11 Definisi Manajemen Risiko dari Pakar

11 Definisi Manajemen Risiko dari Pakar

Dalam dunia bisnis, risiko selalu muncul dan dapat memengaruhi kinerja serta kualitas perusahaan. Untuk mengurangi pengaruh negatif risiko, munculah sistem manajemen risiko ataurisk managementyang mampu mengawasi, melacak, dan menghindari.

Secara umum, manajemenrisiko merujuk pada rangkaian proses perencanaan, pengambilan keputusan, dan aktivitas yang bertujuan untuk mengurangi dampak negatif dari suatu risiko guna meningkatkan efektivitas dan efisiensi secara signifikan. Jenis risiko ini terbagi menjadi dua kategori, yaitu risiko murni dan risiko spekulatif.

Risiko murni melibatkan potensi kerugian tanpa adanya peluang keuntungan, sementara risiko spekulatif mengandung kemungkinan kerugian dan keuntungan secara bersamaan.

Lalu, apa saja definisi manajemen risiko menurut para pakar? Mari simak daftarnya di bawah ini.

1. Bramantyo Djohanputro

Definisi manajemen risiko menurut Bramantyo Djohanputro merupakan proses yang terorganisir dan terencana dalam mengenali, menilai, memetakan, menciptakan opsi penanggulangan risiko, serta mengawasi dan mengontrol pelaksanaan penanganan risiko.

2. Faira Siagian dan Jane Sekarsari

Definisi manajemen risiko menurut para ahli Faira Siagian dan Jane Sekarsari mengacu pada pendekatan yang lebih luas, bukan hanya terbatas pada pembelian asuransi, tetapi juga melibatkan pengelolaan seluruh risiko yang ada dalam organisasi.

3. Herman Darmawi

Definisi manajemen risiko menurut Darmawi merupakan upaya untuk mengidentifikasi, menganalisis serta mengatasi risiko dalam berbagai aktivitas perusahaan dengan tujuan meningkatkan efektivitas dan efisiensi.

4. Hinsa Siahaan

Dosen sekaligus penulis Hinsa Siahaan menjelaskan makna manajemen risiko sebagai tindakan atau kegiatan yang melibatkan penggunaan metode dan alat untuk mengendalikan risiko dalam sebuah proyek.

5. Irham Fahmi

Terdapat juga pendapat dari seorang dosen dan penulis bernama Irham Fahmi mengenai pengertian manajemen risiko menurut para pakar. Fahmi menyatakan bahwa manajemen risiko merupakan sebuah bidang ilmu yang membahas bagaimana suatu organisasi menerapkan tindakan untuk mengidentifikasi berbagai masalah yang ada dengan menggunakan pendekatan manajemen yang menyeluruh dan terstruktur.

6. Joseph Dorfman

Pendapat ekonom terkenal Joseph Dorfman juga termasuk dalam definisi manajemen risiko yang diajukan oleh para ahli. Dorfman menggambarkan manajemen risiko sebagai proses yang rasional dalam upayanya untuk memahami paparan terhadap kemungkinan kerugian.

7. Michael L Smith

Definisi manajemen risiko menurut Michael L. Smith adalah proses pengenalan, penilaian, dan pengendalian keuangan terhadap risiko yang membahayakan aset serta pendapatan perusahaan atau proyek, yang berpotensi menyebabkan kerusakan atau kerugian bagi organisasi tersebut.

8. Richard Clough dan Glenn Sears

Definisi manajemen risiko menurut para ahli Richard Clough dan Glenn Sears adalah pendekatan menyeluruh dalam menghadapi berbagai peristiwa yang dapat menyebabkan kerugian.

9. Robert Tampubolon

Definisi manajemen risiko menurut Rober Tampubolon merujuk pada aktivitas atau prosedur yang terencana dan bersifat antisipatif, dengan tujuan untuk menghadapi potensi kegagalan yang mungkin terjadi dalam satu atau beberapa bagian dari suatu transaksi atau instrumen.

10. Soeisno Djojosoedarso

Definisi manajemen risiko menurut para ahli diambil dari pendapat Soeisno Djojosoedarso, yang menyatakan bahwa manajemen risiko merupakan pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen dalam menghadapi risiko, khususnya risiko yang dialami oleh organisasi/perusahaan, keluarga, dan masyarakat. Fungsi tersebut mencakup kegiatan perencanaan, pengorganisasian, penyusunan, kepemimpinan/koordinasi, pengawasan, serta evaluasi program penanggulangan risiko.

11. W Brand-William

Definisi manajemen risiko menurut para pakar juga mencakup pendapat W Brand-William, yang menyebutnya sebagai penerapan manajemen umum yang berusaha mengenali, mengukur, serta menghadapi penyebab dan dampak dari ketidakpastian dalam sebuah organisasi.

Berikut adalah 11 definisi manajemen risiko menurut para pakar. Manajemen risiko berfungsi untuk meningkatkan kualitas bisnis serta meraih keuntungan secara efektif dan efisien.

7 Keuntungan Pemasaran yang Efektif untuk Perusahaan, Mampu Meningkatkan Penjualan! 10 Metode Kreatif untuk Mencari Ide Bisnis yang Efisien, Sesuaikan dengan Tujuan! 9 Cara Mengembangkan Bisnis dengan Iklan Retargeting, Coba Saja! 7 Ide Bisnis Digital yang Bisa Menghasilkan Untung Besar, Coba Saja!

Angin Kencang Sebabkan Gelombang Tinggi, Ini Imbauan BMKG

Angin Kencang Sebabkan Gelombang Tinggi, Ini Imbauan BMKG

BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan peringatan awalgelombang tinggiyang berpotensi muncul di beberapa perairan domestik pada 12-15 Agustus 2025. Prakirawan BMKG Marina Ayu menyebutkan pola angin di wilayah Indonesia bagian utara biasanya bergerak dari tenggara menuju barat daya dengan kecepatan 4-25 knot. Sementara itu, di wilayah selatan angin bergerak ke arah tenggara dengan kecepatan 8-25 knot.

“Kecepatan angin tertinggi tercatat di Samudra Hindia selatan Banten hingga Jawa Barat, Laut Natuna Utara, Laut Sulawesi dan Samudra Pasifik utara Maluku,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa, 12 Agustus 2025.

Gelombang besar dengan ketinggian antara 2,5 hingga 4 meter berpotensi muncul di berbagai perairan yang berdekatan dengan Samudra Hindia, mulai dari wilayah barat Aceh, barat Kepulauan Nias dan Kepulauan Mentawai, hingga barat Bengkulu. Gelombang tinggi ini juga terjadi di perairan selatan Banten hingga selatan Jawa Timur. Kemungkinan adanya gelombang besar juga terdapat di kawasan selatan Bali dan Nusa Tenggara.

Marina juga memberi peringatan mengenai risiko gelombang sedang dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter di Laut Bali, Laut Banda, sebagian besar Laut Arafuru, Laut Natuna Utara, Laut Jawa bagian Barat, Laut Jawa bagian Timur, Selat Makassar, Laut Sulawesi, serta Laut Sawu. Gelombang serupa berpotensi terjadi di Laut Seram, Laut Arafuru bagian Selatan, Selat Karimata bagian Selatan, Laut Jawa bagian Tengah, Laut Maluku, dan Samudra Pasifik utara di perairan barat daratan Papua.

Kepala Meteorologi Publik BMKG Andri Ramdhani sebelumnya menjelaskan mengenai peranIndeks Dipole Modeterkait cuaca ekstrem. Menurutnya, terdapat aliran massa udara dari Samudra Hindia menuju Indonesia. Pergerakan di atmosfer memicu pembentukan awan hujan besar yang berpotensi menyebabkan hujan deras disertai guntur dan angin kencang pada 11-13 Agustus 2025.

“Kemungkinan terjadi di sebagian besar wilayah Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua,” ujarnya.

BMKG mencatat intensitas curah hujan sedang meningkat akibat gabungan berbagai fenomena atmosfer lain, sepertiMadden-Julian Oscillation(MJO), gelombang atmosfer, dampak tidak langsung dari badai siklon 90S dan 96W, serta sirkulasi siklonik. Terdapat juga perlambatan dan pertemuan angin di sekitar wilayah Indonesia.

Pada tanggal 14-16 Agustus 2025, intensitas curah hujan diperkirakan menurun, namun wilayah Bengkulu, Kalimantan Timur, dan Papua Pegunungan masih berpotensi mengalami hujan deras. BMKG juga melaporkan kemungkinan adanya angin kencang yang dapat menyebabkan gelombang tinggi di perairan sekitar Aceh, Banten, Jawa Barat, Bali, Maluku, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Selatan, dan Papua Selatan.

Copyright © 2026 10drama.com