Daftar Pemenang Penghargaan Arsitektur Aga Khan 2025

Daftar Pemenang Penghargaan Arsitektur Aga Khan 2025

Tujuh pemenang Penghargaan Arsitektur Aga Khan 2025 telah diumumkan, pada tanggal 2 September 2025, tiga bulan setelah pengumumannyashortlisted projects pada bulan Juni 2025.

Awarding ceremony akan diadakan di Toktogul Satylganov Kyrgyz National Philharmonic di Bishkek, Republik Kirgizstan pada 15 September. Penghargaan ini tidak hanya diberikan kepada para arsitek, tetapi juga kepada pemerintah kota, kontraktor, klien, pengrajin ahli, dan insinyur yang telah berperan penting.

Karya-karya arsitektur yang terpilih pasti melalui proses kurasi dan penilaian yang mendalam, yang mengungkap narasi arsitektur bukan hanya sekadar bangunan yang menonjol. Namun, arsitektur yang peka dalam merespons konteks kebutuhan penting di mana bangunan tersebut berada, seperti kesadaran terhadap isu sosial, budaya, serta desain yang tanggap terhadap iklim. Pemenang akan mendapatkan hadiah senilai $1 juta, salah satu penghargaan terbesar dalam dunia arsitektur.

Apa yang dimaksud dengan Aga Khan Award for Architecture (AKAA)?

Syntax Kota (F. M. Faruque Abdullah Shawon, H. M. Fozla Rabby Apurbo)

  • – AKAA merupakan program yang dikelola oleh Aga Khan Trust for Culture, sebuah organisasi dari Aga Khan Development Network (AKDN). Dibangun oleh Highness Prince Karim Aga Khan IV pada tahun 1977, tahun ini menjadiaward cycle ke-16 (2023-2025).
  • – AKDN beroperasi di 30 negara dengan partisipasi sekitar 96.000 individu, sebagian besar berada di negara-negara berkembang.
  • – Organisasinya menjalankan lebih dari 1.000 program, beberapa di antaranya telah berjalan selama lebih dari satu abad. Anggaran tahunannya untuk kegiatan pembangunan tanpa laba sekitar $1 miliar.
  • – Bidang yang dikerjakan: pendidikan dan kesehatan, pertanian serta ketahanan pangan, keuangan mikro, lingkungan hidup, tanggap darurat dan pengurangan risiko bencana, perlindungan lingkungan, seni, musik, arsitektur, perencanaan dan pelestarian kota, serta warisan dan pemeliharaan budaya.

Daftar 7 Pemenang Penghargaan Aga Khan untuk Arsitektur (AKAA) 2025

Berikut ini adalah daftar 7 proyek pemenang Penghargaan Aga Khan yang berasal dari 6 negara, termasuk Palestina:

1. Khudi Bari, Bangladesh, dirancang oleh Marina Tabassum Architects

Syntax Kota (F. M. Faruque Abdullah Shawon, H. M. Fozla Rabby Apurbo)
  • – Rumah Khudi Bari merupakan bangunan sederhana yang terbuat dari bambu dan baja, merespons peningkatan perpindahan penduduk akibat perubahan iklim di Bangladesh.
  • – Bangunan ini memiliki dua lantai, lantai dasar digunakan sebagai ruang sosial, sedangkan lantai atas digunakan untuk area tidur dan tempat perlindungan dari banjir.
  • – Desainnya berbasis sistem modular yang harganya terjangkau dan bisa dipasang-lepas oleh tiga orang dengan alat yang sederhana.
  • – Mampu menahan angin samping dan tekanan air. Strukturnya ringan sehingga hanya memerlukan fondasi dangkal. Atapnya terbuat daricorrugated metal sheets untuk memudahkan perpindahan dan perawatan.
  • – Eksteriornya bisa dibuat dari bahan apa saja yang tersedia secara lokal dan desainnya mencerminkan rumah tradisional di daerah tersebut.
  • – Arsitek Marina Tabassum sering berkolaborasi dengan masyarakat dalam membagikan ilmu konstruksi, termasuk bekerja sama dengan petani perempuan dan pusat komunitas untuk perempuan di kamp pengungsi Rohingya.

2. Pusat Komunitas Desa West Wusutu, Hohhot – Tiongkok, dirancang oleh Inner Mongolian Grand Architecture Design Co., Ltd

Dou Yujun

  • – Pusat komunitas ini memiliki tiga peran utama: 1) memberikan ruang untuk berkumpul bagi lansia, anak-anak, dan pemuda desa yang kembali; 2) menyediakan tempat pameran dan interaksi sosial bagi seniman; 3) memenuhi kebutuhan masyarakat multietnis setempat, termasuk komunitas Hui Muslim.
  • – Total luas bangunan 1.276 meter persegi, dengan halaman bundar di tengah yang mencapai 203 meter persegi, berperan sebagai pusat aktivitas luar ruangan. Platform atap seluas 786 meter persegi digunakan sebagai area bermain. Menara ventilasi yang khas juga berfungsi sebagai tempat bermain bagi anak-anak.
  • – Seluruhnya dibangun menggunakan batu bata dari bangunan yang telah dirobohkan di sekitar lokasi.
  • – Dengan lapisan isolasi sebanyak 80 mm, memberikan efisiensi biaya dan daya tahan yang baik. Sirkulasi udara alami denganventilasi tanah, ruang termal, dan atap kaca.

3. Pembaruan Kota Esna Tua, Mesir, yang didesain oleh Takween Integrated Community Development

 Ahmed Mostafa

  • – Inisiatif revitalisasi ini menghentikan rencana demolisi bangunan bersejarah Esna serta menetapkan kembali pengelolaan kota dengan mengubah lokasi yang terbengkalai menjadi kota bersejarah yang berkembang, yang meningkatkan jumlah pengunjung secara signifikan dan memberikan dukungan infrastruktur serta finansial kepada usaha lokal.
  • – Pekerjaan fisik mencakup konservasi dan pemanfaatan kembali Gedung Wakalat al-Geddawi dari abad ke-18, peningkatan Pasar Qisariyya dan Jalan Bazaar, restorasi Wisma Kerajaan abad ke-19, serta pemulihan 15 situs penting secara arsitektur.
  • – Menggunakan bahan-bahan lokal seperti batu bata tanah dan kayu, melakukan daur ulang secara luas, serta memanfaatkan kembali metode tradisional.
  • – Dari segi sosial-ekonomi, terjadi peningkatan kemampuan lebih dari 430 peserta lokal dan 18 UKM dalam hal keterampilan bisnis, serta dokumentasi warisan budaya dan arsitektur.
  • – Pembukaan bisnis yang dipimpin oleh perempuan, seperti Women’s Kitchen dan Women-led Wood Workshop yang mempromosikan inklusi gender.

4. Proyek Peremajaan dan Pengembangan Komunitas Majara Recidence, Pulau Hormuz – Iran, dirancang oleh ZAV Architects

Deed Studio

  • – Dikenal sebagai ‘pulau pelangi’ karena gunung-gunungnya yang berwarna-warna, Hormuz dahulu merupakan pelabuhan perdagangan penting, namun pernah mengalami kerusakan akibat konflik.
  • – Kompleks Budaya Rong, sebuah kafe dan tempat penyewaan sepeda yang terdiri dari dua menara berbahan baja dengan tangga penghubung yang menyediakan ruang publik yang ramai.
  • – Penginapan Majara menyediakan akomodasi untuk wisatawan serta tempat tinggal bagi seniman/desainer, lengkap dengan fasilitas umum seperti perpustakaan, studio kerajinan, ruang ibadah, restoran, dan pusat daur ulang.
  • – Terinspirasi oleh warna dan ukuran partikel tanah, 200 kubah dengan ukuran berbeda menggambarkan bentuk struktur penyerapan air, yang kemudian diatur secara alami.
  • – Komunitas Typeless (badban) memiliki ruang yang digunakan untuk memantau dan mengelola kehadiran pengunjung, dengan tujuan mencegah dampak buruk, serta dilengkapi ruangan modular yang bisa disesuaikan di bawah atap kanopi.

5. Metro Plaza Jahad, Teheran – Iran, karya dari KA Architecture Studio

Deed Studio

  • – Sebuah stasiun yang sebelumnya rusak kini berubah menjadi area yang ramai untuk para pejalan kaki.
  • – Dikemukakan oleh sekelompok pakar perkotaan dalam upaya membangun kota yang fokus pada pengguna jalan kaki.
  • – Dibangun secara cepat dan hemat oleh warga setempat yang terampil menggunakan batu bata buatan tangan, bangunan-bangunan ini menghidupkan kembali bahan-bahan lokal yang pernah menonjol namun akhirnya ditinggalkan dan membangkitkan kembali gaya arsitektur Iran yang bersejarah.

6. Visi Pakistan, Islamabad – Pakistan, desain oleh DB Studios

Usman Saqib Zuberi

  • – Sebuah bangunan yang memiliki tampilan yang ceria, terinspirasi dari seni dan kerajinan Pakistan serta Arab. Fasilitas ini dikelola oleh sebuah organisasi nirlaba yang berupaya memperkuat pemuda kurang mampu melalui pelatihan keterampilan.
  • – Organisasi amal Vision Pakistan yang memberikan ‘kesempatan kedua’ kepada pemuda berusia 16 hingga 25 tahun yang mengalami kesulitan dan terlibat dalam perilaku agresif, depresi, penyalahgunaan narkoba, atau tindakan kriminal.
  • – Berada di luar kota yang ramai, kelasnya memiliki 40-50 siswa. Struktur ruangannya terdiri dari 5 ruang kelas yang bisa disesuaikan, ruang makan, ruang hiburan, kantor manajemen, asrama staf terbatas, area pameran, toko, serta area salat di atap yang dikelola oleh siswa. Beberapa ruangan dapat disewa sebagai sumber pendanaan.
  • – Desain geometrisnya terinspirasi dari kerajinan Pakistan dan Arab serta arsitektur Islamabad pada tahun 1960-an, sementara warnanya menggambarkan nuansa yang digunakan dalam budaya lokal untuk menciptakan suasana positif.

7. Kabinet Ajaib, Betlehem – Palestina, desain oleh AAU Anastas

Mikaela Burstow

  • – Galeri dan ruang produksi nirlaba yang menghadap ke Lembah Al-Karkafeh di Betlehem.
  • – Bangunan ini berfungsi sebagai tempat yang mengakomodasi tiga program yaitu Riset dan Produksi, Pendidikan dan Komunitas, serta Program Publik. Tujuannya adalah menyediakan ruang kerja bagi seniman dan insinyur Palestina, desainer serta produser, serta mewujudkan pusat regional untuk kreativitas dan pembelajaran kerajinan.
  • – Para pengrajin lokal ikut serta dalam pembuatan baja dan desain interior bangunan, termasuk peralatan penerangan.

Sumber gambar teaser: Deed Studio

5 Desain Rumah Tanpa Atap 1 Lantai yang Nyaman!

5 Desain Rumah Tanpa Atap 1 Lantai yang Nyaman!

Rumah tempat tinggal sering dianggap sebagai ruang pribadi yang suci. Proses pemilihannya juga memerlukan pertimbangan matang karena rumah akan menjadi tempat untuk beristirahat dan bersatu dengan diri Anda sendiri. Oleh karena itu, keseimbangan dengan jiwa sangat penting. Di era saat ini, terdapat berbagai model hunian yang tidak hanya menekankan keindahan, tetapi juga mengutamakan kreativitas yang inovatif. Salah satu tren arsitektur terkini adalah model rumah tanpa atap satu lantai, yaitu bentuk rumah tanpa genteng, dengan struktur datar atau beton. Gaya ini memberikan tampilan minimalis modern sekaligus menciptakan perasaan terbuka dan dekat dengan alam. Berikut lima inspirasi yang dapat Anda pertimbangkan.

Mencari Inspirasi Desain Rumah Tanpa Atap Satu Lantai

Memilih rumah tanpa atap satu lantai bisa menjadi proses yang cukup membingungkan. Mulai dari mana? Beberapa ide berikut ini dapat menjadi awal yang baik dalam memilih tempat tinggal yang Anda sukai. Baca artikel dari CASA berikut ini!

1. Gaya Tropis Minimalis dengan Pintu dan Jendela yang Luas

tecarticles.com

Konsep rumah tanpa atap ini menekankan penggunaan jendela besar yang menghadap langsung ke taman terbuka atau pemandangan alam, sehingga memungkinkan cahaya alami masuk dengan mudah ke dalam bangunan, menciptakan suasana yang cerah dan nyaman. Warna eksterior netral seperti putih pecah atau krem lembut terbukti mampu memantulkan panas dan mencegah ruangan menjadi terlalu panas. Gaya ini cocok untuk hunian perkotaan yang ingin tampil modern sekaligus praktis.

2. Garis yang Jelas dan Futuristik dengan Desain Interior Terbuka

buildgreennh.com

Jika selera desain Anda cenderung pada gaya yang modern dengan nuansa futuristik, maka model ini cocok untuk Anda. Struktur rumah yang memanfaatkan lantai beton dengan pola tegas serta dominasi warna monokrom seperti abu-abu, putih, dan hitam mampu menciptakan penampilan yang anggun sekaligus minimalis. Penggunaan bahan seperti keramik berpola batu alam dan langit-langit tinggi membantu sirkulasi udara serta menjaga kenyamanan suhu ruangan. Keberadaan area semi-terbuka di bagian belakang rumah sangat ideal sebagai ruang santai untuk berkumpul tanpa terasa sempit.

3. Ruang Terbuka Tropis yang Terintegrasi dengan Alam

globo.com

Konsep yang berbeda dari gaya pertama yang mengutamakan beton, konsep ini lebih menekankan keterpaduan antara alam dengan area dalam ruangan melalui jendela besar dan desain ruang terbuka. Hubungan antara ruang tamu, dapur, dan ruang makan terasa sangat mulus. Keberadaan bukaan yang memfasilitasi sirkulasi udara dan cahaya matahari masuk berhasil menciptakan pandangan yang menyenangkan antara dalam ruangan dan luar ruangan. Penataan perabot yang sederhana, dominasi bahan kayu dan batu alami, serta kehadiran tanaman hijau memberikan suasana tropis yang hangat dan ramah lingkungan.

4. Estetika Alami dengan Tanaman Hias Juntai

buildgreennh.com

Jika Anda menginginkan sentuhan alami di dalam rumah, Anda dapat menambahkan taman atap atau tanaman hias yang digantung. Tanaman yang tumbuh dari sisi atas bangunan menciptakan pandangan yang menarik dan selaras dengan lingkungan alami. Hal ini juga memberikan kesan hangat serta alami pada desain minimalis Anda.

5. Mencapai Keseimbangan dengan Alam Melalui Pemandangan Vertikal

Darren Bradley

Memilih hunian dengan desain rumah tanpa atap satu lantai dapat memberikan pengalaman visual yang lebih mendalam jika Anda memasukkan elemen pandangan vertikal. Daripada mengarahkan pandangan secara horizontal ke lingkungan sekitar, rumah dirancang agar fokusnya tertuju ke atas, menuju langit dan pepohonan yang lebat, sehingga menciptakan kesan terbuka meskipun berada di area yang padat. Desain semacam ini memungkinkan cahaya alami dan pemandangan langit menjadi unsur utama dalam dekorasi ruang hidup Anda, menciptakan perasaan tenang dan hubungan alami yang kuat.

Dengan lima pilihan rumah satu lantai tanpa atap, Anda bisa memilih desain yang sesuai dengan gaya hidup dan kondisi iklim tempat tinggal. Mulai dari desain minimalis futuristik, tropis yang nyaman, hingga konsep hijau yang artistik, semuanya menawarkan keunikan yang modern dan fungsional. Jadikan rumah Anda bukan hanya sebagai tempat tinggal, tetapi juga karya arsitektur yang menginspirasi.

Foto teaser: deandysonarchitects.com

Rumah Modern yang Terinspirasi Arsitektur Gaudi, Seperti Apa?

Rumah Modern yang Terinspirasi Arsitektur Gaudi, Seperti Apa?

Antoni Gaudi adalah salah satu arsitek paling berpengaruh dalam sejarah kota Barcelona. Salah satu karya terkenalnya ialah Sagrada Familia. Gereja yang unik ini berada di tengah kota Barcelona dan menarik jutaan pengunjung setiap tahunnya.

Gaya arsitektur karya Antonio Gaudi kini semakin umum diterapkan dalam perumahan di berbagai negara, termasuk di Indonesia. Gaya yang memadukan ciri khas Art Nouveau dengan pengaruh besar dari modernisme Catalunya, yang menonjolkan bentuk alami, garis melengkung, ketidakseimbangan, serta penggunaan bahan lokal seperti keramik, batu, dan besi tempa, akan diterapkan pada kawasan perumahan baru di wilayah barat Surabaya.

“Kami memiliki klaster Casa Solano. Klaster ini diciptakan bukan hanya sebagai tempat tinggal yang fungsional, tetapi juga sebagai karya seni yang bernilai tinggi,” kata Reinaldo Wenas, Direktur Utama Prime Hills Estate, Senin (25/8).

“Casa Solano merupakan langkah awal kami dalam menyajikan tempat tinggal yang tidak hanya praktis, tetapi juga memiliki nilai seni yang tinggi,” tambahnya.

Reinaldo menyampaikan, konsep arsitektur Casa Solano memang terinspirasi dari maestro seni Antoni Gaudí asal Spanyol, yang kemudian diubah menjadi gaya modern oleh arsitek muda Muhammad Sagitha. Rumah ini menggabungkan tata ruang dengan bentuk alami serta sentuhan geometris berpiksel.

“Inspirasi ini datang dari Gaudí yang kami sesuaikan dengan konteks modern menggunakan gaya pixelated geometris yang pasti memberikan nuansa berbeda di setiap sudut rumah,” kata arsitek tersebut, Sagitha.

“Kami mengadopsi warna-warna pecahan keramik karya Gaudi sebagai simbol perumahan ini yang dapat dilihat di berbagai bangunan,” tambahnya.

Penuh Makna, Mahasiswa Untar Ajak Masyarakat Lepas Kecanduan Gawai dengan ‘Atmosfer’

Penuh Makna, Mahasiswa Untar Ajak Masyarakat Lepas Kecanduan Gawai dengan ‘Atmosfer’

10drama.com –, JAKARTA – Persatuan Mahasiswa ArsitekturUniversitas Tarumanagara(IMARTA) bekerja sama dengan Taman Ismail Marzuki berhasil menyelenggarakan Architectural Design Week 2025 dengan tema ‘Atmosfer’.

Kegiatan tahunan ini diadakan di Galeri Emiria Soenassa dan Galeri S. Sudjojono, Jakarta, selama lima hari dan secara resmi ditutup pada hari Minggu (20/7).

Ketua Pelaksana Architectural Design Week 2025, Kent Niels Wilfred Wu, menyampaikan bahwa tema ini muncul akibat kekhawatiran terhadap dampak teknologi yang membuat manusia terjebak dalam ketergantungan terhadap layar.

“Kami berharap pengunjung dapat sedikit melambat, menikmati ruang tersebut, serta merasakan atmosfer yang menggugah indera dan mendorong interaksi langsung,” ujar Kent dalam pernyataannya, Senin (21/7).

Acara yang telah berlangsung konsisten selama 12 tahun berturut-turut ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menunjukkan gagasan inovatif mereka dalam merespons isu terkini melalui seni instalasi dan desain ruang.

Karya-karya yang dipamerkan berasal dari hasil eksplorasi mahasiswa Arsitektur Untar angkatan 2021–2024, dirancang dengan perhatian terhadap detail dan penuh makna, mencerminkan komitmen serta kreativitas mahasiswa dalam menyampaikan pesan melalui medium ruang.

“Harapan saya di masa depan, Architectural Design Week tidak hanya bertahan, tetapi juga terus berkembang dan semakin dikenal oleh masyarakat,” kata Kent.

Ia juga berharap acara ini dapat menjadi inspirasi dan wadah bagi generasi muda agar terus mengeksplorasi, menciptakan karya-karya yang kreatif dan sesuai dengan tantangan masa kini.

Melalui pameran ini, IMARTA terus menunjukkan dedikasinya dalam mendukung pertumbuhan wawasan dan kreativitas mahasiswa, sekaligus memanggil masyarakat untuk lebih menghargai dan menyaksikan seni arsitektur yang sesuai dengan kehidupan kontemporer.(mrk/jpnn)

Rumah Atap Pelana Klasik untuk Iklim Tropis

Rumah Atap Pelana Klasik untuk Iklim Tropis

Rumah beratap pelana adalah salah satu gaya desain yang paling terkenal dan praktis dalam dunia arsitektur. Atap pelana ataugable roofdikarakteristikkan oleh dua sisi miring yang membentuk segitiga, menghasilkan penampilan simetris yang sederhana namun menarik

Desain atap limas sangat cocok untuk rumah di daerah iklim tropis. Kemiringan yang tajam mempercepat aliran air hujan, sehingga mengurangi kemungkinan kebocoran. Selain itu, bentuk atap ini memfasilitasi sirkulasi udara yang baik, menjaga rumah tetap sejuk dan nyaman tanpa perlu terlalu bergantung pada alat pendingin ruangan.

Rumah atap limas klasik memberikan nuansatimelessdengan sentuhan tradisional yang hangat. Sesuai untuk Anda yang menginginkan rumah yang tidak hanya indah, tetapi juga kuat menghadapi perubahan iklim tropis sepanjang tahun.

Jenis-Jenis Atap Pelana Klasik:

1. Rumah Atap Limas dengan Nuansa Tradisional Betawi

Rumah tradisional Betawi, seperti Rumah Gudang, memiliki atap pelana yang sederhana dengan kemiringan yang tidak terlalu curam, cocok untuk mengalirkan air hujan tropis. Bangunan ini umumnya terbuat dari kayu atau papan, dilengkapi dengan teras yang luas serta sistem ventilasi yang memadai. Desainnya sederhana namun efisien untuk iklim panas, sekaligus mencerminkan identitas budaya khas Jakarta dan sekitarnya.

tamanmini

Baca juga Rumah Atap Kuda, Kelebihan dan Kekurangan!

2. Rumah Atap Limas Klasik dengan Gaya Kolonial Tropis

Arsitektur kolonial tropis memanfaatkan ketinggian bangunan, jendela yang luas, serta tata ruang terbuka agar memperoleh sirkulasi udara yang optimal. Atap bentuk pelana dengan kemiringan yang tepat memastikan pengaliran air hujan yang lancar. Desain eksterior yang klasik dan elegan sangat cocok untuk perumahan besar atau villa di iklim tropis.

debbie debrina

3. Rumah Atap Limas Klasik Minimalis Modern

Ini merupakan versi terkini dari rumah tradisional, yang ditandai dengan garis-garis sederhana, warna-warna netral, dan dekorasi minimalis. Atap limas tetap dipertahankan karena keunggulannya dalam efisiensi, namun digabungkan dengan gaya modern. Sesuai untuk lingkungan perkotaan atau keluarga muda yang membutuhkan hunian yang fungsional namun tetap nyaman.

@dformco

4. Rumah Atap Miring Klasik Tropis dengan Nuansa Eropa/Mediterania

Jenis ini menekankan pada penyesuaian desain klasik luar (Eropa/Mediterrania) agar sesuai dengan iklim tropis. Contohnya, atap yang dibuat lebih datar, penggunaan bahan lokal, serta penambahan ventilasi untuk masuknya angin. Pendekatan ini mempertahankan gaya arsitektur khas, namun tidak mengorbankan kenyamanan iklim.

Freepik @senuvpetro

Banyaknya variasi desain atap pelana klasik memungkinkan Anda menyesuaikan dengan kebutuhan rumah Anda. Setiap rumah tropis memiliki kesempatan untuk tampil menarik.timeless, fungsional, dan penuh karakter.

Teks dikarang oleh: Husnul Khotimah

Sumber teaser: Hairani Alwee

Selamat Datang: Amélie Pichard dan Rumah Tanpa Batas

Selamat Datang: Amélie Pichard dan Rumah Tanpa Batas

Amélie Pichard, tokoh kreatif di balik edisiMaison&ObjetSeptember 2025, dengan visi khusus mengenai “rumah”. Baginya, rumah bukan hanya tempat tinggal, tetapi ruang terbuka untuk berimajinasi dan mencoba hal-hal baru.

Ia terkenal atas pendekatannya yang mampu melampaui batas-batas antar bidang dari fashion, desain, hingga teknologi. Proyek instalasinya diMaison&Objetmemperlihatkan objek yang menggabungkan kerajinan tradisional dengan kecerdasan buatan.

Baca juga Jelajahi 10 Karya Instalasi Paling Terkenal dalam Milan Design Week 2025

Kemerdekaan Berkreasi Melalui Desain dalam “Welcome Home”

Melalui karya ini, ia berharap memotivasi generasi muda untuk berani tampil berbeda dan memandang desain sebagai alat perwujudan kebebasan.

Instalasi ini memperkenalkan rumah bukan sebagai tempat tinggal biasa, melainkan sebagai ruang yang bebas di mana ide, benda, dan teknologi bersatu. Salah satu ikonnya adalah objek “house-teapot”kombinasi antara keterampilan keramik dan kecerdasan buatan.

Melalui karya ini, Amélie berusaha menghilangkan batas-batas yang ada, serta mendorong setiap orang untuk melihat desain sebagai wujud dari kebebasan berekspresi. Visi ini selaras dengan semangatMaison&Objet yang mendukung bakat generasi muda di dunia desain

Tulisan dibuat oleh: Husnul Khotimah

Sumber foto: Maison&Objet

Dekorasi Rumah Type 36 Lantai Dua ala Japandi

Dekorasi Rumah Type 36 Lantai Dua ala Japandi

Hiasan rumah merupakan elemen penting dalam menciptakan ikon spot setiap rumah yang dikenal, yang menciptakan kenyamanan, mulai dari pengaturan furnitur, warna utama, cahaya alami, hingga bahan yang digunakan, semuanya berpengaruh besar terhadap suasana rumah.

Rumah type36 2 lantai adalah rumah minimalis yang populer karena efisien dan masih bisa dimanfaatkan secara optimal melalui penyesuaian serta pengaturan tata ruang yang tepat.
Menariknya, rumah dengan model ini sangat sesuai dikombinasikan dengan konsep dekorasi interior yang menggabungkan gaya minimalis Jepang dan gaya Skandinavia atau sering disebut dengan istilah…“Japandi Style”. Sebagai rumah type 36 dengan dua lantai, pendekatan Japandi menciptakan kesan luas, rapi, dan tetaphomey tanpa terasa sempit karena tidak terlalu banyak hiasan dan dinding yang padat di dalam rumah.
Desain dan Penataan Ruang Japandi untuk Rumah Type 36 Dua Lantai agar Tidak Terasa Penuh:
1. Tampilan depan rumah disusun rapi dan dilindungi
Fasad rumah dirancang dengan tampilan yang rapi dan teratur. Bentuknya persegi, sederhana, tanpa banyak hiasan. Warna eksterior menggunakantonenetral seperti abu muda, krem, beigeatau cokelat yang menciptakan kesan tenang dan bergaya modern.
Jendela memiliki bentuk yang menonjol ke luar dan dilengkapi dengan penutup atau kerangka yang berfungsi melindungi dari sinar matahari dan hujan, tanpa perlu atap yang besar. Pintu masuk dibuat sejajar dengan garis bangunan, tanpa banyak aksesoris tambahan.

KAZA DESIGN

Baca juga 5 Saran Penataan Interior Gaya Japandi untuk Generasi Milenial

2. Menggunakan perabot berwarna netral dan bahan yang selaras dengan alam

Menggunakan warna-warna netral pada perabot seperti putih tulang, abu-abu muda, ataubeigemembuat ruangan terasa lebih luas dan bersih. Warna-warna ini juga berperan dalam menciptakan suasana yang tenang dan tidak ramai, cocok untuk ukuran rumahtype 36 yang cenderung serasi. 

Selain itu, dekorasi bergaya Japandistylememiliki ciri khas penggunaan bahan yang selaras dengan lingkungan alami, seperti kayu asli, rotan, atau kain linen. Menciptakan kesan hangat dan sederhana, sekaligus memperkuat hubungan antara ruangan, elemen dekorasi dalam ruang, serta nuansa alami di dalam rumah.

urbansales.co.nz

3. Ruang Tamu yang Dirancang Sederhana Namun Praktis

Ruang tamu pada rumah type 36 biasanya tidak terlalu luas, sehingga tidak diperlukan banyak benda untuk hiasan. Gaya Japandi justru menekankan pada dekorasi sederhana dan menitikberatkan pada kegunaan.

Silvia Goncavalves

4. Ruang Terbuka Tanpa Pembatas, Membuat Rumah Terasa Lebih Luas

Salah satu elemen penting dalam gaya Japandi stylemembuat ruang yang terbuka, tanpa banyak pembagian dinding. Untuk rumahtype36 rumah dua lantai, yang menggabungkan dapur, ruang makan, dan ruang TV tanpa adanya dinding pembatas dapat membuat rumah terasa lebih luas dan terang.

Hanya dengan membedakan fungsi ruangan melalui perbedaan karpet, pencahayaan, atau warna perabot, tidak perlu membuat pembatas fisik. Dengan pendekatan ini, rumah menjadi lebih efisien, terhubung, dan tetap terasa nyaman.

House designing

5. Kamar Tidur yang Sederhana, Agar Tetap Tenang

Kamar tidur di rumah type 36 biasanya tidak terlalu besar, sehingga penting untuk menjaga ruangan tetap bersih dan tidak penuh. Japandistyle menekankan kesederhanaan dengan memilih perabot yang cukup saja, seperti tempat tidur kayu rendah, meja samping kecil, serta lemari dengan gaya minimalis.

Pilih warna selimut dan dinding yang netral, serta gunakan pencahayaan lembut agar suasana kamar terasa tenang dan sejuk. Hindari penggunaan dekorasi yang berlebihan agar ruangan tetap terlihat lapang dan mudah dalam perawatannya.

Ryan Lukavenkava

Rumah dengan ukuran type36 rumah dua lantai akan terasa semakin nyaman dan rapi jika dekorasinya disesuaikan dengan kebutuhan ruang. Gaya Japandi dapat menjadi pilihan karena menekankan kesederhanaan, unsur alami, serta pengaturan ruang yang efektif. Dengan demikian, rumah tetap terasa sejuk, rapi, dan selaras antar ruang, tanpa terlihat penuh atau berlebihan.

Tulisan dibuat oleh: Husnul KhotimahSumber teaser: koyo_tec

Copyright © 2026 10drama.com