Kunci Motor Seret? Ini 3 Penyebabnya, Jangan Diabaikan!

Kunci Motor Seret? Ini 3 Penyebabnya, Jangan Diabaikan!

10drama.com –– Pernah merasa frustrasi karena kunci motor terasa sulit digerakkan atau bahkan susah diputar? Masalah ini mungkin terlihat kecil, namun jika tidak segera diperbaiki bisa menyebabkan kerusakan pada rumah kunci atau anak kunci yang patah di dalam. Akibatnya, selain merepotkan, juga membuat dompet kamu kosong karena biaya perbaikan.

Masalah ini dapat terjadi pada motor yang sudah lama maupun baru, terutama jika kebersihan dan perlindungan kunci sering kali diabaikan. Terdapat beberapa penyebab yang sering tidak diperhatikan oleh pemilik kendaraan.

Berikut 3 alasan umum mengapa kunci kontak sering terasa sulit diputar, seperti yang dikutip dari situs Astra Motor!

1. Air Hujan yang Memasuki Celah Kunci

Ketika sepeda motor ditempatkan di area terbuka saat hujan, air dapat masuk melalui lubang kunci. Meski tampak kecil, air hujan mungkin membawa debu dan kotoran halus yang akhirnya menumpuk di dalam bagian kunci.

Seiring berjalannya waktu, endapan tersebut akan mengering dan menghambat pergerakan anak kunci saat dimasukkan atau diputar. Jika tidak segera ditangani, gesekan akan semakin berat dan berpotensi merusak sistem kunci.

2. Sisa Sabun dari Proses Pencucian Mobil

Banyak orang tidak menyadari bahwa sabun cuci motor yang tidak benar-benar dibilas dapat masuk ke dalam kunci rumah. Ketika mengering, sabun akan membentuk lapisan tipis yang licin, namun justru menyulitkan kunci bergerak.

Lapisan ini dapat menumpuk dan menyebabkan saluran kunci menyempit, sehingga ketika kamu mencoba memutar, terasa mengganjal atau bahkan tersumbat.

3. Kerusakan Kecil pada Bangunan Penjara

Meskipun bahan kunci rumah umumnya dirancang tahan terhadap karat, paparan air yang terus-menerus tetap dapat menyebabkan korosi ringan. Lapisan karat tipis ini membuat permukaan lubang kunci tidak lagi halus, sehingga mengakibatkan gesekan dengan anak kunci menjadi lebih kuat.

 

Jika proses korosi mulai menyebar, gerakan kunci akan semakin sulit dan membutuhkan tenaga tambahan untuk menggerakkannya.

Perbandingan Keamanan Suzuki Fronx dan Chery Tiggo Cross CSH

Perbandingan Keamanan Suzuki Fronx dan Chery Tiggo Cross CSH

Jakarta, IDN Times – Sejak dulu hingga kini, fitur keselamatan tetap menjadi hal yang penting dan perlu diperhatikan sebelum membeli sebuah mobil. Kali iniIDN Timesakan membandingkan fitur keselamatan dan keamanan yang dimiliki oleh Suzuki Fronx dengan salah satu pesaing terbarunya, Chery Tiggo Cross CSH (Chery Super Hybrid)

Selain fitur keselamatan pasif, fitur keselamatan aktif atau Advanced Driver Assistance System (ADAS) kini menjadi standar yang wajib dimiliki oleh produsen mobil. Kedua kendaraan yang akan dibandingkan, terutama pada varian tertingginya, telah dilengkapi dengan teknologi canggih ini.

1. Fitur keamanan yang terdapat pada Suzuki Fronx

Di varian tertinggi Suzuki Fronx, SGX, terdapat berbagai fitur keselamatan yang sangat lengkap, seperti adanya enam titik airbag, struktur bodi TECT yang dilengkapi dengan fitur perlindungan pejalan kaki, seatbelt pretensioners, serta teknologi NVH Reduction yang mampu menciptakan suasana senyap di dalam kabin saat kendaraan sedang berjalan.

Sementara untuk fitur keselamatan aktifnya, terdapat Suzuki Safety Support yang bertujuan meningkatkan keamanan saat berkendara dengan memanfaatkan kamera, sensor, dan radar yang dipasang di seluruh bagian bodi kendaraan.

Fitur-fitur Suzuki Safety Support mencakup Pengereman Darurat Otomatis, Pengendalian Jarak Kendaraan Adaptif, Pencegahan Keluar Jalur, Bantuan Tetap di Jalur, Peringatan Keluar Jalur, Pemberitahuan Lalu Lintas Silang Belakang, Sensor Parkir, Bantuan Lampu Jauh, Pemantau Titik Buta, serta Peringatan Goyangan Kendaraan.

Jika dilihat dari dapur pacunya, Suzuki Fronx menawarkan dua pilihan mesin, yaitu K15C dan K15B (khusus untuk varian GL). Kedua mesin ini memiliki kapasitas 1.500 cc, tetapi K15C dilengkapi dengan sistem Smart Hybrid Vehicle by Suzuki (SHVS).

Mesin K15C mampu menghasilkan daya maksimum hingga 100,6 PS pada kecepatan 6.000 rpm dengan torsi tertinggi sebesar 135 Nm. Sementara itu, mesin K15B memiliki daya puncak mencapai 104,7 PS pada 6.000 rpm dengan torsi sebesar 138 Nm.

2. Fitur keselamatan Chery Tiggo Cross CSH

Sementara Chery Tiggo Cross CSH, dilengkapi tujuh titik airbags dan belasan fitur ADAS yang meliputi beberapa fitur penting sepertiLane Keeping Assist (LKA), Adaptive Cruise Control (ACC), serta Traffic Jam Alert (TJA).

Chery menyatakan bahwa lebih dari 60 persen rangka kendaraannya terdiri dari baja bertekanan tinggi, dan penggunaan balok depan anti-tabrakan berbahan aluminium bukan hanya bertujuan untuk mengurangi berat, tetapi juga meningkatkan penyerapan energi benturan sebesar 25 persen.

Sementara Chery Tiggo Cross CSH, mengandalkan mesin hybrid ACTECO G4G15B generasi keenam yang dipadukan dengan motor listrik. Mesin konvensionalnya memiliki kapasitas 1.498 cc yang mampu menghasilkan daya sebesar 95 dk dan torsi 120 Nm.

Sementara itu, mesin listrik utamanya mampu menghasilkan daya 201 dk dengan torsi maksimum 310 Nm, yang dikombinasikan dengan transmisi Dedicated Hybrid Transmission (DHT).

3. Komparasi harga

Selain aspek keamanan, faktor yang memengaruhi keputusan konsumen dalam membeli sebuah mobil adalah harga. Chery Tiggo Cross CSH tersedia dalam satu pilihan, dengan harga Rp319,8 juta yang sudah termasuk biaya di Jakarta.

Sementara Suzuki Fronx menawarkan beberapa pilihan dengan harga yang bersaing. Berikut ini daftar harganya:

Fronx GL – MT: Rp259.000.000

Fronx GL – AT: Rp271 juta

Fronx GX – MT: Rp276 juta

Fronx GX – AT: Rp293,9 juta

Fronx SGX – AT: Rp319.900.000

Fronx SGX- AT 2 Tone: Rp321.900.000.

Suzuki Indonesia Ikut Meramaikan GIIAS 2025 dengan e-Vitara Suzuki GSX-8T: Spesifikasi, Harga, dan Fitur Utama 5 Perbandingan Varian Suzuki Fronx GL, GX, dan SGX

Hadir di GIIAS 2025, UD Trucks Ajarkan Kepada Sopir Pentingnya Berkendara Aman dan Efisien

Hadir di GIIAS 2025, UD Trucks Ajarkan Kepada Sopir Pentingnya Berkendara Aman dan Efisien

Hadir dalam GIIAS 2025, UD Trucks memberikan edukasi kepada para pengemudi tentang pentingnya berkendara yang aman dan efisien.

Hadir dalam GIIAS 2025, UD Trucks Memberikan Edukasi Kepada Sopir Mengenai Pentingnya Berkendara Aman dan Efisien Muncul di GIIAS 2025, UD Trucks Melakukan Pelatihan Kepada Sopir Tentang Arti Pentingnya Mengemudi yang Aman dan Hemat Tampil di GIIAS 2025, UD Trucks Menyampaikan Pendidikan Kepada Sopir Mengenai Keamanan dan Efisiensi Berkendara Berpartisipasi dalam GIIAS 2025, UD Trucks Memberikan Pengetahuan Kepada Sopir Mengenai Kehati-hatian dan Efisiensi Saat Mengemudi Hadir dalam Pameran GIIAS 2025, UD Trucks Melakukan Edukasi Kepada Sopir tentang Pentingnya Mengemudi dengan Aman dan Efisien

Ud Trucks mengadakan sesi diskusi bersama Jejelogy mengenai keselamatan berkendara dalam GIIAS 2025. Berikut hal-hal yang dibahas

Buliran.com -/ News

Ferdian 27 Juli, pukul 14.45 27 Juli, pukul 14.45

Buliran.com –– Hadir dalam GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025, UD Trucks Indonesia menyelenggarakan pelatihan pengemudi serta sosialisasi keselamatan berkendara.

Kegiatan ini dibuat sebagai bagian dari strategi untuk mengatasi tantangan sektor logistik nasional yang semakin rumit, mulai dari kebutuhan efisiensi hingga pentingnya budaya keselamatan kerja di jalan raya.

Di kegiatan interaktif yang diadakan di Booth UD Trucks, Hall 1D – ICE BSD, peserta mendapatkan pemahaman menyeluruh mengenai cara berkendara yang aman dan efektif.

Selain itu, juga diperkenalkan fitur-fitur keselamatan andalan dari Quester Euro 5, seperti ESCOT transmission, sistem rem udara lengkap, serta sistem pelatihan pengemudi dari My UD Fleet.

“Kami yakin bahwa kualitas transportasi nasional sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusianya. Oleh karena itu, para pengemudi perlu diberdayakan tidak hanya melalui kendaraan yang aman, tetapi juga dengan pemahaman dan kebiasaan yang tepat,” kata Christine Arifin, Head Marketing dan Business Development UD Trucks Indonesia (27/7/2025).

Selain itu, acara ini juga mengundang tokoh otomotif muda dan pengajar keselamatan berkendara, Julian Johan, yang dikenal luas di media sosial sebagai pembuat konten edukatif tentang kendaraan off-road dengan nama Jejelogy.

Pada sesi tersebut, Jeje membagikan pengalamannya langsung mencoba dua jenis UD Trucks Quester Euro 5, termasuk versi yang dilengkapi transmisi otomatis ESCOT.

“Truk saat ini bukan hanya kendaraan yang tangguh, tetapi juga memiliki kecerdasan. Teknologi seperti ESCOT benar-benar dibuat untuk melindungi pengemudi, mengurangi kelelahan, serta meningkatkan keselamatan kerja di jalan,” kata Jeje.

“Saya yakin para pengemudi saat ini perlu diberi pelatihan tidak hanya secara teknis, tetapi juga dalam hal pola pikir. Pendidikan keselamatan harus disampaikan dengan pendekatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari mereka, dan itulah yang coba kita lakukan bersama UD Trucks hari ini,” tambahnya.

Dari segi teknis, Egika Agung Hananto dari Technical Service UD Trucks menyampaikan bahwa keselamatan bukan hanya terkait dengan teknologi.

“Fitur seperti rem knalpot, kabin yang memenuhi standar ECE R29, serta sabuk pengaman tiga titik merupakan pelengkap. Namun yang paling penting tetap kesadaran dan kebiasaan disiplin dari pengemudi,” tutup Agung Hananto.

Copyright Buliran.com -2025

Related Article

Toyota Calya Terpental di Samping Rel, Tiga Orang Kehilangan Jiwa

Toyota Calya Terpental di Samping Rel, Tiga Orang Kehilangan Jiwa

Toyota Calya Terpental di Samping Rel, Tiga Orang di Dalam Kabin Meninggal Dunia

Toyota Calya Terpental di Samping Rel, Tiga Orang di Kabin Meninggal Dunia

Toyota Calya rusak parah di samping rel kereta api di Sumatera Utara. Akibat kejadian tersebut, 3 orang dilaporkan meninggal dunia.

Buliran.com -/ Peristiwa

Ferdian 27 Juli, pukul 18.00 27 Juli, pukul 18.00

Buliran.com –– Kecelakaan fatal terjadi pada mobil Toyota Calya di Simalungun, Sumatera Utara.

Peristiwa tersebut menyebabkan tiga korban jiwa dan melukai tujuh orang lainnya.

Diketahui kejadian yang melibatkan kereta api terjadi secara tepat di Nanggar Bayu, Simalungun pada hari Sabtu (26/7/2025).

Kepala Kepolisian Resor Simalungun AKBP Marganda Aritonang menyampaikan, kejadian tersebut terjadi tepat di perlintasan kereta api Km 115+0/1, berada di sebidang lahan tanpa adanya gerbang penutup pada pukul 15.48 WIB, dan dilaporkan kepada aparat kepolisian sekitar pukul 17.10 WIB.

Setelah petugas kepolisian tiba di lokasi kejadian, ditemukan kondisi kendaraan yang mengalami kerusakan parah di sisi kiri dan para penumpang mobil telah dievakuasi oleh warga sekitar ke Rumah Sakit Karya Husada Perdagangan, Simalungun.

AKBP Marganda menyampaikan, berdasarkan keterangan saksi, awalnya mobil yang dikemudikan Yusni Marzuki Sinaga (43) datang dari arah Simpang Asam, Kampung Pompa, Kecamatan Bandar, menuju jalur utama melewati perlintasan KA.

Saat tiba di lokasi kejadian, kereta api Lokomotif 2803 Kisaran Express yang dikemudikan oleh masinis bernama Hardian, datang dari arah Kisaran, Kabupaten Asahan, menuju Kota Medan.

Pada saat itu, kereta api 2803 Kisaran Express sedang melintas dan menabrak sisi kiri mobil hingga terbawa sejauh sekitar 50 meter, kemudian terlempar ke sisi kanan,” ujar Marganda mengutip 10drama.com (27/7/2025).

Ia menambahkan, berdasarkan keterangan saksi Candra Agustian (41) yang saat itu mengemudikan mobil BK 1426 RU tepat di belakang kendaraan korban, melihat kondisi sopir dalam keadaan tidak sadar, dua penumpang di sebelah sopir meninggal dunia, satu korban di sisi kiri juga meninggal, dan penumpang lainnya mengalami luka-luka.

Sedangkan identitas sopir dan penumpang kendaraan diketahui berasal dari Jalan Gunung Kidul, Kecamatan Binjai Selatan, Kota Binjai, Sumatera Utara.

Para korban meninggal adalah Siti Marlina (40), M. Alzam (2), dan Zulkifli (30). Di sisi lain, sopir Yusni Marzuki Sinaga (43) mengalami cedera parah dan enam penumpang lainnya mengalami luka ringan.

Laporan kecelakaan ini tercatat dalam LP/A/ / VII/2025/SPKT/Polres Simalungun. Pengemudi mobil minibus bernama Yusni Marzuki Sinaga dikenai Pasal 310 Ayat (4) UU RI Nomor 22 Tahun 2009 mengenai Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Kepala Lalu Lintas Polsek Perdagangan Aiptu H Sitinjak menyampaikan, pada malam Sabtu, kendaraan yang mengalami kecelakaan masih berada di lokasi kejadian menunggu proses evakuasi.

Copyright Buliran.com -2025

Related Article

Copyright © 2026 10drama.com