Cara Cepat Akses KUR BRI 2025: Persyaratan dan Langkah Pengajuan Terkini

Cara Cepat Akses KUR BRI 2025: Persyaratan dan Langkah Pengajuan Terkini

Bank Rakyat Indonesia (BRI) kembali menegaskan komitmennya sebagai lembaga perbankan yang mendukung kalangan menengah bawah melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) 2025.

Program ini hadir guna membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar lebih mudah memperoleh tambahan dana dengan bunga yang rendah serta proses pengajuan yang semakin praktis.

BRI membagi program KUR menjadi beberapa golongan, masing-masing memiliki ketentuan yang berbeda.

Kelayakan KUR BRI Tahun 2025

1.KUR Mikro BRI

Pemohon merupakan warga negara Indonesia yang memiliki usaha yang produktif dan memiliki potensi keuntungan yang baik.

Perusahaan telah beroperasi selama paling sedikit 6 bulan.

Tidak memiliki pinjaman produktif di bank lain (kecuali KPR, KKB, atau kartu kredit).

Dokumen yang harus disiapkan: KTP, Kartu Keluarga, serta izin usaha (SKU/NIB/IUMK).

2.KUR Kecil BRI

Dikhususkan untuk pelaku usaha produktif yang telah terbukti memiliki kemampuan ekonomi yang memadai.

Pengusaha harus memiliki pengalaman aktif selama paling sedikit 6 bulan dan memiliki izin resmi seperti IUMK.

Status bebas dari pinjaman produktif di bank lain.

Proses Pendaftaran KUR BRI 2025 via Aplikasi BRImo

BRI kini memudahkan pengajuan melalui sistem digital. Berikut cara-caranya:

1. Mengakses Aplikasi BRImo – Masuk menggunakan nama pengguna dan kata sandi.

2. Pilih Menu Pinjaman – Klik “Fasilitas Pinjaman BRI” dan pilih “Ajukan Permohonan Pinjaman”.

3. Isi Informasi Aplikasi – Lengkapi formulir, masukkan profil bisnis dan keuangan, serta unggah dokumen pendukung.

4. Penyelesaian Pengajuan – Setujui peraturan dan ketentuan yang berlaku kemudian tekan tombol “Kirim”.

5. Pemantauan Langsung – Pantau perkembangan melalui fitur *Lacak Pengajuan* di portal [kur.bri.co.id](https://kur.bri.co.id).

Keunggulan KUR BRI 2025

Digitalisasi Proses: Pengajuan cepat melalui BRImo.

Fleksibilitas Saluran: Tersedia melalui internet dan langsung.

Dokumentasi Minimal: Persyaratan administratif yang mudah.

Pemantauan yang Jelas: Status permohonan dapat diikuti secara real-time.

Dengan prosedur yang semakin sederhana, KUR BRI 2025 diharapkan mampu mendukung UMKM dalam memperluas bisnis tanpa menghadapi keterbatasan modal maupun hambatan birokrasi yang rumit.

Penempatan Dana Bank di Surat Berharga Masih Tinggi

Penempatan Dana Bank di Surat Berharga Masih Tinggi

Lintaskriminal.co.id -.CO.ID-JAKARTAPortofolio dana perbankan yang disimpan dalam Surat Berharga Negara (SBN) terlihat mengalami peningkatan sepanjang tahun 2025.

Berdasarkan data dari Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, kepemilikan bank terhadap SBN pada 21 Agustus 2025 mencapai Rp 1.318,47 triliun, naik sebesar 17,61% dibanding tahun sebelumnya atauyear on year (YoY).

Mengingat, kepemilikan bank di SBN pada periode yang sama tahun sebelumnya mencapai Rp 1.121,03 triliun.

Secara bulanan, kepemilikan bank terhadap SBN juga tercatat meningkat. Pada akhir Juli, kepemilikan bank mencapai Rp 1.293,85 triliun, naik sebesar 7,82% dibandingkan Juni 2025 yang berjumlah Rp 1.199,96 triliun.

Sementara itu, Bank Indonesia melaporkan pertumbuhan kredit perbankan hingga Juli 2025 hanya mencapai 7,03% secara tahunan. Hal ini menunjukkan perlambatan dibandingkan bulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 7,77% YoY.

Wakil Presiden Senior Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Trioksa Siahaan menganggap, suasana kenaikan penempatan bank di SBN disebabkan oleh fakta bahwa bank masih memilih secara selektif dalam menyalurkan kredit serta lebih cenderung menempatkan likuiditasnya di SBN.

“Mungkin karena kondisi saat ini yang memang memerlukan kehati-hatian lebih dalam penyaluran kredit perbankan,” katanya kepada Lintaskriminal.co.id, Minggu (24/8/2025).

Trioksa mengamati, tren pada tahun ini jika belum menunjukkan peningkatan kemampuan beli maka bank tetap selektif dalam memberikan kredit.

Berdasarkan pendapat Trioksa, tugas bank sebagai lembaga perantara keuangan adalah mulai meningkatkan penyaluran kredit seiring menurunnya tren suku bunga acuan, tetapi tetap memperhatikan prinsip pengelolaan risiko dan kehati-hatian yang baik.

Beberapa bank tercatat mengalami peningkatan dalam penempatan dana di Surat Berharga Negara (SBN). Contohnya PT Bank Central Asia (BCA) yang mencatatkan penempatan dana di surat berharga sebesar Rp 386,42 triliun pada Juni 2025, atau naik 3,70% secara tahunan.

Berikut adalah beberapa variasi parafraze dari teks tersebut: 1. PT Bank Negara Indonesia (BNI) melaporkan kenaikan penempatan dana dalam bentuk surat berharga sebesar 11,67% menjadi Rp 184,61 triliun pada bulan Juni 2025. 2. Pada Juni 2025, PT Bank Negara Indonesia (BNI) mencatatkan peningkatan pengelolaan dana dalam bentuk surat berharga sebesar 11,67%, yaitu mencapai Rp 184,61 triliun. 3. Dalam laporan terbaru, PT Bank Negara Indonesia (BNI) menyatakan bahwa penempatan dana dalam surat berharga meningkat sebesar 11,67% menjadi Rp 184,61 triliun pada Juni 2025. 4. PT Bank Negara Indonesia (BNI) mengungkapkan adanya kenaikan jumlah dana yang ditempatkan dalam surat berharga sebesar 11,67% menjadi Rp 184,61 triliun pada periode Juni 2025. 5. Pada bulan Juni 2025, PT Bank Negara Indonesia (BNI) mencatatkan peningkatan penempatan dana dalam bentuk surat berharga sebesar 11,67% dengan total mencapai Rp 184,61 triliun.

Sementara itu, pada Juni 2025 pencairan kredit BNI mencapai Rp 778,7 triliun, meningkat sebesar 7,1%.

Berbeda dengan beberapa bank lain seperti PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang mulai mengurangi kepemilikan pada surat berharga. Pada Juni 2025, penempatan BRI di surat berharga mencapai Rp 385,84 triliun atau turun 3,41% yoy dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 399,48 triliun.

PT Bank CIMB Niaga juga mengurangi penempatan pada surat berharga hingga Juni 2025 turun sebesar 3,83% menjadi Rp 75,18 triliun dari posisi Juni 2024 yang mencapai Rp 78,18 triliun.

Vice President Corporate Communication dan Tanggung Jawab Sosial BCA Hera F. Haryn menyampaikan bahwa perusahaan memperhatikan bahwa penempatan dana dalam instrumen surat berharga merupakan bagian dari strategi pengelolaan likuiditas perusahaan serta mendukung perekonomian nasional di tengah tantangan saat ini.

“Strategi ini juga dilakukan guna mempertahankan keseimbangan antara kecukupan likuiditas dengan pertumbuhan kredit yang sehat. Tentu saja tugas utama perbankan adalah sebagai sarana intermediasi ekonomi, yaitu penyaluran kredit,” ujar Hera.

Hera menjelaskan, secara umum, BCA selalu mengelola likuiditas dengan hati-hati serta memperhatikan prinsip kehati-hatian dalam penerapan pengelolaan risiko.

Akibatnya, meskipun penempatan dalam surat berharga meningkat, pada saat yang sama kredit yang disalurkan terlihat tumbuh lebih besar sebesar 12,9% mencapai Rp 959 triliun.

“Dengan dukungan likuiditas yang kuat serta mempertimbangkan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang menggembirakan, kami yakin mampu menjaga pertumbuhan kredit berkualitas secara berkelanjutan,” ujarnya.

Selaku Direktur Utama CIMB Niaga, Lani Darmawan mengakui bahwa penempatan di surat berharga mengalami penurunan secara year on year maupun quarter on quarter. Lani menyampaikan bahwa likuiditas CIMB Niaga sebagian besar digunakan untuk mendukung penyaluran kredit.

“Posisi obligasi kami menurun. Kami lebih fokus pada kredit,” kata Lani.

Pada akhir bulan Juni 2025, jumlah kredit yang dimiliki Bank CIMB Niaga mencapai angka Rp 231,8 triliun, dengan pertumbuhan sebesar 6,8% dibandingkan tahun sebelumnya.

“Kami memiliki kebijakan yang hati-hati tetapi tetap menempatkan likuiditas yang kuat sebagai prioritas bagi bank. Fokus kami pada likuiditas dan dana pihak ketiga,” katanya.

Kepala Bisnis PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (Bank Banten) Bambang Widyatmoko juga menyampaikan, dalam upaya peningkatan penyaluran dana ke aset produktif, termasuk kredit, pihaknya lebih mengutamakan sumber dana yang berasal dari Dana Pihak Ketiga, termasuk deposito berjangka.

“Hal ini dilakukan dengan mempertimbangkan kesesuaian volume, jangka waktu, tingkat bunga dan margin serta risiko likuiditas antara keduanya sehingga dapat sesuai dan menghasilkan tingkat pendapatan bunga bersih yang optimal dengan risiko yang terkendali bagi Bank Banten,” kata Bambang.

Bambang menjelaskan, pihaknya selalu melakukan pemantauan terhadap perkembangan tingkat suku bunga SBN serta sumber dana yang dialokasikan agar mendapatkan pengembalian terbaik bagi Bank Banten. Keputusan mengenai proporsi portofolio penempatan dana dalam bentuk Kredit dan atau SBN dilakukan dengan sangat hati-hati dengan mempertimbangkan potensi risiko dan manfaat terbaik.

Tren penyaluran dan pertumbuhan kredit tetap tergolong positif hingga akhir tahun. Kami memprediksi akan terus meningkat dan menghasilkan Pendapatan Bunga Bersih yang cukup untuk Bank Banten,” ujarnya.

Pada bulan Juni 2025, penempatan dana Bank Banten di SBN tercatat sebesar Rp 1,15 triliun, naik 27,29% dibanding tahun sebelumnya. Meskipun demikian, pada periode yang sama Bank Banten mampu menyalurkan kredit sejumlah Rp 4,16 triliun, meningkat 14,60% secara tahunan. Di sisi lain, dana pihak ketiga (DPK) juga mengalami pertumbuhan lebih dari Rp 1,25 triliun, berubah dari Rp 4,64 triliun menjadi Rp 5,89 triliun.

BNI Tingkatkan Dukungan untuk ITB dan Alumni dengan Inovasi Keuangan Inklusif

BNI Tingkatkan Dukungan untuk ITB dan Alumni dengan Inovasi Keuangan Inklusif

Lintaskriminal.co.id -,JAKARTA – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI semakin memperkuat posisinya dalam mendukung perkembangan pendidikan tinggi di Indonesia, khususnya melalui kerja sama strategis dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) dan jaringan lulusannya.

Komitmen ini diwujudkan melalui berbagai inovasi keuangan yang inklusif, yang diperkenalkan dalam acara Community Run yang diselenggarakan di kawasan Car Free Day Sudirman, Jakarta, pada hari Minggu (24/8/2025), sebagai bagian dari rangkaian kegiatan sebelum ajang utama wondr ITB Ultra Marathon 2025.

Salah satu inovasi yang dilakukan adalah Kartu Kredit Affinity BNI–ITB, di mana setiap transaksi yang dilakukan pengguna akan secara otomatis menyumbangkan 0,3 persen kepada Dana Lestari ITB. Dana ini digunakan untuk mendukung program beasiswa, penelitian, serta pengembangan akademik yang berkelanjutan.

Kepala Eksekutif BNI Putrama Wahju Setyawan menyatakan, Kartu Kredit Affinity BNI–ITB tidak hanya memudahkan pengguna dalam bertransaksi, tetapi juga menjadi bentuk nyata untuk mendukung Dana Lestari ITB.

“Setiap transaksi menggunakan kartu ini secara otomatis menyisihkan sebagian dana untuk beasiswa, penelitian, dan perkembangan akademik. Dengan demikian, pengguna ikut berkontribusi dalam mendukung kelangsungan pendidikan di Indonesia,” kata Putrama dalam pernyataan resminya.

Pengambilan simbolis kartu ini dilakukan oleh Putrama kepada Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang merupakan lulusan ITB, dengan hadirnya Wakil Komisaris Utama BNI Tedi Bharata, Rektor ITB Tatacipta Dirgantara, serta jajaran direksi BNI.

Rektor ITB Tatacipta Dirgantara menyambut positif inisiatif tersebut. “ITB Ultra Marathon yang dimulai sejak 2017 terus mendapat respon luar biasa dari para alumni. Kami mengucapkan terima kasih kepada BNI yang telah konsisten mendukung acara ini sejak awal dan kini kembali hadir dengan inovasi terbaru untuk memperkuat lingkungan pendidikan ITB,” kata Tatacipta.

Selain kartu kredit, BNI juga mengeluarkan Kartu Debit Alumni Co-Branding ITB yang memiliki fungsi ganda sebagai tanda pengenal alumni, kartu debit, serta uang elektronik TapCash. Kartu ini secara simbolis diberikan oleh Putrama kepada Gubernur Jakarta Pramono Anung, dengan hadirnya Komisaris Utama BNI Omar Sjawaldy Anwar.

BNI juga mengeluarkan kartu TapCash edisi khusus dengan desain unik untuk wondr ITB Ultra Marathon 2025. Mockup kartu ini diserahkan oleh Wakil Direktur Utama BNI Alexandra Askandar kepada Rektor ITB, yang turut hadir dalam acara tersebut Wakil Komisaris Utama BNI Tedi Bharata.

Dengan kerja sama yang berkelanjutan dan inovasi dalam keuangan yang inklusif, BNI menunjukkan komitmennya untuk mendukung setiap langkah yang diambil oleh ITB serta para lulusannya menuju masa depan yang lebih mandiri, inklusif, dan berkelanjutan.

Nasabah Tenang, LPS Siap Lunasi Simpanan di BPR Disky Suryajaya

Nasabah Tenang, LPS Siap Lunasi Simpanan di BPR Disky Suryajaya

Jakarta, IDN Time– Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sedang mempersiapkan proses pencairan klaim jaminan simpanan serta pelaksanaan likuidasi PT BPR Disky Suryajaya, yang berlokasi di Jalan Medan Binjai KM 14,6, Komplek Padang Hijau Blok A No 18, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatra Utara.

“Pelaksanaan pembayaran klaim penjaminan simpanan nasabah dan likuidasi dilakukan setelah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencabut izin usaha PT BPR Disky Suryajaya, mulai berlaku sejak 19 Agustus 2025,” kata Sekretaris Lembaga LPS Jimmy Ardianto dalam pernyataannya, Selasa (19/8/2025).

1. Tabungan nasabah pasti akan dibayarkan sesuai aturan yang berlaku

Jimmy memastikan tabungan nasabah dapat dibayarkan sesuai aturan yang berlaku. LPS akan melakukan penyesuaian dan pemeriksaan terhadap data tabungan serta data lainnya untuk menentukan tabungan yang layak dibayarkan.

Proses penyesuaian dan pemeriksaan ini akan selesai paling lambat dalam 90 hari kerja sejak tanggal pencabutan izin usaha bank. Dana yang digunakan untuk pembayaran klaim jaminan simpanan nasabah PT BPR Disky Suryajaya seluruhnya berasal dari LPS.

Pelanggan dapat mengecek status tabungannya di kantor PT BPR Disky Suryajaya atau melalui situs resmi LPS diwww.lps.go.id, setelah LPS mengumumkan pencairan klaim jaminan tersebut. Di sisi lain, nasabah bank masih dapat melakukan pembayaran angsuran atau pelunasan pinjaman di kantor PT BPR Disky Suryajaya dengan bekerja sama dengan Tim Likuidasi LPS.

2. Nasabah diminta tetap tenang agar proses pengajuan klaim dan pencairan dana bank tidak mengalami kendala

Jimmy Ardianto mengajak nasabah PT BPR Disky Suryajaya untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh sehingga tidak melakukan tindakan yang bisa menghambat proses penyelesaian klaim jaminan dan likuidasi bank. Ia juga memperingatkan nasabah agar tidak percaya kepada pihak-pihak yang menawarkan bantuan dalam pengurusan klaim jaminan tabungan dengan imbalan atau biaya tertentu.

LPS juga menekankan bahwa masih banyak BPR/BPRS serta bank umum lainnya yang beroperasi dengan lancar. Oleh karena itu, masyarakat tidak perlu khawatir untuk kembali menabung di perbankan, karena seluruh dana yang disimpan di bank yang beroperasi di Indonesia dijamin oleh LPS.

3. Terdapat 3 persyaratan agar tabungan nasabah dapat dijamin oleh LPS

Ia menjelaskan bahwa simpanan nasabah dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), namun nasabah perlu memenuhi tiga syarat 3T, yaitu, terdaftar dalam catatan bank, bunga simpanan yang diperoleh tidak melebihi batas bunga jaminan yang ditentukan oleh LPS, serta tidak melakukan tindakan yang merugikan bank, baik yang diduga maupun yang terbukti melanggar hukum.

Aturan mengenai tingkat bunga jaminan tidak berlaku untuk bank, unit usaha, atau BPR Syariah. Untuk keterangan lebih lanjut tentang pelaksanaan jaminan simpanan dan proses likuidasi PT BPR Disky Suryajaya, nasabah dapat menghubungi Pusat Layanan Informasi (Puslinfo) LPS melalui nomor 021-154.

Prabowo Mengusulkan Calon Anggota Komisioner LPS kepada DPR Cara Mendaftar Sebagai Ketua LPS dan Anggota, Terdapat Banyak Persyaratan! BPRS Gebu Prima Bangkrut, LPS Mengembalikan Dana Nasabah Sebesar Rp20,05 Miliar

NPL Citibank Turun 0,2%, Ini Strategi Suksesnya

NPL Citibank Turun 0,2%, Ini Strategi Suksesnya

Lintaskriminal.co.id –, JAKARTA — CitibankN.A. Indonesia mengungkapkan tingkat kredit yang bermasalah ataunon-performing loan(NPL) mengalami penurunan yang signifikan dari tingkat 3% menjadi hanya 0,2% saat ini.

CEO Citibank Indonesia Batara Sianturi menjelaskan bahwa penurunan ini tidak disebabkan oleh faktor luar, tetapi akibat penerapan kebijakan perbankan yang hati-hati dan teliti.prudent banking).

Batara mengacu pada salah satu cara dengan mengubah cadangan atau penyisihan yang telah disiapkan sebelumnya menjadi penghapusan kredit, yaituwrite-off.

“Kami maintain prudent bankingdan kedisiplinan dalam mengubah provisi menjadiwrite-off,” kata Batara dalam konferensi pers Citibank, Selasa (19/8/2025).

Selanjutnya, Citibank menegaskan tindakan ini tidak memengaruhi kinerja laba rugi perusahaan. Karena seluruh kredit yang bermasalah tersebut telah sepenuhnya dicadangkan sebelumnya.

Sebenarnya tidak ada pengaruhnya padaprofit and losskarena sudah sepenuhnya dialokasikan dalam provisi, hanya saja pada saat itu belum dilakukanwrite-off. Jadi ketika akhirnya dilakukan, secara otomatis NPL hilang dari catatan, tanpa mengganggu kinerja Citibank,” jelasnya.

Selain itu, Citi Indonesia mencatatkan laba bersih di atas Rp1,3 triliun pada kuartal kedua tahun 2025, didukung oleh kenaikan pendapatan bunga bersih sebesar 11% secara tahunan dan rasiolow-cost fund yang meningkat menjadi 75%.

Selain itu, Citi Indonesia mencatatkan Return on Equity (ROE) sebesar 13,6% dan Return on Assets (ROA) sebesar 3,6%. Rasio Liquidity Coverage (LCR) serta rasio Net Stable Funding (NSFR) Citi Indonesia tetap stabil pada angka 295% dan 160%, lebih tinggi dari ketentuan minimum yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Kemudian, Rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) dilaporkan mencapai 40,1%, naik dari 36,2% di tahun sebelumnya.

Batara menyampaikan bahwa pada periode ini, Citibank mencatatkan kinerja yang didukung oleh pertumbuhan pendapatan bunga bersih sebesar 11% per tahun, serta rasiolow cost fund yang meningkat menjadi 75%.

“Dengan penyediaan layanan dan solusi keuangan digital Citibank yang lengkap, terus menjadi ciri khas utama kami dalam mendukung klien institusi di berbagai negara, khususnya dalam menyesuaikan diri dan berkembang di era saat ini,” katanya.

Selama kuartal II/2025, bisnis Corporate Banking di Citi Indonesia masih menunjukkan pertumbuhan pendapatan yang positif. Citi Indonesia tetap berkomitmen untuk menyediakan layanan dan solusi perbankan kepada berbagai klien, mulai dari perusahaan lokal, perusahaan multinasional, lembaga keuangan, hingga sektor pemerintah.

Di bisnis Treasury and Trade Solutions (TTS), Citi Indonesia mengalami pertumbuhan positif secara tahunan pada kuartal kedua 2025, didorong oleh peningkatan jumlah transaksi mata uang asing sebesar 17% dan peningkatan penggunaan kartu bisnis sebesar 8%.

Bank Catatkan Pertumbuhan Positif Tabungan Haji

Bank Catatkan Pertumbuhan Positif Tabungan Haji

Lintaskriminal.co.id -.CO.ID – JAKARTA.Tabungan Haji menjadi salah satu hal yang diprioritaskan dalam perencanaan keuangan masyarakat. Kondisi ini juga terlihat dari sektor perbankan yang secara bersama-sama mencatatkan pertumbuhan positif terkait layanan Tabungan Haji mereka.

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI, contohnya. Sebagai salah satu bank syariah terbesar di Indonesia, mencatatkan pertumbuhan jumlah rekening Tabungan Haji yang meningkat dua digit pada Juli dibandingkan pencapaian akhir tahun sebelumnya.

Selama bulan Januari hingga Juli 2025, jumlah rekening Tabungan Haji (NoA) di BSI mencapai 6,33 juta. Angka ini naik sebesar 13,51% dibandingkan posisi akhir tahun 2024 yang berjumlah 5,57 juta rekening.

“Perkembangan ini menunjukkan adanya penambahan lebih dari 750.000 rekening baru hanya dalam tujuh bulan pertama tahun 2025,” ujarCorporate SecretaryBSI Wisnu Sunandar saat dihubungi Lintaskriminal.co.id, Selasa (19/8/2025).

Sesuai dengan peningkatan jumlah rekening Tabungan Haji, Wisnu menyebutkan juga adanya pertumbuhan dari segi besarnya nilai Tabungan Haji di BSI.

Selain itu, Bank Mega Syariah juga memiliki kesamaan. Bank Mega Syariah mencatatkan total dana beredar Tabungan Haji sebesar Rp 303 miliar pada Juni 2025. Angka ini meningkat sekitar 1,3% dibandingkan akhir tahun 2024 yang mencapai lebih dari Rp 299 miliar.

Di sisi lain, hingga bulan Juni 2025, jumlah rekening (NoA) Tabungan Haji Bank Mega Syariah tercatat melebihi 254.000 rekening, naik lebih dari 3,67% dibandingkan akhir tahun 2024 yang berjumlah lebih dari 245.000 rekening.

Persentase outstanding Tabungan Haji terhadap keseluruhan tabungan nasional mengalami kenaikan dari 17% di akhir tahun 2024 menjadi 19% pada Juni 2025.

Kepala Bisnis Bank Mega Syariah Rasmoro Pramono Aji (Oney) menyampaikan bahwa situasi ini menunjukkan bahwa Bank Mega Syariah semakin dipilih oleh masyarakat dalam merencanakan ibadah haji dan umrah.

“Pada saat ini, Bank Mega Syariah semakin dipilih oleh masyarakat dalam merencanakan keuangan mereka untuk persiapan haji dan umrah. Hal ini terlihat dari jumlah nasabah tabungan Haji Bank Mega Syariah yang menunjukkan perkembangan yang positif,” ujar Oney.

Tidak ketinggalan, PT Bank Jabar Banten Syariah (Bank BJB Syariah) bahkan optimis menargetkan peningkatan volume total Tabungan Haji hingga 81,99% pada akhir tahun 2025.

Hal ini sesuai dengan tren peningkatan jumlah nasabah tabungan haji di Bank BJB Syariah. Direktur Utama Bank BJB Syariah Arief Setyahadi menyampaikan bahwa jumlah rekening Tabungan Haji (NoA) di Bank BJB Syariah pada periode semester-I 2025 mencapai 133.798 rekening. Angka ini naik sebesar 17,05% dibandingkan capaian pada periode yang sama tahun lalu, yaitu sebanyak 113.874 rekening.

Tercatat pula bahwa total volume atau nilai Tabungan Haji Bank BJB Syariah pada semester-I 2025 telah mencapai Rp 123,7 miliar. Peningkatan ini cukup signifikan sebesar 64,05% YoY dibandingkan pencapaian periode yang sama tahun 2024 yang hanya sebesar Rp 75,4 miliar.

Arief menyampaikan bahwa hingga kini Tabungan Haji tetap menjadi salah satu produk yang banyak diminati oleh masyarakat. Dengan proyeksi pertumbuhan yang dilihat akan terus meningkat, Bank BJB Syariah terus merasa optimis mengenai peningkatan jumlah rekening dan volume Tabungan Haji, serta juga jumlah pembayaran setoran awal haji di Bank BJB Syariah.

“Optimisme ini diwujudkan melalui penentuan target pertumbuhan Tabungan Haji tahun 2025 yang meningkat sebesar 81,99%,” ujar Arief.

Selanjutnya, BCA Syariah juga mengamati meningkatnya minat masyarakat dalam menjalankan ibadah haji. Hal ini terlihat dari jumlah rekening Tabungan Haji pada semester I-2025 yang naik sebesar 26% dibandingkan tahun sebelumnya (YoY), dengan total mencapai 5.124 rekening.

Pertumbuhan ini didukung oleh layanan syariah bank umum (LSBU) yang berada di 100 cabang BCA di berbagai kota. “Kami terus meningkatkan pelayanan digital agar memberikan kemudahan dalam beribadah dengan menyediakan fitur setoran haji melalui mobile banking BSya,” ujar Direktur BCA Syariah Pranata.

Peningkatan 13,51%, Rekening Tabungan Haji BSI Tembus 6,33 Juta per Juli 2025

Peningkatan 13,51%, Rekening Tabungan Haji BSI Tembus 6,33 Juta per Juli 2025

Lintaskriminal.co.id -.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI mencatatkan kenaikan positif dalam pengumpulan Tabungan Haji.

Hal ini terlihat dari pertumbuhan jumlah rekening Tabungan Haji di BSI yang meningkat dua digit pada Juli dibandingkan pencapaian akhir tahun sebelumnya.

Selama bulan Januari hingga Juli 2025, jumlah rekening Tabungan Haji di BSI mencapai 6,33 juta. Angka ini naik sebesar 13,51% dibandingkan posisi akhir tahun 2024 yang sebanyak 5,57 juta rekening.

“Perkembangan ini menunjukkan adanya penambahan lebih dari 750.000 rekening baru hanya dalam tujuh bulan pertama tahun 2025,” ujarCorporate SecretaryBSI Wisnu Sunandar saat dihubungi Lintaskriminal.co.id, Selasa (19/8/2025).

Sesuai dengan peningkatan jumlah rekening Tabungan Haji, Wisnu menyebutkan juga adanya pertumbuhan dari segi besarnya nilai Tabungan Haji di BSI.

“Di masa depan, kami memperkirakan tabungan haji BSI tetap akan sangat diminati oleh masyarakat, terlihat dari tren peningkatan jumlah rekening serta calon jemaah yang mendaftar melalui BSI,” tambah Wisnu.

 

 

Ia kemudian menjelaskan beberapa perasaan positif yang mendorong peningkatan jumlah rekening Tabungan Haji di BSI, salah satunya adalah kepercayaan masyarakat terhadap BSI sebagai bank syariah terbesar di Indonesia yang menyediakan layanan tabungan haji.

Kemudian juga kemudahan layanan digital serta jaringan yang luas dari BSI yang mempermudah masyarakat dalam membuka rekening tabungan haji, serta tingginya antusiasme umat Islam Indonesia untuk melaksanakan ibadah haji.

Berdasarkan pertumbuhan yang stabil sejak awal berdiri hingga kini, BSI yakin jumlah rekening Tabungan Haji akan terus bertambah hingga akhir 2025.

“Tujuannya, BSI berharap dapat mempertahankan pertumbuhan dua digit secara terus-menerus dengan dukungan layanan perbankan syariah yang inklusif dan modern,” tambah Wisnu.

OJK Pertimbangkan Perbankan Universal untuk Kuatkan Jasa Keuangan

OJK Pertimbangkan Perbankan Universal untuk Kuatkan Jasa Keuangan

10drama.com, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sedang meninjau aturan mengenai penerapanuniversal bankingModel perbankan ini diharapkan mampu memperkuat sektor jasa keuangan negara.

Sebagai informasi, universal bankingadalah konsep perbankan di mana sebuah lembaga keuangan mampu menyediakan berbagai jenis layanan secara bersamaan. Layanan ini mencakup perbankan komersial seperti tabungan, rekening giro, dan pinjaman, hingga perbankan investasi, asuransi, serta fasilitas pasar modal.

“Itu (universal banking) sebenarnya merupakan upaya kita dalam konteks melihat peluang perbankan juga dapat terlibat dalam aktivitas sektor keuangan lainnya. Apakah pasar modal, aktivitas investasi, dan sebagainya. Itu intinya,” kata Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, setelah menghadiri acara Kampanye Nasional Lawan Penipuan dan Kegiatan Keuangan Ilegal yang diselenggarakan OJK bersama Aftech di Hotel Raffles, Jakarta, Selasa (19/8/2025).

Mahendra mengatakan, hingga saat ini konsepuniversal bankingmasih tidak dapat diterapkan akibat keterbatasan aturan yang berlaku. Oleh karena itu, OJK terus melakukan penelitian lebih lanjut.

“Kita memang belum membuka peluang untuk hal tersebut, justru sedang mengevaluasi lebih mendalam bagaimana peluang itu,” katanya.

Dari segi regulasi, baik UU Perbankan maupun aturan yang dikeluarkan oleh OJK dan Bank Indonesia (BI), mengatur batasan aktivitas bank hanya pada sektor usaha tertentu. Selain itu, layanan yang tidak termasuk dalam perbankan harus dilakukan melalui entitas terpisah.

Narasi universal bankingDahulu disampaikan oleh Mahendra dalam acara Seremoni Pembukaan Perdagangan dalam rangka 48 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia pada Senin (11/8/2025). Ia menyebut, tindakan tersebut dapat menjadi dorongan tambahan bagi perkembangan ekonomi nasional.

Tabungan Haji Bank Mega Syariah Naik Terus Hingga Juni 2025

Tabungan Haji Bank Mega Syariah Naik Terus Hingga Juni 2025

Lintaskriminal.co.id -.CO.ID – JAKARTA.Bank Mega Syariah mengalami peningkatan positif dalam pengumpulan nasabah Tabungan Haji. Hal ini terlihat dari jumlah dana yang terkumpul pada Tabungan Haji Bank Mega Syariah mencapai Rp 303 miliar per Juni 2025.

Angka ini meningkat sekitar 1,3% dibandingkan akhir tahun 2024 yang mencapai lebih dari Rp 299 miliar.

Kepala Bisnis Bank Mega Syariah Rasmoro Pramono Aji (Oney) mengungkapkan bahwa situasi ini menunjukkan bahwa Bank Mega Syariah semakin dipilih oleh masyarakat dalam merencanakan ibadah haji dan umrah.

“Saat ini Bank Mega Syariah semakin dipilih oleh masyarakat dalam merencanakan keuangan mereka untuk persiapan haji dan umrah. Hal ini terlihat dari jumlah nasabah tabungan Haji Bank Mega Syariah yang menunjukkan perkembangan positif,” ujar Oney dalam keterangan resmi yang diterima Lintaskriminal.co.id, Senin (19/8/2025).

Pada bulan Juni 2025, jumlah rekening (NoA) Tabungan Haji tercatat melebihi 254.000 rekening, naik lebih dari 3,67% dibandingkan akhir tahun 2024 yang mencapai lebih dari 245.000 rekening.

Persentase tabungan haji yang belum dicairkan terhadap total tabungan nasional juga meningkat dari 17% pada akhir tahun 2024 menjadi 19% pada Juni 2025.

Oney menyampaikan bahwa pencapaian ini sejalan dengan strategi Bank Mega Syariah yang gencar meluncurkan berbagai program menarik, seperti Program Poin Haji Berkah Mega Syariah.

Program Poin Haji Berkah Mega Syariah ini ditujukan untuk nasabah tabungan haji dan umrah, baik nasabah lama maupun baru melalui cara Aktivasi M – Syariah, serta penambahan dana pada tabungan haji/umroh.

Nasabah juga memiliki kesempatan untuk memperoleh poin tambahan setiap kali membuka rencana tabungan. Poin-poin ini akan dipilih secara acak sebagai pemenang setiap kuartal.

“Program ini diharapkan mampu meningkatkan semangat masyarakat dalam merencanakan Ibadah Haji melalui Bank Mega Syariah,” tuturnya.

BNI Undang Pengunjung Menikmati Masakan Jepang di wondrX 2025

BNI Undang Pengunjung Menikmati Masakan Jepang di wondrX 2025

Lintaskriminal.co.id –, JAKARTA – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI memberikan pengalaman baru bagi pengunjung BNI wondrX 2025 dengan berbagai sajian kuliner khas Jepang, penawaran diskon belanja, serta hiburan musik. Pameran yang diadakan di ICE BSD Hall 6-10, Tangerang, pada 15–17 Agustus 2025 dapat diakses secara gratis dengan mendaftar melalui situs web.regis-wondrx.bni.co.id.

Sekretaris Perusahaan BNI Okki Rushartomo menjelaskan, BNI wondrX 2025 yang mengusung konsep eksplorasi di bawah naunganwondr by BNIdirancang agar dapat memenuhi berbagai kebutuhan pelanggan dalam satu rangkaian pengalaman yang terintegrasi. “BNI wondrX 2025 menawarkan berbagai pengalaman unik, termasuk bagi penggemar masakan Jepang,” kata Okki dalam pernyataan resmi.

Salah satu yang menarik adalah JCB Japan Dining Matsuri Experience, di mana pengunjung bisa menikmati masakan khas Jepang tanpa perlu ke Negeri Sakura. BNI memberikan potongan harga 10% di beberapa restoran terkenal seperti Sushi Tei, Ramen Sanpachi 38, Dore, Sakura, Kirakira Ginza, Kuhshikatsu Daruma, Daitokyo Sakaba, KakuU, Soba, hingga Hotaru shabu-shabu.

Selain itu, tersedia program Culinary Experience flash sale dengan harga khusus Rp7.900 menggunakan QRIS wondr by BNI. Kegiatan ini berlangsung secara bergilir, mulai tanggal 15 Agustus di Yoshinoya, Kimukatsu, Bakmi GM, The Harvest, Gong cha, dan lainnya; 16 Agustus di Fore, Paris Baguette, Ta Wan, Chatime, Bakso Afung, Calf, dan sebagainya; hingga 17 Agustus di KFC, McDonald’s, D’Cost, Subway, J.Co, serta Imperial Kitchen.

BNIjuga menawarkan keistimewaan khusus bagi nasabah BNI Emerald berupa potongan harga 50% di Studio 133 BIYAN, Iwan Tirta Private Collection, NACRE Lux, serta BACHA Coffee. Terdapat pula cashback hingga Rp8,79 juta untuk transaksi pembelian paket perjalanan dan promo gaya hidup.

Bukan hanya makanan dan diskon belanja, pengunjung juga bisa menikmati berbagai pertunjukan musik. Jadwal tampilannya antara lain Bernadya pada 15 Agustus, Juicy Lucy dan Wijaya80 pada 16 Agustus, serta Alex Teh dan Lyodra pada 17 Agustus.

“Pada BNI wondrX 2025, pengunjung bebas menjelajahi berbagai zona interaktif, musik, dan kegiatan yang menyampaikan pengetahuan, wawasan, serta kesempatan baru untuk masa depan keuangan yang lebih baik,” tutup Okki.

Acara ini menunjukkan komitmen BNI dalam menyediakan pengalaman bertransaksi yang menguntungkan dan menyenangkan bagi pelanggan, sekaligus mendorong gaya hidupcashlessdi Indonesia. Untuk informasi lebih lengkap mengenai jadwal dan penawaran BNI wondrX 2025 bisa ditemukan melalui situswondrx.bni.co.idatau aplikasi wondr milik BNI di bagian Lifestyle.

Copyright © 2026 10drama.com