Potensi Banjir Produk AS, Kalbe Farma Tetap Tingkatkan Produksi Alkes

Potensi Banjir Produk AS, Kalbe Farma Tetap Tingkatkan Produksi Alkes

Lintaskriminal.co.id -.CO.ID– JAKARTA.PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) tetap akan meningkatkan produksi alat kesehatan (alkes), meskipun menghadapi risiko melimpahnya produk Amerika Serikat (AS) akibat kesepakatan tarif sebesar 19%.

Director of Finance AccountingKLBF, Kartika Setiabudi menyampaikan, langkah ini dilakukan guna memenuhi persyaratan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) yang dibutuhkan dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

“Karena adanya perubahan tarif yang terjadi belakangan ini, kami tetap akan melanjutkan inisiatif (perluasan lini bisnis) karena memang hal ini merupakan bagian dari strategi kami dalam mengembangkan kompetensi di bidang alat kesehatan,” kata Kartika dalam presentasi online pada Jumat (12/9/2025).

Sampai saat ini KLBF telah memperluas portofolio bisnisnya dengan menghasilkan alat kesehatan seperti benang jahit medis, mobile x-ray, dialyzer, dan CT-Scan. Selanjutnya Kartika mengatakan, pihaknya telah bekerja sama dengan banyak mitra internasional, termasuk produsen alat kesehatan dari Amerika Serikat, yaitu GE Healthcare Technologies Inc. Dalam kerja sama ini, KLBF telah sepakat untuk melakukan transfer teknologi dari GE Healthcare dalam rangka memproduksi CT-Scan.

Pengembangan produk ini dilakukan melalui berbagai perusahaan anak KLBF, salah satunya adalah PT Forsta Kalmedic Global. Fasilitas produksi yang terletak di Bogor, Jawa Barat, disebut sebagai pabrik penghasil CT-Scan pertama di Indonesia.

“Maka kita kembalikan kepada tujuan utamanya, yaitu membangun kemampuan dalam memproduksi alat kesehatan secara lokal,” tutupnya.

 

Insentif Impor Berakhir, VinFast Pastikan Pabrik Selesai Tahun Ini

Insentif Impor Berakhir, VinFast Pastikan Pabrik Selesai Tahun Ini

JAKARTA, 10drama.com –Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memastikan bahwa insentif impor mobil listrik utuh dan tidak mengalami perubahan.completely built-up(CBU) tidak akan diperpanjang setelah tanggal 31 Desember 2025.

Kebijakan tersebut memaksa para produsen peserta program untuk mempercepat langkah menuju produksi dalam negeri melalui skemacompletely knocked down (CKD), incompletely knocked down(IKD), maupun pengembangan infrastruktur yang baru.

Merespons hal tersebut, VinFast memastikan pembangunan pabrik perakitan di Subang, Jawa Barat, berlangsung sesuai rencana dan diharapkan selesai pada akhir 2025. Menanggapi isu tersebut, VinFast menegaskan bahwa pembangunan pabrik perakitan di Subang, Jawa Barat, berjalan lancar sesuai rencana dan ditargetkan selesai pada akhir tahun 2025. Merupakan tanggapan terhadap hal tersebut, VinFast memastikan proses pembangunan pabrik perakitan di Subang, Jawa Barat, berjalan sesuai rencana dengan target penyelesaian pada akhir 2025.

Kariyanto Hardjosoemarto, CEO VinFast Indonesia, mengatakan bahwa perkembangan pembangunan saat ini berjalan sesuai rencana menuju target SOP teknis di akhir tahun.

“Kami terus mencatat perkembangan yang signifikan dalam pembangunan fasilitas Subang, yang tetap berjalan sesuai rencana untuk mencapai target SOP teknis akhir tahun 2025,” katanya saat dihubungi.10drama.com.

“Hal ini sesuai dengan strategi VinFast, yaitu melakukan pengadaan produksi lokal serta mengurangi ketergantungan terhadap impor,” tambahnya.

Menurutnya, VinFast hadir dengan berbagai macam kendaraan listrik yang lengkap, mulai dari model kecil VF 3 dan VF 5, hingga SUV sedang VF 6 dan VF 7.

Pilihan-pilihan ini dibuat agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia yang beragam, mulai dari pengguna mobil listrik pertama kali hingga keluarga yang memerlukan mobilitas yang lebih luas.

Saat ini, menurut Kariyanto, fokus utama VinFast tidak lagi pada penambahan impor CBU baru, tetapi lebih kepada memperkuat ekosistem kendaraan listrik di Indonesia serta memastikan dukungan penuh untuk model yang telah tersedia.

“Strategi kami jelas, mempercepat proses transisi menuju produksi CKD, sekaligus memastikan pelanggan mendapatkan nilai terbaik,” ujarnya.

“Dengan mengadopsi produksi lokal, kami mampu mengurangi biaya, memastikan ketaatan terhadap aturan TKDN, serta mempertahankan kompetitif dalam menghadapi perusahaan besar yang lebih dulu hadir,” tambah Kariyanto.

Kariyanto menekankan bahwa kerja sama dengan mitra setempat akan menjadi dasar yang sangat penting bagi VinFast dalam jangka panjang.

“Kami berkomitmen untuk bekerja sama dengan pemasok lokal, penyedia layanan, dan mitra teknologi,” katanya.

“Tindakan ini tidak hanya memperkuat dasar biaya kami, tetapi juga menghasilkan lapangan kerja berkualitas, memperkuat kemampuan industri lokal, serta menjadikan VinFast sebagai bagian dari ekosistem industri Indonesia,” tutup Kariyanto.

Insentif Impor Mobil Listrik Berakhir, Ini Pernyataan BYD

Insentif Impor Mobil Listrik Berakhir, Ini Pernyataan BYD

JAKARTA, 10drama.com– Insentif impor utuh (CBU) untuk mobil listrik dipastikan akan berakhir pada akhir 2025.

Kebijakan ini sebelumnya diumumkan oleh pemerintah guna mempercepat penyebaran kendaraan listrik di Indonesia, sekaligus memberi kesempatan kepada merek otomotif untuk mempersiapkan investasi produksi dalam negeri.

Setelah masa tersebut, seluruh perusahaan yang terlibat dalam program tersebut harus beralih ke produksi lokal.

Proses peralihan ini dapat dilakukan dengan menggunakan skema perakitan completely knocked down (CKD), incompletely knocked down (IKD), atau dengan mendirikan pabrik baru.

BYD, tercatat sebagai salah satu perusahaan yang memanfaatkan fasilitas insentif tersebut. Terdapat beberapa model yang selama ini masih diimpor, seperti Atto 1, Atto 3, Dolphin, Seal, Sealion 7, M6, serta MPV mewah Denza D9.

Maknanya, model tersebut yang masih diimpor perlu segera memasuki jalur produksi dalam negeri agar sesuai dengan aturan pemerintah.

Merupakan tanggapan terhadap hal tersebut, BYD Indonesia menyatakan siap mematuhi seluruh peraturan yang ditetapkan pemerintah, termasuk rencana berakhirnya insentif CBU.

“BYD berkomitmen mematuhi peraturan dan regulasi yang berlaku, khususnya yang ditetapkan oleh Kementerian terkait, yaitu Kementerian Perindustrian. Tujuannya adalah untuk meningkatkan industrialisasi, pengembangan pasar, serta kelangsungan bisnis,” kata Luther Panjaitan, Head of Marketing, PR & Government Relations BYD Indonesia, kepada 10drama.com, Jumat (12/9/2025).

Namun, sampai saat ini BYD belum memberikan jawaban yang pasti mengenai kelanjutan pembangunan pabrik di Indonesia.

Meskipun tenggat waktu insentif CBU akan berakhir pada 31 Desember 2025. Namun, menurut laporan terbaru, progres pembangunan pabrik BYD hingga Mei 2025 hanya mencapai sekitar 45 persen.

Ini menimbulkan pertanyaan mengenai strategi BYD dalam memenuhi kewajiban produksi lokal setelah insentif berakhir.

Jika pabrik belum selesai sesuai rencana, opsi lain yang bisa digunakan adalah memanfaatkan skema CKD atau IKD sebagai langkah sementara sebelum pabrik beroperasi secara penuh.

Daihatsu Mulai Semester II 2025 dengan Senyum Cerah, Penjualan Melonjak

Daihatsu Mulai Semester II 2025 dengan Senyum Cerah, Penjualan Melonjak

Lintaskriminal.co.id –– Industri otomotif Indonesia menunjukkan indikasi yang baik, khususnya di awal semester kedua tahun 2025.

Pada bulan Juli 2025, pasar ritel mobil nasional meningkat sebesar 1,8% dibandingkan bulan Juni sebelumnya, mencapai 62.000 unit.

Di sisi lain, pasar grosir juga mengalami kenaikan sebesar 4,8%, mencapai sekitar 60 ribu unit.

Dengan meningkatnya pasar, pada bulan Juli 2025 penjualan Daihatsu menunjukkan kinerja yang positif dengan pertumbuhan melebihi tingkat pertumbuhan pasar otomotif nasional sebesar 12%, baik di tingkat ritel yang mencapai 11.220 unit maupun di tingkat grosir sebanyak 10.451 unit.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan pelanggan terhadap Daihatsu, yang memungkinkan kami memulai semester kedua tahun ini dengan pencapaian positif berupa peningkatan pangsa pasar ritel menjadi 17,9% meskipun kondisi pasar otomotif masih penuh tantangan,” kata Sri Agung Handayani, Direktur Pemasaran dan Komunikasi Perusahaan PT Astra Daihatsu Motor.

Ini tidak lepas dari tersedianya mobil dengan harga Rp 30 jutaan.

Bahkan tercatat bahwa segmen ini mendekati 50% dari pasar otomotif Indonesia, dengan Daihatsu berkontribusi sebesar 34,5%.

Secara nasional, segmen mobil penumpang dan kendaraan niaga tetap menjadi pilihan utama masyarakat.

Khususnya pada segmen LCGC MPV dan LCGC Hatchback, terjadi peningkatan dibandingkan bulan sebelumnya menjadi sebesar 17,1% dengan total sekitar 11.000 unit, di mana model LCGC Daihatsu seperti Sigra dan Ayla memberikan kontribusi sekitar 35%.

Sama halnya dengan pasar segmen komersial pada Pick Up Low yang mengalami peningkatan sebesar 9,7% atau sekitar 6.000 unit, di mana model Daihatsu Gran Max Pick Up menjadi yang terbesar kontribusinya yaitu sebesar 63% dalam segmen tersebut.

Pencapaian ini semakin memperkuat posisi Daihatsu dengan raihan pangsa pasar ritel sebesar 17,9%.

Beberapa model yang berkontribusi terhadap penjualan ritel Daihatsu pada Juli 2025 didukung oleh empat model utama, yaitu Gran Max Pick Up dengan penjualan sebanyak 3.872 unit, diikuti oleh Sigra sebanyak 2.822 unit, Gran Max Mini Bus sebanyak 1.357 unit, serta Terios dengan penjualan sebanyak 1.314 unit.

Peluang Menggiurkan, Tapi Penjualan Otomotif RI Tidak Berkembang

Peluang Menggiurkan, Tapi Penjualan Otomotif RI Tidak Berkembang

10drama.com -.CO.ID – JAKARTA.Industri mobil Indonesia yang telah berkembang sejak tahun 1970-an kini menghadapi tantangan besar. Meskipun sektor ini selama beberapa dekade memberikan kontribusi penting terhadap perekonomian negara, belakangan kinerjanya cenderung stagnan atau bahkan menurun, terutama akibat melemahnya kemampuan beli masyarakat.

Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Kukuh Kumara mengungkapkan bahwa dalam situasi biasa, kontribusi sektor otomotif terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sangat signifikan, meskipun angka pastinya belum diumumkan oleh pihak berwenang.

“Ekspor kita juga cukup kuat, bahkan mencapai hampir 500.000 unit pada tahun lalu, dan sektor ini menyerap sekitar 1,5 juta pekerja di seluruh sistemnya,” kata Kukuh kepada 10drama.com -beberapa waktu lalu.

Namun, data produksi dan penjualan menunjukkan tanda-tanda stagnasi. Kapasitas produksi nasional sebenarnya mencapai 2,3 juta unit per tahun, tetapi penjualan dalam negeri masih berada di kisaran satu juta unit. Tahun lalu, penjualan bahkan hanya mencapai 865 ribu unit, turun dari 1,05 juta unit pada tahun sebelumnya.

“Industri sebenarnya masih berkembang, namun penurunan kemampuan beli masyarakat menyebabkan pasar mengalami tekanan,” kata Kukuh.

Situasi ini semakin memburuk akibat besarnya pajak kendaraan di Indonesia. Sebagai perbandingan, pajak tahunan Toyota Avanza di dalam negeri bisa mencapai Rp 4 juta hingga Rp 5 juta, sedangkan di Malaysia hanya sekitar Rp 500.000, dan di Thailand bahkan lebih kecil lagi, sekitar Rp150.000.

“Dengan pajak yang sangat tinggi, masyarakat mencari pilihan lain, termasuk membeli mobil bekas yang pasarannya mencapai 2,6 juta unit setiap tahun. Masalahnya, penjualan mobil bekas tidak memberikan kontribusi terhadap PDB,” tambahnya.

Selain itu, sektor komponen kendaraan juga terdampak. Sejumlah pabrik komponen telah melakukan pemangkasan tenaga kerja, bahkan hingga ribuan orang, akibat menurunnya volume produksi.

“Jika kondisi ini dibiarkan terus-menerus, akan membahayakan ribuan industri pendukung otomotif nasional,” ujar Kukuh.

Sementara itu, penyebaran kendaraan listrik yang semakin gencar dilakukan pemerintah telah meningkat hingga 9,7% dari keseluruhan pasar. Namun menurut Gaikindo, adopsi tersebut justru mengurangi pangsa pasar mobil konvensional di segmen bawah menengah, yang paling dibutuhkan masyarakat untuk kebutuhan mobilitas utama.

“Insentif kendaraan listrik biasanya dirasakan oleh kalangan menengah atas, sedangkan mobil konvensional yang harganya lebih murah justru menghadapi pajak yang tinggi,” kata Kukuh.

Gaikindo menganggap pemerintah perlu menyusun strategi dua arah: insentif jangka pendek agar industri tetap bertahan, serta kebijakan jangka panjang yang menjamin kepastian investasi.

“Kebijakan pajak perlu disusun ulang, jangan sampai terjadi pajak ganda. Selain itu, seluruh pihak terkait dari pusat hingga daerah harus berkumpul agar sektor ini dapat terus memberikan kontribusi pada perekonomian nasional,” tegas Kukuh.

Dengan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 280 juta orang dan tingkat kepemilikan kendaraan baru sebesar 99 unit per 1.000 penduduk, peluang pertumbuhan di sektor otomotif masih sangat besar.

Namun, tanpa kemampuan pembelian yang memadai, sistem pajak yang adil, serta rencana transisi menuju kendaraan dengan emisi rendah yang realistis, industri otomotif dalam negeri mungkin semakin tertinggal dibandingkan negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand.

Mobil ABCA Kembali Tampil di Ajang Internasional

Mobil ABCA Kembali Tampil di Ajang Internasional

Jakarta, IDN Times– Perusahaan cat refinish otomotif asal Indonesia, PT Anugerah Berkat Cahaya Abadi (ABCA), mulai memperluas pasar internasional dengan hadir di International Automodified (IAM) Malaysia 2025 pada 16-17 Agustus 2025.

“Misi kami untuk Go GlobalPada tahun 2025, kegiatan ini dimulai dari Osaka Auto Messe (OAM) Jepang pada Februari 2025 lalu, dan kini dilanjutkan di IAM Malaysia,” kata Marketing Director PT ABCA, Sugiarto, dalam pernyataan resminya pada Sabtu (16/8/2025).

1. Bawa produk andalan

Di acara yang diselenggarakan di Setia City Convention Centre, ABCA memperkenalkan produk unggulannya yaitu lini cat chrome. Beberapa produk yang ditampilkan antara lain cat Spider SPC100 Ultra Mirror Chrome, SPC88 Silver Chrome Effect, dan SPC99 Black Chrome Effect.

Barang ini merupakan kebanggaan kami dan Indonesia karena menjadi satu-satunya produk catchromeSekitar Asia Tenggara dan salah satu dari tiga produsen di dunia,” jelas Sugiarto.

2. Ada demonstrasi pengecatan

Tidak hanya membawa produk unggulannya, ABCA juga memperlihatkan dan memperagakan penggunaan cat chrome secara langsung di depan para pengunjung pameran.

“Kami juga ikut berpartisipasi dalam memberikan hadiah undian untuk meningkatkan kesadaran merek di kalangan penggemar modifikasi mobil di Malaysia,” tambahnya.

Titik Air pada Cat Mobil, Kecil Tapi Menyebalkan Noda Air di Permukaan Cat Kendaraan, Tidak Berarti Tapi Mengganggu Bercak Air pada Cat Mobil, Tampak Kecil Tapi Bikin Khawatir Noda Air pada Cat Mobil, Sepele Tapi Menyebabkan Masalah Titik Air di Atas Cat Kendaraan, Kecil Tapi Bisa Menyebalkan Bercak Air di Bagian Cat Mobil, Meski Kecil Tapi Membuat Pusing Noda Air pada Cat Mobil, Tidak Penting Tapi Bisa Mengganggu Titik Air di Cat Mobil, Meski Kecil Tapi Menyebabkan Masalah Jenis-Jenis Cairan Ini Dapat Merusak Cat Kendaraan Tips Merawat Warna Cat Kendaraan Agar Tidak Cepat Mengelupas

3. Produk cat lainnya

ABCA juga menawarkan harga spesial untuk SPC100 dan membuka kesempatan bisnis dengan aktif mencari mitra reseller atau distributor di negara tetangga tersebut.

Portofolio ABCA tidak hanya terbatas pada cat chrome, tetapi produk mereka di dunia cat perbaikan sangat beragam, mencakup thinner, dempul, primers, basecoat, hingga topcoat clearcoat.

Changan: Dari Supplier Militer ke Produsen Otomotif

Changan: Dari Supplier Militer ke Produsen Otomotif

Siapa sangka, sebuah perusahaan supplierkebutuhan militer Tiongkok dapat berubah menjadi produsen mobil bernama Changan. Pada tahun ini, Changan memperluas ekspansinya ke Indonesia bekerja sama dengan Indomobil Group.

Kemitraan strategis (perjanjian distributor) antara keduanya telah dilakukan pada Februari 2025 lalu.

Penyebaran kendaraan Changan ke pasar Indonesia akan dilakukan melalui perusahaan anaknya, yaitu Mobitech Co., Ltd., yang bergerak dalam kegiatan ekspor dan impor. Sementara itu, distribusi di dalam negeri diatur oleh PT IMG Sejahtera Langgeng, sebuah anak perusahaan dari Indomobil Group.

Selanjutnya, Changan dilaporkan segera bergabung dengan anggota asosiasi Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo). Informasi ini disampaikan langsung oleh Ketua Umum Gaikindo, Yohannes Nangoi, yang menyebutkan bahwa jumlah anggota asosiasi tersebut akan meningkat.

“Changan segera masuk, kita lihat nanti. Jadi, saat ini sudah ada 59 anggota Gaikindo, mungkin menjadi 61. Jadi cukup ramai,” kata Nangoi di Tangerang belum lama ini.

Siapa Changan?

Mengulas sejarah Changan Automobile, perusahaan ini dimulai oleh seseorang bernama Li Hongzhang yang mendirikan perusahaan penyedia alat militer bernama Shanghai Foreign Gun Bureau pada tahun 1862.

Perjalanan dalam dunia militer tetap berlangsung. Pada tahun 1959, dengan nama Chongqing Changan Arsenal, mobil pertama Tiongkok bernama Changjiang Type 46 berhasil diproduksi.

Baru pada tahun 1984, Changan mengalami perubahan dengan mengajak Suzuki Motor Corporation untuk fokus pada produksi mesin kendaraan kecil. Kemitraan ini menghasilkan mobil pertama dengan merek Changan, yaitu MPV SC112 dan SC110 yang berbentuk pick up.

Changan Automobile berkembang pesat sehingga memiliki beberapa sub-merek. Mulai dari Changan Uni, Changan Nevo, Changan LCV, Deepal, dan Avatr. Selain itu, sejumlah merek otomotif besar seperti Ford, Mazda, dan JMC juga bergabung dengan Changan dalam menggarap pasar domestik Tiongkok.

Sekarang, Changan memiliki pusat penelitian dan pengembangan di berbagai kota di Tiongkok, seperti Chongqing, Beijing, Shanghai, Dingzhou, dan Hefei. Bahkan, cakupannya telah meluas hingga ke Turin di Italia, Yokohama di Jepang, Birmingham di Inggris, Detroit di Amerika Serikat, serta Munich di Jerman.

Salah satu kendaraan yang dianggap mampu bersaing dalam pasar otomotif Indonesia adalah Changan Lumin. Hal ini karena penampilannya yang menarik dan ukurannya yang relatif kecil.

Lumin cocok bagi pengguna Indonesia yang saat ini sedang menyukai kendaraan dengan gaya desain retro-modern.

Mobil kecil ini memiliki ukuran keseluruhan panjang 3.270 mm, lebar 1.700 mm, tinggi 1.545 mm, dan jarak antara roda 1.980 mm. Ukuran ini masih lebih kecil dibandingkan BYD Atto 1, tetapi lebih besar dari Wuling Air EV.

Dirancang sebagai mobil kota, Changan Lumin tersedia dalam dua pilihan kapasitas baterai. Tipe paling dasar dilengkapi baterai dengan kapasitas 17,65 kWh yang memiliki jangkauan maksimum hanya 190 kilometer. Ada juga varian dengan baterai 28,4 kWh yang mampu menempuh jarak hingga 301 kilometer.

Selain itu, Changan Lumin dilengkapi dengan fitur-fitur tambahan seperti sensor parkir belakang, sistem pemantau tekanan ban (TPMS), dan kontrol bantuan menanjak (HAC). Selain model Lumin, lini kendaraan Changan cukup lengkap, mencakup SUV, sedan, hingga versi 7 kursi.

Suzuki Puncaki Daftar 10 Mobil Terlaris Juli 2025, Kalahkan Honda dan Mitsubishi

Suzuki Puncaki Daftar 10 Mobil Terlaris Juli 2025, Kalahkan Honda dan Mitsubishi

PR JABAR –Pergeseran signifikan dalam panggung otomotif nasional terjadi pada Juli 2025. Terjadi suatu “kudeta” tak terduga di posisi tiga besar merek mobil paling laris di Indonesia, di mana Suzuki secara mengejutkan mampu menggeser dominasi dan melewati dua perusahaan Jepang besar, yaitu Honda dan Mitsubishi.

Berdasarkan data yang dikeluarkan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Suzuki kini berada di posisi ketiga dengan nyaman, mengancam dominasi Toyota dan Daihatsu yang tetap kokoh di puncak. Peristiwa ini menunjukkan awal baru dari persaingan yang semakin ketat di pasar mobil Tanah Air, khususnya di segmen menengah yang menjadi wilayah utama persaingan.

Perubahan yang signifikan ini terjadi di tengah situasi pasar yang menunjukkan keanehan menarik: penjualan bulanan sedikit meningkat, tetapi jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, pasar justru mengalami penurunan yang cukup dalam.

 

Pasaran Tidak Berkembang Secara Tahunan, Namun Suzuki Mengambil Perhatian

Sebelum mengulas persaingan antar merek, penting terlebih dahulu untuk memperhatikan situasi pasar secara keseluruhan. Data Gaikindo menunjukkan bahwa penjualan mobil secara ritel (dari dealer ke konsumen) pada Juli 2025 mencapai 62.770 unit. Angka ini menunjukkan kenaikan kecil sebesar 1,8 persen dibandingkan bulan sebelumnya, yaitu Juni 2025.

Meski terdapat sedikit harapan dari kenaikan bulanan, bayang-bayang perlambatan masih terasa ketika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Penjualan pada Juli 2025 mengalami penurunan cukup signifikan sebesar 17 persen dibandingkan Juli 2024 yang mampu mencatatkan 75.588 unit.

Kondisi yang sama juga terlihat pada angkawholesales(Distribusi dari pabrik ke penyalur). Terjadi kenaikan sebesar 4,8 persen dalam sebulan menjadi 60.552 unit, tetapi mengalami penurunan signifikan sebesar 18,4 persen secara tahunan. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun pabrikan meningkatkan penyebaran ke dealer pada bulan ini, suasana pasar secara keseluruhan masih lebih lemah dibanding tahun sebelumnya.

 

Analisis Pertandingan Tiga Pemain Utama: Strategi Efektif Suzuki Mengalahkan Lawan-lawannya

Fokus utama pada bulan ini berfokus pada persaingan untuk posisi ketiga. Suzuki berhasil meraih penjualan ritel sebanyak 5.504 unit, cukup untuk menggeser Honda yang mencatatkan 5.003 unit dan Mitsubishi Motors dengan 4.815 unit.

Kunci Keberhasilan Suzuki: Momentum Model Terbaru ‘Fronx’

Tindakan Suzuki terbukti efektif. Kepopuleran mereka tidak lepas dari strategi yang cemerlang dengan memperbarui lini produk lebih dini melalui kehadiran crossover baru, Suzuki Fronx. Peluncuran yang dilakukan lebih awal dibandingkan pesaing memberikan kesempatan bagi Suzuki untuk beradaptasi lebih cepat dan menarik perhatian konsumen kelas menengah yang mencari produk baru. Momentum ini berhasil diubah menjadi angka penjualan yang kuat.

Honda dan Mitsubishi Sedang Menyusun Kembali Strategi?

Di sisi lain, Honda yang sebelumnya berhasil dengan HR-V generasi sebelumnya, kali ini terlihat kurang mampu bersaing menghadapi model-model baru. Angka penjualan sebanyak 5.003 unit menjadikan mereka berada di posisi keempat, sebuah indikasi bahwa pembaruan produk menjadi sangat penting dalam persaingan saat ini.

Sementara itu, Mitsubishi Motors yang berada di posisi kelima sebenarnya sedang mempersiapkan senjata utama mereka. Perlu dicatat bahwa mobil andalan baru mereka, Mitsubishi Destinator, baru saja diluncurkan secara resmi pada akhir Juli 2025. Akibatnya, data penjualan ritel untuk model ini belum terlihat secara signifikan dan kemungkinan besar baru akan terlihat sepenuhnya dalam laporan penjualan bulan Agustus mendatang.

 

Dominasi Kedua Perusahaan Besar dan Serbuan Merek Tiongkok

Di luar persaingan ketat di papan tengah, posisi teratas masih dikuasai oleh “duopoli yang tak pernah berubah”. Toyota tetap kokoh di puncak dengan penjualan ritel yang mengesankan sebesar 20.185 unit. Sahabatnya, Daihatsu, setia berada di posisi kedua dengan angka 11.220 unit. Jarak yang signifikan antara posisi kedua dan ketiga menunjukkan betapa kuatnya dominasi kedua merek tersebut di pasar Indonesia.

Hal menarik lainnya adalah peningkatan dominasi merek-merek Tiongkok di pasar. BYD, sebagai perusahaan baru dalam segmen mobil penumpang, langsung masuk ke posisi keenam dengan penjualan sebanyak 2.827 unit. Prestasi ini menunjukkan penerimaan yang baik dari konsumen. Berikutnya adalah Chery yang berada di posisi kesembilan (1.705 unit) dan Wuling yang menempati posisi sepuluh besar (1.687 unit).

 

Daftar 10 Merk Mobil Paling Laku di Indonesia Bulan Juli 2025

Berikut adalah daftar lengkap 10 merek mobil paling laku berdasarkan data Gaikindo pada bulan Juli 2025.

Penjualan eceran (Dealer kepada Konsumen)

  1. Toyota: 20.185 unit

  2. Daihatsu: 11.220 unit

  3. Suzuki: 5.504 unit

  4. Honda: 5.003 unit

  5. Mitsubishi Motors: 4.815 unit

  6. BYD: 2.827 unit

  7. Mitsubishi Fuso: 1.996 unit

  8. Isuzu: 1.799 unit

  9. Chery: 1.705 unit

  10. Wuling: 1.687 unit

 

Penjualan eceran besar (Pabrik ke Agen)

  1. Toyota: 18.905 unit

  2. Daihatsu: 10.451 unit

  3. Suzuki: 6.010 unit

  4. Honda: 5.235 unit

  5. Mitsubishi Motors: 5.011 unit

  6. BYD: 2.335 unit

  7. Isuzu: 2.190 unit

  8. Mitsubishi Fuso: 1.871 unit

  9. Chery: 1.593 unit

  10. Hino: 1.464 unit

Juli 2025 akan menjadi bulan yang diingat sebagai titik perubahan dalam peta persaingan otomotif, khususnya di luar dua pemain utama. Persaingan diperkirakan akan semakin sengit pada bulan Agustus, terutama setelah Mitsubishi Destinator mulai didistribusikan secara penuh ke seluruh jaringan dealer di Indonesia.

Disclaimer:Artikel ini dibuat berdasarkan data penjualan yang dikeluarkan resmi oleh Gaikindo. Angka bisa berubah sesuai dengan rilis data akhir. Analisis yang disajikan merupakan pemahaman jurnalistik.

Wei Jianjun Rayakan 100 Ribu Unit Weipai Blue Mountain, Undang Konsumen ke Pabrik

Wei Jianjun Rayakan 100 Ribu Unit Weipai Blue Mountain, Undang Konsumen ke Pabrik

10drama.comWei Jianjun, ketua Great Wall Motors, mengumumkan berita baik melalui media sosial: Weipai Blue Mountain telah mencapai penjualan sebanyak 100.000 unit.

Untuk merayakan pencapaian ini, ia mengundang beberapa keluarga pemilik mobil untuk berkunjung ke pabrik cerdas Great Wall Motors, memberi mereka kesempatan untuk menyaksikan langsung proses penelitian, pengembangan, dan pengujian di balik kendaraan tersebut.

Capaian ini datang tidak lama setelah unit ke-100.000 Weipai Blue Mountain secara resmi meninggalkan jalur produksi pada 21 Juli lalu.

Model terbaru yang saat ini dipasarkan dibanderol mulai dari 299.800 hingga 326.800 yuan.

Berikut adalah inti dari Weipai Blue Mountain:

Varian dan Harga:

Max version: 299.800 yuan

Versi Ultra: 326.800 yuan (menambahkan kulit sintetis dan baterai 52,3 kWh)

Ultra Black Warrior Edition: 326.800 yuan (perubahan pada bagian luar)

Dimensi dan Fitur: Sebagai SUV berukuran sedang hingga besar, Blue Mountain memiliki panjang 5156mm, lebar 1980mm, tinggi 1805mm, serta jarak antara roda sepanjang 3050mm dengan tata letak enam kursi.

Interior dilengkapi dengan layar ganda (15,6 inci di bagian tengah dan layar hiburan penumpang), sistem Coffee OS 3.2, kulkas multifungsi, kursi penumpang berdesain zero-gravity, layar hiburan belakang berukuran 17,3 inci, serta 23 speaker langka.

Tenaga: Menggunakan sistem hybrid Hi4 versi performa, kendaraan ini menggabungkan mesin 1.5T dengan dua motor listrik di bagian depan dan belakang. Dengan daya gabungan, mobil ini mampu melaju dari 0 hingga 100 km/jam hanya dalam waktu 4,9 detik.

Blue Mountain menawarkan pilihan baterai 44,5 kWh dan 52,3 kWh, yang masing-masing menawarkan jangkauan listrik murni (WLTC) sejauh 185 km dan 220 km.

Fitur Bantuan Mengemudi: Dilengkapi dengan sistem Coffee Pilot Ultra yang canggih, kendaraan ini memiliki satu LiDAR 128 jalur, tiga radar gelombang milimeter, 12 sensor ultrasonik, dan 11 kamera HD. Fitur-fitur ini memungkinkan kemampuan seperti Urban NOA, Highway NOA, serta bantuan parkir.***

Penjualan Mobil Juli 2025 Naik Sedikit dari Juni Tapi Turun Dibanding Juli 2024, Pengaruh GIIAS 2025 Mulai Terlihat

Penjualan Mobil Juli 2025 Naik Sedikit dari Juni Tapi Turun Dibanding Juli 2024, Pengaruh GIIAS 2025 Mulai Terlihat

10drama.com– Asosiasi Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mengumumkan data penjualan mobil pada Juli 2025. Dalam laporan tersebut, total penjualan kendaraan menunjukkan penurunan dibandingkan dengan bulan yang sama di Juli 2024 (year-on-year/yoy).

Berdasarkan data terbaru dari Gaikindo yang diperoleh 10drama.com, penjualan mobil secara grosir pada Juli 2025 mencapai 60.552 unit, mengalami penurunan sebesar 18,4 persen dibandingkan Juli 2024 yang berada di angka 74.230 unit.

Penjualan mobil di tingkat ritel juga mengalami penurunan sebesar 12,3 persen dibanding tahun lalu, dengan total terjual 62.770 unit, lebih sedikit dibandingkan Juli 2024 yang mencatatkan 75.588 unit.

Namun, jika dilihat secara bulanan atau month-to-month (mtm), penjualan grosir justru meningkat sebesar 4,8 persen.

Peningkatan ini dipengaruhi oleh penyelenggaraan pameran mobil Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025.

Pada bulan Juli 2025, penjualan eceran mencapai 60.552 unit, naik dibandingkan dengan Juni 2025 yang tercatat sebesar 57.799 unit.

Peningkatan kecil juga terjadi pada penjualan ritel secara mtm, yaitu sebesar 1,8 persen. Juli 2025 mencatat penjualan ritel sebanyak 62.770 unit, sedikit lebih tinggi dibandingkan Juni 2025 yang mencapai 61.687 unit.

Di sisi lain, total penjualan eceran selama Januari-Juli 2025 tercatat sebanyak 435.390 unit, mengalami penurunan sebesar 10,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024, yang mencapai 484.250 unit.

Penjualan ritel pada periode yang sama turun sebesar 10,8 persen menjadi 453.278 unit, dibandingkan dengan 508.041 unit pada bulan Januari–Juli 2024.

Copyright © 2026 10drama.com