Prediksi Cuaca Jabodetabek Hari Ini, Apakah Hujan Akan Turun?

Prediksi Cuaca Jabodetabek Hari Ini, Apakah Hujan Akan Turun?

CUACAdi sebagian besar kawasan Jabodetabek berpotensi hujan pada hari ini, Senin 18 Agustus 2025, yang jatuh pada libur cuti bersama Hari Kemerdekaan RI ke-80. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atauBMKGmenyebutkan kemungkinan hujan yang terjadi di sebagian besar wilayah dengan intensitas lemah.

Di Jakarta, kemungkinan hujan ringan hari ini terjadi di seluruh wilayah Jakarta daratan, kecuali Jakarta Utara. Berdasarkan informasi dari BMKG, Jakarta Utara akan mengalami cuaca berawan sepanjang hari ini. Sementara itu, Kepulauan Seribu memiliki potensi hujan yang disertai dengan petir.

Di sekitar Jakarta, kemungkinan hujan ringan terjadi di seluruh wilayah kecuali Kabupaten dan Kota Bekasi. Hujan ringan diprediksi akan turun di Kabupaten dan Kota Bogor, Kabupaten dan Kota Tangerang, Kota Depok, serta Kota Tangerang Selatan.

Secara umum, untuk wilayah Indonesia, kondisi cuaca pada periode 18-21 Agustus atau hari ini dan tiga hari berikutnya cenderung cerah berawan hingga disertai hujan deras. Peringatan dini hujan lebat dikeluarkan oleh BMKG untuk daerah Jawa Barat, Bali, Kalimantan Tengah, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan.

Angin Kencang Sebabkan Gelombang Tinggi, Ini Imbauan BMKG

Angin Kencang Sebabkan Gelombang Tinggi, Ini Imbauan BMKG

BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan peringatan awalgelombang tinggiyang berpotensi muncul di beberapa perairan domestik pada 12-15 Agustus 2025. Prakirawan BMKG Marina Ayu menyebutkan pola angin di wilayah Indonesia bagian utara biasanya bergerak dari tenggara menuju barat daya dengan kecepatan 4-25 knot. Sementara itu, di wilayah selatan angin bergerak ke arah tenggara dengan kecepatan 8-25 knot.

“Kecepatan angin tertinggi tercatat di Samudra Hindia selatan Banten hingga Jawa Barat, Laut Natuna Utara, Laut Sulawesi dan Samudra Pasifik utara Maluku,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa, 12 Agustus 2025.

Gelombang besar dengan ketinggian antara 2,5 hingga 4 meter berpotensi muncul di berbagai perairan yang berdekatan dengan Samudra Hindia, mulai dari wilayah barat Aceh, barat Kepulauan Nias dan Kepulauan Mentawai, hingga barat Bengkulu. Gelombang tinggi ini juga terjadi di perairan selatan Banten hingga selatan Jawa Timur. Kemungkinan adanya gelombang besar juga terdapat di kawasan selatan Bali dan Nusa Tenggara.

Marina juga memberi peringatan mengenai risiko gelombang sedang dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter di Laut Bali, Laut Banda, sebagian besar Laut Arafuru, Laut Natuna Utara, Laut Jawa bagian Barat, Laut Jawa bagian Timur, Selat Makassar, Laut Sulawesi, serta Laut Sawu. Gelombang serupa berpotensi terjadi di Laut Seram, Laut Arafuru bagian Selatan, Selat Karimata bagian Selatan, Laut Jawa bagian Tengah, Laut Maluku, dan Samudra Pasifik utara di perairan barat daratan Papua.

Kepala Meteorologi Publik BMKG Andri Ramdhani sebelumnya menjelaskan mengenai peranIndeks Dipole Modeterkait cuaca ekstrem. Menurutnya, terdapat aliran massa udara dari Samudra Hindia menuju Indonesia. Pergerakan di atmosfer memicu pembentukan awan hujan besar yang berpotensi menyebabkan hujan deras disertai guntur dan angin kencang pada 11-13 Agustus 2025.

“Kemungkinan terjadi di sebagian besar wilayah Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua,” ujarnya.

BMKG mencatat intensitas curah hujan sedang meningkat akibat gabungan berbagai fenomena atmosfer lain, sepertiMadden-Julian Oscillation(MJO), gelombang atmosfer, dampak tidak langsung dari badai siklon 90S dan 96W, serta sirkulasi siklonik. Terdapat juga perlambatan dan pertemuan angin di sekitar wilayah Indonesia.

Pada tanggal 14-16 Agustus 2025, intensitas curah hujan diperkirakan menurun, namun wilayah Bengkulu, Kalimantan Timur, dan Papua Pegunungan masih berpotensi mengalami hujan deras. BMKG juga melaporkan kemungkinan adanya angin kencang yang dapat menyebabkan gelombang tinggi di perairan sekitar Aceh, Banten, Jawa Barat, Bali, Maluku, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Selatan, dan Papua Selatan.

BMKG Prediksi Hujan Jakarta, Kapan dan Di Mana?

BMKG Prediksi Hujan Jakarta, Kapan dan Di Mana?

BADANMeteorologi, Klimatologi, dan Fisika Bumi (BMKG) memperkirakan hujan dengan intensitas rendah hingga sedang akan mengguyur sebagian besar wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) pada pagi ini, Senin, 11 Agustus 2025. Diperkirakan berhenti pada siang hari, hujan diperkirakan akan turun kembali mulai sore hingga malam nanti.

Menurut prediksi cuacaTerbaru dari BMKG, hujan ringan akan turun secara tidak merata di Jakarta. Sebarannya justru merata di wilayah metropolitan sekitarnya. Sebelum dan sesudah hujan, cuaca tetap dominan berawan tebal.

Hujan lembap diperkirakan terjadi di Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Timur, dan Jakarta Utara pukul 07.00 WIB selama beberapa jam, lalu kembali turun pada pukul 16.00 WIB hingga 22.00 WIB. Prediksi serupa juga berlaku untuk Kepulauan Seribu.

Tim BMKG mencatat suhu di seluruh Jakarta akan berada antara 24-31 derajat Celsius sepanjang hari ini. Kecepatan anginnya sekitar 1-11 kilometer per jam. Berdasarkan prakiraan yang dikeluarkan pukul 19.00 WIB, kemarin malam. Tingkat kelembapan udara di Jabodetabek tidak akan melebihi 70-95 persen pada hari ini.

Di kawasan Jabodetabek yang termasuk dalam Jawa Barat, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang, bahkan disertai kilat, diperkirakan akan mengguyur Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kota Depok, Kabupaten Bekasi, dan Kota Bekasi. Hujan diprediksi terjadi merata sejak pukul 07.00 WIB, kemudian berhenti sementara, lalu kembali turun pada pukul 13.00 WIB hingga malam hari.

Suhu di Kabupaten Bogor sekitar 17 hingga 31 derajat Celsius, sementara Kota Bogor, wilayah Bekasi, dan Depok berada pada kisaran 19 hingga 31 derajat Celsius. Kecepatan anginnya berkisar antara 4 hingga 10 kilometer per jam.

Di wilayah Banten, hujan ringan hingga sedang berpotensi terjadi di Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Tangerang Selatan mulai hari ini. Suhu di tiga daerah tersebut diperkirakan berada antara 23-31 derajat Celsius.

6 Fenomena Langit Bulan Agustus 2025, Kehadiran Konjungsi Planet

6 Fenomena Langit Bulan Agustus 2025, Kehadiran Konjungsi Planet

Bulan Agustus 2025 akan menawarkan peristiwa langit yang menarik yang dapat disaksikan dari berbagai daerah di Indonesia. Memasuki puncak musim kemarau, cuaca cenderung lebih cerah dengan sedikit awan. Hal ini membuatnya menjadi waktu yang tepat untuk menikmati keindahan malam hari.

Dari fase bulan yang terang hingga peristiwa konjungsi planet dan hujan meteor tahunan, bulan ini menyimpan berbagai momen menarik yang ditunggu-tunggu oleh para penggemar langit. Mengutip lamanLembaga Penelitian dan Inovasi Nasional (BRIN) dan sumber lainnya, berikut 6 peristiwa langit pada bulan Agustus 2025.

1. Purnama (9 Agustus)

Bulan akan mencapai fase purnama pada tanggal 9 Agustus 2025 dan terlihat bersinar terang di langit sepanjang malam. Fase ini terjadi ketika Bulan berada tepat di sisi yang berlawanan dari Matahari saat dilihat dari Bumi, sehingga permukaan Bulan yang menghadap kita sepenuhnya terkena cahaya matahari.

Bulan purnama Agustus juga terkadang dikenal sebagaiSturgeon Moonmenurut tradisi masyarakat Amerika Utara. Hal ini disebabkan oleh kejadian yang berbarengan dengan musim melimpahnya ikan sturgeon. Kesempatan ini cocok untuk dinikmati tanpa alat bantu mulai dari sore hari hingga menjelang pagi.

2. Hujan meteor Perseid (12 hingga 13 Agustus)

Salah satu hujan meteor terbaik sepanjang tahun, Perseid, akan mencapai puncaknya pada 13 Agustus 2025. Peristiwa ini berasal dari sisa-sisa debu komet Swift-Tuttle dan berlangsung antara 17 Juli hingga 24 Agustus. Pada malam puncaknya, Perseid diperkirakan menghasilkan hingga 100 meteor per jam, meskipun di daerah yang bebas polusi cahaya jumlahnya mungkin sekitar 50–75 meteor per jam.

Meteor-meteor ini akan terlihat muncul dari rasi Bintang Perseus yang terbit pukul 00:14 WIB ke arah timur laut. Sayangnya, cahaya bulan yang besar sudah mulai terlihat sejak pukul 20:30 WIB dapat mengganggu pengamatan. Meskipun demikian, para pengamat masih memiliki kesempatan untuk melihat jalur meteor yang terang di langit malam.

3. Pasangan Venus dan Yupiter (12 Agustus)

Dua planet yang terang, Venus dan Jupiter, akan terlihat dekat di langit pagi pada 12 Agustus 2025. Keduanya berjarak sekitar 0,9º atau kurang dari lebar dua bulan purnama. Hal ini menghasilkan pemandangan yang menarik di langit timur menjelang matahari terbit.

Venus muncul lebih dahulu pada pukul 03:13 WIB, diikuti oleh Jupiter dan selanjutnya Bulan, yang juga terlihat di langit pada saat itu. Peristiwa ini merupakan bagian dari pergerakan dekat antara kedua planet tersebut sejak 11 Agustus dan masih dapat dilihat hingga 13 Agustus.

4. Segitiga Bulan, Yupiter, dan Yenus (20 Agustus)

Tiga benda langit yang terang, yakni Bulan, Jupiter, dan Venus, akan membentuk pola segitiga menarik pada tanggal 20 Agustus. Bulan akan terlihat berada 4,7º di utara Jupiter dan 7º di utara Venus. Jupiter akan muncul lebih dulu di ufuk timur pukul 03:13 WIB, diikuti oleh Bulan dua menit kemudian, dan Venus pada pukul 03:44 WIB.

Tiga objek ini akan terlihat di langit menjelang matahari terbit dan dapat diamati hingga matahari muncul. Peristiwa ini akan menghadirkan pemandangan langit pagi yang indah dan langka.

5. Bulan Baru (23 Agustus)

Fase Bulan Baru akan terjadi pada tanggal 23 Agustus. Peristiwa ini menandai awal dari siklus baru dalam perputaran Bulan mengelilingi Bumi. Pada tahap ini, Bulan berada di antara Bumi dan Matahari, sehingga sisi yang menghadap Bumi tidak menerima cahaya matahari dan tidak terlihat dari permukaan Bumi.

Ini merupakan waktu yang paling ideal untuk mengamati langit karena cahaya bulan tidak mengganggu, terutama bagi para pengamat yang ingin melihat gugus bintang, galaksi, atau hujan meteor.

6. Bulan melewati Antares (31 Agustus)

Mendekati akhir bulan, Bulan akan terlihat berada di dekat Antares. Bintang merah terang ini merupakan pusat dari rasi Scorpius. Keduanya hanya terpisah sejauh 0,6º di langit dan dapat dilihat mulai setelah Matahari tenggelam.

Antares akan terbenam sekitar pukul 23:56 WIB, diikuti oleh Bulan sekitar 10 menit setelahnya. Peristiwa ini menarik karena menggabungkan dua objek yang terang, yaitu sebuah bintang raksasa merah dan satelit alami Bumi dalam satu bidang pandang.

Agustus 2025 menampilkan berbagai peristiwa langit yang menarik, mulai dari fase Bulan purnama hingga hujan meteor yang mempercantik malam hari. Dengan cuaca musim kemarau yang biasanya cerah, ini merupakan momen yang sempurna untuk menikmati keindahan langit malam.

Apa yang Terjadi pada Hewan Laut Saat Terjadi Tsunami? Ini Fakta-Fakta Nyata 5 Fakta Menarik Iguana Laut Galapagos, Hewan Reptil yang Mampu Menyelam dalam Waktu Lama

Apakah Gerhana Matahari Total Akan Terjadi 2 Agustus 2025? Ini Penjelasan BMKG

Apakah Gerhana Matahari Total Akan Terjadi 2 Agustus 2025? Ini Penjelasan BMKG

Baru-baru ini, beredar kabar tentang terjadinya gerhana matahari total pada tanggal 2 Agustus 2025. Banyak orang mengira bahwa kejadian ini akan membuat Bumi menjadi gelap selama enam menit penuh.

Menghadapi situasi ini, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan pernyataan untuk menyelesaikan informasi yang beredar.

Gerhana matahari total adalah peristiwa langka di mana posisi Matahari, Bulan, dan Bumi berada dalam garis lurus saat bulan baru. Saat itu, Bulan sepenuhnya menutupi wajah Matahari ketika dilihat dari suatu titik tertentu di Bumi.

Namun, apakah gerhana ini benar-benar akan membuat seluruh permukaan Bumi gelap selama enam menit? Berikut penjelasan dari BMKG

Tidak terjadi gerhana matahari pada 2 Agustus 2025

Melalui unggahan Instagram mereka pada Selasa (29/7/2025), BMKG secara jelas menyampaikan bahwa pada tanggal 2 Agustus 2025 tidak akan terjadi Gerhana Matahari, baik di Indonesia maupun di wilayah lain di dunia. Berdasarkan data astronomi, fase bulan baru pada bulan Agustus 2025 justru terjadi pada tanggal 23 Agustus, dan tidak diikuti oleh peristiwa gerhana apa pun.

Selama tahun 2025, tercatat hanya empat peristiwa gerhana, yaitu:

  • Gerhana Bulan Total pada 14 Maret 2025, dapat disaksikan dari wilayah timur Indonesia saat fase gerhana total berakhir.

  • Gerhana Matahari Parsial tanggal 29 Maret 2025, yang tidak terlihat di Indonesia.

  • Gerhana bulan purnama pada 7 September 2025 dapat disaksikan dari wilayah Indonesia.

  • Gerhana matahari sebagian pada 21 September 2025 tidak terlihat dari wilayah Indonesia.

Gerhana matahari penuh pada 2 Agustus akan terjadi pada tahun 2027

Keraguan masyarakat tampaknya muncul dari informasi yang salah tahun ini. Berdasarkan data dari situs resmiNASA, Gerhana Matahari Total akan terjadi pada tanggal 2 Agustus, namun pada tahun 2027, bukan 2025.

Gerhana ini juga tidak akan melintasi Indonesia, tetapi jalur totalitasnya akan melewati beberapa wilayah di Afrika Utara dan Timur Tengah, seperti Maroko, Spanyol, Aljazair, Libya, Mesir, Arab Saudi, Yaman, dan Somalia.

Perlu dipahami bahwa Gerhana Matahari Total hanya mengakibatkan gelap di wilayah sempit di permukaan Bumi yang tertutup oleh bayangan umbra Bulan. Peristiwa ini tidak akan menyebabkan seluruh Bumi menjadi gelap selama enam menit.

Oleh karena itu, pernyataan yang menyatakan bahwa Bumi akan mengalami kegelapan total pada 2 Agustus 2025 tidak benar.

Fakta Gerhana Matahari Total pada 2 Agustus, Apakah Bumi Akan Gelap? Mengapa Langit Malam Terlihat Gelap Meskipun Ada Banyak Bintang?

Copyright © 2026 10drama.com