Vidi Aldiano Kembali Berjuang Lawan Kanker di Penang: Bismillah, Siklus Baru Dimulai

Vidi Aldiano Kembali Berjuang Lawan Kanker di Penang: Bismillah, Siklus Baru Dimulai

10drama.com –– Penyanyi Vidi Aldiano kembali mengungkapkan informasi terkini mengenai keadaannya.

Vidi Aldiano sebelumnya pernah mengumumkan bahwa dirinya didiagnosis menderita kanker ginjal pada akhir tahun 2019.

Sejak saat itu, ia secara teratur melakukan pengobatan dan pemeriksaan lanjutan, termasuk pergi ke luar negeri.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadi saya@vidialdianobaru-baru ini, penyanyi lagu Nuansa Bening tersebut terlihat sedang menjalani pengobatan kanker di Penang, Malaysia.

Pada unggahan tersebut, Vidi tampak mengenakan pakaian pasien berwarna biru dengan alat infus yang terpasang di tangannya.

Meski demikian, ia masih sempatkan untuk berfoto selfi dengan senyuman ringan di depan cermin.

Ia mengatakan bahwa kali ini akan menjalani proses yang lebih lama dibanding biasanya.

Dengan menyebut nama Allah. Putaran berikutnya dari siklus ini. Kali ini akan sedikit lebih lama di Penang untuk menjalani beberapa prosedur,tulis Vidi dalam keterangan unggahannya.

Vidi juga meminta doa agar pengobatannya berjalan dengan lancar.

Tidak pernah bosan untuk meminta bantuan doa lagi ya teman-teman. Semoga kalian juga tidak merasa bosan dimintai doa terus-menerus, tulisnya.

Vidi juga menyampaikan pesan serupa melalui unggahan di Instagram Story.

Kembali ke Penang untuk hari spa saya, setidaknya saya terlihat baik dalam warna biru ini hehe. Mohon doakan ya teman-teman! tulisnya.

Postingan tersebut segera mendapat banyak dukungan dan doa dari sesama artis hingga para penggemar Vidi.

Banyak orang mengapresiasi ketangguhan Vidi dalam menjalani pengobatan serta berdoa agar keadaannya segera pulih.

Melalui unggahan video beberapa waktu sebelumnya, Vidi diketahui pernah mengganti jenis obat yang ia konsumsi setelah hasil pemeriksaan terbaru tidak memenuhi ekspektasi.

Perawatan kini dilakukan sepenuhnya di Malaysia karena obat yang diperlukan belum tersedia di Indonesia.

Meski sedang menghadapi ujian kesehatan, suami aktris Sheila Dara masih aktif mencipta dan menunjukkan semangat hidup yang luar biasa.

Ia juga terkenal dengan kejujurannya dalam berbagi proses perjuangannya, dengan harapan dapat menjadi semangat bagi orang-orang yang sedang menghadapi situasi serupa.

Profil Vidi Aldiano

Vidi Aldiano adalah seorang penyanyi dari Indonesia yang lahir pada 29 Maret 1990.

Lelaki dengan nama lengkap Oxavia Aldiano memulai karier di dunia musik pada tahun 2008 dengan merilis album berjudul Pelangi di Malam Hari.

Lagu Nuansa Bening dan Status Palsu dari album tersebut sukses di pasar dan membuatnya dikenal oleh masyarakat luas.

Vidi adalah suami dari aktris Sheila Dara Aisha.

Keduanya secara resmi mengikat janji pernikahan pada 15 Januari 2022.

(10drama.com -/Latifah)

10 Tanda Liver Sudah Parah

10 Tanda Liver Sudah Parah

10drama.com, Jakarta – Penyakit livermerupakan gangguan yang terjadi pada organ hati. Jika tidak segera ditangani dengan benar, penyakit hati dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih berbahaya, bahkan menyebabkan kegagalan fungsi hati. Salah satu tanda bahwa penyakit hati sudah mencapai tahap parah adalah munculnya berbagai gejala yang menunjukkan kerusakan hati yang sangat berat.

Dilansir dari Mayo Clinic dan Cleveland Clinic, berikut tanda-tanda penyakit liver yang sudah akut:

1. Jaundice (Penyakit Kuning)

Salah satu gejala paling umum dari penyakit hati akut adalah munculnya jaundice, yaitu perubahan warna kulit dan mata menjadi menguning. Keadaan ini terjadi akibat penumpukan bilirubin di dalam darah karena gangguan fungsi hati. Warna kuning pada kulit dan bagian putih mata semakin jelas terlihat, menunjukkan bahwa kondisi hati semakin memburuk.

2. Rasa Sakit dan Pembengkakan pada Perut

Jika hati mengalami kerusakan parah, dapat terjadi pembengkakan di area perut. Rasa nyeri atau sensasi penuh di bagian perut bisa menjadi tanda bahwa hati sudah sangat terganggu. Pembengkakan ini terjadi karena penumpukan cairan akibat gangguan dalam aliran darah tubuh.

3. Kaki dan pergelangan kaki mengalami pembengkakan

Selain pembengkakan di bagian perut, bengkak juga dapat terjadi pada kaki, pergelangan kaki, dan tangan. Keadaan ini terjadi karena penurunan kemampuan hati dalam mengatur cairan tubuh secara efisien, sehingga menyebabkan penumpukan cairan di area tertentu tubuh.

4. Kulit Gatal Tanpa Bekas Luka

Gatal pada kulit tanpa disertai ruam juga bisa menjadi salah satu tanda dari penyakit hati yang sudah memburuk. Rasa gatal ini muncul akibat penumpukan cairan empedu di dalam darah yang tidak dapat diolah dengan benar oleh hati yang mengalami kerusakan.

5. Urin Berwarna Gelap dan Feses Berwarna Terang

Dalam kondisi hati yang sangat sakit, urine akan berwarna lebih gelap, sering kali mirip dengan warna teh pekat. Di sisi lain, tinja bisa menjadi lebih pucat atau berwarna putih. Perubahan ini terjadi karena gangguan aliran empedu akibat kerusakan pada organ hati.

6. Kelelahan yang Berkelanjutan

Ketidaktahuan yang berat dan terus-menerus dapat menjadi indikasi bahwa jantung tidak lagi mampu menjalankan tugasnya dengan optimal. Gejala ini biasanya disertai dengan rasa lemah dan kurang bertenaga, bahkan setelah tidur atau beristirahat dalam waktu yang cukup.

7. Mual dan Muntah

Mual terus-menerus atau muntah, khususnya setelah mengonsumsi makanan, menunjukkan bahwa kondisi hati sudah cukup memburuk. Gejala ini dapat mengakibatkan penurunan selera makan, yang pada akhirnya bisa menyebabkan penurunan berat badan yang signifikan.

8. Rentan terhadap memar atau pendarahan

Kesehatan jantung yang terganggu dapat memengaruhi pembentukan protein yang berperan dalam pembekuan darah. Keadaan ini bisa menyebabkan seseorang mudah mengalami memar atau pendarahan, bahkan tanpa alasan yang jelas atau setelah mengalami cedera kecil.

9. Perubahan yang Terjadi pada Kuku dan Kulit

Pada tahap akhir, penyakit hati juga bisa berdampak pada penampilan kuku dan kulit. Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain kuku yang berbentuk seperti sendok (kuku bentuk sendok), kulit yang berubah menjadi lebih pucat, serta munculnya bintik-bintik merah di permukaan kulit.

10. Penurunan Fungsi Otak

Pada tahap penyakit hati yang lebih lanjut, terjadi gangguan fungsihatidapat mengakibatkan penurunan kemampuan kognitif. Penderita mungkin mengalami kebingungan, ketidakjelasan arah, atau bahkan kehilangan kesadaran secara mendadak. Keadaan ini dikenal sebagai ensefalopati hepatik, yang terjadi karena penumpukan racun di dalam tubuh yang seharusnya diolah oleh hati.

10 Jenis Kanker Umum di Indonesia

10 Jenis Kanker Umum di Indonesia

10drama.com, Jakarta – Angka kasus kankerDi Indonesia, tren peningkatan terus terjadi. Jika tidak diimbangi dengan upaya pencegahan dan pengenalan dini yang lebih efisien, jumlah kasus diperkirakan meningkat lebih dari 70 persen pada tahun 2050.

Mengutip data Kementerian Kesehatan, setiap tahun terdapat sekitar 400.000 kasus baru, dengan jumlah kematian mencapai 240.000 orang. Tanpa tindakan yang tepat, kanker akan menjadi beban yang semakin berat, tidak hanya bagi sistem kesehatan, tetapi juga secara sosial dan ekonomi.

Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, menegaskan bahwa kanker bukan hanya masalah kesehatan. tetapi juga isu sosial dan ekonomi yang sangat rumit. Biaya pengobatan yang tinggi, penurunan produktivitas, serta beban psikologis terhadap pasien dan keluarga semakin memperparah dampak penyakit ini.

Dilansir dari Ciputra Hospital, berikut ini merupakan jenis kanker yang paling sering dialami oleh masyarakat Indonesia

1. Kanker Payudara

Kanker payudara terjadi di jaringan payudara, dan meskipun lebih sering dialami oleh perempuan, laki-laki juga bisa mengalaminya. Tanda-tandanya antara lain munculnya benjolan atau penebalan pada kulit payudara yang terasa berbeda. Meski penyebab pastinya belum diketahui, gaya hidup tidak sehat seperti merokok dan mengonsumsi makanan cepat saji dianggap dapat meningkatkan risikonya.

2. Kanker Serviks

Kanker serviks menyerang bagian leher rahim dan menjadi salah satu penyebab kematian yang paling tinggi di Indonesia, setelah kanker payudara. Biasanya disebabkan oleh infeksi virus HPV (Human Papillomavirus). Gejala yang muncul antara lain perdarahan di luar masa menstruasi, nyeri saat berhubungan intim, serta keputihan yang tidak normal.

3. Kanker Paru-paru

Banyak kali disebabkan oleh kebiasaan merokok, termasuk paparan asap rokok terhadap perokok pasif. Penyakit ini berkembang tanpa menunjukkan gejala pada tahap awal, dan hanya terasa ketika kondisinya sudah parah.

4. Kanker Hati

Kanker hati terjadi ketika sel-sel ganas menyerang organ hati. Terdapat dua jenis, yaitu kanker hati primer yang berasal dari organ hati sendiri, dan kanker hati sekunder yang merupakan penyebaran dari kanker di organ lain seperti usus besar atau payudara. Pengobatannya bisa dilakukan melalui transplantasi hati.

5. Kanker Nasofaring

Jenis kanker ini menyerang area belakang rongga hidung, dekat langit-langit mulut. Gejala-gejalanya mencakup benjolan di leher, hidung tersumbat atau pilek yang terus-menerus, mimisan, serta kesulitan dalam menelan.

6. Kanker Usus Besar

Kanker ini menyerang organ usus besar. Gejala yang muncul antara lain diare, konstipasi, feses berdarah, serta penurunan berat badan yang signifikan. Penyebab utamanya adalah perubahan genetik, meskipun penyebab pasti dari mutasi tersebut masih belum diketahui.

7. Kanker Limfoma (Non-Hodgkin)

Limfoma non-Hodgkin terjadi dalam sistem limfatik. Penyakit ini ditandai dengan pembengkakan kelenjar getah bening, khususnya di bagian leher, ketiak, atau paha.

8. Kanker Leukemia

Kanker darah yang disebut leukemia berasal dari sel-sel darah putih. Jenis penyakit ini paling umum ditemukan pada anak-anak, meskipun dapat menyerang semua usia. Penyakit ini berpotensi menyebabkan komplikasi berat jika tidak segera ditangani.

9. Kanker Ovarium

Jenis kanker ini sering dialami oleh perempuan di Indonesia. Kanker yang disebabkan oleh tumor ganas yang berkembang di ovarium merupakan penyebab utama penyakit tersebut. Terdapat berbagai faktor yang dapat memengaruhi kondisi ini, seperti gaya hidup sehat, kebiasaan merokok, obesitas, serta kurangnya aktivitas fisik.

10. Kanker Kulit

Kankerkulit mengalami perubahan berupa munculnya benjolan atau bercak yang bentuk maupun ukurannya tidak normal. Perubahan genetik pada sel kulit dianggap sebagai penyebab utama. Faktor risiko meliputi paparan sinar matahari yang berlebihan.

Michelle Gabriela berkontribusi dalam tulisan ini.

Stroke Bisa Mematikan, Ini Penyebab Utamanya

Stroke Bisa Mematikan, Ini Penyebab Utamanya

10drama.com, Jakarta– Dokter Spesialis Neurologi Azmi Farah Fairuzya dari Rumah Sakit Siloam Yogyakarta mengingatkan bahwa serangan stroke bisa terjadi secara tiba-tiba. “Strokesering muncul secara tiba-tiba dan dapat menyebabkan kerusakan permanen bahkan kematian jika tidak segera ditangani. Padahal sebagian besar kasus stroke dapat dihindari dengan pola hidup yang sehat,” katanya dalam pernyataan pers yang diterima Tempo pada 15 Juli 2025.

Serangan stroke terjadi ketika aliran darah ke otak terganggu atau berkurang karena adanya penyumbatan (stroke iskemik) atau pecahnya pembuluh darah (stroke hemoragik). Berdasarkan halaman Halodoc, terdapat 2 faktor yang dapat menyebabkan stroke.

Dalam kasus stroke iskemik, terjadi ketika pembuluh darah arteri yang mengangkut darah dan oksigen ke otak mengalami penyempitan. Hal ini menyebabkan aliran darah ke otak menjadi sangat terbatas. Kondisi ini juga dikenal sebagai iskemia.Stroke iskemikdapat diklasifikasikan lagi menjadi dua jenis, yaitu stroke trombotik dan stroke embolik.

Penyebab kedua adalah stroke hemoragik. Dalam kasus ini, pembuluh darah di otak mengalami pecah yang menyebabkan terjadinya perdarahan. Perdarahan di otak bisa dipicu oleh berbagai kondisi yang memengaruhi pembuluh darah. Contohnya adalah tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol, dinding pembuluh darah yang rapuh, serta sedang menjalani pengobatan dengan obat pengencer darah. Stroke hemoragik dibagi lagi menjadi dua jenis, yaitu perdarahan intraserebral dan subarachnoid.

Sebenarnya terdapat tiga hal yang memperbesar kemungkinan seseorang mengalami stroke, yakni kondisi kesehatan, pola hidup, serta faktor-faktor lainnya. Selain stroke, faktor-faktor tersebut juga berpotensi meningkatkan risiko terkena penyakit lain.serangan jantung.

Dari segi risiko kesehatan, terdapat tekanan darah tinggi, diabetes, kolesterol yang tinggi, serta obesitas. Penyakit jantung seperti gagal jantung, kelainan jantung bawaan, infeksi jantung, atau gangguan irama jantung juga dapat meningkatkan risiko stroke. Belum lagi adanya faktor sleep apnea dan riwayat serangan iskemik transien (TIA) atau serangan jantung sebelumnya.

Penyebab stroke juga bisa dipengaruhi oleh gaya hidup seseorang. Seseorang yang merokok, kurang berolahraga atau tidak melakukan aktivitas fisik, mengonsumsi narkoba, atau kecanduan minuman beralkohol. Selain itu, faktor keturunan juga dapat meningkatkan risiko terkena stroke. Seseorang yang memiliki anggota keluarga yang pernah mengalami stroke memiliki kemungkinan lebih besar untuk mengalami kondisi serupa. Faktor usia juga tidak boleh diabaikan. Semakin tua seseorang, semakin tinggi risikonya untuk menderita stroke dibandingkan dengan orang yang lebih muda.

Di seminar yang diikuti oleh 150 peserta, para hadirin juga diajak untuk memahami tanda-tanda awal stroke menggunakan metode “FAST”. FAST adalah akronim dariFace droopingkelihatan lemah pada salah satu sisi wajah,Arm weakness atau kelemahan tangan, Speech difficulty alias kesulitan berbicara, Time to call emergencyatau saatnya menghubungi nomor darurat. “Penting juga memantau tekanan darah, kolesterol, dan kadar gula darah secara teratur sebagai pencegahan penyakit stroke,” ujar Azmi.

Ketua Komisaris Holywings Group dan Ketua Program CSR Holywings Peduli Andrew Susanto mengajak masyarakat untuk lebih memperhatikan kesehatan. “Mari kita manfaatkan kesempatan ini sebagai tindakan nyata dalam menunjukkan kepedulian kita terhadap kesehatan,” ujar Andrew.

Selain membahas masalah stroke, terdapat juga sesi pemeriksaan kesehatan gratis bagi 50 peserta lansia yang hadir. Layanan kesehatan meliputi pengukuran tekanan darah, gula darah, kolesterol, asam urat, dan pemeriksaan darah lengkap yang dilakukan oleh tenaga medis profesional dari RS Siloam Yogyakarta. “Tindakan ini bertujuan untuk mendeteksi dini penyakit tidak menular, yang menjadi tantangan utama dalam kesehatan lansia di Yogyakarta,” ujar Andrew.

Mengenali Kanker Lambung

Mengenali Kanker Lambung

Aktris asal Korea Selatan Kang Seo Ha meninggal di usia 31 tahun. Ia memiliki riwayatkankerperut yang tidak diungkapkan kepada publik, menurut situs webSoompi, Senin, 14 Juli 2025. Jenazah Kang Seo Ha akan disemayamkan di Rumah Sakit St. Mary Seoul. Upacara pemakaman akan dilaksanakan pada Rabu, 16 Juli 2025 pukul 07.40 waktu setempat di Haman, Gyeongnam.

Apa Itu Kanker Lambung?

Menurut situs web Cleveland Clinic, kanker lambung (gastric cancer) jenis penyakit yang terjadi ketika sel-sel pada lapisan dinding perut berkembang secara tidak terkendali. Penyakit ini bisa muncul di bagian mana pun dari sistem pencernaan. Di Korea Selatan dan Jepang, pasien dengan kondisi ini umumnya mengalami pertumbuhan sel kanker di lambung. Berbeda dengan di Amerika Serikat, kebanyakan kasus kanker terjadi di bagian atas lambung yang berdekatan dengan esofagus (gastroesophageal junction).

Kanker lambung dimulai dari lapisan dalam perut dan berkembang secara perlahan. Jika tidak ditangani, pertumbuhan sel-sel kanker ini bisa membentuk tumor hingga menembus dinding lambung, lalu menyebar ke organ-organ sekitarnya seperti hati atau pankreas.

Pada tahap awal, kanker lambung tidak menunjukkan tanda-tanda khas. Gejala mulai muncul ketika penyakit sudah berkembang lebih lanjut. Beberapa gejalanya antara lain:

  • Pengurangan berat badan tanpa alasan yang jelas
  • Rasa sakit di bagian atas perut
  • Kehilangan nafsu makan
  • Mual dan muntah
  • Kesulitan menelan
  • Perut terasa kenyang meskipun makan dalam jumlah sedikit
  • Kelelahan berlebihan
  • Sering merasa kembung
  • Keluar darah dari mulut atau kotoran yang berwarna hitam

Banyak gejala yang disebutkan bukan berarti menandakan adanya kanker. Terdapat berbagai kondisi kesehatan lain yang bisa memunculkan gejala serupa, oleh karena itu penting untuk melakukan pemeriksaan medis jika keluhan terus berlangsung.

Copyright © 2026 10drama.com