Orang yang Menghindari Warna Cerah Punya 8 Sifat Ini, Menurut Psikologi

Orang yang Menghindari Warna Cerah Punya 8 Sifat Ini, Menurut Psikologi

10drama.com –Tidak semua individu menggemari pakaian dengan warna yang terang. Beberapa orang lebih memilih nuansa yang netral, gelap, atau monokromatis seperti hitam, abu-abu, biru tua, atau cokelat.

Di bidang psikologi, kecenderungan memilih warna pakaian bukan hanya sekadar pilihan estetika atau ikut tren fashion, tetapi bisa mencerminkan sifat seseorang, perasaan, hingga pandangan dirinya sendiri.

Orang-orang yang terus-menerus menghindari warna-warna terang sering kali memiliki sifat psikologis tertentu yang menarik untuk dikaji.

Dikutip dari Geediting pada Sabtu (19/7), terdapat 8 ciri kepribadian yang menurut psikologi biasanya dimiliki oleh orang-orang yang secara sadar menghindari memakai pakaian berwarna cerah:

1. Lebih Menyelami Diri dan Merefleksikan Diri

Banyak orang yang tidak menyukai warna terang cenderung memiliki sifat yang lebih tertutup dan berpikir mendalam.

Mereka cenderung mengolah pikiran dan emosi secara batin dibandingkan menyampaikannya secara terang-terangan.

Warna yang cerah dianggap terlalu mencolok dan bising bagi mereka yang lebih suka ketenangan batin dan merenung.

Pemilihan warna netral atau gelap menunjukkan kedalaman pemikiran dan kecenderungan untuk berpikir mendalam.

2. Cenderung Menyukai Privasi

Orang-orang yang menghindari pakaian yang mencolok biasanya bukan jenis orang yang ingin mendapatkan perhatian banyak orang.

Warna terang secara alami mengeluarkan energi dan perhatian, sedangkan warna gelap atau netral memudahkan seseorang untuk “menyatu” atau bersatu dengan lingkungan.

Oleh karena itu, seseorang yang menghargai privasi dan cenderung menjauhi pusat perhatian merasa lebih nyaman dengan pilihan warna yang lebih tenang dan tidak terlalu mencolok.

3. Mempunyai Disiplin Diri yang Baik

Warna terang sering dikaitkan dengan keaktifan dan kegembiraan, sedangkan warna netral atau gelap lebih mencerminkan ketenangan dan pengendalian.

Banyak orang yang memilih untuk tidak menggunakan warna-warna yang mencolok biasanya memiliki kemampuan mengendalikan emosi yang baik serta lebih logis dalam menghadapi berbagai situasi.

Mereka menunjukkan ketenangan, konsistensi, dan tidak mudah terpengaruh oleh perasaan.

4. Perfeksionis dan Teliti

Di dunia mode, memakai warna yang netral atau gelap menciptakan kesan rapi dan berwibawa.

Banyak orang yang memilih menghindari warna-warna terang sering kali memiliki sifat perfeksionis dalam hal penampilan dan detail.

Mereka menginginkan segala sesuatu terlihat seimbang, tidak berlebihan, dan sesuai dengan posisinya.

Warna netral memberikan mereka kesempatan untuk menciptakan kesan yang selaras dan seimbang tanpa adanya risiko konflik warna.

5. Rentan Merasa Gugup dalam Lingkungan Sosial

Banyak penelitian di bidang psikologi warna menunjukkan bahwa seseorang yang cenderung menghindari warna cerah biasanya mengalami kecemasan sosial atau merasa tidak nyaman dalam situasi interaksi tertentu.

Warna yang terang dapat memicu perasaan merasa terlihat atau diawasi, yang bisa menjadi beban tersendiri bagi mereka yang cenderung cemas atau pemalu.

Mereka merasa lebih tenang ketika bisa “bersembunyi” di balik warna-warna yang tidak mencolok.

6. Memperlihatkan Sisi Tua dan Serius

Warna terang sering kali dikaitkan dengan usia muda, kegembiraan, dan kesenangan.

Sementara warna-warna gelap seperti hitam, abu-abu, atau biru tua biasanya memberikan kesan yang lebih matang, percaya diri, dan serius.

Seseorang yang menghindari warna terang biasanya berusaha menunjukkan dirinya sebagai individu yang dewasa, bertanggung jawab, dan tidak bersifat kanak-kanak.

Ini dapat menjadi metode mereka dalam menunjukkan kepribadian yang jelas dan profesional.

7. Tidak Nyaman Jadi Fokus Perhatian

Salah satu alasan paling umum mengapa orang menghindari pakaian berwarna terang adalah ketidaknyamanan menjadi pusat perhatian.

Warna-warna seperti merah terang, kuning neon, atau oranye cerah biasanya selalu menarik perhatian mata.

Bagi seseorang yang lebih merasa nyaman berada di balik layar atau menjauhi keramaian, menggunakan warna netral merupakan cara untuk menjaga kenyamanan psikologis mereka.

8. Lebih Menyadari Kondisi Nyata dan Tidak Terlalu Penuh Harapan

Pemilihan warna juga terkait dengan pandangan terhadap kehidupan.

Warna terang menggambarkan semangat yang tinggi, harapan, dan keyakinan positif.

Di sisi lain, orang yang menghindarinya biasanya memiliki pandangan yang lebih realistis terhadap kehidupan—mereka tidak terlalu berharap banyak, cenderung mempertimbangkan kemungkinan terburuk, dan ingin siap menghadapi kenyataan.

Mereka lebih mengandalkan logika dibandingkan imajinasi.

Penutup: Pemilihan Warna Merupakan Bahasa Perasaan

Di dunia psikologi, warna merupakan bahasa perasaan yang tidak disampaikan secara lisan.

Meski bukan satu-satunya alat untuk menilai kepribadian, preferensi warna—khususnya dalam pemilihan pakaian—bisa menjadi cerminan bagaimana seseorang memandang dirinya sendiri dan lingkungan sekitarnya.

Tidak melibatkan pakaian berwarna terang bukanlah hal yang salah atau negatif, tetapi bisa mencerminkan sifat kepribadian yang lebih dalam, seperti kecenderungan untuk merenung, menjaga privasi, atau menunjukkan sisi diri yang tenang dan terkontrol.

Jika Anda termasuk orang yang lebih suka mengenakan pakaian dengan warna-warna yang tenang, mungkin beberapa dari 8 ciri di atas cukup tepat menggambarkan sifat Anda.

***

Lisa Mariana dan Ridwan Kamil Tes DNA, Ini Rumah Sakit yang Tangani

Lisa Mariana dan Ridwan Kamil Tes DNA, Ini Rumah Sakit yang Tangani

10drama.com –, JAKARTA – Penasihat HukumLisa Mariana, John Boy Nababan mengungkapkan kesiapan kliennya dalam mengikuti uji DNA bersama Ridwan Kamil.

Sekarang pihak Lisa Mariana sedang menantikan informasi dari pihak kepolisian mengenai jadwal pelaksanaan tes DNA tersebut.

John Boy mengatakan pihaknya bersama dengan Ridwan Kamil telah menyusun surat pernyataan yang menunjukkan kesediaan untuk menjalani uji DNA.

Tadi kedua belah pihak membuat surat pernyataan, pihakRK, maupun pihak kami, akan dilaksanakan setelah menerima informasi dari penyidik cyber,” kata John Boy di Bareskrim, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

John Boy mengatakan hingga saat ini belum ada informasi rinci dari pihak penyidik mengenai jadwal pasti pelaksanaan tes DNA.

Namun, John Boy berharap pengujian DNA dilakukan secara netral dan terbuka, dengan waktu yang sama untuk kedua belah pihak.

“Maka saatnya kapan pun, permintaan kami adalah dapat dilakukan tes DNA secara netral dengan waktu yang sama bagi kedua belah pihak,” katanya.

Mengenai tempat pelaksanaan tes DNA, John Boy menyampaikan bahwa pihak kepolisian telah menentukan agar tes dilakukan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

Sebelumnya, permintaan pengujian DNA diajukan bersamaan dengan laporan Ridwan Kamil terhadap Lisa Mariana mengenai pencemaran nama baik.

Lisa Mariana dilaporkan terkait penyebaran berita bahwa ia memiliki anak di luar pernikahan bersama Ridwan Kamil. (mcr31/jpnn)

Cegah Lembap! Posisi Ideal Dapur dan Kamar Mandi

Apakah rumah Anda mengalami kelembapan atau dinding rumah Anda sering ditumbuhi jamur? bahkan muncul bau yang tidak sedap dari area tertentu?

Mungkin hal tersebut disebabkan oleh kesalahan dalam penempatan dapur dan kamar mandi. Masalah ini sering kali tidak terdeteksi, terutama pada rumah kecil, di mana setiap ruangan memiliki nilai yang sangat penting.

Dengan memeriksa posisi dapur dan kamar mandi yang tepat, Anda dapat menghindari berbagai masalah, mulai dari kelembapan berlebih hingga udara yang tidak segar yang mengurangi kenyamanan.

Baca juga 11 Desain Kamar Mandi Kecil yang Paling Populer dengan Gaya Minimalis

Saran Mengatur Letak Dapur dan Kamar Mandi yang Tepat

1. Letakkan di Bagian Belakang Rumah

Sebaiknya, dapur dan kamar mandi ditempatkan di bagian belakang agar area tengah dan depan tetap bersih serta terlihat lebih luas.

Francesco Dolce Architetto

2. Jangan letakkan posisi Kamar Mandi dan Dapur secara berhadapan satu sama lain

Letak dapur dan kamar mandi yang saling berhadapan dapat menciptakan kesan kotor dan tidak sehat, terutama dari segi penampilan dan aroma.

David A Land

3. Pertahankan Jarak dari Wilayah Sosial

Letakkan dapur dan kamar mandi sedikit jauh dari ruang tamu atau ruang keluarga, sehingga kegiatan memasak atau mandi tidak mengganggu komunikasi antara tamu dan anggota keluarga.

 Christy Q. Photo

4. Pastikan adanya sirkulasi udara dan cahaya alami

Jendela, exhaust fan, atau skylight penting untuk menghindari penumpukan kelembapan dan memastikan udara tetap segar.

anconahome.com

5. Gunakan Material Anti-Lembap

Pilih bahan penutup dinding dan lantai yang tahan air serta tidak menyerap kelembapan, seperti keramik, batu alami, atau cat waterproof, glass wall atau kaca tempered. Ini penting terutama di daerah yang rentan kelembapan agar tidak menjadi sumber bau tidak sedap atau pertumbuhan jamur.

sashkina_marisha

Menentukan posisi dapur dan kamar mandi yang ideal penting dalam memastikan kenyamanan, sirkulasi udara, serta penggunaan ruang di dalam rumah kecil. Penataan yang benar membuat aktivitas sehari-hari menjadi lebih efisien dan membuat rumah terasa lebih nyaman.

Tulisan dibuat oleh: Husnul Khotimah

Sumber teaser: lemonfridge studio

Waspadai Cacing Pita pada Kucing yang Dapat Pengaruhi Kesehatan Mental Janin

Waspadai Cacing Pita pada Kucing yang Dapat Pengaruhi Kesehatan Mental Janin

Apakah Ibu tahu, bahwa interaksi sehari-hari dengan kucing bisa menyimpan ancaman tersembunyi bagi kesehatan janin? Meskipun kucing adalah hewan peliharaan yang menarik dan menggemaskan, sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa parasit yang dibawa oleh kucing dapat memengaruhi fungsi otak manusia, bahkan berpotensi memengaruhi kesehatan mental bayi yang ada di dalam kandungan.

Tentu saja ini tidak berarti Ibu harus segera menjauh dari kucing kesayangan. Namun, penting bagi kita untuk memahami apa ituToxoplasma gondii, parasit yang dapat bertahan hidup di dalam tubuh kucing dan menyebar ke manusia, terutama melalui kotoran kucing atau makanan yang tidak matang.

Parasit ini terkadang tidak menunjukkan tanda-tanda gejala, tetapi dampaknya terhadap otak bisa sangat rumit dan memicu kekhawatiran. Mari, Ibu, simak penjelasan lengkapnya di artikel ini agar kita dapat menjaga kesehatan diri dan janin!

Apa yang dimaksud dengan parasit Toxoplasma gondii dan mengapa bisa berbahaya?

Toxoplasma gondiiadalah cacing mikroskopis yang mampu menginfeksi hampir semua hewan berdarah panas, termasuk manusia. Mengutip dari halamanScience Alert, parasit ini mampu menembus penghalang alami antara aliran darah dan otak, lalu tinggal di dalam sel-sel saraf, terutama neuron.

Meskipun hanya sejumlah kecil neuron yang terinfeksi, penelitian mengungkapkan bahwa gangguan dalam komunikasi antar sel otak dapat terjadi, bahkan memengaruhi keseimbangan kimia di otak.

Menurut Dr. Emma Wilson dari University of California Riverside, ia menyatakan “Hanya sejumlah kecil neuron yang terinfeksi saja sudah cukup mengganggu keseimbangan kimia otak.”

Studi menemukan bahwa sel otak yang terinfeksi menghasilkan jumlah vesikel ekstraseluler (EV) yang lebih sedikit, yaitu partikel penting yang berperan dalam komunikasi antar sel otak. Hal ini juga memengaruhi aktivitas sel glial, khususnya astrosit, yang berfungsi menjaga kondisi otak tetap sehat.

Dalam jangka panjang, gangguan ini dapat menyebabkan penumpukan glutamat yang berlebihan di otak. Jika konsentrasi zat kimia tersebut terlalu tinggi, bisa memicu kerusakan saraf, kejang, serta masalah psikologis.

Bahaya infeksi yang tidak terlihat pada wanita hamil

Infeksi Toxoplasma gondiibisa sangat berisiko bagi ibu yang sedang mengandung. Dilansir dariPsyPost, meskipun infeksi ini sering tidak menunjukkan tanda-tanda pada individu yang sehat, kondisi ini dapat menyebabkan konsekuensi berat bagi janin yang sedang berkembang dalam kandungan.

Jika seorang ibu dalam keadaan hamil tertular, parasit ini mampu melewati plasenta dan memengaruhi perkembangan otak janin.

Sebuah studi dalam Journal of Affective Disorders menemukan bahwa seseorang yang memiliki antibodi terhadap parasit ini memiliki risiko 38% lebih tinggi mengalami gangguan kecemasan. Hal ini menunjukkan bahwa infeksi yang tidak menunjukkan gejala sama sekali dapat memengaruhi kesehatan mental, baik pada ibu maupun anak.

Selain itu, infeksi ini bisa terjadi tanpa disadari dengan mengonsumsi daging yang belum matang, sayuran yang tidak dicuci dengan baik, atau melalui kontak langsung dengan tanah atau kotoran kucing.

Banyak penelitian menyatakan bahwa infeksi T. gondii berkaitan dengan berbagai gangguan neurologis dan psikiatri, seperti depresi, skizofrenia, serta epilepsi.

Penelitian terbaru yang dilakukan oleh tim peneliti Inggris menemukan bahwa antibodi terhadap parasit ini tidak hanya berkaitan dengan peningkatan risiko kecemasan, tetapi juga menunjukkan adanya perubahan dalam respons imun dan fungsi sel otak.

Menariknya, ditemukan pula bahwa infeksi parasit ini justru bisa mengurangi risiko epilepsi. Namun, para peneliti menyatakan bahwa perbedaan ini masih perlu dikaji lebih lanjut melalui penelitian yang lebih luas dan mendalam.

Kehadiran parasit ini di dalam tubuh, khususnya pada jaringan otak, perlu diwaspadai karena dapat menyebabkan peradangan dan mengganggu keseimbangan neurotransmiter, zat kimia yang memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas emosi dan fungsi mental.

Tindakan pencegahan yang dapat Ibu lakukan

Meskipun terdengar menakutkan, Ibu tidak perlu langsung khawatir. Terdapat beberapa langkah pencegahan yang mudah dapat dilakukan, khususnya jika Ibu sedang hamil atau merencanakan kehamilan:

  • Cuci tangan menggunakan sabun setelah menyentuh daging mentah atau membersihkan kotoran kucing.
  • Masak daging hingga matang secara sempurna, khususnya daging kambing, sapi, dan babi.
  • Pakai sarung tangan ketika berkebun atau menyentuh tanah.
  • Hindari membersihkan kotoran kucing saat sedang mengandung, atau gunakan sarung tangan dan masker jika tidak ada alternatif lain.
  • Bersihkan sayuran dan buah-buahan dengan lengkap sebelum dimakan.

Dengan tindakan sederhana ini, tingkat penyebaran bisa diminimalisir secara besar.

Parasit Toxoplasma gondiimemang kecil dan sering kali tidak terlihat, tetapi dampaknya terhadap kesehatan mental bisa sangat besar, terutama bagi ibu hamil dan janin.

Berdasarkan penelitian terbaru yang menunjukkan hubungannya dengan gangguan otak dan rasa cemas, penting bagi kita untuk lebih waspada dalam menjaga kebersihan dan pola makan.

Dengan memahami bahaya yang mungkin terjadi sejak awal, Ibu dapat mengambil tindakan pencegahan guna menjaga kesehatan diri dan janin.

Pilihan Redaksi
  • 3 Dampak Toxoplasma pada Janin, Ketahui Pengobatan yang Cocok untuk Ibu Hamil
  • Kisah Ibu Vior Terinfeksi Virus saat Hamil Karena Suka Makan Makanan Mentah hingga Diminta Menggugurkan Kandungan
  • Membuat Irinya, Aaron Kwok Berikan Kartu Kredit Tanpa Batas kepada Istrinya yang Sedang Hamil Anak Ketiga Membuat Cemburu, Aaron Kwok Beri Kartu Kredit Tak Terbatas untuk Istrinya yang Sedang Mengandung Anak Ketiga Membuat Rasa Iri, Aaron Kwok Berikan Kartu Kredit Tanpa Batas kepada Pasangannya yang Sedang Hamil Anak Ketiga Membuat Iri, Aaron Kwok Memberikan Kartu Kredit Tidak Ada Batasnya kepada Istrinya yang Sedang Hamil Anak Ketiga Membuat Rasa Iri, Aaron Kwok Berikan Kartu Kredit Tanpa Batas untuk Istrinya yang Sedang Mengandung Anak Ketiga

Untuk Ibu-ibu yang ingin berbagi tentang parenting dan bisa mendapatkan banyak hadiah, ayo bergabung dengan komunitas Tribuners. Baca artikel lainnya di Google News, Tribun, dikutip dari Tribun, Kompas.com, KompasSquad. Daftar klik di SINI. Gratis!

Cara Merawat Kesehatan Telinga

Cara Merawat Kesehatan Telinga

10drama.com, JakartaKemampuan pendengaran manusia terbatas dalam merespons gelombang suara, baik dari segi frekuensi maupun tingkat kekuatannya. Menjaga kesehatantelingamerupakan bagian yang sangat penting dalam usaha menjaga kualitas pendengaran dan kehidupan sehari-hari. Pada masa terkini penggunaansound horeg terus mendapat sorotan karenabanyak keluhan dari masyarakat mengenai penggunaan suara yang terlalu keras dan mengganggupendengaran.

Saat ini Pemerintah Jawa Timur masih sedang menyusun peraturan standar terkait penggunaansound horeg. Cholil Nafis, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Departemen Dakwah dan Persaudaraan, menyampaikan pertimbangan sound horeg dilarang karena menyebabkan seseorang merasa terganggu pendengarannya. Bahkan, mengganggu orang yang sedang sakit. MUI Jawa Timur telah menerbitkan Fatwa Nomor 1 Tahun 2025 mengenai penggunaansound horeg pada 9 Juli 2025.

1. Deteksi Awal dan Pola Hidup

Gangguan pendengaran sebaiknya diketahui sedini mungkin agar penanganan bisa dilakukan secara tepat dan cepat. Deteksi dini memungkinkan tindakan medis atau rehabilitasi dilakukan sebelum gangguan semakin berat, menurut laporan dalamAuxilium: Jurnal Pengabdian Kesehatan.

Pemeriksaan telinga secara rutin sangat penting untuk memastikan saluran pendengaran tidak mengalami infeksi. Tindakan ini memungkinkan gangguan pendengaran terdeteksi lebih awal sehingga pengobatan dapat dilakukan dengan lebih cepat.

Mempertahankan kesehatan telinga dapat didukung melalui penerapan gaya hidup sehat, misalnya dengan mengonsumsi makanan bernutrisi yang kaya akan vitamin C dan E. Pemenuhan gizi yang tepat berperan dalam menjaga kemampuan pendengaran serta kekuatan tubuh dalam melawan infeksi. Kebersihan keseluruhan tubuh juga sangat penting guna mencegah gangguan pada saluran telinga.

Pendidikan tentang metode perawatan telinga yang benar harus terus disampaikan kepada seluruh lapisan masyarakat. Pemahaman yang tepat dapat membangun kesadaran dan kebiasaan hidup sehat dalam menjaga kebersihan serta kemampuan pendengaran.

2. Menghindari Suara Keras

Paparan suara yang sangat keras dalam jangka waktu lama dapat merusak sel-sel pendengaran secara permanen dan menyebabkan gangguan pendengaran. Disarankan untuk menggunakan alat pelindung telinga seperti penutup telinga (earplug) atau peredam suara. Tindakan ini perlu dilakukan khususnya ketika berada di lingkungan kerja atau kegiatan yang penuh dengan kebisingan, sebagaimana disebutkan dalam makalah tersebutSewagati: Jurnal Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia.

3. Membersihkan Telinga

Penggunaan cotton budyang tidak benar menyebabkan kotoran (serumen) terdorong lebih dalam ke saluran telinga dan berpotensi merusak gendang telinga. Jika diperlukan, pembersihan telinga sebaiknya dilakukan oleh tenaga medis yang ahli. Kebiasaan membersihkan telinga secara asal-asalan telah terbukti menjadi salah satu penyebab umum gangguan pendengaran dan kerusakan membran timpani menurut makalah tersebut.Jurnal Pengabdian Masyarakat.

Telinga manusia memiliki sistem pembersihan alami melalui pembentukan kotoran telinga. Kotoran ini berperan dalam melindungi saluran telinga dari debu dan kuman yang masuk. Membersihkan telinga secara berlebihan dapat mengganggu mekanisme perlindungan alami tersebut. Menjaga keseimbangan produksi kotoran telinga sangat penting agar tidak terjadi penyumbatan atau infeksi yang bisa menyebabkan gangguan pendengaran.

Kandungan Gizi Buncis yang Penting

Kandungan Gizi Buncis yang Penting

10drama.com, Jakarta– Menyajikan sayuran dalam makanan sehari-hari tentu meningkatkan asupan serat bagi tubuh. Berbagai jenis sayuran memiliki kandungan gizi yang beragam, salah satunyabuncis.

Seperti dikutip dari Verywell Fit, kacang hijau dikenal sebagai sayuran yang bergizi dengan kadar lemak rendah.

Sebagai sumber karbohidrat dan protein yang baik, kacang hijau memiliki beragam kandungan gizi. Dalam 100 gram kacang hijau terdapat 31 kalori, 1,8 gram protein, 0,2 gram lemak, serta 7 gram karbohidrat. Sayuran hijau ini juga mengandung vitamin A, C, dan K.

Vitamin C

Berperan sebagai antioksidan, vitamin C membantu memperkuat sistem imun tubuh. Fungsinya juga terkait dengan pembentukan kolagen serta perlindungan kulit terhadap stres oksidatif. Dalam 100 gram kacang hijau terdapat 12,2 miligram vitamin C, yang mencakup sekitar 25 persen kebutuhan harian tubuh akan vitamin C.

Vitamin A

Sebagai kelompok senyawa retinoid, vitamin A berperan penting dalam menjaga sistem imun, fungsi reproduksi, serta penglihatan yang optimal. 100 gram kacang hijau setara dengan 690 IU vitamin A, yang berarti hampir 15 persen dari kebutuhan harian tubuh.

Vitamin Lain

Tidak hanya kaya akan vitamin C dan A, sebuah mangkuk buncis atau 100 gram buncis juga mengandung vitamin lainnya. Meskipun jumlahnya tidak sebanyak dua vitamin tersebut. Misalnya, vitamin K, yang hanya terdapat sebanyak 43 mikrogram dalam buncis.

Selanjutnya terdapat thiamin sebanyak 0,1 miligram dan niacin sebesar 0,7 miligram. Vitamin B-6 juga terkandung dalam jumlah 0,14 miligram. Vitamin E juga hadir, meskipun sedikit lebih tinggi yaitu sebanyak 0,41 miligram.

Kandungan Mineral

Dinukil dari laman Healthline, dalam setiap 100 gram kacang hijau terdapat berbagai mineral, seperti mangan yang membantu proses metabolisme dan kemampuan antioksidannya. Sayuran ini juga baik untuk kesehatan tulang serta mempercepat proses penyembuhan luka.

Buncis mengandung 37 miligram kalsium yang berperan dalam memperkuat tulang, serta 1,03 miligram besi yang membantu dalam pembentukan sel darah merah. Selain itu, terdapat 25 miligram magnesium dan 38 miligram fosfor yang diperlukan untuk fungsi otot dan proses metabolisme energi.

Kandungan kalium dalam buncisjuga tinggi, yaitu 211 miligram. Kalium dapat membantu menjaga tekanan darah tetap stabil. Terdapat pula 0,24 miligram seng atau zinc untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh.

10 Tanda Liver Sudah Parah

10 Tanda Liver Sudah Parah

10drama.com, Jakarta – Penyakit livermerupakan gangguan yang terjadi pada organ hati. Jika tidak segera ditangani dengan benar, penyakit hati dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih berbahaya, bahkan menyebabkan kegagalan fungsi hati. Salah satu tanda bahwa penyakit hati sudah mencapai tahap parah adalah munculnya berbagai gejala yang menunjukkan kerusakan hati yang sangat berat.

Dilansir dari Mayo Clinic dan Cleveland Clinic, berikut tanda-tanda penyakit liver yang sudah akut:

1. Jaundice (Penyakit Kuning)

Salah satu gejala paling umum dari penyakit hati akut adalah munculnya jaundice, yaitu perubahan warna kulit dan mata menjadi menguning. Keadaan ini terjadi akibat penumpukan bilirubin di dalam darah karena gangguan fungsi hati. Warna kuning pada kulit dan bagian putih mata semakin jelas terlihat, menunjukkan bahwa kondisi hati semakin memburuk.

2. Rasa Sakit dan Pembengkakan pada Perut

Jika hati mengalami kerusakan parah, dapat terjadi pembengkakan di area perut. Rasa nyeri atau sensasi penuh di bagian perut bisa menjadi tanda bahwa hati sudah sangat terganggu. Pembengkakan ini terjadi karena penumpukan cairan akibat gangguan dalam aliran darah tubuh.

3. Kaki dan pergelangan kaki mengalami pembengkakan

Selain pembengkakan di bagian perut, bengkak juga dapat terjadi pada kaki, pergelangan kaki, dan tangan. Keadaan ini terjadi karena penurunan kemampuan hati dalam mengatur cairan tubuh secara efisien, sehingga menyebabkan penumpukan cairan di area tertentu tubuh.

4. Kulit Gatal Tanpa Bekas Luka

Gatal pada kulit tanpa disertai ruam juga bisa menjadi salah satu tanda dari penyakit hati yang sudah memburuk. Rasa gatal ini muncul akibat penumpukan cairan empedu di dalam darah yang tidak dapat diolah dengan benar oleh hati yang mengalami kerusakan.

5. Urin Berwarna Gelap dan Feses Berwarna Terang

Dalam kondisi hati yang sangat sakit, urine akan berwarna lebih gelap, sering kali mirip dengan warna teh pekat. Di sisi lain, tinja bisa menjadi lebih pucat atau berwarna putih. Perubahan ini terjadi karena gangguan aliran empedu akibat kerusakan pada organ hati.

6. Kelelahan yang Berkelanjutan

Ketidaktahuan yang berat dan terus-menerus dapat menjadi indikasi bahwa jantung tidak lagi mampu menjalankan tugasnya dengan optimal. Gejala ini biasanya disertai dengan rasa lemah dan kurang bertenaga, bahkan setelah tidur atau beristirahat dalam waktu yang cukup.

7. Mual dan Muntah

Mual terus-menerus atau muntah, khususnya setelah mengonsumsi makanan, menunjukkan bahwa kondisi hati sudah cukup memburuk. Gejala ini dapat mengakibatkan penurunan selera makan, yang pada akhirnya bisa menyebabkan penurunan berat badan yang signifikan.

8. Rentan terhadap memar atau pendarahan

Kesehatan jantung yang terganggu dapat memengaruhi pembentukan protein yang berperan dalam pembekuan darah. Keadaan ini bisa menyebabkan seseorang mudah mengalami memar atau pendarahan, bahkan tanpa alasan yang jelas atau setelah mengalami cedera kecil.

9. Perubahan yang Terjadi pada Kuku dan Kulit

Pada tahap akhir, penyakit hati juga bisa berdampak pada penampilan kuku dan kulit. Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain kuku yang berbentuk seperti sendok (kuku bentuk sendok), kulit yang berubah menjadi lebih pucat, serta munculnya bintik-bintik merah di permukaan kulit.

10. Penurunan Fungsi Otak

Pada tahap penyakit hati yang lebih lanjut, terjadi gangguan fungsihatidapat mengakibatkan penurunan kemampuan kognitif. Penderita mungkin mengalami kebingungan, ketidakjelasan arah, atau bahkan kehilangan kesadaran secara mendadak. Keadaan ini dikenal sebagai ensefalopati hepatik, yang terjadi karena penumpukan racun di dalam tubuh yang seharusnya diolah oleh hati.

9 Makanan Sehat untuk Kesehatan Liver

9 Makanan Sehat untuk Kesehatan Liver

10drama.com, Jakarta – Hati atau liver merupakan organ yang sangat penting dan menjalankan berbagai tugas krusial dalam tubuh, mulai dari mencerna makanan, menyimpan cadangan energi, menghasilkan protein, hingga membersihkan racun dan bahan berbahaya dari darah. Karena perannya yang begitu besar, menjaga kesehatan hati menjadi bagian penting dari gaya hidup sehat secara keseluruhan.

Salah satu metode yang efisien dalam membantu fungsi hati adalah dengan mengindahkan jenismakananyang dikonsumsi setiap hari. Beberapa jenis makanan tertentu telah terbukti secara ilmiah mengandung nutrisi yang membantu menjaga kesehatan organ hati. Beberapa di antaranya dapat mengurangi peradangan, menghindari penumpukan lemak berlebih, serta memperbaiki kadar enzim hati yang tidak normal.

Dilansir dari Healthline dan Medical News Today, berikut 11 jenis makanan yang telah diteliti manfaatnya untuk menjaga kesehatan hati:

1. Kopi

Kopi bukan hanya menjadi minuman yang biasa dikonsumsi di pagi hari, tetapi juga dikenal memiliki manfaat penting bagi kesehatan organ hati. Beberapa penelitian menemukan bahwa mengonsumsi kopi secara teratur, khususnya tiga cangkir atau lebih setiap hari, berkaitan dengan penurunan risiko penyakit sirosis (kerusakan hati yang bersifat permanen), kanker hati, serta kematian akibat gangguan hati kronis.

Kandungan antioksidan dalam kopi, seperti polifenol dan senyawa yang berperan dalam produksi glutathione, diyakini dapat membantu mengurangi penumpukan lemak dan kolagen di hati. Kedua zat tersebut menjadi tanda utama kerusakan organ tersebut. Oleh karena itu, bagi orang yang tidak memiliki keterbatasan terhadap kafein, kopi bisa menjadi bagian dari pola makan yang mendukung kesehatan hati.

2. Teh Hijau

Teh hijau telah lama dikaitkan dengan berbagai manfaat kesehatan, termasuk dalam mendukung fungsi organ hati. Dalam beberapa penelitian, teh hijau terbukti mampu menurunkan tingkat enzim hati seperti ALT dan AST pada penderita penyakit hati lemak non-alkohol (NAFLD). Selain itu, mengonsumsi teh hijau secara teratur juga dikaitkan dengan pengurangan risiko kanker hati.

Namun, penting untuk membedakan antara minum teh hijau sebagai minuman biasa dengan mengonsumsi ekstrak teh hijau dalam bentuk suplemen. Beberapa kasus kerusakan hati justru terjadi karena penggunaan ekstrak teh hijau dengan dosis tinggi. Oleh karena itu, disarankan untuk memilih teh hijau dalam bentuk alami dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum mengonsumsi suplemen berbasis tanaman ini.

3. Jeruk Bali (Grapefruit)

Jeruk Bali mengandung dua jenis antioksidan utama, yakni naringenin dan naringin. Kedua senyawa ini mampu menurunkan peradangan serta menjaga sel hati dari kerusakan. Penelitian pada hewan menunjukkan bahwa mengonsumsi senyawa tersebut dapat memperlambat perkembangan penyakit fibrosis hati, yaitu kondisi di mana jaringan ikat berlebih menggantikan jaringan hati sehat akibat peradangan yang terus-menerus.

Meskipun sebagian besar penelitian masih dilakukan pada hewan, bukti awal menunjukkan bahwa jeruk bali memiliki kemungkinan memberikan perlindungan terhadap fungsi hati, asalkan dikonsumsi dalam jumlah yang wajar dan tidak bertentangan dengan pengobatan tertentu (karena buah ini bisa bereaksi dengan beberapa jenis obat).

4. Blueberry dan Cranberry

Kedua jenis buah beri ini mengandung antosianin, yaitu senyawa antioksidan yang memberikan warna biru dan merah gelap pada buah tersebut. Selain berfungsi sebagai antioksidan, antosianin juga menunjukkan kemampuan anti-peradangan dan anti-kanker.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa suplemen cranberry selama enam bulan mampu meningkatkan kondisi hati yang mengalami penumpukan lemak. Di samping itu, percobaan di laboratorium menemukan bahwa ekstrak blueberry bisa menghambat perkembangan sel kanker hati. Meskipun masih terbatasnya penelitian pada manusia, mengonsumsi blueberry dan cranberry secara teratur dapat membantu memenuhi kebutuhan antioksidan yang diperlukan untuk menjaga kesehatan hati.

5. Anggur Merah dan Ungu

Anggur, khususnya jenis merah dan ungu, mengandung bahan aktif seperti resveratrol yang dianggap mampu melindungi organ hati. Studi pada hewan menunjukkan bahwa mengonsumsi anggur atau jus anggur bisa mengurangi peradangan, menghambat kerusakan sel, serta meningkatkan tingkat antioksidan dalam tubuh.

Meskipun bukti pada manusia masih beragam, mengonsumsi anggur sebagai bagian dari pola makan seimbang tetap dianggap sebagai pilihan yang baik. Namun penggunaan ekstrak biji anggur dalam bentuk suplemen belum disarankan secara umum karena bukti klinis yang tersedia masih terbatas.

6. Sayuran Cruciferous

Sayuran seperti brokoli, kembang kol, kubis, kale, dan brussels sprouts termasuk dalam kategori cruciferous yang kaya akan serat dan senyawa sulfur. Sayuran ini dipercaya mampu memicu enzim detoksifikasi dalam hati serta menurunkan potensi peradangan.

Dalam penelitian terhadap tikus, mengonsumsi brokoli secara teratur berperan dalam menghambat pertumbuhan kanker dan penyakit hati lemak. Meskipun data pada manusia masih terbatas, mengkonsumsi lebih banyak jenis sayuran ini direkomendasikan dalam pola makan sehari-hari.

7. Kacang-Kacangan

Biji-bijian seperti almond, kacang walnut, dan pistachio mengandung lemak baik, vitamin E, serta zat antioksidan. Zat-zat ini berperan dalam menurunkan stres oksidatif dan peradangan pada organ hati. Penelitian menemukan bahwa pola makan yang kaya akan biji-bijian berkaitan dengan penurunan kemungkinan terkena penyakit hati lemak.

Sebagai camilan bergizi atau pelengkap pada salad dan sereal, kacang-kacangan dapat menjadi pilihan yang baik untuk kesehatan jantung, selama dikonsumsi secukupnya.

8. Ikan Berlemak

Salmon, mackerel, sarden, dan tuna merupakan contoh ikan berlemak yang mengandung omega-3, yaitu jenis lemak tak jenuh yang bermanfaat dalam mengurangi peradangan. Omega-3 juga dikenal dapat membantu menurunkan kadar trigliserida dan lemak hati pada penderita NAFLD.

Namun, agar keseimbangan asupan lemak tetap terjaga, sebaiknya mengonsumsi omega-3 sambil mengurangi konsumsi omega-6 yang berlebihan dari minyak nabati, karena perbandingan keduanya sangat berpengaruh terhadap kesehatan hati.

9. Minyak Zaitun

Minyak zaitunkaya akan lemak tak jenuh tunggal yang bermanfaat bagi proses metabolisme. Beberapa studi menunjukkan bahwa mengonsumsi minyak zaitun secara rutin berkaitan dengan penurunan kadar lemak pada hati dan perbaikan profil enzim hati. Dengan memasukkan minyak zaitun sebagai pengganti minyak goreng biasa atau mentega, Anda tidak hanya membantu menjaga kesehatan jantung tetapi juga kesehatan organ hati.

Buang Air Kecil untuk Mencegah Infeksi Kandung Kemih

Buang Air Kecil untuk Mencegah Infeksi Kandung Kemih

10drama.com, Jakarta– Ketika masih kecil, banyak orang disarankan untuk buang air kecilsebelum meninggalkan rumah atau kapan saja ketika terdapat kamar mandi di sekitar. Alasannya adalah untuk berhati-hati dan membantu mencegah kecelakaan saat ingin buang air besar.

Seperti dilansir dari CNA, ahli urologi menyebut kebiasaan ini sebagai buang air kecil “nyaman” atau “proaktif”. Profesor urologi dari Fakultas Kedokteran Perelman, Universitas Pennsylvania, Ariana Smith, mengatakan bahwa sesekali buang air kecil sebagai pencegahan tidak terlalu berbahaya. Namun, melakukannya beberapa kali dalam sehari dapat meningkatkan risiko masalah kandung kemih karena mengganggu jalur umpan balik alami antara kandung kemih dan otak.

Dampak Kesehatan Kandung Kemih

Untuk memahami alasan mengapa pengosongan kandung kemih secara aktif bisa berisiko, penting untuk mengetahui bagaimana kandung kemih bekerja. Ketika ginjal menyaring darah untuk menghilangkan sisa-sisa zat, ginjal menghasilkan urine yang selanjutnya dikirim ke kandung kemih. Perempuan biasanya mampu menampung hingga 500 mililiter urine atau sekitar dua gelas. Sementara itu, laki-laki dapat menyimpan 700 mililiter atau hampir tiga gelas.

Secara umum, seseorang merasa ingin buang air kecil jauh sebelum mencapai batas penuh, ketika kandung kemih berisi sekitar 150 hingga 250 mililiter cairan. Ketika kandung kemih terisi, ia mengirimkan sinyal saraf ke otak untuk memberi tahu bahwa sudah saatnya untuk buang air kecil.

Ahli epidemiologi dan profesor bedah dari Universitas Washington, Siobhan Sutcliffe, menyatakan bahwa ketika seseorang buang air kecil secara terlalu sering untuk mencegahnya, kandung kemih mulai mengirimkan sinyal ke otak terlalu cepat, sebelum mencapai jumlah urine yang diperlukan. Kondisi ini dapat menyebabkan penurunan kapasitas kandung kemih seiring berjalannya waktu. Akibatnya, seseorang akan merasa tidak nyaman jika tidak bisa segera buang air kecil.

Mengosongkan kandung kemih sebelum waktunya meningkatkan risiko mengedan dan memberikan tekanan tambahan pada otot panggul—otot yang mendukung kandung kemih serta organ lainnya—yang berpotensi menyebabkan kelemahan. Akibatnya, buang air kecil secara terlalu sering dapat memicu kondisi kandung kemih yang terlalu aktif, yaitu situasi di mana seseorang merasa sangat ingin buang air kecil secara berulang.

Cara Mengatasinya

Untuk mencegah keinginan buang air kecil, coba lakukan pernapasan dalam, alihkan pikiran, atau ucapkan pada diri sendiri seperti “saya yang mengendalikan situasi”. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa teknik mindfulness bisa mengurangi keinginan mendadak dan kuat untuk buang air kecil. Meskipun diperlukan penelitian lebih lanjut, para pakar percaya metode ini dapat membantu kandung kemih mengirimkan sinyal hanya ketika cairan sudah terkumpul cukup banyak.

Jika Anda mengalami kondisi seperti kandung kemih yang terlalu aktif atau kebocoran air seni, berikut beberapa hal yang bisa dicoba:

1. Bekerja sama dengan Terapis Dasar Punggung

Penelitian berjudul Latihan otot dasar panggul dibandingkan tanpa pengobatan, atau pengobatan kontrol tidak aktif, untuk inkontinensia urin pada wanitayang ditulis oleh Chantale Dumoulin, Licia P Cacciari, dan E Jean C Hay-Smith, menyatakan bahwa terapi fisik untuk otot panggul dapat membantu seseorang lebih mampu mengontrol waktu mereka buang air kecil. Dengan berkolaborasi dengan terapis fisik, pasien bisa belajar mengaktifkan dan memperkuat otot-otot tersebut agar bisa mengendalikan kandung kemih.

2. Perhatikan Konsumsi Minuman

Ahli menekankan bahwa perubahan pola hidup, seperti pengelolaan cairan, juga bisa bermanfaat. Kafein, alkohol, minuman yang memiliki tingkat keasaman tinggi, serta bahan sintetis seperti pemanis, dapat mengganggu lapisan kandung kemih dan memicu keinginan untuk buang air kecil yang lebih sering.

3. Periksa Kondisi Kesehatan Tambahan

Konsultasikan dengan dokter mengenai kondisi kesehatan secara menyeluruh. Beberapa kondisi seperti diabetes atau apnea tidur dapat memicu keinginanbuang air kecillebih sering. Dalam hal ini, diperlukan tindakan atau pengobatan tambahan.

Stroke Bisa Mematikan, Ini Penyebab Utamanya

Stroke Bisa Mematikan, Ini Penyebab Utamanya

10drama.com, Jakarta– Dokter Spesialis Neurologi Azmi Farah Fairuzya dari Rumah Sakit Siloam Yogyakarta mengingatkan bahwa serangan stroke bisa terjadi secara tiba-tiba. “Strokesering muncul secara tiba-tiba dan dapat menyebabkan kerusakan permanen bahkan kematian jika tidak segera ditangani. Padahal sebagian besar kasus stroke dapat dihindari dengan pola hidup yang sehat,” katanya dalam pernyataan pers yang diterima Tempo pada 15 Juli 2025.

Serangan stroke terjadi ketika aliran darah ke otak terganggu atau berkurang karena adanya penyumbatan (stroke iskemik) atau pecahnya pembuluh darah (stroke hemoragik). Berdasarkan halaman Halodoc, terdapat 2 faktor yang dapat menyebabkan stroke.

Dalam kasus stroke iskemik, terjadi ketika pembuluh darah arteri yang mengangkut darah dan oksigen ke otak mengalami penyempitan. Hal ini menyebabkan aliran darah ke otak menjadi sangat terbatas. Kondisi ini juga dikenal sebagai iskemia.Stroke iskemikdapat diklasifikasikan lagi menjadi dua jenis, yaitu stroke trombotik dan stroke embolik.

Penyebab kedua adalah stroke hemoragik. Dalam kasus ini, pembuluh darah di otak mengalami pecah yang menyebabkan terjadinya perdarahan. Perdarahan di otak bisa dipicu oleh berbagai kondisi yang memengaruhi pembuluh darah. Contohnya adalah tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol, dinding pembuluh darah yang rapuh, serta sedang menjalani pengobatan dengan obat pengencer darah. Stroke hemoragik dibagi lagi menjadi dua jenis, yaitu perdarahan intraserebral dan subarachnoid.

Sebenarnya terdapat tiga hal yang memperbesar kemungkinan seseorang mengalami stroke, yakni kondisi kesehatan, pola hidup, serta faktor-faktor lainnya. Selain stroke, faktor-faktor tersebut juga berpotensi meningkatkan risiko terkena penyakit lain.serangan jantung.

Dari segi risiko kesehatan, terdapat tekanan darah tinggi, diabetes, kolesterol yang tinggi, serta obesitas. Penyakit jantung seperti gagal jantung, kelainan jantung bawaan, infeksi jantung, atau gangguan irama jantung juga dapat meningkatkan risiko stroke. Belum lagi adanya faktor sleep apnea dan riwayat serangan iskemik transien (TIA) atau serangan jantung sebelumnya.

Penyebab stroke juga bisa dipengaruhi oleh gaya hidup seseorang. Seseorang yang merokok, kurang berolahraga atau tidak melakukan aktivitas fisik, mengonsumsi narkoba, atau kecanduan minuman beralkohol. Selain itu, faktor keturunan juga dapat meningkatkan risiko terkena stroke. Seseorang yang memiliki anggota keluarga yang pernah mengalami stroke memiliki kemungkinan lebih besar untuk mengalami kondisi serupa. Faktor usia juga tidak boleh diabaikan. Semakin tua seseorang, semakin tinggi risikonya untuk menderita stroke dibandingkan dengan orang yang lebih muda.

Di seminar yang diikuti oleh 150 peserta, para hadirin juga diajak untuk memahami tanda-tanda awal stroke menggunakan metode “FAST”. FAST adalah akronim dariFace droopingkelihatan lemah pada salah satu sisi wajah,Arm weakness atau kelemahan tangan, Speech difficulty alias kesulitan berbicara, Time to call emergencyatau saatnya menghubungi nomor darurat. “Penting juga memantau tekanan darah, kolesterol, dan kadar gula darah secara teratur sebagai pencegahan penyakit stroke,” ujar Azmi.

Ketua Komisaris Holywings Group dan Ketua Program CSR Holywings Peduli Andrew Susanto mengajak masyarakat untuk lebih memperhatikan kesehatan. “Mari kita manfaatkan kesempatan ini sebagai tindakan nyata dalam menunjukkan kepedulian kita terhadap kesehatan,” ujar Andrew.

Selain membahas masalah stroke, terdapat juga sesi pemeriksaan kesehatan gratis bagi 50 peserta lansia yang hadir. Layanan kesehatan meliputi pengukuran tekanan darah, gula darah, kolesterol, asam urat, dan pemeriksaan darah lengkap yang dilakukan oleh tenaga medis profesional dari RS Siloam Yogyakarta. “Tindakan ini bertujuan untuk mendeteksi dini penyakit tidak menular, yang menjadi tantangan utama dalam kesehatan lansia di Yogyakarta,” ujar Andrew.

Copyright © 2026 10drama.com