Bandara Bali Utara Jadi Ikon Wisata dan Penerbangan Baru

Bandara Bali Utara Jadi Ikon Wisata dan Penerbangan Baru

Lintaskriminal.co.id –Proses pembangunan Bandara Internasional Bali Utara (BIBU) akhirnya semakin mendekati kenyataan setelah menunggu cukup lama.

Pada hari Sabtu, 13 September 2025, PT BIBU Panji Sakti mengadakan perjanjian kerja sama (MoU) dengan dua perusahaan milik negara yang strategis, yaitu PT LEN Industri (Persero) sebagai pengelola DEFEND.ID dan PT Dirgantara Indonesia.

Acara penting ini diadakan di Kantor PT BIBU di Kubutambahan, Buleleng, Bali, yang menjadi tempat rencana pembangunan bandara.

CEO PT BIBU, Erwanto Sad Adiatmoko, menyatakan bahwa kemitraan ini akan mempercepat tercapainya bandara yang diharapkan menjadi pusat koneksi baru di Indonesia Timur.

Menurutnya, kehadiran BIBU dapat membantu mengurangi beban Bandara Ngurah Rai di Bali Selatan yang sudah melebihi kapasitas.

“Dengan bantuan teknologi dan rekayasa dari PT LEN serta PTDI, bandara ini akan menjadi fasilitas berstandar internasional,” kata Erwanto.

Ia juga menyebutkan bahwa besarnya investasi yang disiapkan mencapai Rp50 triliun berkat dukungan investor internasional, termasuk dari Tiongkok.

Ibu akan menjadi lambang kemajuan Indonesia dan menjadi pintu masuk baru yang memperkuat sektor pariwisata serta perekonomian nasional.

PT LEN Industri yang merupakan bagian dari DEFEND.ID terkenal dengan kemampuan unggul dalam bidang C4ISR, navigasi, komunikasi, dan keamanan.

Mereka akan mengelola infrastruktur digital bandara, seperti sistem manajemen cerdas, pengawasan mutakhir, serta pengendalian lalu lintas udara yang menggunakan teknologi canggih.

CEO PT LEN, Joga Dharma Setiawan, menyatakan bahwa BIBU merupakan contoh nyata dari transformasi digital dalam transportasi udara di Indonesia.

PT Dirgantara Indonesia di sisi lain akan menitikberatkan pada bantuan teknis aeronautika, fasilitas MRO (Maintenance, Repair, Overhaul), serta pengembangan sumber daya manusia penerbangan.

Kepala Eksekutif PTDI, Gita Amperiawan, menganggap proyek ini sebagai kesempatan untuk memperkuat industri penerbangan nasional dan menjadikan Indonesia sebagai aktor utama di kawasan Asia Pasifik.

Ibu sendiri telah dimasukkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2025–2029 dan ditetapkan melalui Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 yang ditandatangani oleh Presiden Prabowo.

Lokasi bandara di Kubutambahan telah memenuhi ketentuan RTRW Kabupaten Buleleng serta peraturan Kemenhub.

Dengan area seluas 800 hektare, bandara ini akan memiliki landasan pacu dengan kelas Code F yang mampu menangani pesawat Airbus A380 dan Boeing 777.

Kapasitasnya dirancang untuk melayani hingga 40 juta penumpang setiap tahun, dilengkapi dengan terminal yang modern dan area aerotropolis yang terhubung secara menyeluruh.

Presiden Prabowo sebelumnya mengungkapkan keinginannya untuk memiliki bandara berstandar internasional seperti yang ada di Singapura dan Hong Kong.

Kolaborasi ini tidak hanya terbatas pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memperkuat kemitraan antara sektor swasta dan BUMN untuk masa depan industri penerbangan nasional.

Posisi Duduk Ideal di Pesawat untuk Hindari Masalah Sendi

Posisi Duduk Ideal di Pesawat untuk Hindari Masalah Sendi

Bepergian dengan menggunakan transportasi apa pun, faktor kenyamanan sangat penting. Namun merasa nyaman selama perjalananpesawatmungkin terasa sulit. Gerakan terbatas karena kursi dan ruang kaki yang sempit.

Terutama bagi orang yang mengalami masalah pada sendi, rasa sakit ini bisa semakin parah akibat duduk terlalu lama di pesawat. Fisioterapis Bethany Tomlinson memperingatkan bahaya posisi duduk dengan melipat kaki saat berada di dalam pesawat. “Jangan menyilangkan kaki saat duduk di pesawat karena hal ini dapat mengganggu aliran darah dan meningkatkan risiko penyakit trombosis vena dalam (DVT),” katanya sebagaimana dilaporkan dariDaily Mail.

Sebaliknya, ahli fisioterapi dari AXA Health menyarankan agar tetap menjagakakitetap terjaga keadaannya dan memilih posisi rileks yang berbeda. “Jika terdapat sandaran kaki di bawah kursi di depan Anda, manfaatkan hal ini untuk menjaga kaki Anda sedikit lebih tinggi,” katanya. “Pastikan bahu Anda rileks dan punggung Anda didukung dengan bersandar pada kursi pesawat sambil menunggu.”

Tips untuk mengurangi risiko persendian kaku

Bethany juga mengajak para wisatawan untuk mempersiapkan diri agar liburan musim panas ini tidak menyebabkan ketegangan pada sendi. Kurang bergerak dan tetap berada dalam posisi yang sama bisa memperparah kondisi tersebut. “Mengikuti penerbangan musim panas ini bisa menjadi ujian ketahanan bagi sendi kita, jadi persiapkan diri untuk setiap penerbangan seolah-olah itu adalah perjalanan jauh,” katanya.

Penting bagi para wisatawan untuk memahami bagaimana menempatkan tubuh dan melakukan latihan saat duduk agar sendi tetap aktif. Cara lain untuk mengurangi ketidaknyamanan pada sendi adalah dengan berdiri dalam posisi tertentu. Contohnya, ketika berdiri, pindahkan beban tubuh antara kedua kaki, pertahankan lutut sedikit melipat, serta lakukan peregangan ringan agar tekanan pada bagian bawah tubuh tidak terlalu besar.

Namun, untuk penerbangan jarak jauh, terdapat beberapa kebiasaan peregangan yang bisa dilakukan agar persendian tetap dalam kondisi baik. Bethany menyarankan penumpang untuk menggerakkan tubuh mereka setiap 1-2 jam selama perjalanan udara agar sendi-sendi tetap aktif.

Peregangan yang dapat mengurangi kemungkinan terjadinya DVT

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, duduk dalam posisi yang sama selama beberapa jam bisa menyebabkan kekakuan dan pembengkakan pada sendi, khususnya lutut, pergelangan kaki, dan pinggul. Oleh karena itu, melakukan beberapa gerakan peregangan saat berada di pesawat dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah serta mengurangi risiko DVT. Beberapa contohnya adalah peregangan leher, gerakan memutar bahu, dan menarik lutut ke dada.

Sebagai informasi, DVT terjadi ketika terbentuk gumpalan darah di vena dalam, umumnya di kaki. Kondisi ini sering kali berisiko saat melakukan penerbangan jarak jauh, di mana penumpang duduk lama dengan gerakan yang terbatas. Jika gumpalan tersebut lepas dan berpindah ke paru-paru, hal ini dapat menyebabkan emboli paru (PE), yaitu penyumbatan yang berbahaya pada arteri yang mengalirkan darah ke paru-paru.

Selain kurang bergerak, beberapa faktor lain yang berkontribusi terhadap peningkatan risiko DVT, seperti dehidrasi dan kondisi tekanan tinggi di dalam pesawat. Neena Chandrasekaran, spesialis paru-paru, menyatakan bahwa selain duduk lama, menyilangkan kaki dapat mengurangi aliran darah, sehingga meningkatkan risiko pembentukan gumpalan, sebagaimana dilaporkan dariTimes of India.

Joby Mengangkasa Taksi Udara eVTOL Berawak Pertama di AS

Joby Mengangkasa Taksi Udara eVTOL Berawak Pertama di AS


Joby AviationPerusahaan Inc. meraih pencapaian bersejarah dalam penerbangan listrik dengan berhasil menjalani penerbangan pertama taksi udara eVTOL berawak antara dua bandara umum di Amerika Serikat, yaitu Marina (OAR) dan Monterey (MRY), California, pada 15 Agustus.

Pencapaian ini menjadi langkah krusial dalam persiapan perusahaan menghadapi pasar komersial, mengonfirmasi integrasi pesawatnya ke dalam ruang udara yang diatur oleh FAA serta menunjukkan perkembangan dalam keselamatan, operasional, pengelolaan lalu lintas udara, dan sertifikasi.

+ Klik di sini untuk melihat video

Detail penerbangan

+ Bentley memperkenalkan gagasan EXP 15 dalam acara Pebble Beach, menghadapi masa depan dari merek tersebut.

Perjalanan memakan waktu sekitar 12 menit dengan jarak 10 mil laut, termasuk pola menunggu selama lima menit di Monterey untuk pengaturan lalu lintas udara. Penerbangan ini menunjukkan proses penuh pesawat:

Lepas lepas vertikal dari Marina;

Konversi ke penerbangan sayap di jalur;

Integrasi ke dalam ruang udara yang diatur MRY, sesuai dengan urutan pesawat lain;

Pendaratan vertikal di Monterey.

Ini adalah pertama kalinya pesawat eVTOL berawak melakukan penerbangan antarbandara umum, memperkuat kemampuan Joby untuk beroperasi di lingkungan yang rumit dan meniru kondisi layanan nyata.

Pernyataan perusahaan

“Berhasil terbang dari Marina ke Monterey menunjukkan operasi kami yang terintegrasi dengan jaringan transportasi yang lebih luas dan semakin memperkuat kinerja pesawat untuk memastikan kami siap melayani sejak hari pertama,” ujar Didier Papadopoulos, Presiden OEM Aircraft Joby.

Ia menekankan bahwa uji coba sebelumnya telah membuktikan kemampuan eVTOL dalam berbagai situasi lingkungan, dan tindakan ini menjadi perkembangan alami dari program pengujian yang sedang berlangsung.

Perkembangan menuju sertifikasi dan pengintegrasian pasar

Penerbangan ini memberikan informasi penting mengenai peran manusia dalam operasi di bandara yang terkendali, serta membuktikan bahwa pesawat bisa mematuhi aturan lalu lintas udara yang sama seperti maskapai besar.

Capaian ini menambah lebih dari 40.000 mil perjalanan penerbangan uji yang telah dilakukan oleh armada Joby, terjadi pada masa pemasangan akhir pesawat pertama yang ditujukan untuk mendapatkan izin inspeksi tipe FAA, salah satu tahap akhir dalam proses sertifikasi.

Perusahaan berencana mengadakan uji penerbangan dengan pilot FAA pada awal tahun 2026, dan setelah mendapatkan sertifikasi, akan meluncurkan layanan komersial di Los Angeles dan New York. Akuisisi terbaru terhadap divisi penumpang Blade Air Mobility juga memperkuat kesiapan Joby untuk memasuki pasar.

Sumber dan gambar: Joby Aviation

Kilas Balik Pesawat N250, Teknologi Nasional di Museum

Kilas Balik Pesawat N250, Teknologi Nasional di Museum

10drama.com -,JAKARTA — Pada tanggal 10 Agustus 1995 atau 30 tahun yang lalu, pesawat yang merupakan karya Bapak Teknologi Nasional,Bacharudin Jusuf Habibie, N250pada kali pertama tayang di langit Indonesia.

Penerbangan pesawat N250 Gatotkaca yang pertama di langit Kota Bandung dan disaksikan langsung oleh Presiden Soeharto, menjadi kenang-kenangan dalam perayaan Hari Teknologi Nasional (Harteknas) yang jatuh pada tanggal 10 Agustus setiap tahunnya.

Sayangnya, masa depan N250 yang dibuat oleh Habibie tidak bertahan lama setelah krisis moneter melanda Indonesia. Mengakibatkan Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut terhenti dengan imbalan utang dari Dana Moneter Internasional/International Monetary Fund (IMF).

Akibatnya, pesawat tersebut terpaksa berada di hangar PT Industri Pesawat Terbang Nasional (IPTN), yang kini bernama PT Dirgantara Indonesia (Persero), selama 25 tahun sebelum akhirnya dibawa ke museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala (Muspusdirla) Yogyakarta pada tahun 2020.

Spesifikasi Pesawat N250 

Mengutip dari situs resmi Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto, pesawat N250 dilengkapi dengan mesin dual turboprop 2439 KW Allison AE 2100C yang memiliki 6 bilah baling-baling.

Aircraft ini memiliki berat kosong sebesar 13.665 kg, berat maksimum saat lepas landas 22.000 kg, panjang 26,30 meter, tinggi 8,37 meter, dan rentang sayap 28 meter.

N250 Gatotkaca dapat terbang dengan kecepatan maksimum 610 km per jam dan kecepatan efisien 555 km per jam. Kecepatan ini menjadi yang terbesar dalam kelas turboprop yang mampu menampung 50 penumpang.

Sementara ketinggian operasionalnya mencapai 25.000 kaki atau 7.620 meter di atas permukaan laut dengan jangkauan terbang sejauh 2.040 km. Sementara bahan bakar standar pada N250 mampu menempuh jarak hingga 1.480 km.

Sementara menurut laporan media Bisnis, salah satu keunggulan yang ditonjolkan IPTN dalam memenangkan persaingan di pasar pesawat komuter 80 penumpang pada masa itu adalah dengan menyematkan sistem kendali penerbangan fly by wire (FBW) pada N-250.

Sejauh ini, teknologi FBW hanya digunakan pada pesawat berukuran besar seperti Airbus A-320 dan Boeing 777. Oleh karena itu, N-250 merupakan pesawat ketiga yang memanfaatkan teknologi tersebut, atau yang pertama di kelas pesawat komuter.

Selain faktor keamanan, sistem FBW dirancang untuk membantu pilot mengendalikan pesawat dalam berbagai situasi.

Sejarah Pesawat N250 

Rencana pengembangan pesawat N250 pertama kali diumumkan oleh PT Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN), yang kini dikenal sebagai PT. Dirgantara Indonesia, saat Paris Air Show pada tahun 1989. Pembuatan prototipe pesawat N250 Gatotkaca dimulai pada tahun 1992.

Awalnya, pesawat ini dirancang dengan kapasitas 30 penumpang, namun pada tahun 1989 desainnya diubah dan dibuat dengan kapasitas 50 penumpang. Sebenarnya, pesawat ini dibuat sebagai alat transportasi antar pulau dan antar kota, sehingga bentuk N250 tidak terlalu besar.

Pemilihan nama pesawat N250 Gatotkaca tentu tidak dilakukan secara sembarangan. Kode N dalam nama pesawat mengandung makna “Nusantara”, yang menunjukkan bahwa proses perancangan hingga produksinya dilakukan di Indonesia. Sementara itu, “Gatotkaca” yang diberikan pada pesawat tersebut merupakan nama yang ditetapkan oleh Presiden RI ke-2 Soeharto untuk prototipe N250.

Sementara itu angka 250 merujuk pada 2 unit mesin dan 50 menggambarkan kapasitas pesawat yang mampu membawa 50 penumpang. Pesawat karya BJ Habibie ini memanfaatkan teknologi yang cukup maju yang dirancang untuk digunakan selama 30 tahun ke depan.

Almarhum Bacharudin Jusuf Habibie, yang saat itu memimpin IPTN, ternyata telah menyiapkan 4 desain prototipe pesawat komuter dengan kapasitas angkut 50 penumpang—termasuk N250.

Empat gambar desain pesawat masih terpajang di kantor PT Dirgantara Indonesia (Persero). Presiden RI yang kedua, Soeharto, pernah memberikan nama pada setiap gambar rancangan pesawat N250 tersebut.

Pertama, Gatotkoco, kemudian Kerincing Wesi, Konconegoro, dan yang terakhir Putut Guritno. Potongan kertas halaman buku tulis yang berisi tulisan tangan masing-masing nama pesawat tersebut dipamerkan bersama gambar 4 desain pesawat itu, ditandatangani oleh Habibie pada tanggal 17 Agustus 1993.

Dua di antaranya, yaitu Gatotkoco dan Koconegoro telah selesai dibangun pada masa itu. Sementara empat pesawat lainnya secara keseluruhan disiapkan untuk menjalani uji sertifikasi agar lebih cepat selesai menyelesaikan jam terbang yang ditentukan bagi pesawat baru.

“Dua sudah terbang. Proses sertifikasi telah dimulai, tetapi belum selesai. Masih belum tuntas, hingga krisis terjadi dan proyek ini dihentikan,” ujar Direktur PT Dirgantara Indonesia (Persero) Elfien Goentoro pada waktu itu.

Habibie mengatakan bahwa harga jual N-250 diperkirakan mencapai US$13,5 juta atau sekitar Rp27 miliar. Dengan harga penjualan tersebut, IPTN akan mencapai titik impas setelah menghasilkan Gatotkaca yang ke-260.

Angka penjualan tersebut diperkirakan tercapai pada tahun 2007, jika pemasaran berjalan lancar. Di sisi lain, IPTN menghabiskan banyak dana untuk pengembangan proyek yang sangat prestisius ini. Paling tidak, sebesar 650 juta dolar AS dari anggaran pemerintah akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Harapan penjualan dan impian N250 yang bergerak naik-turun di langit Nusantara tidak pernah terwujud akibat krisis moneter. N250 bahkan menjadi salah satu poin dalam kesepakatan dengan IMF, di mana penghentian program ditukar dengan bantuan pinjaman dari IMF untuk mendukung perekonomian Indonesia.

Tahun 2073, Mobil Terbang Jadi Umum, Didukung Teknologi Canggih

Tahun 2073, Mobil Terbang Jadi Umum, Didukung Teknologi Canggih

10drama.com – Saat ini, beberapa perusahaan mengeluarkan produk mobil terbang. Sebagian masyarakat mulai mempertimbangkannya sebagai sarana transportasi alternatif. Terutama bagi warga yang tinggal di kawasan dengan kemacetan lalu lintas.

Seperti pesawat terbang, kendaraan ini menggunakan mesin baling-baling. Menurut laman discovercars, mobil terbang diperkirakan menjadi alat transportasi yang umum pada tahun 2073.

Namun, bukan menggunakan baling-baling yang biasa digunakan. Melainkan mengandalkan teknologi levitasi.

Apa bentuk teknologi tersebut? Levitasi merupakan metode yang digunakan untuk membuat benda terangkat di udara. Dalam ilmu fisika, metode ini memiliki berbagai macam jenis.

Mengenai teknik levitasi yang digunakan pada mobil terbang, yaitu kombinasi antara medan magnet dan bahan superkonduktor. Salah satu sifat dari bahan ini adalah menolak medan magnet.

China Kembangkan Mobil Terbang

Saat ini, Tiongkok merupakan negara yang serius dalam mengembangkan teknologi kendaraan terbang. Sebagai informasi menarik, negara tersebut pernah melakukan penelitian mengenai teknologi levitasi pada tahun 2022.

Di atas jalur yang telah dimagnetisasi, mobil yang terbuat dari bahan superkonduktor dapat bergerak dengan ketinggian 35 mm. Proses magnetisasi jalur tersebut memerlukan biaya yang sangat besar.

Seiring berjalannya waktu, tidak menutup kemungkinan teknologi levitasi ini akan berkembang lebih lanjut di masa depan. Mungkin saja, kendaraan dapat terbang lebih tinggi di atas jalur tersebut.

Selain penelitian tersebut, Tiongkok juga diketahui memperoleh teknologi kendaraan listrik dari Slovakia pada tahun 2024.

Mengenai mobil listrik yang menggunakan mesin baling-baling, memang tidak bisa dihindari dari beberapa kelemahan. Salah satunya adalah suara mesin yang berisik karena memerlukan banyak energi untuk menggerakkan baling-baling, serta masalah terkait keamanan dan keselamatan.

Bagaimana dengan prediksi mobil terbang yang benar-benar bisa diakses oleh masyarakat umum pada tahun 2073? Kita tunggu saja.***

Empat Pilot TNI AU Ikut Pelatihan Pesawat A400M di Spanyol

Empat Pilot TNI AU Ikut Pelatihan Pesawat A400M di Spanyol

10drama.comSebagai bagian dari persiapan menerima pesawat angkut berat Airbus A400M, TNI Angkatan Udara (TNI AU) mengirimkan empat pilot terpilih untuk mengikuti pelatihan intensif di International Training Centre (ITC) Airbus, Sevilla, Spanyol.

Pelatihan ini merupakan tindakan strategis yang diambil oleh TNI AU guna meningkatkan kemampuan dan kesiapan awak pesawat dalam mengoperasikan A400M, sekaligus merealisasikan fokus peningkatan mutu Sumber Daya Manusia (SDM) di lingkungan angkatan udara.

Empat pilot yang ditunjuk yaitu Mayor Pnb Putut Satriya, Mayor Pnb Riki Sihaloho, Kapten Pnb Fathir Muhammad Hadiid, serta Kapten Pnb Indra Kusuma N. Mereka akan mengikuti pelatihan Type Rating Course yang berlangsung mulai tanggal 16 Juli hingga 25 Oktober 2025.

Pelatihan ini terdiri dari berbagai modul, mulai dari CBT (Computer-Based Training) dan FTD (Flight Training Devices), hingga latihan menggunakan FFS (Full Flight Simulator).

Setelah menyelesaikan pembelajaran teori dan simulasi, para pilot akan memasuki tahap latihan terbang nyata dengan menggunakan pesawat A400M secara bergilir.

Setelah kembali ke negara sendiri dan pesawat A400M tiba di Indonesia, keempat pilot tersebut akan mengikuti tahap pelatihan lanjutan, yaitu Initial Operation Experience (IOE), selama sebulan di wilayah latihan Lanud Halim.

Peningkatan Kekuatan Angkatan Udara TNI AU menggunakan A400M

Kementerian Pertahanan diketahui telah memesan dua pesawat Airbus A400M pada tahun 2021. Pembelian pesawat ini diharapkan mampu meningkatkan fleksibilitas operasional TNI AU secara signifikan dalam mendukung berbagai tugas strategis maupun taktis.

Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono membenarkan bahwa unit pertama A400M direncanakan tiba di Indonesia pada November 2025, sedangkan unit kedua akan datang pada tahun 2026.

Marsekal Tonny juga mengungkapkan bahwa pesawat-pesawat tersebut akan ditempatkan di Lanud Halim Perdanakusuma, dan dioperasikan dalam Skadron Udara 31, sesuai dengan tugas skadron tersebut sebagai satuan pengangkut berat.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah acara Rapat Pimpinan (Rapim) TNI AU di Mabesau, Cilangkap, Jakarta, pada 3 Februari 2025. ***

10 Maskapai Penerbangan Dunia dengan Kabin Terbaik 2025

10 Maskapai Penerbangan Dunia dengan Kabin Terbaik 2025

Skytrax mengeluarkan daftar maskapai penerbangan global dengan kru pelayanan terbaik versi 2025. Daftar ini dibuat berdasarkan penilaian terhadap aspek layanan teknis seperti efisiensi dan akurasi, hingga kualitas layanan personal yang membangkitkan perasaan, seperti semangat, sikap ramah, dan kehangatan para karyawan.

Maskapai Singapore Airlines tetap menjadi pemenang dalam kategori ini. Di sisi lain, Garuda Indonesia masih tercantum dalam daftar tersebut meskipun sedikit mengalami penurunan posisi. Untuk informasi lebih lengkap, lihat daftar maskapai penerbangan dunia dengan pramugara terbaik versi 2025 di bawah ini!

1. Singapore Airlines

Singapore Airlines terkenal sebagai perusahaan penerbangan yang menawarkan layanan berkualitas tinggi. Agar tetap mempertahankan citra tersebut, maskapai ini selalu membuka kesempatan bagi orang-orang yang fokus pada kepuasan pelanggan, proaktif, serta mampu bekerja sama dalam tim untuk menjadi bagian dari kru penerbangan. Tidak heran jika akhirnya mereka mampu mempertahankan gelar sebagai maskapai penerbangan terbaik dengan kru penerbangan terunggul.

Singapore Airlines memiliki salah satu program pelatihan paling lama dan menyeluruh dalam industri penerbangan, yang berlangsung selama empat bulan. Materi yang diajarkan mencakup berbagai hal penting, mulai dari pemahaman produk termasuk layanan makanan dan minuman, prosedur pelayanan penumpang, etika serta penampilan, kemampuan bahasa dan komunikasi, hingga pelatihan keselamatan, prosedur darurat, dan pertolongan pertama.

2. ANA All Nippon Airways

Di peringkat kedua, ANA All Nippon Airways tetap mempertahankan posisinya. Maskapai penerbangan asal Jepang ini memiliki visi untuk menjadi grup maskapai terkemuka di pasar global. Oleh karena itu, mereka menyediakan program pengembangan sumber daya manusia berbasis internasional. Tujuannya adalah menghasilkan talenta yang mampu memahami berbagai budaya, kebiasaan, dan nilai-nilai, serta responsif dalam menerapkan ilmu yang telah diperoleh.

Selain pelatihan yang sesuai dengan tingkat karier, tersedia pula pelatihan keterampilan bisnis, program pengembangan kepemimpinan yang diperkaya melalui studi humaniora dan pengalaman lapangan di luar perusahaan, hingga sistem rekrutmen internal yang terbuka bagi karyawan yang ingin mengeksplorasi potensi mereka di posisi baru.

3. Cathay Pacific Airways

Dari peringkat 5 pada tahun 2024, Cathay Pacific Airways berkembang pesat hingga mencapai peringkat 3 sebagai maskapai penerbangan terbaik di dunia dengan kru pelayanan terunggul versi 2025. Sebagai wajah dari maskapai Hong Kong ini, para kru pelayanan dilatih untuk menerapkan nilai-nilai inti perusahaan, yaitu Thoughtful, Progressive, dan Can-do kepada para penumpang.

Seluruh staf kabin Cathay Pacific Airways terkenal karena kemampuan mereka dalam memberikan pelayanan terbaik serta tanggap dalam menghadapi keadaan darurat. Program pelatihan khusus ini memberikan kepada awak kabin berbagai keterampilan dan pengetahuan penting, mulai dari prosedur keselamatan hingga layanan pelanggan yang luar biasa.

4. Garuda Indonesia

Meski telah menjadi anggota maskapai penerbangan dunia dengan kru kabin terbaik versi Skytrax, tahun ini Garuda Indonesia turun satu peringkat ke posisi keempat. Namun, maskapai penerbangan ini sudah dikenal memiliki sistem pelatihan yang berkualitas sejak awal tahun 1950-an.

Tidak hanya mematuhi peraturan, prioritas Garuda Indonesia adalah mempertahankan kualitas program pelatihan dengan meningkatkan para instruktur, kurikulum pengajaran, media dan fasilitas pelatihan, serta metode pengajaran.

5. EVA Air

Di posisi kelima, EVA Air dari Taiwan mengalami penurunan peringkat dari posisi keempat. Untuk mempertahankan standar keselamatan kabin dan kualitas layanan, EVA Air menyelenggarakan pelatihan menggunakan fasilitas simulasi yang mirip dengan kondisi nyata di pesawat serta mematuhi SOP secara ketat. Pelatihan ini menitikberatkan pada penggunaan berbagai peralatan darurat di dalam pesawat, penanganan situasi darurat, serta penguasaan teknik dan pengetahuan profesional terkait prosedur pelayanan.

Untuk memperkuat kesiapan dan kemampuan pelayanan para awak kabin, EVA Air juga bekerja sama dengan instruktur luar untuk membantu kru memahami sifat-sifat penumpang. Dengan demikian, awak kabin dapat tampil lebih percaya diri dan profesional dalam memberikan rasa aman serta nyaman bagi penumpang selama perjalanan udara.

6. Hainan Airlines

Seperti tahun sebelumnya, Hainan Airlines asal Tiongkok terpilih sebagai maskapai penerbangan dengan crew kabin terbaik keenam dalam pemeringkatan Skytrax. Tidak mengherankan, proses pelatihan bagi para awak kabin ternyata berlangsung selama tiga bulan. Dalam jangka waktu tersebut, mereka diberikan pengetahuan tentang prosedur keselamatan, situasi darurat, pelayanan kepada penumpang, serta komunikasi, dengan fokus pada standar Tiongkok dan global.

7. Japan Airlines

Japan Airlines berhasil mempertahankan posisinya di peringkat ketujuh. Maskapai penerbangan dari Jepang ini dikenal memiliki sistem pelatihan untuk awak kabin yang sangat ketat serta menerapkan budaya Jepang yang tinggi dalam memberikan layanan kepada penumpang, misalnya:

  • Omotenashi (おもてなし): bukan hanya sekadar menyediakan pelayanan yang luar biasa, omotenashi merupakan seni dalam melebihi harapan dengan persiapan yang matang serta kemampuan memahami kebutuhan penumpang sebelum mereka menyadari sendiri.

  • Mekubari (目配り): awak kabin dituntut untuk menjadi sangat peka dan jeli. Untuk bisa mengantisipasi kebutuhan tamu, mereka harus memperhatikan setiap gerakan kecil penumpang.

  • Ichigo ichie (一期一会): awak kabin perlu menghargai setiap momen yang tak bisa terulang, dan menghadapinya dengan rasa hormat, ketulusan, serta perhatian penuh.

8. Malaysia Airlines

Setelah sebelumnya berada di posisi ke-10, Malaysia Airlines kini naik ke peringkat ke-8 sebagai maskapai penerbangan dengan pramugara terbaik 2025 versi Skytrax. Maskapai ini tidak hanya menjamin kenyamanan seluruh penumpang saat terbang, tetapi juga keamanan karena para awak kabinnya dilatih dalam prosedur keselamatan darurat.

9. STARLUX Airlines

STARLUX Airlines membuat kejutan besar dengan langsung berada di peringkat 9 maskapai penerbangan dunia dengan kru penerbangan terbaik 2025 versi Skytrax. Sebelumnya, maskapai penerbangan dari Taiwan ini bahkan tidak masuk dalam 20 besar.

Pelatihan awak kabin STARLUX Airlines sangat ketat dan menyeluruh, dengan fokus pada keselamatan serta pelayanan agar memberikan pengalaman perjalanan yang berkualitas bagi penumpang. Pelatihan ini meliputi pelatihan dasar, penilaian selama penerbangan, serta program pengembangan yang berkelanjutan. Oleh karena itu, tidak mengherankan lagi jika STARLUX Airlines mencapai milestone baru ini, ya!

10. Korean Air

Di peringkat kesepuluh, terdapat Korean Air yang juga mengalami peningkatan posisi yang mencolok dari peringkat 13. Menghadapi persaingan yang cukup ketat, para calon awak kabin yang terpilih tentu merupakan kandidat terbaik yang memenuhi syarat dalam hal pendidikan, pengalaman, dan kemampuan. Selain itu, mereka juga harus mampu berbicara beberapa bahasa, menarik, serta memiliki kebugaran fisik yang baik.

Pelatihan awak kabin Korean Air meliputi kurikulum yang menyeluruh dengan fokus pada keselamatan, keamanan, dan pelayanan, yang menggabungkan aspek teori dan praktik. Pelatihan ini juga menawarkan program khusus untuk pramugari internasional, seperti program pemahaman budaya “Dive into K-style”.

Dari 10 maskapai penerbangan dunia dengan pramugara terbaik 2025 versi Skytrax yang telah disebutkan, apakah ada yang menjadi favorit kamu, Bela?

Tingkatkan Pelayanan, Singapore Airlines Meraih Dua Penghargaan Berkelas Dunia 4 Kekayaan STARLUX Airlines, Membuat Perjalanan Menyenangkan Baru! Corendon Airlines Akan Menghadirkan Area Tanpa Anak

Spesifikasi Pesawat Latih TNI AU Quicksilver GT500 yang Jatuh di Bogor

Spesifikasi Pesawat Latih TNI AU Quicksilver GT500 yang Jatuh di Bogor

PESAWAT latihPesawat Microlight Fixedwing Quicksilver GT500 dengan nomor registrasi PK-S126 mengalami kecelakaan di Ciampea, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada hari Minggu pagi, 3 Agustus 2025. TNI Angkatan Udara (AU) membenarkan bahwa Marsekal Pertama atau Marsma Fajar Adrianto meninggal dalam kecelakaan tersebut.

Sebelum kejadian, pesawat latihan TNI AU tersebut diketahui lepas landas dari Lanud Atang Sendjaja sekitar pukul 09.08 WIB dalam rangka misi pelatihan kemampuan penerbangan olahraga udara. Sekitar pukul 09.19 WIB, pesawat menghilang dari radar dan akhirnya ditemukan jatuh di kawasan Ciampea.

Spesifikasi Pesawat Latih TNI AU Quicksilver GT500

Dikutip dari situs resmi Quicksilver AircraftPesawat yang diproduksi oleh perusahaan di Amerika Serikat ini dioperasikan oleh dua awak. Quicksilver GT500 dirancang untuk penerbangan umum dengan fitur yang sederhana untuk pemula (pesawat tingkat dasar). Semua spesifikasi didasarkan pada perhitungan dari pabrikan. Spesifikasi dapat berubah tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.

Memiliki tiga variasi tergantung pada jangkauan penerbangannya, pesawat pelatihan Quicksilver GT500 menawarkan dua pilihan mesin utama. Pilihan pertama adalah mesin Rotax 912UL dengan daya 80 tenaga kuda, kapasitas silinder 1211 cc, dan empat silinder pembakaran. Pilihan kedua menggunakan mesin Rotax 582UL yang memiliki daya 65 tenaga kuda, kapasitas silinder 580,7 cc, serta dua silinder pembakaran.

Jarak terbang QS GT500 yang menggunakan mesin Rotax 912UL mencapai maksimal 515 kilometer dengan kecepatan ketinggian jelajah 655 kaki per menit. Sementara itu, versi pesawat QS GT500 yang mengandalkan mesin Rotax 582UL memiliki jangkauan jelajah maksimal sejauh 410 kilometer, dengan kecepatan ketinggian 650 kaki per menit.

Semua variasi memiliki ukuran pesawat yang sama. Panjangnya sekitar 6,22 meter. Tingginya 1,98 meter. Rentang sayap mencapai 9,14 meter. Ketika ditenagai mesin Rotax 912UL, berat kosong pesawat adalah 289,4 kilogram dan berat maksimum saat lepas landas sebesar 498,9 kilogram. Muatan bermanfaat sebesar 209,6 kilogram dan beban yang dapat dibawa dengan tangki bahan bakar penuh sekitar 166 kilogram.

Saat mengoperasikan mesin Rotax 582UL, berat kosong sebesar 260,8 kilogram dan berat maksimum sekitar 453,6 kilogram saat lepas landas. Muatan efektif mencapai 192,8 kilogram dan beban yang dapat dibawa dengan bahan bakar penuh sebesar 149,2 kilogram.

Selain jangkauan terbang, varian QS GT500 juga dapat dibedakan berdasarkan desain badannya, apakah kokpitnya separuh tertutup atau sepenuhnya tertutup. Demikian pula dengan jumlah baling-baling yang digunakan (2 atau 3), serta kelengkapan alat ukur apakah lengkap atau tidak.

Spesifikasi dan Teknologi Drone Elang Hitam PTDI

Spesifikasi dan Teknologi Drone Elang Hitam PTDI

10drama.com –, Jakarta– PT Dirgantara Indonesia (Persero) atauPTDI telah melaksanakan rangkaian penerbangan uji pesawat tanpa awak Elang Hitam, yang termasuk dalam kategori Medium Altitude Long Endurance (MALE), di Bandara Kertajati, Majalengka, Jawa Barat, pada Senin, 28 Juli 2025.

Menurut Direktur Niaga, Teknologi, dan Pengembangan PTDI, Mohamad Arif Faisal, kegiatan ini bertujuan untuk menguji gagasan atauproof-of-concept dalam penguasaan teknologi drone kelas MALE.

“Meliputi desain konfigurasi sistem, sistem kendali penerbangan otomatis, serta sistem komunikasi jarak jauh,” kata Arif dalam pernyataan resmi PTDI yang dikeluarkan pada Selasa, 29 Juli 2025.

Seri uji penerbangan ini juga merupakan bagian dari proses mendapatkan sertifikasi resmi dari otoritas penerbangan yang berwenang. Apa saja teknologi yang digunakan pada drone Elang Hitam?

Spesifikasi dan Teknologi Pesawat Tanpa Awak Elang Hitam

Secara fisik, drone Elang Hitammemiliki panjang sekitar 8,6 meter, lebar sayap mencapai 16 meter, dan tinggi sekitar 2,6 meter. Berdasarkan informasi dari situs indonesian-aerospace.com, berat maksimum saat lepas landas (MTOW) mencapai 1.300 kilogram, dengan kemampuan membawa beban hingga 300 kilogram. Hal ini memungkinkan Elang Hitam untuk mengangkut berbagai jenis sensor maupun sistem senjata sesuai kebutuhan misi.

Berdasarkan informasi dari situs indomiliter.com, drone ini menggunakan mesin Rotax 915 iS turbo yang diproduksi oleh perusahaan Austria, menghasilkan daya sekitar 139 tenaga kuda. Drone ini dapat beroperasi hingga ketinggian 7.200 meter dengan durasi penerbangan yang sangat lama, yaitu mencapai 24 hingga 30 jam tanpa henti.

Kecepatan terbangnya berkisar antara 50 hingga 180 kilometer per jam, dengan kecepatan tertinggi sekitar 235 kilometer per jam. Untuk lepas landas, Elang Hitam memerlukan jalur sepanjang 700 meter, sementara untuk mendarat cukup dengan 500 meter saja.

Dari segi teknologi, Elang Hitam memiliki sistem kendali otomatis (flight control system/FCS) yang dikembangkan oleh PT Len Industri. Sistem ini memungkinkan pesawat tanpa awak terbang secara mandiri, mengatur rute, posisi, dan keseimbangan penerbangan tanpa campur tangan langsung dari pengoperasinya.

Selain itu, Elang Hitam memiliki sistem komunikasi jarak jauh yang memungkinkan pengoperasian dari Ground Control Station (GCS) hingga jangkauan sekitar 250 kilometer secara langsung terlihat (LoS).

Struktur tubuh drone ini dibuat dengan bahan komposit seperti serat karbon dan serat kaca, yang memiliki berat ringan tetapi kuat, sehingga mendukung efisiensi penggunaan bahan bakar serta ketahanan saat terbang. GCS bersifat portabel dan berfungsi mengendalikan penerbangan sekaligus memantau misi secara langsung.

Salah satu keunggulan utama Elang Hitam terletak pada konsep desainnya yang modular dan terbuka, sehingga memungkinkan integrasi untuk berbagai tugas, baik dalam skenario militer maupun sipil. Di tahap awal, Elang Hitam ditujukan untuk misi pengintaian dan pemantauan. Namun, di masa depan, drone ini dirancang agar mampu membawa senjata, seperti rudal udara ke permukaan. Pemaduan sistem senjata ini dikembangkan bersama mitra asing, seperti lembaga penelitian Turki, Tubitak SAGE, dengan pendekatan modular.

Selain itu, Elang Hitam juga dilengkapi dengan sensor optik-inframerah (EO/IR), radar Synthetic Aperture Radar (SAR), serta alat lainnya yang digunakan untuk tugas pengawasan, pemantauan batas wilayah, dan bahkan penanganan bencana.

Ridian Eka Saputramembantu dalam penyusunan artikel ini.

Copyright © 2026 10drama.com