7 Tips Perawatan Mobil Matic yang Terlupakan, Nomor 5 Mengejutkan!

7 Tips Perawatan Mobil Matic yang Terlupakan, Nomor 5 Mengejutkan!

Lintaskriminal.co.id –Kendaraan otomatis kini menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia karena kepraktisan dan kenyamanannya saat berkendara. Namun jangan salah,biaya perbaikan transmisi otomatis bisa membuat keuangan terganggujika Anda salah dalam perawatan. Sejauh ini, banyak pemilik mobil hanya memperhatikan penggantian oli transmisi, padahal terdapat beberapa langkah penting lain yang sering diabaikan.

Sebagai jurnalis otomotif yang telah lama mengikuti perkembangan teknologi kendaraan, saya merangkum7 cara merawat mobil matic yang penting diketahui.

1. Jangan terlambat mengganti oli transmisi

Memang biasa, tapi ini yang paling penting. Oli transmisi otomatis memiliki masa pakai, biasanya setiap 40.000 km atau sesuai anjuran pabrikan.Keterlambatan mengganti oli dapat menyebabkan perpindahan gigi terasa kasar bahkan memicu kerusakan gearbox.

2. Gunakan pelumas sesuai anjuran pabrikan

Jangan tergoda dengan oli yang murah. Transmisi matic membutuhkanAutomatic Transmission Fluid (ATF)khusus sesuai dengan standar pabrikan. Memilih oli yang tidak tepat dapat menyebabkan komponen mengalami keausan lebih cepat.

3. Nyalakan Kendaraan Sebelum Berkendara

Kebiasaan memanaskan mesin tidak hanya berlaku untuk mobil manual. Pada mobil matic, tindakan ini menyebabkansirkulasi minyak transmisi lebih stabilsehingga perpindahan gigi menjadi lebih halus.

4. Jangan Lakukan Perpindahan Tuas Secara Asal-Asalan

Sering berpindah dari D ke R atau sebaliknya tanpa menghentikan secara menyeluruh? Itu kesalahan yang sangat serius!Gearbox bisa cepat ausjika kebiasaan ini terus dilakukan

5. Perawatan Berkala dan Pemeriksaan Sistem Kelistrikan Transmisi

Banyak pemilik mobil automatic sering lupa bahwasistem listrik memiliki peran pentingpada sistem transmisi otomatis. Sensor, solenoid, hingga ECU perlu diperiksa secara berkala. Inilah yang sering menyebabkan kekecewaan pemilik kendaraan saat biaya perawatan meningkat tajam.

6. Pertahankan Suhu Mesin dan Transmisi

Transmisi otomatis rentan terhadap panas. Pastikanradiator, pengkondisi minyak, dan sistem pendinginbekerja secara maksimal. Jangan meremehkan lampu indikator panas, karena bisa menjadi tanda bahwa transmisi otomatis sedang dalam kondisi berbahaya.

7. Gunakan Mode Berkendara secara Bijaksana

Banyak kendaraan bertransmisi otomatis saat ini memiliki mode Eco, Sport, serta Manual. Gunakan sesuai dengan keperluan.Beberapa mode dapat menyebabkan penggunaan bahan bakar yang boros dan memperpendek masa pakai transmisi.

Perawatan mobil matic memang memerlukan perhatian khusus.Bukan hanya tentang pergantian olinamun juga disiplin dalam kebiasaan berkendara dan perawatan rutin. Dengan menerapkan tips di atas, mobil matic Anda tetap dapat bertahan lama, nyaman digunakan, serta menghindari biaya perbaikan yang tinggi.***

Bahaya Menurunkan Kaki Kanan Saat Berhenti Naik Motor

Bahaya Menurunkan Kaki Kanan Saat Berhenti Naik Motor

MAKASSAR, 10drama.com – Ketika mengendarai sepeda motor, banyak pengemudi sering kali tidak memperhatikan hal-hal kecil seperti posisi kaki saat berhenti.

Namun, posisi kaki ini ternyata berdampak signifikan terhadap keselamatan pengemudi.

Menurut Wanny Dewa, instruktur safety riding dari Astra Motor Sulawesi Selatan, cara yang tepat saat turun dari sepeda motor adalah dengan mengangkat kaki kiri terlebih dahulu.

Hal ini terjadi karena adanya potensi bahaya yang bisa muncul jika pengemudi melepaskan kaki kanannya.

Apa Bahaya Menurunkan Kaki Kanan Ketika Berhenti?

Wanny menyampaikan bahwa meletakkan kaki kanan saat berhenti dapat menimbulkan risiko bahaya.

Hal ini disebabkan oleh banyaknya kendaraan di jalan, khususnya di sisi kanan, yang cenderung melewati dari arah tersebut.

Saat pengendara mengangkat kaki kanan, kaki tersebut mungkin terlepas dari area aman sepeda motor.

Posisi kaki yang lebih jauh dari kendaraan ini berpotensi melewati posisi kaca spion.

Pada situasi ini, pengemudi tidak menyadari adanya kendaraan lain yang melintas sangat dekat, baik itu mobil, motor lain, atau bahkan kendaraan besar.

“Khawatir jangan sampai berhenti sebelum sempurna, ketika turun kaki kanan, terjatuh. Ya, itu bisa terjatuh,” kata Wanny.

Hal ini menunjukkan bahwa bahaya kecelakaan dapat bertambah jika pengemudi tidak memperhatikan posisi kaki yang benar saat berhenti.

Mengapa Keselamatan Selalu Utama?

Pada pelatihan atau kompetisi safety riding, meletakkan kaki kanan saat berhenti dianggap sebagai pelanggaran aturan.

Ini disebabkan oleh tindakan yang bertentangan dengan prinsip utama keselamatan pengemudi.

Wanny mengatakan bahwa dalam konteks berkendara yang aman, menggunakan kaki kanan untuk turun dari sepeda motor dianggap sebagai pelanggaran prosedur yang menyebabkan pengurangan poin yang cukup besar.

“Maka kita, sampai kapan pun, pasti akan berhenti dengan turunnya kaki kiri. Jika turun kaki kanan, itu sebenarnya melanggar,” kata Wanny.

Pemahaman tentang posisi kaki yang tepat saat berhenti dapat membantu pengemudi mengurangi kemungkinan terjadinya kecelakaan dan meningkatkan tingkat keselamatan saat berkendara.

Kesimpulan

Memahami dan melaksanakan prosedur yang tepat saat berhenti mengendarai sepeda motor, seperti menurunkan kaki kiri terlebih dahulu, merupakan langkah penting dalam menjaga keselamatan berkendara.

Mengabaikan hal-hal kecil ini bisa berdampak buruk dan meningkatkan potensi terjadinya kecelakaan.

Oleh karena itu, penting bagi pengemudi untuk selalu memperhatikan setiap aspek keamanan, termasuk posisi kaki saat berhenti.

Mobil Bekas Mau Dibeli, Cek Evaporator AC Dulu, Ini Caranya

Mobil Bekas Mau Dibeli, Cek Evaporator AC Dulu, Ini Caranya

10drama.com –– Selain mesin, keadaan AC pada mobil bekas juga perlu diperiksa saat membeli mobil bekas.

Karena pada mobil bekas yang memiliki jarak tempuh tinggi sering kali menimbulkan masalah pada AC, terutama komponen evaporator.

Misalnya, evaporator AC mobil bekas yang mulai kotor dapat menyebabkan ruang kabin menjadi tidak nyaman.

Untuk mengetahui keadaan evaporator AC mobil bekas, dapat dirasakan saat berada di dalam kendaraan.

Saat tim redaksi berdiskusi dengan Adi, pemilik bengkel spesialis AC mobil Adi Jaya, ia menyebutkan bahwa evaporator AC mobil yang kotor dapat menyebabkan AC tidak dingin secara optimal.

“Evaporator sangat mudah kotor meskipun telah dilengkapi dengan filter kabin,” ujar Adi.

“Kotoran pada evaporator AC mobil dapat dirasakan melalui udara yang tidak dingin meskipun sudah diatur paling rendah,” tambah seorang pria yang memiliki bengkel di Jl. Juanda, Depok, Jawa Barat.

Kotoran yang melekat pada evaporator menghambat aliran udara secara optimal.

Selain tidak terasa dingin, evaporator AC mobil bekas yang mulai kotor dapat mengeluarkan bau yang tidak sedap.

Bau apek akan menyebar ke seluruh kabin mobil saat AC dinyalakan.

“Baunya yang tidak sedap ini disebabkan oleh adanya kotoran yang berlebihan dan lengket,” katanya.

“Baik itu mau atau tidak, harus dilakukan pembongkaran AC mobil untuk dilakukan perawatan dan pembersihan menyeluruh,” ujar Adi.

Ini bertujuan untuk memastikan kondisi evaporator AC mobil tetap bersih dan mencegah terjadinya kebocoran.

Perawatan Kendaraan Hemat Tanpa Menguras Dompet: Tips Efektif

Perawatan Kendaraan Hemat Tanpa Menguras Dompet: Tips Efektif

10drama.com –– Merawat kendaraan sering kali dianggap sebagai aktivitas yang memakan biaya. Namun, dengan pendekatan yang tepat, Anda mampu menjaga keadaan mobil atau sepeda motor tetap baik tanpa harus menghabiskan banyak uang. Kuncinya adalah perawatan pencegahan dan kebiasaan yang cerdas. Dengan melakukan perawatan sederhana secara teratur, Anda justru dapat menghindari pengeluaran besar di masa depan.

Banyak perawatan sederhana yang tidak memerlukan keahlian teknis dan dapat Anda lakukan sendiri di rumah. Dengan sedikit usaha, Anda mampu mengurangi biaya jasa bengkel.

Periksa Tekanan Ban: Gunakan alat pengukur tekanan ban dan lakukan pemeriksaan setidaknya sekali dalam dua minggu. Tekanan yang sesuai membantu memperpanjang umur ban dan mengurangi konsumsi bahan bakar.

Periksa Cairan Penting: Anda dapat belajar memeriksa tingkat oli mesin, air radiator, air aki, dan airwiper. Jika tingkatnya tidak memadai, Anda dapat menambahkannya sendiri.

Bersihkan Saringan Udara: Saringan udara yang kotor menyebabkan mesin bekerja lebih berat dan menghabiskan bahan bakar lebih banyak. Anda dapat membersihkannya sendiri menggunakan sikat atau alat penyemprot udara, atau menggantinya jika sudah waktunya.

Anda tidak perlu selalu mengunjungi bengkel resmi untuk setiap jenis perawatan. Untuk perawatan ringan seperti ganti oli, penggantian kabel busi, atau pergantian ban, Anda dapat memilih bengkel umum yang terpercaya dengan biaya yang lebih murah. Mintalah rekomendasi dari teman atau komunitas kendaraan Anda mengenai bengkel yang jujur dan memiliki kemampuan yang baik.

Kebersihan tidak hanya terkait dengan penampilan, tetapi juga melibatkan perawatan.

Bersihkan dan Kilapkan Sendiri: Membersihkan kendaraan sendiri di rumah lebih hemat dibandingkan ke tempat cuci mobil. Gunakan sabun khusus untuk kendaraan dan kain mikrofiber agar tidak terjadi goresan.

Interior: Bersihkan bagian dalam mobil atau motor secara berkala. Debu dan kotoran yang menumpuk di karpet atau jok dapat merusak bahan dan menjadi tempat berkembangnya bakteri.

Beberapa komponen yang tidak penting dapat Anda pertimbangkan penggunaannyaspare partmerek lain (aftermarket) yang memiliki kualitas baik. Sebagai contoh, untuk filter oli atau filter udara, banyak merek terkenal yang menawarkan kualitas setara dengan harga yang lebih murah. Namun, untuk bagian penting seperti sistem pengereman, selalu gunakan produk berkualitas terbaik agar tetap aman.

Gaya berkendara Anda juga berpengaruh besar terhadap biaya perawatan.

Pengendaraan yang lembut dan tidak kasar dapat memperpanjang masa pakai kampas rem serta mengurangi tekanan pada mesin.

Jangan Mengangkut Muatan Berlebihan: Hindari memasukkan barang yang terlalu berat ke dalam kendaraan. Muatan berlebih menyebabkan mesin bekerja lebih berat, menghabiskan bahan bakar lebih banyak, serta mempercepat kerusakan bagian suspensi.

Hentikan Mesin Saat Berhenti Lama: Jika Anda mengalami kemacetan yang panjang, sebaiknya matikan mesin kendaraan. Hal ini dapat membantu menghemat bahan bakar dan mengurangi polusi.

Merawat kendaraan agar tetap tahan lama tidak perlu menghabiskan banyak uang. Dengan menjadi pemilik kendaraan yang aktif dan bijak dalam memilih bengkel,spare part, serta menerapkan kebiasaan berkendara yang baik, Anda dapat memastikan kendaraan kesayangan tetap berada dalam kondisi optimal. Perawatan pencegahan merupakan investasi yang jauh lebih hemat dibandingkan perbaikan mendadak.***

Cara Menghidupkan dan Mematikan Mobil yang Benar, Hindari Kesalahan Ini

Cara Menghidupkan dan Mematikan Mobil yang Benar, Hindari Kesalahan Ini

10drama.com –– Hal-hal kecil namun berpengaruh menjadi perhatian pengguna mobil terkait kebiasaan dalam menghidupkan mesin mobil.

Karena terdapat perbedaan dibandingkan mobil produksi lama, mobil terbaru yang menggunakan sistem injeksi kini dilengkapi dengan sistem komputer yang cukup maju.

Salah satu contohnya adalah lampu indikator kerusakan (MIL) yang muncul saat mobil akan dinyalakan. Ketika kunci berada pada posisi ‘on’, semua indikator di speedometer akan menyala, dan pada mobil mewah biasanya disertai dengan jarum speedometer yang naik kemudian kembali ke posisi normal.

Biasanya, menghidupkan kendaraan tanpa menunggu MIL kembali ke posisi semula dapat menyebabkan kerusakan pada beberapa bagian mobil.

Selain itu, sering kali dilakukan secara tidak sadar yaitu mematikan atau menyalakan mesin mobil tanpa terlebih dahulu mematikan AC. Atau kebiasaan lain yang juga sering terjadi adalah mematikan mesin mobil saat putaran mesin masih tinggi.

Kebiasaan ini sebenarnya tidak tepat dan secara perlahan dapat menyebabkan komponen menjadi rusak lebih cepat. Bahkan kemungkinan besar, hal ini akan berpengaruh pada komponen lainnya.

Jika sudah demikian, biaya perawatan kendaraan akan meningkat tajam.

Maka bagaimana sebaiknya cara pemilik mobil dalam menghidupkan atau mematikan mesin? Terdapat beberapa saran yang dapat diterapkan agar komponen mobil, baik AC maupun mesin, dapat bertahan lebih lama.

Memang sering dianggap remeh, tetapi masalah mematikan mesin mobil sebenarnya tidak boleh dilakukan dengan asal. Penting bagi pemilik kendaraan untuk mengetahui bahwa mematikan mobil dengan cara yang tepat merupakan bagian dari perawatan mesin mobil.

Beberapa kebiasaan yang perlu Anda hindari ketika menghidupkan dan mematikan mesin kendaraan:

Jangan menyalakan mesin sebelum lampu indikator berada dalam kondisi normal

Menyalakan kendaraan sebelum lampu indikator kembali ke kondisi normal sebenarnya dapat memberatkan kinerja motor starter saat dinyalakan, karena biasanya pasokan bahan bakar belum sepenuhnya naik.

Tidak hanya itu, jika mobil langsung dinyalakan saat lampu indikator kecepatan belum kembali normal, maka sistem injeksi dan starter listrik akan bekerja secara bersamaan.

Ini dapat menyebabkan aki menjadi cepat rusak jika sering dilakukan, karena aki harus bekerja lebih keras.

Jangan Matikan Mesin Kendaraan Ketika Putaran Masih Tinggi

Ini adalah kesalahan yang besar jika Anda menekan pedal gas kemudian tiba-tiba mematikan mesin mobil saat putaran mesin masih tinggi. Mengapa tindakan ini tidak diperbolehkan?

Jawabannya adalah karena ketika putaran mesin masih tinggi, keadaan piston masih bergerak naik-turun secara cepat dan masih mengembang. Gerakan ini menyebabkan piston serta komponen lain membutuhkan pelumasan dari oli mesin.

Jika mesin dimatikan secara mendadak, maka pelumasan akan berkurang. Hal ini menyebabkan komponen-komponen yang bergerak di dalam mesin mengalami aus.

Maka sebaiknya tunggu hingga mesin berada dalam keadaan idle secara stabil selama beberapa saat, baru kemudian mematikan mesin mobil. Dengan demikian, gerakan piston menjadi lebih ringan dan penyebaran pelumas ke piston akan kembali normal.

Jangan Mematikan Mesin Kendaraan Saat Sistem AC Masih Beroperasi

Jika Anda mematikan mesin mobil sementara AC masih aktif, hal ini dapat berdampak pada kompresor AC. Mesin yang dimatikan saat kompresor AC masih berjalan bisa menyebabkan getaran pada kompresor yang sedang bekerja.

Jika Anda terus-menerus melakukan hal tersebut, dapat menyebabkan kerusakan pada kompresor AC lebih cepat. Oleh karena itu, sebaiknya matikan AC terlebih dahulu sebelum mematikan mesin.

Demikian pula sebaliknya, pastikan AC dimatikan terlebih dahulu sebelum menghidupkan mesin mobil, hal ini dapat mengurangi beban kompresor dan memungkinkan sistem berjalan dengan baik atau sesuai fungsinya.

Hindari mematikan mesin mobil saat sistem audio masih menyala

Kebiasaan ini dapat mengurangi umur pakai sistem audio di kendaraan Anda. Karena ketika mesin dimatikan sementara sistem audio masih menyala, maka secara otomatis audio akan menyala kembali saat mesin mobil dinyalakan kembali.

Saat mesin mobil dinyalakan kembali, sistem audio mobil menerima tegangan dari baterai yang tidak stabil, sehingga berpotensi merusak komponen-komponen di dalamnya.

Lebih baik sebelum mematikan mesin, pastikan semua sistem kelistrikan, khususnya audio, dalam keadaan dimatikan agar komponen-komponennya tetap awet atau bisa bertahan lebih lama.

Mempertahankan mesin berjalan pada putaran idle sebelum dimatikan dapat membantu mengisi ulang baterai. Tujuannya adalah agar tegangan yang tersedia di baterai cukup saat mesin mobil kembali dinyalakan.

Hindari Bahaya Mengaktifkan AC Tanpa Menyalakan Mesin

Seperti yang diketahui, pada beberapa jenis kendaraan bermotor, sistem pendingin ruangan (AC) dapat dihidupkan tanpa perlu menghidupkan mesin. Ketika kunci kontak berada dalam posisi ‘On’, Anda juga dapat langsung menyalakan AC dengan menekan tombol pengaturannya.

Namun demikian, perlu diketahui bahwa tidak semua kendaraan dapat melakukan hal tersebut. Jika cara ini diterapkan pada mobil yang belum menggunakan teknologi sebelumnya, maka akan justru merusak kondisi kendaraan.

Menyalakan AC tanpa menghidupkan mesin merupakan kebiasaan yang tidak disarankan. Meskipun terdapat beberapa kendaraan yang mampu melakukannya.

Disarankan bagi Anda yang memiliki kendaraan untuk menghidupkan AC setelah mesin menyala atau dalam kondisi idle.

Menyalakan AC sebelum berkendara memang membuat interior mobil terasa lebih nyaman, terutama jika kendaraan diparkir di area terbuka. Namun, jika AC mobil dinyalakan sementara mesin dalam keadaan mati, hal ini berisiko merusak kompresornya.

Tentu saja akan berdampak pada mesin mobil dan kompresor AC, karena saat mesin mobil dinyalakan kondisinya belum stabil, apalagi harus menggerakkan kompresor AC, beban kerjanya akan semakin berat.

Selain itu, kebiasaan menyalakan AC dengan mesin mati dapat menyebabkan aki mobil terbuang percuma dan berisiko sulit menghidupkan mesin setelahnya. Hal ini terjadi karena aki belum mendapatkan suplai dari alternator, sementara sudah digunakan oleh motor blower AC. Dikhawatirkan saat starter tidak dapat bekerja.

Memang benar bahwa hal atau kebiasaan yang sudah menjadi kebiasaan sulit untuk dihilangkan. Namun, hal ini perlu dilakukan agar umur pakai kendaraan atau komponen terkait tetap awet, yang paling penting adalah keselamatan saat berkendara. Semoga bermanfaat.

6 Trik Merawat Ban Mobil di Rumah, Mudah Sekali!

6 Trik Merawat Ban Mobil di Rumah, Mudah Sekali!

Merawat ban mobil sangat penting, sayangnya sering diabaikan karena dianggap merepotkan atau membutuhkan alat khusus. Padahal, banyak hal sederhana yang bisa kamu lakukan sendiri di rumah untuk menjaga kondisi ban tetap optimal. Kamu tidak perlu menjadi ahli otomotif terlebih dahulu, cukup mengetahui cara dan melakukannya secara rutin. Ban yang dirawat dengan baik tidak hanya membuat mobil lebih nyaman, tapi juga lebih aman digunakan ke mana pun.

Berita baiknya, merawat ban sendiri ternyata sangat mudah dan tidak memakan banyak waktu. Bahkan kamu bisa melakukannya sambil menunggu pakaian kering atau bersantai di garasi pada sore hari. Selama kamu konsisten dan teliti, ban dapat bertahan lebih lama dan kinerjanya tetap optimal. Mari kita lihat enam cara sederhana yang bisa kamu lakukan sendiri di rumah!

1. Periksa tekanan angin secara teratur

Langkah pertama yang paling sederhana namun sering terlewat adalah rutin memeriksa tekanan ban. Tekanan yang tidak cukup dapat menyebabkan keausan pada bagian sisi ban, sedangkan tekanan yang terlalu tinggi akan mengakibatkan keausan di tengah ban. Kedua kondisi tersebut sama-sama merugikan umur ban dan dapat membuat berkendara menjadi kurang nyaman. Oleh karena itu, sangat penting untuk menjaga tekanan ban tetap dalam kondisi ideal sesuai anjuran pabrikan mobil Anda.

Anda dapat membeli alat pengukur tekanan ban digital atau analog yang saat ini banyak dijual secaraonlineTidak terlalu mahal, tetapi sangat bermanfaat untuk pemantauan rutin di rumah. Periksa tekanan ban setidaknya dua minggu sekali, dan jangan lupa lebih sering jika kamu sering melakukan perjalanan jauh. Ini adalah langkah kecil yang memiliki dampak besar terhadap ketahanan ban kamu.

2. Bersihkan ban dari batu kecil dan kotoran

Benda-benda kecil seperti kerikil yang menempel di permukaan ban mungkin terlihat tidak berbahaya, namun dapat merusak ban lebih cepat jika tidak segera dibersihkan. Selain bisa menggores permukaan ban, benda-benda kecil ini juga bisa masuk ke celah-celah dan menyebabkan kebocoran kecil. Oleh karena itu, sebaiknya bersihkan ban secara teratur, khususnya setelah melewati jalan berbatu atau berlumpur. Jangan menunggu sampai ban terasa tidak normal baru diperiksa.

Kamu dapat menggunakan sikat kecil atau obeng datar untuk mengangkat kerikil yang terjepit di celah ban. Jika kamu mencuci mobil sendiri, sekaligus bersihkan ban dengan sabun khusus agar lebih bersih dan lentur. Ban yang bersih tidak hanya terlihat indah, tetapi juga lebih mudah diperiksa kondisinya. Oleh karena itu, jangan malas membersihkan ban meskipun hanya sedikit kotor!

3. Periksa kondisi fisik ban

Pemeriksaan fisik ini sangat penting untuk mendeteksi dini masalah yang berbahaya jika tidak segera ditangani. Perhatikan apakah terdapat robekan, benjolan, retakan, atau permukaan yang aus tidak merata. Jika ada tanda-tanda demikian, sebaiknya segera ditangani agar tidak semakin parah. Kamu bisa melakukan pemeriksaan ini sambil membersihkan ban atau saat mobil sedang diparkir.

Ban yang mengalami retak atau menggembung sebaiknya tidak digunakan untuk perjalanan jauh. Jangan menunggu sampai ban pecah di jalan baru menyadari bahwa sudah waktunya mengganti ban. Pemeriksaan ini hanya membutuhkan beberapa menit, namun dampaknya sangat penting bagi keselamatanmu. Ingatlah, ban yang baik bukan hanya dilihat dari penampilannya, tetapi juga dari kekuatannya.

4. Ganti posisi ban secara berkala

Ban depan dan belakang mengalami tekanan yang berbeda, sehingga tingkat keausannya juga tidak sama. Untuk menjaga keausan ban tetap merata, kamu dapat melakukan rotasi ban setiap beberapa bulan atau setiap 10.000 km. Tidak perlu langsung ke bengkel, kamu juga bisa melakukannya sendiri di rumah jika memiliki dongkrak dan kunci roda. Pastikan kamu memahami pola rotasi yang sesuai dengan jenis penggerak kendaraanmu.

Dengan melakukan penggantian posisi ban, kamu dapat memperpanjang masa pakai ban dan mempertahankan kenyamanan berkendara secara konsisten. Ban juga akan lebih tahan lama dan tidak mudah aus hanya di satu sisi. Jika belum pernah mencobanya, kamu bisa mencari panduan video yang saat ini banyak tersedia.onlineSetelah terbiasa, kamu pasti merasa trik ini cukup menyenangkan untuk dilakukan sendiri.

5. Bersihkan ban menggunakan sabun khusus

Kotoran seperti lumpur, debu jalan, dan minyak dapat menyebabkan permukaan ban menjadi lebih cepat rusak. Untuk mempertahankan elastisitas karet ban, kamu dapat mencuci ban menggunakan sabun khusus yang memang dibuat untuk ban mobil. Hindari menggunakan sabun cuci piring atau deterjen biasa karena dapat merusak karet ban dalam jangka panjang. Cukup bersihkan dengan air dan sabun ban sekali seminggu atau setelah terkena lumpur.

Setelah dibersihkan, jangan lupa mengeringkannya dan hindari memarkir kendaraan di area yang terlalu panas. Kamu juga dapat menggunakan cairan pelindung ban yang tidak mengandung silikon berlebih agar tetap terlihat hitam mengilap. Ban yang bersih dan lembap akan lebih tahan lama serta mencegah terjadinya retakan. Selain terlihat menarik, hal ini juga meningkatkan rasa percaya diri saat berkendara.

6. Jangan memarkir kendaraan dalam waktu yang terlalu lama di tempat yang sama

Jika kamu jarang menggunakan mobil dan memarkirkannya di tempat yang sama selama beberapa hari, ban dapat mengalami flat spot. Flat spot merupakan area pada ban yang menjadi rata karena terus-menerus menopang beban di satu titik. Akibatnya, ban akan terasa berombak saat digunakan kembali. Meski kondisi ini bisa hilang sendiri ketika mobil mulai digunakan kembali, lebih baik mencegahnya sejak awal.

Cara menghindarinya sangat mudah, cukup gerakkan kendaraan maju dan mundur sekali seminggu agar posisi tekanan ban berubah. Jika kamu tahu mobil akan disimpan dalam jangka waktu lama, kamu juga bisa menggunakan dongkrak untuk sedikit mengangkat bodi mobil. Hal ini membantu mengurangi beban pada ban dan mencegah terjadinya perubahan bentuk. Tidak sulit, tetapi dampaknya sangat terasa dalam menjaga ketahanan ban.

Merawat ban mobil sendiri di rumah sebenarnya tidak sulit dan bisa dilakukan oleh siapa saja, bahkan tanpa pengalaman dalam mekanik. Cukup menyisihkan sedikit waktu dan niat, maka kondisi ban mobilmu tetap terjaga dengan baik. Tindakan kecil yang kamu lakukan secara rutin ini memiliki dampak besar dalam jangka panjang. Selain lebih hemat biaya, kamu juga menjadi lebih memahami kondisi kendaraan sendiri.

Mulai saat ini, cobalah memasukkan perawatan ban ke dalam rutinitas kamu saat berada di rumah. Ban yang dalam kondisi baik akan memberikan kenyamanan, keamanan, dan tentu saja mencegah risiko kendaraan mogok atau ban pecah saat berkendara. Mari merawat ban mobil kamu sendiri meskipun dengan cara yang sederhana. Karena kendaraan yang diperhatikan dengan baik selalu siap menemani perjalananmu kemanapun!

4 Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Mengisi Udara pada Ban Mobil, Menyebabkan Pemborosan dan Berbahaya!

Copyright © 2026 10drama.com