Pembelian Korporasi Meningkat, Harga Bitcoin Tembus Rp2 Miliar

Pembelian Korporasi Meningkat, Harga Bitcoin Tembus Rp2 Miliar

Jakarta, lintaskriminal.co.id– Harga Bitcoin (BTC) pernah mencapai rekor tertinggi dalam sejarah minggu lalu, yaitu pada level 124.000 dolar Amerika Serikat (AS) atau setara dengan Rp2 miliar (kurs Rp16.162 per dolar AS).

Angka tersebut melebihi titik tertinggi harga Bitcoin pada pertengahan Juli lalu. Salah satu penyebab kenaikan harga Bitcoin adalah meningkatnya pembelian dari perusahaan-perusahaan dalam beberapa minggu terakhir.

Indodax menyoroti semakin meningkatnya jumlah perusahaan yang menerapkan strategitreasuryberbasis Bitcoin, seperti yang diperkenalkan oleh MicroStrategy Incorporated.

1. Memperkuat permintaan pasar

Wakil Presiden Indodax, Antony Kusuma menilai tindakan perusahaan ini tidak hanya memperkuat permintaan pasar, tetapi juga mengubah pandangan terhadap Bitcoin. Dari sekadar alat spekulasi, Bitcoin kini mulai ditempatkan sebagai aset cadangan jangka panjang oleh pelaku bisnis skala global.

Saat perusahaan memindahkan sebagian dana mereka ke Bitcoin, hal ini tidak hanya berdampak pada harga hari ini. Mereka menyampaikan pesan bahwa Bitcoin dapat berperan sebagai alat perlindungan terhadap kebijakan moneter dan inflasi dalam jangka panjang,” ujar Antony dilansir Senin, (18/8/2025).

2. Pemangkasan suku bunga oleh The Fed meningkatkan harga Bitcoin

Di sisi lain, pasar mengharapkan bahwa bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed), akan menurunkan suku bunga dalam pertemuan pada 17 September mendatang. Hal ini didorong oleh data inflasi di Amerika Serikat pada Juli 2025 yang stabil di tingkat 2,7 persen per tahun, sedikit lebih rendah dari prediksi pasar sebesar 2,8 persen.

Berdasarkan data CME FedWatch, probabilitas pemangkasan kini mencapai 93,9 persen, menjadi salah satu yang terbesar sepanjang tahun ini.

Kestabilan inflasi memicu aliran dana ke aset berisiko, termasuk mata uang digital. Investor internasional menganggap bahwa kebijakan moneter yang lebih longgar akan meningkatkan likuiditas, yang berpotensi menaikkan nilai aset digital.

“Kami sedang mengamati pertemuan dua faktor utama: inflasi yang mulai terkendali di bawah harapan pasar, serta kemungkinan penurunan suku bunga yang sangat besar. Kombinasi ini membentuk situasi di mana modal global lebih berani berpindah ke aset berisiko, termasuk kripto,” kata Antony.

3. Jangan terjebak dalam antusiasme pasar

Namun, Antony memperingatkan bahwa antusiasme pasar tidak boleh mengaburkan risiko yang terkandung dalam aset kripto.

“Pergerakan besar sering diikuti oleh penurunan tajam. Ini merupakan hukum alam dalam pasar yang berisiko tinggi. Investor yang hanya mengejar kenaikan tanpa memiliki strategi keluar sama saja dengan memasuki arena dengan mata tertutup,” katanya.

Menurut Antony, perkembangan harga Bitcoin sering kali mencerminkan suasana hati pasar secara keseluruhan.

“Pada saat ini, kita melihat tingkat optimisme yang tinggi karena The Fed diperkirakan akan mengendurkan kebijakannya. Namun, cerita pasar bisa berubah hanya karena satu data ekonomi yang tidak sesuai dengan ekspektasi. Itulah alasan mengapa investor perlu menjaga disiplin dalam mengelola risikonya,” kata Antony.

Ia juga menyoroti bahwa volatilitas bukanlah hal yang perlu dihindari, melainkan faktor yang perlu dikelola. Menurutnya, strategi investasi yang baik harus mempertimbangkan diversifikasi.

“Walaupun Bitcoin sedang menjadi pusat perhatian, menempatkan seluruh dana di satu aset merupakan bentuk pengambilan risiko yang sangat besar. Investor yang cerdas akan menggabungkan aset berisiko dengan instrumen yang lebih aman untuk menjaga keseimbangan portofolio,” kata Antony.

Menurut pandangannya, masa sebelum pengumuman keputusan suku bunga The Fed akan menjadi ujian terhadap kematangan para investor.

Mereka yang mampu membedakan sinyal dari kebisingan pasar akan mampu membuat keputusan yang tepat. Yang terjebak dalam FOMO (fear of missing out) justru berisiko membeli pada saat puncak,” katanya.

6 Kesempatan Terbaik untuk Membeli Bitcoin dan Potensi di Masa Depan Indodax Angkat Bicara Mengenai Usulan Bitcoin Sebagai Aset Cadangan Negara Bitcoin Diperkirakan Mampu Naik Dua Kali Lipat Berkat Dua Indikator Ini

Program Akuntansi Widyatama Gelar PKM dengan Pelatihan Keuangan

Program Akuntansi Widyatama Gelar PKM dengan Pelatihan Keuangan

PR Jabar –Universitas Widyatama melalui Program Studi S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) menyelenggarakan kegiatan Pengabdian Kemitraan Masyarakat (PKM) sesuai dengan prinsip Tridarma Perguruan Tinggi. Kegiatan yang berlangsung pada semester genap tahun 2024-2025 dilaksanakan di Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut.

Pelatihan diadakan di Pasar Wanaraja, Kabupaten Garut, pada hari Jumat 15 Agustus 2025 lalu di sebuah kios pedagang eceran Doa Umi.

Berdasarkan penjelasan Ketua PKM Prodi S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Widyatama, Yogo Heru Prayitno, kegiatan pendampingan bertujuan untuk memberikan solusi nyata bagi Pedagang Eceran Doa Ummi.

“Kegiatan pendampingan ini diadakan guna memberikan solusi bagi pelaku UMKM dalam menyusun akuntansi keuangan yang sederhana,” ujar Ketua PKM S1 Akuntansi FEB Universitas Widyatama, Yogo Heru Prayitno, pada Rabu 19 Agustus 2025.

Yogo menambahkan, pendampingan berdasarkan Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat ini fokus pada tantangan yang dihadapi UMKM dalam mengelola keuangan.

“Di toko RS yang berada di Blok A No. 13 Pasar Wanaraja, Garut, merupakan salah satu pelaku usaha kecil yang menyediakan kebutuhan pokok masyarakat dengan sistem penjualan eceran. Meskipun memiliki peluang pasar yang cukup besar karena berada di lingkungan pasar tradisional yang ramai, mitra masih menghadapi beberapa tantangan utama dalam mengelola bisnisnya,” jelas Yogo.

Beberapa kendala yang dialami, antara lain kurangnya sistem pengelolaan keuangan yang teratur, sehingga Pemilik Toko RS masih melakukan pencatatan keuangan secara manual dan terbatas.

“Bahkan beberapa transaksi tidak dicatat sama sekali. Hal ini menyebabkan ketidakjelasan dalam mengetahui besarnya keuntungan, persediaan barang, dan pengeluaran harian,” ujar Yogo.

Secara terpisah, salah satu anggota PKM S1 Akuntansi FEB Universitas Widyatama, Mirna Dianita mengungkapkan, akibat ketidaktahuan dalam menghitung biaya pokok penjualan (HPP)

Rekan belum memahami cara menghitung biaya produksi atau penjualan dengan benar.

“Ini membuat pelaku UMKM sering mengalami kerugian, sehingga harga jual produk terkadang ditentukan melalui perkiraan atau mengikuti harga pasar tanpa memperhitungkan biaya operasional dan margin keuntungan yang wajar,” ujar Mirna Dianita.

Mirna juga memperhatikan bahwa mitra pedagang UMKM belum memanfaatkan teknologi yang ada secara optimal.

Kurangnya pemanfaatan teknologi digital dalam pemasaran Toko RS, karena belum memanfaatkan media digital untuk mempromosikan produknya. Seluruh kegiatan pemasaran masih mengandalkan penjualan langsung (offline), sehingga cakupan pasar terbatas dan tidak memaksimalkan peluang dari konsumen di luar wilayah tersebut,” jelas Mirna.

Berkaitan dengan rendahnya tingkat literasi keuangan dan digital, pemilik usaha masih kurang memahami betapa pentingnya pengelolaan keuangan yang baik serta strategi pemasaran digital, yang menjadi kendala dalam mengembangkan bisnis secara berkelanjutan.

“Masalah-masalah tersebut berpotensi menghambat perkembangan bisnis dan kelangsungan Toko RS dalam jangka panjang. Oleh karena itu, diperlukan bantuan berupa pelatihan dan pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan serta kondisi mitra,” ujar Yogo.

Untuk memastikan program berjalan secara optimal, diperlukan perencanaan yang dilakukan oleh Tim PKM S1 Akuntansi FEB Universitas Widyatama, sehingga kegiatan dapat dilaksanakan dengan tepat sasaran dan sesuai target serta jadwal yang ditentukan.

“Tim PKM S1 Akuntansi FEB sudah menyusun proposal program PKM jauh sebelum tiba di Pasar Wanaraja Garut, serta memperhatikan pentingnya mengadakan program PKM karena latar belakang mitra dan situasi yang dialami mitra,” ujar Yogo.

Tim PKM S1 Akuntansi FEB juga melakukan analisis terhadap proses bisnis mitra, menyusun jadwal pelaksanaan kegiatan, serta menyiapkan alat dan perlengkapan yang diperlukan dalam pelaksanaan PKM, serta mempersiapkan tim pelaksana kegiatan PKM sebelum tiba di Pasar Wanaraja.

Pendampingan dilakukan dengan metode yang menyesuaikan kondisi UMKM Mitra, yang diamati melalui perhitungan harga pokok produksi serta pemasaran produk berbasis digital yang telah dilakukan sebelum, selama, dan setelah proses ekonomi terjadi.

Tim telah mengidentifikasi dan merumuskan masalah yang terjadi pada UMKM Mitra. Kegiatan keuangan yang berkaitan dengan: bahan baku, tenaga kerja, serta biaya pabrik. Selain itu, penentuan metode pemasaran produk secara online, “jelasnya.”

Dalam kegiatan PKM, tim selanjutnya melakukan penilaian terhadap hasil pengamatan, wawancara, dan data yang dikumpulkan, kemudian membandingkannya dengan teori-teori yang diperoleh dari literatur mengenai perhitungan biaya produksi dan pemasaran digital, serta menarik kesimpulan tentang kelemahan setelah melalui tahap identifikasi dan menerapkan penyusunan anggaran biaya produksi serta pemasaran berbasis digital pada UMKM Mitra.

Teknik perhitungan biaya produksi

Langkah pertama, menentukan biaya bahan baku yang digunakan secara langsung. Langkah kedua, menentukan biaya tenaga kerja yang terlibat secara langsung. Langkah ketiga, menentukan biaya pengeluaran pabrik dan langkah keempat, menghitung biaya produksi. Langkah kelima, menentukan strategi pemasaran melalui digital, ujarnya.

Pada kegiatan ini, PKM S1 Akuntansi FEB Universitas Widyatama bekerja sama dengan pihak Bank Mandiri Cabang Garut yang diwakili oleh Bapak Dhika Pradana.

Kehadiran Bank Mandiri dalam kegiatan PKM bertujuan untuk membantu mitra yang membutuhkan bantuan terkait dana talang bagi UMKM. Pihak Bank Mandiri juga menyampaikan bahwa Bank Mandiri siap memberikan dukungan penuh kepada pelaku usaha, khususnya UMKM yang menjadi binaan, dalam bentuk akses permodalan yang lebih mudah dan cepat, kata Yogo.

Saat melaksanakan kegiatan pendampingan kepada masyarakat, Tim S1 Akuntansi FEB Universitas Widyatama dipimpin oleh Ketua Pelaksana Yogo Heru Prayitno, yang terdiri dari anggota Mirna Dianita, Rina Tresnawati, Niki Hadian, Yoga Tantular Rahman, dan Kartika Wulandari.

OJK Pertimbangkan Perbankan Universal untuk Kuatkan Jasa Keuangan

OJK Pertimbangkan Perbankan Universal untuk Kuatkan Jasa Keuangan

10drama.com, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sedang meninjau aturan mengenai penerapanuniversal bankingModel perbankan ini diharapkan mampu memperkuat sektor jasa keuangan negara.

Sebagai informasi, universal bankingadalah konsep perbankan di mana sebuah lembaga keuangan mampu menyediakan berbagai jenis layanan secara bersamaan. Layanan ini mencakup perbankan komersial seperti tabungan, rekening giro, dan pinjaman, hingga perbankan investasi, asuransi, serta fasilitas pasar modal.

“Itu (universal banking) sebenarnya merupakan upaya kita dalam konteks melihat peluang perbankan juga dapat terlibat dalam aktivitas sektor keuangan lainnya. Apakah pasar modal, aktivitas investasi, dan sebagainya. Itu intinya,” kata Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, setelah menghadiri acara Kampanye Nasional Lawan Penipuan dan Kegiatan Keuangan Ilegal yang diselenggarakan OJK bersama Aftech di Hotel Raffles, Jakarta, Selasa (19/8/2025).

Mahendra mengatakan, hingga saat ini konsepuniversal bankingmasih tidak dapat diterapkan akibat keterbatasan aturan yang berlaku. Oleh karena itu, OJK terus melakukan penelitian lebih lanjut.

“Kita memang belum membuka peluang untuk hal tersebut, justru sedang mengevaluasi lebih mendalam bagaimana peluang itu,” katanya.

Dari segi regulasi, baik UU Perbankan maupun aturan yang dikeluarkan oleh OJK dan Bank Indonesia (BI), mengatur batasan aktivitas bank hanya pada sektor usaha tertentu. Selain itu, layanan yang tidak termasuk dalam perbankan harus dilakukan melalui entitas terpisah.

Narasi universal bankingDahulu disampaikan oleh Mahendra dalam acara Seremoni Pembukaan Perdagangan dalam rangka 48 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia pada Senin (11/8/2025). Ia menyebut, tindakan tersebut dapat menjadi dorongan tambahan bagi perkembangan ekonomi nasional.

Harga Kripto Hari Ini: Analisis Bitcoin dan Ethereum 2025, Naik atau Turun?

Harga Kripto Hari Ini: Analisis Bitcoin dan Ethereum 2025, Naik atau Turun?

JABEJABE.CO –Bitcoin kembali mencatatkan rekor terbaru di atas tingkat$123.000pada Juli 2025. Gerakan ini mencerminkan kekuatan permintaan dari investor institusi maupun retail. Kenaikan harga memicu peningkatan aktivitas derivatif, dengan ratusan juta dolar dana yang dicairkan tercatat di pasar berjangka.

Pedagang profesional menganggap bahwa setiap koreksi kecil segera diambil alih oleh pembeli. Seorang analis blockchain di platform X (Twitter),David Lawant, menegaskan:

Pembeli segera membanjiri penjual setelah penurunan kecil, menunjukkan permintaan yang kuat.

Pernyataan ini menegaskan bahwa struktur pasar Bitcoin tetap dalam kondisi optimis, meskipun fluktuasi jangka pendek tidak dapat dihindari.

Apakah Ethereum Sedang Memasuki Tahap Penentuan Harga?

Ethereum menembus level $4.800pada 22 Agustus 2025, melampaui rekor yang tercatat pada tahun 2021. Tahap ini dikenal oleh para pedagang sebagaiprice discoverykarena pasar menentukan harga baru tanpa mengacu pada masa lalu.

Seorang ahli DeFi di platform X mengatakan:

Inilah yang disebut para pedagang sebagai penemuan harga — pasar mencetak rekor tertinggi baru.

Tren ini menunjukkan kemungkinan bahwa Ethereum akan terus mengalami kenaikan, khususnya dengan semakin meningkatnya penggunaan aplikasi keuangan yang terdesentralisasi serta perkembangan tren tokenisasi aset.

Bagaimana Sentimen Trader Crypto?

Meskipun pasar terlihat penuh semangat, data menunjukkan perubahan dalam sentimen. Beberapa pedagang besar beralih ke posisi netral hingga bearish setelah kenaikan yang tajam. Hal ini terlihat dari komentar salah satu akun analis kripto terkenal di X:

Para pedagang kripto terkemuka berubah menjadi pesimis terhadap BTC dan ETH dalam perubahan sikap yang signifikan.

Perubahan ini menjadi tanda peringatan. Investor harus memahami bahwa peningkatan tren sering diikuti oleh fase koreksi yang wajar sebelum melanjutkan penguatan.

Perkiraan Harga: Apakah Peningkatan Harga Akan Berlangsung?

Secara mendasar, Bitcoin didorong oleh faktor-faktor berikut:

  • Liquidity pasar meningkat setelah peristiwa halving.

  • Institusional flow makin besar.

  • Kisah “emas digital” semakin kuat seiring dengan ketidakpastian ekonomi dunia.

Sementara Ethereum mendapatkan dorongan dari:

  • Peningkatan jaringan Layer-2.

  • Adopsi tokenisasi aset riil.

  • Dominasi di sektor DeFi.

Namun, para analis independen mengingatkan bahwa risiko penurunan harga masih ada. Seorang ekonom kripto menulis di X:

Sulit untuk tidak optimis terhadap bitcoin… tetapi risiko penurunan atau koreksi jangka pendek masih ada.

Bagaimana Strategi Investor?

Harga koin digital pada hari ini menunjukkan kekuatan yang signifikan, namun potensi penurunan tetap menjadi ancaman. Bitcoin dan Ethereum masih menjadi dua aset utama yang memengaruhi pergerakan pasar.

Bagi para investor jangka panjang, tren makro tetap menunjukkan kondisi yang positif. Namun, strategi terbaik adalah menjaga disiplin dalam pengelolaan risiko dan tidak terbawa oleh euforia.

Penyaluran Kredit UMKM Tidak Optimal, Bank Ungkap Penyebabnya

Penyaluran Kredit UMKM Tidak Optimal, Bank Ungkap Penyebabnya

Lintaskriminal.co.id -.CO.ID – JAKARTA.Pada semester-II tahun 2025, penyaluran kredit perbankan kepada sektor UMKM masih belum menunjukkan perkembangan yang signifikan. Data terbaru hingga Juli 2025 mengungkapkan bahwa pertumbuhan kredit UMKM menjadi yang paling rendah di tahun ini.

Berdasarkan data analisis uang beredar Bank Indonesia (BI), penyaluran kredit untuk UMKM pada Juli 2025 hanya meningkat sebesar 1,6% secara tahunan (YoY), semakin menurun, setelah sebelumnya tumbuh sebesar 2,0% YoY.

Berdasarkan total nilai penyalurannya, hingga Juli 2025, penyaluran kredit UMKM secara keseluruhan mencapai Rp 1.397,4 triliun. Angka ini sedikit mengalami penurunan sebesar 0,5% dibandingkan pencapaian Juni 2025 yang berada di angka 1.404,0 triliun.

Jika dilihat lebih jauh ke belakang, pertumbuhan kredit UMKM pada Juli 2025 ini juga sangat jauh dari tingkat pertumbuhan tahun sebelumnya. Pada Juli 2024, penyaluran kredit UMKM meningkat sebesar 5,1% secara tahunan.

Terkait hal tersebut, Direktur Utama PT Bank CIMB Niaga Tbk Lani Darmawan mengungkapkan bahwa penurunan pertumbuhan kredit usaha mikro, kecil, dan menengah lebih terlihat di kawasan kota-kota besar. Hal ini disebabkan oleh belum pulihnya daya beli masyarakat.

“Kami melihat pertumbuhan tetap positif di kota-kota tingkat dua yang lebih kecil. Di kota besar utama, pertumbuhannya terlihat melambat, karena daya beli masyarakat masih mengalami tekanan,” kata Lani saat dihubungi Lintaskriminal.co.id, Jumat (12/9/2025).

Meskipun demikian, Lani menekankan bahwa penyaluran kredit dalam sektor UMKM tetap menjadi salah satu prioritas utama Bank, yang tercatat pada Juli 2025 kredit UMKM di CIMB Niaga mengalami pertumbuhan sebesar 7% secara tahunan (YoY).

Direktur Finance & Business Planning PT Bank Sahabat Sampoerna Henky Suryaputra menyampaikan bahwa kredit UMKM di Bank Sampoerna pada bulan Juli 2025 menunjukkan pertumbuhan yang belum mencolok, mirip dengan data industri.

“Kredit UMKM di Bank Sampoerna hingga Juli 2025 memang menunjukkan gambaran yang tidak terlalu berbeda dengan data industri. Tantangan yang dialami UMKM membuat kami lebih fokus pada menjaga kualitas pinjaman daripada mendorong pertumbuhan,” ujar Henky.

Meskipun demikian, ia menyatakan bahwa sesuai dengan visi Bank, UMKM tetap menjadi prioritas utama dalam pelayanan Bank Sampoerna. Diketahui, hingga Juni 2025, kredit yang diberikan kepada sektor UMKM mencapai 64% dari total kredit Bank Sampoerna.

Sementara itu, PT Bank Pembangunan Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta atau Bank BPD DIY menyampaikan bahwa hingga saat ini, Perusahaan sangat mengandalkan sektor UMKM. Oleh karena itu, Direktur Pemasaran dan Usaha Syariah BPD DIY Raden Agus Trimurjanto menyatakan bahwa pihaknya tetap optimis.

Sampai Agustus 2025, jumlah kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang belum lunas dari Bank BPD DIY mencapai Rp 2,055 triliun. Angka ini naik sebesar 12% dibandingkan posisi pada Agustus tahun sebelumnya yang berada di angka Rp 1,825 triliun.

“Bank BPD DIY sangat mengandalkan sektor UMKM, yang saat ini telah mencapai 63% dari komposisi kredit produktif. Tentu saja kami percaya diri karena DIY memiliki sedikit potensi kredit korporasi/industri, sehingga kami terus berkomitmen untuk mengembangkan UMKM,” ujar Agus.

Saat ini Hera F. Haryn, EVP Corporate Communication & Social Responsibility PT Bank Central Asia Tbk, menyatakan bahwa kinerja sektor perbankan akan sesuai dengan kondisi perekonomian. Namun, ia menekankan bahwa BCA akan terus memberikan kredit kepada berbagai bidang, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah.

Penyaluran kredit BCA kepada sektor UMKM naik 12,6% secara tahunan menjadi Rp 136 triliun pada Juni 2025. Untuk meningkatkan kredit di sektor UMKM, BCA menerapkan berbagai strategi, seperti menawarkan bunga khusus bagi pelaku usaha dalam segmen UMKM.

“BCA berkomitmen untuk memaksimalkan berbagai saluran penyaluran pembiayaan, digitalisasi, serta pemanfaatan rantai pasok pembeli atau mitra secara hati-hati,” ujar Hera.

Ekonom Universitas Paramadina Wijayanto Samirin menyampaikan bahwa masalah utama dalam penyaluran kredit UMKM yang belum menunjukkan pertumbuhan signifikan adalah karena kondisi ekonomi yang masih mengalami tekanan, terlihat dari daya beli masyarakat yang tidak kunjung meningkat.

Selain itu, hingga saat ini masih banyak pelaku usaha UMKM yang beroperasi secara tidak resmi. Hal ini membuat mereka sulit mendapatkan akses kredit dari bank.

“Saya pikir akan tetap berkembang perlahan dan cenderung tidak berubah. Solusinya adalah meningkatkan sisi permintaan,” tegasnya.

Untuk semakin mendukung pertumbuhan kredit UMKM, Wijayanto menyatakan terdapat berbagai solusi yang bisa diambil. Terutama adalah meningkatkan permintaan, misalnya dengan cara berikut, pertama yaitu melalui pemberian insentif ekonomi oleh pemerintah pada kuartal-IV mendatang. Kedua, mempermudah proses formalisasi UMKM.

Ketiga, perangi pungutan liar dan tindakan preman di kalangan UMKM. Selanjutnya berikan kredit dengan bunga yang didukung subsidi bagi pelaku usaha UMKM. Dan yang terakhir, pentingnya mendorong kerja sama antara Kopdes Merah Putih dengan UMKM, agar kehadiran Kopdes Merah Putih ini tidak mengancam para pelaku usaha UMKM yang sudah ada.

Pajak Rokok Lebih Besar dari Otomotif

Pajak Rokok Lebih Besar dari Otomotif

10drama.com –, JAKARTA — Meskipun mengalami penurunan kinerja, sektor pengolahan tembakau (IPT) memberikan kontribusi pendapatan pajak yang cukup besar terhadap keuangan negara.

Data Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menunjukkan bahwa hingga semester 1/2025, sektor pengolahan tembakau memberikan kontribusi pendapatan pajak sebesar Rp24,2 triliun, meningkat 5% dibandingkan semester 1/2024 yang tercatat sebesar Rp22,9 triliun.

Kinerja penerimaan dari sektor pengolahan tembakau jauh lebih besar dibandingkan penerimaan pajak dari industri otomotif, khususnya kendaraan bermotor empat roda yang hanya mencapai Rp14 triliun.

Penerimaan pajak dari sektor rokok sedikit lebih rendah dibandingkan industri pengolahan kelapa sawit yang mencapai Rp29,4 triliun serta industri pengilangan minyak bumi sebesar Rp27,3 triliun.

Meskipun demikian, bila memasukkan pendapatan dari cukai hasil tembakau (CHT), pendapatan dari industri rokok berkontribusi kepada kas negara sekitar Rp130 triliun.

Sementara penerimaan pajak pada semester 1/2025 lalu hanya meningkat sebesar 6,9% akibat fenomenadowntradingdan tidak ada kenaikan biaya pada tahun ini.

Bisnistelah berusaha memverifikasi mengenai prospek penerimaan pajak tahun ini kepada Bea Cukai. Namun hingga berita ini dipublikasikan, pihak Bea Cukai belum merespons pertanyaan dariBisnis

Prospek Emiten Rokok 

Sementara itu, perusahaan rokok menghadapi tekanan dari peredaran rokok ilegal yang secara perlahan mulai mendominasi pasar. Dalam kondisi ini, beberapa perusahaan dikatakan masih mampu bertahan meski memerlukan tindakan cepat untuk mengurangi dampak situasi pasar.

Arinda Izzaty, Analis Tingkat Pemula PT Pilarmas Investindo Sekuritas memberikan contoh beberapa perusahaan seperti PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP) dan PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) yang mengalami penurunan dalam situasi ini.

Prospek saham perusahaan rokok seperti HMSP dan GGRM saat ini menghadapi tekanan besar akibat meningkatnya peredaran rokok ilegal yang diperkirakan menguasai 46% pasar pada 2024. Hal ini menyebabkan penurunan pendapatan di semester I/2025 karena menurunnya jumlah penjualan rokok legal serta persaingan harga yang semakin ketat,” ujar Arinda kepada Bisnis, Senin (4/8/2025).

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan pada semester I/2025, HMSP mencatatkan penurunan penjualan bersih sebesar 4,57% secara tahunan (YoY) menjadi Rp55,17 triliun. Sementara itu, GGRM mengalami penurunan pendapatan sebesar 11,30% YoY menjadi Rp44,37 triliun.

Arinda menganggap tantangan peredaran rokok ilegal ini bersifat struktural karena tidak hanya merugikan perusahaan dari segi pendapatan, tetapi juga mengganggu lingkungan industri serta memberatkan penerimaan pajak negara, yang pada akhirnya bisa memicu tekanan regulasi tambahan.

Pada situasi ini, lanjutnya, para investor memandang sektor rokok sebagai sektor yang bersifat defensif namun stagnan, terutama akibat kenaikan pajak cukai yang terus-menerus dan daya beli yang rendah di kalangan konsumen menengah-bawah.

Namun, Arinda melihat sejumlah perusahaan masih menunjukkan ketahanan yang cukup baik, misalnya HMSP yang didukung oleh Philip Morris dalam hal efisiensi dan inovasi, serta produk yang ditujukan pada kalangan menengah atas.

Contoh lainnya, PT Wismilak Inti Makmur Tbk. (WIIM) lebih gesit dan fleksibel dalam segmen pasar rokok kretek tangan (SKT) yang memiliki struktur biaya yang lebih ringan.

“GGRM, di sisi lain, menghadapi tantangan tambahan akibat ketergantungan terhadap pasar lokal serta proyek-proyek non-inti seperti bandara Kediri yang memerlukan banyak dana,” katanya.

Pendapatan GGRM

Selain itu, pada semester I/2025, pendapatan GGRM sebesar 98,74% berasal dari penjualan dalam negeri, yaitu mencapai Rp43,81 triliun atau mengalami penurunan 11,05% dibanding tahun sebelumnya. Sementara itu, penjualan untuk ekspor yang hanya menyumbang 1,26% juga mengalami penurunan 27,35% YoY menjadi Rp557,18 miliar.

Arinda menambahkan, di masa depan kinerja perusahaan di sektor rokok sangat tergantung pada seberapa efektif pemerintah dalam mengatasi rokok ilegal, arahan kebijakan pajak, serta kemampuan perusahaan untuk menjaga volume dan margin dengan melalui efisiensi serta inovasi produk.

“Atau, mungkin perusahaan rokok juga bisa melakukan inovasi atau mengurangi dampak di sektor ini. Beberapa perusahaan yang kita amati mulai beralih ke rokok elektrik sebagai upaya diversifikasi usaha. Oleh karena itu, hal ini memaksa perusahaan rokok untuk ikut serta dalam perkembangan zaman,” tutupnya.

BPS: Harga Beras Melonjak di 205 Wilayah, Paling Mahal Rp54.772 per Kg

BPS: Harga Beras Melonjak di 205 Wilayah, Paling Mahal Rp54.772 per Kg

10drama.com –, JAKARTA — Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkanharga berasmengalami peningkatan di 205 kabupaten/kota pada minggu ketiga Juli 2025.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan,harga beras terus mengalami peningkatan sepanjang bulan Juli 2025. Di minggu pertama Juli 2025, terdapat 148 kabupaten/kota yang mengalami kenaikan harga beras. Jumlah ini meningkat menjadi 178 kabupaten/kota pada minggu kedua Juli 2025.

“Beras juga menjadi perhatian kita, sudah ada 205 kabupaten/kota yang mengalami kenaikan harga. Rata-rata harga dari berbagai kualitas, baik medium maupun premium hingga minggu ketiga Juli 2025,” ujar Amaliapada Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah 2025 di Gedung Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Selasa (22/7/2025).

Amalia mengatakan, rata-rata harga beras di zona 1, baik jenis sedang maupun premium, meningkat sebesar 1,95% dibandingkan dengan Juni 2025 menjadi Rp14.488 per kilogram.Meskipun demikian, Amalia menjelaskan bahwa secara nasional, rata-rata harga beras di zona 1 pada minggu ketiga Juli 2025 berada dalam kisaran harga eceran tertinggi (HET).

Untuk diketahui, wilayah yang masuk ke dalam zona 1 terdiri atas Jawa, Lampung, Sumatra Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi. Berdasarkan data BPS pada 18 Juli 2025, harga rata-rata beras tertinggi di zona 1 mencapai Rp17.854 per kilogram di Kabupaten Wakatobi.

Beralih ke zona 2, BPS mencatat secara nasional, harga rata-rata beras pada pekan ketiga Juli 2025 melampaui HET. Tercatat, harganya naik 1,14% dibanding Juni 2025. Adapun, rata-rata harganya dibanderol Rp15.467 per kilogram.

Zona wilayah 2 mencakup Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Bengkulu, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Kepulauan Bangka Belitung, Nusa Tenggara Timur, serta Kalimantan.

Amalia menuturkan bahwa harga beras tertinggi di zona 2 terjadi di Kabupaten Mahakam Ulu, yakni tembus Rp19.159 per kilogram.

Mengikuti, Kabupaten Kepulauan Meranti memiliki harga beras sebesar Rp18.000 per kilogram, sedangkan harga tertinggi di wilayah ini terjadi di Kabupaten Kutai Barat dengan angka Rp17.972 per kilogram.

Amalia menekankan bahwa kenaikan harga beras tertinggi terjadi di zona 3, dengan rata-rata harga mencapai Rp19.850 per kilogram. Bahkan, pada minggu ketiga Juli 2025, harga beras di zona 3 mengalami peningkatan sebesar 0,26% dibandingkan bulan Juni 2025.Ketahui bahwa zona 3 mencakup Maluku—Papua.

“Yang harus mendapat perhatian khusus adalah harga beras di zona 3, di mana rata-rata harga dari semua kualitas sedang dan premium hingga minggu ketiga Juli 2025 di zona tersebut sudah cukup jauh melampaui kisaran harga eceran tertinggi,” katanya.

BPS mencatat harga beras tertinggi di wilayah 3 terjadi di Kabupaten Intan Jaya dengan angka Rp54.772 per kilogram. Kenaikan harga juga terjadi di Kabupaten Puncak sebesar Rp45.000 per kilogram dan Kabupaten Pegunungan Bintang mencapai Rp40.000 per kilogram.

Daftar Wilayah yang Memiliki Harga Beras Paling Mahal

Berikut wilayah yang memiliki harga beras paling mahal sesuai dengan zonasi:

Zona 1

1. Harga kabupaten Wakatobi sebesar Rp17.854 per kilogram

2. Kabupaten Buton Utara Rp17.603per kilogram

3. Kabupaten Kep Siau Tagulandang Biaro Rp17.493per kilogram

4. Kabupaten Pasangkayu Rp17.372 per kilogram

5. Kabupaten Kepulauan Talaud sebesar Rp17.173per kilogram

6. Kabupaten Bolaang Mongondow Timur sebesar Rp16.678per kilogram

7. Kabupaten Enrekang Rp16.519 per kilogram

8. Kabupaten Sangihe Kepulauan Rp16.492per kilogram

9. Kabupaten Buton Selatan Rp16.415per kilogram

10. Kota Palu Rp16.386 per kilogram

Zona 2

1. Kabupaten Mahakam Ulu Rp19.159per kilogram

2. Kabupaten Kepulauan Meranti sebesar Rp18.000per kilogram

3. Kabupaten Kutai Barat Rp17.972per kilogram

4. Kabupaten Tapanuli Tengah sebesar Rp17.793per kilogram

5. Kabupaten Kuantan Singingi Rp17.493per kilogram

6. Kabupaten Rokan Hulu Rp17.267per kilogram

7. Kabupaten Kepulauan Anambas Rp17.204per kilogram

8. Kabupaten Kapuas Hulu Rp17.174per kilogram

9. Kota Sawahlunto Rp17.114 per kilogram

10. Kabupaten Tana Tidung Rp17.107per kilogram

Zona 3

1. Kabupaten Intan Jaya Rp54.772per kilogram

2. Kabupaten Puncak Rp45.000 per kilogram

3. Kabupaten Pegunungan Bintang sebesar Rp40.000per kilogram

4. Kabupaten Tolikara Rp30.619 per kilogram

5. Kabupaten Lanny Jaya sebesar Rp30.000per kilogram

6. Kabupaten Puncak Jaya sebesar Rp29.580per kilogram

7. Kabupaten Mamberamo Tengah sebesar Rp28.500per kilogram

8. Kabupaten Yalimo Rp26.926 per kilogram

9. Kabupaten Jayawijaya Rp25.981 per kilogram

10. Kabupaten Nduga Rp25.000 per kilogram

Turunnya Harga Gandum Jadi Dampak Positif untuk Perusahaan Makanan dan Minuman

Turunnya Harga Gandum Jadi Dampak Positif untuk Perusahaan Makanan dan Minuman

10drama.com -.CO.ID – JAKARTA.Penurunan harga gandum dunia sebesar 6,1%, dari US$ 574,36 pada 18 Juni menjadi US$ 539,38 pada 18 Juli, dianggap sebagai faktor pendorong utama positif bagi perusahaan di sektor makanan dan minuman (F&B), khususnya bagi perusahaan yang sangat bergantung pada impor gandum sebagai bahan baku produksi.

Analis Penelitian PT Henan Putihrai Sekuritas, Irsyady Hanief menganggap bahwa penurunan harga gandum dapat membantu kinerja perusahaan seperti PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF). Hal ini karena tren penurunan tersebut berpeluang menekan biaya produksi dan memperluas margin laba kotor, terutama jika harga jual produk tetap stabil.

“Emiten yang memiliki kapasitas produksi besar dan kekuatan tawar tinggi terhadap distributor memiliki kemampuan untuk mempertahankan profitabilitas meskipun dalam kondisi penurunan permintaan pasar,” ujar Irsyady kepada 10drama.com, Jumat (18/7).

Irsyady mengatakan bahwa Indofood memperoleh keuntungan dari penurunan harga gandum di pasar global, karena seluruh kebutuhan gandum perusahaan berasal dari impor. Dengan demikian, menurunnya biaya bahan baku berpeluang meningkatkan margin keuntungan perusahaan.

Manajemen juga mengumumkan alokasi anggaran modal tahun 2025 sebesar Rp 8,5 triliun, dengan Rp 5,5 triliun dialokasikan untuk meningkatkan kapasitas produksi, termasuk pembangunan pabrik mi instan baru yang direncanakan mulai beroperasi pada semester kedua 2025.

Sisa dana belanja akan dialokasikan untuk pembelian dua kapal baru oleh unit Bogasari serta pengembangan infrastruktur dan kegiatan replanting lainnya.

“Dengan portofolio produk kebutuhan pokok dan cakupan yang luas di pasar lokal maupun internasional (Afrika, Timur Tengah, Amerika), INDF tetap bersifat defensif dalam menghadapi tekanan daya beli,” lanjut Irsyady.

Namun, Irsyady mengatakan tekanan terhadap daya beli masyarakat tetap menjadi tantangan utama bagi sektor konsumsi.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk kelas menengah atas mengalami penurunan dari 57,33 juta orang pada tahun 2019 menjadi 47,85 juta jiwa pada tahun 2024. Selain itu, inflasi bahan makanan tetap tinggi sebesar +1,99% YoY hingga bulan Juni 2025, yang memicu tren pergeseran konsumen menuju produk-produk yang lebih terjangkau.

Kepala Indofood, Franciscus Welirang, menyampaikan bahwa kinerja INDF tetap terjaga meskipun harga gandum mengalami penurunan dalam beberapa bulan terakhir. Ia menjelaskan bahwa stabilitas ini didukung oleh persediaan bahan baku yang cukup serta penyesuaian terhadap harga gandum di pasar global.

Bahkan, Franky yang merupakan panggilan akrab Franciscus Welirang memprediksi kinerja INDF tetap akan terjaga hingga akhir tahun. “Melihat posisi data yang ada saat ini, tampaknya (kinerja) akan stabil,” kata Franky kepada 10drama.com, Jumat (18/7).

Mengutip laporan keuangan per 31 Maret 2025, laba tahun berjalan yang bisa dikaitkan dengan INDF mencapai Rp 2,72 triliun. Peningkatan ini sebesar 11,20% dibanding tahun sebelumnya atauYear on Year(YoY) sebesar Rp 2,44 triliun.

Dari sisi top line, penjualan bersih INDF juga naik sebesar 2,48% secara tahunan menjadi Rp 31,55 triliun pada kuartal I-2025. Di periode yang sama pada 2024, penjualan bersih INDF mencapai Rp 30,79 triliun.

Irysady merekomendasikan buy on weaknessuntuk INDF di kisaran harga Rp 8.100–Rp 8.150, dengan target harga Rp 8.475–Rp 8.500 dan stop loss pada Rp 7.925–Rp 7.950.

Copyright © 2026 10drama.com