Wuling Perkenalkan Cortez Darion di GIIAS 2025, Hadir dalam Varian New Air EV dan PHEV

Wuling Perkenalkan Cortez Darion di GIIAS 2025, Hadir dalam Varian New Air EV dan PHEV

Priangan Insider –Pameran mobil paling bergengsi di Indonesia, Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025, kembali menjadi ajang tampilnya para produsen besar dunia.

Salah satu yang berhasil menjadi perhatian pada kesempatan ini adalah Wuling Motors. Merk asal Tiongkok yang sebelumnya sukses mencuri perhatian lewat Air EV, secara resmi meluncurkan Cortez Darion dengan dua varian menarik: New Air EV dan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV).

Ya, Wuling tampak semakin serius dalam membangun citra sebagai produsen mobil masa depan yang ramah lingkungan.

Kehadiran Cortez Darion menunjukkan bahwa Wuling tidak hanya fokus pada mobil city car listrik kecil, tetapi juga berani memasuki segmen MPV dengan teknologi elektrifikasi yang lebih canggih.

Desain Futuristik, Aura Premium

Dari penampilannya, Cortez Darion memiliki kesan modern yang kuat. Bagian gril depan dirancang lebih sederhana, dikombinasikan dengan lampu LED matrix yang ramping dan tajam.

Meskipun tubuhnya tampak lebih bertenaga, menunjukkan karakter yang anggun tetapi tetap sporty. Di dalam kabin, Wuling memberikan nuansa mewah: layar hiburan besar yang terhubung dengan panel instrumen digital, kursi kulit dengan konfigurasi kursi kapten, hingga atap panoramic yang membuat suasana semakin mewah.

Dua Jenis: Listrik dan Plug-in Hybrid

Yang membuat semakin menarik, Cortez Darion tersedia dalam dua pilihan elektrifikasi:

  1. New Air EV Version

    Varian listrik ini memiliki baterai yang lebih besar dibandingkan Air EV sebelumnya, dengan jangkauan yang diklaim mencapai 400 km dalam satu kali pengisian. Fitur pengisian cepat juga tersedia, sehingga dalam waktu 30 menit pengisian daya sudah bisa digunakan untuk berkendara sejauh 200 km. Sesuai dengan gaya hidup perkotaan yang serba cepat.

  2. PHEV Version

    Oke, bagi yang masih khawatir mengenai infrastruktur pengisian daya, Wuling menyediakan varian PHEV. Mobil ini dapat digunakan dengan tenaga listrik sepenuhnya hingga jarak 120 km, tetapi jika baterai habis, mesin bensin turbo otomatis akan bekerja. Jadi tidak perlu takut kehabisan daya di tengah perjalanan.

Dukungan untuk Green Mobility

Pada peluncurannya, manajemen Wuling menyatakan bahwa Cortez Darion ini merupakan bagian dari komitmen mereka dalam mendukung peralihan ke energi bersih di Indonesia.

Terlebih lagi pemerintah saat ini sangat giat mendorong ekosistem kendaraan listrik, mulai dari subsidi hingga pembangunan SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum).

“Kami berharap hadir tidak hanya melalui produk, tetapi juga memberikan solusi mobilitas yang lebih ramah lingkungan dan efisien bagi masyarakat Indonesia,”perwakilan Wuling di tengah GIIAS 2025.

Respons Masyarakat dan Prediksi Pasar

Masyarakat langsung heboh ketika Wuling Cortez Darion dipamerkan. Netizen di media sosial ramai memberikan komentar, mulai dari yang terkesan dengan desainnya hingga penasaran dengan harga resmi yang disebut lebih murah dibanding MPV listrik dari merek Jepang atau Eropa.

Banyak orang berpendapat bahwa jika Cortez Darion ditawarkan dengan harga yang kompetitif, maka bisa menjadi perubahan besar di pasar otomotif Indonesia.

Beberapa pakar juga mengatakan, Cortez Darion akan menjadi pilihan menarik bagi keluarga muda yang menginginkan MPV luas, canggih, tetapi tetap efisien bahan bakar.

Dengan dua pilihan (EV dan PHEV), Wuling tampaknya ingin memberikan opsi yang fleksibel sesuai dengan kebutuhan dan kesiapan konsumen Indonesia terhadap teknologi listrik.

Peluncuran Cortez Darion di GIIAS 2025 jelas semakin memperkuat posisi Wuling sebagaiorang baru yang tidak boleh dianggap remehdi dunia otomotif Indonesia. Jika dahulu Air EV menjadi mobil listrik paling laku, tidak menutup kemungkinan Cortez Darion bisa mengulangi prestasi serupa, hanya saja kali ini di kategori MPV.

Sekarang pertanyaannya: apakah kamu siap mengganti mobil keluarga dengan MPV listrik atau hybrid seperti yang ditawarkan Wuling ini? (***)

Honda CUV e: Peluncuran di Eropa, Apa Perbedaannya dengan Indonesia?

Honda CUV e: Peluncuran di Eropa, Apa Perbedaannya dengan Indonesia?

10drama.com –Honda kembali menunjukkan dedikasinya terhadap transportasi yang ramah lingkungan dengan merilis model sepeda motor listrik terbaru,CUV e:di pasar Eropa. Kendaraan Kota Bersih (CUV) e: ini bukan hanya sepeda motor listrik biasa—ia merupakan solusi Honda untuk kebutuhan mobilitas perkotaan yang efisien, modis, dan berbasis teknologi canggih. Namun, yang menarik perhatian: apa perbedaannya dengan versi yang lebih dahulu muncul di Indonesia?

Ayo kita analisis satu per satu.

Desain yang Modern dengan Nuansa Mewah

CUV e: versi Eropa hadir dalam dua warna khusus:Pearl Jubilee White dan Premium Silver Metallic, keduanya menciptakan kesan mewah dan kekinian. Bentuknya ramping, dengan garis tubuh yang tajam dan lantai datar yang memudahkan pengemudi membawa barang atau meletakkan kaki dengan nyaman.

Versi Bahasa Indonesia tersedia dalam pilihan warna yang berbeda, yaituBiru Tua Matte, Perak Matte, dan Hitam Matte Stellar untuk varian standar, serta Bahan Matte Putih Kuantum, Perak, dan Hitamuntuk versi RoadSync Duo. Dari segi warna saja, terlihat jelas bahwa Honda menyesuaikan preferensi pasar di setiap daerah.

Performa dan Teknologi Baterai

Baik versi Eropa maupun Indonesia menggunakannyamotor listrik 6 kWyang mampu mencapai kecepatan tertinggi83 km/jam, dengan torsi puncak 22 Nm. Keduanya juga menggunakan dua unit Honda Mobile Power Pack e:yang dapat diganti (swappable), dengan jarak tempuh sekitar70–80 km dalam sekali pengisian.

Namun, versi Eropa lebih menekankan sistem tersebutReverse Assistuntuk membantu melakukan manuver mundur di area sempit, serta tiga mode berkendara:Econ, Standard, dan SportFitur ini juga tersedia dalam versi Indonesia, tetapi Honda menekankan bahwa versi Eropa lebih ditujukan kepada pengguna perkotaan yang tinggal di apartemen dan memerlukan fleksibilitas baterai yang dapat diisi di rumah atau diganti di stasiun.

Fitur Digital dan Konektivitas

Nah, ini bagian yang paling menarik. Versi Eropa tersedia dalam dua jenis: standar denganlayar TFT 5 inci, dan versi “Connected” denganlayar TFT 7 inci yang mendukung Honda RoadSync DuoFitur ini memungkinkan pengemudi untuk mengakses navigasi, musik, panggilan telepon, serta informasi kendaraan langsung dari layar.

Versi dalam bahasa Indonesia juga memiliki dua variasi yang mirip. Versi standar hanya menampilkan informasi dasar seperti kecepatan dan tingkat baterai, sedangkan versi RoadSync Duo dilengkapi dengan koneksi Bluetooth, pengendalian suara, serta navigasi interaktif. Dengan demikian, dari segi fitur, keduanya seimbang—meskipun versi Eropa lebih fokus pada integrasi dengan sistem navigasi khusus kendaraan listrik untuk rute dan titik pengisian daya.

Harga dan Skema Kepemilikan

Di Eropa, harga resmi belum diumumkan, namun diperkirakan dimulai dari€4.000(sekitar Rp70 juta). Honda juga menyediakan skema kepemilikan yang fleksibel sepertisewa, langganan, atau pembelian langsung, tergantung negara.

Sementara di Indonesia, harga versi dasar adalahRp54,45 juta, dan versi RoadSync Duo dijual dengan hargaRp59,65 juta(Di jalan Jakarta), sudah termasuk dua unit baterai. Sistem pembelian di Indonesia lebih tradisional, meskipun Honda juga mulai memperkenalkan layanan.Honda e: Swap untuk penukaran baterai.

Dua Pasar, Satu Visi

Honda CUV e: merupakan bukti nyata bahwa sepeda motor listrik mampu tampil modis, praktis, dan ramah lingkungan. Meskipun versi Eropa dan Indonesia memiliki perbedaan dalam pilihan warna, fitur koneksi, serta sistem kepemilikan, keduanya tetap mengedepankan visi yang sama: menyajikan mobilitas perkotaan yang bersih dan cerdas.

Jika kamu sedang mempertimbangkan untuk beralih ke kendaraan listrik, CUV e: bisa menjadi pilihan yang menarik. Apakah versi Eropa akan hadir di Indonesia? Sampai saat ini belum ada pengumuman resmi, namun dengan melihat perkembangan elektrifikasi secara global, tidak menutup kemungkinan kita akan melihat lebih banyak varian CUV e: pada masa mendatang.

Genesis Mungkin Akhiri Sedan Termurahnya

Genesis Mungkin Akhiri Sedan Termurahnya


Mobil paling murah dari Genesis diperkirakan akan menjadi yang pertama.

Mobil sedan sedang dalam kondisi kritis. Di berbagai merek mobil ekonomi maupun mewah, para produsen sedang berbaris menuju liang lahat untuk menguburkan produk mereka, terkadang bahkan sebelum produk tersebut masuk ke pasar. Berdasarkan laporan terbaru dariAutomotive NewsHyundai akan meluncurkan sebuah perusahaan mobil mewah sebagai bagian dari strategi ini.

Genesis diperkirakan akan menghentikan produksi sedan entry-levelnya – G70 – setelah model tahun 2027, menurut analisis para ahli.

Secara resmi, Genesis telah menyangkal bahwa G70 tidak akan diproduksi lagi. Faktanya, terdengar tidak masuk akal jika merek ini menghentikan model tersebut karena ini adalah mobil nomor tiga terlaris di belakang crossover GV70 dan GV80. Tapi hanya itu saja –di belakangkemunculan produk yang berbeda. Jelas, konsumen memiliki kebutuhan tertentu, dan Genesis telah menyatakan bahwa perubahan tren pembelian memengaruhi lini produknya.

Foto oleh: Mack Hogan/InsideEVs

Genesis tidak membencisedan. Faktanya, Genesis menyediakan tiga pilihan berbeda bagi konsumen saat ini. Namun, Genesis G70 saat ini merupakan model paling terjangkau yang ditawarkan oleh merek mewah ini dengan harga $42.500. Artinya, ia memiliki status yang jauh lebih rendah dibandingkan G80 kelas menengah (yang dimulai dari $57.100 – 35%lebih mahal) dan G90 andalannya.

Mungkin itulah alasan mengapa penjualan G70 tahun ini sebesar 5.136 unit terlihat lemah jika dibandingkan dengan pesaing seperti Mercedes-Benz C-Class (13.674 unit terjual), BMW Seri 3 (14.137 unit terjual), dan BMW Seri 4 (23.369 unit terjual). Genesis belum memiliki daya tarik yang sama dengan merek-merek Jerman – setidaknya untuk saat ini – di segmen pasar di mana sejarah dan reputasi merek memengaruhi keputusan pembelian.

Genesis G80 Facelift Elektrik (2024)

Genesis terus melanjutkan investasinya pada versi elektrifikasi SUV-nya, baik dalam bentuk kendaraan listrik maupun hibrida. Namun saat ini, hanya dua model BEV yang masih tersedia dari Genesis, yaitu GV60 dan GV70 – keduanya merupakan SUV. Produsen mobil ini juga diharapkan akan memproduksi SUV utama berbahan bakar listrik berdasarkan konsep Neolun. Namun untuk sedan listrik? Mereka sudah tidak lagi tersedia.

Perusahaan ini secara resmi menghentikan produksi mobil listrik G80 pada awal bulan ini, dan menjelaskan tindakan tersebut dengan alasan “kebutuhan konsumen” serta situasi pasar yang serupa dengan yang disebutkan sebelumnya terkait G70.

Genesis Neolun Konsep 2

Hal ini menunjukkan adanya tekanan finansial yang lebih besar yang terjadi secara menyeluruh di berbagai sektor. Produsen kendaraan menghadapi biaya produksi yang meningkat dibanding sebelumnya dan saat ini hanya memiliki dua opsi: memangkas anggaran atau menyalurkannya kepada pelanggan. Para ahli berpendapat bahwa G70 tidak menjamin tekanan untuk bersaing dengan lawan-lawan mereka.

Secara realistis, saya tidak bisa menyalahkan Genesis atas keputusan ini. Masyarakat Amerika membeli lebih sedikit mobil sedan. Itu adalah fakta. Nissan menyadari hal ini saat mengambil keputusan untuk menghentikan produksi dua model sedan listrik yang ditujukan untuk pasar Amerika pada awal tahun ini. Ford bahkan sudah berhenti memproduksi sedan lima tahun lalu. Dengan selera konsumen AS yang terus meningkat terhadap kendaraan crossover dan SUV, para produsen otomotif merespons situasi pasar yang sudah mapan, sehingga prediksi analis tentang kemungkinan penghentian produksi G70 mungkin bukanlah hal yang terlalu jauh.

Mari kita berharap Genesis terus mengikuti jalur kendaraan listrik seperti yang direncanakan setelah pajak kredit kendaraan listrik hilang.

GAC Indonesia Raih 3.046 SPK di GIIAS 2025: Aion UT Paling Banyak Dipesan

GAC Indonesia Raih 3.046 SPK di GIIAS 2025: Aion UT Paling Banyak Dipesan

10drama.com –Pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025 menempatkan Aion UT sebagai salah satu model mobil listrik yang paling diminati oleh pengunjung. Mobil listrik dari GAC Indonesia ini mampu mencatat total surat pemesanan kendaraan (SPK) sebanyak 2.034 unit. Mayoritas pesanan berasal dari varian Premium, yaitu versi tertinggi. Angka ini melebihi 50 persen dari total SPK yang tercatat selama GIIAS 2025, yaitu sebanyak 3.046 unit.

“Hal itu menunjukkan bahwa Aion UT diterima dengan sangat baik oleh masyarakat Indonesia. Aion UT juga secara resmi mendapatkan gelar ‘Most Driven EV’ dalam GIIAS 2025,” ujar CEO GAC Indonesia Andry Ciu.

Salah satu keunggulan utama mobil listrik ini adalah desain Aion UT yang menarik, hasil karya desainer terkenal Stéphane Janin dari GAC Advanced Design Center Europe. Tampilan eksterior yang modern dikombinasikan dengan interior yang futuristik dan penuh kemewahan, menjadikan mobil listrik tersebut sebagai simbol mobilitas perkotaan masa depan yang sejati.

Mobil tersebut tersedia dalam dua pilihan, yakni Standar dan Premium, keduanya dilengkapi dengan teknologi DC Fast Charging CCS2. Pengisian daya dari 30 persen hingga 80 persen hanya memakan waktu 24 menit, menjadikannya sangat cocok untuk kebutuhan harian maupun perjalanan jauh. Harga pre-order untuk varian Standar Aion UT dijual dengan harga di bawah Rp 330 juta, sedangkan versi Premium sedikit lebih tinggi dari angka tersebut.

Selain itu, produk-produk GAC Indonesia lainnya juga menunjukkan kinerja yang positif. Aion V berhasil memikat perhatian konsumen dengan pencapaian 619 SPK. Di sisi lain, Hyptec HT yang berada di segmen premium dan AION Y Plus juga mencatatkan angka penjualan yang signifikan, menunjukkan meningkatnya penerimaan masyarakat Indonesia terhadap kendaraan listrik dari GAC Indonesia. Tidak hanya itu, model lain seperti GAC E9 juga mendapat perhatian dari pengunjung pameran.

Di sisi lain, booth GAC Indonesia yang seluas 1.200 meter persegi menjadi salah satu titik fokus utama di area pameran GIIAS 2025. Lebih dari 25.000 pengunjung tercatat mengunjungi booth tersebut selama pameran berlangsung.

Hasil ini menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat Indonesia terhadap kendaraan listrik buatan GAC Indonesia semakin meningkat. Kombinasi antara desain yang modern, teknologi terkini, harga yang bersaing, serta kenyamanan dalam berkendara menjadi faktor utama keberhasilan GAC Indonesia di GIIAS 2025. Pencapaian ini membuktikan bahwa keyakinan masyarakat Indonesia terhadap mobil listrik dari GAC Indonesia semakin bertambah. Gabungan antara tampilan yang futuristik, inovasi teknologi terbaru, harga yang kompetitif, dan kenyamanan berkendara menjadi kunci keberhasilan GAC Indonesia di GIIAS 2025. Berkat pencapaian ini, terbukti bahwa minat masyarakat Indonesia terhadap produk mobil listrik dari GAC Indonesia semakin besar. Kombinasi desain yang canggih, teknologi terkini, harga yang murah, serta kenyamanan saat berkendara menjadi dasar kesuksesan GAC Indonesia di GIIAS 2025.

“Berhasil yang sangat positif ini membuat kami semakin percaya diri dalam melanjutkan komitmen untuk menyediakan mobil listrik berkualitas tinggi yang ramah lingkungan dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat perkotaan Indonesia,” kata Andry Ciu.(*)

BYD Tak Terkalahkan, 10 Mobil Listrik Paling Laku Juli 2025

BYD Tak Terkalahkan, 10 Mobil Listrik Paling Laku Juli 2025

10drama.com -.CO.ID –BYD masih menjadi pemain utama di pasar mobil listrik global. Namanya tetap berada di puncak daftar merek mobil listrik paling laris di Indonesia selama bulan Juli 2025.

Data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau GAIKINDO untuk bulan Juli 2025 menunjukkan, BYD tetap berada di puncak daftar merek mobil listrik paling diminati di Indonesia, baik secararetail sales (eceran) maupun wholesales (grosir).

Pada tingkat ritel, BYD berhasil menjual sebanyak 2.827 unit kendaraan, mengalami peningkatan signifikan dibandingkan 2.172 unit yang tercatat pada bulan Juni.

Kompetitor terdekatnya saat ini adalah Aion, yang penjualannya masih jauh tertinggal dibandingkan BYD. Penjualan Aion di tingkat ritel pada bulan Juli 2025 masih terbatas pada 771 unit, sedikit meningkat dari 747 unit yang terjual pada bulan Juni.

Berikut adalah beberapa variasi dari teks tersebut: 1. Selanjutnya, Denza memiliki 423 unit, Geely dengan 213 unit, dan Xpeng yang masih dalam tahap awal dengan 56 unit. 2. Diikuti oleh Denza yang menyumbang 423 unit, Geely sebanyak 213 unit, serta Xpeng yang masih berkembang dengan 56 unit. 3. Berikutnya adalah Denza dengan 423 unit, Geely yang memiliki 213 unit, dan Xpeng yang sedang membangun bisnisnya dengan 56 unit. 4. Denza dengan jumlah 423 unit, Geely sebanyak 213 unit, dan Xpeng yang masih dalam proses pengembangan dengan 56 unit. 5. Setelah itu, Denza mencatatkan 423 unit, Geely sebanyak 213 unit, dan Xpeng yang masih dalam tahap awal dengan 56 unit.

Untuk informasi yang lebih lengkap, berikut ini adalah perbandingan merek mobil listrik paling laris di Indonesia dalam tingkat penjualan eceran dan grosir.

Merek Mobil Listrik Paling Laku di Indonesia, Juli 2025

Retail Sales

  1. BYD: 2.827
  2. Aion: 771 unit
  3. Denza: 423 unit
  4. Geely: 213 unit
  5. Xpeng: 56 unit
  6. Neta: 31 unit
  7. Seres: 15 unit
  8. Polytron: 0 unit
  9. VinFast: 0 unit
  10. Maxus: 0 unit

Wholesales

  1. BYD: 2.335
  2. Denza: 523
  3. AION: 271
  4. Geely: 249
  5. Xpeng: 75
  6. Neta: 39
  7. Maxus: 6
  8. Seres: 0
  9. Polytron: 0
  10. VinFast: 0

Tonton: Kinerja Indonesia Kendaraan (IPCC) Didukung Pengiriman Mobil Listrik, BYD Mendominasi

Data Penjualan dan Tren Pasar Mobil LCGC serta BYD Atto 1 Terkini

Data Penjualan dan Tren Pasar Mobil LCGC serta BYD Atto 1 Terkini

 

10drama.com -JAKARTA –

Berikut data penjualan dan perkembangan pasar LCGC terbaru setelah dihadapkan dengan mobil listrik atau EV yang harganya terjangkau di bawah Rp100 juta, Rp200 juta, dan Rp300 juta yang memiliki fitur canggih serta berbagai manfaat yang ditawarkan pemerintah.

1. Kinerja Segmen LCGC

Penurunan tingkat aktivitas secara signifikan sepanjang 2024 hingga paruh pertama 2025:

Pada tahun 2024, penjualan mobil LCGC secara grosir (Januari–November) mencapai 162.320 unit, mengalami penurunan sebesar 15% dibandingkan tahun sebelumnya.

Pengambilalihan pasar LCGC secara keseluruhan hanya mengalami peningkatan kecil: 20,5% pada 2024 dibandingkan 20,3% pada 2023.

Pada kuartal pertama tahun 2025, penjualan LCGC mengalami penurunan signifikan: 41.104 unit dibandingkan Q1 2024, sedangkan Astra mencatat penjualan sebesar 28.294 unit atau 69% pangsa pasar.

Januari–Februari 2025, penjualan eceran hanya mencapai 18.147 unit, mengalami penurunan signifikan sebesar −45,4% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.

Kuartal pertama tahun 2025: total penjualan eceran LCGC sebanyak 12.244 unit (Januari), mengalami penurunan sebesar −27% dibandingkan tahun sebelumnya.

Maret 2025: 12.726 unit, mengalami penurunan sebesar −38% dibanding tahun sebelumnya.

Semester I Tahun 2025: penjualan eceran LCGC sebesar 64.063 unit, turun −28,5% dibanding tahun lalu. Daihatsu Sigra menjadi yang teratas dengan penjualan 21.029 unit (33%), diikuti Honda Brio Satya sebanyak 18.233 unit, Toyota Calya 14.359 unit, Ayla 6.434 unit, dan Agya 4.008 unit.

2. BYD Atto 1 — Mobil Listrik Terjangkau Asal Tiongkok

Diperkenalkan dalam GIIAS 2025, dengan harga mulai dari Rp195 juta (OTR Jakarta), berada di atas segmen LCGC namun setara dengan varian teratas beberapa model LCGC.

Pihak Astra Daihatsu mengungkapkan masih melakukan analisis terhadap kemungkinan dampak yang ditimbulkan oleh Atto 1 terhadap segmen LCGC, karena sebelumnya kendaraan listrik beroperasi di segmen harga yang lebih mahal.

BYD mengakui mendapatkan respons yang sangat positif, bahkan menurut laporan mereka, penjualan grosir BYD (termasuk semua model, terutama Atto 1) mencapai 14.092 unit pada semester pertama 2025, dengan penjualan eceran sebanyak 13.705 unit.

Interpretasi dan Analisis

Tren LCGC: Terganggu dan Terkikis

Terdapat penurunan signifikan dalam volume penjualan LCGC sejak awal 2025. Berbagai faktor seperti kenaikan pajak (VAT 12%), kurangnya insentif fiskal yang luas untuk EV/Hybrid, serta situasi ekonomi yang memburuk turut memperparah kondisi segmen LCGC. Terdapat pengurangan yang mencolok pada jumlah penjualan LCGC sejak awal tahun 2025. Berbagai hal seperti kenaikan pajak (VAT 12%), tidak adanya insentif fiskal yang menyeluruh untuk kendaraan listrik dan hybrid, serta keadaan ekonomi yang melemah berkontribusi pada penguatan tekanan terhadap segmen LCGC. Ada penurunan yang jelas dalam volume penjualan LCGC sejak awal 2025. Faktor-faktor seperti kenaikan pajak (VAT 12%), kurangnya insentif fiskal yang luas bagi EV/Hybrid, serta kondisi ekonomi yang semakin lemah turut memperparah situasi segmen LCGC.

Penjualan terus menurun setiap bulan dan kuartal, serta penurunan tahunan (YoY) berkisar antara 27 hingga 45%.

Mobil Listrik Murah (BYD Atto 1): Peserta Baru & Warna Baru

Kehadiran Atto 1 memicu gelombang baru dalam persaingan: mobil listrik dengan fitur lengkap dijual dengan harga yang mendekati segmen LCGC atas (Rp195 juta). Hal ini langsung menjangkau konsumen LCGC.

Penjualan yang cepat — meskipun data SPK belum diumumkan — mencerminkan antusiasme pasar yang tinggi.

BYD mengklaim penjualan sebanyak 14.092 unit pada semester pertama 2025, angka yang cukup menonjol dibandingkan dengan tren penurunan LCGC.

Ringkasan Data

Segmen / Model Periode & Angka Tren / Observasi
LCGC (Jan–Feb 2025) 18.147 unit (turun 45% dibanding tahun lalu) Sumber: New Directory 3 Penurunan volume tajam
LCGC (Q1 2025) 41.104 unit (sumber: IDN Finalcials) Turun dari Q1 2024
LCGC (Semester I 2025) 64.063 unit (turun 28,5% dibanding tahun lalu) Sumber: Databoks Penurunan berlanjut
BYD Atto 1 Dirilis pada GIIAS 2025, dengan harga Rp195 juta, penjualan eceran mencapai 14.092 unit pada semester pertama 2025 (sumber: bisnis.com) Antusiasme yang besar dan potensi inovatif di segmen mobil listrik harga terjangkau

 

LCGC Berisi Kelas Bawah

LCGC masih dianggap sebagai segmen yang ekonomis, namun penjualan menunjukkan penurunan yang signifikan.

Mobil listrik murah seperti BYD Atto 1 mengisi pasar segmen bawah dengan penawaran fitur canggih, biaya pemakaian yang rendah, serta daya tarik teknologi.

Data semester I 2025 menunjukkan bahwa LCGC mengalami penurunan, namun EV mulai mendapatkan tempat, setidaknya berhasil menarik perhatian dan minat konsumen.

BYD Atto 1 Tekan LCGC, Mobil Listrik Tiongkok Murah Guncang Pasar Otomotif Indonesia

BYD Atto 1 Tekan LCGC, Mobil Listrik Tiongkok Murah Guncang Pasar Otomotif Indonesia

10drama.com -JAKARTA –Pasar mobil Indonesia sedang mengalami perubahan besar. Jika selama ini Low Cost Green Car (LCGC) menjadi kendaraan favorit masyarakat, semester pertama 2025 menunjukkan perkembangan yang memprihatinkan.

Data GAIKINDO menunjukkan penjualan grosir LCGC hanya sebesar 64.063 unit, turun sebesar 28,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan bulanan terus berlanjut, dengan Februari 2025 mengalami penurunan 45,4% YoY dan Maret turun 38% YoY.

Di sisi lain, muncul gelombang baru dari arah yang tidak terduga: mobil listrik murah asal Tiongkok. BYD Atto 1, yang diluncurkan dalam GIIAS 2025 dengan harga Rp195 juta, langsung memasuki kategori harga LCGC varian paling tinggi.

Dalam enam bulan pertama tahun 2025, BYD telah mencatat penjualan sebanyak 14.092 unit, menunjukkan tanda kuat bahwa konsumen Indonesia mulai mempertimbangkan kendaraan listrik bukan hanya sebagai simbol gaya, tetapi juga sebagai pilihan yang masuk akal.

Pertarungan Nilai dan Citra

LCGC seperti Toyota Agya atau Daihatsu Ayla masih menjadi pilihan bagi masyarakat yang mencari kendaraan dengan harga paling murah. Harga varian dasar Ayla dimulai dari Rp140 jutaan, sementara Agya mulai dari Rp173 jutaan.

Namun, perbedaan harga dengan EV seperti Atto 1 semakin kecil jika dibandingkan dengan varian tertinggi LCGC yang mencapai Rp196–262 juta.

Konsumen perkotaan kini menghadapi pilihan sulit: memilih mobil bensin yang murah dengan teknologi yang sudah teruji, atau sedikit meningkatkan anggaran untuk mendapatkan kendaraan listrik dengan fitur canggih, biaya pemakaian yang lebih rendah, serta citra yang lebih ramah lingkungan.

Mengapa LCGC Mulai Tertekan

Harga Terjangkau – Mobil listrik murah mencapai harga varian teratas LCGC.

Biaya Operasional – Listrik jauh lebih hemat dibandingkan bensin; perawatan kendaraan listrik juga sedikit.

Dukungan Regulasi – Kendaraan Listrik (EV) mendapatkan insentif pajak dan promosi dari pemerintah, sedangkan LCGC tidak.

Tren Pengguna – Kelas menengah perkotaan mulai melihat kendaraan listrik sebagai lambang gaya hidup yang modern.

Tidak Punah, tapi Menyusut

LCGC kemungkinan besar tidak akan hilang dalam waktu dekat. Di wilayah yang masih minim infrastruktur pengisian daya, mobil berbahan bakar bensin tetap lebih efisien. Segmen pedesaan, pelaku usaha kecil menengah, serta pembeli pertama dengan anggaran terbatas masih menjadi pasar yang menjanjikan bagi LCGC.

Namun, jika harga kendaraan listrik terus menurun dan jaringan pengisian daya semakin berkembang, peran LCGC akan berubah dari “mobil untuk rakyat perkotaan” menjadi “kendaraan fungsional” untuk daerah tertentu.

Produsen LCGC perlu segera mengembangkan model BEV terjangkau yang berbasis platform LCGC atau memperkenalkan varian hybrid entry-level.

Pemerintah perlu mengimbangi insentif kendaraan listrik dengan kebijakan yang tidak menghancurkan sektor otomotif tradisional secara tiba-tiba.

Pengguna disarankan untuk menghitung Total Cost of Ownership (TCO) sebelum membuat keputusan, bukan hanya memperhatikan harga pembelian.

LCGC sedang mengalami tahap yang sangat penting LCGC berada dalam masa yang kritis LCGC saat ini sedang memasuki tahap yang sangat menentukan LCGC sedang memasuki periode yang penuh tantangan LCGC tengah menghadapi fase yang sangat kritis

Kedatangan BYD Atto 1 dan kemungkinan munculnya gelombang mobil listrik terjangkau lain dari Tiongkok menjadi tantangan terbesar sejak berdirinya program mobil murah ini sepuluh tahun lalu.

Pertandingan berikutnya tidak hanya berkaitan dengan mesin melawan baterai, tetapi juga tentang persepsi, teknologi, dan nilai yang disajikan. Siapa yang lebih cepat beradaptasi, akan berhasil bertahan.

KIA Serius Hadir di Era Elektrifikasi dengan Dua Model Unggulan, Ini Inovasinya

KIA Serius Hadir di Era Elektrifikasi dengan Dua Model Unggulan, Ini Inovasinya

10drama.com –KIA semakin serius dalam menghadapi era elektrifikasi dengan meluncurkan dua model utama yang menggunakan teknologi mutakhir. Pelajari detail inovasi, fitur khas, serta komitmen Kia terhadap mobil listrik di masa depan.

Perkembangan era kendaraan listrik terus berjalan pesat, dan KIA menjadi salah satu merek yang tidak ingin ketinggalan.

Sebagai produsen mobil internasional, KIA memperkuat komitmennya terhadap masa depan yang ramah lingkungan dengan meluncurkan dua model kendaraan listrik unggulan yang memiliki tampilan modern, teknologi terbaru, dan kinerja yang kuat.

1. Visi KIA pada Masa Elektrifikasi

Kia melihat era elektrifikasi bukan hanya sebagai arus baru, tetapi bagian dari rencana jangka panjang menuju transportasi yang lebih ramah lingkungan.

Perusahaan asal Korea Selatan ini terus melakukan inovasi di bidang kendaraan listrik (EV), hybrid (HEV), hingga hybrid yang bisa diisi daya (PHEV), guna menurunkan emisi karbon dan mengembangkan sistem berkendara yang lebih ramah lingkungan.

2. Dua Model Unggulan yang Menarik Perhatian

Pada pameran kendaraan terbaru, Kia memperkenalkan dua model andalan yang mewakili semangat elektrifikasi mereknya:

a. KIA EV6

KIA EV6 hadir sebagai mobil sport listrik dengan tampilan modern dan jangkauan yang luar biasa.

Mobil ini dilengkapi dengan teknologi Ultra-Fast Charging yang mampu mengisi baterai hingga 80% dalam waktu kurang dari 20 menit, serta sistem penggerak yang cepat dan responsif untuk pengalaman berkendara mewah.

b. KIA Niro EV

KIA Niro EV menggabungkan kenyamanan SUV kecil dengan efisiensi energi listrik.

Dengan bentuk yang aerodinamis, kabin yang luas, serta teknologi keselamatan mutakhir, Niro EV cocok digunakan dalam kehidupan sehari-hari maupun untuk perjalanan jauh tanpa khawatir tentang kapasitas baterai.

3. Teknologi Baru dan Fitur Menonjol

Kedua model ini dilengkapi dengan berbagai teknologi terkini, seperti:

– Sistem Bantuan Pengemudi Lanjutan (ADAS) yang bertujuan meningkatkan keselamatan dalam berkendara. – Teknologi ADAS digunakan untuk meningkatkan tingkat keamanan saat mengemudi. – ADAS berfungsi sebagai sistem pendukung untuk memperkuat keselamatan berkendara. – Tujuan dari Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) adalah memperbaiki keamanan dalam berkendara.

– Hiburan informasi yang terhubung dan mendukung pembaruan perangkat lunak secara nirkabel.

– Sistem Pengereman Regeneratif yang bertujuan meningkatkan efisiensi baterai.

– Platform E-GMP yang dapat disesuaikan dan mendukung kinerja terbaik.

4. Komitmen KIA terhadap Masa Depan

KIA berencana untuk memperkenalkan lebih banyak model kendaraan listrik pada masa depan, serta mengembangkan jaringan pengisian baterai yang cepat di berbagai negara.

Tindakan ini merupakan bagian dari visi Kia Plan S, yang menekankan pada transportasi yang berkelanjutan dan inovasi ramah lingkungan.

KIA menunjukkan komitmennya dalam era elektrifikasi dengan dua model unggulan, EV6 dan Niro EV, yang menggabungkan inovasi terkini, desain kekinian, serta kinerja yang baik.

Dengan langkah strategis ini, KIA siap menjadi aktor utama dalam industri mobil listrik dunia. Semoga bermanfaat, indahnya berbagi.***

Rahasia Terungkap: Volkswagen Pernah Rancang Mobil Listrik Hebat di Balik Skandal Dieselgate!

10drama.com –Pada tahun 2017, ketika Volkswagen sedang menghadapi kontroversi “Dieselgate” akibat skandal emisi, perusahaan memperkenalkan rangkaian mobil konsep listrik ID. guna mengalihkan perhatian masyarakat.

Namun, di balik layar tim desain Volkswagen, terdapat proyek yang lebih menarik sedang dalam pengerjaan: sebuah mobil sport listrik.

Menurut media asing motor1, pada tanggal 4, Juru Bicara Desain dan Mobil Konsep Volkswagen, Štěpán Řehák, mengungkap beberapa gambar sketsa yang belum pernah diterbitkan sebelumnya. Sketsa tersebut menampilkan sebuah mobil sport dengan kinerja tinggi yang dibangun berdasarkan platform kendaraan listrik MEB.

Mobil ini diciptakan oleh Tibor Juhasz dan terinspirasi dari mobil sport klasik SP2 yang dibuat oleh Volkswagen di Brasil pada tahun 1970-an.

Menariknya, meskipun SP2 generasi pertama tidak diciptakan oleh desainer ternama Giorgetto Giugiaro (yang juga merancang Golf dan Passat), Volkswagen menyatakan bahwa mobil konsep listrik ini memang terinspirasi dari gaya Giugiaro.

Desainer SP2 listrik ini mengatakan, “Saya merancang mobil ini sepenuhnya berdasarkan perasaan saya. Ini mencerminkan masa depan yang didorong oleh perkembangan teknologi, tetapi tetap mempertahankan semangat dan gaya klasik dari karya awal kami. Yang ingin saya lakukan adalah maju tanpa kehilangan identitas kami.”

Sayangnya, mobil sport yang memiliki desain rendah dan lengkungan roda yang menarik tidak pernah sampai pada tahap produksi.

Pada masa itu, Volkswagen memiliki prioritas yang lebih mendesak, yaitu segera merilis mobil listrik produksi massal mereka, seperti ID.3, ID.4, ID.5, dan ID.7. Akibatnya, proyek mobil sport ini harus dibatalkan.

Insentif Berakhir, Harga Mobil Listrik Tetap Murah?

Insentif Berakhir, Harga Mobil Listrik Tetap Murah?

Insentif Berakhir Pada Akhir Tahun Ini, Apakah Harga Mobil Listrik Masih Murah?

Insentif Berakhir Pada Akhir Tahun Ini, Apakah Harga Mobil Listrik Masih Terjangkau?

Harga yang terjangkau untuk mobil listrik salah satunya didukung oleh aturan pemerintah. Komponen pajak yang diberlakukan pada mobil listrik berbeda dibandingkan dengan mobil hybrid maupun mobil berbahan bakar konvensional.

10drama.com -/ News

Hendra 8 Agustus, 11:35 AM 8 Agustus, 11:35 AM 10drama.com -Harga murah mobil listrik salah satu diuntungkan oleh regulasi.

Komponen pajak yang diberlakukan pada mobil listrik berbeda dibandingkan dengan mobil hybrid maupun kendaraan berbahan bakar konvensional.

Di dalam sebuah mobil baru terdapat 4 jenis pajak yang dikenakan, yaitu BBN-KB, PPN, PPnBM, dan PKB.

“Empat komponen pajak tersebut diberlakukan untuk mobil ICE, sedangkan mobil listrik mendapatkan insentif,” kata Kukuh Kumara, Sekretaris Umum Gaikindo.

Pajak BBNKB atau Pajak Balik Nama Kendaraan Bermotor dikenakan sesuai ketentuan UU No. 1 Tahun 2022, khususnya pada Pasal 12.

BBNKB dikenakan pada saat penerimaan pertama, yaitu ketika membeli kendaraan baru.

Namun, dalam ayat (3) mengenai kendaraan listrik terdapat pengecualian, sehingga tidak dikenakan pajak BBNKB.

Berikutnya Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).

Dalam Undang-Undang yang sama, pasal 7 (1) menyebutkan bahwa Objek PKB adalah kepemilikan dan/atau penguasaan terhadap Kendaraan Bermotor.

Pada ayat 3, kendaraan listrik tidak dikenakan PKB atau dianggap gratis.

Berikutnya, Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM).

Ada masa berlaku untuk kedua jenis pajak tersebut.

Di PPnBM berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 135 Tahun 2024 dijelaskan dalam pasal 3.

Pada pasal 1 PPnBM, pajak yang harus dibayar atas impor kendaraan bermotor berbasis baterai CBU roda empat tertentu ditanggung penuh oleh pemerintah sebesar 100 persen atau gratis.

Di ayat (3) disebutkan bahwa insentif ini hanya berlaku untuk Masa Pajak Januari 2025 hingga Masa Pajak Desember 2025.

Demikian pula pengenaan PPN. 

Dalam PMK Nomor 12 Tahun 2025, Pasal 5 menyebutkan bahwa PPN yang menjadi tanggung jawab pemerintah (PPN DTP) untuk kendaraan listrik sebesar 10 persen dari harga jual.

Sementara tarif pajak pertambahan nilai (PPN) yang berlaku saat ini sebesar 12 persen, maka mobil listrik hanya dikenakan pajak sebesar 2 persen dari harga jualnya.

Dalam ayat (3) pada PMK tersebut, PPN DTP diberikan untuk Masa Pajak Januari 2025 hingga Masa Pajak Desember 2025.

Jadi, berdasarkan aturan tersebut, jika tidak ada perubahan, mobil listrik pada Januari 2026 hanya akan diberikan penghapusan pajak BBNKB dan PKB.

Sementara PPN dan PPnBM akan kembali seperti biasa.

Maka, dapat dipastikan harga mobil listrik akan meningkat sesuai dengan aturan yang berlaku, seperti halnya mobil konvensional.

Itu juga jika tidak ada tekanan di dalamnya.

 

Copyright 10drama.com -2025

Related Article

Copyright © 2026 10drama.com