PNPRO: Pengasuhan Anak Berbasis Teknologi Premium

PNPRO: Pengasuhan Anak Berbasis Teknologi Premium

Grup VTC dengan bangga memperkenalkan PNPRO oleh Premium Nanny, layanan pengasuhan kelas premium generasi kedua yang menggabungkan keahlian pengasuh profesional dengan teknologi terkini untuk mendukung perkembangan anak secara maksimal.

Sebagai perkembangan dari layanan pengasuhan kelas atas, PNPRO memperkenalkan inovasi teknologi melalui paket eksklusif bersama Alpha Kidz, platform cerdas yang menghubungkan orang tua, pengasuh, dan perkembangan anak dalam satu genggaman.

Fitur Unggulan:

– Jurnal Pengasuh Online: catatan harian mengenai aktivitas, makanan, tidur, serta perkembangan anak secara langsung.

– Pelacak GPS: Terintegrasi memberikan perlindungan tambahan, memastikan lokasi anak dan pengasuh selalu terpantau.

– Pengaturan Jadwal Cerdas: Kalender aktivitas yang terhubung untuk koordinasi yang lebih efektif.

– Tips Orang Tua: Artikel edukatif yang ditulis oleh para pakar terpercaya.

– Fitur Rekrut dan Tugaskan Pengasuh: Rekrut, konsultasi, serta penugasan pengasuh secara langsung melalui aplikasi.

Diciptakan untuk orang tua yang sibuk dan mengutamakan kualitas, kejelasan, serta ketenangan—kapan saja, di mana saja.

Tidak hanya fokus pada teknologi, PNPRO juga menekankan kualitas sumber daya manusia yang unggul melalui Modul 9 Mastery Program yang dilaksanakan secara intensif di Nexus The Institute. Kandidat pengasuh terpilih menjalani pelatihan mendalam yang mencakup pendidikan holistik, kecerdasan emosional, hingga pemahaman kurikulum internasional.

Saya mendirikan PNPRO bukan hanya untuk menyediakan layanan pengasuhan, tetapi juga untuk memenuhi keinginan para orang tua akan pendamping yang benar-benar peduli, memahami, dan memiliki pendidikan yang lengkap. Dalam dunia yang semakin cepat ini, anak-anak membutuhkan lebih dari sekadar pengawas — mereka memerlukan figur yang mampu membimbing dengan hati, cerdas secara emosional, serta paham perkembangan saat ini. PNPRO hadir sebagai wujud kasih sayang dan dedikasi, menggabungkan profesionalisme, empati, dan teknologi — karena setiap anak layak tumbuh dalam lingkungan terbaik,” ujar Valentina Maya Sari, CEO dan Pendiri VTC Group. Saya mendirikan PNPRO tidak hanya untuk menawarkan layanan pengasuhan, tetapi juga untuk menjawab kerinduan orang tua akan pendamping yang benar-benar peduli, memahami, dan memiliki pelatihan yang komprehensif. Di tengah dunia yang serba cepat, anak-anak membutuhkan lebih dari sekadar penjaga — mereka butuh sosok yang bisa membimbing dengan perasaan, kecerdasan emosional, dan pemahaman terhadap perkembangan masa kini. PNPRO hadir sebagai bentuk cinta dan komitmen, menggabungkan profesionalisme, empati, dan teknologi — karena setiap anak pantas tumbuh dalam perlindungan terbaik,” kata Valentina Maya Sari, CEO dan Pendiri VTC Group. Saya mendirikan PNPRO bukan hanya untuk menyediakan jasa pengasuhan, tetapi juga untuk memenuhi keinginan orang tua akan pendamping yang benar-benar peduli, memahami, dan memiliki pendidikan yang menyeluruh. Dalam dunia yang semakin dinamis, anak-anak membutuhkan lebih dari sekadar pengawas — mereka memerlukan figur yang bisa membimbing dengan hati, cerdas secara emosional, serta paham tentang perkembangan saat ini. PNPRO hadir sebagai wujud kasih sayang dan dedikasi, menggabungkan profesionalisme, empati, dan teknologi — karena setiap anak layak tumbuh dalam lingkungan terbaik,” ucap Valentina Maya Sari, CEO dan Pendiri VTC Group.

Sebagai pendidik di bidang non-formal, PNPRO memiliki visi besar untuk menciptakan standar baru dalam dunia pengasuhan profesional di Indonesia. Ini bukan hanya tentang menyediakan pengasuh yang terampil, tetapi juga membangun mitra strategis bagi keluarga—yang memahami betapa pentingnya stimulasi dini, pengembangan karakter, dan perlindungan anak dengan pendekatan berbasis teknologi.

Di sinilah peran Nexus The Institute menjadi sangat penting sebagai pusat pendidikan dan pelatihan intensif untuk calon pengasuh profesional. Dengan bimbingan dari para coach yang merupakan ahli di bidangnya—seperti dokter tumbuh kembang anak, dokter gizi, serta pakar dalam parenting dan pendidikan—Nexus The Institute memastikan setiap calon mendapatkan pemahaman yang komprehensif. PNPRO adalah generasi baru pengasuh yang menggabungkan keahlian, empati, dan inovasi—untuk menciptakan masa depan anak yang lebih cerdas, aman, dan berkualitas,” ujar Listya Pranata, S.Pd, School Principal & Child Educator, Nexus The Institute.

Di tengah perkembangan zaman yang pesat, pengasuhan anak perlu menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi. PNPRO tidak hanya bertindak sebagai pengasuh biasa, tetapi juga menjadi mitra yang dapat diandalkan dengan menggabungkan teknologi dan pelatihan berkualitas agar setiap anak mendapatkan perhatian maksimal dan berkembang secara optimal. Kami berkomitmen menyediakan layanan premium yang memenuhi kebutuhan keluarga sibuk tanpa mengorbankan kualitas,” ujar Valeriana Rosmaya, Presiden Direktur VTC Group.

Cari standar baru dalam pengasuhan profesional yang menekankan kualitas, teknologi, dan kejujuran. Serahkan perawatan anak Anda kepada PNPRO by Premium Nanny karena anak Anda pantas mendapatkan yang terbaik. Kunjungi situs kami di pnpro.id atau hubungi hotline eksklusif kami di +62 822 3072 7549 untuk konsultasi pribadi dan pengaturan layanan premium Anda.

Apa Itu Deepfake? Pengertian dan Dampak Teknologinya

Apa Itu Deepfake? Pengertian dan Dampak Teknologinya

10drama.com– Kemajuan teknologi tidak selalu memberikan dampak yang baik. Keberadaan teknologi terbaru justru dapat dimanfaatkan secara salah dan digunakan untuk tujuan yang merugikan. Salah satunya adalahdeepfake yang lahir dari teknologi kecerdasan buatan. 

Deepfake artinya adalah teknologi yang memungkinkan pembuatan gambar, video, dan rekaman audio palsu dengan kualitas sedemikian rupa sehingga terlihat nyata dan meyakinkan.

Secara sederhana, apa itu deepfake? Deepfake adalah jenis teknologi AI yang meniru wajah, suara, dan gerakan manusia untuk membuat konten digital seolah-olah asli.

Teknologi deepfake menjadi berisiko jika digunakan untuk membuat konten di mana seseorang tampak melakukan sesuatu yang sebenarnya tidak pernah mereka lakukan.

Deepfake dapat meniru suara serta wajah manusia. Lalu, bagaimana mekanisme kerjanya?

Deepfake dan cara kerjanya

Dikutip dari 10drama.com, TechTarget menjelaskan bahwa istilah deepfake berasal dari penggabungan kata “deep learning” dan “fake”. Makna deepfake dalam konteks ini mengacu pada teknologi yang menggunakan deep learning untuk menciptakan materi palsu.

Deep learningmerupakan bagian dari teknologi kecerdasan buatan yang menggunakan algoritma untuk mengubah atau menciptakan konten visual dan suara.

Sementara fake, adalah istilah yang menggambarkan bahwa konten yang dihasilkandeepfakemerupakan palsu atau tidak nyata.

Konten deepfake berbeda dengan video atau gambar yang diubah secara manual menggunakan aplikasi seperti Photoshop.Deepfakesendiri dibuat dengan menggunakan algoritma khusus yang menggabungkan rekaman lama dan baru.

Sebagai contoh, wajah seseorang pada gambar dipelajari menggunakan teknik pembelajaran mesin (machine learning/ML). Kemudian bahan analisis tersebut nantinya akan digunakan untuk dibuat versi “tiruannya” dalam konteks video lain.

Adapun cara kerja teknologi ini yaitu menggunakan kombinasi dua algoritma yaitu generator dan diskriminator. Kedua algoritma ini akan menghasilkan sistem bernama Generative Adversarial Network (GAN).

GAN ini kemudian akan bekerja dengan mengenali pola dalam gambar atau video dari sumber asli yang ingin direkayasa, lalu pola tersebut digunakan untuk membuat konten palsu sesuai keinginan si pengguna.

Saat membuat konten foto deepfakemisalnya, sistem GAN akan melihat foto sumber dari berbagai sudut dan menangkap seluruh detail serta perspektifnya agar dapat ditiru seakurat mungkin.

Metode ini juga mirip dengan cara saat menghasilkan konten videodeepfake. Namun, perbedaannya adalah sistem akan melakukan analisis yang jauh lebih mendetail hingga ke tingkat perilaku, gerakan, dan pola bicara dalam video sumber.

Setelah menganalisis pola-pola tersebut, sistem akan mengumpulkan seluruh informasi dan meneruskannya melalui diskriminator beberapa kali agar meningkatkan kesamaan gambar atau video dengan sumber aslinya.

Bisa meniru wajah dan suara

Seperti yang telah disebutkan di atas, teknologideepfakedapat menciptakan wajah dan suara seseorang secara sangat realistis dan terlihat meyakinkan. Konten yang ditampilkan diklaim mampu meniru gerakan bibir, bahkan ekspresi, serta intonasi suara dari orang yang direkayasa tersebut.

Konten olahan deepfake biasanya dibuat dengan dua cara. Pertama, menggunakan konten seperti video asli yang berisi wajah atau gerakan tubuh seseorang yang ingin diubah. Kedua, mengganti wajah orang tersebut ke dalam konten lain (face swap).

Bukan hanya gambar atau video, teknologideepfakejuga mampu menirukan suara seseorang secara mirip.

Metode kerjanya mirip dengan konten foto dan video, di mana model AI akan belajar pola suara seseorang dan menghasilkan rekaman yang terdengar hampir sama dengan suara aslinya.

Deepfakeaudio sering dikombinasikan denganlipsync, yaitu konten palsu yang memanfaatkan sinkronisasi bibir di mana suara seseorang disesuaikan dengan gerakan bibir dalam video asli, sehingga terlihat nyata seolah-olah dikatakan langsung oleh orang tersebut.

Bahaya deepfake di kehidupan nyata

Konten-konten yang dihasilkan teknologi deepfakebisa berisiko. Karena materi ini dapat dimanipulasi untuk melakukan penipuan, pemerasan, merusak nama baik, hingga menyebarkan konten pornografi.

Sementara pelaku tindak pidana ini sering memanfaatkandeepfakeuntuk menyebarkan berita palsu yang bahkan melibatkan tokoh politik atau figuran publik agar terlihat lebih meyakinkan.

Penipuan berkedok deepfakehal ini juga dilaporkan pernah terjadi di berbagai negara lain dengan informasi yang salah yang bervariasi, meliputi:

  • Pendiri Meta, Mark Zuckerberg yang menunjukkan kebanggaannya terhadap jumlah pengguna Facebook.
  • Mantan presiden Amerika Serikat, Joe Biden yang dikabarkan mengalami penurunan kemampuan kognitif. Video tersebut dibuat dengan tujuan memengaruhi pemilihan presiden tahun 2020.
  • Foto Paus Fransiskus memakai jaket tebal
  • Mantan presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terlibat pergulatan dengan petugas kepolisian.
  • Video CEO Facebook Mark Zuckerberg yang menyampaikan pidato mengenai kekuatan negatif perusahaannya
  • Video Ratu Elizabeth yang sedang menari dan berbicara mengenai kekuatan teknologi

Tips mendeteksi konten deepfake

Dihimpun 10drama.comTekno dari laman TechTargetada tiga cara utama yang dapat dilakukan untuk mengidentifikasi konten-konten yang beredar di internet dan kemungkinan dibuat menggunakan teknologideepfake

Pertama, perhatikan ekspresi wajah atau gerakan mata dalam video tersebut. Dijelaskan bahwa posisi wajah pada konten palsu umumnya terlihat tidak alami dan mata jarang berkedip, berbeda dengan video yang menampilkan manusia asli.

Kedua, perhatikan pencahayaan atau bayangan yang terlihat pada subjek dalam video. Konten deepfake sering kali menunjukkan pencahayaan yang tidak sempurna dan terasa tidak alami. Selain itu, ketika video diperbesar, akan terlihat tidak wajar.

Ketiga, periksa keselarasan antara gerakan bibir dan suara yang dihasilkan. Dijelaskan bahwa video palsu sering kali menunjukkan ketidaksesuaian antara pergerakan mulut dengan suara yang terdengar.

Berikut beberapa tips yang diharapkan dapat membantu pembaca lebih waspada dan terhindar dari informasi palsu yang dibuat dengan bantuan teknologi.deepfake

Dengan memahami konsep deepfake, makna deepfake, serta ciri-cirinya, diharapkan pembaca lebih waspada terhadap berita palsu yang dihasilkan oleh teknologi ini.

Teknologi Jadi Senjata Fitnah: Deepfake Menteri Keuangan dan Narasi ‘Guru Beban Negara’

Teknologi Jadi Senjata Fitnah: Deepfake Menteri Keuangan dan Narasi ‘Guru Beban Negara’

JAKARTA KOTA– Pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang menyebut guru sebagai beban negara ternyata disebarkan melalui Deepfake.

Sri Mulyani telah menyangkalnya. Ia tidak pernah mengatakan hal itu. Fitnah yang sangat berat karena menyebut guru beban negara tentu saja ‘tidak sopan’.

Teknologi deepfake memungkinkan pengeditan media audio dan video yang sangat menyerupai aslinya, sehingga sulit dibedakan dengan yang asli.

Meskipun memiliki potensi yang baik, misalnya di sektor hiburan, terdapat beberapa risiko berat yang harus diperhatikan dari Deepfake.

Dalam unggahan di Instagram, potongan video Sri Mulyani tampaknya menyatakan bahwa guru merupakan beban negara, yang merupakan HOAX.

“Faktanya, saya tidak pernah mengatakan bahwa Guru merupakan Beban Negara,” demikian penyangkalan tegas Sri Mulyani.

Video yang beredar telah diverifikasi sebagai hasil pembuatan deepfake oleh pihak yang tidak bertanggung jawab yang menyebarkan informasi palsu.

“Video tersebut merupakan hasil deepfake dan potongan-potongan tidak lengkap dari pidato saya dalam Forum Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia di ITB pada 7 Agustus lalu,” kata Sri Mulyani.

Melalui peristiwa ini, Sri Mulyani mengajak masyarakat pengguna media sosial untuk lebih cerdas. Bahwa fitnah dan penyebaran kebohongan dapat muncul secara besar-besaran melalui teknologi media sosial.

“Kita harus cerdas dalam menggunakan media sosial,” kata menteri tersebut.

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kemenkeu Deni Surjantoro menyatakan bahwa video ‘guru beban negara’ merupakan potongan yang tidak lengkap dari pidato asli Sri Mulyani.

“Kenyataannya, Menteri Keuangan tidak pernah mengatakan bahwa Guru merupakan Beban Negara,” tegasnya.

Mengacu pada kasus Deepfake Menteri Sri Mulyani, terdapat beberapa ancaman serius yang perlu diwaspadai masyarakat agar tidak berkembang menjadi fitnah yang sangat besar.

Pertama, Deepfake dapat digunakan sebagai alat penyebaran misinformasi dan disinformasi. Ini merupakan ancaman yang paling jelas.

Teknologi deepfake mampu menciptakan video yang menampilkan tokoh politik atau publik yang berbicara tentang hal-hal yang tidak pernah mereka ucapkan, risiko yang dapat memicu keributan, memengaruhi hasil pemilihan umum, atau merusak reputasi jangka panjang.

Kedua, kejahatan dan penipuan finansial. Teknologi ini memungkinkan pelaku kejahatan untuk meniru identitas seseorang secara sangat meyakinkan, sehingga tindakan penipuan seperti phishing, penipuan investasi, dan pencurian identitas menjadi jauh lebih berbahaya.

Ketiga, Deepfake digunakan untuk merusak reputasi dan melakukan pelecehan. Teknologi ini sering dimanipulasi untuk menghasilkan materi eksplisit yang tidak diinginkan, yang menargetkan seseorang, khususnya perempuan.

Keempat, mengikis kepercayaan masyarakat. Semakin berkembangnya teknologi deepfake, membuat orang semakin kesulitan membedakan antara yang asli dan yang palsu.

Seperti yang terjadi dalam kasus Deepfake Sri Mulyani, hal ini mengikis kepercayaan terhadap media, berita, bahkan kesaksian saksi, menciptakan suasana di mana “kebenaran” menjadi sesuatu yang bersifat relatif. (*)

Kelebihan dan Kekurangan Soundcore P41i: Earbuds dengan Power Bank

Kelebihan dan Kekurangan Soundcore P41i: Earbuds dengan Power Bank

LINGGA 10drama.com– Pasar earbuds True Wireless Stereo (TWS) semakin sibuk dengan berbagai inovasi menarik. Salah satu yang muncul adalah Soundcore P41i, earbuds dari Anker yang tidak hanya berfungsi sebagai alat audio, tetapi juga sebagai power bank dan stand ponsel. Fitur ini membuatnya berbeda dari kebanyakan TWS yang ada di pasaran.

Desain dan Fitur Case

Kasus Soundcore P41i menjadi daya tarik utama. Dengan baterai sebesar 3.000 mAh, casing ini dapat digunakan untuk mengisi ulang ponsel dengan kekuatan hingga 10W. Menurut uji coba, casing ini mampu menambah daya sekitar 50% pada iPhone 16 Pro atau 45% pada Samsung Galaxy S24.

Selain itu, casing dilengkapi dengan port USB-C dan adaptor Lightning, sehingga memudahkan penggunaan pada berbagai jenis perangkat. Selain itu, casing dapat dilipat menjadi stand ponsel, membuat pengalaman menonton video menjadi lebih nyaman.

Kekurangannya, ukuran kotak ini memang cukup besar dan terasa berat jika dibandingkan TWS umumnya.

Spesifikasi Utama

  • Driver Audio: 11 mm menggunakan teknologi BassUp
  • Keterhubungan: Bluetooth 5.3 yang mendukung penghubungan multipoint
  • Baterai Earbuds: hingga 12 jam (tanpa ANC), 10 jam (dengan ANC)
  • Mencapai 192 jam penggunaan dengan Case:
  • Pengisian Cepat: 10 menit isi = 5 jam penggunaan
  • Mikrofon: 6 mikrofon dengan ANC Adaptif
  • Peringkat Tahan Air: IPX5 (tahan terhadap air dan keringat yang mengenai)

Kualitas Suara

Untuk kualitas suara, Soundcore P41i menawarkan nada yang kuat dan penuh dengan bass berkat driver sebesar 11 mm. Teknologi BassUp memberikan energi lebih pada nada rendah, cocok untuk genre musik pop, EDM, atau hip hop.

Melalui aplikasi Soundcore, pengguna dapat menyesuaikan equalizer, serta tersedia mode khusus seperti Gaming Mode dan Movie Mode. Hal ini memberikan pengalaman mendengarkan yang lebih fleksibel sesuai dengan kebutuhan.

Active Noise Cancelling (ANC)

Soundcore P41i dilengkapi dengan ANC adaptif yang menggunakan 6 mikrofon, dan mendukung berbagai mode:

  • Adaptive (otomatis menyesuaikan lingkungan),
  • Manual, serta
  • Multi-Scene (Indoor, Outdoor, Transport).

ANC cukup efektif dalam mengurangi suara latar yang terus-menerus seperti lalu lintas atau mesin, meskipun masih sedikit kewalahan menghadapi suara mendadak atau percakapan di dekat.

Kualitas Panggilan

Untuk panggilan, P41i berfungsi cukup baik di dalam ruangan. Namun, kualitas suara bisa menurun saat digunakan di luar ruangan, terutama ketika ada angin atau kebisingan. Suara pihak lawan bicara terdengar agak samar, sehingga pengalaman telepon belum sepenuhnya optimal.

Baterai dan Daya Tahan

Dari segi daya tahan, earbuds mampu bertahan hingga 12 jam tanpa fitur ANC, dan sekitar 10 jam ketika ANC diaktifkan. Bila digabungkan dengan kapasitas case, total durasi penggunaan bisa mencapai 192 jam atau setara lebih dari seminggu penggunaan harian.

Dilengkapi dengan fitur pengisian cepat, hanya butuh 10 menit untuk menghasilkan 5 jam penggunaan — sangat bermanfaat saat sedang terburu-buru.

Keunggulan Soundcore P41i

  • Case Fungsional: dapat berfungsi sebagai power bank dan stand ponsel.
  • Baterai Tahan Lama: mencapai total hingga 192 jam penggunaan.
  • Bass yang Kuat: driver 11 mm yang didukung oleh teknologi BassUp.
  • ANC Fleksibel: cukup efisien dalam berbagai situasi.
  • Fitur Utama: penghubung ganda, pengisian cepat, ketahanan air kelas IPX5, serta aplikasi Soundcore.

Kekurangan Soundcore P41i

  • Kasus yang Besar dan Berat: kurang nyaman untuk dibawa dalam saku kecil.
  • ANC Tidak Efisien untuk Suara Mendadak.
  • Kualitas panggilan di luar ruangan tidak jernih.
  • Masalah Sinkronisasi pada Perangkat Android: terkadang terjadi ketidaksesuaian antara suara dan gambar, meskipun dapat diminimalkan menggunakan Mode Gaming.

Harga

Soundcore P41i telah tersedia di pasar dengan kisaran harga sekitar Rp2,4 juta hingga Rp2,6 juta. Mengenai fitur yang disediakan, harga ini tergolong kompetitif mengingat case multifungsi yang dimilikinya jarang ditemukan pada TWS lainnya.

Kesimpulan

Soundcore P41i merupakan TWS yang istimewa, bukan hanya menawarkan pengalaman audio berkualitas, tetapi juga dilengkapi dengan fitur tambahan seperti power bank dan stand ponsel. Dengan kapasitas baterai yang tahan lama, suara bass yang dalam, serta teknologi ANC yang bisa disesuaikan, produk ini cocok digunakan oleh para penjelajah, pekerja dinamis, atau siapa saja yang membutuhkan alat yang multifungsi.

Namun, jika fokus utama Anda adalah kualitas panggilan di luar ruangan atau ANC berkelas premium, mungkin ada pilihan lain yang lebih sesuai. Meskipun demikian, untuk harga sekitar Rp2,5 juta, Soundcore P41i memberikan nilai tambah yang sulit dikalahkan oleh TWS lain dalam kelasnya.

Joby Mengangkasa Taksi Udara eVTOL Berawak Pertama di AS

Joby Mengangkasa Taksi Udara eVTOL Berawak Pertama di AS


Joby AviationPerusahaan Inc. meraih pencapaian bersejarah dalam penerbangan listrik dengan berhasil menjalani penerbangan pertama taksi udara eVTOL berawak antara dua bandara umum di Amerika Serikat, yaitu Marina (OAR) dan Monterey (MRY), California, pada 15 Agustus.

Pencapaian ini menjadi langkah krusial dalam persiapan perusahaan menghadapi pasar komersial, mengonfirmasi integrasi pesawatnya ke dalam ruang udara yang diatur oleh FAA serta menunjukkan perkembangan dalam keselamatan, operasional, pengelolaan lalu lintas udara, dan sertifikasi.

+ Klik di sini untuk melihat video

Detail penerbangan

+ Bentley memperkenalkan gagasan EXP 15 dalam acara Pebble Beach, menghadapi masa depan dari merek tersebut.

Perjalanan memakan waktu sekitar 12 menit dengan jarak 10 mil laut, termasuk pola menunggu selama lima menit di Monterey untuk pengaturan lalu lintas udara. Penerbangan ini menunjukkan proses penuh pesawat:

Lepas lepas vertikal dari Marina;

Konversi ke penerbangan sayap di jalur;

Integrasi ke dalam ruang udara yang diatur MRY, sesuai dengan urutan pesawat lain;

Pendaratan vertikal di Monterey.

Ini adalah pertama kalinya pesawat eVTOL berawak melakukan penerbangan antarbandara umum, memperkuat kemampuan Joby untuk beroperasi di lingkungan yang rumit dan meniru kondisi layanan nyata.

Pernyataan perusahaan

“Berhasil terbang dari Marina ke Monterey menunjukkan operasi kami yang terintegrasi dengan jaringan transportasi yang lebih luas dan semakin memperkuat kinerja pesawat untuk memastikan kami siap melayani sejak hari pertama,” ujar Didier Papadopoulos, Presiden OEM Aircraft Joby.

Ia menekankan bahwa uji coba sebelumnya telah membuktikan kemampuan eVTOL dalam berbagai situasi lingkungan, dan tindakan ini menjadi perkembangan alami dari program pengujian yang sedang berlangsung.

Perkembangan menuju sertifikasi dan pengintegrasian pasar

Penerbangan ini memberikan informasi penting mengenai peran manusia dalam operasi di bandara yang terkendali, serta membuktikan bahwa pesawat bisa mematuhi aturan lalu lintas udara yang sama seperti maskapai besar.

Capaian ini menambah lebih dari 40.000 mil perjalanan penerbangan uji yang telah dilakukan oleh armada Joby, terjadi pada masa pemasangan akhir pesawat pertama yang ditujukan untuk mendapatkan izin inspeksi tipe FAA, salah satu tahap akhir dalam proses sertifikasi.

Perusahaan berencana mengadakan uji penerbangan dengan pilot FAA pada awal tahun 2026, dan setelah mendapatkan sertifikasi, akan meluncurkan layanan komersial di Los Angeles dan New York. Akuisisi terbaru terhadap divisi penumpang Blade Air Mobility juga memperkuat kesiapan Joby untuk memasuki pasar.

Sumber dan gambar: Joby Aviation

Meta Menghadirkan Fitur Dubbing Suara AI di Reels

Meta Menghadirkan Fitur Dubbing Suara AI di Reels

10drama.com –, JAKARTA – Meta menghadirkan fitur dubing suara berbasis kecerdasan buatan (AI) diReels secara global.

Fitur ini memungkinkan pengguna untuk menerjemahkan ucapan mereka ke dalam bahasa lain dengan tambahan pilihan lip-sync, sehingga gerakan bibir sesuai dengan hasil terjemahan.

Mark Zuckerberg pertama kali memperkenalkan teknologi tersebut dalam acara Meta Connect 2024.

Pada tahap pertama, penerjemahan hanya tersedia antara bahasa Inggris dan Spanyol.

Meta memastikan bahwa dukungan terhadap bahasa lain akan segera datang.

Saat ini, fitur tersebut hanya tersedia untuk kreator Facebook yang memiliki lebih dari 1.000 pengikut, sementara pemilik akun publik Instagram dapat menggunakannya secara langsung.

Fitur ini bekerja dengan melatih suara asli pengguna, kemudian menghasilkan rekaman audio terjemahan yang tetap mempertahankan nada dan intonasi suara tersebut.

Fitur lip-sync akan menyesuaikan gerakan mulut sesuai dengan hasil terjemahan, sehingga tampil lebih alami.

Cara menggunakannya, pengguna hanya perlu memilih opsi “Translate your voice with Meta AI” sebelum mengunggah Reels.

Di tempat tersebut, pengguna dapat menambahkan lip-sync sambil memeriksa hasil terjemahan AI sebelum dipublikasikan.

Kelak, penonton akan melihat notifikasi yang menunjukkan bahwa suara menggunakan terjemahan berbasis AI.

Meta mengatakan fitur yang paling efektif digunakan untuk video dengan orientasi wajah menghadap ke kamera (face-to-camera).

Pengguna sebaiknya tidak menutupi wajah atau memakai musik latar yang terlalu keras.

Teknologi dapat mendukung hingga dua orang berbicara, tetapi sebaiknya tidak saling mengganggu.

Perusahaan menekankan bahwa fitur dubbing bertujuan untuk membantu para kreator memperluas cakupan penonton dari berbagai bahasa.

Meta juga menyediakan informasi kinerja berdasarkan bahasa sehingga para kreator dapat mengawasi sejauh mana efektivitas konten mereka dalam setiap bahasa.(engadget/ant/jpnn)

Viral! MacBook M1 & iPad Pro Jadi Perangkat Hybrid Paling Ditunggu: Mengapa iPadBook Unggul?

Viral! MacBook M1 & iPad Pro Jadi Perangkat Hybrid Paling Ditunggu: Mengapa iPadBook Unggul?

10drama.com –Seorang YouTuber dan pakar modifikasi asal Tiongkok, Shu Chan, baru-baru ini meluncurkan alat yang sangat inovatif dan langsung menarik perhatian jutaan penggemar perangkat elektronik. Ia berhasil menggabungkan dua perangkat utama Apple, MacBook dan iPad Pro, menjadi satu perangkat hybrid yang ia beri nama iPadBook.

Di Balik Layar: Tahapan Perubahan iPadBook

Proses inovasi ini dimulai dengan membongkar MacBook Air M1, secara efektif mengubahnya menjadi basis laptop tanpa layar bawaan. Selanjutnya, Shu Chan merancang engsel magnetik khusus, hasil dari desain dan pencetakan 3D, yang memungkinkan iPad Pro dipasang sebagai layar alternatif.

Engsel pintar yang disebut MagBaka ini memanfaatkan 12 magnet agar iPad tetap stabil dan sejajar sempurna saat digunakan sebagai layar. Akibatnya, iPad Pro berfungsi sebagai layar utama untuk MacBook Air, lengkap dengan kemampuan sentuh dan dukungan penuh untuk Apple Pencil.

Kenyamanan Tanpa Pengorbanan: Sistem Operasi Ganda dalam Satu Perangkat

Keunggulan utama adalah ketika layar dipisahkan, iPad Pro dapat berjalan sendiri dengan sistem operasi iPadOS-nya, sebuah peralihan yang sangat mudah dipahami. Inti daya tarik iPadBook memang berada pada fleksibilitasnya yang luar biasa dalam penggunaan sehari-hari.

Pengguna bisa dengan mudah berpindah antara macOS dan iPadOS hanya dengan melepas layar iPad secara fisik. Ketika iPad dipasang di docking MacBook, perangkat tersebut berfungsi sebagai layar tambahan yang menampilkan seluruh antarmuka macOS.

Setelah dilepaskan, iPad Pro kembali ke mode tablet standar, memberikan pengalaman penggunaan yang fleksibel dan tanpa gangguan. Dari segi tampilan, hasil perubahan ini sangat akurat dan tampak menarik.

Meskipun ukuran iPad sedikit lebih kecil dibandingkan MacBook Air, gabungan kedua perangkat ini terlihat sangat selaras, hampir mirip dengan produk resmi Apple yang memang dirancang secara terpadu.

Respons Dunia: Pujian terhadap Inovasi Shu Chan

Seperti yang dilaporkan oleh 10drama.comTekno yang merujuk pada The Verge, iPadBook karya Shu Chan langsung menjadi perbincangan di dunia digital. Banyak netizen, terutama dari komunitas teknologi global, memberikan pujian tinggi terhadap ide dan pelaksanaannya.

Beberapa orang berani mengatakan bahwa inovasi ini telah melebihi produk resmi Apple yang tersedia saat ini. Menurut pendapat umum netizen, iPadBook merupakan solusi terbaik bagi mereka yang menginginkan fleksibilitas tinggi tanpa perlu repot membawa dua perangkat berbeda secara terpisah.

Di sisi lain, Apple sering kali mendapat kritik dari penggemarnya karena ketidakmauan mereka menggabungkan macOS dan iPadOS menjadi satu perangkat hybrid yang utuh.

BRABUS 2026 Resmi Dirilis, Performa dan Desain Mewah Dibuktikan

BRABUS 2026 Resmi Dirilis, Performa dan Desain Mewah Dibuktikan

10drama.com –Smart secara resmi mengumumkan bahwa model performa smart #1 BRABUS 2026 akan diluncurkan dalam Chengdu International Auto Show, yang berlangsung dari 29 Agustus hingga 7 September.

Berdasarkan data resmi, kendaraan ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kinerjanya. Waktu percepatan dari 0 hingga 100 km/jam berkurang dari 3,9 detik menjadi 3,6 detik. Daya maksimumnya meningkat menjadi 365 kW, sedangkan torsi tertingginya mencapai 573 Nm.

Peningkatan ini juga didukung oleh ban sport berperforma tinggi Michelin PS4, yang membantu mengurangi jarak pengereman dari 37 meter menjadi 34,38 meter.

Dari sisi luar, kendaraan ini menawarkan warna cat bodi matte black yang unik, dipadukan dengan atap berwarna merah kontras dan velg alloy ringan BRABUS MONOBLOCKZ berukuran 19 inci.

Kendaraan ini juga dilengkapi dengan paket tampilan sport khusus, termasuk gril partikel merah, logo PERFORMANCE, air curtain desain BRABUS, tutup mesin sport, serta spoiler belakang desain BRABUS.

Di dalam kabin, smart #1 BRABUS 2026 memiliki paket interior sport yang khusus, termasuk interior berwarna hitam BRABUS, sandaran kepala BRABUS Design, sabuk pengaman sport berwarna merah, kursi sport dengan bahan Microfiber, serta kemudi sport berbahan Alcantara yang dilengkapi logo BRABUS yang menyala.

Fitur tambahan lainnya mencakup paket audio klasik Sennheiser yang dilengkapi dengan 13 speaker dan 3 efek suara khusus, serta lampu ambient berwarna 256 dengan modul pengaturan palet yang baru.

Wuling Perkenalkan Cortez Darion di GIIAS 2025, Hadir dalam Varian New Air EV dan PHEV

Wuling Perkenalkan Cortez Darion di GIIAS 2025, Hadir dalam Varian New Air EV dan PHEV

Priangan Insider –Pameran mobil paling bergengsi di Indonesia, Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025, kembali menjadi ajang tampilnya para produsen besar dunia.

Salah satu yang berhasil menjadi perhatian pada kesempatan ini adalah Wuling Motors. Merk asal Tiongkok yang sebelumnya sukses mencuri perhatian lewat Air EV, secara resmi meluncurkan Cortez Darion dengan dua varian menarik: New Air EV dan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV).

Ya, Wuling tampak semakin serius dalam membangun citra sebagai produsen mobil masa depan yang ramah lingkungan.

Kehadiran Cortez Darion menunjukkan bahwa Wuling tidak hanya fokus pada mobil city car listrik kecil, tetapi juga berani memasuki segmen MPV dengan teknologi elektrifikasi yang lebih canggih.

Desain Futuristik, Aura Premium

Dari penampilannya, Cortez Darion memiliki kesan modern yang kuat. Bagian gril depan dirancang lebih sederhana, dikombinasikan dengan lampu LED matrix yang ramping dan tajam.

Meskipun tubuhnya tampak lebih bertenaga, menunjukkan karakter yang anggun tetapi tetap sporty. Di dalam kabin, Wuling memberikan nuansa mewah: layar hiburan besar yang terhubung dengan panel instrumen digital, kursi kulit dengan konfigurasi kursi kapten, hingga atap panoramic yang membuat suasana semakin mewah.

Dua Jenis: Listrik dan Plug-in Hybrid

Yang membuat semakin menarik, Cortez Darion tersedia dalam dua pilihan elektrifikasi:

  1. New Air EV Version

    Varian listrik ini memiliki baterai yang lebih besar dibandingkan Air EV sebelumnya, dengan jangkauan yang diklaim mencapai 400 km dalam satu kali pengisian. Fitur pengisian cepat juga tersedia, sehingga dalam waktu 30 menit pengisian daya sudah bisa digunakan untuk berkendara sejauh 200 km. Sesuai dengan gaya hidup perkotaan yang serba cepat.

  2. PHEV Version

    Oke, bagi yang masih khawatir mengenai infrastruktur pengisian daya, Wuling menyediakan varian PHEV. Mobil ini dapat digunakan dengan tenaga listrik sepenuhnya hingga jarak 120 km, tetapi jika baterai habis, mesin bensin turbo otomatis akan bekerja. Jadi tidak perlu takut kehabisan daya di tengah perjalanan.

Dukungan untuk Green Mobility

Pada peluncurannya, manajemen Wuling menyatakan bahwa Cortez Darion ini merupakan bagian dari komitmen mereka dalam mendukung peralihan ke energi bersih di Indonesia.

Terlebih lagi pemerintah saat ini sangat giat mendorong ekosistem kendaraan listrik, mulai dari subsidi hingga pembangunan SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum).

“Kami berharap hadir tidak hanya melalui produk, tetapi juga memberikan solusi mobilitas yang lebih ramah lingkungan dan efisien bagi masyarakat Indonesia,”perwakilan Wuling di tengah GIIAS 2025.

Respons Masyarakat dan Prediksi Pasar

Masyarakat langsung heboh ketika Wuling Cortez Darion dipamerkan. Netizen di media sosial ramai memberikan komentar, mulai dari yang terkesan dengan desainnya hingga penasaran dengan harga resmi yang disebut lebih murah dibanding MPV listrik dari merek Jepang atau Eropa.

Banyak orang berpendapat bahwa jika Cortez Darion ditawarkan dengan harga yang kompetitif, maka bisa menjadi perubahan besar di pasar otomotif Indonesia.

Beberapa pakar juga mengatakan, Cortez Darion akan menjadi pilihan menarik bagi keluarga muda yang menginginkan MPV luas, canggih, tetapi tetap efisien bahan bakar.

Dengan dua pilihan (EV dan PHEV), Wuling tampaknya ingin memberikan opsi yang fleksibel sesuai dengan kebutuhan dan kesiapan konsumen Indonesia terhadap teknologi listrik.

Peluncuran Cortez Darion di GIIAS 2025 jelas semakin memperkuat posisi Wuling sebagaiorang baru yang tidak boleh dianggap remehdi dunia otomotif Indonesia. Jika dahulu Air EV menjadi mobil listrik paling laku, tidak menutup kemungkinan Cortez Darion bisa mengulangi prestasi serupa, hanya saja kali ini di kategori MPV.

Sekarang pertanyaannya: apakah kamu siap mengganti mobil keluarga dengan MPV listrik atau hybrid seperti yang ditawarkan Wuling ini? (***)

Ketahanan CVT Motor Matik di Atas 135 Derajat Celcius

Ketahanan CVT Motor Matik di Atas 135 Derajat Celcius

10drama.com –– Oli atau pelumas untuk perawatan CVT motor matik tidak boleh asal memilih.

Terdapat pelumas khusus yang digunakan untuk melumasi komponen saat perawatan CVT pada motor matik.

Beberapa bagian dari CVT perlu dilumasi atau diberi gemuk kembali saat melakukan servis pada motor matik.

Contohnya, bosh atau as pulley depan serta pin pulley belakang perlu dilumasi dengan gemuk saat melakukan perawatan pada sistem CVT motor matik.

“Oli yang digunakan pada komponen CVT tidak boleh asal,” kata Maman Sugiman, pemilik bengkel Boim Motor Jaya.

Yang paling mudah adalah menggunakan pelumas atau gemuk yang tersedia di bengkel resmi atau toko suku cadang motor.

Karena oli atau gemuk CVT bawaan motor sesuai dengan spesifikasi CVT pada motor matik.

“Jika sulit menemukannya di tempat kalian tinggal, kalian dapat menggunakan pelumas atau gemuk CVT dari merek lain,” kata pria yang akrab disapa Boim ini.

“Kriterianya, oli atau gemuk CVT yang digunakan harus berjenis Hi-Temp yang tahan terhadap suhu tinggi,” tambahnya.

Misalnya dalam panduan perawatan CVT yang dikeluarkan oleh Yamaha, pelumas atau gemuk CVT harus mampu bertahan pada suhu antara 20 derajat Celsius hingga 135 derajat Celsius.

“Tujuannya adalah agar pelumas CVT tidak mudah mencair,” lanjut Boim.

“Karena jika oli atau minyak CVT mencair bisa tumpah atau mengotori area CVT, jika sampai masuk ke kampas ganda bisa menyebabkan slip atau gesekan,” tutupnya saat diwawancara di Jalan Raya Pabuaran No.1, Bojonggede, Bogor, Jawa Barat.

Copyright © 2026 10drama.com