Kehadiran Motor Listrik Polytron, Menggantikan Fox-S

Kehadiran Motor Listrik Polytron, Menggantikan Fox-S

JAKARTA, 10drama.com –Polytron mengumumkan rencana untuk merilis motor listrik khusus perempuan yang pertama kalinya.

Keberadaan produk ini menjadi titik penting dalam perjalanan Polytron Electric Vehicle (EV).

Mesin listrik terbaru ini akan melanjutkan kisah seri Fox-Electric yang sebelumnya memperkenalkan model Fox-S, Fox-R, dan Fox-500.

Dalam pernyataan resmi, Polytron akan menekankan penyesuaian sesuai kebutuhan wanita, mulai dari desain, fitur, hingga gaya berkendara.

Berdasarkan informasi terbaru, motor listrik ini akan segera diluncurkan pada tanggal 22 Agustus 2025.

Di sisi lain, salah satu lini produk, Polytron Fox-S, akan segera dihentikan produksinya.

Kepala Grup Produk Kendaraan Listrik Polytron, Ilman Fachrian Fadly, mengonfirmasi berita tersebut. “(Fox-S) sudah habis. Tinggal sedikit di beberapashowroomkami, di beberapa dealer. Sudah cukup hanya itu yang tersedia di sana. Seperti di KS Tubun sudah tidak ada lagi. Jadi tinggal menyelesaikan stok,” kata Ilman saat diwawancarai di Jakarta (15/8/2025).

Fox-S sendiri terkenal sebagai versi yang terjangkau dari keluarga Fox, dilengkapi baterai sebesar 1,94 kWh dengan jangkauan sekitar 70 km, serta kinerja yang cukup baik dengan kecepatan maksimal hingga 80 km/jam.

Polytron Fox-S merupakan salah satu produk yang mendapat bantuan dana dari perusahaan.

Meskipun demikian, di halaman resmi Polytron, model ini sudah tidak terlihat lagi.

Terakhir kali, kendaraan ini dijual dengan kisaran harga sekitar Rp 11,6 juta.

Munculnya motor listrik khusus perempuan, diperkirakan model ini akan menggantikan Fox-S yang selama ini menjadi pengisi segmen tersebut.entry level.

Kelebihan dan Kekurangan Soundcore P41i: Earbuds dengan Power Bank

Kelebihan dan Kekurangan Soundcore P41i: Earbuds dengan Power Bank

LINGGA 10drama.com– Pasar earbuds True Wireless Stereo (TWS) semakin sibuk dengan berbagai inovasi menarik. Salah satu yang muncul adalah Soundcore P41i, earbuds dari Anker yang tidak hanya berfungsi sebagai alat audio, tetapi juga sebagai power bank dan stand ponsel. Fitur ini membuatnya berbeda dari kebanyakan TWS yang ada di pasaran.

Desain dan Fitur Case

Kasus Soundcore P41i menjadi daya tarik utama. Dengan baterai sebesar 3.000 mAh, casing ini dapat digunakan untuk mengisi ulang ponsel dengan kekuatan hingga 10W. Menurut uji coba, casing ini mampu menambah daya sekitar 50% pada iPhone 16 Pro atau 45% pada Samsung Galaxy S24.

Selain itu, casing dilengkapi dengan port USB-C dan adaptor Lightning, sehingga memudahkan penggunaan pada berbagai jenis perangkat. Selain itu, casing dapat dilipat menjadi stand ponsel, membuat pengalaman menonton video menjadi lebih nyaman.

Kekurangannya, ukuran kotak ini memang cukup besar dan terasa berat jika dibandingkan TWS umumnya.

Spesifikasi Utama

  • Driver Audio: 11 mm menggunakan teknologi BassUp
  • Keterhubungan: Bluetooth 5.3 yang mendukung penghubungan multipoint
  • Baterai Earbuds: hingga 12 jam (tanpa ANC), 10 jam (dengan ANC)
  • Mencapai 192 jam penggunaan dengan Case:
  • Pengisian Cepat: 10 menit isi = 5 jam penggunaan
  • Mikrofon: 6 mikrofon dengan ANC Adaptif
  • Peringkat Tahan Air: IPX5 (tahan terhadap air dan keringat yang mengenai)

Kualitas Suara

Untuk kualitas suara, Soundcore P41i menawarkan nada yang kuat dan penuh dengan bass berkat driver sebesar 11 mm. Teknologi BassUp memberikan energi lebih pada nada rendah, cocok untuk genre musik pop, EDM, atau hip hop.

Melalui aplikasi Soundcore, pengguna dapat menyesuaikan equalizer, serta tersedia mode khusus seperti Gaming Mode dan Movie Mode. Hal ini memberikan pengalaman mendengarkan yang lebih fleksibel sesuai dengan kebutuhan.

Active Noise Cancelling (ANC)

Soundcore P41i dilengkapi dengan ANC adaptif yang menggunakan 6 mikrofon, dan mendukung berbagai mode:

  • Adaptive (otomatis menyesuaikan lingkungan),
  • Manual, serta
  • Multi-Scene (Indoor, Outdoor, Transport).

ANC cukup efektif dalam mengurangi suara latar yang terus-menerus seperti lalu lintas atau mesin, meskipun masih sedikit kewalahan menghadapi suara mendadak atau percakapan di dekat.

Kualitas Panggilan

Untuk panggilan, P41i berfungsi cukup baik di dalam ruangan. Namun, kualitas suara bisa menurun saat digunakan di luar ruangan, terutama ketika ada angin atau kebisingan. Suara pihak lawan bicara terdengar agak samar, sehingga pengalaman telepon belum sepenuhnya optimal.

Baterai dan Daya Tahan

Dari segi daya tahan, earbuds mampu bertahan hingga 12 jam tanpa fitur ANC, dan sekitar 10 jam ketika ANC diaktifkan. Bila digabungkan dengan kapasitas case, total durasi penggunaan bisa mencapai 192 jam atau setara lebih dari seminggu penggunaan harian.

Dilengkapi dengan fitur pengisian cepat, hanya butuh 10 menit untuk menghasilkan 5 jam penggunaan — sangat bermanfaat saat sedang terburu-buru.

Keunggulan Soundcore P41i

  • Case Fungsional: dapat berfungsi sebagai power bank dan stand ponsel.
  • Baterai Tahan Lama: mencapai total hingga 192 jam penggunaan.
  • Bass yang Kuat: driver 11 mm yang didukung oleh teknologi BassUp.
  • ANC Fleksibel: cukup efisien dalam berbagai situasi.
  • Fitur Utama: penghubung ganda, pengisian cepat, ketahanan air kelas IPX5, serta aplikasi Soundcore.

Kekurangan Soundcore P41i

  • Kasus yang Besar dan Berat: kurang nyaman untuk dibawa dalam saku kecil.
  • ANC Tidak Efisien untuk Suara Mendadak.
  • Kualitas panggilan di luar ruangan tidak jernih.
  • Masalah Sinkronisasi pada Perangkat Android: terkadang terjadi ketidaksesuaian antara suara dan gambar, meskipun dapat diminimalkan menggunakan Mode Gaming.

Harga

Soundcore P41i telah tersedia di pasar dengan kisaran harga sekitar Rp2,4 juta hingga Rp2,6 juta. Mengenai fitur yang disediakan, harga ini tergolong kompetitif mengingat case multifungsi yang dimilikinya jarang ditemukan pada TWS lainnya.

Kesimpulan

Soundcore P41i merupakan TWS yang istimewa, bukan hanya menawarkan pengalaman audio berkualitas, tetapi juga dilengkapi dengan fitur tambahan seperti power bank dan stand ponsel. Dengan kapasitas baterai yang tahan lama, suara bass yang dalam, serta teknologi ANC yang bisa disesuaikan, produk ini cocok digunakan oleh para penjelajah, pekerja dinamis, atau siapa saja yang membutuhkan alat yang multifungsi.

Namun, jika fokus utama Anda adalah kualitas panggilan di luar ruangan atau ANC berkelas premium, mungkin ada pilihan lain yang lebih sesuai. Meskipun demikian, untuk harga sekitar Rp2,5 juta, Soundcore P41i memberikan nilai tambah yang sulit dikalahkan oleh TWS lain dalam kelasnya.

Kenali Teknologi Honda E-Clutch, Praktis Tanpa Pegal Tarik Kopling

Kenali Teknologi Honda E-Clutch, Praktis Tanpa Pegal Tarik Kopling

10drama.com –– Honda memperkenalkan inovasi terbaru dalam dunia sepeda motor dengan teknologi Honda E-Clutch. Di Indonesia, kopling canggih ini tersedia pada moge Honda CB650R terbaru yang dijual dengan harga Rp 307,7 juta.

Teknologi ini dibuat untuk menggabungkan kemudahan seperti motor bebek dengan kinerja motor sport yang menggunakan kopling, memberikan pengalaman berkendara yang lebih efisien.

“Tapi teknologinya lebih rumit dan tidak seperti kopling sentrifugal pada motor bebek,” ujar Ade Muhajir, Technical Training Analyst PT Astra Honda Motor di 10drama.com -beberapa waktu lalu.

Cara Kerja Honda E-Clutch

Ia menjelaskan bahwa sistem Honda E-Clutch memanfaatkan dua motor listrik yang bekerja secara bersamaan dan terintegrasi, diatur oleh unit kontrol mikro (MCU).

Pada keadaan biasa, kedua motor beroperasi secara bersamaan untuk menggerakkan sistem kopling.

Namun, jika salah satu motor mengalami masalah, sistem akan secara otomatis mengaktifkan mode darurat, sehingga motor lainnya dapat mengambil alih secara otomatis.

Teknologi ini memanfaatkan sensor sudut kopling dan sistem umpan balik untuk mengawasi serta mengendalikan pergerakan aktuator kopling.

Saat pengemudi menggerakkan tuas persenjataan, mesin akan secara otomatis mengaktifkan atau melepaskan kopling, tanpa perlu menarik tuas kopling manual seperti pada motor sport biasa.

“Maka, ketika gigi dua aktif dan kopling tidak ditarik, mesin sepeda motor tetap berjalan. Tidak mati seperti pada motor dengan transmisi manual,” tambahnya.

Sistem Kerja Terintegrasi

Sistem E-Clutch memiliki rangkaian kerja yang rumit tetapi efisien. Data dari sensor mesin, sensor perpindahan gigi (shift stroke), sensor sudut kopling (clutch angle), serta sensor kecepatan poros sekunder (countershaft speed) dikirimkan ke ECU dan MCU.

Kedua sistem elektronik ini memproses data secara langsung untuk mengendalikan respons motor aktuator yang berfungsi mengatur kopling.

Pengemudi tetap dapat melakukan perpindahan manual ketika diperlukan, dengan sistem yang mampu mengenali keterlibatan antara gerakan manual dan pengendalian motor, kemudian menyesuaikan gaya kopling secara otomatis,” ujar Ade.

Maknanya, teknologi ini tetap bisa disesuaikan dan tidak sepenuhnya menggantikan, namun mampu mengenali kebutuhan pengemudi.

Manfaat dan Aplikasi

Dengan E-Clutch, pengemudi dapat mengganti gigi secara halus dan cepat tanpa perlu menekan tuas kopling, baik saat berkendara santai di kota maupun saat melakukan perjalanan jauh.

Teknologi ini tidak hanya meningkatkan kenyamanan dan efisiensi, tetapi juga mengurangi kelelahan, terutama dalam kondisi lalu lintas yang padat. (*)

IYCTC Kecam Pernyataan BRIN tentang Rokok Elektronik Sehat

IYCTC Kecam Pernyataan BRIN tentang Rokok Elektronik Sehat

10drama.com –– Dewan Pemuda Indonesia untuk Perubahan Taktis (IYCTC) mengkritik pernyataan yang disampaikan oleh perwakilan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

BRIN menyatakan bahwa rokok elektronik memiliki tingkat risiko kesehatan yang lebih rendah dibandingkan rokok biasa.

IYCTC menganggap pernyataan tersebut terlalu cepat, menyesatkan, dan berisiko memperkuat kebiasaan merokok sejak usia muda.

“Pernyataan semacam ini menciptakan ilusi keamanan pada produk yang justru menjadi pintu masuk adiksi nikotin bagi kalangan muda. Kita tidak boleh membenarkan satu produk adiktif hanya karena dianggap sedikit ‘lebih aman’ dibandingkan yang lain. Ini bukan sekadar membandingkan dua racun, tetapi lebih pada tanggung jawab negara untuk tidak menjadi alat legitimasi industri yang merusak generasi muda sendiri,” tegas Manik Marganamahendra, Ketua Umum IYCTC, di Jakarta, 11 Agustus 2025.

Manik berpendapat bahwa membandingkan dua produk yang berisiko seperti rokok biasa dan rokok elektronik bukanlah pendekatan kebijakan yang bertanggung jawab.

Banyak penelitian telah menunjukkan bahwa risiko dari rokok elektronik tidak hanya terbatas pada kandungan nikotin, tetapi juga melibatkan bahan kimia lain seperti formaldehid, propilen glikol (PG), nitrosamin, zat perisa buatan (flavoring), serta zat-zat berbahaya seperti logam berat, silikat, nanopartikel, dan partikel halus (particulate matter).

“Narrasi risiko rendah ini justru berpotensi mengaburkan arah kebijakan publik yang seharusnya berlandaskan prinsip hati-hati. Terlebih jika melihat produk ini dipromosikan secara agresif, dikemas dengan gaya modern, dan ditujukan kepada kalangan muda,” lanjut Manik.

Fakta menunjukkan bahwa beberapa penelitian mengungkapkan bahwa rokok elektronik dapat memicu berbagai masalah kesehatan, termasuk ketergantungan nikotin, gangguan pada fungsi pernapasan, meningkatnya risiko kanker, asma, dan pneumotoraks, serta mampu menyebabkan perdarahan alveolar yang menyebar.

Dampak jangka panjangnya juga berpotensi mengganggu fungsi otak remaja serta pertumbuhan janin pada ibu yang sedang hamil.

Masalah lain yang tidak kalah penting adalah kurangnya standarisasi produk. Banyak perangkat rokok elektronik yang beredar tanpa pengawasan yang ketat, sehingga komposisi dan dampaknya sulit dipantau.

Kesalahpahaman masyarakat sering terjadi karena produk ini disebut “tidak menghasilkan asap”, padahal komposisi kimianya jauh lebih rumit dan tetap berisiko.

Lebih buruknya lagi, perangkat vape juga membuka peluang baru bagi penyalahgunaan bahan berbahaya, termasuk narkoba. Kasus aktor Jonathan Frizzy pada tahun 2025 menjadi bukti nyata bagaimana cairan vape bisa diubah untuk mengandung zat-zat ilegal. Hal ini menunjukkan bahaya yang jauh lebih besar daripada kesan ‘aman’ yang selama ini dibentuk.

“Kita tidak sedang membandingkan jenis racun yang lebih ringan. Kita sedang membicarakan tanggung jawab negara dalam tidak membiarkan masyarakat menjadi objek uji coba dari industri yang bisa menyebabkan ketergantungan,” kata Nalsali Ginting, Pengurus Harian IYCTC.

Laporan Global Adult Tobacco Survey (GATS) tahun 2021 menunjukkan peningkatan signifikan penggunaan rokok elektronik di kalangan penduduk berusia 15 tahun ke atas, yang naik dari 0,3% (480 ribu orang) pada 2011 menjadi 3,0% (6,6 juta orang) pada 2021.

Peningkatan ini menunjukkan ancaman yang masih tersembunyi dan belum dianggap serius, terutama karena rokok elektronik sering dipromosikan sebagai produk yang lebih aman dan kekinian, seperti melalui para pengaruh, selebritas, hingga platform hiburan bagi kalangan muda.

Di bawah kerangka regulasi, yaitu Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024 mengenai Kesehatan, secara jelas telah menyamakan aturan antara produk rokok tradisional dan elektronik. Hal ini menunjukkan bahwa negara melihat kedua jenis produk tersebut sebagai ancaman yang sama terhadap kesehatan masyarakat.

“Badan negara seperti BRIN seharusnya menjadi pelindung utama bagi masyarakat, bukan justru memberikan ruang untuk melegitimasi produk yang belum sepenuhnya teruji. Setiap pernyataan harus berlandaskan prinsip ‘jangan menyakiti’, agar lembaga penelitian tidak ikut berkontribusi dalam menciptakan krisis kesehatan baru di masa depan,” tambah Nalsali.

IYCTC merasa kecewa karena pernyataan BRIN tidak diikuti dengan pengumuman data yang lengkap atau penelitian jangka panjang yang dapat dikaji secara akademis.

Dalam bidang kesehatan masyarakat, risiko tidak hanya diukur berdasarkan komposisi zat, tetapi juga melalui tingkat penggunaan, perkembangan promosi, serta dampaknya terhadap sistem layanan kesehatan.

Menurut IYCTC, narasi tentang risiko yang rendah tidak seharusnya digunakan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan kebijakan publik, terlebih jika produk tersebut ditujukan kepada kelompok yang rentan.

Perlindungan terhadap generasi muda memerlukan kebijakan yang tegas, bukan pengampunan terhadap narasi industri yang menggambarkan kecanduan sebagai gaya hidup pilihan.

Darurat, Ini Alasan BPKB Elektronik Mulai Berlaku untuk Mobil

Darurat, Ini Alasan BPKB Elektronik Mulai Berlaku untuk Mobil

10drama.com –– Korlantas Polri telah mengeluarkan BPKB elektronik, sayangnya hanya berlaku untuk kendaraan bermotor.

Pengendara sepeda motor diminta untuk menunggu sebentar, karena keputusan terbaru yang mewajibkan e-BPKB untuk mobil ternyata mendadak.

Kepala Divisi Lalu Lintas Polri, Brigjen Pol Wibowo menyatakan, penerapan awal fokus pada kendaraan bermotor karena tingkat penyalahgunaan dokumennya cukup tinggi.

“Mengapa mobil empat roda terlebih dahulu? Karena memang ada banyak penyalahgunaan dokumen kendaraan, khususnya BPKB mobil,” kata Wibowo, (18/7/25) mengutip 10drama.com.

“Dulu kita sulit memastikan apakah BPKB ini asli atau tidak, jadi harus diperiksa secara manual,” jelasnya.

“Kini telah tersedia chip-nya. Cukup unduh aplikasi BPKB Mobile, lalu cukup scan barcode menggunakan ponsel,” katanya.

Dengan BPKB digital, pemeriksaan kini jauh lebih praktis dan terjamin keamanannya.

BPKB terkini dilengkapi dengan chip yang menyimpan informasi penting kendaraan secara elektronik.

Pengguna hanya perlu mengunduh aplikasi ‘BPKB Mobile’, kemudian melakukan pemindaian barcode pada dokumen tersebut dengan menggunakan ponsel.

Dalam hitungan detik, data kendaraan akan segera muncul karena telah terhubung dengan pusat data Korlantas.

“Untuk kendaraan beroda dua, masih dalam proses. Mari kita selesaikan terlebih dahulu untuk kendaraan beroda empat,” kata Wibowo.

Chery J6 Modifikasi Cellos ZXZ Jadi Hadiah Giveaway IMX 2025

Chery J6 Modifikasi Cellos ZXZ Jadi Hadiah Giveaway IMX 2025

Jakarta, IDN Times– Pameran Modifikasi dan Gaya Hidup Indonesia (IMX) selalu menyediakan program mengejutkan bagi penggemarnya, yang disebut Supergiveaway, di mana pengunjung beruntung bisa mendapatkan mobil modifikasi khusus secara gratis.

Pada tahun ini, IMX bekerja sama dengan content creator Cellos ZXZ, yang secara resmi mengumumkan bahwa satu unit Chery J6 berwarna putih akan menjadi hadiah dalam IMX Supergiveaway On The Spot, khusus bagi pengunjung yang datang langsung ke lokasi.

1. Spesifikasi Chery J6

Chery J6 adalah kendaraan listrik yang ditenagai baterai dengan desain kotak yang kokoh. Mobil ini memiliki bodi terbuat dari aluminium anti karat untuk ketahanan di berbagai kondisi dan dilengkapi suspensi H-Arm dari bahan aluminium untuk stabilitas saat melintasi medan berbukit.

Varian penggerak roda belakang (Rear Wheel Drive/RWD) menggunakan baterai Lithium Iron Phospate dengan kapasitas 65,59 kWh yang mampu memberikan jarak tempuh hingga 426 km. Motor listriknya menghasilkan daya sebesar 184 PS dengan torsi maksimum 220 Nm.

Tidak Hanya Sektor Otomotif, IMX Mendukung Generasi Muda di Bidang Olahraga

2. Modifikasi yang dilakukan

Modifikasi mobil Chery J6 milik Cellos akan dilakukan oleh seorang modifikator terkenal, serta menggunakan produk-produk premium seperti Belkote Paints, Wet Gloss, Ferrari Cibubur, velg Rotiform, dan lainnya.

“IMX selalu berupaya memberikan yang terbaik bagi pengunjungnya. Setiap tahun, kami menyediakan kesempatan bagi penggemar otomotif di Indonesia untuk memiliki mobil impian mereka melalui kampanye Supergiveaway mobil di IMX,” kata Founder NMAA dan Project Director IMX Andre Mulyadi, Minggu (27/7/2025).

3. Cara mengikuti undian

Untuk mengikuti undian ini cukup sederhana, setiap pembelian tiket IMX 2025 “8VOLUTION” memberikan kesempatan mendapatkan satu kupon IMX Supergiveaway. Selanjutnya, potongan kupon akan dimasukkan ke dalam kotak yang tersedia di lokasi acara IMX 2025.

Selain itu, terdapat beberapa aturan tambahan yang harus dipatuhi oleh pengunjung, yang bisa dilihat langsung melalui akun Instagram resmi @indonesiamodificationexpo.

IMX Akan Menjadi Acara Referensi Resmi Kementerian Ekraf

Copyright © 2026 10drama.com