Bengkel Mobil Niko Wijaya Semarang: Perbaikan Body 24 Jam, Hasil Mengkilap Tanpa Kompromi!

Bengkel Mobil Niko Wijaya Semarang: Perbaikan Body 24 Jam, Hasil Mengkilap Tanpa Kompromi!

Lintaskriminal.co.id –Banyak bengkel mobil di Semarang yang tidak berani membuka24 jam penuh. Di sinilah keunggulan Bengkel Mobil Niko Wijaya Semarang. Terletak di kawasan Kembangarum, Semarang Barat, bengkel ini menjadi pilihan utama bagi pemilik kendaraan yang membutuhkan pelayanan cepat setiap saat.

Mulai dari perbaikan bodi, pengecatan ulang, perbaikan kaca, hingga las dan perawatan mobil, semua dapat ditangani oleh teknisi berpengalaman. Hasil pekerjaannya terkenal rapi, tahan lama, dan memberikan kepuasan kepada pelanggan.

Alamat dan Kontak Bengkel

Alamat:Kembangarum, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang

Jam Operasional:Senin hingga Minggu | 24 Jam Terus-Menerus

Telepon: 0813-9144-5155

Layanan Utama Bengkel Niko Wijaya Semarang

1. Perbaikan Tubuh dan Cat Mobil 24 Jam

Sedikit goresan, bekas benturan, atau kebutuhan untuk mengecat ulang dapat diperbaiki kapan saja tanpa perlu menunggu jam kerja.

2. Kenteng & Las Profesional

Perbaikan kerusakan bodi atau rangka kendaraan bisa dilakukan menggunakan metode pengencangan dan las yang akurat.

3. Servis Mobil Lengkap

Bukan hanya perbaikan pada bagian bodi, bengkel ini juga menyediakan layanan perawatan kendaraan agar kinerja tetap maksimal.

4. Tenaga Ahli Berpengalaman

Dengan bantuan teknisi dan montir perbaikan bodi yang berpengalaman, kualitas pekerjaan menjadi lebih terjamin.

Solusi Tepat bagi Pemilik Kendaraan di Semarang

Bagi Anda yang sibuk dan sering tidak memiliki waktu selama jam kerja,Bengkel Niko Wijaya Semarangadalah jawaban yang pasti. Dengan layanan24 jam nonstop, pelanggan dapat datang kapan saja, bahkan pada malam hari juga.***

Cara Mengatasi Tanjakan Tanpa Modifikasi Mesin pada Motor Matic

Cara Mengatasi Tanjakan Tanpa Modifikasi Mesin pada Motor Matic

Tanpa Mengubah Mesin, Cara Ini Membuat Motor Matik Lebih Mudah Melewati Kemiringan

Tanpa Mengubah Mesin, Cara Ini Membuat Motor Matik Lebih Mudah Melewati Lereng

Tidak diperlukan perubahan pada bagian mesin, selama mesin dalam kondisi baik dan cara mengendarainya tepat, sebenarnya motor matik mampu melewati jalan yang menanjak.

10drama.com -/ Tips dan Trik

Mohammad Nurul Hidayah 21 Agustus, 21.15 21 Agustus, 21.15

10drama.com –– Kemampuan kendaraan bermotor dalam menghadapi medan curam masih menjadi hal yang menakutkan bagi pengguna sepeda motor jenis skutik.

Mesin motor otomatis masih dianggap kurang tangguh dalam menghadapi medan menanjak dibandingkan dengan motor yang menggunakan transmisi manual.

Meskipun demikian, sepeda motor matik saat ini dilengkapi dengan mesin yang mampu melewati berbagai jenis kemiringan.

Jika cara mengendarainya tepat, skuter biasanya mampu melewati jalan yang menanjak dengan mudah.

Namun untuk lebih aman dan nyaman, M. Arief sebagai instruktur Yamaha Riding Academy (YRA) memberikan panduan aman dalam melewati jalan menanjak menggunakan motor matic.

Tidak diperlukan perubahan pada bagian mesin, selama mesin dalam kondisi baik dan cara mengendarainya tepat, sebenarnya motor matik mampu melewati jalan yang menanjak.

Untuk membuat motor matik mudah mendaki, pertama-tama Arief menyarankan agar selalu menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan.

“Tujuannya adalah memberikan waktu jeda agar dapat merespons jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan pada kendaraan di depan,” ujar Arief.

Mempertahankan jarak dengan kendaraan di depan juga penting agar kalian memiliki kesempatan untuk bersiap sebelum melewati lereng naik.

Dengan adanya jarak antara kendaraan di depan, kita dapat mempercepat lebih dalam untuk memanfaatkan momentum sebelum melewati lereng naik.

Berikut adalah beberapa variasi dari kalimat tersebut: 1. Menurut Arief, hal yang perlu diperhatikan oleh pengendara motor matic saat melewati jalan menanjak adalah mengatur pembukaan gas dan kecepatan kendaraan. 2. Arief menyebutkan bahwa pengguna motor matic harus memperhatikan pengaturan bukaan gas serta kecepatan ketika melintasi jalanan yang menanjak. 3. Dalam pandangan Arief, pengemudi motor matic perlu mengatur pembukaan gas dan kecepatan saat melewati jalan yang naik. 4. Menurut Arief, pengguna motor matic sebaiknya mengatur bukaan gas dan kecepatan agar dapat melewati jalan menanjak dengan lebih baik. 5. Arief menekankan bahwa saat melalui jalan menanjak, pengendara motor matic perlu memperhatikan pengaturan gas dan kecepatan kendaraannya.

“Saat melewati jalan menanjak menggunakan motor matik, hindari terlalu sering mengurangi gas agar tenaga mesin tidak turun,” tambahnya.

Pertahankan kecepatan mesin saat naik agar motor dapat melaju secara stabil.

Sekali lagi, ini dapat dilakukan dengan aman asalkan kalian telah menjaga jarak dari kendaraan di depan.

“Jika kemiringan tanjakan semakin curam, jangan ragu untuk memperdalam putaran gas agar mesin mendapatkan tenaga tambahan,” kata Arief dengan yakin.

Selain itu, Arief juga memberikan saran apabila kalian terpaksa harus berhenti di jalan yang menanjak akibat kemacetan atau alasan lainnya.

Arief menyarankan bahwa saat motor berhenti, tahan kecepatan motor agar tidak mundur dengan menggunakan rem depan dan belakang secara bersamaan.

Jangan mengendalikan motor dengan mempercepat mesin dengan membuka gas.

Karena hal tersebut justru dapat menyebabkan komponen CVT mengalami panas berlebih dan penyaluran tenaga mesin ke roda menjadi terhambat.

Setelah kendaraan di depan mulai bergerak, Arief menyarankan untuk mengatur gas terlebih dahulu sebelum melepaskan rem.

“Pastikan sepeda motor diberi gas terlebih dahulu sebelum melepaskan tuas rem. Tujuannya adalah agar motor tidak mundur,” tutupnya.

Copyright 10drama.com -2025

Related Article

Apakah Kipas Pendingin Efektif Menurunkan Suhu Mesin?

Apakah Kipas Pendingin Efektif Menurunkan Suhu Mesin?

Banyak pengemudi membuka kap mesin setelah melakukan perjalanan jauh atau setelah melewati lereng curam. Selain itu, kap mesin sering dikembangkan ketika terjadi tanda-tanda mesin kepanasan. Tujuannya adalah untuk membuat suhu panas di dalam ruang mesin turun lebih cepat. Dikabarkan bahwa suhu tinggi di dalam ruang mesin dapat menyebabkan mesin kepanasan.

Hanya saja, membuka tutup mesin ternyata tidak efektif dalam menurunkan suhu mesin. Karena, membuka tutup mesin hanya mampu mengurangi suhu ruang mesin, tetapi penurunan suhu inti mesin tidak secepat saat sistem pendingin bekerja secara aktif.

1. Menutup kap tidak secara otomatis membuat suhu mesin menjadi lebih dingin

Ruang mesin kendaraan sengaja dibuat padat demi tujuan aerodinamika dan pengendalian kebisingan, sehingga panas yang berasal dari mesin cenderung terperangkap di dalamnya.

Saat mesin dimatikan, suhu tinggi di dalam ruang mesin secara perlahan akan menurun karena udara yang masuk mengalirkan panas. Komponen-komponen di ruang mesin yang terbuat dari bahan plastik dan karet, seperti selang radiator dan sabuk CVT, akan merasa lebih nyaman setelah terbebas dari panas yang menghimpun.

Namun, suhu tinggi di dalam mesin tidak akan otomatis menurun hanya dengan membuka tutup mesin.

2. Ketika terjadi gejala panas berlebih, jangan segera mematikan mesin

Jika indikator suhu meningkat saat kendaraan masih berjalan, langkah yang lebih tepat adalah menghentikan mobil di tempat aman, mematikan AC, biarkan mesin dalam keadaan idle agar kipas dan pompa air tetap beroperasi, kemudian perhatikan jarum suhu.

Saat suhu turun secara stabil, baru kemudian mesin dimatikan. Jangan membuka kap saat berada di tempat yang berdebu, hujan deras, atau dekat sumber api seperti area pom bensin. Pada kendaraan yang dilengkapi kipas after-run atau pompa listrik, sistem akan terus beroperasi beberapa menit setelah mesin dimatikan, sehingga membuka kap hanya sebagai tambahan, bukan keharusan.

3. Tindakan pencegahan saat tanda-tanda overheating muncul

Saat tanda panas muncul, prioritaskan keselamatan dan ikuti prosedur yang benar. Kurangi beban panas dengan mematikan AC, nyalakan pemanas jika tersedia agar panas dapat dilepaskan ke dalam kabin, serta pertahankan putaran mesin tetap stabil agar aliran cairan pendingin tetap berjalan.

Bergeser ke lokasi yang aman, tarik rem tangan, kemudian lepaskan kait penutup mesin pertama untuk mengeluarkan uap panas sebelum menaikkan seluruh penutup. Jangan pernah membuka tutup radiator saat masih panas karena tekanan bisa menyembur keluar.

Setelah suhu menurun, periksa tingkat cairan pendingin, kebocoran selang, fungsi kipas, dan kondisi tutup radiator. Jika masalah terulang, perbaiki akar penyebabnya, bukan hanya mengandalkan kap yang terbuka sebagai solusi utama. Intinya sederhana: membuka kap dapat membantu menghilangkan panas di dalam mesin, tetapi sistem pendingin yang paling efektif tetap berasal dari perawatan yang baik dan prosedur penanganan yang benar.

Tanda-tanda Mobil Overheat, Waspada Bisa Macet!

Ketahanan CVT Motor Matik di Atas 135 Derajat Celcius

Ketahanan CVT Motor Matik di Atas 135 Derajat Celcius

10drama.com –– Oli atau pelumas untuk perawatan CVT motor matik tidak boleh asal memilih.

Terdapat pelumas khusus yang digunakan untuk melumasi komponen saat perawatan CVT pada motor matik.

Beberapa bagian dari CVT perlu dilumasi atau diberi gemuk kembali saat melakukan servis pada motor matik.

Contohnya, bosh atau as pulley depan serta pin pulley belakang perlu dilumasi dengan gemuk saat melakukan perawatan pada sistem CVT motor matik.

“Oli yang digunakan pada komponen CVT tidak boleh asal,” kata Maman Sugiman, pemilik bengkel Boim Motor Jaya.

Yang paling mudah adalah menggunakan pelumas atau gemuk yang tersedia di bengkel resmi atau toko suku cadang motor.

Karena oli atau gemuk CVT bawaan motor sesuai dengan spesifikasi CVT pada motor matik.

“Jika sulit menemukannya di tempat kalian tinggal, kalian dapat menggunakan pelumas atau gemuk CVT dari merek lain,” kata pria yang akrab disapa Boim ini.

“Kriterianya, oli atau gemuk CVT yang digunakan harus berjenis Hi-Temp yang tahan terhadap suhu tinggi,” tambahnya.

Misalnya dalam panduan perawatan CVT yang dikeluarkan oleh Yamaha, pelumas atau gemuk CVT harus mampu bertahan pada suhu antara 20 derajat Celsius hingga 135 derajat Celsius.

“Tujuannya adalah agar pelumas CVT tidak mudah mencair,” lanjut Boim.

“Karena jika oli atau minyak CVT mencair bisa tumpah atau mengotori area CVT, jika sampai masuk ke kampas ganda bisa menyebabkan slip atau gesekan,” tutupnya saat diwawancara di Jalan Raya Pabuaran No.1, Bojonggede, Bogor, Jawa Barat.

Copyright © 2026 10drama.com