AirAsia Luncurkan Dua Rute Baru, Hubungkan Pontianak ke Kuala Lumpur dan Kuching

AirAsia Luncurkan Dua Rute Baru, Hubungkan Pontianak ke Kuala Lumpur dan Kuching

Maskapai penerbangan AirAsia kembali memberikan kemudahan bagitraveler yang tertarik mengunjungi berbagai tempat wisata baik di Indonesia maupun Malaysia. AirAsia Malaysia secara resmi meluncurkan rute terbaru yang menghubungkan kota Pontianak dengan Kuala Lumpur dan Kuching di Malaysia.

Pada penerbangan pertama yang diadakan pada Jumat (12/9), maskapai penerbangan dengan kode AK tiba di Bandara Internasional Supadio, Pontianak.

Kehadiran rute ini memberikan kabar baik bagi para wisatawan, khususnya yang ingin menjelajahi tempat-tempat wisata budaya dan alam di Sarawak maupun Malaysia dengan cara yang lebih efisien.

Jika sebelumnya perjalanan darat dari Kuching ke Pontianak membutuhkan waktu 4-5 jam, kini para wisatawan dapat mengurangi durasi perjalanan menjadi kurang dari satu jam.

“Rute Kuching–Pontianak kembali berjalan setelah lima tahun. Ini bukan hanya pencapaian penting bagi sektor penerbangan, tetapi juga memperkuat hubungan historis, budaya, dan kekeluargaan antara masyarakat kedua daerah tersebut,” kata Menteri Transportasi Sarawak, YB Dato’ Sri Lee Kim Shin, seperti dilaporkan dalam pernyataan resminya pada Jumat (12/9).

Pemerintah Sarawak percaya bahwa koneksi baru ini akan membantu mencapai target kunjungan wisatawan sebesar 5 juta orang pada 2025, dengan pendapatan pariwisata lebih dari 1 miliar ringgit setiap bulan.

“Rute ini memberi keuntungan bagi pariwisata, bisnis, pendidikan, hingga kesehatan. Kami berharap menjadikan Sarawak sebagai pintu masuk menuju Borneo dan tujuan utama menjelang Tahun Kunjungi Malaysia 2026,” ujar CEO Sarawak Tourism Board, Sharzede Salleh Askor.

AirAsia mencatat tingkat kepadatan rata-rata sebesar 80,7% di enam jalur penerbangan Kuala Lumpur-Pontianak dan Kuching-Pontianak dalam penerbangan pertamanya. Angka ini menunjukkan minat yang besar dari masyarakat terhadap akses perjalanan baru ini.

“Indonesia tetap menjadi pasar yang sangat berarti bagi kami. Keberadaan rute Pontianak–Kuala Lumpur dan Kuching akan memperkuat hubungan antar negara tetangga serta mendorong perkembangan wilayah,” kata CEO AirAsia Malaysia, Dato’ Kapten Fareh Mazputra.

Jadwal Penerbangan AirAsia

Jadwal Penerbangan dari Kuala Lumpur (KUL) ke Pontianak (PNK)

  • KUL-PNK

Nomor penerbangan AK 492

Berangkat: pukul 11.15 menurut waktu setempat

Tiba: pukul 12.05 WIB

Pontianak

  • PNK-KUL

Nomor penerbangan: AK 492

Berangkat: pukul 12:30 WIB

Tiba: pukul 15.10 menurut waktu setempat

*Jadwal penerbangan: Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu.

Jadwal penerbangan dari Kuching (KCH) menuju Pontianak (PNK)

  • KCH-PNK

Nomor penerbangan: AK 1781

Berangkat: pukul 09.05 waktu setempat

Tiba: pukul 08:55 WIB

AK 1783

Berangkat: pukul 19.20 menurut waktu setempat

Tiba: pukul 19.05 WIB

  • PNK-KCH

AK 1782

Berangkat: pukul 09.20 WIB

Sampai: pukul 11.05 waktu setempat

AK 1784

Berangkat: pukul 19:30 WIB

Sampai: pukul 21.15 waktu setempat

*Jadwal penerbangan dua kali sehari.

Dengan dibukanya jalur penerbangan baru, AirAsia kini menyediakan penerbangan dari Malaysia ke 18 tujuan di Indonesia, seperti Jakarta, Bali, Yogyakarta, Medan, Labuan Bajo, Lombok, serta Banjarmasin yang akan mulai beroperasi pada Oktober 2025.

Siapa Pemilik Nam Air? Ini Identitas Anak Perusahaan Maskapai yang Masih Beroperasi

Siapa Pemilik Nam Air? Ini Identitas Anak Perusahaan Maskapai yang Masih Beroperasi

BERITA DIY –Industri penerbangan di Indonesia tidak hanya diisi oleh perusahaan penerbangan besar seperti Garuda Indonesia atau Lion Air, tetapi juga oleh maskapai lain yang memiliki kontribusi signifikan dalam melayani jalur penerbangan dalam negeri.

Salah satu contohnya adalah NAM Air, sebuah maskapai penerbangan dengan harga terjangkau yang telah beroperasi sejak tahun 2013. Banyak orang masih penasaran: Pesawat apa yang digunakan oleh NAM Air? Dimiliki oleh siapa? Apakah maskapai ini masih beroperasi hingga saat ini?

Siapa Pemilik NAM Air?

NAM Air berdiri sebagai anak perusahaan dari Sriwijaya Air Group, salah satu maskapai besar yang telah lama beroperasi di Indonesia. Pembentukan NAM Air pertama kali diumumkan pada 26 September 2013.

Dilansir dari situs resmi flynamair.com, pada awalnya, NAM Air direncanakan sebagai maskapai penuh layanan yang mampu bersaing langsung dengan Garuda Indonesia maupun Batik Air. Namun, seiring berjalannya waktu, strateginya berubah. NAM Air akhirnya ditempatkan sebagai maskapai penerbangan pendukung (feeder) bagi perusahaan induknya, Sriwijaya Air.

Artinya, Sriwijaya Air menitikberatkan pelayanan pada rute-rute utama, sedangkan NAM Air bertanggung jawab mengangkut penumpang ke rute tambahan atau bandara-bandara kecil. Strategi ini mirip dengan konsep Lion Air yang memiliki Wings Air sebagai penghubung, atau Garuda Indonesia yang pernah bekerja sama dengan Merpati pada masa 80–90-an.

Asal-usul Nama “NAM”

Banyak orang penasaran mengapa maskapai ini dinamakan NAM Air. Ternyata, nama ini bukan hanya singkatan, tetapi juga bentuk penghargaan pribadi. CEO Sriwijaya Air, Chandra Lie, mengungkapkan bahwa nama NAM diambil dari nama ayahnya, Lo Kui Nam.

Selain itu, “NAM” juga telah lebih dahulu digunakan oleh berbagai unit bisnis dalam grup Sriwijaya Air, antara lain:

  • Manajemen Penerbangan Nasional (Sekolah Penerbangan)
  • Pusat Pelatihan Awak Kabin Nasional
  • Perawatan Pesawat Nasional
  • Nusantara Aksara Mandiri (Majalah di Pesawat Terbang)

Menggunakan nama NAM Air diharapkan menjadi bentuk penghormatan sekaligus simbol dari keberanian, kejujuran, dan komitmen untuk terus terbang di langit Indonesia.

Armada Pesawat NAM Air

Meskipun tidak sebesar perusahaan induknya, NAM Air memiliki pesawat yang cukup memadai. Armada utamanya terdiri dari Boeing 737-500 Winglet dengan kapasitas 120 kursi, termasuk 8 kursi kelas bisnis dan 112 kursi kelas ekonomi.

Ukuran pesawat ini memang lebih kecil dibandingkan dengan seri Boeing 737 lainnya, namun justru hal ini menjadi keunggulannya. Pesawat jenis ini lebih fleksibel dan mampu beroperasi dengan baik di bandara-bandara kecil di Indonesia yang memiliki keterbatasan panjang landasan pacu.

Perjalanan dan Penerbangan Perdana

Setelah diperkenalkan kepada masyarakat pada 26 September 2013, NAM Air sempat mengalami penundaan penerbangan pertamanya karena belum memperoleh Sertifikat Operator Pesawat Udara (AOC) dari Kementerian Perhubungan. Sertifikat tersebut akhirnya dikeluarkan pada 29 November 2013.

Sejak saat itu, NAM Air secara resmi melakukan penerbangan perdana pada 11 Desember 2013 dengan rute Jakarta – Pangkalpinang. Selanjutnya, penerbangan komersial rutin pertama diadakan pada 19 Desember 2013 dengan rute Jakarta – Pontianak dan Pontianak – Yogyakarta.

Sejak saat itu, NAM Air semakin giat menambahkan rute penerbangan baru di berbagai daerah di Indonesia.

Rute Penerbangan NAM Air

NAM Air menitikberatkan pada penerbangan dalam negeri, khususnya menghubungkan kota-kota besar dengan kota-kota sedang maupun daerah yang memiliki akses udara yang terbatas. Beberapa rute yang populer pernah dioperasikan antara lain:

  • Jakarta – Sorong
  • Jakarta – Kupang
  • Surabaya – Pangkalan Bun
  • Surabaya – Palu
  • Surabaya – Biak
  • Denpasar – Waingapu
  • Denpasar – Maumere
  • Palu – Luwuk
  • Pangkalan Bun – Semarang

Selain itu, NAM Air juga melayani penerbangan dari berbagai bandara utama seperti:

  • Bandara Soekarno-Hatta Jakarta (Terminal 1A mulai tanggal 12 April 2022)
  • Bandara Ngurah Rai Denpasar
  • Bandara Juanda Surabaya
  • Bandara Supadio Pontianak
  • Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II di Palembang
  • Bandara El Tari Kupang
  • Bandara Umbu Mehang Kunda Waingapu

Kehadiran NAM Air sangat membantu pergerakan masyarakat di kawasan Indonesia Timur serta daerah-daerah lain yang belum terlayani dengan baik oleh maskapai besar.

Layanan dan Fasilitas

Meskipun dikenal sebagai maskapai dengan harga lebih murah, NAM Air tetap menawarkan fasilitas yang memudahkan penumpang. Salah satu contohnya adalah layanan check-in online yang dapat diakses melalui situs resmi atau aplikasi mitra seperti Traveloka. Proses check-in online tersedia mulai 24 jam hingga 4 jam sebelum penerbangan.

Untuk pembelian tiket, terdapat berbagai pilihan cara pembayaran seperti ATM, Internet Banking, toko ritel, e-money, dan kartu kredit. Hal ini memberikan kebebasan lebih bagi calon penumpang dalam memesan tiket.

Apakah NAM Air masih berjalan?

Jawabannya: ya, NAM Air masih beroperasi sebagai bagian dari Sriwijaya Air Group. Maskapai ini tetap menekuni penerbangan ke rute penghubung, khususnya menuju kota-kota kecil dan menengah di Indonesia. Meskipun jumlah pesawatnya tidak sebanyak maskapai besar, kehadirannya tetap relevan bagi masyarakat yang memerlukan layanan penerbangan langsung ke daerah tertentu.

Oleh karena itu, pesawat NAM Air dimiliki oleh Sriwijaya Air Group dan berstatus sebagai anak perusahaan yang bertugas sebagai pemasok penumpang. Kata “NAM” berasal dari nama ayah pendiri Sriwijaya Air, Lo Kui Nam. Maskapai ini menggunakan pesawat Boeing 737-500 Winglet dan melayani beberapa rute domestik, khususnya ke daerah yang belum terjangkau oleh maskapai besar.

Berikut informasi mengenai pesawat Nam Air, pemiliknya, nama anak perusahaan serta maskapai penerbangan yang masih beroperasi hingga ke pelosok Indonesia.***

Promo 17 Agustus Pelita Air, Berlaku untuk Rute Domestik dan Singapura

Promo 17 Agustus Pelita Air, Berlaku untuk Rute Domestik dan Singapura

Lintaskriminal.co.id -.CO.ID – JAKARTA.Untuk memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, Pelita Air menghadirkan promo dengan tema “Merdeka SurPRICE” yang menawarkan diskon hingga Rp 808.000 untuk pembelian tiket pesawat pulang pergi (PP).

Wakil Direktur Komunikasi Perusahaan PT Pertamina (Persero), Fadjar Djoko Santoso menyampaikan, Pertamina mendorong seluruh jajaran grup untuk menawarkan pelayanan terbaik yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Menurutnya, program promo Pelita Air ini juga merupakan bentuk apresiasi terhadap masyarakat serta dukungan untuk pengembangan pariwisata dalam negeri.

“Kami berharap program promo Pelita Air juga mampu meningkatkan perkembangan sektor pariwisata, memperkuat keterhubungan, serta menyajikan pengalaman penerbangan yang menarik bagi pelanggan,” ujar Fadjar dalam pernyataan resmi, Sabtu (16/8).

Selanjutnya, promo ini berlaku untuk semua rute dalam negeri (tidak termasuk Yogyakarta dan Palembang) serta rute internasional yaitu Singapura.

Cara mudahnya adalah memesan tiket melalui situs web atau aplikasi seluler Pelita Air pada 17 Agustus 2025, dan nikmati perjalanan penerbangan yang diinginkan antara tanggal 1 September hingga 28 Oktober 2025.

Sebagai informasi tambahan, Pelita Air pada awal bulan Agustus ini secara resmi menerima pesawat ke-14 di armadanya, memberikan kabar baik bagi penumpang yang menantikan layanan yang lebih luas dan mutakhir.

Selain menghadirkan pesawat terbaru, Pelita Air juga sedang mempersiapkan rute penerbangan internasional pertamanya ke Singapura.

Pembukaan jalur penerbangan Singapura merupakan langkah penting yang diambil oleh Pelita Air untuk memperluas jaringan koneksi dan meningkatkan minat para wisatawan asing.

Melalui rute ini, wisatawan Indonesia bisa menikmati akses cepat ke pusat bisnis dan pariwisata Asia Tenggara, sementara para turis asing akan lebih mudah mengunjungi destinasi utama Nusantara seperti Bali, Lombok, dan Sorong.

Rayakan HUT RI ke-80, Diskon Tiket PP Hingga Rp808.000 di Pelita Air Kasih

Rayakan HUT RI ke-80, Diskon Tiket PP Hingga Rp808.000 di Pelita Air Kasih

Lintaskriminal.co.id — Pada awal Agustus 2025, Pelita Air secara resmi menerima pesawat ke-14, yang bertujuan memperkuat armadanya. Penambahan pesawat ini bukan hanya sekadar angka, tetapi juga menunjukkan komitmen serius Pelita Air dalam menyediakan layanan penerbangan yang lebih modern, luas, dan bersaing.

Tidak hanya sampai di situ, Pelita Air juga sedang bersiap menghadirkan rute penerbangan internasional pertamanya ke Singapura. Langkah strategis ini diharapkan mampu memperluas koneksi, sekaligus mempermudah para wisatawan asing untuk menjelajahi destinasi andalan Indonesia seperti Bali, Lombok, hingga Sorong. Di sisi lain, penumpang dari Indonesia dapat lebih mudah mencapai pusat-pusat bisnis dan pariwisata Asia Tenggara.

Promo Kemerdekaan SurPRICE: Tiket Pulang Pergi Diskon Maksimal Rp808 Juta

Dalam rangka memperingati HUT ke-80 Republik Indonesia, Pelita Air menyediakan promo khusus dengan tema “Merdeka SurPRICE”. Promo ini menawarkan diskon besar-besaran hingga Rp808.000 untuk pembelian tiket pulang-pergi (PP) di seluruh rute domestik kecuali Yogyakarta dan Palembang, serta rute internasional ke Singapura.

Promo ini hanya tersedia pada 17 Agustus 2025 melalui situs web atau aplikasi mobile Pelita Air, dengan masa penerbangan berlangsung dari 1 September hingga 28 Oktober 2025.

Penggemar dan pelaku aviasi, Moch Taufik Syakrilillah, menyambut baik inisiatif ini. Menurutnya, promo besar pada momen kemerdekaan merupakan hal yang paling dinantikan oleh penumpang.

“Pertama, saya akan mengunjungi toko perhiasan terlebih dahulu. Karena saya lebih suka makan, jadi akan menjelajahi pusat hawker yang ada di sana. Rindu juga dengan Nasi Padang Sabar Menanti yang berada di sebelah Masjid Sultan. Sore hari akan menikmati matahari terbenam, piknik atau bersepeda di Marina Barrage. Malamnya akan berbelanja oleh-oleh di Mustafa Center dan makan malam di Al Mubin,” katanya.

Dukungan Pertamina terhadap Pariwisata Nasional

Wakil Presiden Komunikasi Korporat PT Pertamina (Persero), Fadjar Djoko Santoso, menegaskan bahwa program promosi ini merupakan wujud apresiasi kepada masyarakat serta dukungan terhadap sektor pariwisata Indonesia.

“Kemerdekaan menjadi momen yang tepat bagi Pertamina Group, melalui Pelita Air, untuk mengajak masyarakat menjelajahi Indonesia dengan cara yang lebih sederhana dan terjangkau. Kami berharap promo Pelita Air juga dapat meningkatkan perkembangan sektor pariwisata, memperkuat keterhubungan, serta memberikan pengalaman penerbangan yang bermakna bagi pelanggan,” ujar Fadjar.

Pelita Air, bagian dari Pertamina Group, terus berupaya menyediakan layanan yang tidak hanya memberikan manfaat bagi pelanggan, tetapi juga memperkuat keterhubungan nasional serta mendukung perkembangan sektor pariwisata. Di sisi lain, Pertamina tetap menegakkan komitmennya untuk mencapai emisi nol pada tahun 2060 dengan menerapkan prinsip Environmental, Social, dan Governance (ESG) di seluruh bisnisnya.

Posisi Duduk Ideal di Pesawat untuk Hindari Masalah Sendi

Posisi Duduk Ideal di Pesawat untuk Hindari Masalah Sendi

Bepergian dengan menggunakan transportasi apa pun, faktor kenyamanan sangat penting. Namun merasa nyaman selama perjalananpesawatmungkin terasa sulit. Gerakan terbatas karena kursi dan ruang kaki yang sempit.

Terutama bagi orang yang mengalami masalah pada sendi, rasa sakit ini bisa semakin parah akibat duduk terlalu lama di pesawat. Fisioterapis Bethany Tomlinson memperingatkan bahaya posisi duduk dengan melipat kaki saat berada di dalam pesawat. “Jangan menyilangkan kaki saat duduk di pesawat karena hal ini dapat mengganggu aliran darah dan meningkatkan risiko penyakit trombosis vena dalam (DVT),” katanya sebagaimana dilaporkan dariDaily Mail.

Sebaliknya, ahli fisioterapi dari AXA Health menyarankan agar tetap menjagakakitetap terjaga keadaannya dan memilih posisi rileks yang berbeda. “Jika terdapat sandaran kaki di bawah kursi di depan Anda, manfaatkan hal ini untuk menjaga kaki Anda sedikit lebih tinggi,” katanya. “Pastikan bahu Anda rileks dan punggung Anda didukung dengan bersandar pada kursi pesawat sambil menunggu.”

Tips untuk mengurangi risiko persendian kaku

Bethany juga mengajak para wisatawan untuk mempersiapkan diri agar liburan musim panas ini tidak menyebabkan ketegangan pada sendi. Kurang bergerak dan tetap berada dalam posisi yang sama bisa memperparah kondisi tersebut. “Mengikuti penerbangan musim panas ini bisa menjadi ujian ketahanan bagi sendi kita, jadi persiapkan diri untuk setiap penerbangan seolah-olah itu adalah perjalanan jauh,” katanya.

Penting bagi para wisatawan untuk memahami bagaimana menempatkan tubuh dan melakukan latihan saat duduk agar sendi tetap aktif. Cara lain untuk mengurangi ketidaknyamanan pada sendi adalah dengan berdiri dalam posisi tertentu. Contohnya, ketika berdiri, pindahkan beban tubuh antara kedua kaki, pertahankan lutut sedikit melipat, serta lakukan peregangan ringan agar tekanan pada bagian bawah tubuh tidak terlalu besar.

Namun, untuk penerbangan jarak jauh, terdapat beberapa kebiasaan peregangan yang bisa dilakukan agar persendian tetap dalam kondisi baik. Bethany menyarankan penumpang untuk menggerakkan tubuh mereka setiap 1-2 jam selama perjalanan udara agar sendi-sendi tetap aktif.

Peregangan yang dapat mengurangi kemungkinan terjadinya DVT

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, duduk dalam posisi yang sama selama beberapa jam bisa menyebabkan kekakuan dan pembengkakan pada sendi, khususnya lutut, pergelangan kaki, dan pinggul. Oleh karena itu, melakukan beberapa gerakan peregangan saat berada di pesawat dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah serta mengurangi risiko DVT. Beberapa contohnya adalah peregangan leher, gerakan memutar bahu, dan menarik lutut ke dada.

Sebagai informasi, DVT terjadi ketika terbentuk gumpalan darah di vena dalam, umumnya di kaki. Kondisi ini sering kali berisiko saat melakukan penerbangan jarak jauh, di mana penumpang duduk lama dengan gerakan yang terbatas. Jika gumpalan tersebut lepas dan berpindah ke paru-paru, hal ini dapat menyebabkan emboli paru (PE), yaitu penyumbatan yang berbahaya pada arteri yang mengalirkan darah ke paru-paru.

Selain kurang bergerak, beberapa faktor lain yang berkontribusi terhadap peningkatan risiko DVT, seperti dehidrasi dan kondisi tekanan tinggi di dalam pesawat. Neena Chandrasekaran, spesialis paru-paru, menyatakan bahwa selain duduk lama, menyilangkan kaki dapat mengurangi aliran darah, sehingga meningkatkan risiko pembentukan gumpalan, sebagaimana dilaporkan dariTimes of India.

Kilas Balik Pesawat N250, Teknologi Nasional di Museum

Kilas Balik Pesawat N250, Teknologi Nasional di Museum

10drama.com -,JAKARTA — Pada tanggal 10 Agustus 1995 atau 30 tahun yang lalu, pesawat yang merupakan karya Bapak Teknologi Nasional,Bacharudin Jusuf Habibie, N250pada kali pertama tayang di langit Indonesia.

Penerbangan pesawat N250 Gatotkaca yang pertama di langit Kota Bandung dan disaksikan langsung oleh Presiden Soeharto, menjadi kenang-kenangan dalam perayaan Hari Teknologi Nasional (Harteknas) yang jatuh pada tanggal 10 Agustus setiap tahunnya.

Sayangnya, masa depan N250 yang dibuat oleh Habibie tidak bertahan lama setelah krisis moneter melanda Indonesia. Mengakibatkan Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut terhenti dengan imbalan utang dari Dana Moneter Internasional/International Monetary Fund (IMF).

Akibatnya, pesawat tersebut terpaksa berada di hangar PT Industri Pesawat Terbang Nasional (IPTN), yang kini bernama PT Dirgantara Indonesia (Persero), selama 25 tahun sebelum akhirnya dibawa ke museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala (Muspusdirla) Yogyakarta pada tahun 2020.

Spesifikasi Pesawat N250 

Mengutip dari situs resmi Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto, pesawat N250 dilengkapi dengan mesin dual turboprop 2439 KW Allison AE 2100C yang memiliki 6 bilah baling-baling.

Aircraft ini memiliki berat kosong sebesar 13.665 kg, berat maksimum saat lepas landas 22.000 kg, panjang 26,30 meter, tinggi 8,37 meter, dan rentang sayap 28 meter.

N250 Gatotkaca dapat terbang dengan kecepatan maksimum 610 km per jam dan kecepatan efisien 555 km per jam. Kecepatan ini menjadi yang terbesar dalam kelas turboprop yang mampu menampung 50 penumpang.

Sementara ketinggian operasionalnya mencapai 25.000 kaki atau 7.620 meter di atas permukaan laut dengan jangkauan terbang sejauh 2.040 km. Sementara bahan bakar standar pada N250 mampu menempuh jarak hingga 1.480 km.

Sementara menurut laporan media Bisnis, salah satu keunggulan yang ditonjolkan IPTN dalam memenangkan persaingan di pasar pesawat komuter 80 penumpang pada masa itu adalah dengan menyematkan sistem kendali penerbangan fly by wire (FBW) pada N-250.

Sejauh ini, teknologi FBW hanya digunakan pada pesawat berukuran besar seperti Airbus A-320 dan Boeing 777. Oleh karena itu, N-250 merupakan pesawat ketiga yang memanfaatkan teknologi tersebut, atau yang pertama di kelas pesawat komuter.

Selain faktor keamanan, sistem FBW dirancang untuk membantu pilot mengendalikan pesawat dalam berbagai situasi.

Sejarah Pesawat N250 

Rencana pengembangan pesawat N250 pertama kali diumumkan oleh PT Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN), yang kini dikenal sebagai PT. Dirgantara Indonesia, saat Paris Air Show pada tahun 1989. Pembuatan prototipe pesawat N250 Gatotkaca dimulai pada tahun 1992.

Awalnya, pesawat ini dirancang dengan kapasitas 30 penumpang, namun pada tahun 1989 desainnya diubah dan dibuat dengan kapasitas 50 penumpang. Sebenarnya, pesawat ini dibuat sebagai alat transportasi antar pulau dan antar kota, sehingga bentuk N250 tidak terlalu besar.

Pemilihan nama pesawat N250 Gatotkaca tentu tidak dilakukan secara sembarangan. Kode N dalam nama pesawat mengandung makna “Nusantara”, yang menunjukkan bahwa proses perancangan hingga produksinya dilakukan di Indonesia. Sementara itu, “Gatotkaca” yang diberikan pada pesawat tersebut merupakan nama yang ditetapkan oleh Presiden RI ke-2 Soeharto untuk prototipe N250.

Sementara itu angka 250 merujuk pada 2 unit mesin dan 50 menggambarkan kapasitas pesawat yang mampu membawa 50 penumpang. Pesawat karya BJ Habibie ini memanfaatkan teknologi yang cukup maju yang dirancang untuk digunakan selama 30 tahun ke depan.

Almarhum Bacharudin Jusuf Habibie, yang saat itu memimpin IPTN, ternyata telah menyiapkan 4 desain prototipe pesawat komuter dengan kapasitas angkut 50 penumpang—termasuk N250.

Empat gambar desain pesawat masih terpajang di kantor PT Dirgantara Indonesia (Persero). Presiden RI yang kedua, Soeharto, pernah memberikan nama pada setiap gambar rancangan pesawat N250 tersebut.

Pertama, Gatotkoco, kemudian Kerincing Wesi, Konconegoro, dan yang terakhir Putut Guritno. Potongan kertas halaman buku tulis yang berisi tulisan tangan masing-masing nama pesawat tersebut dipamerkan bersama gambar 4 desain pesawat itu, ditandatangani oleh Habibie pada tanggal 17 Agustus 1993.

Dua di antaranya, yaitu Gatotkoco dan Koconegoro telah selesai dibangun pada masa itu. Sementara empat pesawat lainnya secara keseluruhan disiapkan untuk menjalani uji sertifikasi agar lebih cepat selesai menyelesaikan jam terbang yang ditentukan bagi pesawat baru.

“Dua sudah terbang. Proses sertifikasi telah dimulai, tetapi belum selesai. Masih belum tuntas, hingga krisis terjadi dan proyek ini dihentikan,” ujar Direktur PT Dirgantara Indonesia (Persero) Elfien Goentoro pada waktu itu.

Habibie mengatakan bahwa harga jual N-250 diperkirakan mencapai US$13,5 juta atau sekitar Rp27 miliar. Dengan harga penjualan tersebut, IPTN akan mencapai titik impas setelah menghasilkan Gatotkaca yang ke-260.

Angka penjualan tersebut diperkirakan tercapai pada tahun 2007, jika pemasaran berjalan lancar. Di sisi lain, IPTN menghabiskan banyak dana untuk pengembangan proyek yang sangat prestisius ini. Paling tidak, sebesar 650 juta dolar AS dari anggaran pemerintah akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Harapan penjualan dan impian N250 yang bergerak naik-turun di langit Nusantara tidak pernah terwujud akibat krisis moneter. N250 bahkan menjadi salah satu poin dalam kesepakatan dengan IMF, di mana penghentian program ditukar dengan bantuan pinjaman dari IMF untuk mendukung perekonomian Indonesia.

10 Maskapai Penerbangan Dunia dengan Kabin Terbaik 2025

10 Maskapai Penerbangan Dunia dengan Kabin Terbaik 2025

Skytrax mengeluarkan daftar maskapai penerbangan global dengan kru pelayanan terbaik versi 2025. Daftar ini dibuat berdasarkan penilaian terhadap aspek layanan teknis seperti efisiensi dan akurasi, hingga kualitas layanan personal yang membangkitkan perasaan, seperti semangat, sikap ramah, dan kehangatan para karyawan.

Maskapai Singapore Airlines tetap menjadi pemenang dalam kategori ini. Di sisi lain, Garuda Indonesia masih tercantum dalam daftar tersebut meskipun sedikit mengalami penurunan posisi. Untuk informasi lebih lengkap, lihat daftar maskapai penerbangan dunia dengan pramugara terbaik versi 2025 di bawah ini!

1. Singapore Airlines

Singapore Airlines terkenal sebagai perusahaan penerbangan yang menawarkan layanan berkualitas tinggi. Agar tetap mempertahankan citra tersebut, maskapai ini selalu membuka kesempatan bagi orang-orang yang fokus pada kepuasan pelanggan, proaktif, serta mampu bekerja sama dalam tim untuk menjadi bagian dari kru penerbangan. Tidak heran jika akhirnya mereka mampu mempertahankan gelar sebagai maskapai penerbangan terbaik dengan kru penerbangan terunggul.

Singapore Airlines memiliki salah satu program pelatihan paling lama dan menyeluruh dalam industri penerbangan, yang berlangsung selama empat bulan. Materi yang diajarkan mencakup berbagai hal penting, mulai dari pemahaman produk termasuk layanan makanan dan minuman, prosedur pelayanan penumpang, etika serta penampilan, kemampuan bahasa dan komunikasi, hingga pelatihan keselamatan, prosedur darurat, dan pertolongan pertama.

2. ANA All Nippon Airways

Di peringkat kedua, ANA All Nippon Airways tetap mempertahankan posisinya. Maskapai penerbangan asal Jepang ini memiliki visi untuk menjadi grup maskapai terkemuka di pasar global. Oleh karena itu, mereka menyediakan program pengembangan sumber daya manusia berbasis internasional. Tujuannya adalah menghasilkan talenta yang mampu memahami berbagai budaya, kebiasaan, dan nilai-nilai, serta responsif dalam menerapkan ilmu yang telah diperoleh.

Selain pelatihan yang sesuai dengan tingkat karier, tersedia pula pelatihan keterampilan bisnis, program pengembangan kepemimpinan yang diperkaya melalui studi humaniora dan pengalaman lapangan di luar perusahaan, hingga sistem rekrutmen internal yang terbuka bagi karyawan yang ingin mengeksplorasi potensi mereka di posisi baru.

3. Cathay Pacific Airways

Dari peringkat 5 pada tahun 2024, Cathay Pacific Airways berkembang pesat hingga mencapai peringkat 3 sebagai maskapai penerbangan terbaik di dunia dengan kru pelayanan terunggul versi 2025. Sebagai wajah dari maskapai Hong Kong ini, para kru pelayanan dilatih untuk menerapkan nilai-nilai inti perusahaan, yaitu Thoughtful, Progressive, dan Can-do kepada para penumpang.

Seluruh staf kabin Cathay Pacific Airways terkenal karena kemampuan mereka dalam memberikan pelayanan terbaik serta tanggap dalam menghadapi keadaan darurat. Program pelatihan khusus ini memberikan kepada awak kabin berbagai keterampilan dan pengetahuan penting, mulai dari prosedur keselamatan hingga layanan pelanggan yang luar biasa.

4. Garuda Indonesia

Meski telah menjadi anggota maskapai penerbangan dunia dengan kru kabin terbaik versi Skytrax, tahun ini Garuda Indonesia turun satu peringkat ke posisi keempat. Namun, maskapai penerbangan ini sudah dikenal memiliki sistem pelatihan yang berkualitas sejak awal tahun 1950-an.

Tidak hanya mematuhi peraturan, prioritas Garuda Indonesia adalah mempertahankan kualitas program pelatihan dengan meningkatkan para instruktur, kurikulum pengajaran, media dan fasilitas pelatihan, serta metode pengajaran.

5. EVA Air

Di posisi kelima, EVA Air dari Taiwan mengalami penurunan peringkat dari posisi keempat. Untuk mempertahankan standar keselamatan kabin dan kualitas layanan, EVA Air menyelenggarakan pelatihan menggunakan fasilitas simulasi yang mirip dengan kondisi nyata di pesawat serta mematuhi SOP secara ketat. Pelatihan ini menitikberatkan pada penggunaan berbagai peralatan darurat di dalam pesawat, penanganan situasi darurat, serta penguasaan teknik dan pengetahuan profesional terkait prosedur pelayanan.

Untuk memperkuat kesiapan dan kemampuan pelayanan para awak kabin, EVA Air juga bekerja sama dengan instruktur luar untuk membantu kru memahami sifat-sifat penumpang. Dengan demikian, awak kabin dapat tampil lebih percaya diri dan profesional dalam memberikan rasa aman serta nyaman bagi penumpang selama perjalanan udara.

6. Hainan Airlines

Seperti tahun sebelumnya, Hainan Airlines asal Tiongkok terpilih sebagai maskapai penerbangan dengan crew kabin terbaik keenam dalam pemeringkatan Skytrax. Tidak mengherankan, proses pelatihan bagi para awak kabin ternyata berlangsung selama tiga bulan. Dalam jangka waktu tersebut, mereka diberikan pengetahuan tentang prosedur keselamatan, situasi darurat, pelayanan kepada penumpang, serta komunikasi, dengan fokus pada standar Tiongkok dan global.

7. Japan Airlines

Japan Airlines berhasil mempertahankan posisinya di peringkat ketujuh. Maskapai penerbangan dari Jepang ini dikenal memiliki sistem pelatihan untuk awak kabin yang sangat ketat serta menerapkan budaya Jepang yang tinggi dalam memberikan layanan kepada penumpang, misalnya:

  • Omotenashi (おもてなし): bukan hanya sekadar menyediakan pelayanan yang luar biasa, omotenashi merupakan seni dalam melebihi harapan dengan persiapan yang matang serta kemampuan memahami kebutuhan penumpang sebelum mereka menyadari sendiri.

  • Mekubari (目配り): awak kabin dituntut untuk menjadi sangat peka dan jeli. Untuk bisa mengantisipasi kebutuhan tamu, mereka harus memperhatikan setiap gerakan kecil penumpang.

  • Ichigo ichie (一期一会): awak kabin perlu menghargai setiap momen yang tak bisa terulang, dan menghadapinya dengan rasa hormat, ketulusan, serta perhatian penuh.

8. Malaysia Airlines

Setelah sebelumnya berada di posisi ke-10, Malaysia Airlines kini naik ke peringkat ke-8 sebagai maskapai penerbangan dengan pramugara terbaik 2025 versi Skytrax. Maskapai ini tidak hanya menjamin kenyamanan seluruh penumpang saat terbang, tetapi juga keamanan karena para awak kabinnya dilatih dalam prosedur keselamatan darurat.

9. STARLUX Airlines

STARLUX Airlines membuat kejutan besar dengan langsung berada di peringkat 9 maskapai penerbangan dunia dengan kru penerbangan terbaik 2025 versi Skytrax. Sebelumnya, maskapai penerbangan dari Taiwan ini bahkan tidak masuk dalam 20 besar.

Pelatihan awak kabin STARLUX Airlines sangat ketat dan menyeluruh, dengan fokus pada keselamatan serta pelayanan agar memberikan pengalaman perjalanan yang berkualitas bagi penumpang. Pelatihan ini meliputi pelatihan dasar, penilaian selama penerbangan, serta program pengembangan yang berkelanjutan. Oleh karena itu, tidak mengherankan lagi jika STARLUX Airlines mencapai milestone baru ini, ya!

10. Korean Air

Di peringkat kesepuluh, terdapat Korean Air yang juga mengalami peningkatan posisi yang mencolok dari peringkat 13. Menghadapi persaingan yang cukup ketat, para calon awak kabin yang terpilih tentu merupakan kandidat terbaik yang memenuhi syarat dalam hal pendidikan, pengalaman, dan kemampuan. Selain itu, mereka juga harus mampu berbicara beberapa bahasa, menarik, serta memiliki kebugaran fisik yang baik.

Pelatihan awak kabin Korean Air meliputi kurikulum yang menyeluruh dengan fokus pada keselamatan, keamanan, dan pelayanan, yang menggabungkan aspek teori dan praktik. Pelatihan ini juga menawarkan program khusus untuk pramugari internasional, seperti program pemahaman budaya “Dive into K-style”.

Dari 10 maskapai penerbangan dunia dengan pramugara terbaik 2025 versi Skytrax yang telah disebutkan, apakah ada yang menjadi favorit kamu, Bela?

Tingkatkan Pelayanan, Singapore Airlines Meraih Dua Penghargaan Berkelas Dunia 4 Kekayaan STARLUX Airlines, Membuat Perjalanan Menyenangkan Baru! Corendon Airlines Akan Menghadirkan Area Tanpa Anak

Copyright © 2026 10drama.com