Pameran FHI 2025 Dibuka, Dorong Kolaborasi dan Praktik Berkelanjutan di F&B dan Hospitality

Pameran FHI 2025 Dibuka, Dorong Kolaborasi dan Praktik Berkelanjutan di F&B dan Hospitality

10drama.com –, JAKARTA – Pameran dagangAcara internasional yang menjangkau sektor perhotelan, makanan, dan minuman di Indonesia, Food & Hospitality Indonesia (FHI) 2025 secara resmi dibuka hari ini di Jakarta International Expo (JIExpo).

Pameran ini menekankan pentingnya kerja sama dan penerapan praktik yang berkelanjutan dalam industri makanan, minuman, dan perhotelan di Indonesia.

Lebih dari 700 produsen, distributor, dan retailer ternama di sektor kuliner dan perhotelan dari lebih dari 35 negara hadir serta berpartisipasi dalam pameran selama empat hari, 22-25 Juli.

Dengan bergabungnya Hotelex Indonesia, Finefood Indonesia, dan Retail Indonesia, FHI 2025 menjadi wadah utama dalam memperkenalkan inovasi, keberlanjutan, serta perkembangan di sektor makanan, minuman, dan perhotelan nasional.

Perayaan FHI tahun ini dibuka oleh Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf) Republik Indonesia, Teuku Riefky Harsya.

Menurutnya, FHI 2025 tidak hanya sebagai pameran produk dan teknologi terbaru, tetapi juga menjadi wadah strategis untuk memperkenalkan praktik yang berkelanjutan di berbagai sektor F&B dan perhotelan.

FHI dianggap sebagai forum yang penting bagi para pelaku industri sektor ini, baik lokal maupun internasional, agar dapat berkompetisi bersama.

FHI 2025 memberi peluang istimewa bagi sektor kreatif Indonesia agar produknya semakin unggul dalam bersaing dengan barang dari negara lain yang semakin aktif memperluas pangsa pasar internasional.

“Industri makanan dan minuman berkontribusi sekitar 38 persen terhadap PDB ekonomi kreatif dengan lebih dari 11.000 usaha. Oleh karena itu, kami sangat menghargai dan mendukung pelaksanaan FHI 2025 yang dapat memberikan dorongan bagi perkembangan dan penguatan industri kuliner serta perhotelan di Indonesia. Kami berharap agar sektor ini dapat menjadi mesin penggerak yang mendorong kemajuan industri kreatif Indonesia,” ujar Teuku.

Ia juga menambahkan, pertumbuhan ekonomi kreatif Indonesia meningkat sebesar 119 persen, sementara nilai ekspor naik sebanyak 67 persen.

Total penyerapan tenaga kerja mencapai 26,5 juta orang pada tahun 2024. Diperkirakan akan terus menghasilkan 787,6 juta kesempatan kerja dalam lima tahun mendatang, jika tren pertumbuhan ini berlanjut. Hal ini semakin menunjukkan bahwa sektor F&B dan perhotelan semakin berkembang secara inklusif dan berkelanjutan.

Juanita Soerakoesoemah sebagai Portofolio Director FHI 2025 dalam pidatinya menyampaikan bahwa FHI merupakan wujud dukungan untuk mempercepat pertumbuhan industri F&B dan perhotelan yang berkelanjutan di Indonesia.

“FHI 2025 kembali hadir dengan tujuan yang sama, yaitu mendukung keberlanjutan lingkungan serta penggunaan sumber daya yang lebih efisien. Dengan pengalaman selama hampir 30 tahun dalam mendukung perkembangan industri F&B dan perhotelan di Indonesia, penyelenggaraan FHI tahun ini tetap berkomitmen untuk memberikan dampak positif terhadap lingkungan guna mendorong kemajuan sektor ini,” ujar Juanita.

Juanita juga menambahkan bahwa hal ini didukung oleh tema dalam edisi ke-19 tahun ini, yaitu ‘Membangun Masa Depan Industri Kuliner dan Perhotelan yang Berkelanjutan.’ Selanjutnya menunjukkan bahwa FHI 2025 hadir sebagai pendorong transformasi berkelanjutan dengan menghadirkan perusahaan dan merek yang berkomitmen pada praktik ramah lingkungan di bidang makanan, minuman, dan perhotelan.

Baru-baru ini, FHI juga telah menjadi wadah untuk memperkenalkan solusi kreatif, mulai dari produk organik, efisiensi energi, hingga pengelolaan limbah pameran.

Banyak produk dan merek ternama telah menunjukkan komitmen kuat terhadap praktik berkelanjutan dan akan dipamerkan dalam acara FHI tahun ini, antara lain Allana, Avani, Beragam, Botanical Essentials, Chungcheongnam-do, Delifru, Greenfields Professional, Healthy Choice, JapfaFood, Kawan Lama Solution, Interfood, Gastro, Nisuma, Danatini, Skyherb, Scent Air, Rotaryana, Tree Nut Asia, RunPack, Unox, Uqesh, USA Pulses, Vicando, Wallex, dan sebagainya.

Sebagai bagian dari inisiatif yang berkelanjutan, FHI 2025 menyediakan berbagai zona pengalaman ramah lingkungan untuk para pengunjung. Di antaranya adalah Stasiun Pengisian Air bersama Waterhub yang mendukung kampanye #BringYourOwnTumbler, Area Powernap dari Alga dan Bobobox, serta Corner Kesehatan yang menawarkan pijatan gratis dan konsultasi mental dari Perfect Health dan NaluriLife.

Pengunjung juga bisa menikmati Light Air Zone dari ScentAir dan GLAM yang menyajikan udara segar pegunungan di tengah pameran. Di Hall D1, FHI bekerja sama dengan Noovoleum menyediakan UCollect Station untuk mengumpulkan minyak jelantah yang akan diolah menjadi bahan bakar ramah lingkungan. Pengunjung FHI 2025 dapat menggunakan kode referral: NOOVFHI25 untuk ikut serta.

Juanita juga menjelaskan bahwa sebagai pameran dagang internasional yang terkemuka, FHI menjadi wadah strategis untuk membangun jaringan bisnis secara efektif dan efisien, dengan menyediakan International Booth Pavilions dari berbagai negara seperti Amerika Serikat, Tiongkok, Kanada, Korea Selatan, Malaysia, dan Thailand.

Selain itu, terdapat area khusus bernama ‘Kaiyuan’ Plan 2025 – China Bakery & Food Pavilion yang akan hadir pertama kali di FHI 2025, menampilkan inovasi dari lebih dari 20 perusahaan ternama di sektor roti Tiongkok melalui demo langsung dan stan interaktif.

Lomba Kuliner dan Pariwisata di FHI 2025

Tahun ini, FHI 2025 juga menyajikan berbagai acara dan kompetisi yang menarik, salah satunya adalah kompetisi minuman internasional 2026 World Fashion Drinks Competition (WFDC) yang pertama kalinya diadakan di Indonesia.

Kegiatan ini diadakan oleh Shanghai SinoexpoInforma Markets yang didukung oleh LMK, Senfienta, Alpine Cool, Mengniu Dairy Professionals, dan Scotsman Ice Systems (Shanghai) Co., Ltd. WFDC Indonesia juga menjadi wadah bagi bartender profesional, perwakilan merek minuman, barista, mahasiswa kuliner, serta kreator minuman independen untuk menunjukkan kreativitas dan berkompetisi memperebutkan tiket menuju babak final di Shanghai 2026.

Tidak hanya sampai di sana, FHI 2025 kembali menyajikan berbagai jenis kompetisi seperti; Indonesia Coffee Events (ICE) dengan kompetisi Hometown Indonesia Latte Art Scholar (HILACS25) yang diselenggarakan oleh Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI).

Berdasarkan pernyataan Ketua Umum AKSI SCAI Daryanto Witarsa, kompetisi ini telah melalui tahap penjurian secara online sebelumnya. Lebih dari 80 Latte Artist telah mengirimkan karya mereka dalam babak Online Preliminary HILACS25.

“Saat ini ada 40 peserta yang telah terpilih untuk mengikuti tahap kompetisi langsung yang akan diadakan dalam HILACS25 pada pameran FHI 2025. Peserta akan diuji kemampuannya dalam tiga babak; Throwdown, Semifinal Stage Presentation dan Art Bar, serta babak Final Stage Presentation. Dengan demikian, juara Latte Art akan muncul dari acara ini,” ujar Daryanto.

Selain kompetisi tersebut, terdapat pula ajang lain seperti The 14th Salon Culinaire yang diselenggarakan oleh Association of Culinary Professionals (ACP), Hotelicious Thematic Bed Making Competition yang diadakan oleh BINUS Business Hotel Management dengan dukungan dari King Koil, Jakarta Best Sommelier Competition oleh Indonesia Sommelier Association (ISA), serta Ready-to-Drink Cocktails in a Can Competition oleh Indonesian Food & Beverage Executive Association (IFBEC) yang akan menonjolkan kreativitas, rasa, dan ketajaman bisnis dalam salah satu sektor industri minuman yang paling cepat berkembang.

Kompetisi yang eksklusif ini secara bangga diadakan oleh Indonesian Food & Beverage Executive Association (IFBEC) bekerja sama dengan FHI. Ketua IFBEC, I Ketut Darmayasa, S.I.P, MM, CHT, menjelaskan singkat mengenai kompetisi ini yang menjadi ajang inovasi bagi para bartender dan mixologist untuk menunjukkan kreativitas mereka dalam menciptakan minuman siap saji berkualitas premium, tetapi tetap praktis dan memiliki rasa yang stabil.

Kompetisi ini menunjukkan tren dunia di mana konsep RTD (Ready-to-Drink) menjadi jawaban modern bagi sektor hotel dan restoran dalam menyajikan minuman khas tanpa mengorbankan rasa maupun penampilan.

Kompetisi ini diikuti sekitar 20 tim yang terpilih, berasal dari hotel berbintang, restoran mewah, dan merek minuman ternama di Indonesia,” katanya.

Untuk kategori utama kompetisi yang penting, yaitu; Signature RTD Cocktails, menonjolkan inovasi rasa dan ciri khas lokal; sementara kategori Low & No Alcohol RTD Cocktails, lebih sesuai dengan tren minuman sehat dan ramah lingkungan.

Menyediakan lebih dari 5 panel juri yang independen, terdiri dari praktisi mixology internasional, Brand Ambassador global, serta perwakilan IFBEC yang berpengalaman dalam menilai aspek teknis, rasa, estetika, dan keberlanjutan sesuai dengan misi FHI 2025.(ray/jpnn)

Dorong Kolaborasi dan Berkelanjutan, FHI 2025 Resmi Hadir untuk Industri F&B dan Wisata

Dorong Kolaborasi dan Berkelanjutan, FHI 2025 Resmi Hadir untuk Industri F&B dan Wisata

10drama.com –– Sebagai salah satu pameran dagang yang paling terkenal di kawasan Asia Tenggara, Food & Hospitality Indonesia (FHI) 2025 kembali hadir dengan cakupan yang lebih luas dan partisipasi dari berbagai negara. Acara ini menjadi ajang penting bagi para pemain industri untuk memperkenalkan produk andalan, membangun kerja sama, serta menggali tren dan inovasi terkini dalam sektor kuliner dan perhotelan.

Lebih dari 700 produsen, distributor, dan retailer ternama di sektor kuliner dan perhotelan dari lebih dari 35 negara hadir dalam pameran Food & Hospitality Indonesia (FHI) 2025 yang secara resmi dibuka hari ini. Bersama Hotelex Indonesia, Finefood Indonesia, dan Retail Indonesia, acara yang berlangsung selama empat hari mulai tanggal 22-25 Juli di Jakarta International Expo (JIExpo), Jakarta ini menyajikan pameran dagang terkemuka yang senantiasa mendorong inovasi, keberlanjutan, serta perkembangan industri melalui pengalaman dinamis yang berskala internasional bagi pelaku bisnis makanan, minuman, dan perhotelan di Indonesia.

Perayaan FHI tahun ini dibuka oleh Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf) Republik Indonesia, Teuku Riefky Harsya. Menurutnya, FHI 2025 tidak hanya menjadi ajang pameran produk dan teknologi terbaru, tetapi juga sebagai forum strategis untuk mempromosikan praktik yang berkelanjutan di seluruh sektor F&B dan perhotelan. FHI juga dianggap sebagai wadah penting bagi pelaku industri di sektor tersebut, baik lokal maupun internasional, agar dapat bersinergi. FHI 2025 memberikan kesempatan emas bagi industri kreatif Indonesia agar produknya semakin kompetitif dalam bersaing dengan produk dari negara lain yang semakin agresif memperluas pangsa pasar global.

“Industri makanan dan minuman berkontribusi sekitar 38% terhadap PDB ekonomi kreatif dengan lebih dari 11.000 usaha. Oleh karena itu, kami sangat menghargai dan mendukung pelaksanaan FHI 2025 yang diharapkan dapat memberikan dorongan bagi perkembangan dan penguatan industri kuliner serta perhotelan di Indonesia. Semoga sektor ini dapat menjadi mesin penggerak yang mendorong kemajuan industri kreatif nasional,” ujar Teuku.

Ia juga menambahkan bahwa nilai tambah ekonomi kreatif Indonesia meningkat sebesar 119%, sementara nilai ekspornya naik 67%. Total jumlah tenaga kerja yang terserap mencapai 26,5 juta orang pada tahun 2024. Diperkirakan akan tercipta sebanyak 787,6 juta lapangan kerja dalam lima tahun mendatang, jika pertumbuhan ini berlanjut. Hal ini menunjukkan semakin berkembangnya industri F&B dan hospitality secara inklusif serta berkelanjutan.

Juanita Soerakoesoemah selaku Portofolio Director FHI 2025 dalam pidatinya menyampaikan bahwa FHI merupakan wujud dukungan terhadap percepatan perkembangan industri F&B dan perhotelan yang berkelanjutan di Indonesia.

“Kembali hadir dengan tujuan yang sama, FHI 2025 bertekad untuk mendukung keberlanjutan lingkungan serta penggunaan sumber daya yang lebih efisien. Berkat pengalamannya yang telah berlangsung hampir 30 tahun dalam mendukung pertumbuhan industri F&B dan perhotelan di Indonesia, penyelenggaraan FHI tahun ini tetap berkomitmen untuk memberikan dampak positif terhadap lingkungan guna mendorong perkembangan sektor tersebut,” ujar Juanita.

Juanita juga menambahkan bahwa hal ini didukung oleh tema dalam edisi ke-19 tahun ini, yaitu ‘Membangun Masa Depan Industri Kuliner dan Perhotelan yang Berkelanjutan.’ Selanjutnya, FHI 2025 hadir sebagai pemicu transformasi berkelanjutan dengan menghadirkan perusahaan dan merek yang berkomitmen pada praktik ramah lingkungan di sektor makanan, minuman, dan perhotelan. Terakhir, FHI juga menjadi wadah untuk memperkenalkan solusi inovatif, mulai dari produk organik, efisiensi energi, hingga pengelolaan limbah pameran.

Banyak produk dan merek ternama telah menunjukkan komitmen kuat terhadap praktik keberlanjutan dan akan dipamerkan dalam ajang FHI tahun ini, seperti Allana, Avani, Beragam, Botanical Essentials, Chungcheongnam-do, Delifru, Greenfields Professional, Healthy Choice, Japfa Food, Kawan Lama Solution, Interfood, Gastro, Nisuma, Danatini, Skyherb, Scent Air, Rotaryana, Tree Nut Asia, RunPack, Unox, Uqesh, USA Pulses, Vicando, Wallex, dan lainnya.

Sebagai bagian dari inisiatif yang berkelanjutan, FHI 2025 menyediakan berbagai zona pengalaman ramah lingkungan untuk para pengunjung. Di antaranya adalah Stasiun Pengisian Air bersama Waterhub yang mendukung kampanye #BringYourOwnTumbler, Area Powernap dari Alga dan Bobobox, serta Corner Kesehatan yang menawarkan pijatan gratis dan konsultasi mental dari Perfect Health dan Naluri Life.

Pengunjung juga bisa menikmati Light Air Zone dari ScentAir dan GLAM yang menyajikan udara segar pegunungan di tengah pameran. Di Hall D1, FHI bekerja sama dengan Noovoleum menyediakan UCollect Station untuk mengumpulkan minyak jelantah yang akan diolah menjadi bahan bakar ramah lingkungan. Pengunjung FHI 2025 dapat menggunakan kode referral: NOOVFHI25 untuk ikut berpartisipasi.

 

Juanita juga menjelaskan bahwa sebagai pameran dagang internasional yang terkemuka, FHI menjadi wadah strategis untuk membangun jaringan bisnis secara efektif dan efisien, dengan menghadirkan International Booth Pavilions dari berbagai negara seperti Amerika Serikat, Tiongkok, Kanada, Korea Selatan, Malaysia, dan Thailand. Selain itu, terdapat area khusus ‘Kaiyuan’ Plan 2025 – China Bakery & Food Pavilion yang pertama kali hadir di FHI 2025, menampilkan inovasi dari lebih dari 20 perusahaan ternama di industri roti Tiongkok melalui demo langsung dan booth interaktif.

Lomba Kuliner dan Pariwisata di FHI 2025

Pada tahun ini, FHI 2025 juga menyajikan berbagai acara dan kompetisi yang menarik, salah satunya adalah kompetisi minuman internasional 2026 World Fashion Drinks Competition (WFDC) yang pertama kalinya diadakan di Indonesia. Kompetisi ini diselenggarakan oleh Shanghai Sinoexpo Informa Markets dengan dukungan dari LMK, Senfienta, Alpine Cool, Mengniu Dairy Professionals, serta Scotsman Ice Systems (Shanghai) Co., Ltd. WFDC Indonesia menjadi kesempatan bagi para bartender profesional, perwakilan merek minuman, barista, mahasiswa kuliner, dan kreator minuman independen untuk menunjukkan kreativitas mereka dan bersaing memperebutkan tiket menuju babak final di Shanghai 2026.

Tidak hanya sampai di sana, FHI 2025 kembali menyajikan berbagai macam kompetisi seperti; Indonesia Coffee Events (ICE) dengan kompetisi Hometown Indonesia Latte Art Scholar (HILACS25) yang diselenggarakan oleh Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI). Menurut Daryanto Witarsa, sebagai Ketua Umum AKSI SCAI, kompetisi ini telah melalui proses penjurian secara online sebelumnya. Ada lebih dari 80 Latte Artist yang telah mengirimkan karya mereka dalam babak Online Preliminary HILACS25.

“Pada saat ini, terdapat 40 peserta yang telah dipilih untuk mengikuti tahap kompetisi luring yang berlangsung di HILACS25 dalam pemeran FHI 2025. Peserta akan diuji kemampuannya dalam tiga babak; Throwdown, Semifinal Stage Presentation dan Art Bar, serta babak Final Stage Presentation. Dengan demikian, juara Latte Art nantinya akan muncul dari acara ini,” ujar Daryanto.

Selain kompetisi tersebut, masih ada kompetisi lain seperti The 14th Salon Culinaire yang diselenggarakan oleh Association of Culinary Professionals (ACP), Hotelicious Thematic Bed Making Competition yang diadakan oleh BINUS Business Hotel Management dengan dukungan dari King Koil, Jakarta Best Sommelier Competition oleh Indonesia Sommelier Association (ISA), serta Ready-to-Drink Cocktails in a Can Competition yang diselenggarakan oleh Indonesian Food & Beverage Executive Association (IFBEC) yang akan menonjolkan kreativitas, rasa, dan ketajaman bisnis di salah satu segmen industri minuman yang paling cepat berkembang.

Kompetisi yang eksklusif ini secara bangga diselenggarakan oleh Indonesian Food & Beverage Executive Association (IFBEC) bekerja sama dengan FHI. Ketua IFBEC, I Ketut Darmayasa, S.I.P, MM, CHT, menjelaskan secara singkat mengenai kompetisi ini yang menjadi ajang inovasi bagi para bartender dan mixologist untuk menunjukkan kreativitas mereka dalam menciptakan minuman siap saji berkualitas premium, tetapi tetap praktis dan memiliki rasa yang konsisten.

“Kompetisi ini menunjukkan tren dunia di mana konsep RTD (Ready-to-Drink) menjadi jawaban modern bagi sektor hotel dan restoran dalam menyajikan minuman khas tanpa mengorbankan rasa maupun penampilan. Kompetisi ini diikuti sekitar 20 tim yang terpilih, berasal dari hotel berbintang, restoran mewah, serta merek minuman ternama di Indonesia,” katanya.

Untuk kategori utama kompetisi yang penting, yaitu; Signature RTD Cocktails, menonjolkan inovasi rasa dan ciri khas lokal; sementara kategori Low & No Alcohol RTD Cocktails, lebih sesuai dengan tren minuman sehat dan ramah lingkungan. Menyediakan lebih dari 5 juri independen, terdiri dari ahli mixology internasional, Brand Ambassador global, serta perwakilan IFBEC yang berpengalaman dalam penilaian teknis, rasa, estetika, dan keberlanjutan sesuai dengan tujuan FHI 2025.

Berbagai Macam Seminar Industri dan Keberlanjutan

Tersedia berbagai workshop menarik, antara lain Wine Master Class dari ISA, Interior Design Clinic oleh Rukita, Gelato Workshop oleh Gastro Gizi Sarana, serta Art Workshop with Natural Pigments dari Rekalagam, yang akan mengajak peserta mengeksplorasi kreativitas berkelanjutan melalui lokakarya ramah lingkungan di FHI 2025.

Di dalam workshop Rekalagam, peserta akan diajarkan cara mengubah sampah menjadi karya yang luar biasa dengan membuat hiasan rumah menggunakan pigmen alami dari bahan organik sehari-hari.

Dibimbing oleh seniman yang peduli terhadap lingkungan, peserta dapat belajar teknik pewarnaan alami, penggunaan warna, dan desain yang ramah lingkungan serta membawa pulang karya unik yang dihasilkan oleh peserta tersebut.

 

Manajer Komunikasi Pemasaran FHI 2025, Leonarita Hutama juga menambahkan bahwa berbagai lomba dan kegiatan menarik yang disajikan dalam FHI 2025 diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap perkembangan industri nasional.

“FHI tidak hanya berfungsi sebagai pameran produk industri, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi para pelaku usaha dan pengusaha di bidang ini. FHI 2025 juga menyajikan berbagai seminar industri serta seminar tentang keberlanjutan yang diharapkan mampu mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan,” kata Leonarita.

Leona menyebutkan beberapa seminar industri yang diselenggarakan oleh asosiasi dan lembaga di sektor ini, antara lain: ASEAN American Epicurean Table Seminar yang diselenggarakan oleh U.S. Meat Export Federation; Global Beverage Services Solution Provider oleh Damin; Business Breakfast oleh Saladplate dan Global Data; Timeless Craft – Sustainable Future oleh Alga dan Wisewool; The Importance of the Media Industry in HORECA oleh Epicure; Coffee Talk oleh Dewan Kopi Indonesia; Seminar Sertifikasi Halal dan Standar Higienis oleh LPPOM; serta Bulog Seminar.

Selain itu, FHI 2025 juga menyediakan berbagai seminar mengenai keberlanjutan dengan topik menarik seperti Sustainable Water Solutions for the Future of HORECA oleh Waterhub, Sesi Seminar oleh Persatuan Orang Tua Anak dengan Down Syndrome (POTADS), Beyond the Fryer: UCO and Renewable Energy Innovation in Hotels & Restaurants oleh Noovoleum, Sustainable Innovation in Hospitality bersama Sentian, Evolve, dan MVB dalam tema “Built for Efficiency” dan “Who Pays the Climate Price?” serta “Sustainability for Businesses: It’s more than just Plastic” dan “Ecosystem of Value” oleh Magalarva. Selain itu, FHI juga menyediakan akses jaringan bisnis melalui FHI Business Matching Programme, FHI TV Programme, Red Bull Party Truck dan Lalamove Recharge Station serta banyak lagi acara menarik lainnya.

Sebagai penutup, Juanita menegaskan bahwa digitalisasi adalah faktor pendorong yang meningkatkan efisiensi dan mendukung Indonesia dalam mencapai tingkat pendapatan tinggi pada tahun 2045.

“FHI mempercepat pertumbuhan yang berkelanjutan di sektor F&B di Indonesia dalam kerangka ‘Indonesia 4.0’ melalui FHI Digital Showroom yang didukung oleh Saladplate, guna menampilkan pasokan produk F&B dan perhotelan yang dapat membuka peluang ekspansi ke pasar internasional,” kata Juanita.

Terlebih lagi, FHI selalu konsisten menjadi pameran bisnis terkemuka yang unggul dengan terus memperluas jangkauannya untuk mendukung sektor perhotelan, makanan, dan minuman secara menyeluruh ke tingkat yang lebih tinggi. Selain itu, FHI tetap konsisten sebagai pameran bisnis terdepan yang berprestasi dengan terus memperluas cakupannya guna mendukung sektor perhotelan, makanan, dan minuman secara menyeluruh menuju tingkat yang lebih tinggi. Lebih lanjut, FHI selalu konsisten menjadi ajang bisnis terkemuka yang unggul dengan terus memperluas ruang lingkupnya untuk mendukung sektor perhotelan, makanan, dan minuman secara menyeluruh ke level yang lebih tinggi. Sebaliknya, FHI tetap menjaga posisinya sebagai pameran bisnis terdepan yang berkompeten dengan terus memperluas cakupannya agar dapat mendukung sektor perhotelan, makanan, dan minuman secara menyeluruh pada tingkat yang lebih baik.

FHI terus mendukung pertumbuhan industri di bidang ini, yang turut berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diperkirakan mencapai kisaran 4,7% hingga 5,2% pada tahun 2025.

Sampai hari pembukaan berlangsung, FHI 2025 telah dikunjungi oleh ribuan pengunjung yang telah mendaftar secara online untuk mendapatkan akses masuk gratis selama empat hari pameran. Perkiraan jumlah pengunjung akan terus bertambah karena pendaftaran di lokasi masih tersedia untuk pengunjung yang datang langsung hingga hari terakhir pameran pada 25 Juli mendatang.

Calon pengunjung FHI 2025 hanya perlu mendaftar sebesar Rp. 150.000,- di pintu masuk Hall JIEXPO. Informasi tambahan bisa ditemukan melaluihttps://www.foodhospitalityindonesia.com/dan akun media sosial resmi FHI di Instagram @foodhospitalityindonesia_fhi, Facebook dan LinkedIn Food & Hospitality Indonesia, serta kanal YouTube Food & Hospitality Series_ID.

5 Resep Pare Lezat Tanpa Rasa Pahit, Menggugah Selera!

5 Resep Pare Lezat Tanpa Rasa Pahit, Menggugah Selera!

Banyak orang tidak menyukai pare karena rasanya yang getir. Padahal, sayuran ini mengandung banyak asam folat yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

Dalam artikel ini, Popbelaakan menyajikan 5 resep masakan pare yang enak dan pastinya tidak pahit. Lihat detailnya di bawah ini,ya

1. Telur dadar pare

Bahan-bahan:

  1. ‌4 butir telur 

  2. ‌1/2 buah pare  

  3. ‌5 siung bawang merah 

  4. ‌3 siung bawang putih 

  5. ‌1 batang daun bawang 

  6. ‌Garam secukupnya 

  7. ‌Kaldu bubuk secukupnya 

  8. ‌Lada secukupnya.

Cara membuat:

  1. Siapkan terong, lalu buang bijinya. Setelah itu, iris secara tipis dan taburi dengan 1 sendok makan garam.

  2. Kemudian, peras buah pare hingga mengeluarkan cairan agar mengurangi rasa pahitnya.

  3. Bersihkan pare dengan air mengalir, kemudian siapkan penggorengan dan panaskan sedikit minyak.

  4. Masukkan pare, lalu masak hingga layu, kemudian angkat.

  5. Berikut adalah beberapa variasi dari kalimat tersebut: 1. Selanjutnya, siapkan wadah untuk mengolah adonan telur goreng. 2. Setelah itu, persiapkan wadah guna membuat adonan telur dadar. 3. Lanjutkan dengan menyiapkan wadah untuk mencampur adonan telur dadar. 4. Berikutnya, siapkan wadah yang akan digunakan untuk membuat adonan telur dadar. 5. Kemudian, persiapkan wadah agar bisa membentuk adonan telur dadar. 6. Seterusnya, siapkan wadah dalam rangka membuat adonan telur dadar. 7. Selanjutnya, siapkan wadah untuk mengaduk adonan telur dadar. 8. Setelah itu, siapkan wadah sebagai tempat untuk membuat adonan telur dadar. 9. Berikutnya, persiapkan wadah yang akan digunakan dalam proses pembuatan adonan telur dadar. 10. Kemudian, siapkan wadah untuk mempersiapkan adonan telur dadar.

  6. Pecahkan telur, kemudian tambahkan bawang merah dan bawang putih yang diuleg. Aduk hingga merata.

  7. Tambahkan irisan daun bawang, garam, kaldu bubuk, merica, dan pare yang telah ditumis ke dalam adonan telur sebelumnya. Aduk hingga semua bahan tercampur merata.

  8. Panaskan minyak dengan api kecil, kemudian tumis telur dadar pare hingga bagian bawahnya berwarna cokelat.

  9. Jika sudah berwarna coklat, balikkan telur dan biarkan beberapa saat.

  10. Sisihkan telur dadar pare ke piring.

  11. Telur goreng daun pare siap disajikan dengan nasi panas.

2. Isi daging yang telah direbus

Bahan-bahan:

  1. 1 kilogram terong, buang bagian putihnya, kemudian potong menjadi beberapa potongan

  2. ‌350 gram daging cincang

  3. ‌2 butir telur

  4. ‌1 buah bawang bombai

  5. 1 sendok teh rasa sapi

  6. 1 sendok teh saus tiram

  7. ‌1 sendok teh oregano

  8. 1/2 sendok teh biji jintan

  9. ‌Garam secukupnya

  10. ‌Lada secukupnya

  11. ‌Kaldu bubuk

Cara membuat:

  1. Sebelum dimasak, celupkan irisan pare ke dalam air garam beberapa saat. Ini mampu mengurangi rasa pahitnya.

  2. Siapkan mangkuk berukuran besar, kemudian masukkan daging, telur, bawang bombai, bumbu penyedap, kecap asin, oregano, ketumbar, garam, dan merica. Aduk campuran daging hingga merata.

  3. Masukkan adonan daging ke dalam bagian tengah pare hingga padat.

  4. Panaskan panci pengukus hingga air mendidih. Selanjutnya, kukus pare yang berisi daging hingga matang selama 15 hingga 20 menit.

  5. Sajikan dengan kaldu atau saus manis asam.

3. Cara membuat pare goreng tepung

Bahan-bahan:

  1. 100 gram pare, potong tipis dan buang bagian tengahnya

  2. ‌50 ml air

  3. ‌50 gram tepung beras

  4. ‌10 gram tepung tapioka

  5. ‌garam secukupnya

  6. ‌kaldu bubuk secukupnya.

Bumbu halus:

  1. ‌2 siung bawang putih

  2. ‌1 siung bawang putih

  3. ‌1/2 ruas kunyit

  4. ‌1/4 sendok teh ketumbar

Cara membuat:

  1. Sebelum dimasak, pare perlu direndam dalam campuran air garam dan gula selama satu jam. Tujuannya adalah untuk mengurangi rasa pahitnya. Setelah itu, cuci dan keringkan hingga benar-benar kering.

  2. Selanjutnya, siapkan adonan tepung yang digunakan untuk menggoreng pare.

  3. Siapkan wadah, kemudian masukkan tepung tapioka, beras, bumbu halus, garam, dan penyedap rasa. Aduk hingga merata.

  4. Berikan air secara perlahan agar tidak terlalu cair. Setelah itu, masukkan potongan pare ke dalam adonan.

  5. Panaskan minyak, lalu tumis pare dengan api sedang hingga matang. Angkat dan sisihkan.

  6. Pare goreng siap disajikan sebagai pelengkap nasi yang masih panas.

  7. Untuk meningkatkan rasa, kamu dapat menyajikannya dengan sambal kacang atau saus cabai.

4. Resep sambal pare

Bahan-bahan:

  1. 1 ekor terong, dikupas dan dipotong

  2. 100 gram ikan teri, dicuci hingga bersih lalu digoreng

  3. 80 gram cabai merah kriting

  4. ‌50 ml air

  5. 5 buah cabai merah kriting, potong tipis

  6. ‌3 buah bawang merah

  7. ‌2 siung bawang putih

  8. ‌1 sdt garam

  9. ‌1/4 sdt gula pasir

  10. ‌1/4 sdt penyedap jamur

  11. ‌Minyak sayur secukupnya

Cara membuat:

  1. Campurkan pare dengan sedikit garam, kemudian biarkan selama lima menit. Tujuannya adalah agar pare tidak terlalu pahit saat dimakan.

  2. Kemudian bilas dan letakkan pare di bawah air mengalir.

  3. Kupas bawang merah, bawang putih, dan cabai merah. Simpan sementara.

  4. Panaskan minyak, kemudian masak bumbu yang sudah dihaluskan hingga aromanya tercium.

  5. Masukkan pare, cabai merah yang dipotong tipis, dan air, kemudian aduk hingga merata.

  6. Tambahkan ikan teri, garam, gula, dan penyedap jamur sesuai selera. Aduk hingga merata dan cek rasa.

  7. Angkat dan sajikan sambal pare bersama nasi yang masih panas.

5. Tumis pare teri

Bahan-bahan:

  1. 1 buah terong, buang bijinya, potong tipis

  2. 100 gram ikan teri Medan, digoreng

  3. 6 siung bawang merah, potong halus

  4. 4 siung bawang putih, potong halus

  5. 3 buah cabai hijau, potong miring

  6. 5 buah cabai merah, potong miring

  7. 3 buah cabai merah keriting, potong miring

  8. ‌2 lembar daun salam

  9. ‌2 cm lengkuas, memarkan

  10. ‌1 sdt gula pasir

  11. ‌1sdt garam

  12. ‌50 ml air

  13. ‌1 sdm saus tiram

  14. 2 sendok makan minyak, untuk menggoreng

Cara membuat

  1. Panaskan minyak, lalu masak semua bahan yang telah diiris. Tambahkan daun salam dan lengkuas, lalu masak hingga aromanya tercium.

  2. Masukkan pare, air, dan saus tiram. Aduk hingga merata. Masak sampai bumbu terserap.

  3. Tambahkan ikan teri Medan, garam, dan gula, lalu aduk hingga merata. Masak hingga matang.

  4. Angkat dan sajikan masakan pare teri hingga matang.

Itulah beberapa resep olahansudah saatnya mencari yang enak dan pastinya tidak pahit. Kira-kira, kamu ingin recookresep yang mana dulu, ini?

5 Cara Masak Ayam yang Sedang Viral, Tidak Menyebalkan 7 Cara Memasak Tahu Putih yang Mudah Namun Lezat

4 Tren Kuliner 2025 yang Harus Diketahui Bisnis Makanan

4 Tren Kuliner 2025 yang Harus Diketahui Bisnis Makanan

Untuk menghadapi perubahan di industri makanan dan tantangan yang dihadapi pelaku bisnis kuliner, empat tren terbaru dalam dunia kuliner diperkenalkan melalui Future Menu 2025 oleh Unilever Food Solutions.

Inisiatif ini dibuat berdasarkan studi mendalam mengenai perubahan kecenderungan konsumen, dampak globalisasi dalam dunia kuliner, serta masukan dari koki profesional di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Berikut 10drama.com –telah mengumpulkan data mengenai 4 tren kuliner tahun 2025 untuk menghadapi persaingan bisnis makanan.Check it out!

Tantangan yang dihadapi pelaku usaha di sektor kuliner kini semakin sulit

Perubahan pola konsumsi, meningkatnya biaya operasional, dan persaingan yang semakin sengit menjadi tantangan utama dalam industri makanan saat ini.

Selain rasa, konsumen saat ini juga mempertimbangkan faktor nilai, penampilan, pengalaman menyantap, serta asal bahan yang digunakan.

Oleh karena itu, pelaku usaha kuliner diharuskan lebih fleksibel dan kreatif dalam mengembangkan hidangan yang tidak hanya enak, tetapi juga memiliki daya tarik tersendiri di hati konsumen saat ini.

Inilah yang menjadi alasan munculnya inisiatif Future Menu 2025. Seperti yang diungkapkan oleh Chef Ronald Tokilov.

“Future Menu hadir bukan hanya sebagai sumber ide resep, tetapi juga sebagai alat bantu bisnis kuliner dalam menghadapi berbagai tantangan yang terus berkembang,” katanya dalam acara ‘Unilever Food Solutions: Launching 4 Future Menu 2025’, pada Kamis (17/7/2025).

Empat perkembangan terkini dalam dunia kuliner pada tahun 2025

Empat tren kuliner 2025 diambil berdasarkan pengumpulan data dan masukan dari 250 koki profesional, ditambah ribuan umpan balik dari pelaku industri makanan di berbagai negara. Berikut daftarnya:

1. Street Food Couture

Tren ini mengangkat hidangan kaki lima ke tingkat yang lebih mewah. Ciri khas makanan jalanan tetap dipertahankan, namun disajikan dengan bahan yang lebih baik dan cara memasak yang lebih terampil.

Akibatnya, menu menjadi lebih menarik baik dari segi rasa maupun penampilan, tanpa perlu meningkatkan biaya operasional secara besar-besaran. Sesuai untuk pengusaha yang ingin memperkuat daya tarik hidangan tanpa kehilangan ciri khas lokal.

2. Borderless Cuisine

Tren ini menggabungkan tradisi masakan dari berbagai negara secara seimbang. Kombinasi rasa dan metode memasak lintas budaya ditampilkan melalui hidangan yang baru dan penuh imajinasi.

Tujuan tidak hanya untuk mengeksplorasi rasa, tetapi juga menghadirkan pengalaman makan yang sesuai dalam dunia yang semakin saling terkait.

3. Culinary Roots

Pemeliharaan kuliner lokal menjadi prioritas utama, dengan memperkenalkan bahan-bahan lokal dan metode memasak tradisional sebagai kekuatan inti. Inisiatif ini merespons meningkatnya minat masyarakat terhadap hidangan yang kaya akan nilai budaya.

Warisan rasa dari berbagai daerah di Indonesia menjadi dasar dalam menciptakan hidangan autentik yang tetap sesuai dengan perkembangan zaman.

4. Dinner Design

Melalui tren ini, makan bukan hanya tentang rasa, tetapi juga pengalaman. Dengan penyajian yang melibatkan konsumen secara langsung, setiap hidangan menjadi lebih menarik dan terasa lebih dekat.

Kisah di balik hidangan turut disajikan, membuat momen makan menjadi lebih menyenangkan dan bermakna.

Meskipun tren ini bersifat global, terdapat sentuhan lokal dari ratusan chef terkenal.

Tren kuliner terkini ini memang muncul dari pengamatan di berbagai negara. Namun sebelum diterapkan, banyak koki terkenal memberikan saran agar tetap sesuai dengan kebiasaan makan di sini.

Bagi pengusaha, tantangannya ialah bagaimana menghadirkan gagasan-gagasan baru tanpa mengabaikan rasa khas daerah. Di tengah derasnya pengaruh makanan luar negeri, mempertahankan ciri khas sendiri semakin menjadi hal yang penting.

Sistem seperti Future Menu 2025 menjadi salah satu metode untuk terus berkembang, namun tetap berakar pada identitas masakan Indonesia.

Berikut adalah beberapa tren kuliner 2025 yang bisa dijadikan panduan menghadapi persaingan bisnis makanan. Dengan memahami perubahan preferensi pelanggan dan menerapkan inovasi yang sesuai, pelaku usaha dapat tetap bersaing tanpa kehilangan ciri khas lokal.

Penjelajahan Makanan Tradisional Solo yang Kaya Nutrisi, Lezat, dan Bergizi 7 Saran Kuliner Khas di Wilayah Sudirman Hwang In Yeop Menggelar Fanmeeting di Jakarta, Minta Saran Tempat Makan Khas Lokal

Copyright © 2026 10drama.com