Skuter Inggris Scomadi Ludes Terjual di GIIAS 2025

Skuter Inggris Scomadi Ludes Terjual di GIIAS 2025

Buliran.com –, Jakarta– Scomadi Indonesia menghasilkan keuntungan hingga ratusan juta rupiah selama tiga hari sebagai peserta pameran – Pendapatan Scomadi Indonesia mencapai ratusan juta rupiah dalam tiga hari sebagai peserta pameran – Selama tiga hari berpartisipasi dalam pameran, Scomadi Indonesia meraup keuntungan hingga ratusan juta rupiah – Dalam tiga hari menjadi peserta pameran, Scomadi Indonesia berhasil meraih keuntungan hingga ratusan juta rupiah – Scomadi Indonesia memperoleh keuntungan hingga ratusan juta rupiah selama tiga hari sebagai peserta pameranotomotifdi Pameran Mobil Internasional Gaikindo Indonesia (GIIAS) 2025. Skuter canggih asal Inggris ini telah terjual sekitar puluhan unit selama pameran otomotif yang berlangsung di International Convention Exhibition Bumi Serpong Damai (ICE BSD), Tangerang Selatan.

Manajer Penjualan Scomadi Indonesia Fajar Riski menjelaskanskuterDesain Scomadi memiliki gaya yang khas dengan nuansa balap dan vintage. “Antusiasme pengunjung GIIAS 2025 sangat luar biasa. Sampai saat ini kami telah berhasil menjual puluhan unit. Semoga hingga akhir pameran nanti jumlahnya akan bertambah lagi,” ujar Fajar saat diwawancarai.Tempopada pameran otomotif pada hari Minggu, 27 Juli 2025.

Di antara puluhan unit tersebut, kata Fajar, tiga di antaranya merupakan Scomadi edisi terbatas dengan perkiraan harga mulai dari Rp 98 juta hingga Rp 118 juta. Sedangkan para pembeli edisi khusus ini seluruhnya berasal dari masyarakat Jakarta. “Scomadi menawarkan promo khusus GIIAS dengan fasilitas service gratis selama 2 tahun. Biasanya hanya 1 tahun,” katanya.

Fajar menyebutkan bahwa banyak pengunjung GIIAS 2025 yang bertanya mengenai produk Scomadi, yang serupa dengan Lambretta. Menurutnya, pertanyaan ini wajar karena kedua perusahaan tersebut memang menghasilkan skuter dengan tampilan yang hampir mirip. Hal ini terjadi karena pendiri Scomadi terinspirasi dari skuter produksi Lambretta, khususnya model-model pada tahun 1960-an.

Pantauan Tempoterhadap skuter yang dihasilkan Scomadi yang tampil dalam GIIAS 2025, tampaknya memiliki kesamaan dengan produk Lambretta. Namun, Scomadi menggabungkan nuansa balap pada beberapa modelnya agar meningkatkan daya tarik konsumen. “Ini karena pendiri Scomadi memberikan perhatian khusus kepada desain tersebut”passion-nya memberikan kesan seperti skuter berpenampilan balap. Kita sebut sebagai retro racing,” kata Fajar.

Berikut Daftar Motor dengan Harga Scomadi

Jenis motor Piccolo 150i di tawarkan dengan harga Rp 75 juta

Jenis Technica 200i dijual dengan harga Rp 85 juta

Jenis Turismo 200i di tawarkan dengan harga Rp 88 juta

Jenis Urban Series dijual dengan harga Rp 92 juta

Jenis Turismo 200w dijual dengan harga Rp 98 juta

Jenis The Who Series dijual dengan harga Rp 104 juta

Jenis Seri Petualangan dijual dengan harga Rp 92 juta

Jenis Frank Sanderson Series dijual dengan harga Rp 118 juta

Hyundai Perkenalkan Kendaraan Listrik dan Produksi Lokal di GIIAS 2025

Hyundai Perkenalkan Kendaraan Listrik dan Produksi Lokal di GIIAS 2025

Buliran.com –– Pameran mobil GIIAS 2025 tidak hanya menjadi tempat pameran kendaraan terbaru, tetapi juga sebagai panggung bagi produsen untuk memperlihatkan arah dan strategi jangka panjang mereka di Indonesia.

Salah satu contohnya adalah Hyundai Motors Indonesia (HMID), yang kembali hadir dengan rangkaian produk yang diproduksi secara lokal dan menitikberatkan pada pengembangan kendaraan berbahan bakar listrik.

Setelah mendirikan pabrik di Cikarang pada tahun 2021, Hyundai terus memperluas cakupannya di pasar lokal dengan produksi dalam negeri dan investasi senilai miliaran dolar.

Selain mengembangkan kendaraan untuk pasar Indonesia, Hyundai juga memanfaatkan pabriknya sebagai pusat ekspor ke Asia Tenggara, sekaligus memperkuat sistem kendaraan listrik melalui kolaborasi dengan pemasok dan pembangunan infrastruktur pendukung.

Tindakan ini menjadikan Hyundai berada di tengah-tengah upaya besar Indonesia untuk menjadi aktor penting dalam industri otomotif regional, termasuk dalam peralihan menuju kendaraan listrik.

“Bagi kami, mobil terbaik bagi masyarakat Indonesia adalah yang diproduksi secara lokal,” ujar Fransiscus Soerjopranoto, Chief Operating Officer HMID.

Ia juga menekankan kepentingan untuk mendengarkan kebutuhan masyarakat setempat dan meresponsnya dengan produk yang sesuai.

Pada GIIAS 2025, Hyundai memperkenalkan rangkaian kendaraan yang diproduksi secara lokal, mencakup berbagai kategori. Mulai dari MPV keluarga Stargazer hingga SUV seperti New Creta dan versi kinerja tinggi Creta N Line, Hyundai berupaya menjangkau berbagai kalangan pengguna.

Stargazer, misalnya, memberikan kenyamanan dan fitur yang berguna untuk keperluan sehari-hari serta perjalanan jauh, sementara Creta menawarkan tampilan kokoh dan teknologi keselamatan terbaru.

Fokus utama Hyundai dalam pameran ini adalah pengembangan kendaraan listrik. Ioniq 5, sebagai mobil listrik pertama yang diproduksi di Indonesia, menunjukkan komitmen nyata Hyundai terhadap mobilitas ramah lingkungan.

Didukung oleh platform E-GMP dan fitur seperti Vehicle-to-Load (V2L) serta teknologi koneksi Bluelink, Ioniq 5 bukan hanya kendaraan listrik, tetapi sebuah terobosan teknologi.

Versi kinerja tinggi, Ioniq 5 N, memberikan pengalaman berkendara mirip mobil balap berkat fitur unik seperti N Drift Optimizer dan N Active Sound+. Mobil ini memperluas konsep kendaraan listrik, bukan hanya hemat energi tetapi juga menyajikan kesenangan dan karakter dalam setiap perjalanan.

Tidak kalah menarik, Hyundai juga memperkenalkan All-new Kona Electric yang menjadi mobil listrik pertama di Indonesia dengan baterai produksi dalam negeri. Jangkauan hingga 549 km (berdasarkan NEDC) dan efisiensi energi yang terbukti melalui pengujian jarak jauh menunjukkan kesiapan kendaraan listrik ini untuk kebutuhan sehari-hari.

Versi sporty-nya, Kona Electric N Line, memberikan nuansa emosional melalui desain dan bahan interior yang dibuat khusus bagi penggemar gaya dan kinerja.

Dengan menampilkan berbagai jenis kendaraan mulai dari ICE hingga EV, Hyundai menyatakan bahwa mereka tidak hanya memamerkan mobil, tetapi juga menyampaikan cerita mengenai masa depan industri otomotif Indonesia: produksi lokal, teknologi ramah lingkungan, serta koneksi yang canggih.

Tanda-Tanda Kaca Film Mobil Perlu Diganti

Tanda-Tanda Kaca Film Mobil Perlu Diganti

Kaca film pada mobil tidak hanya berfungsi sebagai aksesoris penambah keindahan, tetapi juga memiliki peran penting dalam kenyamanan dan keselamatan saat berkendara. Kaca ini membantu mengurangi panas, menjaga privasi, serta melindungi bagian dalam kendaraan dari paparan sinar UV. Namun, seperti komponen lainnya, kaca film juga memiliki masa pakai tertentu. Jika tidak diganti dalam waktu yang tepat, fungsinya bisa menurun secara signifikan dan bahkan berpotensi merugikan.

Pemilik kendaraan sering kali tidak memperhatikan kondisi kaca film, padahal tanda-tanda kerusakan bisa muncul secara perlahan namun pasti. Mengenali gejala kaca film yang sudah waktunya diganti sangat penting agar kamu tetap memperoleh manfaat optimal dari perlindungan yang diberikan. Berikut ini beberapa tanda umum yang perlu diperhatikan.

1. Warna menjadi kekuningan atau memudar

Tanda paling jelas bahwa kaca film mobil sudah rusak adalah perubahan warna. Umumnya, kaca film yang awalnya berwarna gelap atau netral akan semakin memudar atau bahkan berubah menjadi kuning seiring berjalannya waktu. Perubahan ini terjadi karena paparan sinar UV yang terus-menerus, terutama jika kaca film tidak dilengkapi dengan perlindungan UV yang cukup. Kaca film yang memudar tidak hanya mengurangi penampilan, tetapi juga kehilangan kemampuannya dalam mengurangi panas dan silau.

Jika kamu melihat perbedaan warna yang mencolok antara bagian kaca yang sering terkena sinar matahari dan bagian yang tertutup, ini menunjukkan bahwa kaca film mulai kehilangan kemampuannya. Pada tahap ini, mengganti kaca film merupakan pilihan yang cerdas untuk memulihkan kenyamanan dalam berkendara.

2. Terjadi gelembung udara atau lipatan

Bola udara yang muncul di bawah permukaan lapisan film merupakan tanda bahwa lem yang digunakan mulai mengalami kelemahan. Hal ini dapat terjadi akibat masa pakai yang sudah lama, pemasangan yang tidak sempurna, atau paparan panas yang berlebihan. Bola udara ini tidak hanya mengganggu penglihatan, tetapi juga berisiko menyebabkan seluruh lapisan film terkelupas jika tidak segera ditangani.

Kerutan bisa muncul, khususnya di bagian sudut atau tepi kaca. Keadaan ini membuat kaca film terlihat tidak rata dan kurang akurat. Jika kamu menemui kondisi semacam ini, sebaiknya segera diganti agar tidak mengganggu penglihatan dan fungsinya.

3. Ruangan terasa lebih hangat

Fungsi utama dari kaca film adalah menghalangi panas matahari agar tidak langsung masuk ke dalam kabin kendaraan. Namun, jika kamu mulai merasa ruang di dalam mobil terasa lebih panas daripada biasanya, meskipun AC sudah diatur pada tingkat tertinggi, hal ini bisa menandakan bahwa kaca film sudah tidak lagi berfungsi secara efektif. Penurunan kemampuan menyerap panas bisa terjadi secara perlahan, terutama pada kaca film yang telah digunakan lebih dari lima tahun.

Selain rasa panas, efek lain yang bisa dirasakan adalah silau yang semakin terasa pada siang hari. Hal ini menunjukkan bahwa lapisan pelindung sinar UV pada kaca film mulai rusak atau tidak berfungsi dengan baik. Jika gejala ini terjadi, segera lakukan pengecekan dan pertimbangkan untuk mengganti kaca film dengan jenis yang lebih unggul dan tahan lama.

5 Tanda Aki Kendaraan yang Lemah yang Sering Diabaikan

Copyright © 2026 10drama.com