Tabungan Haji Bank Mega Syariah Naik Terus Hingga Juni 2025

Tabungan Haji Bank Mega Syariah Naik Terus Hingga Juni 2025

Lintaskriminal.co.id -.CO.ID – JAKARTA.Bank Mega Syariah mengalami peningkatan positif dalam pengumpulan nasabah Tabungan Haji. Hal ini terlihat dari jumlah dana yang terkumpul pada Tabungan Haji Bank Mega Syariah mencapai Rp 303 miliar per Juni 2025.

Angka ini meningkat sekitar 1,3% dibandingkan akhir tahun 2024 yang mencapai lebih dari Rp 299 miliar.

Kepala Bisnis Bank Mega Syariah Rasmoro Pramono Aji (Oney) mengungkapkan bahwa situasi ini menunjukkan bahwa Bank Mega Syariah semakin dipilih oleh masyarakat dalam merencanakan ibadah haji dan umrah.

“Saat ini Bank Mega Syariah semakin dipilih oleh masyarakat dalam merencanakan keuangan mereka untuk persiapan haji dan umrah. Hal ini terlihat dari jumlah nasabah tabungan Haji Bank Mega Syariah yang menunjukkan perkembangan positif,” ujar Oney dalam keterangan resmi yang diterima Lintaskriminal.co.id, Senin (19/8/2025).

Pada bulan Juni 2025, jumlah rekening (NoA) Tabungan Haji tercatat melebihi 254.000 rekening, naik lebih dari 3,67% dibandingkan akhir tahun 2024 yang mencapai lebih dari 245.000 rekening.

Persentase tabungan haji yang belum dicairkan terhadap total tabungan nasional juga meningkat dari 17% pada akhir tahun 2024 menjadi 19% pada Juni 2025.

Oney menyampaikan bahwa pencapaian ini sejalan dengan strategi Bank Mega Syariah yang gencar meluncurkan berbagai program menarik, seperti Program Poin Haji Berkah Mega Syariah.

Program Poin Haji Berkah Mega Syariah ini ditujukan untuk nasabah tabungan haji dan umrah, baik nasabah lama maupun baru melalui cara Aktivasi M – Syariah, serta penambahan dana pada tabungan haji/umroh.

Nasabah juga memiliki kesempatan untuk memperoleh poin tambahan setiap kali membuka rencana tabungan. Poin-poin ini akan dipilih secara acak sebagai pemenang setiap kuartal.

“Program ini diharapkan mampu meningkatkan semangat masyarakat dalam merencanakan Ibadah Haji melalui Bank Mega Syariah,” tuturnya.

Seru Bersama Komunitas di Merdeka Drive 2025

Seru Bersama Komunitas di Merdeka Drive 2025

Ini Menyenangkan Berbarengan Komunitas dalam Acara OTOMOTIF Merdeka Drive 2025

Ini Menyenangkan Berbareng Komunitas Dalam Acara OTOMOTIF Merdeka Drive 2025

Grup 10drama.com Gramedia bekerja sama dengan Erajaya & More mengadakan acara OTOMOTIF Car Meet Up, hari Minggu (17/8/2025).

Lintaskriminal.co.id -/ Komunitas

Naufal Shafly 17 Agustus, 11:44 AM 17 Agustus, 11:44 AM

Lintaskriminal.co.id –Grup 10drama.com Gramedia bekerja sama dengan Erajaya & More menyelenggarakan acara OTOMOTIF Car Meet Up, hari Minggu (17/8/2025).

Sesuai dengan perayaan hari kemerdekaan RI yang ke-80, acara ini mengusung tema OTOMOTIF Merdeka Drive.

Acara ini diikuti oleh lima komunitas mobil, yaitu Serena Suka Suka, Korean Car ID, Seru Seruan, Gelima Belas, dan Gabut Banget.

Secara keseluruhan, terdapat 34 mobil yang hadir dalam acara seru ini.

Sedangkan kegiatan dimulai dari titik kumpul yang terletak di Kopi Kenangan Urban Hub Palmerah, mulai pukul 07.00 WIB.

Para peserta yang hadir memperoleh tiket sarapan dan makan siang gratis dari panitia.

Selain itu, peserta juga menerima penjelasan mengenai keselamatan dan jalur perjalanan.

Para peserta terlihat penuh semangat dan saling berbincang serta tertawa selama berada di titik kumpul ini.

Tampak hadir mobil yang cukup menarik, seperti Serena C23 dari tahun 2001 yang mengusung bodi C24.

“Mobil ini istimewa, mesinnya C23 tetapi bentuk bodinya sudah seperti C24, jadi teman-teman menyebutnya Serena C23 setengah,” jelas Ope, pemilik mobil tersebut.

Menurut Haryadi Hidayat, Redaktur Pelaksana Tabloid OTOMOTIF, acara kali ini memiliki banyak makna di baliknya.

Pertama, sebagai wujud rasa terima kasih atas anugerah kemerdekaan yang kita nikmati berkat perjuangan para leluhur kita.

Kedua meningkatkan hubungan persaudaraan di antara sesama anggota masyarakat.

“Pada hal ini, antara redaksi OTOMOTIF Group dan komunitas otomotif. OTOMOTIF Group berkembang dan bertahan berkat kerja sama dengan para penggemar otomotif,” ujar pria yang akrab dipanggil Iday ini.

Ketiga, sebagai kontribusi dalam memacu perekonomian dengan menghubungkan berbagai komponen masyarakat, khususnya pihak-pihak yang bekerja sama dalam pelaksanaan OTOMOTIF Car Meet Up.

Kegiatan pagi di Urban Hub Palmerah selesai dengan perjalanan konvoi menuju Erafone & More, PIK 2, Tangerang, Banten, yang dimulai pukul 09.00 WIB.

Copyright Lintaskriminal.co.id -2025

Related Article

Rumah Modern yang Terinspirasi Arsitektur Gaudi, Seperti Apa?

Rumah Modern yang Terinspirasi Arsitektur Gaudi, Seperti Apa?

Antoni Gaudi adalah salah satu arsitek paling berpengaruh dalam sejarah kota Barcelona. Salah satu karya terkenalnya ialah Sagrada Familia. Gereja yang unik ini berada di tengah kota Barcelona dan menarik jutaan pengunjung setiap tahunnya.

Gaya arsitektur karya Antonio Gaudi kini semakin umum diterapkan dalam perumahan di berbagai negara, termasuk di Indonesia. Gaya yang memadukan ciri khas Art Nouveau dengan pengaruh besar dari modernisme Catalunya, yang menonjolkan bentuk alami, garis melengkung, ketidakseimbangan, serta penggunaan bahan lokal seperti keramik, batu, dan besi tempa, akan diterapkan pada kawasan perumahan baru di wilayah barat Surabaya.

“Kami memiliki klaster Casa Solano. Klaster ini diciptakan bukan hanya sebagai tempat tinggal yang fungsional, tetapi juga sebagai karya seni yang bernilai tinggi,” kata Reinaldo Wenas, Direktur Utama Prime Hills Estate, Senin (25/8).

“Casa Solano merupakan langkah awal kami dalam menyajikan tempat tinggal yang tidak hanya praktis, tetapi juga memiliki nilai seni yang tinggi,” tambahnya.

Reinaldo menyampaikan, konsep arsitektur Casa Solano memang terinspirasi dari maestro seni Antoni Gaudí asal Spanyol, yang kemudian diubah menjadi gaya modern oleh arsitek muda Muhammad Sagitha. Rumah ini menggabungkan tata ruang dengan bentuk alami serta sentuhan geometris berpiksel.

“Inspirasi ini datang dari Gaudí yang kami sesuaikan dengan konteks modern menggunakan gaya pixelated geometris yang pasti memberikan nuansa berbeda di setiap sudut rumah,” kata arsitek tersebut, Sagitha.

“Kami mengadopsi warna-warna pecahan keramik karya Gaudi sebagai simbol perumahan ini yang dapat dilihat di berbagai bangunan,” tambahnya.

80 Tahun Kemerdekaan, Mengapa UU Kehutanan Masih Jadi Kendala?

80 Tahun Kemerdekaan, Mengapa UU Kehutanan Masih Jadi Kendala?

KOALISI Masyarakat Sipil Advokasi UU Kehutanan menggunakan momentum peringatan Hari KemerdekaanPerayaan Hari Kemerdekaan ke-80 menuntut agar Panitia Kerja Undang-Undang Kehutanan lebih transparan dalam proses perubahan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan. Proses konsultasi yang tidak terbuka bagi masyarakat luas dan bertentangan dengan prinsip partisipasi yang bermakna menyebabkan rencana revisi tersebut memperkuat praktik hukum kolonial yang salah dalam memahami Hak Menguasai Negara.

Setelah dimasukkan dalam Prolegnas Prioritas 2024-2029, proses konsultasi terkait revisi UU Kehutanan telah dilakukan sebanyak tiga kali, namun dua di antaranya diselenggarakan secara tertutup tanpa dokumentasi yang tersedia untuk umum, bahkan tidak ada rekaman yang diunggah ke saluran YouTube parlemen. Koalisi mengatakan masyarakat tidak mengetahui apa saja yang dibahas oleh Komisi IV dengan asosiasi pengusaha. Dokumen rancangan undang-undang juga tidak dipublikasikan, sementara forum yang melibatkan masyarakat sipil sangat terbatas.

“Proses legislasi ini jauh dari prinsip transparansi,” ujar juru bicara koalisi dari Indonesia Parliamentary Center, Arif Adi Putro, dalam keterangan tertulis yang disebarkan pada hari Minggu, 17 Agustus 2025. Ia menegaskan, koalisi menolak pengesahan revisi UU Kehutanan tanpa partisipasi masyarakat, mengingat risikonya rakyat dan komunitas adat bisa kehilangan kebun, rumah, serta hutan mereka yang secara sepihak dianggap sebagai wilayah hutan negara.

Rendi Oman Gara dari Perkumpulan HuMa juga menyampaikan keraguan mengenai apakah bangsa Indonesia benar-benar bebas dari penjajahan pada usia kemerdekaan yang ke-80 tahun ini. Menurutnya, masalah struktural di sektor kehutanan masih menjadi kendala. Ia menyebutkan bahwa hutan sebagai sumber daya bersama justru dikuasai oleh negara dan pihak swasta melalui lembaga yang mengendalikan pohon dan tenaga kerja.

Menurutnya, isu agraria ini telah berlangsung sejak masa penjajahan kolonial dan masih berlanjut hingga saat ini. “Penjajahan terhadap rakyat dimulai ketika kolonial mengambil hutan sebagai sumber agraria untuk dieksploitasi, dengan menetapkan bahwa hutan sepenuhnya menjadi milik negara,” ujar Rendi.

Rendi menjelaskan, sistem hukum kolonial Belanda berlandaskan teori Raffles: seluruh wilayah kepunyaan raja, kemudian berpindah kepada negara kolonial, sehingga negara menjadisuper-landlordyang berhak menguasai lahan serta memungut pajak tanah (landrente). Akibatnya, seluruh lahan tanpa buktieigendom dianggap sebagai landsdomein, sehingga penduduk dapat dikeluarkan, dikriminalisasi, dan hukum adat diabaikan.

Model penjajahan ini, menurut Rendi, masih tampak ketika negara mengklaim kawasan hutan sebagai milik pemerintah. Padahal, menurutnya, Pasal 33 UUD 1945 menyatakan bahwa hak menguasai negara hanya merupakan mandat dari rakyat, sehingga Hak Menguasai Negara tidak boleh melebihi ‘hak bangsa’.

Kekuasaan modern terlihat ketika penduduk dilarang tinggal di wilayah hutan,” katanya. “Oleh karena itu, UU Kehutanan perlu direvisi secara mendasar karena tidak berhasil mencapai tujuan pembangunan yang sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat.

Sekretaris Jenderal Konsorsium Pembaharuan Agraria, Dewi Kartika, mengatakan Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) 1960 menegaskan bahwa negara bukan pemilik tanah dan kekayaan alam, tetapi bertindak sebagai pengatur untuk kesejahteraan rakyat. Dalam perannya tersebut, negara memiliki lima fungsi utama: menyusun kebijakan, mengatur, mengelola izin, mengelola, serta mengawasi.

Undang-undang Kehutanan yang berlaku saat ini, menurut Dewi, menyimpang dari mandat tersebut. Menurutnya, negara bertindak seakan-akan menjadi pemilik tunggal hutan dengan memberikan izin, lisensi, dan konsesi besar kepada perusahaan, sehingga masyarakat tergusur dari tanah dan sumber penghidupannya. “Selama 26 tahun penerapan, Undang-undang Kehutanan gagal membebaskan rakyat, justru memperparah kesengsaraan dengan mengucilkan mereka dari tanah sebagai sumber kehidupan,” ujarnya dengan tegas.

UU Kehutanan yang masih mewarisi pola kolonial dan membatasi kebebasan rakyat juga diungkap oleh Tsabit Khairul Auni, anggota kampanye Forest Watch Indonesia (FWI). Konsep HMN dalam Pasal 4 dianggap sebagai hak kepemilikan penuh negara, mirip dengan asasdomein verklaringmasa penjajahan Belanda yang mengambil tanah penduduk.

Data FWI 2025 menunjukkan bahwa 65,26 persen daratan dan perairan Indonesia dinyatakan sebagai kawasan hutan negara. Proses penunjukan hingga pengesahannya dinilai tidak transparan dan kurang melibatkan partisipasi masyarakat. Di sisi lain, hutan terus berkurang dengan rata-ratadeforestasi2.01 juta hektar per tahun (selama periode 2017 hingga 2023).

“Tekanan semakin meningkat, kerentanan dan bencana lingkungan semakin bertambah, sementara hak dan akses masyarakat tetap diabaikan. Semua hal ini menunjukkan bahwa tata kelola hutan gagal memberikan kemerdekaan bagi rakyat,” ujar Tsabit.

Menurut FWI, fakta ini memperkuat bahwa UU Kehutanan gagal dalam melindungi hutan alam yang tersisa. Padahal, dalam pertimbangannya, UU ini dibuat untuk menjaga hutan sebagai dasar kehidupan dan sumber kesejahteraan rakyat. “Faktanya, deforestasi dan kebakaran hutan serta lahan terus berlangsung dalam skala besar.”

Peneliti MADANI Berkelanjutan Sadam Afian Richwanudin menyatakan bahwa pada tahun 2024, terjadi kehilangan hutan seluas 216 ribu hektare, sementarakarhutlaSampai pertengahan tahun, telah terbakar 115 ribu hektare hutan, termasuk lahan gambut. Akibatnya, masyarakat sekitar hutan kehilangan hak atas lingkungan yang baik dan sehat sesuai yang dijamin oleh konstitusi.

Serena: Dari IG Jadi Tempat Kumpul Kekinian

Serena: Dari IG Jadi Tempat Kumpul Kekinian

10drama.com –– OTOMOTIF Merdeka Drive 2025 yang diadakan pada 17 Agustus lalu diikuti oleh beberapa kelompok pengguna mobil.

Seperti 10 anggota komunitas Serena Suka-Suka yang ikut dalam barisan dari Urban Hub Palmerah menuju Erajaya Digital Complex (EDC) PIK2.

Komunitas pengguna mobil MPV boxy Nissan ternyata berawal dari akun Instagram yang dibuat pada tahun 2023.

“Awalnya berkumpul melalui Instagram, saat itu namanya Serena Instagram,” kata Yossie, Humas Serena Suka-Suka saat diwawancarai 10drama.com – pada Minggu (17/08/2025).

“Kemudian dilanjutkan dengan mengadakan pertemuan dan pada saat itu ditentukan namanya menjadi Serena Suka-Suka,” tambahnya,

Nama Serena Suka-Suka ditentukan pada tanggal 11 Agustus 2023.

“Pengungkapan nama Serena Suka-Suka terjadi pada tanggal 11 Agustus, jadi baru saja kita merayakan Anniversary yang kedua tahun,” kenang Yossie.

Awalnya Serena Suka-Suka hanya terdiri dari beberapa orang.

“Dimulai dari beberapa orang, sekarang berjumlah 70 hingga 80 orang,” ujar Yossie.

Serena Suka-Suka ternyata tidak terlalu ketat dibandingkan komunitas atau klub mobil lainnya.

Kumpulan ini tidak memiliki anggaran dasar dan anggaran tata tertib sehingga jajaran pengurusnya, karena intinya hanya berkumpul dan berbagi antara pengguna Nissan Serena.

“Kami melakukan pertemuan, ada sebuah wadah yang disebut Sarafun, biasanya kami berkumpul di Kota Bintang,” kata Yossie.

“Kemudian kami juga senang berkolaborasi dengan teman-teman lainnya, seperti pada tanggal 24 Agustus mendatang kami akan bergabung dengan rekan-rekan dari Korean Car Indonesia,” tutupnya.

Ribuan Penggemar Otomotif Memadati DKS Cirebon, Silaturahmi dan Pemberdayaan Komunitas dengan Budaya Lokal

Ribuan Penggemar Otomotif Memadati DKS Cirebon, Silaturahmi dan Pemberdayaan Komunitas dengan Budaya Lokal

10drama.com –-Banyak penggemar otomotif dari berbagai komunitas mobil dan motor berkumpul di Lapangan Arhanud 14 Pilang Raya, Cirebon, dalam acara Daihatsu Kumpul Sahabat (DKS). Acara ini menjadi tempat bertemu antar komunitas, ajang hiburan keluarga, serta wadah kolaborasi sosial dan pemberdayaan ekonomi lokal.

Seperti di kota-kota sebelumnya, acara ini dihadiri oleh puluhan komunitas mobil seperti Terios Club Indonesia, Calya Sigra Club, Sirionity, serta Gran Max Luxio Indonesia.

Tidak ketinggalan komunitas sepeda motor seperti Honda PCX Club Indonesia dan Yamaha Nmax Club Indonesia turut serta, mengadakan konvoi Rolling Thunder yang menarik perhatian masyarakat.

Selain pameran modifikasi kendaraan bermotor dan area hiburan untuk keluarga, acara ini juga menampilkan kearifan lokal melalui tampilan Tari Topeng dan alat musik angklung. Terdapat pula festival makanan dari UMKM Cirebon, lomba yang menarik, serta photobooth, dandoorprize bernilai puluhan juta rupiah.

Daihatsu memberikan kontribusi sosial melalui kegiatan donor darah bersama PMI, serta pemberian donasi unit transmisi untuk SMK di Jawa Barat sebagai bagian dari program CSR Pintar Bersama Daihatsu.

Langkah ini diharapkan dapat memperkuat keterkaitan antara pendidikan vokasi dan sektor industri otomotif. Momen menarik muncul dari apresiasi terhadap pelanggan setia, Imelda Kurniawan, pemilik mobil Terios 2011 yang telah setia menggunakan kendaraannya selama 14 tahun. Ceritanya menjadi simbol hubungan jangka panjang antara merek dan penggunanya.

Puncak kegembiraan ditutup oleh tampilan musisi lokal dan band D’Masiv, yang membawakan laguBahagia Sejak Pertama di hadapan ribuan penonton.

Budi Mahendra, Kepala Divisi Pemasaran Dalam Negeri PT Astra Daihatsu Motor, mengatakan kegiatan ini sebagai bentuk dekatnya dengan komunitas serta kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Kami berharap memberikan ruang interaksi yang positif, mendukung kegiatan sosial, serta memperkuat UMKM di Cirebon. Semangat kerja sama ini sesuai dengan tema yang selalu kami angkat,” kata Budi.

Menggabungkan hiburan, kegiatan sosial, dan peran komunitas, Daihatsu Kumpul Sahabat Cirebon tidak hanya sekadar acara mobil, tetapi menjadi tempat bersama yang menyatukan minat, persaudaraan, dan rasa empati.

Meutya Hafid dan Singtel Bahas Kemitraan Digital Regional: Data, AI, dan Jaringan Tanpa Celah

Meutya Hafid dan Singtel Bahas Kemitraan Digital Regional: Data, AI, dan Jaringan Tanpa Celah

PORTAL PAPUA  – Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menghadiri pertemuan dengan Chairman Singapore Telecommunications Limited (Singtel) Lee Theng Kiat di Gedung Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, pada hari Kamis (17/7/2025).

Pada pertemuan ini, keduanya membicarakan kesempatan kerja sama strategis guna memperkuat lingkungan digital di wilayah tersebut, khususnya di bidang pusat data, kecerdasan buatan (AI), dan jaringan digital.

Meutya Hafid mengatakan bahwa Indonesia membuka kesempatan kerja sama antara pihak swasta dan pemerintah ataupublic-private partnership(PPP) untuk memperluas pengembangan Pusat Data Nasional (PDN).

Ia menilai pendekatan eksklusif yang hanya mengandalkan infrastruktur pemerintah perlu diganti dengan model kolaboratif dan kompetitif.

Kami mengganti pendekatan, sebelumnya PDN hanya dibangun oleh pemerintah, kini kita akan melibatkan ekosistem, membuka kesempatanpublic-private partnership(PPP) untuk digunakan sebagai sistem ekosistem pusat data digital nasional,” jelas Meutya.

Kemitraan antara pemerintah dan sektor swasta ini juga melibatkan pengembangan kecerdasan buatan secara bertanggung jawab.

Meutya Hafid mengatakan Singapura merupakan salah satu contoh wilayah dalam pengelolaan kecerdasan buatan, serta menyambut kesepahaman strategis dengan Singtel.

“AI merupakan salah satu fokus utama kami dalam bagaimana mengurangi risiko dan menerima teknologi baru ini. Tentu saja, Singapura akan menjadi contoh bagi kami karena telah memulainya lebih dulu,” katanya.

Selain pusat data dan kecerdasan buatan, Meutya Hafid menyoroti keterhubungan digital sebagai prioritas utama pemerintah dalam menghadapi permasalahan tersebut.blank spot di wilayah 3T.

Ia menekankan makna penting peran Telkom, Telkomsel, dan Singtel dalam menyentuh daerah yang belum terjangkau.

“Salah satu quick win kami adalah mewujudkan zero blank spot. Kami yakin kolaborasi yang baik dengan Telkomsel dan Singtel akan mempercepat pencapaian ini,” tegasnya.

Pada akhir pertemuan, Meutya Hafid menegaskan pentingnya menciptakan sistem digital yang kuat dan bersama di tengah tantangan geopolitik global.

“Tidak ada artinya menjadi kuat jika tetangga kita tidak kuat. Kami yakin, kekuatan regional akan menjadikan kita semua lebih siap menghadapi tantangan digital global. Dan dalam hal ini, Singtel adalah mitra strategis yang sangat kami hargai,” katanya..***(infopublik.id)

Kemkomdigi Bangun Koperasi Modern dengan Data dan Koneksi

Kemkomdigi Bangun Koperasi Modern dengan Data dan Koneksi

PORTAL PAPUA  – Untuk mendorong perubahan ekonomi desa yang lebih terencana dan inklusif, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menciptakan dasar koperasi modern yang berbasis data serta infrastruktur jaringan komunikasi.

Inisiatif tersebut diwujudkan dengan memberikan dukungan kepada Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) yang menggabungkan akses internet berkecepatan tinggi dengan pelatihan digital bertingkat bagi pengelola koperasi desa.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan, Kementerian Komunikasi dan Informatika memastikan ketersediaan jaringan digital yang handal dan merata di daerah prioritas KDMP, serta memperkuat literasi digital melalui pelatihan sumber daya manusia koperasi secara terstruktur.

“Pendampingan ini dilakukan secara kolaboratif bersama komunitas digital setempat dan dinas komunikasi wilayah agar sesuai dengan kebutuhan masing-masing desa,” ujar Meutya saat peluncuran KDMP di Desa Bentangan, Klaten, Jawa Tengah, Senin (21/7/2025).

Kementerian Komunikasi dan Informatika juga menerapkan strategi berbasis data dengan melakukan pemetaan wilayah secara berkala. Misalnya, di Kabupaten Klaten, seluruh 379 desa dan 26 kecamatan telah terhubung dengan jaringan serat optik danOptical Distribution Point (ODP).

Cakupan jaringan 4G telah mencapai 100 persen di area permukiman, sehingga tidak ada satupun desa yang termasuk dalam kategori daerah tanpa sinyal. Kecepatan internet rata-rata di wilayah ini mencapai 38,16 Mbps untuk unduh dan 19,03 Mbps untuk unggah, memastikan ekosistem digital koperasi berjalan dengan baik dan berkelanjutan.

Untuk memastikan kualitas layanan, Kementerian Komunikasi dan Informatika secara berkala melakukan pemeriksaan jaringan guna menghadapi lonjakan lalu lintas data dan meningkatnya permintaan pengguna.

Untuk memperkuat proses digitalisasi koperasi, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkomdigi) telah memulai koordinasi dengan Kementerian Koperasi (Kemenkop) guna mengintegrasikan Digitalent Academy—platformpelatihan digital yang dimiliki oleh Kemkomdigi—dengan super apps koperasi yang sedang dalam pengembangan. Integrasi tersebut dirancang untuk membantu pengelolaan data anggota, transaksi non tunai, dan pemantauan kinerja koperasi secarareal time.

“Kami tidak hanya menitikberatkan pada pelatihan, tetapi juga pada pengembangan ekosistem digital yang mempermudah pengelolaan koperasi dengan cara yang modern dan partisipatif,” kata Meutya.

Kementerian Komunikasi dan Informatika menganggap KDMP sebagai model yang ideal untuk meniru proses digitalisasi ekonomi desa secara inklusif dan dapat diukur. Koperasi ini menyatukan layanan dasar, pengelolaan logistik, transaksi keuangan, serta pelatihan digital dalam satu wadah komunitas.

Contoh nyata dapat ditemukan di KDMP Bentangan, Klaten, yang telah memiliki enam cabang dan lebih dari seribu anggota. Model ini menunjukkan bahwa ekonomi rakyat bisa berjalan seiring dengan transformasi digital yang tepat sasaran..***(infopublik.id)

Daftar Pemenang Honda Modif Contest Bandung 2025

Daftar Pemenang Honda Modif Contest Bandung 2025

10drama.com –– Kompetisi modifikasi sepeda motor terbesar di Indonesia, Honda Modif Contest (HMC) 2025 berlangsung dengan sukses di Kota Bandung. Acara yang diselenggarakan oleh PT Astra Honda Motor (AHM) bekerja sama dengan PT Daya Adicipta Motora (DAM) ini menjadi ajang bagi para pembuat modifikasi berbakat untuk memperlihatkan karya terbaik mereka.

Acara HMC Bandung 2025 diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai wilayah Jawa Barat dengan berbagai tema modifikasi, mulai dari Matic & Cub Stock/Bolt On, Matic & Cub Advance, Matic & Cub Community Touring, All Sport (Naked & Fairing), Show Off > 2006, All Stock & Advance < 2006, Racing Style, dan Free For All.

Pemenang pertama di masing-masing kategori berhak melanjutkan ke tingkat nasional melalui Final Battle HMC 2025. Kesempatan ini tidak hanya tersedia bagi peserta dari Jawa Barat, tetapi juga bagi seluruh pemenang seri HMC yang ada di berbagai daerah di Indonesia. Dari babak final ini, tiga National Champions akan dipilih untuk mengikuti Honda Dream Project bersama para builder profesional.

Manajer Brand Activation AHM mengatakan bahwa pada tahun ini HMC memperkenalkan kelas baru bernama Showcase untuk Show Off, yang langsung mendapat respon positif dari peserta maupun pengunjung. “Tahun ini kami menyediakan kelas Showcase untuk Show Off, dan antusiasme di seri pertama di Jawa Barat sangat tinggi. Tren modifikasi yang muncul cukup beragam dan segar,” katanya di Bandung (09/08).

Daftar Pemenang Honda Modif Contest (HMC) Bandung 2025

Kategori Best Series

  • Best ScoopyMuhammad Fadil – Scoopy 110 (2021)
  • Best Stylo 160Asep Agus Saeful – Stylo 160 (2024)
  • Best Matic ProperMartin Hanjaya Ardilan – Vario 160 (2022)
  • Best Big ScooterRian Ramdani – PCX 160 (2023)
  • Best XplorerFirdaus – ADV 160 (2024)

Kelas Regional Terbaik – Sunmori: Johan Pratama W – ADV 160 (2022)

Best Fun CommunityAsep Irwansyah – ADV 150 (2020)

Best Media PickImam Abraham Wijaya – Genio (2021)

Kategori Matic & Cub Standar / Pasang Langsung

  • Firdaus – ADV 160 (2024)
  • Ferry Utama – PCX 150 (2018)
  • Eko B P – Vario 125 LED Lama (2017)

Kategori Motor Matik & Cub Advance

  • Gio Vanni Oktavianus – PCX 150 (2014)
  • Rizky Rifaul Khaidir – Vario 125 (2017)
  • Imam Abraham Wijaya – Genio (2021)

Komunitas Matic & Cub Berkeliling

  • Ikhsan Nugraha – ADV 160 (2024)
  • Agus Valentino – ADV 160 (2023)
  • Viki Hidayat – ADV 160 (2022)

Kategori Sport Community Touring

  • Avief Muliana Malik – CB150X (2022)
  • Nia Kurniawan – CB150X (2022)
  • Achmad Dicky Handyansyah – CB150X (2022)

Kategori Semua Olahraga (Naked dan Fairing)

  • Jason Vito – Simpanse (2021)
  • Heru Gunawan – CBR 250 (2018)
  • Ariel Nathaniel – CBR 250RR (2019)

Kategori Pamer > 2006

  • Muhammad Fadil – Scoopy 110 (2021)
  • Rismawan – Vario 150 (2016)
  • Akhmad Raihan Afifi – Stylo 160 (2024)

Kategori Semua Saham & Lanjutan < 2006

  • Dian Mega Sari – Supra 100 (2002)
  • Clift Daniel Pasadena – NSR SP 150 (2001)
  • Agus Tasripin – Honda ST 70 (1971)

Kategori Racing Style

  • Egi Endriansyah – Vario 150 (2019)
  • Ammar Pratama Putra – Vario 150 (2018)
  • Rynaldie Haryono – Supra 150 (2021)

Kategori Bebas untuk Semua (FFA)

  • Momo Reno Ardiansyah – Phantom 200 (2008)
  • Hendra Agus – Harimau 200 (2004)
  • Pebriano Magi Raka Putra – Kekuatan 125 (2003)

Berakhirnya seri Bandung membuat seluruh pemenang pertama siap melaju ke Final Battle HMC 2025 guna bersaing memperebutkan gelar The Best of The Best Modifikator Honda. Event ini tidak hanya menghargai kreativitas, tetapi juga menjadi wadah untuk mendorong perkembangan dunia modifikasi sepeda motor di Indonesia.  (*)

KTB Undang Ratusan Penggemar Truk Canter di GIIAS 2025, Gelar Acara Komunitas

KTB Undang Ratusan Penggemar Truk Canter di GIIAS 2025, Gelar Acara Komunitas

KTB Undang Ratusan Penggemar Truk Canter di GIIAS 2025, Gelar Acara Kumpulan Komunitas

KTB Undang Ratusan Penggemar Truk Canter di GIIAS 2025, Gelar Acara Kumpulan Komunitas

Ratusan anggota komunitas pengguna truk Canter mendatangi stan PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) dalam ajang GIIAS 2025, merayakan ulang tahun ke-55 Mitsubishi Fuso.

10drama.com -/ Komunitas

Irsyaad W 30 Juli, pukul 08.30 30 Juli, pukul 08.30

10drama.com –– PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) mengundang ratusan penggemar truk Canter dalam ajang GIIAS 2025.

Yaitu mengadakan acara community gathering Canter di ICE BSD City, Tangerang, (27/7/25) kemarin.

Acara tersebut juga bertujuan untuk merayakan 55 tahun Anniversary Mitsubishi Fuso di Indonesia.

“Acara pertemuan komunitas ini kami selenggarakan sebagai wujud apresiasi yang mendalam kepada seluruh komunitas Canter yang sangat menggemari produk Mitsubishi Fuso,” ujar Sudaryanto, General Manager of Business Communication PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors dalam pernyataannya, (27/7/25).

Pada acara itu, menurut Sudaryanto, banyak kisah menarik yang diperoleh dari anggota komunitas tersebut.

Salah satu dari Bandung yang mengubah empat unit Canter guna digunakan dalam kompetisi. Kami bangga produk kami mendapat perhatian dari para pelanggan selama 55 tahun terakhir,” katanya.

“Kami ingin merayakan kebersamaan, memperkuat hubungan, serta menunjukkan bahwa Mitsubishi Fuso tidak hanya hadir sebagai penyedia kendaraan, tetapi juga sebagai mitra hidup yang berkembang bersama para pahlawan logistik di seluruh Indonesia,” kata Sudaryanto.

Sebagai wujud apresiasi, dalam kesempatan ini, Mitsubishi Fuso menawarkan paket khusus pembelian oli 5 liter kepada anggota komunitas yang hadir.

Tidak hanya itu, dalam menyambut kedatangan komunitas, Mitsubishi Fuso menyediakan berbagai hiburan di stan mereka, mulai dari permainan yang interaktif hingga sesi khusus yang memperlihatkan truk-truk yang dimodifikasi.

Selain itu, acara ini menjadi tempat untuk berbagi kisah, pengalaman, dan semangat antar sesama anggota komunitas Canter Mania.

Seorang anggota komunitas yang hadir bernama Dea Derek, berasal dari kota Tasikmalaya dan menjalani bisnis jasa Towing, berbagi pengalamannya menggunakan produk dari Mitsubishi Fuso.

“Saya telah mengoperasikan derek secara turun-temurun sejak tahun 1975, dan kakek saya selalu menggunakan Mitsubishi Fuso. Karena truknya nyaman dan tangguh digunakan dari dulu hingga saat ini saya memakai Canter Euro 4,” kata Dea Derek.

“Sejak pertama kali mengemudikan truk pada tahun 2000, saya telah menggunakan Canter 100ps hingga kini memiliki armada Canter sebanyak 17 unit, tidak pernah mengalami masalah, suku cadangnya tersedia banyak, baik di medan lumpur maupun tanjakan selalu tangguh,” kata Dea Derek.

Anggota komunitas lainnya, Abah Rafa yang menjalankan bisnis sayuran di kota Garut juga berbagi pengalamannya.

 

“Saya sudah menggunakan Mitsubishi Fuso Canter sejak tahun 1974. Kendaraan ini nyaman dikemudikan, stabil, dan tenaganya lebih baik dibandingkan yang lain,” katanya.

Tidak ketinggalan, Dea Derek juga memberikan masukan untuk Mitsubishi Fuso di masa depan.

“Harapan kami, di masa depan Mitsubishi Fuso terus mengalami peningkatan dalam hal kualitas produk,” tambah Dea Derek.

Melalui kegiatan ini, Mitsubishi Fuso berharap mampu memperkuat ikatan emosional dengan komunitas serta memberikan pengalaman yang menyenangkan dan bermakna bagi anggota-anggotanya.

Dukungan dan kesetiaan masyarakat menjadi komponen penting dalam upaya Mitsubishi Fuso mewujudkan visinya sebagai mitra bisnis yang andal bagi seluruh rakyat Indonesia.

Copyright 10drama.com -2025

Related Article

Copyright © 2026 10drama.com