AI Akan Menggantikan Jutaan Pekerjaan, Profesi Apa yang Paling Rentan?

AI Akan Menggantikan Jutaan Pekerjaan, Profesi Apa yang Paling Rentan?

JAKARTA, 10drama.com– Kemajuan kecerdasan buatan atauartificial intelligence(AI) berjalan sangat cepat dan diperkirakan akan mengubah wajah pekerjaan di dunia dalam jangka dua hingga tiga puluh tahun mendatang.

Beberapa laporan internasional memprediksi bahwa hingga 60 persen dari pekerjaan saat ini akan mengalami dampak besar karena penggunaan otomatisasi dan sistem cerdas.

Perubahan Besar di Dunia Pekerjaan

Dilansir dari Forbes, Minggu (24/8/2025), laporan McKinsey memprediksi bahwa pada tahun 2030 sekitar 30 persen pekerjaan di Amerika Serikat (AS) dapat sepenuhnya otomatis, sementara 60 persen lainnya akan mengalami perubahan signifikan akibat penerapan kecerdasan buatan.

Goldman Sachs bahkan memperkirakan hingga 50 persen pekerjaan bisa otomatis pada tahun 2045, didorong oleh perkembangan AI generatif dan robotika.

Bank investasi tersebut juga menyebutkan bahwa sekitar 300 juta pekerjaan global dalam bahaya, yang setara dengan seperempat dari pasar tenaga kerja dunia.

Namun, pekerjaan yang bersifat proyek seperti konstruksi, pemasangan, dan perawatan diperkirakan lebih tahan terhadap pengaruh AI.

Larry Fink, CEO BlackRock, menganggap tanda-tanda perubahan tersebut sudah terlihat. “Kami akan melihat perubahan struktur pekerjaan kantor pada 2035,” katanya, dilansir dariForbes.

Pemimpin perusahaan JPMorgan Chase, Jamie Dimon, juga mengingatkan bahwa kecerdasan buatan akan segera menggantikan pekerjaan rutin.

“Dalam 15 tahun, sebagian besar pekerjaan yang bersifat berulang akan diambil alih oleh AI,” tulisnya dalam surat kepada pemegang saham.

Pekerjaan yang Paling Cepat Digantikan oleh Mesin Cerdas

Tidak semua jenis pekerjaan akan mengalami pengaruh secara bersamaan. Pekerjaan yang melibatkan tugas yang berulang, berbasis data, dan administratif cenderung menjadi prioritas dalam proses otomatisasi.

1. Manajemen dan Pelayanan Pelanggan

Penelitian Institute for Public Policy Research (2024) mengungkap bahwa sekitar 60 persen pekerjaan administratif bisa diotomatisasi. Termasuk dalam hal ini adalah input data, pengaturan jadwal, dan layanan pelanggan.

Larry Fink memberikan contoh bagaimana AI digunakan oleh BlackRock untuk meningkatkan efisiensi operasional.

Fink mengatakan BlackRock sedang menyederhanakan fungsi back-office menggunakan AI, sehingga mengurangi pengeluaran.

Peran-peran ini, yang memerlukan pemrosesan data berulang, mengalami keausan dalam jangka pendek seiring dengan meningkatnya akurasi dan skalabilitas AI.

2. Akuntansi serta Pengenalan Analisis Data

Bidang akuntansi, pencatatan keuangan, serta analisis data dasar juga termasuk dalam kategori rentan.

Platform AI seperti Terminal Bloomberg telah mampu memproses data dan menghasilkan laporan lebih cepat dibandingkan manusia.

JPMorgan mengantisipasi bahwa 20 persen peran analis akan terancam otomatisasi pada tahun 2030.

“Dalam 15 tahun, sebagian besar pekerjaan berulang di bidang perbankan akan dikuasai oleh AI,” tulis Dimon.

 

3. Jabatan Profesional Hukum Tingkat Dasar

Tugas-tugas seperti bantuan hukum, penelitian kontrak, dan penyusunan dokumen hukum menjadi fokus berikutnya.

Berdasarkan penelitian dari Stanford (2025), asisten hukum berbasis AI seperti Harvey atau CoCounsel telah mampu memproses dokumen hukum dengan tingkat keakuratan sebesar 90 persen.

Dalio menyoroti kemampuan kecerdasan buatan dalam menganalisis kumpulan data yang sangat besar, sehingga mengancam posisi-posisi yang memerlukan riset mendalam di dunia akademik dan konsultasi.

Namun, strategi hukum yang kompleks dan perwakilan di pengadilan tetap memerlukan manusia karena melibatkan penilaian serta pertimbangan etis.

4. Media dan Sektor Kreatif

Desain grafis, penulisan kreatif, dan jurnalisme dasar menghadapi perubahan besar akibat alat seperti DALL-E serta platform berbasis GPT yang mampu menghasilkan konten dalam jumlah besar.

Sistem AI seperti DALL-E dan ChatGPT kini mampu menghasilkan materi visual maupun teks dalam waktu singkat.

Laporan dari Center for Research Pew (2024) mengungkapkan bahwa 30 persen pekerjaan di sektor media berpotensi diotomatisasi pada tahun 2035.

Bill Ackman, pendiri Pershing Square, menganggap tren ini tidak bisa dihindari. “Konten iklan akan segera dikuasai oleh AI, tetapi kreativitas manusia dalam seni berkualitas tinggi akan bertahan lebih lama,” katanya di platform X.

5. Teknologi serta Pemrograman Dasar

Meskipun terdengar bertentangan, pekerjaan di bidang teknologi juga tidak sepenuhnya aman.

Pengembangan perangkat lunak, teknik, dan ilmu data memiliki dua sisi: AI meningkatkan efisiensi tetapi juga menggantikan pekerjaan pemrograman dan desain yang rutin.

Forum Ekonomi Dunia (2025) memperkirakan 40 persen pekerjaan pemrograman bisa diotomatisasi pada tahun 2040.

Bessent melihat perkembangan dalam posisi yang berkaitan dengan kecerdasan buatan seperti keamanan siber, tetapi pekerjaan STEM yang standar secara bertahap akan digantikan oleh algoritma.

Meskipun demikian, penelitian, inovasi, dan pengembangan teknologi baru diperkirakan tetap akan diatur oleh manusia dalam jangka panjang.

Profesi yang Masih Bertahan

Sebaliknya, pekerjaan yang membutuhkan empati dan interaksi antar manusia—seperti perawat, terapis, guru sekolah dasar, hingga pemimpin lembaga—diprediksi lebih sulit digantikan.

Penelitian The Lancet (2023) memprediksi bahwa 25 persen tugas administratif medis akan berkurang pada tahun 2035, tetapi perawatan pasien masih memerlukan intervensi manusia.

Di sektor pendidikan, laporan OECD (2024) mengatakan bahwa hanya 10 persen dari tugas mengajar bisa diotomatisasi sampai tahun 2040.

Profesi yang membutuhkan kepemimpinan, kecerdasan emosional, serta kemampuan untuk memotivasi tim tetap akan berfokus pada manusia.

Perlunya Keterampilan Baru

Untuk tetap bersaing, karyawan perlu meningkatkan kemampuan yang sulit digantikan oleh AI, seperti berpikir kritis, kecerdasan emosional, dan literasi digital.

Scott Bessent, mantan pejabat Kementerian Keuangan Amerika Serikat, mengatakan bahwa AI justru dapat meningkatkan daya saing bila diiringi dengan program pelatihan kembali.

Ia memprediksi pada tahun 2040, sekitar 50–60 persen pekerjaan akan mengalami perubahan bentuk, sebelum AI menjadi dominan pada 2050.

AI Menghasilkan Halusinasi, Tapi Masih Butuh Mesin Pencari Tradisional

AI Menghasilkan Halusinasi, Tapi Masih Butuh Mesin Pencari Tradisional

Saya sering menggunakan chat AI dari Microsoft karena kemampuannya dalam merangkum jurnal, membaca situs web, atau mencari judul buku dan makalah yang tidak ditemukan di mesin pencari biasa seperti Google, Bing, atau Yandex. Namun, suatu hari saya menemukan bahwa jawaban AI terasa sedikit aneh. Nama peneliti tidak sesuai dengan topik yang ditelitinya. Peneliti tersebut terkenal di bidang kimia, tetapi makalahnya berisi topik biomolekuler. Mungkin ada hubungan antara kimia dan biomolekul, tetapi sebagai orang awam, saya tetap merasa tidak nyaman dengan hal itu.

Akhirnya saya melakukan pencarian di Google dan menemukan bahwa peneliti tersebut sebenarnya tidak pernah menghasilkan makalah seperti yang disebutkan oleh chat AI. Saya juga pernah menemukan informasi yang disajikan oleh AI ternyata berasal dari tebakan mereka sendiri.

AI merespons bahwa jawaban tersebut sudah sesuai dengan karakter saya sebagai editor dan pendidik. Dari mana guru itu? Ternyata AI menebak bahwa saya seorang pendidik karena menemukan bahwa di internet saya menulis hal-hal yang bersifat edukatif di emperbaca.com dan membahas tentang pendidikan di 10drama.comiana.

Sebenarnya, jawaban yang saya harapkan tidak terkait dengan situasi saya sebagai editor maupun dengan pendidikan.

Pernah juga saat saya bukan tautan yang disertakan dalam jawaban chat AI, tautan tersebut ternyata tidak berfungsi karena domainnya sudah tidak aktif. Pada awal-awal saya menggunakan chat AI, saya tidak pernah membuka tautan yang diberikan. Namun, sejak AI memberikan judul makalah yang tidak pernah ada, saya merasa perlu membuka tautan tersebut bila AI menyertakannya dalam jawabannya.

Ternyata, memverifikasi sendiri jawaban yang diberikan oleh chat AI memang sangat dianjurkan. Dalam penggunaan chat AI, hal ini dikenal dengan istilah human-in-the-loop.

Human-in-the-Loop (HITL)

Human-in-the-loop (HITL) merupakan metode di mana manusia secara aktif terlibat dalam proses pelatihan, penilaian, dan pengoperasian sistem kecerdasan buatan. Bukan berjalan sepenuhnya otomatis, model AI menerima masukan langsung dari manusia guna meningkatkan ketepatan, memperbaiki kesalahan, serta mengurangi bias dalam data.

Sistem manusia dalam loop bermanfaat ketika kita terus-menerus menggunakan chat AI untuk “melatih” dan “mengendalikan” agar informasi yang diberikan oleh AI sesuai dengan konteks dan sejalan dengan realitas yang kita harapkan.

Sebagai contoh, chat AI menebak bahwa saya adalah seorang pendidik selain dari artikel di 10drama.comiana, ternyata juga berasal dari percakapan saya dengannya selama beberapa bulan terakhir. Entah tentang apa saja percakapan tersebut (saya juga lupa), yang jelas pertanyaan-pertanyaan yang saya ajukan kepada chat AI ternyata membuatnya menyimpulkan bahwa saya seorang pendidik.

Karena ia mengira saya seorang pendidik, maka ketika chat AI tidak memiliki basis data untuk menjawab pertanyaan yang saya ajukan, ia kemudian membuat jawaban berdasarkan pola interaksi saya dengannya sebelumnya. Oleh karena itu, agar “persepsinya” berubah, saya harus langsung memberitahu siapa saya sesungguhnya.

Saya juga perlu mulai mengetikkan pertanyaan dengan lebih terperinci, lengkap, dan menyertakan konteks agar AI tidak memberikan jawaban yang tidak akurat lagi.

Kesalahan dan ketidakakuratan informasi yang disampaikan oleh chat AI, seperti yang saya alami, dikenal dengan sebutan halusinasi AI.

Munculnya gangguan visual dari model chat AI atau kecerdasan buatan yang tidak bisa dimatikan merupakan bagian dari dampak sosial-ekonomi dan keamanan dalam pengembangan teknologi kecerdasan buatan. Hal ini sering kali diingatkan oleh tokoh-tokoh terkemuka dalam bidang AI seperti Geoffrey Hinton, pencetus deep learning, Sam Altman selaku CEO OpenAI, serta Elon Musk sebagai pendiri Neuralink.

Elon menggambarkan halusinasi AI sebagai kecenderungan kecerdasan buatan untuk menghasilkan hasil yang terlihat meyakinkan, namun pada kenyataannya tidak akurat atau bahkan palsu.

Halusinasi AI

Meskipun Elon membicarakan halusinasi AI, istilah ini tidak berasal darinya. Pada 2018-2019, istilah halusinasi AI diperkenalkan oleh komunitas peneliti NLP (Natural Language Processing) untuk menggambarkan hasil dari model AI generatif seperti terjemahan atau percakapan, yang terlihat percaya diri tetapi sebenarnya salah atau dibuat-buat.

Pada bulan Juli 2021, Meta menjadi perusahaan pertama yang menetapkan definisi resmi mengenai halusinasi AI sebagai “pernyataan yang terlihat meyakinkan, meskipun tidak benar.”

Jenis pengalaman ilusi yang sering dilakukan oleh kecerdasan buatan:

Kesalahan fakta terjadi ketika AI menyampaikan pernyataan yang tidak benar atau tidak dapat diverifikasi. Kesalahan intrinsik terjadi ketika hasil AI bertentangan dengan data atau konteks yang sudah diketahui benar. Kesalahan ekstrinsik terjadi ketika AI menambahkan informasi baru yang melebihi cakupan sumber tanpa adanya batasan verifikasi. Contohnya adalah memberikan judul artikel padahal artikel tersebut tidak ada dalam dunia nyata.

Kecenderungan halusinasi pada model percakapan seperti ChatGPT, Gemini, atau Copilot mungkin semakin sering terjadi karena saat ini hampir seluruh data dunia nyata telah diolah dalam pelatihan AI, sehingga sumber data utama mulai menipis.

Para ilmuwan kecerdasan buatan saat ini sedang mempertimbangkan penggunaan data sintetis. Data sintetis merupakan kumpulan informasi yang dibuat secara buatan untuk meniru sifat statistik data dunia nyata tanpa mengandung data asli. Data tersebut dihasilkan melalui algoritma generatif dan simulasi berbasis teknologi kecerdasan buatan, sehingga secara matematis mirip dengan data asli meskipun tidak memiliki data asli sama sekali.

Bahaya yang muncul adalah perkembangan konten yang dihasilkan oleh AI membuat semakin sulit membedakan antara informasi asli dan buatan. Hal ini memberikan celah bagi penyebaran informasi palsu, deepfake, serta pengaruh terhadap opini publik melalui dataset atau AI yang belum diverifikasi.

AI atau Mesin Pencari?

Mesin pencari saat ini telah mengintegrasikan teknologi AI seperti Google RankBrain, Google BERT, dan Bing Copilot AI. AI akan memproses data dan merangkum serta menyusun informasi sebelum menampilkan jawaban. Jawaban yang diberikan kepada kita lebih lengkap dan mendetail karena mencakup sumber asli (website, dokumen, atau publikasi resmi).

AI yang terdapat dalam mesin pencarian memudahkan kita mendapatkan informasi tanpa perlu mengklik tautan atau mengunjungi situs web resmi yang menyediakan data tersebut. Sangat memudahkan bagi yang malas bersusah payah dan lama mencari sumber informasi yang akurat.

Namun, karena AI “mampu berpikir sendiri” mengikuti pola yang digunakan oleh manusia, AI di mesin pencari tetap rentan mengalami kebingungan.

Mesin pencari seperti Google, Yandex, Bing, hingga DuckDuckGo mengidentifikasi, mengindeks, dan mengurutkan konten di internet agar pengguna dapat segera mendapatkan jawaban atas pertanyaan mereka. Sementara itu, AI belajar pola, membuat prediksi, memahami bahasa, mengenali gambar, dan sebagainya, tanpa terbatas hanya pada pencarian web.

Intinya, mesin pencari hanya menyajikan informasi yang tersedia di internet, sedangkan AI mampu memberikan informasi berdasarkan pemrosesan sendiri sesuai dengan pola pikir pengguna manusia.

Dengan demikian, mesin pencari tradisional tetap relevan dalam memverifikasi informasi, melacak sumber asli, serta mendapatkan data terkini. Sementara itu, chat AI cocok digunakan untuk eksplorasi gagasan, ringkasan, atau menjawab pertanyaan konseptual, namun hasilnya disarankan diperiksa kembali menggunakan mesin pencari.

***

Pertama, menggunakan AI terlihat sangat sederhana. Cukup ketikkan instruksi atau perintah, dan AI akan menghasilkan gambar, video, atau teks sesuai keinginan kita. Namun, semakin sering digunakan, AI bisa jauh menyimpang dari tujuan yang diharapkan. Seringkali kita mendapatkan informasi yang tidak akurat. Batas antara dunia nyata dan dunia virtual semakin kabur.

Jadi, jangan khawatir dianggap ketinggalan zaman hanya karena tidak pernah memakai berbagai jenis kecerdasan buatan. Terkadang menjadi ketinggalan zaman diperlukan untuk membatasi jumlah informasi yang kita terima. Menerima informasi yang benar-benar dibutuhkan dapat menjaga kehidupan kita tetap bahagia.

Jika ingin mendapatkan informasi yang merujuk langsung pada sumber asli, lebih baik menggunakan mesin pencari seperti Google atau Bing daripada bertanya ke chat AI. Meskipun sedikit melelahkan dan memakan waktu, yang terpenting adalah hasil yang diperoleh bukan berasal dari khayalan AI.

Siswa MAN 4 Tasikmalaya Juara 1 dan 2 Kompetisi Robotik Nasional

Siswa MAN 4 Tasikmalaya Juara 1 dan 2 Kompetisi Robotik Nasional

KABAR SINGAPARNA –Tim Robotik dari Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 4 Tasikmalaya kembali mencatatkan prestasi yang membanggakan di tingkat nasional. Mereka sukses meraih juara pertama dan kedua dalam ajang Sukabumi Competition Robotic (SCR) 2025 untuk kategori Line Follower.

Lomba ini diadakan oleh Sukarobot Akademi bekerja sama dengan Pemerintah Kota Sukabumi pada hari Minggu, 24 Agustus 2025 di Universitas Nusa Putra.

Juara pertama diraih oleh Serlianti dan Eka Rahmawati, sedangkan juara kedua diperoleh Trina Nabila serta Nasril Abdul Aziz. Prestasi yang membanggakan ini dicapai oleh Tim Robotik MAN 4 Tasikmalaya, yang telah melewati berbagai tahap kompetisi.

Kegiatan ini diadakan sebagai wadah untuk mengumpulkan para pelajar dalam berkreasi, belajar, dan bekerja sama mengikuti perkembangan teknologi yang sangat cepat guna meningkatkan kemajuan serta menjadi pewaris bangsa di bidang robotika.

Di balik keberhasilan tim ini, terdapat sosok yang menjadi panutan dan selalu mendampingi, yaitu Fitria Dwi Andriani, S. Si, guru Fisika sekaligus pembina kegiatan ekstrakurikuler robotik MAN 4 Tasikmalaya.

“Alhamdulillah kami berhasil meraih juara tingkat nasional, dan tentu saja ini belum berakhir. Kami akan terus berinovasi agar dapat membawa nama MAN 4 Tasikmalaya hingga ke tingkat internasional,” kata Fitria.

Kepala MAN 4 Tasikmalaya H. Enjang, S. Ag, M. Pd.I menyampaikan, pihaknya merasa sangat bangga terhadap prestasi yang dicapai oleh siswanya serta menghargai para peserta yang telah berjuang sejak awal hingga akhir sehingga berhasil meraih juara.

Enjang berharap MAN 4 Tasikmalaya tidak hanya menjadi madrasah yang islami dan berprestasi, tetapi juga menjadi pusat pengembangan teknologi serta kreativitas pemuda yang inovatif bagi bangsa dan lingkungan.

“Selamat dan keberhasilan bagi tim robotika, perjuangan memang membutuhkan waktu yang panjang untuk mencapai prestasi, tetap semangat dan jangan pernah menyerah,” katanya.

Diketahui bahwa prestasi yang membanggakan ini merupakan hasil dari usaha keras tim robotik yang telah berlatih dengan penuh semangat dan dedikasi tinggi dalam menghadapi kompetisi.

“Alhamdulillah mampu meraih juara pada tingkat nasional, ini pengalaman yang sangat luar biasa karena bisa mengikuti kompetisi dan bertemu dengan peserta lain, momen ini terasa sangat berharga,” kata Serlianti, salah seorang siswa dari MAN 4 Tasikmalaya.

Selain memperoleh trofi, medali, dan dana pembinaan, para pemenang juga mendapatkan beasiswa di Universitas Nusa Putra. Seluruh peserta yang ikut serta juga menerima sertifikat dan hadiah kenang-kenangan dari panitia.

Tiongkok Percepat Pengembangan Tanaman Hibrida 400 Persen dengan Pabrik Robotik Pertama Dunia

Tiongkok Percepat Pengembangan Tanaman Hibrida 400 Persen dengan Pabrik Robotik Pertama Dunia

Lintaskriminal.co.id –— Tiongkok mencapai kemajuan signifikan dalam sektor pertanian dengan mempercepat penelitian tanaman hibrida hingga lima kali lipat melalui penggabungan teknologi pemotongan gen dan kecerdasan buatan (AI) yang berbasis robotika.

Inovasi ini menghasilkan pabrik pengembangbiakan otomatis pertama di dunia, yang memungkinkan penciptaan varietas baru dengan rasa yang lebih lezat serta ketahanan terhadap penyakit dalam waktu satu tahun, berbeda dengan lima tahun menggunakan metode tradisional.

Dikutip dari South China Morning Post, Minggu (24/8/2025), para ilmuwan dari Chinese Academy of Sciences, Shanghai Jiao Tong University, dan Tsinghua University menggambarkan strategi ini sebagai terobosan yang luar biasa.

“Penyatuan teknologi AI sedang mengubah sistem pertanian, dan robotika kini semakin berperan penting dalam pertanian presisi,” demikian tulis tim peneliti dalam makalah mereka di jurnal Cell.

Masalah utama dalam pengembangan tanaman hibrida adalah lokasi bunga yang sulit diakses, sehingga selama ini proses penyerbukan dilakukan secara manual. Di Tiongkok, biaya dari proses ini bahkan mencapai lebih dari seperempat total biaya pemuliaan. Hal ini mendorong pengembangan jalur tanaman yang ramah robot dengan menggunakan teknik penyuntingan gen.

Para ilmuwan akhirnya berhasil mengembangkan varietas tomat yang tidak memiliki kemampuan reproduksi jantan dengan bunga yang lebih terbuka, sehingga robot dapat melakukan penyerbukan silang secara lebih mudah.

“Dengan menggabungkan teknologi ini dengan pembelajaran mendalam dan robotika berbasis kecerdasan buatan, kami menciptakan robot khusus yang mengotomatisasi penyerbukan silang, mengatasi kendala utama dalam pemuliaan hibrida dan produksi biji,” kata tim peneliti.

Akibatnya, robot yang diberi nama GEAIR (genome editing with artificial intelligence-based robot), yaitu robot pemuliaan cerdas pertama di dunia, mampu mengidentifikasi bunga yang siap diserbuki dengan tingkat keakuratan 85 persen. Dengan kemampuan ini, proses penyerbukan hanya memerlukan waktu 15 detik, tiga kali lebih cepat dibanding metode manual.

Pada uji produksi tomat di dalam rumah kaca, tingkat keberhasilan penyerbukan yang dilakukan oleh robot mencapai 78 persen, sedikit lebih rendah dibandingkan metode manual yang mencapai 92 persen. Namun, menurut para peneliti, “Meskipun tingkat keberhasilannya lebih rendah, kemampuan GEAIR untuk melakukan penyerbukan secara teratur dan otomatis secara berkelanjutan melebihi kemampuan manusia dalam hal efisiensi dan konsistensi.”

Sistem ini juga digunakan pada tomat liar guna mempercepat proses domestication de novo, yaitu metode mengubah spesies alami menjadi varietas baru yang dapat dibudidayakan lebih cepat. Hasilnya, lima generasi tanaman dapat dihasilkan dalam satu tahun, menghasilkan garis induk yang lebih tahan terhadap tanah alkali dan memiliki rasa yang lebih lezat. Sebelumnya, proses ini membutuhkan waktu hingga lima tahun.

“GEAIR terintegrasi, domestikasi yang cepat, dan speed breeding berpotensi mempercepat pengembangan varietas unggul dengan penggunaan sumber daya yang lebih sedikit dalam ruang yang terbatas,” kesimpulan tim peneliti, sekaligus menegaskan bahwa bioteknologi bisa dimanfaatkan untuk menciptakan sifat tanaman yang ramah AI sesuai kebutuhan pertanian presisi.

***

Confluent Perkenalkan Streaming Agents, Bawa AI Agensial ke Real-Time

Confluent Perkenalkan Streaming Agents, Bawa AI Agensial ke Real-Time

Confluent, Inc, perusahaan pemimpin dalam data streaming, hari ini mengumumkan Streaming Agents, fitur terbaru di Confluent Cloud yang mendukung Apache Flink, mempermudah pengembangan dan skalabilitas agen AI yang memantau, menganalisis, serta merespons data secara real-time.

Streaming Agents menghilangkan penghalang dalam penerapan AI berbasis agen di tingkat perusahaan dengan menggabungkan pemrosesan data dan alur kerja AI, serta menawarkan koneksi yang mudah dan aman ke berbagai bagian bisnis, termasuk Large Language Models (LLMs), model embedding, alat, dan sistem lainnya. Fitur ini mempercepat penerapan AI berbasis agen, memudahkan alur kerja yang lebih efisien, waktu implementasi yang lebih singkat, serta menghasilkan model bisnis dan peluang baru yang sangat inovatif.

“AI yang berfokus pada tindakan, atau agentic AI, tercantum dalam rencana setiap perusahaan. Namun, sebagian besar perusahaan masih terjebak di tahap prototipe yang tidak selesai, sehingga ketinggalan, sementara yang lain berlomba mencapai hasil yang bisa diukur,” ujar Shaun Clowes (Chief Product Officer di Confluent).

“Meskipun agen AI yang paling canggih pun akan kehilangan arah tanpa memiliki konteks bisnis terkini. Streaming Agents mempermudah tugas-tugas rumit dalam mengintegrasikan alat dan data yang menciptakan kecerdasan nyata, memberikan dasar yang kuat bagi organisasi untuk menerapkan agen AI yang mendorong perubahan signifikan di seluruh bisnis,” katanya.

Laporan IDC menyebutkan bahwa meskipun perusahaan rata-rata melakukan 23 uji coba konsep AI generatif antara tahun 2023 hingga 2024, hanya tiga dari mereka yang berhasil mencapai tahap produksi. Dari angka tersebut, hanya 62% yang berhasil memenuhi ekspektasi.

Agen akan memiliki kemampuan yang kuat berkat alat dan data yang tersedia, namun proses kerja saat ini terlalu rumit dan mahal, menghambat bisnis dalam memanfaatkan seluruh potensi dari AI agen.

Meskipun kerangka kerja AI yang tersedia mempermudah awal dalam penggunaan agen, banyak perusahaan menghadapi kesulitan mengintegrasikan data real-time ke dalam inisiatif agen AI, sehingga menyebabkan respons yang tidak tepat dan tidak dapat dipercaya.

“Meskipun sebagian besar perusahaan sedang menginvestasikan dana dalam AI yang bersifat mandiri, struktur data mereka masih belum mampu mendukung kemampuan pengambilan keputusan mandiri yang diperlukan oleh sistem-sistem tersebut,” ujar Stewart Bond (Wakil Presiden Divisi Perangkat Lunak Intelijen dan Integrasi Data di IDC).

“Perusahaan sebaiknya lebih mengutamakan solusi AI mandiri yang menawarkan integrasi yang sederhana dan aman, serta memanfaatkan data dalam waktu nyata untuk memberikan konteks yang diperlukan dalam pengambilan keputusan yang cerdas,” katanya.

Membuat dan Meningkatkan Agen AI Real-Time Melalui Agen Streaming

Agen Streaming mengintegrasikan teknologi AI berbasis agen langsung ke dalam sistem pemrosesan streaming guna membantu perusahaan dalam membangun, menerapkan, dan mengelola agen yang berbasis kejadian dengan menggunakan Apache Kafka dan Apache Flink.

Dengan menggabungkan pemrosesan data dan kemampuan berpikir AI, agen dapat mengakses informasi kontekstual terkini dari sumber yang menyediakan data secara real-time, sehingga mampu beradaptasi dengan cepat dan berkomunikasi dengan agen serta sistem lain ketika situasi berubah.

Agen Streaming selalu beroperasi dan bekerja untuk kepentingan bisnis, berjalan secara dinamis, menangani aliran data yang besar, serta merespons sinyal real-time secara langsung dengan kemampuan berpikir yang memperhatikan konteks, mirip dengan tindakan yang dilakukan oleh manusia.

Sebagai contoh, Streaming Agents mampu menetapkan harga yang kompetitif dengan terus-menerus mengawasi harga di berbagai toko online dan secara otomatis memperbarui harga produk di situs penjual agar sesuai dengan penawaran paling menarik bagi konsumen.

Fitur utama dari Streaming Agents meliputi:

Alat Pemanggil untuk otomatisasi konteks: Pemanggilan alat melalui Protokol Konteks Model (MCP) memungkinkan agen memilih alat eksternal yang sesuai, seperti basis data, perangkat lunak sebagai layanan (SaaS), atau API, untuk melakukan tindakan yang relevan. Pemanggilan alat mempertimbangkan apa yang terjadi dalam bisnis dan apa yang dilakukan oleh sistem serta agen lain.

Koneksi untuk keamanan integrasi: Koneksikan dengan aman ke model, basis data vektor, dan MCP langsung melalui Flink. Koneksi ini menjaga kerahasiaan kredensial sensitif, memfasilitasi penggunaan yang lebih luas dengan berbagi koneksi antara berbagai tabel, model, dan fungsi, serta mengelola secara sentral untuk penerapan skala besar.

Tabel Eksternal dan Pencarian untuk Meningkatkan Akurasi AI: Pastikan data yang sedang berjalan diperkaya dengan sumber data selain Kafka, seperti basis data relasional dan REST APIs, agar mendapatkan pandangan data terkini dan lengkap. Hal ini meningkatkan akurasi pengambilan keputusan AI, pencarian vektor, serta retrieval-augmented generation (RAG), mengurangi biaya dan kompleksitas dengan memanfaatkan Flink SQL, serta memanfaatkan fitur keamanan dan jaringan Confluent Cloud.

Kemampuan untuk mengulang proses iterasi dan menjaga keamanan: Agen dapat dikembangkan dan diuji dengan data nyata tanpa dampak langsung, memungkinkan penerapan yang diam-diam, pengujian A/B, serta pengulangan yang lebih cepat.

Agen Streaming tersedia saat ini dalam versi pra-peluncuran terbuka.

Meta Menghadirkan Fitur Dubbing Suara AI di Reels

Meta Menghadirkan Fitur Dubbing Suara AI di Reels

10drama.com –, JAKARTA – Meta menghadirkan fitur dubing suara berbasis kecerdasan buatan (AI) diReels secara global.

Fitur ini memungkinkan pengguna untuk menerjemahkan ucapan mereka ke dalam bahasa lain dengan tambahan pilihan lip-sync, sehingga gerakan bibir sesuai dengan hasil terjemahan.

Mark Zuckerberg pertama kali memperkenalkan teknologi tersebut dalam acara Meta Connect 2024.

Pada tahap pertama, penerjemahan hanya tersedia antara bahasa Inggris dan Spanyol.

Meta memastikan bahwa dukungan terhadap bahasa lain akan segera datang.

Saat ini, fitur tersebut hanya tersedia untuk kreator Facebook yang memiliki lebih dari 1.000 pengikut, sementara pemilik akun publik Instagram dapat menggunakannya secara langsung.

Fitur ini bekerja dengan melatih suara asli pengguna, kemudian menghasilkan rekaman audio terjemahan yang tetap mempertahankan nada dan intonasi suara tersebut.

Fitur lip-sync akan menyesuaikan gerakan mulut sesuai dengan hasil terjemahan, sehingga tampil lebih alami.

Cara menggunakannya, pengguna hanya perlu memilih opsi “Translate your voice with Meta AI” sebelum mengunggah Reels.

Di tempat tersebut, pengguna dapat menambahkan lip-sync sambil memeriksa hasil terjemahan AI sebelum dipublikasikan.

Kelak, penonton akan melihat notifikasi yang menunjukkan bahwa suara menggunakan terjemahan berbasis AI.

Meta mengatakan fitur yang paling efektif digunakan untuk video dengan orientasi wajah menghadap ke kamera (face-to-camera).

Pengguna sebaiknya tidak menutupi wajah atau memakai musik latar yang terlalu keras.

Teknologi dapat mendukung hingga dua orang berbicara, tetapi sebaiknya tidak saling mengganggu.

Perusahaan menekankan bahwa fitur dubbing bertujuan untuk membantu para kreator memperluas cakupan penonton dari berbagai bahasa.

Meta juga menyediakan informasi kinerja berdasarkan bahasa sehingga para kreator dapat mengawasi sejauh mana efektivitas konten mereka dalam setiap bahasa.(engadget/ant/jpnn)

10 Aplikasi AI Paling Canggih 2025: Hidup Lebih Mudah, Cerdas, dan Efisien!

10 Aplikasi AI Paling Canggih 2025: Hidup Lebih Mudah, Cerdas, dan Efisien!

SUARA JAYAPURA– Pada tahun 2025, penggunaan kecerdasan buatan (AI) mulai menunjukkan dampak yang signifikan dalam berbagai bidang kehidupan. Aplikasi yang didasarkan pada AI kini tersedia tidak hanya bagi para profesional, tetapi juga bagi pelajar, pembuat konten, hingga pengguna biasa.

Dengan kemampuan yang semakin canggih dan fleksibel, berikut 10 aplikasi AI terkemuka tahun 2025 yang patut kamu coba pada tahun ini:

1. Notion AI – Asisten Digital yang Fleksibel

Notion AI menjadi alat bantu produktivitas yang mempermudah pengaturan catatan, ringkasan, dan pekerjaan sehari-hari. Sangat efektif digunakan untuk kerja sama tim maupun belajar mandiri.

Keunggulan:

  • Menulis dan menyimpulkan secara otomatis
  • Terhubung dengan kalender dan daftar pekerjaan
  • Mendukung brainstorming ide kreatif

2. Canva Magic Studio – Desain Siap Pakai dengan Kata-Kata

Kini desain tidak lagi memerlukan keahlian khusus. Canva Magic Studio memungkinkan pengguna menghasilkan konten visual hanya dengan memberikan perintah berupa teks.

Keunggulan:

  • Desain otomatis berdasarkan perintah
  • Fitur edit foto pintar
  • Koleksi template dinamis

3. ChatGPT-5 – Sistem Komunikasi Cerdas Berbasis Kecerdasan Buatan

Versi terkini dari ChatGPT memberikan pengalaman berkomunikasi yang lebih alami, mendalam, dan sesuai dengan kebutuhan. Cocok digunakan untuk menulis, mengajukan pertanyaan, atau sekadar berdiskusi kreatif.

Keunggulan:

  • Respons kontekstual dan cepat
  • Multitasking dalam satu chat
  • Mendukung berbagai bahasa dan program

4. Otter.ai – Catatan Otomatis, Perhatian Tetap Terjaga

Bagi kamu yang sering menghadiri rapat atau kuliah, Otter.ai akan menjadi teman yang selalu mendampingi. Aplikasi ini mampu berkomunikasi secara real-time dan menyajikan ringkasan dari percakapan tersebut.

Keunggulan:

  • Transkripsi langsung dari suara
  • Sorotan poin penting
  • Kompatibel dengan platform pertemuan

5. MidJourney V5 – Kreativitas Berubah Menjadi Gambar

MidJourney V5 mampu mengubah teks menjadi karya seni digital yang luar biasa. Cocok digunakan oleh desainer, pembuat NFT, atau siapa saja yang menyukai imajinasi.

Keunggulan:

  • AI Visual dengan kualitas tinggi
  • Gaya gambar bisa dikustomisasi
  • Output artistik yang unik

6. GrammarlyGO – Menulis Lebih Profesional

Tidak hanya memeriksa ejaan, GrammarlyGO kini juga membantu merancang kalimat dan dokumen dengan gaya penulisan yang sesuai dengan kebutuhan pengguna.

Keunggulan:

  • Saran penulisan berdasarkan konteks
  • Anti plagiarisme
  • Personalisasi tone & gaya

7. Pro Replika – Teman Virtual yang Mengusir Kesepian

Ingin berkomunikasi tanpa merasa dihakimi? Replika Pro dapat menjadi mitra untuk refleksi emosional dan penenang ketika stres menyerang.

Keunggulan:

  • Obrolan yang penuh empati dan bersifat pribadi
  • Latihan mindfulness
  • Pemantauan suasana hati

8. Runway ML – Pembuatan Konten yang Sederhana

Runway ML membantu proses pengeditan video dan audio menggunakan teknologi AI. Cocok digunakan oleh pembuat konten dan tim produksi multimedia.

Keunggulan:

  • Edit video otomatis
  • Efek visual dan suara yang didasarkan pada kecerdasan buatan
  • Bisa kerja kolaboratif

9. Socrates dari Google – Guru Cerdas di Tangan Anda

Socratic membantu memperjelas materi pelajaran dengan jawaban yang lengkap, visual, dan mudah dimengerti—cukup unggah foto soal atau ketikkan pertanyaanmu.

Keunggulan:

  • Dukung banyak mata pelajaran
  • Penjelasan langkah demi langkah
  • Terintegrasi Google Education

10. Pelatih Kecerdasan Buatan MyFitnessPal – Pelatih Pribadi Digital

Dengan dukungan teknologi AI, aplikasi ini menyusun program diet dan olahraga yang disesuaikan dengan kebutuhan individu. Cocok untuk mereka yang ingin menjalani gaya hidup lebih sehat.

Keunggulan:

  • Rekomendasi pola makan dan olahraga secara langsung
  • Pantau kalori harian
  • Terhubung dengan jam tangan cerdas dan alat pelacak kebugaran

Kesimpulan:

AI kini bukan lagi teknologi masa depan—ia telah menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari. Mulai dari mengatur jadwal, menyusun konten, hingga merawat kesehatan mental, berbagai aplikasi AI pada tahun 2025 memberikan kemudahan yang nyata. Saya termasuk dalam (atau semua) daftar tersebut dan merasakan langsung pengaruhnya!***

Microsoft Umumkan 40 Pekerjaan yang Bisa Digantikan AI, Ini Daftarnya

Microsoft Umumkan 40 Pekerjaan yang Bisa Digantikan AI, Ini Daftarnya

Microsoft merilis daftar 40 pekerjaan yang dapat digantikan oleh AI dan 40 lainnya yang tidak bisa tergantikan. Salah satu jenis pekerjaan yang sulit digantikan oleh kecerdasan buatan adalah pengemudi truk jarak jauh.

Beberapa jenis pekerjaan yang dapat digantikan oleh AI dalamstudi Microsoftberjudul ‘Working with AI: Measuring the Occupational Implications of Generative AI’ contohnya, sejarawan, penulis buku, pelayan pelanggan, dan penyiar siaran.

Berikut daftar pekerjaan yang digantikan oleh kecerdasan buatan menurut studi Microsoft:

 

  • Alasan Elon Musk dan CEO Nvidia Memilih Ilmu Fisika Daripada Pemrograman Saat Tren Kecerdasan Buatan
  • AI Akan Menggantikan Ahli Teknologi Informasi di Instagram, Facebook, WhatsApp Mulai Tahun 2026
  • Tuan AI Geoffrey Hinton: Pekerja Bersih Saluran Sulit Digantikan oleh Kecerdasan Buatan
Judul Pekerjaan Cakupan Penyelesaian Ruang Lingkup Skor Jumlah Pekerja
 dalam persentase
Penerjemah dan Juru Bahasa 0.98 0.88 0.57 0.49 51,560
Sejarawan 0.91 0.85 0.56 0.48 3,040
Pramugara/Pramugari 0.8 0.88 0.62 0.47 20,190
Perwakilan Penjualan Layanan 0.84 0.9 0.57 0.46 1,142,020
Penulis dan Pengarang 0.85 0.84 0.6 0.45 49,450
Perwakilan Layanan Pelanggan 0.72 0.9 0.59 0.44 2,858,710
Pengembang perangkat lunak yang merancang kode untuk Sistem Kontrol Numerik Komputer atau CNC 0.9 0.87 0.53 0.44 28,030
Operator Telepon 0.8 0.86 0.57 0.42 4,600
Petugas Penjualan Tiket dan Petugas Perjalanan 0.71 0.9 0.56 0.41 119,270
Penyiar berita dan DJ 0.74 0.84 0.6 0.41 25,070
Petugas Pialang 0.74 0.89 0.57 0.41 48,060
Manajer Rumah Tangga dan Pertanian 0.77 0.91 0.55 0.41 8,110
Telemarketing 0.66 0.89 0.6 0.4 81,580
Petugas Concierge 0.7 0.88 0.56 0.4 41,020
Ilmuwan Politik 0.77 0.87 0.53 0.39 5,580
Analis Berita, Reporter, Jurnalis 0.81 0.81 0.56 0.39 45,020
Ahli Matematika 0.91 0.74 0.54 0.39 2,220
Penulis Teknis 0.83 0.82 0.54 0.38 47,970
Korektor dan Penanda Bukti 0.91 0.86 0.49 0.38 5,490
Host dan Hostess 0.6 0.9 0.57 0.37 425,020
Editor 0.78 0.82 0.54 0.37 95,700
Dosen Bisnis (Pascasarjana) 0.7 0.9 0.52 0.37 82,980
Spesialis Hubungan Masyarakat 0.63 0.9 0.6 0.36 275,550
Demonstrator dan Promotor Produk 0.64 0.88 0.53 0.36 50,790
Agen Penjualan Iklan 0.66 0.9 0.53 0.36 108,100
Petugas Akun Baru 0.72 0.87 0.51 0.36 41,180
Asisten Statistik 0.85 0.84 0.49 0.36 7,200
Petugas Penyewaan dan Konter 0.62 0.9 0.52 0.36 390,300
Data Analyst 0.77 0.86 0.51 0.36 129,710
Penasihat Keuangan Pribadi 0.69 0.88 0.52 0.35 272,190
Arsiparis 0.66 0.88 0.49 0.35 7,150
Dosen Ekonomi (Pascasarjana) 0.68 0.9 0.51 0.35 12,210
Pengembang Web 0.73 0.86 0.51 0.35 85,350
Analis Manajemen 0.68 0.9 0.54 0.35 838,140
Ahli Geografi 0.77 0.83 0.48 0.35 1,460
Model 0.64 0.89 0.53 0.35 3,090
Analis Riset Pasar 0.71 0.9 0.52 0.35 846,370
Teknisi Telekomunikasi Publik 0.66 0.88 0.53 0.35 97,820
Operator Switchboard 0.68 0.86 0.52 0.35 43,830
Dosen Ilmu Perpustakaan (Pascasarjana) 0.65 0.9 0.51 0.34

4,220

 

Di sisi lain, beberapa contoh pekerjaan yang tidak cocok digantikan oleh AI antara lain perawat, pengemudi truk jarak jauh, pekerja konstruksi, pembantu rumah tangga, serta terapis pijat. Berikut penjelasannya:

 

Judul Pekerjaan Cakupan Penyelesaian Ruang Lingkup Skor Jumlah Pekerja
dalam persentase
Ahli Pengambil Sampel Darah 0.06 0.95 0.29 0.03 137,080
Asisten Perawat 0.07 0.85 0.34 0.03 1,351,760
Pekerja Penghapusan Bahan Berbahaya 0.04 0.95 0.35 0.03 49,960
Pekerja Bantu Tukang Cat dan Plester 0.04 0.96 0.38 0.03 7,700
Ahli Pengawet Mayat 0.07 0.55 0.22 0.03 3,380
Pengoperasi Pabrik dan Sistem Lainnya 0.05 0.93 0.38 0.03 15,370
Ahli Bedah Mulut dan Wajah 0.05 0.89 0.34 0.03 4,160
Pemasangan dan Perbaikan Kaca Kendaraan 0.04 0.93 0.34 0.03 16,890
Insinyur Kapal 0.05 0.92 0.39 0.03 8,860
Tukang Ban dan Pengganti 0.04 0.95 0.35 0.02 101,520
Ahli Prostodontis 0.1 0.9 0.29 0.02 570
Pembantu Produksi 0.04 0.93 0.36 0.02 181,810
Pekerja Pemeliharaan Jalan Raya 0.03 0.96 0.32 0.02 150,860
Penyedia Peralatan Medis 0.04 0.96 0.31 0.02 66,790
Pengoperasi Mesin Pengemas dan Pengisian 0.04 0.91 0.39 0.02 371,600
Pengisi Bahan dan Penyedia Mesin 0.05 0.89 0.36 0.02 44,500
Pencuci Piring 0.03 0.95 0.3 0.02 463,940
Tukang Plester dan Pekerja Beton 0.03 0.92 0.39 0.01 203,560
Pengawas Pemadam Kebakaran 0.04 0.88 0.39 0.01 84,120
Pengemudi Truk dan Traktor Industri 0.03 0.94 0.28 0.01 778,920
Teknisi Medis Oftalmik 0.04 0.89 0.33 0.01 73,390
Terapis Pijat 0.1 0.91 0.32 0.01 92,650
Asisten Bedah 0.03 0.78 0.29 0.01 18,780
Pembuat Ban 0.03 0.93 0.4 0.01 20,660
Tukang Memperbaiki Atap 0.02 0.94 0.37 0.01 4,540
Operator Kompresor Gas 0.01 0.96 0.47 0.01 4,400
Tukang Atap 0.02 0.94 0.38 0.01 135,140
Pekerja Ladang Minyak 0.01 0.95 0.39 0.01 43,830
Pembantu Rumah Tangga 0.02 0.94 0.34 0.01 836,230
Pengemudi Mesin Paving, Penghalus, dan Pemadat 0.01 0.96 0.29 0.01 43,080
Operator Peralatan Penebangan Kayu 0.01 0.95 0.36 0.01 23,720
Operator Perahu Motor 0.01 0.93 0.39 0.01 2,710
Petugas Rumah Sakit 0.0 0.76 0.18 0.0 48,710
Tukang Amplas dan Pekerja Lantai 0.0 0.94 0.34 0.0 5,070
Operator Mesin Tiang Pancang 0.0 0.98 0.24 0.0 3,010
Pengemudi Alat Perawatan Jalur Kereta Api 0.0 0.96 0.27 0.0 18,770
Pembuat Cetakan Pengecoran 0.0 0.95 0.36 0.0 11,780
Operator Pabrik Pengolahan Air 0.0 0.92 0.44 0.0 120,710
Penjaga Jembatan dan Kunci Air 0.0 0.93 0.39 0.0 3,460
Operator Keruk 0.0 0.99 0.22 0.0 940

 

Lingkup dan penyelesaian data merujuk pada penggunaanplatformAI yang dibuat oleh Microsoft Copilot dalam pekerjaan. Skor penilaian menunjukkan hasil dari pekerjaan AI.

Di sisi lain, jumlah tenaga kerja mengacu pada data yang ada di Amerika Serikat.

“Tidak ada robot yang mengaduk adonan di sini,” kata pemilik East Coast Bakery di Quinpool Road, Halifax, Gerry Lonergan, seperti dilaporkan CTVNews pekan lalu (24/7).

AI jelas akan menggantikan beberapa aspek kreatif,” katanya. “Dan mungkin saya bisa memakai AI untuk memproses data nutrisi atau menyederhanakan beberapa resep. Tapi bagaimana dengan tenaga kerjanya? Sampai robot Tesla muncul, saya rasa kami masih aman.

Ia menyebutkan adanya sentuhan kehangatan manusia dalam setiap kue kering dan roti, keterampilan yang tidak mungkin ditiru oleh mesin apa pun.

Segala sesuatu yang kami lakukan di sini berkualitas dan dilakukan secara manual. Semuanya dibuat sendiri serta segar, dan Anda tidak akan menemukan komputer yang mampu menggantikan kasih sayang yang diberikan dalam membuat produk semacam ini.

Ahli antropologi digital Giles Crouch menyatakan bahwa diskusi mengenai kecerdasan buatan mengalihkan perhatian dari hilangnya pekerjaan. Ia menggunakan alat AI setiap hari, tetapi bukan untuk menggantikan tulisan pribadinya sendiri.

Saya tidak pernah memakai AI untuk menulis,” ujar Crouch. “Namun, saya memanfaatkannya untuk membantu saya berpikir, dan antropologi memiliki banyak pengetahuan, jadi saya mengajukan berbagai pertanyaan. Kami seperti sedang berdiskusi, dan ini membantu saya dalam membuat konten serta menulis.

AI telah menggantikan beberapa jenis pekerjaan dan mungkin akan menggantikan yang lain, tetapi Crouch menyatakan bahwa dunia tidak akan berakhir.

“Diskusi telah berpindah dari rasa takut akan kehilangan pekerjaan dalam jumlah besar menjadi ‘bagaimana kita bisa memperoleh manfaat nyata dari alat-alat ini? Bagaimana AI dapat meningkatkan pekerjaan kami?” katanya.

Copyright © 2026 10drama.com