Tabel Angsuran KUR BNI 2025, Pinjam Sampai Rp500 Juta

Tabel Angsuran KUR BNI 2025, Pinjam Sampai Rp500 Juta

Lintaskriminal.co.id -PT Bank Negara Indonesia (BNI) merupakan salah satu lembaga perbankan milik pemerintah (BUMN) terbesar di Nusantara yang berdiri pada tanggal 5 Juli 1946.

Salah satu layanan yang disediakan BNI bagi nasabah adalah Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Dikutip dari situs bni.co.id, BNI KUR merupakan layanan kredit dari BNI yang dapat dimanfaatkan sebagai tambahan modal usaha produktif dalam bentuk Kredit Modal Kerja, nasabah juga bisa memakai fasilitas kredit ini sebagai Kredit Investasi.

Fasilitas kredit BNI KUR bisa mencapai maksimal Rp 500 juta dengan masa pelunasan hingga 3 tahun untuk Kredit Modal Kerja dan 5 tahun untuk Kredit Investasi.

Melalui program ini, pelanggan bisa mengajukan pinjaman modal dengan suku bunga rendah dan masa angsuran yang bisa disesuaikan.

Berikut adalah informasi lengkap mengenai Tabel KUR BNI 2025 beserta contoh perhitungan cicilan:

Tabel KUR BNI 2025

Berikut contoh perhitungan cicilan KUR BNI dengan suku bunga 9 persen per tahun tergantung besarnya plafon pinjaman dan lama angsuran:

*Pinjaman Rp 25 juta

12 bulan: Rp 2.186.287

24 bulan: Rp 1.142.119

36 bulan: Rp 794.993

48 bulan: Rp 622.126

60 bulan: Rp 518.959

*Pinjaman Rp 50 juta

12 bulan: Rp 4.372.574

24 bulan: Rp 2.284.237

36 bulan: Rp 1.589.987

48 bulan: Rp 1.244.252

60 bulan: Rp 1.037.918

*Pinjaman Rp 100 juta

12 bulan: Rp 8.745.148

24 bulan: Rp 4.568.474

36 bulan: Rp 3.179.973

48 bulan: Rp 2.488.504

60 bulan: Rp 2.075.836

*Pinjaman Rp 200 juta

12 bulan: Rp 17.490.295

24 bulan: Rp 9.136.948

36 bulan: Rp 6.359.947

48 bulan: Rp 4.977.008

60 bulan: Rp 4.151.671

*Pinjaman Rp 300 juta

12 bulan: Rp 26.235.443

24 bulan: Rp 13.705.423

36 bulan: Rp 9.539.920

48 bulan: Rp 7.465.513

60 bulan: Rp 6.227.507

*Pinjaman Rp 400 juta

12 bulan: Rp 34.980.591

24 bulan: Rp 18.273.897

36 bulan: Rp 12.719.893

48 bulan: Rp 9.954.017

60 bulan: Rp 8.303.342

*Pinjaman Rp 500 juta

12 bulan: Rp 43.725.738

24 bulan: Rp 22.842.371

36 bulan: Rp 15.899.866

48 bulan: Rp 12.442.521

60 bulan: Rp 10.379.178

Persyaratan pengajuan KUR BNI secara online tahun 2025

Dikutip dari situs resmi eform.bni.co.id, berikut persyaratan pengajuan KUR BNI 2025:

Syarat umum:

– Penduduk Indonesia

– Minimal berusia 21 tahun atau telah memiliki ikatan pernikahan

– Bisnis telah beroperasi selama paling tidak 6 bulan

– Tidak sedang mengajukan kredit dari bank lain. – Tidak dalam proses mendapatkan pinjaman dari institusi perbankan lain. – Tidak menerima dana pinjaman dari pihak bank lain. – Tidak memiliki kewajiban atau pengajuan kredit dari bank lain.

Sedangkan dokumen yang diperlukan untuk individu meliputi:

– Salinan KTP elektronik dan Kartu Keluarga – Salin KTP digital dan KK – Dokumen KTP elektronik dan Kartu Keluarga – Salinan e-KTP dan Kartu Keluarga – Salin e-KTP serta KK

– Surat pernikahan (untuk yang telah menikah sebelum berusia 21 tahun)

– Izin Usaha Mikro Kecil (IUMK) atau surat keterangan usaha dari lingkungan setempat – Surat IUMK atau pernyataan usaha yang dikeluarkan oleh kelurahan – Dokumen izin usaha mikro kecil (IUMK) atau surat keterangan usaha dari pihak kelurahan – Surat keterangan usaha dari kelurahan atau izin usaha mikro kecil (IUMK) – Surat izin usaha mikro kecil (IUMK) serta surat keterangan usaha dari kelurahan

– Salinan jaminan (untuk pinjaman yang melebihi Rp 50 juta)

– Nomor Pokok Wajib Pajak (untuk pinjaman di atas Rp 50 juta).

Sementara itu, dokumen persyaratan KUR BNI 2025 untuk badan usaha adalah sebagai berikut:

– Salinan KTP elektronik dan Kartu Keluarga – Salin KTP digital dan KK – Dokumen fotokopi KTP online dan Kartu Keluarga – Salin e-KTP dan KK – Fotokopi dari KTP elektronik dan Kartu Keluarga

– Salinan surat izin usaha atau pernyataan usaha dari lingkungan setempat

– Salinan dokumen jaminan (untuk pinjaman yang melebihi Rp 50 juta)

– NPWP (untuk pinjaman di atas Rp 50 juta). (Lintaskriminal.co.id -/ Sakinah Sudin) (10drama.com/ Mela Arnani)

Jam Buka Bank Hari Ini? Cek Jadwal BCA dan BNI Saat Cuti Bersama (18/8)

Jam Buka Bank Hari Ini? Cek Jadwal BCA dan BNI Saat Cuti Bersama (18/8)

Lintaskriminal.co.id –, JAKARTA – Pemerintah telah menetapkan tanggal 18 Agustus 2025 yang jatuh pada hari ini sebagaicuti bersamauntuk memperingati hari ulang tahun ke-80 Republik Indonesia dan bukan merupakan hari libur nasional. Bagaimana dengan operasionalnyakantor cabangbank, apakah sedang beroperasi pada hari Senin (18/8/2025)?

Pengaturan tersebut merupakan perubahan terhadap SKB sebelumnya, yaitu Nomor 1017 Tahun 2024, Nomor 2 Tahun 2024, dan Nomor 2 Tahun 2024 mengenai Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2025.

Dengan perubahan ini, pemerintah menambahkan satu hari libur bersama yang jatuh satu hari setelah perayaan Hari Kemerdekaan, agar masyarakat memiliki waktu lebih untuk merayakan momen penting tersebut dengan penuh kehormatan dan meriah.

Dikutip dari situs resmi perusahaan, PT Bank Central Asia Tbk. (BCA) mengumumkan jadwal kerja seluruh kantor cabang serta layanan Weekend Banking pada masa libur dan cuti bersama.

“16 Agustus 2025, layanan perbankan akhir pekan berjalan seperti biasa, 17 Agustus 2025, layanan perbankan akhir pekan tidak beroperasi, dan 18 Agustus 2025, layanan kantor cabang BCA tidak berjalan,” demikian pernyataan BCA.

Meskipun demikian, pelanggan tetap bisa melakukan transaksi perbankan selama masa libur dan cuti bersama melalui myBCA, BCA Mobile, KlikBCA, serta ATM BCA. Seluruh kantor cabang BCA akan kembali beroperasi pada 19 Agustus 2025.

Untuk keterangan lebih lanjut mengenai layanan kantor cabang BCA, pelanggan bisa menghubungi Halo BCA melalui nomor 1500888 atau menggunakan aplikasi haloBCA.

Sementara itu, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BNI memastikan layanan perbankan tetap beroperasi meskipun memasuki masa libur cuti bersama dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia (RI), pada Senin (18/8/2025).

Kepala Sekretaris Perusahaan BNI Okki Rushartomo menyatakan, BNI tetap menjalankan operasional terbatas di beberapa cabang agar dapat memenuhi kebutuhan transaksi tertentu, khususnya penerimaan pembayaran bahan bakar minyak (BBM) Pertamina.

“Kebijakan ini mencerminkan komitmen BNI dalam memastikan kelancaran layanan perbankan kepada nasabah meski pada hari libur,” kata Okki dalam keterangan resmi, Minggu (17/8/2025).

Operasi terbatas tersebut akan berlangsung mulai pukul 10.00 hingga 12.00 waktu setempat. Hanya layanan yang berkaitan dengan pembayaran BBM Pertamina melalui setoran yang tersedia, sedangkan transaksi perbankan umum lainnya tidak dapat dilakukan.

BNI menyediakan beberapa lokasi layanan di berbagai daerah guna mendukung fasilitas ini. Di Pulau Sumatra, lokasi yang tetap beroperasi antara lain KC Universitas Sumatera Utara, KC Batam, KC Pekanbaru, KC Padang, serta KCP Jembatan Ampera Palembang.

Di wilayah Jawa dan Bali, terdapat beberapa cabang seperti KC Kudus, KC Karangayu, KC Surabaya, KC Gresik, KC Jombang, KC Serang, KC Karawang, KC Jatinegara, KC Purwokerto, serta KC Malang.

Di bagian timur Indonesia, yang beroperasi adalah KCP Arief Rate Makassar, KCP Sandubaya Mataram, KCP Kanaka Manado, dan KCP Percetakan Jayapura.

Selain layanan yang terbatas di kantor cabang, BNI tetap memastikan akses ke perbankan digital tetap berjalan penuh selama liburan panjang. Layanan seperti wondr by BNI, BNIdirect, serta jaringan ATM dan CRM BNI bisa digunakan kapan saja, 24 jam sehari.

“BNI tetap berkomitmen dalam menjaga kenyamanan nasabah melalui layanan digital yang selalu siap mendukung berbagai kebutuhan transaksi kapan saja dan di mana saja,” tambah Okki.

Pelanggan yang memerlukan informasi tambahan dapat menghubungi BNI Call melalui nomor 1500046.

BBCA Dicari Keras

BBCA Dicari Keras

MANDALIKA 10drama.com – Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA menjadi incaran investor asing dalam perdagangan minggu ini, yaitu 11-15 Agustus 2025. Terpantau investor asing melakukan pembelian bersih BBCA sebesar Rp 1,3 triliun dalam satu minggu terakhir.

Broker JP Morgan Sekuritas mencatatkan pembelian bersih tertinggi dari investor asing untuk BBCA dalam seminggu sebesar Rp 1,12 triliun. Selain itu, broker CLSA Sekuritas juga mencatatkan pembelian bersih BBCA dari investor asing senilai Rp 789,93 miliar.

Pada perdagangan Jumat (15/8/2025) kemarin, saham BCA turun sebesar 0,85% menjadi Rp 8.700. Namun, dalam seminggu terakhir, harga saham BBCA naik 4,82% dibandingkan Rp 8.300 dari pekan sebelumnya.

Sementara itu, Bank Central Asia (BBCA) melaporkan laba bersih sebesar Rp 14,9 triliun pada kuartal kedua tahun 2025 (+6% dibanding tahun lalu, +5% dibanding kuartal sebelumnya). Angka ini membuat total laba bersih selama semester pertama 2025 mencapai Rp 29 triliun (+8%), sesuai dengan perkiraan (50% dari estimasi laba 2025F konsensus dibandingkan dengan 49% realisasi pada semester pertama 2024).

 

Target Harga Saham

“Secara umum, kinerja di 2Q25 dan 1H25 tidak terlalu berbeda dibandingkan kinerja 1Q25, namun lebih fokus pada aspek kualitas kredit,” demikian penjelasan dalam ulasan Stockbit Sekuritas yang dikutip pada Kamis (31/7/2025).

Di sisi lain, Mandiri Sekuritas memproyeksikan laba BBCA meningkat sebesar 8% secara tahunan pada semester pertama 2025, dengan ROE tetap berada di angka 23%. Manajemen menyesuaikan perkiraan biaya kredit menjadi 0,3%–0,5% (dibandingkan 0,3% sebelumnya) untuk tahun fiskal 2025 sebagai langkah pencegahan.

“Kenaikan kredit tetap kuat seiring upaya bank dalam menciptakan komposisi aset yang lebih efisien, sementara rasio NPL dan perkembangan LAR terus menunjukkan arah yang positif meskipun adanya fluktuasi makro,” ujar Mandiri Sekuritas dalam Investor Digest, Kamis (31/7/2025). Mandiri Sekuritas tetap memberikan rekomendasi beli saham BCA (BBCA) dengan target harga Rp 11.000. ***

Penempatan Dana Bank di Surat Berharga Masih Tinggi

Penempatan Dana Bank di Surat Berharga Masih Tinggi

Lintaskriminal.co.id -.CO.ID-JAKARTAPortofolio dana perbankan yang disimpan dalam Surat Berharga Negara (SBN) terlihat mengalami peningkatan sepanjang tahun 2025.

Berdasarkan data dari Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, kepemilikan bank terhadap SBN pada 21 Agustus 2025 mencapai Rp 1.318,47 triliun, naik sebesar 17,61% dibanding tahun sebelumnya atauyear on year (YoY).

Mengingat, kepemilikan bank di SBN pada periode yang sama tahun sebelumnya mencapai Rp 1.121,03 triliun.

Secara bulanan, kepemilikan bank terhadap SBN juga tercatat meningkat. Pada akhir Juli, kepemilikan bank mencapai Rp 1.293,85 triliun, naik sebesar 7,82% dibandingkan Juni 2025 yang berjumlah Rp 1.199,96 triliun.

Sementara itu, Bank Indonesia melaporkan pertumbuhan kredit perbankan hingga Juli 2025 hanya mencapai 7,03% secara tahunan. Hal ini menunjukkan perlambatan dibandingkan bulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 7,77% YoY.

Wakil Presiden Senior Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Trioksa Siahaan menganggap, suasana kenaikan penempatan bank di SBN disebabkan oleh fakta bahwa bank masih memilih secara selektif dalam menyalurkan kredit serta lebih cenderung menempatkan likuiditasnya di SBN.

“Mungkin karena kondisi saat ini yang memang memerlukan kehati-hatian lebih dalam penyaluran kredit perbankan,” katanya kepada Lintaskriminal.co.id, Minggu (24/8/2025).

Trioksa mengamati, tren pada tahun ini jika belum menunjukkan peningkatan kemampuan beli maka bank tetap selektif dalam memberikan kredit.

Berdasarkan pendapat Trioksa, tugas bank sebagai lembaga perantara keuangan adalah mulai meningkatkan penyaluran kredit seiring menurunnya tren suku bunga acuan, tetapi tetap memperhatikan prinsip pengelolaan risiko dan kehati-hatian yang baik.

Beberapa bank tercatat mengalami peningkatan dalam penempatan dana di Surat Berharga Negara (SBN). Contohnya PT Bank Central Asia (BCA) yang mencatatkan penempatan dana di surat berharga sebesar Rp 386,42 triliun pada Juni 2025, atau naik 3,70% secara tahunan.

Berikut adalah beberapa variasi parafraze dari teks tersebut: 1. PT Bank Negara Indonesia (BNI) melaporkan kenaikan penempatan dana dalam bentuk surat berharga sebesar 11,67% menjadi Rp 184,61 triliun pada bulan Juni 2025. 2. Pada Juni 2025, PT Bank Negara Indonesia (BNI) mencatatkan peningkatan pengelolaan dana dalam bentuk surat berharga sebesar 11,67%, yaitu mencapai Rp 184,61 triliun. 3. Dalam laporan terbaru, PT Bank Negara Indonesia (BNI) menyatakan bahwa penempatan dana dalam surat berharga meningkat sebesar 11,67% menjadi Rp 184,61 triliun pada Juni 2025. 4. PT Bank Negara Indonesia (BNI) mengungkapkan adanya kenaikan jumlah dana yang ditempatkan dalam surat berharga sebesar 11,67% menjadi Rp 184,61 triliun pada periode Juni 2025. 5. Pada bulan Juni 2025, PT Bank Negara Indonesia (BNI) mencatatkan peningkatan penempatan dana dalam bentuk surat berharga sebesar 11,67% dengan total mencapai Rp 184,61 triliun.

Sementara itu, pada Juni 2025 pencairan kredit BNI mencapai Rp 778,7 triliun, meningkat sebesar 7,1%.

Berbeda dengan beberapa bank lain seperti PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang mulai mengurangi kepemilikan pada surat berharga. Pada Juni 2025, penempatan BRI di surat berharga mencapai Rp 385,84 triliun atau turun 3,41% yoy dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 399,48 triliun.

PT Bank CIMB Niaga juga mengurangi penempatan pada surat berharga hingga Juni 2025 turun sebesar 3,83% menjadi Rp 75,18 triliun dari posisi Juni 2024 yang mencapai Rp 78,18 triliun.

Vice President Corporate Communication dan Tanggung Jawab Sosial BCA Hera F. Haryn menyampaikan bahwa perusahaan memperhatikan bahwa penempatan dana dalam instrumen surat berharga merupakan bagian dari strategi pengelolaan likuiditas perusahaan serta mendukung perekonomian nasional di tengah tantangan saat ini.

“Strategi ini juga dilakukan guna mempertahankan keseimbangan antara kecukupan likuiditas dengan pertumbuhan kredit yang sehat. Tentu saja tugas utama perbankan adalah sebagai sarana intermediasi ekonomi, yaitu penyaluran kredit,” ujar Hera.

Hera menjelaskan, secara umum, BCA selalu mengelola likuiditas dengan hati-hati serta memperhatikan prinsip kehati-hatian dalam penerapan pengelolaan risiko.

Akibatnya, meskipun penempatan dalam surat berharga meningkat, pada saat yang sama kredit yang disalurkan terlihat tumbuh lebih besar sebesar 12,9% mencapai Rp 959 triliun.

“Dengan dukungan likuiditas yang kuat serta mempertimbangkan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang menggembirakan, kami yakin mampu menjaga pertumbuhan kredit berkualitas secara berkelanjutan,” ujarnya.

Selaku Direktur Utama CIMB Niaga, Lani Darmawan mengakui bahwa penempatan di surat berharga mengalami penurunan secara year on year maupun quarter on quarter. Lani menyampaikan bahwa likuiditas CIMB Niaga sebagian besar digunakan untuk mendukung penyaluran kredit.

“Posisi obligasi kami menurun. Kami lebih fokus pada kredit,” kata Lani.

Pada akhir bulan Juni 2025, jumlah kredit yang dimiliki Bank CIMB Niaga mencapai angka Rp 231,8 triliun, dengan pertumbuhan sebesar 6,8% dibandingkan tahun sebelumnya.

“Kami memiliki kebijakan yang hati-hati tetapi tetap menempatkan likuiditas yang kuat sebagai prioritas bagi bank. Fokus kami pada likuiditas dan dana pihak ketiga,” katanya.

Kepala Bisnis PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (Bank Banten) Bambang Widyatmoko juga menyampaikan, dalam upaya peningkatan penyaluran dana ke aset produktif, termasuk kredit, pihaknya lebih mengutamakan sumber dana yang berasal dari Dana Pihak Ketiga, termasuk deposito berjangka.

“Hal ini dilakukan dengan mempertimbangkan kesesuaian volume, jangka waktu, tingkat bunga dan margin serta risiko likuiditas antara keduanya sehingga dapat sesuai dan menghasilkan tingkat pendapatan bunga bersih yang optimal dengan risiko yang terkendali bagi Bank Banten,” kata Bambang.

Bambang menjelaskan, pihaknya selalu melakukan pemantauan terhadap perkembangan tingkat suku bunga SBN serta sumber dana yang dialokasikan agar mendapatkan pengembalian terbaik bagi Bank Banten. Keputusan mengenai proporsi portofolio penempatan dana dalam bentuk Kredit dan atau SBN dilakukan dengan sangat hati-hati dengan mempertimbangkan potensi risiko dan manfaat terbaik.

Tren penyaluran dan pertumbuhan kredit tetap tergolong positif hingga akhir tahun. Kami memprediksi akan terus meningkat dan menghasilkan Pendapatan Bunga Bersih yang cukup untuk Bank Banten,” ujarnya.

Pada bulan Juni 2025, penempatan dana Bank Banten di SBN tercatat sebesar Rp 1,15 triliun, naik 27,29% dibanding tahun sebelumnya. Meskipun demikian, pada periode yang sama Bank Banten mampu menyalurkan kredit sejumlah Rp 4,16 triliun, meningkat 14,60% secara tahunan. Di sisi lain, dana pihak ketiga (DPK) juga mengalami pertumbuhan lebih dari Rp 1,25 triliun, berubah dari Rp 4,64 triliun menjadi Rp 5,89 triliun.

NPL Citibank Turun 0,2%, Ini Strategi Suksesnya

NPL Citibank Turun 0,2%, Ini Strategi Suksesnya

Lintaskriminal.co.id –, JAKARTA — CitibankN.A. Indonesia mengungkapkan tingkat kredit yang bermasalah ataunon-performing loan(NPL) mengalami penurunan yang signifikan dari tingkat 3% menjadi hanya 0,2% saat ini.

CEO Citibank Indonesia Batara Sianturi menjelaskan bahwa penurunan ini tidak disebabkan oleh faktor luar, tetapi akibat penerapan kebijakan perbankan yang hati-hati dan teliti.prudent banking).

Batara mengacu pada salah satu cara dengan mengubah cadangan atau penyisihan yang telah disiapkan sebelumnya menjadi penghapusan kredit, yaituwrite-off.

“Kami maintain prudent bankingdan kedisiplinan dalam mengubah provisi menjadiwrite-off,” kata Batara dalam konferensi pers Citibank, Selasa (19/8/2025).

Selanjutnya, Citibank menegaskan tindakan ini tidak memengaruhi kinerja laba rugi perusahaan. Karena seluruh kredit yang bermasalah tersebut telah sepenuhnya dicadangkan sebelumnya.

Sebenarnya tidak ada pengaruhnya padaprofit and losskarena sudah sepenuhnya dialokasikan dalam provisi, hanya saja pada saat itu belum dilakukanwrite-off. Jadi ketika akhirnya dilakukan, secara otomatis NPL hilang dari catatan, tanpa mengganggu kinerja Citibank,” jelasnya.

Selain itu, Citi Indonesia mencatatkan laba bersih di atas Rp1,3 triliun pada kuartal kedua tahun 2025, didukung oleh kenaikan pendapatan bunga bersih sebesar 11% secara tahunan dan rasiolow-cost fund yang meningkat menjadi 75%.

Selain itu, Citi Indonesia mencatatkan Return on Equity (ROE) sebesar 13,6% dan Return on Assets (ROA) sebesar 3,6%. Rasio Liquidity Coverage (LCR) serta rasio Net Stable Funding (NSFR) Citi Indonesia tetap stabil pada angka 295% dan 160%, lebih tinggi dari ketentuan minimum yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Kemudian, Rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) dilaporkan mencapai 40,1%, naik dari 36,2% di tahun sebelumnya.

Batara menyampaikan bahwa pada periode ini, Citibank mencatatkan kinerja yang didukung oleh pertumbuhan pendapatan bunga bersih sebesar 11% per tahun, serta rasiolow cost fund yang meningkat menjadi 75%.

“Dengan penyediaan layanan dan solusi keuangan digital Citibank yang lengkap, terus menjadi ciri khas utama kami dalam mendukung klien institusi di berbagai negara, khususnya dalam menyesuaikan diri dan berkembang di era saat ini,” katanya.

Selama kuartal II/2025, bisnis Corporate Banking di Citi Indonesia masih menunjukkan pertumbuhan pendapatan yang positif. Citi Indonesia tetap berkomitmen untuk menyediakan layanan dan solusi perbankan kepada berbagai klien, mulai dari perusahaan lokal, perusahaan multinasional, lembaga keuangan, hingga sektor pemerintah.

Di bisnis Treasury and Trade Solutions (TTS), Citi Indonesia mengalami pertumbuhan positif secara tahunan pada kuartal kedua 2025, didorong oleh peningkatan jumlah transaksi mata uang asing sebesar 17% dan peningkatan penggunaan kartu bisnis sebesar 8%.

Spin Off BTN Syariah, BVIS Ganti Nama Jadi Bank Syariah Nasional

Spin Off BTN Syariah, BVIS Ganti Nama Jadi Bank Syariah Nasional

Lintaskriminal.co.id –– Rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) PT Bank Victoria Syariah (BVIS) telah menyetujui perubahan nama perusahaan menjadi PT Bank Syariah Nasional (BSN). Di acara tersebut juga disepakati susunan direksi yang baru. Kegiatan korporasi ini merupakan bagian dari proses pemisahan Unit Usaha Syariah (UUS) BTN (BTN Syariah) menjadi bank umum syariah (BUS) dengan BVIS sebagai perusahaan induk.

Sekretaris Perusahaan BSN Dody Agoeng menyatakan, jajaran pengurus yang telah disepakati akan menjadi pemimpin dalam transformasi perusahaan ke depan. “Nama dan susunan pengurus baru ini merupakan identitas. Langkah ini akan memperkuat identitas baru BSN sebagai bank syariah yang lebih kuat, lebih inklusif, dan lebih visioner serta menjadi lembaga keuangan syariah yang dipercaya oleh masyarakat luas,” ujar Dody, Sabtu (23/8).

BSN diharapkan menjadi bank syariah dengan dasar keuangan dan etika yang kuat. Serta mampu menyediakan layanan digital yang modern berlandaskan prinsip syariah. “BSN akan menjadi bank yang tangguh, fleksibel, dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia,” tambahnya.

Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Bank Victoria Syariah menyetujui penghentian secara hormat terhadap para pengurus perusahaan berikut:

-Direktur Utama: Dery Januar

-Kepala Kepatuhan: Ruly Dwi Rahayu

-Direktur: Andy Sundoro

Berlaku efektif sejak keputusan ini disetujui. Para pemegang saham juga menyampaikan terima kasih kepada direksi perusahaan yang telah dihentikan atas segala kontribusi tenaga dan pikiran selama menjabat.

RUPSLB juga menyetujui pemberian jabatan kepada sejumlah nama sebagai pengurus BSN serta perubahan istilah jabatan:

Kepala Perusahaan: Alex Sofjan Noor

Wakil Direktur Utama: Arga M. Nugraha

Kepala Keuangan, Strategi, dan Treasury: Abdul Firman

Kepala Banking Konsumen: Mochamad Yut Penta

Kepala Sumber Daya Manusia dan Kepegawaian: Anton Rijanto

Kepala Manajemen Risiko: Beki Kanuwa

Kepala Jaringan dan Pendanaan Ritel: Ari Kurniaman

Susunan pengurus yang baru akan mulai berlaku setelah mendapatkan persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait hasil uji kemampuan dan kepatutan. Selain itu, juga harus memenuhi ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

RUPSLB menyetujui perubahan anggaran dasar perusahaan. Sesuai dengan perubahan nama dan alamat kantor perusahaan. Demikian pula penyesuaian terhadap beberapa peraturan dan perundang-undangan dari Menteri BUMN, OJK, serta rencana aksi pemulihan (Recovery Plan) perusahaan.

Perkuat Inklusi Keuangan, BRI Rilis Kartu Debit BRI X INDODAX

Perkuat Inklusi Keuangan, BRI Rilis Kartu Debit BRI X INDODAX

Perusahaan Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus memperkuat posisinya sebagai pemimpin dalam layanan keuangan digital di Tanah Air. Untuk mendorong inklusi dan pemahaman keuangan berbasis teknologi, BRI melakukan kerja sama strategis dengan INDODAX, platform pertukaran aset kripto terbesar di Indonesia, melalui peluncuran kartu debit Co-Branding BRI X INDODAX.

Inisiatif ini menyasar komunitas tech-savvy, pengguna aset digital, serta generasi muda yang memerlukan layanan perbankan yang canggih, aman, dan efisien. Dengan produk terbaru ini, BRI menyediakan kemudahan dalam bertransaksi melalui berbagai fitur khusus yang dibuat untuk nasabah INDODAX.

Nasabah INDODAX yang memiliki rekening BRI akan mendapatkan kartu debit khusus yang menawarkan berbagai fasilitas, antara lain bebas biaya transaksi kartu secarareal-time, akses gratis konversi hingga 12 mata uang untuk memfasilitasi transaksi antar negara serta mendapatkan cashback hingga Rp 100.000 danextra cashback airdrop25.000 IDRX dengan pengalokasian dana dimulai dari Rp 1 Juta.

Selain itu, nasabah juga memperoleh asuransi kecelakaan hingga 250% dari saldo rekening terbesar sebesar Rp 150 juta serta akses ke program loyalitas BRI dan Indodax yang menawarkan berbagai promo dan manfaat menarik.

Proses aktivasi kartu dirancang sederhana dan lancar, mulai dari pembukaan rekening denganflaggingkhusus, pengiriman data ke INDODAX, hingga penerbitanreward tokensebagai bagian dari sistem digital yang terhubung secara terintegrasi.

Untuk meningkatkan visibilitas program ini, BRI bekerja sama dengan INDODAX akan menjadico-hostdi Official Coinfest Asia 2025 yang diadakan pada 22 Agustus 2025 di Bali. Coinfest Asia adalah acara internasional yang mengumpulkan komunitas blockchain, startup, investor, dan digital.enthusiasts.

Kepala Jaringan dan Pendanaan Retail BRI, Aquaris Rudianto, menyampaikan melalui kerja sama ini, BRI berupaya menunjukkan diri sebagai bank yang responsif terhadap perkembangan teknologi serta kebutuhan nasabah masa kini.

“Kehadiran kartu debit co-branding BRI X INDODAX adalah tindakan nyata kami dalam mendukung perkembangan literasi aset digital di Indonesia,” katanya.

Program ini direncanakan menjadi pemicu dalam meningkatkan Dana Pihak Ketiga (CASA) danfee-basedpendapatan BRI. Selain itu, inisiatif ini selaras dengan strategi BRI untuk memperluas jumlah pelanggan baru, mendorong perkembangan ekosistem digital, serta memperkuat akses keuangan di Indonesia.

Peluncuran kartu Debit Co-Branding BRI X INDODAX merupakan bukti nyata perubahan BRI dalam menyediakan inovasi keuangan digital yang sesuai dengan kebutuhan generasi saat ini. Dengan kerja sama ini, BRI tidak hanya memperluas akses layanan perbankan berbasis teknologi, tetapi juga memperkuat posisinya sebagai bank universal,” ujar Aquarius. Peluncuran kartu Debit Co-Branding BRI X INDODAX menunjukkan secara jelas transformasi BRI dalam menghadirkan inovasi keuangan digital yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat modern. Melalui kolaborasi ini, BRI tidak hanya memperluas layanan perbankan berbasis teknologi, tetapi juga memperkuat kedudukannya sebagai bank universal,” tambah Aquarius. Peluncuran kartu Debit Co-Branding BRI X INDODAX menjadi bukti nyata perubahan BRI dalam menyajikan inovasi keuangan digital yang sesuai dengan kebutuhan generasi masa kini. Dengan adanya kolaborasi ini, BRI tidak hanya memperluas akses layanan perbankan berbasis teknologi, tetapi juga memperkuat posisi sebagai bank universal,” kata Aquarius.

FMCG dan Travel Jadi Sektor Paling Menguntungkan dari Integrasi Teknologi

FMCG dan Travel Jadi Sektor Paling Menguntungkan dari Integrasi Teknologi

10drama.com -.CO.ID – JAKARTA. Integrasi antara sistem bisnis lama (legacy) dengan penggunaan teknologi modern dianggap sebagai strategi krusial untuk meningkatkan daya saing pelaku usaha pada masa digital.

Model ini memungkinkan perusahaan tidak hanya mempertahankan efisiensi operasional, tetapi juga membuka kesempatan untuk inovasi serta sumber penghasilan yang baru.

Berdasarkan pendapat Yosua Sugialam, Co-Founder & CEO Paper.id, manfaat utama akan dirasakan oleh sektor-sektor yang memiliki volume transaksi tinggi dan rantai pasok yang rumit.

“Integrasi inventory dan pembayaran real-timemempercepat perputaran modal di FMCG dan ritel,” ujarnya kepada 10drama.com, Senin (11/8).

Ia menjelaskan bahwa sistem pembayaran digital dalam sektor F&B membantu mengelola arus kas harian serta mempermudah pengembangan cabang. Dihealth & beauty, digitalisasi billing mempercepat aliran kas dan menjamin kepatuhan.

Sementara di travel & hospitality, otomatisasi invoicing perlintasan negara mengurangi biaya transfer dan mempercepat penyelesaian.

Yosia menekankan bahwa penggunaan teknologi di sektor-sektor tersebut tidak hanya berfokus pada efisiensi. Ia melihat peluang baru untuk menghasilkan pendapatan yang dapat langsung berdampak pada perkembangan ekonomi.

Potensi tersebut meliputi pengoptimalan modal kerja melaluicorporate card, ekspansi ke berbagai negara dengan solusi pembayarandigital cross-border,hingga pemanfaatan data transaksi untuk memperoleh pembiayaan yang lebih bersaing.

“Perubahan dalam pembayaran bukan hanya tentang efisiensi, tetapi juga menjadi pintu masuk ke sumber penghasilan yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan,” katanya.

Berdasarkan data dari Bank Indonesia, angka transaksi pembayaran digital di segmen B2B meningkat lebih dari 20% setiap tahun, dengan kenaikan yang mencolok di kalangan UMKM menengah.

Selain itu, penggunaan kartu perusahaan untuk kebutuhan operasional meningkat, khususnya pada bisnis yang memiliki mobilitas tinggi, seperti FMCG, distribusi, dan acara.

Tren lainnya adalah perpindahan ke modelembedded finance, di mana pelaku usaha menginginkan solusi keuangan yang terhubung langsung dengan proses kerja mereka (workflow) tanpa perlu beralih ke platform lain.

“Tujuan kami adalah menjadi jembatan antara sistem lama yang sudah teruji dengan teknologi pembayaran dan pendanaan terkini, sehingga perusahaan bisa berkembang lebih cepat, efisien, dan aman,” ujar Yosia.

Ia menganggap pendekatan ini dapat membantu pelaku usaha memanfaatkan aset yang telah dimiliki sambil mempercepat proses peralihan menuju digital.

Pada tingkat industri, integrasi ini dianggap mampu memperluas pangsa pasar serta memperkuat ketahanan perusahaan.

Dengan data transaksi yang telah terdigitalisasi, pelaku bisnis mampu memprediksi risiko, mengambil keputusan yang lebih akurat berdasarkan analisis, serta mencapai pasar baru, termasuk ekspor.

Penerapan sistem pembayaran yang canggih juga memberikan kesempatan untuk menawarkan produk atau layanan berbasis langganan (subscription) yang sebelumnya sulit dilakukan dengan cara manual.

Pameran GIIAS 2025 Bangkitkan Optimisme, Saham Otomotif Ini Layak Dikoleksi

Pameran GIIAS 2025 Bangkitkan Optimisme, Saham Otomotif Ini Layak Dikoleksi

laksamana.id -.CO.ID – JAKARTA.Pameran mobil berbasis internasional Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025 secara resmi dibuka pada hari Kamis (24/7/2025) lalu di ICE BSD City, Tangerang. Acara tahunan yang diselenggarakan oleh Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) akan berlangsung dari tanggal 24 Juli hingga 3 Agustus 2025.

Pada tahun 2025, GIIAS memperkenalkan berbagai inovasi terbaru dalam dunia otomotif dari 44 merek mobil dan 17 merek sepeda motor, serta lebih dari 120 industri pendukung.

Analis MNC Sekuritas PIK, Hijjah Marhama, menyebutkan bahwa pasar memberikan respons positif terhadap penyelenggaraan pameran GIIAS 2025.

Hal ini terlihat dari pergerakan saham sektor otomotif menjelang pembukaan acara, seperti saham PT Indomobil Multi Jasa Tbk (IMJS) dan PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS) Auto yang mencatatkan Auto RejectionDi atas (ARA), sementara saham PT Astra International Tbk (ASII) turut menguat.

“Walaupun penjualan mobil dalam negeri mengalami penurunan sebesar 8,6% YoY pada semester pertama tahun 2025, namun pameran GIIAS tahun ini tetap memberikan dorongan positif karena menjadi tempat peluncuran kendaraan baru, khususnya mobil listrik,” ujar Hijjah kepada laksamana.id, Jumat (25/7).

Selain itu, dengan tingkat bunga acuan yang kini lebih rendah, diharapkan adanya promo harga yang lebih menarik sehingga dapat mendorong peningkatan penjualan mobil pada kuartal III-2025.

Namun dari segi kinerja operasional, Hijjah menyoroti perusahaan seperti ASII, PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) dan PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) memiliki potensi untuk meningkatkan penjualan karena memiliki akses langsung terhadap penjualan kendaraan serta komponen pendukungnya.

Hijjah menyatakan secara historis penyelenggaraan GIIAS mampu mendorong kenaikan penjualan mobil sebesar 9,5% per bulan (month on month) pada masa 2021 hingga 2024.

Pada periode ini, GIIAS dianggap sebagai indikator untuk menilai potensi permintaan pasar pada paruh kedua tahun 2025. Meskipun suku bunga acuan telah menurun, kemampuan beli masyarakat masih menghadapi tekanan, salah satunya disebabkan oleh kenaikan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12% yang berdampak pada kenaikan harga kendaraan.

Dalam keterangannya terpisah, Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia Miftahul Khaer menganggap penyelenggaraan GIIAS 2025 yang saat ini sedang berlangsung sebagai kesempatan penting untuk mendorong pemulihan industri otomotif nasional.

Setelah penurunan penjualan di semester I-2025, acara pameran ini diharapkan menjadi penggerak signifikan bagi sektor industri, bersamaan dengan peluncuran berbagai model terbaru, strategi promosi yang lebih giat, serta partisipasi merek global yang semakin meningkatkan harapan pasar.

Beberapa saham yang diperkirakan akan mengalami pengaruh besar antara lain perusahaan otomotif utama seperti ASII, AUTO, dan PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA), serta perusahaan dengan kapitalisasi kecil seperti PT Indomobil Multi Jasa Tbk (IMJS) dan PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) yang memiliki keterlibatan langsung terhadap sektor otomotif.

“Pada semester II-2025, prospek kinerja perusahaan otomotif lebih menguntungkan, namun tetap tergantung pada kemampuan beli masyarakat,” ujar Miftahul kepada laksamana.id, Jumat (25/7).

Rekomendasi Saham

Hijjah menyarankan untuk memperhatikan saham AUTO dengan target harga Rp 2.550 per saham dan batas kerugian di Rp 2.000 per saham. Di sisi lain, saham ASII pada jangka menengah diperkirakan berada pada kisaran Rp 5.500 dengan batas kerugian di level Rp 4.800 per saham.

Selanjutnya, Miftahul menyatakan bahwa pihaknya tetap memilih ASII sebagai saham utama karena cakupan pasar yang luas dan pengenalan produk baru secara terus-menerus. Oleh karena itu, ia merekomendasikan saham ASII dengan target harga Rp 5.500 per saham dan saham AUTO dianggap menarik untuk dibeli dengan target harga Rp 2.220 per saham.

Harga Emas Hari Ini di Pegadaian UBS dan GALERI 24, Sabtu (19/7)

Harga Emas Hari Ini di Pegadaian UBS dan GALERI 24, Sabtu (19/7)

10drama.com –Periksa detail harga emas hari ini di Pegadaian terbaru pada hari Sabtu (19/7/2025) menampilkan produk Galeri 24 dan UBS.

Harga emas di Pegadaian hari ini untuk jenis Galeri 24 dengan berat 0,5 gram mengalami kenaikan dan ditawarkan seharga Rp 994.000.

Harga emas Galeri 24 di Pegadaian mengalami penurunan sebesar Rp 2.000 dibandingkan hari Jumat kemarin. Sementara itu, harga emas UBS di Pegadaian mengalami kenaikan dan saat ini ditawarkan dengan harga Rp 1.042.000 untuk ukuran 0,5 gram.

Harga emas di Pegadaian untuk jenis UBS mengalami penurunan sebesar Rp 8.000 dibandingkan hari Jumat, 18 Juli 2025.

Selain emas UBS dan GALERI 24, di Pegadaian sebelumnya juga menyediakan jenis emas lain yaitu Antam. Namun, mulai tanggal 25 Juni 2025, emas Antam tidak lagi tersedia di Pegadaian hingga ada pengumuman lebih lanjut.

Demikian pula, harga emas UBS dengan berat 1 gram hari ini mengalami penurunan dan dijual seharga Rp 1.926.000 dari Jumat, 18 Juli 2025.

Sama halnya dengan harga emas di Pegadaian kategori GALERI 24, ukuran 1 gram mengalami penurunan dan ditawarkan dengan harga sebesar Rp 1.895.000.

Diketahui bahwa Pegadaian menawarkan emas UBS dan emas GALERI 24 dalam berbagai ukuran, mulai dari 0,5 gram hingga 500 gram serta 1000 gram khusus untuk emas GALERI 24.

Ingin tahu harga emas UBS dan emas GALERI 24 di toko pegadaian lainnya?

Mengutip dari situs resmi Pegadaian, berikut harga emas UBS dan GALERI 24:

Harga Emas GALERI 24 di Pegadaian pada 19 Juli 2025

⁃ Harga Emas GALERI 24 di Pegadaian 0,5 gram : Rp 994.000

⁃ Harga Emas GALERI 24 di Pegadaian 1 gram : Rp 1.895.000

⁃ Harga Emas GALERI 24 di Pegadaian 2 gram : Rp 3.733.000

⁃ Harga Emas GALERI 24 di Pegadaian 5 gram : Rp 9.262.000

⁃ Harga Emas GALERI 24 di Pegadaian 10 gram : Rp 18.475.000

⁃ Harga Emas GALERI 24 di Pegadaian untuk 25 gram : Rp 46.073.000

⁃ Harga Emas GALERI 24 di Pegadaian 50 gram : Rp 92.073.000

⁃ Harga Emas GALERI 24 di Pegadaian untuk berat 100 gram : Rp 184.054.000

⁃ Harga Emas GALERI 24 di Pegadaian untuk berat 250 gram : Rp 459.907.000

⁃ Harga Emas GALERI 24 di Pegadaian untuk berat 500 gram : Rp 919.360.000

⁃ Harga Emas GALERI 24 di Pegadaian untuk 1000 gram : Rp 1.838.718.000

Harga Emas UBS di Pegadaian pada 19 Juli 2025

⁃ Harga Emas UBS di Pegadaian 0,5 gram: Rp 1.042.000

⁃ Harga Emas UBS di Pegadaian 1 gram : Rp 1.926.000

⁃ Harga Emas UBS di Pegadaian 2 gram : Rp 3.823.000

⁃ Harga Emas UBS di Pegadaian 5 gram : Rp 9.444.000

⁃ Harga Emas UBS di Pegadaian 10 gram : Rp 18.788.000

⁃ Harga Emas UBS di Pegadaian 25 gram : Rp 46.877.000

⁃ Harga Emas UBS di Pegadaian 50 gram: Rp 93.560.000

⁃ Harga Emas UBS di Pegadaian 100 gram: Rp 187.046.000

⁃ Harga Emas UBS di Pegadaian 250 gram: Rp 467.475.000

⁃ Harga Emas UBS di Pegadaian 500 gram: Rp 933.849.000

Copyright © 2026 10drama.com