Rahasia Terungkap: Volkswagen Pernah Rancang Mobil Listrik Hebat di Balik Skandal Dieselgate!

10drama.com –Pada tahun 2017, ketika Volkswagen sedang menghadapi kontroversi “Dieselgate” akibat skandal emisi, perusahaan memperkenalkan rangkaian mobil konsep listrik ID. guna mengalihkan perhatian masyarakat.

Namun, di balik layar tim desain Volkswagen, terdapat proyek yang lebih menarik sedang dalam pengerjaan: sebuah mobil sport listrik.

Menurut media asing motor1, pada tanggal 4, Juru Bicara Desain dan Mobil Konsep Volkswagen, Štěpán Řehák, mengungkap beberapa gambar sketsa yang belum pernah diterbitkan sebelumnya. Sketsa tersebut menampilkan sebuah mobil sport dengan kinerja tinggi yang dibangun berdasarkan platform kendaraan listrik MEB.

Mobil ini diciptakan oleh Tibor Juhasz dan terinspirasi dari mobil sport klasik SP2 yang dibuat oleh Volkswagen di Brasil pada tahun 1970-an.

Menariknya, meskipun SP2 generasi pertama tidak diciptakan oleh desainer ternama Giorgetto Giugiaro (yang juga merancang Golf dan Passat), Volkswagen menyatakan bahwa mobil konsep listrik ini memang terinspirasi dari gaya Giugiaro.

Desainer SP2 listrik ini mengatakan, “Saya merancang mobil ini sepenuhnya berdasarkan perasaan saya. Ini mencerminkan masa depan yang didorong oleh perkembangan teknologi, tetapi tetap mempertahankan semangat dan gaya klasik dari karya awal kami. Yang ingin saya lakukan adalah maju tanpa kehilangan identitas kami.”

Sayangnya, mobil sport yang memiliki desain rendah dan lengkungan roda yang menarik tidak pernah sampai pada tahap produksi.

Pada masa itu, Volkswagen memiliki prioritas yang lebih mendesak, yaitu segera merilis mobil listrik produksi massal mereka, seperti ID.3, ID.4, ID.5, dan ID.7. Akibatnya, proyek mobil sport ini harus dibatalkan.

Insentif Berakhir, Harga Mobil Listrik Tetap Murah?

Insentif Berakhir, Harga Mobil Listrik Tetap Murah?

Insentif Berakhir Pada Akhir Tahun Ini, Apakah Harga Mobil Listrik Masih Murah?

Insentif Berakhir Pada Akhir Tahun Ini, Apakah Harga Mobil Listrik Masih Terjangkau?

Harga yang terjangkau untuk mobil listrik salah satunya didukung oleh aturan pemerintah. Komponen pajak yang diberlakukan pada mobil listrik berbeda dibandingkan dengan mobil hybrid maupun mobil berbahan bakar konvensional.

10drama.com -/ News

Hendra 8 Agustus, 11:35 AM 8 Agustus, 11:35 AM 10drama.com -Harga murah mobil listrik salah satu diuntungkan oleh regulasi.

Komponen pajak yang diberlakukan pada mobil listrik berbeda dibandingkan dengan mobil hybrid maupun kendaraan berbahan bakar konvensional.

Di dalam sebuah mobil baru terdapat 4 jenis pajak yang dikenakan, yaitu BBN-KB, PPN, PPnBM, dan PKB.

“Empat komponen pajak tersebut diberlakukan untuk mobil ICE, sedangkan mobil listrik mendapatkan insentif,” kata Kukuh Kumara, Sekretaris Umum Gaikindo.

Pajak BBNKB atau Pajak Balik Nama Kendaraan Bermotor dikenakan sesuai ketentuan UU No. 1 Tahun 2022, khususnya pada Pasal 12.

BBNKB dikenakan pada saat penerimaan pertama, yaitu ketika membeli kendaraan baru.

Namun, dalam ayat (3) mengenai kendaraan listrik terdapat pengecualian, sehingga tidak dikenakan pajak BBNKB.

Berikutnya Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).

Dalam Undang-Undang yang sama, pasal 7 (1) menyebutkan bahwa Objek PKB adalah kepemilikan dan/atau penguasaan terhadap Kendaraan Bermotor.

Pada ayat 3, kendaraan listrik tidak dikenakan PKB atau dianggap gratis.

Berikutnya, Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM).

Ada masa berlaku untuk kedua jenis pajak tersebut.

Di PPnBM berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 135 Tahun 2024 dijelaskan dalam pasal 3.

Pada pasal 1 PPnBM, pajak yang harus dibayar atas impor kendaraan bermotor berbasis baterai CBU roda empat tertentu ditanggung penuh oleh pemerintah sebesar 100 persen atau gratis.

Di ayat (3) disebutkan bahwa insentif ini hanya berlaku untuk Masa Pajak Januari 2025 hingga Masa Pajak Desember 2025.

Demikian pula pengenaan PPN. 

Dalam PMK Nomor 12 Tahun 2025, Pasal 5 menyebutkan bahwa PPN yang menjadi tanggung jawab pemerintah (PPN DTP) untuk kendaraan listrik sebesar 10 persen dari harga jual.

Sementara tarif pajak pertambahan nilai (PPN) yang berlaku saat ini sebesar 12 persen, maka mobil listrik hanya dikenakan pajak sebesar 2 persen dari harga jualnya.

Dalam ayat (3) pada PMK tersebut, PPN DTP diberikan untuk Masa Pajak Januari 2025 hingga Masa Pajak Desember 2025.

Jadi, berdasarkan aturan tersebut, jika tidak ada perubahan, mobil listrik pada Januari 2026 hanya akan diberikan penghapusan pajak BBNKB dan PKB.

Sementara PPN dan PPnBM akan kembali seperti biasa.

Maka, dapat dipastikan harga mobil listrik akan meningkat sesuai dengan aturan yang berlaku, seperti halnya mobil konvensional.

Itu juga jika tidak ada tekanan di dalamnya.

 

Copyright 10drama.com -2025

Related Article

Target PLTS 100 GW Dorong Pertumbuhan Industri Panel Surya

Target PLTS 100 GW Dorong Pertumbuhan Industri Panel Surya

10drama.com -.CO.ID – JAKARTA.Target pemerintah untuk membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan kapasitas total sebesar 100 gigawatt (GW) di 80.000 Koperasi Merah Putih (KPM) akan memberikan dampak positif terhadap kinerja industri sektor panel surya dalam negeri.

Menurut Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI) berupaya mengembangkan pembangkit Energi Baru Terbarukan (EBT) dengan memanfaatkan sinar matahari, yang akan mempercepat penyebaran penggunaan listrik, terutama di daerah pedesaan yang terpencil.

Apalagi bagi desa-desa terpencil yang sama sekali tidak memiliki akses listrik.Dampaknya adalah meningkatnya jumlah tenaga kerja, berkembangnya sektor industri PLTS dari hulu hingga hilir serta mewujudkan proses hilirisasi di Indonesia,” ujar Ketua Umum AESI,Mada Ayu Habsari, kepada 10drama.com -, Kamis (07/08/2025).

Selain panel surya, target 100 GW ini, menurut Mada, juga akan mengembangkansistem penyimpanan energi baterai (BESS) sebagai tempat penyimpanan tenaga listrik.

“Kami berharap, bila industri berkembang maka akan menarik perhatian investor BESS untuk memperluas investasi di Indonesia,” lanjutnya.

Pernyataan serupa juga disampaikan olehKetua Indonesia Center for Renewable Energy Studies (ICRES) Surya Dharma. Menurutnya, dedengan adanya 80 ribu KMP, maka membangun 100 GW hanya memerlukan 1,2 MW per koperasi.

“Sektor ini akan menjadi sangat menarik bagi para investor, baik yang berasal dari dalam maupun luar negeri. Hal ini dapat mendorong masuknya teknologi terbaru dan perkembangan inovasi,” kata Surya kepada 10drama.com,Kamis (07/08/2025).

Berdasarkan data dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Indonesia, negara ini yang berada di garis khatulistiwa memiliki tingkat radiasi matahari yang besar serta potensi teknis energi surya sekitar 3200 GWp.

“Tetapi, mencapai target ini memerlukan dana yang besar, kebijakan yang mendukung, serta infrastruktur yang cukup,” tambahnya.

Meski demikian, Surya mengatakan pemerintah juga harus memperhitungkan kebutuhan baterai penyimpanan atau storage, karena PLTS hanya menghasilkan tenaga listrik ketika terdapat sinar matahari.

“Indonesia yang telah menyiapkan skenario dan peta jalan industri baterai nasional juga akan mampu berkembang dengan baik,” katanya.

Adapun, terkait pembiayaan PLTS, pakar energi dari Institute Perubahan Energi,Putra Adhiguna menyatakan bahwa biaya investasi per 1 megawatt (MW) mencapai Rp 15 miliar.

Jika sekitar 1 MW per koperasi, maka diperlukan investasi sekitar Rp 15 miliar. Hal ini akan lebih menguntungkan jika terdapat koordinasi di wilayah tertentu karena pembangunan dengan skala yang lebih besar dapat menjadi lebih efisien dan saling mendukung, kata Putra.

Selanjutnya, agar target 100 GW ini dapat tercapai dengan baik, ia menyarankan pemerintah untuk lebih dahulu menetapkan koperasi yang berada di wilayah paling membutuhkan atau paling berpotensi.

Menentukan prioritas di area yang paling berpotensi terlebih dahulu, sehingga dapat menjadi contoh bagi yang lain. Selain itu, mendorong PLN sebagai peserta aktif dalam merealisasikan visi tersebut,” tutupnya.

Sebelumnya, dalam catatan 10drama.com –Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan pemasangan PLTS di 80.000 KPM merupakan perintah langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

Saat ini, sesuai arahan Presiden Prabowo, kita perlu membangun listrik berbasis energi baru terbarukan dari tenaga matahari. Kedepannya, kita akan membangun sekitar 100 gigawatt,” kata Bahlil dalam pidatonya pada acara International Battery Summit (IBS) di Jakarta, Selasa (05/08).

Ia juga menyatakan, kebutuhan baterai listrik sepenuhnya akan dipenuhi oleh produk atau komponen yang dibuat di Indonesia.

“Dan kita meminta baterai-baterai untuk listrik ini semuanya harus menggunakan produk dalam negeri. Ini adalah pasar, dan ini akan mendorong bagaimana ketersediaan listrik bagi koperasi merah putih,” jelas Bahlil.

Terkait pembiayaan, costyang diperkirakan akan dialokasikan untuk pendanaan PLTS ini adalah US$ 1 juta per indeks 1 megawatt. Oleh karena itu, target 100 GW memerlukan biaya sekitar US$ 100 miliar.

VinFast Perkenalkan Skema Sewa Baterai Baru, Inovasi atau Beban?

VinFast Perkenalkan Skema Sewa Baterai Baru, Inovasi atau Beban?

10drama.com –VinFast, produsen mobil listrik asal Vietnam, secara resmi meluncurkan kebijakan terbaru untuk pasar Indonesia: sistem langganan baterai.

Mulai tanggal 1 Agustus 2025, seluruh rangkaian produk VinFast, mulai dari VF 3 hingga VF 7, bisa dipesan dengan dua pilihan berbeda: dengan baterai yang sudah terlampir, atau melalui sistem sewa baterai dengan biaya bulanan.

Tindakan ini bukan yang pertama kali dilakukan secara internasional, tetapi menjadi salah satu yang paling jelas dan komprehensif di pasar otomotif Indonesia. VinFast menggambarkan pendekatan ini sebagai bagian dari strategi yang ‘berfokus pada pelanggan’, dengan penekanan utama pada fleksibilitas serta pengurangan beban biaya awal dalam kepemilikan kendaraan listrik.

Skema Baru, Harga Lebih Terjangkau, Namun Ada Kewajiban

Dengan tidak memasukkan baterai dalam harga mobil, konsumen dapat memperoleh kendaraan dengan harga yang lebih rendah. Contohnya, model VF 3 dijual seharga Rp 156 juta, lebih murah dibandingkan harga penuh, tetapi pengguna harus membayar biaya langganan bulanan sebesar Rp 253.000 untuk penggunaan baterai.

Model lainnya juga menawarkan penghematan serupa seperti VF 5 Eco OTR Rp 232 juta dengan biaya langganan Rp 468.000, VF e34 Rp 299 juta dengan langganan Rp 593.000, VF 6 Eco Plus mulai dari Rp 335 juta dengan biaya langganan sebesar Rp 650.000 dan VF 7 Eco & Plus AWD dimulai dari Rp449 juta dengan langganan mencapai Rp 1.031.000.

Secara teori, skema ini benar-benar mengurangi biaya pembelian mobil secara signifikan. Namun, kewajiban pembayaran jangka panjang tetap menjadi hal yang perlu diperhatikan, terutama bagi pengguna yang belum terbiasa dengan sistem sewa dalam kepemilikan kendaraan. Pada kertas, skema ini memang berhasil menekan harga beli kendaraan secara besar-besaran. Namun, komitmen pembayaran jangka panjang tetap menjadi pertimbangan penting, khususnya bagi konsumen yang belum terbiasa dengan model kepemilikan berbasis langganan. Secara umum, skema ini mampu mengurangi biaya pembelian kendaraan secara signifikan. Namun, adanya kewajiban pembayaran jangka panjang tetap harus diperhitungkan, terutama bagi pelanggan yang belum terbiasa dengan sistem sewa dalam kepemilikan mobil.

Keuntungan bagi Pengguna: Tanggung Jawab Kerusakan Baterai Berada di Tangan Pabrikan

Salah satu alasan utama di balik sistem ini adalah mengalihkan tanggung jawab terkait kinerja baterai dari pengguna ke produsen. VinFast menawarkan perawatan, perbaikan, hingga penggantian baterai jika kapasitasnya berkurang di bawah 70 persen, sebuah aturan yang, di satu sisi, mampu mengurangi kekhawatiran umum mengenai daya tahan baterai kendaraan listrik.

Selain itu, VinFast juga menyediakan berbagai program pendukung lain seperti pengisian daya gratis pada jaringan V-GREEN, insentif uang tunai, hingga jaminan harga penjualan kembali sebesar 90 persen dalam enam bulan pertama.

Namun, di luar janji-janji yang telah diberikan, pelaksanaan dan konsistensi layanan jangka panjang masih perlu ditunjukkan, terutama di pasar Indonesia, di mana infrastruktur kendaraan listrik serta layanan pascapenjualan masih berada pada tahap awal pengembangan.

Perlu diketahui pula, model sewa baterai pada dasarnya mengalihkan biaya besar yang muncul di awal menjadi pembayaran berkala dalam jangka panjang. Hal ini mungkin menarik bagi sebagian pengguna, namun juga dapat menjadi beban keuangan baru, terutama jika masa penggunaan kendaraan melebihi lima tahun.

Selain itu, struktur biaya langganan bersifat tetap, tidak peduli seberapa sering kendaraan digunakan. Hal ini dapat menyebabkan ketidakadilan bagi pengguna yang memiliki mobilitas rendah, yang merasa membayar lebih dari manfaat yang mereka peroleh.

Terdapat juga risiko ketergantungan terhadap kebijakan produsen. Jika nanti terjadi perubahan tarif atau layanan, misalnya kenaikan biaya berlangganan atau pengurangan cakupan garansi, konsumen akan kesulitan menghindarinya karena baterai bukan merupakan milik pribadi.

Meskipun memberikan pendekatan yang berbeda, sistem langganan baterai tampaknya belum pasti diterima secara langsung oleh pasar Indonesia yang selama ini terbiasa dengan konsep kepemilikan penuh.

Pandangan terhadap nilai mobil, keamanan jangka panjang, dan ketidakpastian layanan dapat menjadi faktor yang menentukan keberhasilan atau kegagalan strategi ini.

Menurut CEO VinFast Indonesia Kariyanto Hardjosoemarto, pendekatan ini muncul dari filosofi yang menempatkan pelanggan sebagai prioritas utama. Namun, dalam penerapannya, keberhasilan sistem ini sangat tergantung pada komitmen layanan, edukasi pasar, serta kesiapan infrastruktur yang mendukungnya. (*)

Persaingan Harga Mobil Listrik China Bikin Konsumen Marah

Persaingan Harga Mobil Listrik China Bikin Konsumen Marah

10drama.com –, JAKARTA – Isu ‘persaingan harga’ mobil listrik di Gaikindo Indonesia International Auto Show atauGIIAS 2025masih menjadi pembahasan yang hangat di kalangan masyarakat.

Mobil listrik BYD Atto 1yang secara resmi diluncurkan dalam acara tersebut dianggap sebagai penyebab utama meningkatnya ‘perang harga’ antara para produsen otomotif.

Keputusan BYD menawarkan Atto 1 dengan harga di bawah Rp200 juta menggegerkan industri otomotif. Alih-alih menjadi pesaing mobil listrik yang sudah ada, BYD Atto 1 justru dianggap sebagai pemain baru di kategori kendaraan dengan harga terjangkau ataulow cost green car (LCGC). 

Namun, selama pola pembelian mobil pertama konsumen Indonesia lebih mengarah pada LCGC. Akibatnya, kehadiran BYD Atto 1 dianggap menjadi ‘game changeryang bertujuan untuk menarik segmen pembeli tersebut. Hal ini juga telah disetujui oleh Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia Eagle Zhao.

Ia menyampaikan bahwa keterjangkauan BYD Atto 1 tidak hanya berasal dari harga beli, tetapi juga dari biaya pemeliharaan (total cost ownership) yang sangat kompetitif. 

“Oleh karena itu, saya yakin semakin banyak orang akan memilih BYD Atto 1 sebagai kendaraan pertama mereka,” kata Eagle dalam acara GIIAS 2025, dilaporkan pada Rabu (6/8/2025).

Konsumen Meradang

Beberapa merek diketahui telah mengurangi harga model mobil listrik mereka dalam GIIAS 2025 – meskipun bukan dengan alasan harga murah BYD Atto 1. Salah satunya adalah Wuling Binguo EV.

Harga terbaru Binguo EV yang mengalami sedikit perubahan, turun ratusan juta dalam beberapa bulan terakhir. Pada Desember 2023, Wuling secara resmi meluncurkan Binguo EV Premium Range dengan kisaran harga Rp409 juta hingga Rp415 juta.

Harga mobil tersebut terus menurun, hingga pada Juli 2025, tepatnya saat pameran GIIAS 2025, harga Wuling Binguo EV mengalami penurunan signifikan hingga Rp235 juta.

Hal tersebut membuat konsumen Binguo mengajukan petisi kepada Wuling Motors karena merasa dirugikan. Berdasarkan laman resmi Change.org, jumlahnya telah mencapai 662 orang yang menandatangani petisi per Selasa (5/8/2025).

Isi petisi tersebut menyebutkan bahwa para pelanggan merasa dirugikan oleh keputusan Wuling yang mengurangi harga Binguo EV secara mandiri tanpa memberikan kompensasi kepada pelanggan lama yang membeli saat peluncuran awal.

“Kami mengalami kerugian! Harga Wuling Binguo EV turun Rp180 juta dalam 7 bulan,” demikian isi petisi tersebut, dilaporkan pada Selasa (5/8).

Mereka juga meminta penjelasan resmi dari Wuling Motors, serta ganti rugigoodwillkepada para pembeli awal seperti Free Adaptor DC, free dongle, voucher PLN, Gold, voucher pembelian mobil Wuling dan sejenisnya, serta komitmen kesetaraan harga bagi pelanggan di masa depan.

Klarifikasi Wuling

Brand Communications Senior Manager WulingMobil, Brian Gomgom memberikan penjelasan mengenai petisi yang diajukan oleh konsumen Wuling Binguo EV tersebut.

Menurutnya, poin pertama adalah harga peluncuran. Saat peluncuran pertama pada Desember 2023 dijual seharga Rp408 juta di Jakarta tanpa adanya insentif untuk Binguo EV 410 km. Selanjutnya, ada insentif PPN yang diumumkan pada Januari 2024 sebesar Rp36 jutaan.

“Terkait diskon besar pada Juni 2025, kami dapat menyampaikan bahwa biasanya dealer akan memberikan insentif PPN sebesar Rp36 juta ditambah diskon tambahan dari dealer sehingga jumlahnya terlihat lebih besar,” kata Gomgom dalam pernyataannya, dikutip Selasa (5/8).

Selanjutnya ia menyampaikan, Wuling menawarkan program khusus senilai Rp72 juta untuk para pengguna Binguo EV, dan hal ini bukan merupakan pengurangan harga.

Adapun, value benefitini adalah keuntungan tambahan yang lebih sepertiextensive free maintenance, free insurance, jaminan komponen baterai kendaraan listrik seumur hidup, free chargingDC GB/T hingga September 2025free DC Adapter, dan benefit lainnya.

Lalu untuk poin promo khusus di GIIAS, seperti yang pernah kami sampaikan sebelumnya, kami tidak melakukan perubahan harga, namun hal ini merupakanspecial dealtambahan yang diberikan oleh dealer dan dilakukan sebagai strategi masing-masing dealer dalam mengelola persediaan,” jelasnya.

Gomgom berharap informasi ini dapat memberikan kejelasan kepada masyarakat. Pihak Wuling Motors juga akan mengadakan pertemuan dengan perwakilan pengguna melalui komunitas resmi pada minggu depan.

Respons Gaikindo

Asosiasi Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) merespons situasi ‘persaingan harga’ dalam industri otomotif di dalam negeri, di tengah menurunnya kemampuan beli masyarakat.

Sebenarnya, fenomena persaingan harga di sektor otomotif telah terjadi di berbagai negara di dunia. Tanda-tanda persaingan harga itu dapat dilihat melalui potongan harga yang besar atau diskon langsung, di tengah situasioversupply atau produksi yang melampaui permintaan.

Sekretaris Umum Gaikindo Kukuh Kumara mengakui bahwa situasi industri otomotif Indonesia saat ini tidak dalam kondisi yang baik, karena mengalami stagnasi yang berlangsung cukup lama, lebih dari 10 tahun terakhir.

Akibatnya, ia tidak menginginkan pasar otomotif Indonesia menjadi tempat persaingan harga. Karena industri ini melibatkan jutaan tenaga kerja dan UMKM dalam rantai pasok otomotif.

“Ini adalah industri yang sangat strategis dan sangat penting. Kita tidak menginginkan ini menjadi medan persaingan harga. Seharusnya bisa menjadi dasar untuk produksi kendaraan bermotor di kawasan ASEAN,” kata Kukuh dalam GIIAS 2025, Kamis (31/7/2025).

Ini Rahasia AC yang Bikin Mobil Hemat Bensin

Ini Rahasia AC yang Bikin Mobil Hemat Bensin

10drama.com –– Banyak orang belum menyadari bahwa pengaturan AC mobil dapat berdampak pada penggunaan bahan bakar.

Karena hembusan udara dingin di dalam kabin sedikit tergantung pada kecepatan putaran kompresor AC.

Sementara putaran kompresor AC kendaraan dihasilkan dari putaran mesin.

Nah, pengaturan AC yang membuat konsumsi bahan bakar mobil semakin hemat adalah pengaturan yang menyebabkan kompresor berhenti atau berjeda sepanjang mungkin.

“Jika dibandingkan suhu AC yang 1 klik dengan 9 klik, yang lebih hemat adalah yang hanya 1 klik,” jelas Adi Akbar, pemilik bengkel spesialis AC, Adi Jaya kepada 10drama.com.

Artinya, pendingin udara mobil yang diatur pada suhu yang sesuai justru membuat penggunaan bahan bakar menjadi lebih hemat.

“Secukupnya di sini merujuk pada suhu AC yang nyaman, bukan dingin seperti kulkas yang digunakan untuk menyimpan daging,” ujar Adi saat diwawancarai beberapa waktu lalu (07/25)

Pengaturan AC mobil seperti ini juga dapat memperpanjang umur kompresor.

“Kinerja kompresor lebih tahan lama, dan penggunaan bensin mobil tidak terlalu boros,” ujar Adi.

Mengatur AC pada suhu yang sesuai atau tidak terlalu rendah membuat kompresor bekerja dengan lebih sedikit jeda atau istirahat.

“Bandingkan jika kompresor terus beroperasi karena AC diatur paling dingin,” jelas Adi.

“Kompresor akan terus berputar, putaran kompresor tersebut dihubungkan dengan putaran mesin melalui magnetic clutch,” tambahnya.

Akibatnya, beban kerja mesin meningkat karena kompresor terus beroperasi.

Tentu saja hal tersebut akan memengaruhi penggunaan bahan bakar mobil menjadi lebih boros.

“Namun jika kompresor bekerja sesekali, akan membuat beban mesin menjadi lebih ringan, akibatnya umur kompresor menjadi lebih tahan lama,” ujar Adi.

Ya, saat pengaturan AC mobil cukup, maka clutch magnetik akan bekerja lebih sering.

“Keburukannya memang bisa mengurangi umur magnetic clutch,” kata Adi.

“Tetapi jika dibandingkan dengan kompresor yang rusak, biaya perbaikan magnetic clutch jauh lebih murah,” tutupnya saat diwawancarai di Jalan Pekapuran No.58, Sukatani, Tapos, Jawa Barat.

Polar Fox dan GAC Energy Kolaborasi Perluas Jaringan Pengisian Daya

Polar Fox dan GAC Energy Kolaborasi Perluas Jaringan Pengisian Daya

10drama.com –IT Home melaporkan bahwa Polar Fox secara resmi mengumumkan kerja sama dengan GAC Energy dalam berbagi jaringan pengisian baterai.

Kolaborasi ini memungkinkan pengguna Polar Fox untuk mengakses hampir 20.000 titik pengisian daya umum dari GAC Energy, termasuk fasilitas parkir gratis dan manfaat biaya parkir.

Berdasarkan pengumuman resmi, pemilik kendaraan Polar Fox kini bisa dengan mudah memanfaatkan jaringan pengisian daya publik GAC Energy melalui aplikasi “ARCFOX”.

Tindakan ini diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan bagi pengendara kendaraan bertenaga listrik.

Berita ini muncul di tengah perkembangan yang signifikan dari kedua belah pihak.

GAC Aion, yang merupakan bagian dari GAC Group, baru-baru ini melaporkan penjualan sebanyak 26.557 unit pada bulan Juli 2025. Perusahaan juga telah mengembangkan jaringan pengisian daya cepat di jalur bebas hambatan yang terdiri dari 6 jalur vertikal dan 11 jalur horizontal.

Di sisi lain, BAIC New Energy, perusahaan induk dari Polar Fox, juga mencatatkan kinerja yang positif. Pada bulan Juli, BAIC mengirimkan sebanyak 12.189 kendaraan, dengan 9.436 unit di antaranya merupakan model Polar Fox.

Angka ini menunjukkan kenaikan luar biasa sebesar 50,35% dibandingkan tahun sebelumnya. Polar Fox juga tengah bersiap meluncurkan SUV kecil mereka, Polar Fox T1, yang penjualan pra-pemesanan akan dimulai pada akhir Agustus.

Harga BYD Atto 1 Naik, Ini Jawaban Resmi, Lihat Juga Harga Mobil Listrik BYD Lainnya

Harga BYD Atto 1 Naik, Ini Jawaban Resmi, Lihat Juga Harga Mobil Listrik BYD Lainnya

10drama.com -.CO.ID – Jakarta.Harga mobil listrik BYD Atto 1 disebut akan meningkat pada Agustus 2025, apakah benar? Berikut daftar harga mobil listrik BYD

Dilaporkan oleh 10drama.com, informasi bahwa harga mobil listrik BYD Atto 1 akan mengalami kenaikan pada Agustus 2025 ini muncul menjelang penutupan pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025. Dalam pesan yang beredar, disebutkan bahwa harga on-the-road (OTR) Atto 1 di Jakarta akan naik sebesar Rp 10 juta. Sementara itu, harga BYD Atto 1 di wilayah lainnya akan meningkat sebesar Rp 5 juta.

Pesan tersebut langsung memicu kekhawatiran dari calon pelanggan karena kendaraan baru saja dirilis seminggu lalu dengan harga mulai dari Rp 195 juta on-the-road Jakarta. “Informasinya setelah GIIAS 2025, baru akan naik harganya,” ujar salah satu tenaga penjual yang dihubungi 10drama.com, Rabu (31/7/2025).

Mengenai berita tersebut, Head of PR & Government Relations BYD Motor Indonesia, Luther T Panjaitan, menegaskan bahwa informasi kenaikan harga BYD Atto 1 tidak benar dan bukan berasal dari sumber resmi perusahaan. “Berita tersebut tidak benar. Sampai saat ini kami belum memberikan pengumuman mengenai kenaikan harga. Jika ada perubahan harga, akan kami umumkan secara resmi kepada publik,” katanya saat dihubungi, Rabu (31/7/2025).

Luther juga menekankan bahwa harga Atto 1 yang saat ini dijual bukan merupakan penawaran khusus selama GIIAS 2025, melainkan sudah menjadi harga tetap (fixed price). “Itu harganya tetap,” tegasnya dalam kesempatan terpisah.

Dengan demikian, harga Atto 1 masih mengikuti aturan sebelumnya, yaitu Rp 195 juta untuk varian Dynamic dan Rp 235 juta untuk varian Premium (OTR Jakarta).

Luther juga menyatakan bahwa setiap perubahan harga akan diumumkan melalui saluran resmi BYD, baik melalui konferensi pers maupun platform digital perusahaan, bukan melalui pesan yang menyebar secara berantai.

Tonton: Kampung Indonesia di Makkah Segera Terealisasi

Harga kendaraan listrik BYD bulan Agustus 2025

Harga kendaraan listrik BYD pada Agustus 2025 tetap sama seperti bulan sebelumnya. Namun, beberapa waktu lalu, pada April 2025, harga mobil listrik BYD mengalami kenaikan.

Ini merupakan kenaikan harga mobil listrik BYD yang kedua setelah peluncuran pada tahun 2024.

Peningkatan harga mobil listrik BYD hanya terjadi pada beberapa model. Namun, kenaikan harganya cukup signifikan.

Berdasarkan informasi yang diumumkan di situs web resmi, berikut adalah detail harga mobil BYD pada bulan Agustus 2025 yang dikutip dari situs web resmi.https://www.byd.com/id:

  • Harga kendaraan listrik BYD Atto 1 Dynamics: Rp 195 juta
  • Harga mobil listrik BYD Atto 1 Premium: Rp 235 juta
  • Harga mobil listrik BYD Dolphin Dynamics: meningkat dari Rp 365 juta menjadi Rp 369 juta
  • Harga mobil listrik BYD Dolphin Superior meningkat dari Rp 425 juta menjadi Rp 429 juta
  • Harga mobil listrik BYD Atto 3 Tipe Lanjutan: Rp 390 juta
  • Harga mobil listrik BYD Atto 3 Tipe Superior: Rp 520 juta
  • Harga kendaraan listrik BYD M6 Standard: meningkat dari Rp 379 juta menjadi Rp 383 juta
  • Harga mobil listrik BYD M6 Superior 7 kursi : meningkat dari Rp 419 juta menjadi Rp 423 juta
  • Harga mobil listrik BYD M6 Superior Captain Seat : meningkat dari Rp 429 juta menjadi Rp 433 juta
  • Harga mobil listrik BYD Seal Premium: meningkat dari Rp 635 juta menjadi Rp 639 juta
  • Harga mobil listrik BYD Seal Performance (AWD) meningkat dari Rp726 juta menjadi Rp 750 juta
  • Harga kendaraan listrik BYD Sealion Premium mencapai Rp 629 juta
  • Harga mobil listrik BYD Sealion Performance mencapai Rp 719 juta
  • Harga kendaraan listrik BYD Denza D9: Rp 950 juta

 

Motor Listrik Wedison Victory, Gabungan Aerox dan Vario, Dijual Rp 25 Juta

Motor Listrik Wedison Victory, Gabungan Aerox dan Vario, Dijual Rp 25 Juta

10drama.com –– Pasar sepeda motor listrik di Tanah Air kembali mengalami peningkatan dengan hadirnya produk terbaru dari Wedison, yang meluncurkan model Victory dalam gelaran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025 di ICE BSD.

Mesin ini menarik perhatian karena desainnya yang dianggap sebagai gabungan antara Yamaha Aerox dan Honda Vario.

Secara penampilan, Wedison Victory mengusung desain sporty khas skutik besar, tetapi tetap menyediakan bagian dudukan yang rata yang mempermudah pengendara dalam membawa barang, seperti halnya skutik harian.

Desain yang menonjol dan fungsionalitasnya membuat kendaraan ini menarik bagi konsumen perkotaan yang mencari mobil ramah lingkungan tanpa mengorbankan penampilan dan kegunaannya.

Kemenangan didukung oleh motor listrik jenis Brushless DC dengan daya rata-rata 3.000 watt. Motor ini mampu mencapai kecepatan maksimum 80 km/jam, dengan percepatan dari 0 hingga 50 km/jam dalam waktu 6,5 detik. Kinerja ini cukup responsif untuk kebutuhan berkendara di perkotaan.

Baterai yang digunakan merupakan jenis lithium-ion LFP, tersedia dalam dua pilihan kapasitas, yaitu 2,5 kWh untuk versi biasa dan 3,4 kWh untuk versi ekstensi.

Jarak yang bisa dicapai mencapai 85 km dengan baterai biasa dan 115 km dengan baterai ekstra pada satu kali pengisian penuh.

Kemampuan pengisian cepat juga tersedia, di mana pengisian dari 10 hingga 80 persen hanya memakan waktu sekitar 15 menit menggunakan charger super. Sementara pengisian penuh di rumah membutuhkan waktu sekitar 4 jam.

Dengan harga jual sebesar Rp 25 juta, calon pembeli Wedison Victory harus bersabar karena unit masih dalam proses pemesanan dengan masa tunggu sekitar satu bulan. “Masih ada inden selama sebulan, harganya Rp 25 juta,” ujar salah seorang sales Wedison. (*)

PLN NP Jajaki Teknologi Nuklir dengan ThorCon

PLN NP Jajaki Teknologi Nuklir dengan ThorCon

10drama.com -, SURABAYA– PLN Nusantara Power atau PLN NP berupaya mendorong inovasi dalam transisi energi nasional dengan meneliti potensi penggunaan energi nuklir sebagai bagian dari campuran energi bersih di masa depan.

Dengan kemitraan strategis bersama ThorCon International Pte. Ltd., PLN NP sedang menyusun studi menyeluruh untuk mengevaluasi kelayakan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Inisiatif ini mendukung perkembangan energi terbarukan seperti matahari, angin, dan air.

PLN Nusantara Power telah mengadakan perjanjian kerja sama (MoU) dengan ThorCon International Pte. Ltd. pekan lalu.

Kepala Perusahaan PLN Nusantara Power Ruly Firmansyah menyampaikan komitmennya untuk mendukung upaya menuju kemandirian energi yang menjadi target pemerintah Republik Indonesia.

“Kami yakin, diversifikasi energi merupakan kunci untuk mencapai ketahanan dan kemandirian energi nasional. Penelitian ini merupakan bagian dari upaya PLN NP dalam menyediakan sumber energi rendah karbon yang handal, aman, dan berkelanjutan bagi Indonesia,” ujar Ruly dalam rilis yang dikirimkan, Selasa (29/7/2025).

PLN Nusantara Power dan ThorCon menyetujui pelaksanaan studi bersama mengenai rencana pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Penelitian ini akan meliputi penilaian menyeluruh mengenai teknologi reaktor, aspek keselamatan, operasional, dan desain, serta analisis keuangan dan pilihan skema kerja sama proyek dalam persiapan pelaksanaan proyek PLTN pertama di Indonesia.

Kepala Eksekutif PT Thorcon Power Indonesia, Niels Berger, memandang kerja sama dengan PLN NP sebagai salah satu jalur untuk mengembangkan potensi energi baru terbarukan di Indonesia.

“Kami memandang Indonesia sebagai negara yang memiliki potensi besar dalam memimpin penggunaan teknologi nuklir yang aman dan efektif. Kerja sama ini menjadi langkah awal untuk menyediakan solusi energi jangka panjang yang bersih dan stabil,” ujar Niels Berger.

PLN NP dan ThorCon juga memberikan kesempatan bagi anak perusahaan atau entitas terkait untuk ikut serta dalam pelaksanaan studi, dengan pemberitahuan tertulis kepada pihak yang berwenang.

Melalui kerja sama ini, PLN NP menunjukkan komitmennya untuk mendukung percepatan peralihan energi nasional dengan mengembangkan teknologi pembangkit listrik yang menghasilkan emisi rendah, sesuai dengan visi Indonesia menuju emisi nol bersih.

BACA BERITA 10drama.com -LAINNYA DIGOOGLE NEWS

Copyright © 2026 10drama.com