Desember 2024 menunjukkan rasio 17:1 dengan jumlah 53.764 unit KBLBB dan 3.163 SPKLU.

Dalam rencana pengembangan infrastruktur pengisian daya kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) pada periode 2025 hingga 2030, terdapat dua skenario perkembangan:

  1. Peningkatan secara linear pada periode 2025 hingga 2027, tetap mempertahankan rasio 17:1.

  2. Peningkatan yang pesat pada periode 2028–2030, diiringi dengan naiknya produksi lokal dan penurunan harga KBLBB, dengan target rasio 15:1.

Pemerintah dan para pelaku industri diharapkan dapat mempercepat pembangunan infrastruktur agar tidak terjadi ketidakseimbangan antara jumlah kendaraan listrik dengan fasilitas pendukungnya.

Jika tidak, kecepatan kendaraan listrik bisa terhambat karena habis baterai di tengah jalan.

VinFast Kembangkan 500 Bengkel Hadapi Persaingan Mobil Listrik

VinFast Kembangkan 500 Bengkel Hadapi Persaingan Mobil Listrik

Lintaskriminal.co.id -.CO.ID – JAKARTA. Pasar kendaraan listrik atau electric vehicle(EV) Indonesia sedang menjadi incaran para produsen global. Untuk mempertahankan kompetitif, VinFast berfokus pada peningkatan kualitas layanan pascapenjualan.

CEO VinFast Indonesia Kariyanto Hardjosoemarto menggarisbawahi peluang yang ditawarkan oleh target 2 juta mobil listrik dan 13 juta kendaraan roda dua berbasis listrik di jalan raya pada tahun 2030 yang ditetapkan pemerintah Indonesia.

Namun, dalam memanfaatkan peluang yang tersedia, Kariyanto menganggap penjualan unit hanya merupakan langkah awal. Perusahaan baru asal Vietnam ini memutuskan untuk fokus membangun kepercayaan melalui pelayanan setelah penjualan.

“Di Indonesia, di mana kendaraan listrik masih dalam tahap perkembangan awal, jaminan memiliki peran yang sangat penting. Bagi banyak pembeli pertama, kekhawatiran terkait penurunan nilai, daya tahan baterai, dan biaya perawatan sering kali lebih besar dibandingkan antusiasme terhadap teknologi yang lebih ramah lingkungan,” kata Kariyanto dalam pernyataannya, Sabtu (13/9/2025).

Menurutnya, salah satu hambatan dalam penerimaan kendaraan listrik di Indonesia adalah kekhawatiran konsumen mengenai biaya perawatan, ketersediaan bengkel resmi, teknisi yang kompeten, serta suku cadang asli. Faktor-faktor ini dianggap dapat menghambat keputusan pembelian mobil listrik.

Maka, VinFast menyiapkan strategi yang lebih proaktif. Pada tahun ini, perusahaan menargetkan pembangunan 500 bengkel resmi di seluruh Indonesia. VinFast juga bekerja sama dengan jaringan dealer setempat agar layanan purna jual berjalan secara konsisten.

Selain jaringan bengkel, VinFast menyediakan berbagai program garansi. Misalnya, garansi kendaraan dengan cakupan yang luas serta jaminan nilai tukar kembali hingga 73% dalam tiga tahun kepemilikan.

Perseroan mengklaim tingkat pengembalian pembelian (buyback) kendaraan mencapai 93% dalam enam bulan pertama, dan tetap bertahan pada tingkat 70% setelah tiga tahun. Kariyanto menyatakan angka ini lebih besar dibanding rata-rata sektor industri.

VinFast menawarkan pilihan pembelian kendaraan tanpa baterai dengan paket langganan baterai yang tidak terbatas jangkauannya. Dengan sistem ini, pelanggan tidak perlu khawatir menghadapi risiko penurunan kemampuan baterai. Perusahaan akan menanggung biaya perawatan, perbaikan, hingga penggantian jika kapasitas baterai menurun di bawah 70%.

“Untuk mempermudah lebih lanjut, VinFast menyediakan layanan pengisian daya gratis di jaringan stasiun V-Green di seluruh Indonesia,” tambah Kariyanto.

Pembandingan Mobil Listrik: Neta V vs BYD Atto 3, Pilih yang Mana?

Pembandingan Mobil Listrik: Neta V vs BYD Atto 3, Pilih yang Mana?

Lintaskriminal.co.id –– Persaingan di pasar mobil listrik di Indonesia semakin sengit, khususnya dengan munculnya berbagai jenis kendaraan dari produsen Tiongkok. – Kompetisi dalam pasar mobil listrik di Tanah Air semakin memanas, terutama karena kehadiran berbagai model dari perusahaan asal Tiongkok. – Persaingan di pasar mobil listrik Indonesia semakin ketat, terutama akibat munculnya banyak model dari produsen Tiongkok. – Kondisi persaingan di pasar mobil listrik di Indonesia semakin sengit, terutama dengan hadirnya berbagai pilihan dari merek Tiongkok.

Dua merek yang sering dibicarakan adalah Neta V dan BYD Atto 3. Kedua model ini memiliki keunikan masing-masing, mulai dari harga, kinerja, hingga fitur yang disediakan.

Dari segi kinerja, BYD Atto 3 menawarkan daya yang lebih besar. Menggunakan motor listrik Permanent Magnet Synchronous Motor (PMSM), Atto 3 menghasilkan tenaga sebesar 201 hp dan torsi maksimum 310 Nm. Kombinasi ini membuat akselerasi kendaraan terasa lebih cepat dan kuat.

Di sisi lain, Neta V dilengkapi dengan motor listrik yang memiliki daya 95 PS (setara 70 kW) dan torsi sebesar 150 Nm. Meskipun tenaganya lebih rendah dibandingkan Atto 3, Neta V tetap memberikan kinerja yang cukup memadai untuk kebutuhan harian di perkotaan.

Mengenai baterai, BYD Atto 3 dilengkapi dengan baterai berkapasitas 60,48 kWh, sementara Neta V memiliki baterai sebesar 40,7 kWh. Kapasitas baterai yang lebih besar pada Atto 3 didukung pula oleh efisiensi penggunaan listrik yang lebih baik.

Salah satu perbedaan yang sangat jelas antara kedua mobil tersebut adalah harganya. Neta V ditawarkan sebagai mobil listrik yang lebih terjangkau, dengan kisaran harga sekitar Rp300 jutaan. Harga yang murah ini menjadikannya pilihan menarik bagi para pengguna yang ingin beralih ke kendaraan listrik tanpa harus mengeluarkan biaya yang besar.

Di sisi lain, BYD Atto 3 berada dalam kisaran harga yang lebih mahal, dengan harga dimulai dari Rp470 juta hingga melebihi Rp500 juta. Dengan harga tersebut, Atto 3 menawarkan fitur yang lebih lengkap, kinerja yang lebih kuat, serta tampilan yang lebih canggih.

Desain dan Fitur

BYD Atto 3 terkenal dengan tampilan yang modern dan kabin yang dilengkapi berbagai fitur canggih. Layar pusat kendaraan yang bisa diputar merupakan salah satu keunggulan utamanya. Selain itu, bahan interior yang digunakan terasa mewah, menciptakan sensasi berkendara yang menyenangkan.

Neta V, meskipun memiliki tampilan yang sederhana, tetap menarik perhatian. Fitur-fitur yang tersedia cukup praktis untuk kebutuhan sehari-hari. Namun, beberapa kelemahan seperti jarak tanah yang rendah (130 mm) dan kemudi yang tidak bisa disesuaikan tingginya menjadi pertimbangan bagi calon pengguna.

Pada akhirnya, keputusan antara Neta V dan BYD Atto 3 tergantung pada kebutuhan serta anggaran pengguna.

Neta V cocok untuk mereka yang menginginkan kendaraan listrik dengan harga terjangkau, hemat energi, dan mudah digunakan dalam penggunaan perkotaan.

Sementara itu, BYD Atto 3 cocok untuk pengguna yang mencari kendaraan listrik dengan daya yang lebih kuat, fitur yang lebih lengkap, dan tampilan yang modern, serta memiliki anggaran yang lebih besar.

Berkat kehadiran kedua mobil tersebut, pasar mobil listrik di Indonesia semakin berkembang, menawarkan beragam pilihan kepada masyarakat yang ingin berperan dalam menjaga lingkungan yang lebih bersih.

Mobil Listrik Wuling Bingo S Dijual Rp100 Jutaan dengan Jarak 430 Km!

Mobil Listrik Wuling Bingo S Dijual Rp100 Jutaan dengan Jarak 430 Km!

Lintaskriminal.co.id –– Industri otomotif kembali dihebohkan oleh inovasi dari Wuling. Setelah kesuksesan seri Bingo sebelumnya, kini Wuling meluncurkan versi terbaru mereka yaitu Wuling Bingo S, sebuah mobil listrik kecil dengan gaya SUV yang menggabungkan desain modern, fitur canggih, serta harga yang sangat terjangkau. Dengan harga mulai dari Rp100 jutaan dan jarak tempuh hingga 430 km, Bingo S berpeluang menjadi perubahan besar di segmen mobil listrik entry-level.

Desain yang Kini Memadukan Nuansa SUV dengan Ukuran Ringkas

Wuling Bingo S mengusung konsep desain “Flowing Light Design Aesthetic” yang menggabungkan nuansa mewah dan sporty. Bagian depan menunjukkan ciri khas mobil listrik dengan gril tertutup dan lampu LED berbentuk “sayap terbang” yang melengkung namun tetap tajam. ventilasi aerodinamis pada bumper serta intake udara berbentuk trapesium memperkuat kesan dinamis.

Dimensi Bingo S sangat cocok untuk mobilitas perkotaan: panjang 4.265 mm, lebar 1.785 mm, tinggi 1.600 mm, dan jarak antar roda 2.610 mm. Desain bodi dengan dua warna dan tiang A, B, serta C berwarna hitam menghasilkan kesan “atap yang terangkat” yang modern. Roda ganda berukuran 16 inci menambah kesan elegan pada tampilan luar kendaraan.

Empat pilihan warna eksterior yaitu Relaxed Grey, Free Blue, Leisure Purple, dan Blank White memberikan alternatif penyesuaian yang menarik bagi para konsumen muda serta keluarga perkotaan.

 

Kinerja dan Jangkauan: Bukan Hanya Sekadar Mobil Kota

Di balik penampilannya yang rapi, Bingo S memiliki kinerja yang cukup baik. Kendaraan ini didukung oleh motor listrik tunggal TZ180XS275 yang menggerakkan roda depan, menghasilkan daya maksimum 75 kW (sekitar 101 dk) dan torsi tertinggi 180 Nm. Kecepatan maksimum yang dapat dicapai adalah 150 km/jam, yang cukup memadai untuk kebutuhan sehari-hari dan perjalanan antarkota.

Yang paling menarik perhatian adalah penggunaan baterai lithium iron phosphate (LFP) yang tersedia dalam dua ukuran kapasitas:

Kapasitas Baterai Jarak Tempuh (CLTC) Waktu Pengisian DC (30–80%)
31,9 kWh 325 km ± 35 menit
41,9 kWh 430 km ± 35 menit

 

Dengan jangkauan hingga 430 km, Bingo S bukan hanya mobil kota biasa, tetapi kendaraan listrik yang mampu memenuhi kebutuhan mobilitas harian serta perjalanan jarak menengah tanpa perlu khawatir kehabisan baterai.

 

Interior Fungsional dan Fitur Digital Terkini

Masuk ke dalam kabin, Bingo S memberikan suasana yang luas dan nyaman. Kombinasi warna cokelat dan putih menciptakan kesan mewah serta bersih. Desain interior dirancang untuk memberikan kenyamanan maksimal, dengan 25 slot penyimpanan yang tersebar di seluruh kabin.

Fitur digital yang tersemat pun tidak kalah menarik:

  • Panel instrumen layar datar 8,8 inci

  • Unit head layar sentuh 12,8 inci

  • Ventilasi AC horizontal memanjang

  • Kemudi tiga garis dua warna

  • Pengisian daya nirkabel

  • Asisten suara berbasis AI

  • Keyless entry dan start

Kombinasi fitur ini membuat Bingo S menjadi mobil listrik yang terjangkau namun tetap berkualitas. Pengalaman berkendara terasa canggih dan nyaman, sebanding dengan mobil listrik di kelas harga dua kali lipat.

 

Harga yang Kompetitif, Siap Menghadapi BYD Dolphin dan Neta V

Wuling Bingo S dijual dengan harga pre-sale mulai dari 68.800 yuan atau sekitar Rp155 juta. Meskipun belum mencapai angka Rp100 juta secara resmi, harganya tetap membuatnya menjadi salah satu mobil listrik paling murah dengan jangkauan di atas 400 km.

Jika suatu saat masuk ke pasar Indonesia dengan skema insentif dan produksi lokal, tidak menutup kemungkinan harga Bingo S bisa turun hingga Rp100–120 jutaan, menjadikannya saingan berat bagi BYD Dolphin, Neta V, serta mobil konvensional di kelas LCGC.

 

Peluang Pasar Indonesia: Kesempatan yang Tepat?

Pasar kendaraan listrik di Indonesia sedang berkembang pesat, didorong oleh insentif pemerintah serta meningkatnya kesadaran masyarakat akan mobil yang ramah lingkungan. Namun, hambatan utama masih berada pada harga dan pengembangan infrastruktur pengisian baterai.

Wuling Bingo S menghadapi tantangan tersebut dengan harga yang terjangkau, fitur yang lengkap, serta jarak tempuh yang kompetitif. Jika Wuling Indonesia mampu menyediakan layanan purna jual yang memadai dan edukasi konsumen yang baik, mobil ini berpotensi menjadi awal perubahan dalam adopsi kendaraan listrik di segmen menengah ke bawah.

Mobil Listrik Terjangkau yang Serius

Wuling Bingo S bukan hanya mobil listrik yang terjangkau. Ia menjadi simbol perubahan mobilitas perkotaan yang efisien, modis, dan menyeluruh. Dengan tampilan SUV mini, fitur digital terkini, serta jangkauan hingga 430 km, Bingo S memberikan nilai yang sulit dikalahkan dalam kelasnya.

Populasi Kendaraan Listrik Baru di Indonesia Tembus 274.802 Unit

Populasi Kendaraan Listrik Baru di Indonesia Tembus 274.802 Unit

JAKARTA, 10drama.com –Kementerian Perindustrian Republik Indonesia (Kemenperin) mengungkapkan bahwa jumlah penduduk kendaraan listrik di Nusantara telah mencapai 274.802 unit.

Angka tersebut didasarkan pada data kendaraan yang telah mengajukan Sertifikat Registrasi Uji Tipe (SRUT) melalui Kementerian Perhubungan sampai dengan 24 Juni 2025.

Hal ini menunjukkan bahwa pengguna kendaraan listrik di dalam negeri sedang mengalami peningkatan yang positif.

Kepala Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan (ILMATAP) Kementerian Perindustrian RI, Mahardi Tunggul Wicaksono menyampaikan hal tersebut berkat adanya insentif dan kebijakan pemerintah melalui Peraturan Presiden 79/2023 mengenai perubahan atas Peraturan Presiden 55/2019.

“Keadaan ini terjadi seiring penerapan kebijakan program percepatan ekosistem KBLBB (Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai), sehingga jumlah populasi dari tahun lalu yang mencapai 207.478 unit meningkat menjadi 274.802 unit,” ujarnya dalam diskusi Forum Wartawan Industri (Forwin) di Jakarta, Senin (25/8/2025).

Tunggul juga menyampaikan bahwa jumlah tersebut meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan tahun 2023 yang tercatat hanya mencapai 116.439 unit.

Selain itu, kendaraan bermotor empat roda yang memiliki penumpang menjadi kontributor terbesar dengan jumlah mencapai 77.277 unit.

Selanjutnya diikuti sebanyak 15.064 unit kendaraan roda dua, 617 unit kendaraan roda tiga, serta sisanya merupakan kendaraan komersial dan lain-lain.

Namun demikian, perkembangan kendaraan listrik di Indonesia tidak dapat dipisahkan dari berbagai perdebatan yang perlu mendapat perhatian serius dan segera dicari solusinya.

Disebutkan oleh Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Kukuh Kumara, penjualan kendaraan listrik saat ini sebagian besar berasal dari produk impor utuh ataucompletely built up(CBU) sehingga memberi tekanan pada industri yang sudah ada.

“Padahal kendaraan yang telah diproduksi di dalam negeri ini memiliki tingkat kandungan dalam negeri yang tinggi, hingga 80 persen dan hal tersebut berkaitan dengan kendaraan yang menarik minat masyarakat seperti LCGC,” ujarnya.

Jika semakin menurun, ini akan sangat berat bagi pemasok karenasupply-nya semakin menurun juga,” tutup Kukuh.

Harga Murah, Permintaan Mobil Listrik Bekas Naik, Ini Tipe yang Paling Diminati

Harga Murah, Permintaan Mobil Listrik Bekas Naik, Ini Tipe yang Paling Diminati

10drama.com –– Permintaan terhadap kendaraan listrik bekas di pasar otomotif, khususnya di Jakarta, mengalami peningkatan.

Sebuah dealer mobil bekas bernama Jordy Mobil di MGK Kemayoran mengatakan bahwa penjualan mobil listrik bekas semakin meningkat, didorong oleh penurunan harga yang signifikan.

“Permintaan mobil listrik bekas semakin meningkat. Bahkan, BYD M6 saja laku dalam waktu kurang dari seminggu, terjual seharga Rp 325 juta,” kata Andy dari Jordy Mobil kepada 10drama.com, Kamis (21/8/2025).

Selain BYD M6, model lain yang populer adalah Wuling Air EV.

Menurut Andy, harga mobil listrik mini berbeda-beda tergantung pada tahun pembuatannya.

“Temanku kemarin menjual mobil Air EV Long Range dengan harga sekitar Rp 100 jutaan. Untuk versi tahun 2022 biasanya dijual sekitar Rp 125 jutaan,” tambahnya.

Meskipun permintaan tinggi, penjualan mobil listrik bekas tetap menghadapi berbagai tantangan, terutama karena adanyaperang hargadi pasar mobil listrik terbaru.

Ini memaksa para penjual mobil bekas untuk segera menjual unit yang dimiliki agar tidak mengalami kerugian.

“Jika dia (pedagang) sudah lama memegang mobil, lalu ada diskon besar-besaran dari mobil baru, maka pasti sulit untuk terjual. Intinya, menjual mobil listrik bekas sekarang tidak boleh disimpan terlalu lama,” kata

Namun, ia mengakui bahwa ketika pembeli aktif mencari, unit mobil listrik bekas bisa laku dengan sangat cepat.

“Kondisinya tidak terlalu buruk, tetapi ketika ada yang mencari, pasti cepat sekali laku. Karena mungkin harganya tidak jauh berbeda (dengan mobil bensin),” katanya.

Andy menuturkan, temannya baru-baru ini berhasil menjual mobil Hyundai Ioniq 5 dengan harga sekitar Rp 425 juta.

Beberapa mobil listrik bekas masih memiliki masa garansi dari pabrikan, tergantung pada usia dan keadaan kendaraan tersebut.

Mengenai keuntungan, Andy mengatakan kondisinya bergantung pada persediaan yang dimiliki.

“Jika posisi kita tidak memiliki (stok mobil listrik bekas), lalu kita mencari dan menjualnya kembali, itu bisa menguntungkan. Namun bagi mereka yang sudah menyimpan stok selama berbulan-bulan, pasti merugi. Jadi ada keuntungan dan kerugiannya,” katanya.

Saat ini, Andy mengatakan bahwa showroom-nya sedang mengalami kekurangan persediaan, khususnya untuk model BYD M6 dan Wuling Air EV yang saat ini banyak diminati.

“Orang tidak ingin menjual karena mungkin dianggap terlalu murah, jadi lebih baik digunakan saja,” tutupnya.

Beijing Perketat Keamanan: Program Kode Sehat Baterai Sepeda Listrik Pertama di Tiongkok

Beijing Perketat Keamanan: Program Kode Sehat Baterai Sepeda Listrik Pertama di Tiongkok

10drama.com –IT Home menyebutkan bahwa pemerintah Beijing melakukan tindakan kreatif guna memperkuat keamanan masyarakat.

Kota ini menjadi kota pertama di Tiongkok yang menghadirkan program khusus untuk mengevaluasi kondisi baterai sepeda listrik yang digunakan oleh penduduk. Pengujian ini dilakukan pertama kali di wilayah pusat, yaitu distrik Dongcheng dan Xicheng.

Bagaimana Program Ini Bekerja?

Pengecekan kondisi baterai dilakukan dengan lima tahapan: “Mengamati tampilan, memeriksa label, mengukur hambatan internal, mengukur tegangan, dan menentukan kapasitas.”

Kode Hijau: Jika baterai dalam kondisi baik, maka akan diberi “kode hijau”. Hal ini menunjukkan bahwa seluruh indikator utama baterai berada dalam batas yang aman dan dapat digunakan tanpa perlu khawatir.

Kode Merah: Jika baterai tidak memenuhi kriteria, maka akan diberi label “kode merah”.

Petugas masyarakat akan mengawasi dengan ketat baterai yang memiliki “kode merah” atau dianggap berisiko tinggi. Jika pemilik tidak segera mengganti baterai tersebut, mereka wajib menyimpannya di dalam kotak penyimpanan sementara khusus yang tersedia di luar area komunitas.

Pengisian dan penyimpanan energi dilakukan secara terpisah guna mengurangi potensi bahaya kebakaran.

Sistem Pengawasan dan Jadwal Pelaksanaan

Beijing juga mengeluarkan aplikasi bernama “Battery Quick Inspection”. Setiap sepeda listrik yang telah diperiksa dan diberi kode akan mengunggah data informasinya ke dalam sistem.

Ini memungkinkan pihak berwenang kota mengawasi data baterai yang berisiko tinggi secara langsung dan meminta warga untuk segera menggantinya.

Berdasarkan rencana, pemeriksaan kesehatan baterai di area inti akan selesai pada akhir Agustus. Tujuannya, seluruh baterai yang berusia lebih dari lima tahun akan diperiksa, dan semua baterai yang usianya kurang dari lima tahun akan diinspeksi secara menyeluruh.

Kemudian, wilayah-wilayah lain di Beijing akan menyelesaikan penilaian serupa pada akhir Desember 2025. Program ini akan menjadi kegiatan rutin di Beijing, dengan data yang terus diperbaharui.

Honda CUV e: Peluncuran di Eropa, Apa Perbedaannya dengan Indonesia?

Honda CUV e: Peluncuran di Eropa, Apa Perbedaannya dengan Indonesia?

10drama.com –Honda kembali menunjukkan dedikasinya terhadap transportasi yang ramah lingkungan dengan merilis model sepeda motor listrik terbaru,CUV e:di pasar Eropa. Kendaraan Kota Bersih (CUV) e: ini bukan hanya sepeda motor listrik biasa—ia merupakan solusi Honda untuk kebutuhan mobilitas perkotaan yang efisien, modis, dan berbasis teknologi canggih. Namun, yang menarik perhatian: apa perbedaannya dengan versi yang lebih dahulu muncul di Indonesia?

Ayo kita analisis satu per satu.

Desain yang Modern dengan Nuansa Mewah

CUV e: versi Eropa hadir dalam dua warna khusus:Pearl Jubilee White dan Premium Silver Metallic, keduanya menciptakan kesan mewah dan kekinian. Bentuknya ramping, dengan garis tubuh yang tajam dan lantai datar yang memudahkan pengemudi membawa barang atau meletakkan kaki dengan nyaman.

Versi Bahasa Indonesia tersedia dalam pilihan warna yang berbeda, yaituBiru Tua Matte, Perak Matte, dan Hitam Matte Stellar untuk varian standar, serta Bahan Matte Putih Kuantum, Perak, dan Hitamuntuk versi RoadSync Duo. Dari segi warna saja, terlihat jelas bahwa Honda menyesuaikan preferensi pasar di setiap daerah.

Performa dan Teknologi Baterai

Baik versi Eropa maupun Indonesia menggunakannyamotor listrik 6 kWyang mampu mencapai kecepatan tertinggi83 km/jam, dengan torsi puncak 22 Nm. Keduanya juga menggunakan dua unit Honda Mobile Power Pack e:yang dapat diganti (swappable), dengan jarak tempuh sekitar70–80 km dalam sekali pengisian.

Namun, versi Eropa lebih menekankan sistem tersebutReverse Assistuntuk membantu melakukan manuver mundur di area sempit, serta tiga mode berkendara:Econ, Standard, dan SportFitur ini juga tersedia dalam versi Indonesia, tetapi Honda menekankan bahwa versi Eropa lebih ditujukan kepada pengguna perkotaan yang tinggal di apartemen dan memerlukan fleksibilitas baterai yang dapat diisi di rumah atau diganti di stasiun.

Fitur Digital dan Konektivitas

Nah, ini bagian yang paling menarik. Versi Eropa tersedia dalam dua jenis: standar denganlayar TFT 5 inci, dan versi “Connected” denganlayar TFT 7 inci yang mendukung Honda RoadSync DuoFitur ini memungkinkan pengemudi untuk mengakses navigasi, musik, panggilan telepon, serta informasi kendaraan langsung dari layar.

Versi dalam bahasa Indonesia juga memiliki dua variasi yang mirip. Versi standar hanya menampilkan informasi dasar seperti kecepatan dan tingkat baterai, sedangkan versi RoadSync Duo dilengkapi dengan koneksi Bluetooth, pengendalian suara, serta navigasi interaktif. Dengan demikian, dari segi fitur, keduanya seimbang—meskipun versi Eropa lebih fokus pada integrasi dengan sistem navigasi khusus kendaraan listrik untuk rute dan titik pengisian daya.

Harga dan Skema Kepemilikan

Di Eropa, harga resmi belum diumumkan, namun diperkirakan dimulai dari€4.000(sekitar Rp70 juta). Honda juga menyediakan skema kepemilikan yang fleksibel sepertisewa, langganan, atau pembelian langsung, tergantung negara.

Sementara di Indonesia, harga versi dasar adalahRp54,45 juta, dan versi RoadSync Duo dijual dengan hargaRp59,65 juta(Di jalan Jakarta), sudah termasuk dua unit baterai. Sistem pembelian di Indonesia lebih tradisional, meskipun Honda juga mulai memperkenalkan layanan.Honda e: Swap untuk penukaran baterai.

Dua Pasar, Satu Visi

Honda CUV e: merupakan bukti nyata bahwa sepeda motor listrik mampu tampil modis, praktis, dan ramah lingkungan. Meskipun versi Eropa dan Indonesia memiliki perbedaan dalam pilihan warna, fitur koneksi, serta sistem kepemilikan, keduanya tetap mengedepankan visi yang sama: menyajikan mobilitas perkotaan yang bersih dan cerdas.

Jika kamu sedang mempertimbangkan untuk beralih ke kendaraan listrik, CUV e: bisa menjadi pilihan yang menarik. Apakah versi Eropa akan hadir di Indonesia? Sampai saat ini belum ada pengumuman resmi, namun dengan melihat perkembangan elektrifikasi secara global, tidak menutup kemungkinan kita akan melihat lebih banyak varian CUV e: pada masa mendatang.

Mobil Listrik Ruilan Smurf Resmi Meluncur, Tampil Lucu Siap Rebut Pasar!

Mobil Listrik Ruilan Smurf Resmi Meluncur, Tampil Lucu Siap Rebut Pasar!

10drama.com –IT Home melaporkan bahwa mobil listrik kecil Ruilan Smurf secara resmi diperkenalkan. Pihak pabrikan mengumumkan bahwa kendaraan dengan desain khusus ini akan segera masuk ke pasar.

Dari segi penampilan, Ruilan Smurf memiliki bentuk kotak yang lucu, dilengkapi lampu depan bulat, velg berukuran 14 inci, serta bumper depan yang menyerupai wajah tersenyum.

Interiornya juga tidak kalah menarik, tersedia dalam tiga pilihan kombinasi warna, layar sentuh yang terlihat mengambang di bagian tengah, tuas transmisi berbentuk lingkaran, serta penggantung eksternal.

Berdasarkan data yang dirilis oleh Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi, Ruilan Smurf memiliki ukuran panjang 3100mm, lebar 1558mm, tinggi 1610mm, serta jarak antara roda sepanjang 2015mm. Berat kendaraan ini adalah 815 kg dengan berat total mencapai 1125 kg.

Mobil ini mampu mencapai kecepatan maksimum 100 km/jam dan mampu menampung empat penumpang.

Mobil ini memiliki bodi yang berbentuk load-bearing dengan panjang overhang depan dan belakang masing-masing sebesar 553mm dan 532mm. Sudut masuk dan sudut keluarnya adalah 25 derajat serta 35 derajat.

Ukuran ban yang dipakai adalah 155/65R14 dan dilengkapi dengan sistem pengereman anti-lock (anti-lock braking system). Beberapa pilihan tambahan yang tersedia meliputi logo belakang, bodi berwarna monokrom, perangkat ETC, serta sistem pencatatan data kejadian kendaraan (EDR).

Dalam hal kinerja, data dari Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi menunjukkan bahwa kendaraan ini memanfaatkan baterai litium besi fosfat yang dibuat oleh Hefei Guoxuan High-tech Power Energy Co., Ltd.

Sumber penggeraknya adalah TZ160X30C yang dibuat oleh Zhejiang Oswell Electric Technology Co., Ltd dengan daya 30kW.***

Copyright © 2026 10drama.com