Tabungan Haji Bank Mega Syariah Naik Terus Hingga Juni 2025

Tabungan Haji Bank Mega Syariah Naik Terus Hingga Juni 2025

Lintaskriminal.co.id -.CO.ID – JAKARTA.Bank Mega Syariah mengalami peningkatan positif dalam pengumpulan nasabah Tabungan Haji. Hal ini terlihat dari jumlah dana yang terkumpul pada Tabungan Haji Bank Mega Syariah mencapai Rp 303 miliar per Juni 2025.

Angka ini meningkat sekitar 1,3% dibandingkan akhir tahun 2024 yang mencapai lebih dari Rp 299 miliar.

Kepala Bisnis Bank Mega Syariah Rasmoro Pramono Aji (Oney) mengungkapkan bahwa situasi ini menunjukkan bahwa Bank Mega Syariah semakin dipilih oleh masyarakat dalam merencanakan ibadah haji dan umrah.

“Saat ini Bank Mega Syariah semakin dipilih oleh masyarakat dalam merencanakan keuangan mereka untuk persiapan haji dan umrah. Hal ini terlihat dari jumlah nasabah tabungan Haji Bank Mega Syariah yang menunjukkan perkembangan positif,” ujar Oney dalam keterangan resmi yang diterima Lintaskriminal.co.id, Senin (19/8/2025).

Pada bulan Juni 2025, jumlah rekening (NoA) Tabungan Haji tercatat melebihi 254.000 rekening, naik lebih dari 3,67% dibandingkan akhir tahun 2024 yang mencapai lebih dari 245.000 rekening.

Persentase tabungan haji yang belum dicairkan terhadap total tabungan nasional juga meningkat dari 17% pada akhir tahun 2024 menjadi 19% pada Juni 2025.

Oney menyampaikan bahwa pencapaian ini sejalan dengan strategi Bank Mega Syariah yang gencar meluncurkan berbagai program menarik, seperti Program Poin Haji Berkah Mega Syariah.

Program Poin Haji Berkah Mega Syariah ini ditujukan untuk nasabah tabungan haji dan umrah, baik nasabah lama maupun baru melalui cara Aktivasi M – Syariah, serta penambahan dana pada tabungan haji/umroh.

Nasabah juga memiliki kesempatan untuk memperoleh poin tambahan setiap kali membuka rencana tabungan. Poin-poin ini akan dipilih secara acak sebagai pemenang setiap kuartal.

“Program ini diharapkan mampu meningkatkan semangat masyarakat dalam merencanakan Ibadah Haji melalui Bank Mega Syariah,” tuturnya.

BRI Group Meraih Tiga Penghargaan Berkelas di Euromoney Awards for Excellence 2025

BRI Group Meraih Tiga Penghargaan Berkelas di Euromoney Awards for Excellence 2025

BRI Group kembali meraih penghargaan yang membanggakan di tingkat internasional setelah mendapatkan tiga penghargaan istimewa dalam ajang Euromoney Awards for Excellence 2025. Prestasi ini menambahkan nama BRI Group dalam daftar prestasi global, sekaligus memperkuat citra perusahaan sebagai lembaga keuangan berkelas dunia.

Mengutip laporan resmi Euromoney yang diterbitkan pada 18 Juli 2025, Grup BRI tercatat sebagai lembaga keuangan nasional yang mendapatkan penghargaan paling banyak di antara perbankan di Indonesia.

Di kategori Pemenang Negara dan Wilayah, Grup BRI memperoleh tiga penghargaan, termasuk sebagai Best Digital Bank 2025, Best Bank for Diversity and Inclusion 2025, serta Best Bank for Research 2025 yang diberikan kepada BRI Danareksa Sekuritas.

Pemimpin Grup BRI, Hery Gunardi, menyatakan bahwa penghargaan yang diterima menjadi semangat bagi BRI untuk terus memberikan kinerja terbaik.

“Tiga penghargaan yang diraih BRI ini merupakan bukti nyata dari komitmen BRI Group dalam mempercepat transformasi digital, menerapkan nilai keragaman dan budaya kerja yang inklusif, serta menyediakan layanan riset dan analisis pasar modal yang andal dan bersaing,” katanya.

Hery menyampaikan bahwa semua pencapaian ini merupakan hasil dari komitmen BRI dalam memperkuat infrastruktur layanan yang merata dan dapat diandalkan di seluruh Indonesia. Penghargaan sebagai Best Digital Bank juga tidak lepas dari langkah strategis BRI yang agresif dalam mempercepat digitalisasi layanan.

Salah satu contohnya adalah BRImo, yang hingga 31 Juni 2025 memiliki jumlah pengguna aplikasi super BRImo sebanyak 42,7 juta pengguna atau mengalami pertumbuhan sebesar 21,2% secara tahunan dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.

Di sisi nasabah korporasi, peluncuran QLola semakin melengkapi layanan digital untuk mempermudah pengelolaan.trade finance, cash management, dan transaksi valuta asing dalam satu platform. Inovasi ini juga didukung oleh peningkatan sistem keamanan yang di antaranya melibatkan pemantauan secarareal-timeserta penerapan teknologi berbasis blockchain.

Di luar bidang teknologi, BRI juga menunjukkan komitmen terhadap prinsip keragaman dan inklusi sebagai bagian utama dari strategi keberlanjutan perusahaan. Upaya menciptakan lingkungan kerja yang adil dan mampu menjangkau kelompok yang selama ini tidak mendapat perhatian menjadi dasar kuat di balik penghargaan Best Bank for Diversity and Inclusion 2025.

Mengutip dari laporan resmi Euromoney, upaya pengembangan inklusi keuangan BRI telah menjangkau skala yang luas. Diketahui, PNM Mekaar memberikan modal dan pelatihan kepada 14,4 juta perempuan dengan pendapatan rendah, sementara jaringan AgenBRILink yang telah mencapai 1,2 juta agen menyediakan layanan perbankan hingga ke 67 ribu desa di Indonesia.

Euromoney juga melaporkan bahwa BRI telah menyelenggarakan 2.037 sesi edukasi keuangan dan digital bagi kelompok-kelompok yang kurang beruntung, serta menerapkan prinsip ESG dalam bisnis yang dijalankan oleh perempuan dan dimiliki oleh kelompok minoritas.

Berikut adalah beberapa variasi parafraze dari teks yang diberikan: 1. Selain itu, kinerja riset yang baik dari anak perusahaan juga membuat salah satu anak usaha BRI, yaitu BRI Danareksa Sekuritas, meraih gelar Best Bank for Research. Perusahaan ini menduduki posisi teratas dalam kategori strategi makro di antara lebih dari 40 analis dari 13 sekuritas, serta menjadi pemimpin dalam perdagangan obligasi pemerintah dan korporasi. 2. Performa riset yang kuat dari anak perusahaan turut berkontribusi pada pencapaian BRI Danareksa Sekuritas, salah satu anak usaha BRI, yang meraih penghargaan Best Bank for Research. Perusahaan ini berada di posisi terdepan dalam kategori strategi makro di antara lebih dari 40 analis dari 13 sekuritas, serta memimpin dalam transaksi obligasi pemerintah dan perusahaan. 3. Kinerja riset yang stabil dari anak perusahaan juga membawa BRI Danareksa Sekuritas, salah satu anak usaha BRI, meraih predikat Best Bank for Research. Perusahaan ini menempati posisi terbaik dalam kategori strategi makro di antara lebih dari 40 analis dari 13 sekuritas, serta menjadi pemimpin dalam perdagangan obligasi pemerintah dan korporasi. 4. Selain itu, hasil riset yang baik dari anak perusahaan turut mendorong BRI Danareksa Sekuritas, salah satu anak usaha BRI, untuk meraih penghargaan Best Bank for Research. Perusahaan ini menduduki peringkat teratas dalam kategori strategi makro di antara lebih dari 40 analis dari 13 sekuritas, serta unggul dalam perdagangan obligasi pemerintah dan perusahaan. 5. Berkat kinerja riset yang solid dari anak perusahaan, BRI Danareksa Sekuritas, salah satu anak usaha BRI, berhasil meraih penghargaan Best Bank for Research. Perusahaan ini berada di posisi terdepan dalam kategori strategi makro di antara lebih dari 40 analis dari 13 sekuritas, serta menjadi yang teratas dalam perdagangan obligasi pemerintah dan korporasi.

Seperti yang diketahui, Euromoney adalah organisasi terkemuka dalam industri perbankan dan keuangan global. Selama lebih dari 50 tahun, Euromoney telah menjadi pilihan bagi lembaga keuangan dalam menyajikan analisis berbasis data yang mendukung penyusunan strategi hingga pengambilan keputusan.

“Capaian ini tidak hanya menjadi sumber kebanggaan, tetapi juga menjadi motivasi bagi kami untuk terus memberikan kontribusi terbaik kepada seluruh pemangku kepentingan. Arahan baru transformasi yang kami beri nama BRIVolution Reignite akan menjadi kunci utama dalam memperkuat posisi BRI sebagai bank universal kelas dunia,” tutup Hery Gunardi.

Penyaluran Kredit UMKM Tidak Optimal, Bank Ungkap Penyebabnya

Penyaluran Kredit UMKM Tidak Optimal, Bank Ungkap Penyebabnya

Lintaskriminal.co.id -.CO.ID – JAKARTA.Pada semester-II tahun 2025, penyaluran kredit perbankan kepada sektor UMKM masih belum menunjukkan perkembangan yang signifikan. Data terbaru hingga Juli 2025 mengungkapkan bahwa pertumbuhan kredit UMKM menjadi yang paling rendah di tahun ini.

Berdasarkan data analisis uang beredar Bank Indonesia (BI), penyaluran kredit untuk UMKM pada Juli 2025 hanya meningkat sebesar 1,6% secara tahunan (YoY), semakin menurun, setelah sebelumnya tumbuh sebesar 2,0% YoY.

Berdasarkan total nilai penyalurannya, hingga Juli 2025, penyaluran kredit UMKM secara keseluruhan mencapai Rp 1.397,4 triliun. Angka ini sedikit mengalami penurunan sebesar 0,5% dibandingkan pencapaian Juni 2025 yang berada di angka 1.404,0 triliun.

Jika dilihat lebih jauh ke belakang, pertumbuhan kredit UMKM pada Juli 2025 ini juga sangat jauh dari tingkat pertumbuhan tahun sebelumnya. Pada Juli 2024, penyaluran kredit UMKM meningkat sebesar 5,1% secara tahunan.

Terkait hal tersebut, Direktur Utama PT Bank CIMB Niaga Tbk Lani Darmawan mengungkapkan bahwa penurunan pertumbuhan kredit usaha mikro, kecil, dan menengah lebih terlihat di kawasan kota-kota besar. Hal ini disebabkan oleh belum pulihnya daya beli masyarakat.

“Kami melihat pertumbuhan tetap positif di kota-kota tingkat dua yang lebih kecil. Di kota besar utama, pertumbuhannya terlihat melambat, karena daya beli masyarakat masih mengalami tekanan,” kata Lani saat dihubungi Lintaskriminal.co.id, Jumat (12/9/2025).

Meskipun demikian, Lani menekankan bahwa penyaluran kredit dalam sektor UMKM tetap menjadi salah satu prioritas utama Bank, yang tercatat pada Juli 2025 kredit UMKM di CIMB Niaga mengalami pertumbuhan sebesar 7% secara tahunan (YoY).

Direktur Finance & Business Planning PT Bank Sahabat Sampoerna Henky Suryaputra menyampaikan bahwa kredit UMKM di Bank Sampoerna pada bulan Juli 2025 menunjukkan pertumbuhan yang belum mencolok, mirip dengan data industri.

“Kredit UMKM di Bank Sampoerna hingga Juli 2025 memang menunjukkan gambaran yang tidak terlalu berbeda dengan data industri. Tantangan yang dialami UMKM membuat kami lebih fokus pada menjaga kualitas pinjaman daripada mendorong pertumbuhan,” ujar Henky.

Meskipun demikian, ia menyatakan bahwa sesuai dengan visi Bank, UMKM tetap menjadi prioritas utama dalam pelayanan Bank Sampoerna. Diketahui, hingga Juni 2025, kredit yang diberikan kepada sektor UMKM mencapai 64% dari total kredit Bank Sampoerna.

Sementara itu, PT Bank Pembangunan Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta atau Bank BPD DIY menyampaikan bahwa hingga saat ini, Perusahaan sangat mengandalkan sektor UMKM. Oleh karena itu, Direktur Pemasaran dan Usaha Syariah BPD DIY Raden Agus Trimurjanto menyatakan bahwa pihaknya tetap optimis.

Sampai Agustus 2025, jumlah kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang belum lunas dari Bank BPD DIY mencapai Rp 2,055 triliun. Angka ini naik sebesar 12% dibandingkan posisi pada Agustus tahun sebelumnya yang berada di angka Rp 1,825 triliun.

“Bank BPD DIY sangat mengandalkan sektor UMKM, yang saat ini telah mencapai 63% dari komposisi kredit produktif. Tentu saja kami percaya diri karena DIY memiliki sedikit potensi kredit korporasi/industri, sehingga kami terus berkomitmen untuk mengembangkan UMKM,” ujar Agus.

Saat ini Hera F. Haryn, EVP Corporate Communication & Social Responsibility PT Bank Central Asia Tbk, menyatakan bahwa kinerja sektor perbankan akan sesuai dengan kondisi perekonomian. Namun, ia menekankan bahwa BCA akan terus memberikan kredit kepada berbagai bidang, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah.

Penyaluran kredit BCA kepada sektor UMKM naik 12,6% secara tahunan menjadi Rp 136 triliun pada Juni 2025. Untuk meningkatkan kredit di sektor UMKM, BCA menerapkan berbagai strategi, seperti menawarkan bunga khusus bagi pelaku usaha dalam segmen UMKM.

“BCA berkomitmen untuk memaksimalkan berbagai saluran penyaluran pembiayaan, digitalisasi, serta pemanfaatan rantai pasok pembeli atau mitra secara hati-hati,” ujar Hera.

Ekonom Universitas Paramadina Wijayanto Samirin menyampaikan bahwa masalah utama dalam penyaluran kredit UMKM yang belum menunjukkan pertumbuhan signifikan adalah karena kondisi ekonomi yang masih mengalami tekanan, terlihat dari daya beli masyarakat yang tidak kunjung meningkat.

Selain itu, hingga saat ini masih banyak pelaku usaha UMKM yang beroperasi secara tidak resmi. Hal ini membuat mereka sulit mendapatkan akses kredit dari bank.

“Saya pikir akan tetap berkembang perlahan dan cenderung tidak berubah. Solusinya adalah meningkatkan sisi permintaan,” tegasnya.

Untuk semakin mendukung pertumbuhan kredit UMKM, Wijayanto menyatakan terdapat berbagai solusi yang bisa diambil. Terutama adalah meningkatkan permintaan, misalnya dengan cara berikut, pertama yaitu melalui pemberian insentif ekonomi oleh pemerintah pada kuartal-IV mendatang. Kedua, mempermudah proses formalisasi UMKM.

Ketiga, perangi pungutan liar dan tindakan preman di kalangan UMKM. Selanjutnya berikan kredit dengan bunga yang didukung subsidi bagi pelaku usaha UMKM. Dan yang terakhir, pentingnya mendorong kerja sama antara Kopdes Merah Putih dengan UMKM, agar kehadiran Kopdes Merah Putih ini tidak mengancam para pelaku usaha UMKM yang sudah ada.

Perkuat Inklusi Keuangan, BRI Rilis Kartu Debit BRI X INDODAX

Perkuat Inklusi Keuangan, BRI Rilis Kartu Debit BRI X INDODAX

Perusahaan Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus memperkuat posisinya sebagai pemimpin dalam layanan keuangan digital di Tanah Air. Untuk mendorong inklusi dan pemahaman keuangan berbasis teknologi, BRI melakukan kerja sama strategis dengan INDODAX, platform pertukaran aset kripto terbesar di Indonesia, melalui peluncuran kartu debit Co-Branding BRI X INDODAX.

Inisiatif ini menyasar komunitas tech-savvy, pengguna aset digital, serta generasi muda yang memerlukan layanan perbankan yang canggih, aman, dan efisien. Dengan produk terbaru ini, BRI menyediakan kemudahan dalam bertransaksi melalui berbagai fitur khusus yang dibuat untuk nasabah INDODAX.

Nasabah INDODAX yang memiliki rekening BRI akan mendapatkan kartu debit khusus yang menawarkan berbagai fasilitas, antara lain bebas biaya transaksi kartu secarareal-time, akses gratis konversi hingga 12 mata uang untuk memfasilitasi transaksi antar negara serta mendapatkan cashback hingga Rp 100.000 danextra cashback airdrop25.000 IDRX dengan pengalokasian dana dimulai dari Rp 1 Juta.

Selain itu, nasabah juga memperoleh asuransi kecelakaan hingga 250% dari saldo rekening terbesar sebesar Rp 150 juta serta akses ke program loyalitas BRI dan Indodax yang menawarkan berbagai promo dan manfaat menarik.

Proses aktivasi kartu dirancang sederhana dan lancar, mulai dari pembukaan rekening denganflaggingkhusus, pengiriman data ke INDODAX, hingga penerbitanreward tokensebagai bagian dari sistem digital yang terhubung secara terintegrasi.

Untuk meningkatkan visibilitas program ini, BRI bekerja sama dengan INDODAX akan menjadico-hostdi Official Coinfest Asia 2025 yang diadakan pada 22 Agustus 2025 di Bali. Coinfest Asia adalah acara internasional yang mengumpulkan komunitas blockchain, startup, investor, dan digital.enthusiasts.

Kepala Jaringan dan Pendanaan Retail BRI, Aquaris Rudianto, menyampaikan melalui kerja sama ini, BRI berupaya menunjukkan diri sebagai bank yang responsif terhadap perkembangan teknologi serta kebutuhan nasabah masa kini.

“Kehadiran kartu debit co-branding BRI X INDODAX adalah tindakan nyata kami dalam mendukung perkembangan literasi aset digital di Indonesia,” katanya.

Program ini direncanakan menjadi pemicu dalam meningkatkan Dana Pihak Ketiga (CASA) danfee-basedpendapatan BRI. Selain itu, inisiatif ini selaras dengan strategi BRI untuk memperluas jumlah pelanggan baru, mendorong perkembangan ekosistem digital, serta memperkuat akses keuangan di Indonesia.

Peluncuran kartu Debit Co-Branding BRI X INDODAX merupakan bukti nyata perubahan BRI dalam menyediakan inovasi keuangan digital yang sesuai dengan kebutuhan generasi saat ini. Dengan kerja sama ini, BRI tidak hanya memperluas akses layanan perbankan berbasis teknologi, tetapi juga memperkuat posisinya sebagai bank universal,” ujar Aquarius. Peluncuran kartu Debit Co-Branding BRI X INDODAX menunjukkan secara jelas transformasi BRI dalam menghadirkan inovasi keuangan digital yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat modern. Melalui kolaborasi ini, BRI tidak hanya memperluas layanan perbankan berbasis teknologi, tetapi juga memperkuat kedudukannya sebagai bank universal,” tambah Aquarius. Peluncuran kartu Debit Co-Branding BRI X INDODAX menjadi bukti nyata perubahan BRI dalam menyajikan inovasi keuangan digital yang sesuai dengan kebutuhan generasi masa kini. Dengan adanya kolaborasi ini, BRI tidak hanya memperluas akses layanan perbankan berbasis teknologi, tetapi juga memperkuat posisi sebagai bank universal,” kata Aquarius.

Akselerasi Inklusi Keuangan, Bank Mandiri Dapat Empat Penghargaan OJK

Akselerasi Inklusi Keuangan, Bank Mandiri Dapat Empat Penghargaan OJK

Bank Mandiri memperkuat posisinya sebagai agen pembangunan nasional setelah meraih empat penghargaan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam perayaan Hari Indonesia Menabung (HIM) 2025 di Gedung Dhanapala, Jakarta. Prestasi ini menunjukkan adanya keterlibatan bersama antara regulator, lembaga jasa keuangan, dan masyarakat dalam mempercepat literasi serta akses keuangan di Indonesia.

Empat penghargaan yang diraih oleh Bank Mandiri meliputi Kategori Bank Pelaksana KEJAR Terbaik dalam rangka Hari Indonesia Menabung, Kategori Satuan Pendidikan Sekolah Luar Biasa Pelaksana KEJAR Terbaik, Salah satu PUJK dengan Program Literasi Keuangan Paling Aktif, serta Salah satu PUJK dengan Pembentukan OJK Peduli Teraktif.

Penghargaan ini diterima langsung oleh Wakil Direktur Utama Bank Mandiri, Henry Panjaitan (diangkat dalam RUPSLB 2025 dan mulai berlaku setelah lulus)fit & proper testOJK) di Gedung Dhanapala, Jakarta, Jumat (22/8).

Hasil yang dicapai menunjukkan komitmen perusahaan dalam menyediakan solusi keuangan yang lengkap bagi berbagai kalangan masyarakat.

Melalui program Mandiri Tabungan SimPel (Simpanan Pelajar), Bank Mandiri berupaya menciptakan generasi yang memiliki pemahaman keuangan yang baik sejak dini. Sampai dengan Juni 2025, jumlah rekening Simpel telah mencapai lebih dari 2,8 juta rekening, meningkat sebesar 15,27% per tahun (year on year/yoy).

Selanjutnya, Rudi Nugraha, SVP Retail Deposit Product Solution Bank Mandiri, menyampaikan rasa apresiasi yang tinggi terhadap penghargaan tersebut.

“Kami yakin bahwa inklusi dan literasi keuangan merupakan fondasi penting dalam pembangunan ekonomi. Oleh karena itu, Bank Mandiri terus memperluas cakupannya melalui infrastruktur digital, pendidikan, serta kerja sama lintas sektor. Dengan komitmen, sinergi, dan percepatan yang berkelanjutan, kami berupaya memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Rudi dalam pernyataan resminya, Senin (25/8). “Kami percaya bahwa inklusi dan pemahaman keuangan menjadi dasar penting dalam perekonomian. Untuk itu, Bank Mandiri terus memperluas aksesnya melalui sistem digital, pelatihan, serta kolaborasi lintas sektor. Dengan komitmen, keterlibatan bersama, dan percepatan yang berkelanjutan, kami berusaha menciptakan nilai tambah bagi masyarakat sambil memperkuat pertumbuhan ekonomi negara,” ujar Rudi dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan pada Senin (25/8). “Inklusi dan literasi keuangan dianggap sebagai pondasi penting untuk pembangunan ekonomi. Oleh karena itu, Bank Mandiri terus memperluas jangkauannya melalui infrastruktur digital, edukasi, serta kerja sama antarsektor. Dengan komitmen, sinergi, dan akselerasi yang berkelanjutan, kami berupaya memberikan manfaat kepada masyarakat serta memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Rudi dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Senin (25/8).

Selanjutnya, Rudi menekankan bahwa Bank Mandiri tidak hanya memperhatikan produk tabungan untuk pelajar, tetapi juga mengembangkan berbagai solusi keuangan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini. Transformasi digital dianggap sebagai penggerak utama dalam memperluas akses, khususnya bagi kalangan muda yang semakin terbiasa dengan layanan keuangan berbasis teknologi.

Bank Mandiri juga aktif dalam program literasi yang mencakup sekolah, komunitas, hingga daerah terpencil. Dengan pendekatan yang fleksibel dan edukatif, perusahaan berupaya membangun kebiasaan menabung serta perencanaan keuangan sejak dini. Langkah ini diharapkan mampu membentuk karakter finansial yang kuat serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

“Penilaian dari OJK menjadi pengingat bahwa tujuan inklusi keuangan bukan hanya target sementara, melainkan perjalanan panjang yang memerlukan ketekunan. Kami berkomitmen untuk menyediakan solusi keuangan yang semakin kreatif, murah, dan lengkap, sehingga seluruh lapisan masyarakat dapat merasakan manfaatnya,” ujar Rudi.

Melalui pencapaian ini, Bank Mandiri membuktikan bahwa upaya menyediakan layanan keuangan bukan hanya tentang bisnis, tetapi juga wujud nyata kontribusi terhadap kesejahteraan rakyat.

Dengan inovasi, kerja sama dengan regulator dan pihak terkait, serta komitmen yang kuat, Bank Mandiri menunjukkan perannya dalam mempercepat akses keuangan dan memperkuat dasar pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan.

Perkuat Inklusi Keuangan Digital, BRI Rilis Kartu Debit BRI X INDODAX

Perkuat Inklusi Keuangan Digital, BRI Rilis Kartu Debit BRI X INDODAX

10drama.com, JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI tetap memperkuat posisinya sebagai pelopor layanan keuangan digital di Indonesia. Dalam upaya meningkatkan inklusi dan pemahaman keuangan berbasis teknologi, BRI melakukan kerja sama strategis dengan INDODAX,platformplatform perdagangan aset kripto terbesar di Indonesia, dengan peluncuran kartu debit co-branding BRI X INDODAX.

Inisiatif ini menyasar komunitas tech-savvy, pengguna aset digital, serta generasi muda yang memerlukan layanan perbankan yang canggih, aman, dan efektif. Dengan produk terbaru ini, BRI menyediakan kemudahan dalam bertransaksi melalui berbagai fitur andalan yang dibuat khusus untuk nasabah INDODAX.

Untuk meningkatkan visibilitas program ini, BRI bekerja sama dengan INDODAX sebagai co-host dalam Official Coinfest Asia 2025 yang akan diadakan pada 22 Agustus 2025 di Bali. Coinfest Asia adalah acara internasional yang mengumpulkan komunitasblockchain, startup, investor, dan digital enthusiasts.

Kepala Jaringan dan Pendanaan Retail BRI, Aquaris Rudianto, menyampaikan melalui kerja sama ini, BRI ingin menunjukkan bahwa bank tersebut mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi serta kebutuhan nasabah modern. “Keberadaan kartu Debit Co-Branding BRI X INDODAX adalah tindakan nyata kami dalam mendukung pertumbuhan literasi aset digital di Indonesia,” katanya.

Program ini direncanakan menjadi pemicu dalam meningkatkan Dana Pihak Ketiga (CASA) danfee-based incomeBRI. Selain itu, inisiatif ini sesuai dengan rencana BRI dalam memperluas jumlah pelanggan baru, mendorong perkembangan ekosistem digital, serta memperkuat akses keuangan di Indonesia.

“Peluncuran kartu Debit Co-Branding BRI X INDODAX merupakan bukti perubahan BRI dalam menyediakan inovasi keuangan digital yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini. Dengan kerja sama ini, BRI tidak hanya memperluas akses layanan perbankan berbasis teknologi, tetapi juga memperkuat posisinya sebagai bank universal,” ujar Aquarius.

Keistimewaan Kolaborasi Bagi Nasabah

Nasabah INDODAX yang membuka rekening BRI akan mendapatkan kartu debit khusus yang menawarkan berbagai manfaat istimewa. Manfaat tersebut antara lain bebas biaya transaksi kartu secarareal-time, akses gratis konversi hingga 12 mata uang untuk memfasilitasi transaksi antar negara serta memperolehcashback hingga Rp 100.000 dan extra cashback airdrop25.000 IDRX dengan pengalokasian dana dimulai dari Rp 1 juta.

Selain itu, nasabah juga memperoleh asuransi kecelakaan hingga 250 persen dari saldo rekening maksimum sebesar Rp 150 juta serta akses ke program loyalitas BRI dan Indodax yang menawarkan berbagai promo dan manfaat menarik.

Proses pengaktifan kartu dirancang sederhana danseamless, mulai dari pembukaan rekening dengan penanda khusus, pengiriman data ke INDODAX, hingga pemberian token reward sebagai bagian dari sistem digital yang terhubung.

Upaya Perbankan Memperkuat Keamanan Data Nasabah di Era Digital

Upaya Perbankan Memperkuat Keamanan Data Nasabah di Era Digital

10drama.com -.CO.ID – JAKARTA.Penggunaan layanan digital di industri jasa keuangan Indonesia mengalami pertumbuhan yang pesat. Namun, kemudahan ini juga disertai dengan ancaman dari tindak kriminalan siber sepertiidentity fraud, yang semakin meningkat akibat maraknya penyalahgunaan teknologideepfake AI.

Inovasi perbankan digital saat ini mencakup pembukaan rekening,onboarding, pembayaran, e-commerce,pinjaman, investasi, serta pengelolaan keuangan, semuanya bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja. Namun, tingkat literasi keuangan dan digital masih rendah.

Indeks Literasi Keuangan Indonesia 2025 hanya mencapai 66,46%, sementara Indeks Literasi Digital 2024 berada pada angka 3,78 dari skala 5, menyebabkan masyarakat rentan menjadi korban ancaman siber. Laporan IBM Cost of Data Breach 2024 menunjukkan kerugian rata-rata akibat kebocoran data pribadi di seluruh dunia mencapai USD 4,9 juta, meningkat 10% dibanding tahun sebelumnya.

Proses onboardingmenjadi titik penting dalam keamanan, karena penipuan identitas bisa memicu tindak kejahatan keuangan lainnya. Wakil Sekretaris Jenderal II Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH), Saat Prihartono, menekankan perlunya keseimbangan antara inovasi layanan dan keamanan digital.

Ia mengatakan, kemudahan akses perlu seimbang dengan sistem keamanan dan infrastruktur TI yang memadai. Proses e-KYC, sebagai pintu masuk layanan digital, rentan terhadap penyalahgunaan deepfake AI.

“Strategi pencegahan penipuan yang menyeluruh serta pemanfaatan kecerdasan buatan untuk mengidentifikasi ketidaknormalan secara langsung menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan digital di bidang jasa keuangan,” ujar Phihartono dalam pernyataannya, Senin (11/8).

Menurut Prihartono, identitas digital dianggap sebagai solusi strategis karena mampu mengidentifikasi individu atau perangkat dengan tepat, menjaga kerahasiaan data pribadi, memastikan sahnya transaksi, serta meningkatkan kepercayaan pelanggan.

Hal tersebut disampaikan oleh Prihartono dalam acara Online Fintech Talk dengan tema “Melawan Penipuan Digital: Membangun Kepercayaan Digital Layanan Perbankan Melalui Inovasi Identitas Digital” yang diadakan oleh AFTECH bekerja sama dengan Privy baru-baru ini. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan ancaman penipuan digital, memberikan edukasi mengenai peran teknologi identitas digital dan AI dalam pencegahannya, serta mendorong kerja sama antara regulator, perbankan, dan fintech guna memperkuat kepercayaan digital.

Sementara itu, CEO Privy, Marshall Pribadi, menekankan bahwa identitas digital yang diatur oleh Penyelenggara Sertifikasi Elektronik (PSrE) memiliki peran penting dalam transaksi digital. Penggunaannya mampu mempermudah proses pendaftaran pelanggan tanpa mengorbankan keamanan. Setiap sertifikat elektronik dilengkapicertificate warranty untuk mengurangi risiko yang dihadapi industri jasa keuangan.

Dari sisi perbankan,Kepala Digital dan AnalitikAndreas Kurniawan dari Bank Danamon menjelaskan bahwa pihaknya menggabungkan teknologi e-KYC, deteksi kehidupan, dan OCR bersama dengan verifikasi multi-lapis untuk menghadapi ancaman digital.

Dukungan PSrE menjamin keabsahan identitas nasabah, mempermudah prosesonboarding lebih efektif, secara langsung, dan mengurangi potensi penipuan. Ia menekankan perlunya kerja sama antar pihak agar perbankan dapat segera beradaptasi dengan pesatnya perkembangan teknologi.

Copyright © 2026 10drama.com