Baru! Apple dan OpenAI Kolaborasi: iOS 26 Siap Mengguncang Dunia dengan GPT-5 Canggih!

Baru! Apple dan OpenAI Kolaborasi: iOS 26 Siap Mengguncang Dunia dengan GPT-5 Canggih!

10drama.com –Apple dilaporkan segera mengintegrasikan model kecerdasan buatan terbaru GPT-5 dari OpenAI ke dalam sistem Apple Intelligence mereka.

Perubahan penting ini akan hadir di sistem operasi iOS 26, iPadOS 26, dan macOS Tahoe 26 yang diperkirakan dirilis pada bulan depan.

Maknanya, pengguna Apple akan mengalami peningkatan kemampuan AI yang signifikan, jauh melebihi versi sebelumnya yang masih bergantung pada GPT-4o.

Revolution Kecerdasan Buatan di Ujung Jari Anda

Penggunaan ChatGPT dalam Apple Intelligence bersifat pilihan, memberikan pengguna sepenuhnya mengontrol. Jika diaktifkan, Apple Intelligence akan menampilkan tiga fitur utama yang mengubah cara Anda berkomunikasi dengan perangkat.

Pertama, Siri akan menjadi lebih cerdas, mampu memberikan jawaban yang lebih mendalam mengenai foto atau dokumen Anda dengan menggunakan akses ChatGPT.

Kedua, Alat Penulisan akan membantu Anda menyusun teks atau bahkan menghasilkan gambar hanya berdasarkan deskripsi yang Anda berikan, membuka dimensi baru dalam kreativitas digital.

Ketiga, Kemampuan Visual Intelligence dan Pengendalian Kamera akan memungkinkan Anda untuk menjelajahi dan memahami lebih dalam mengenai lingkungan sekitar, baik itu tempat maupun benda, secara langsung.

Privasi pengguna tetap menjadi prioritas utama.

Apple menegaskan komitmen mereka terhadap privasi pengguna ketika menggunakan ChatGPT melalui Apple Intelligence.

Protokol keamanan canggih telah diadopsi, termasuk perlindungan alamat IP Anda, serta jaminan bahwa OpenAI tidak akan menyimpan catatan permintaan Anda.

Namun, perlu diketahui bahwa jika Anda memutuskan untuk menghubungkan akun OpenAI pribadi Anda dengan Apple Intelligence, kebijakan penggunaan data dari OpenAI akan berlaku.

Inovasi Tambahan iOS 26 dan Dukungan Pengembang

Selain integrasi GPT-5, iOS 26 akan menghadirkan beberapa fitur baru yang kreatif. Salah satu di antaranya adalah Live Translation, inovasi yang memungkinkan penerjemahan obrolan secara langsung di berbagai media komunikasi seperti FaceTime, panggilan telepon, dan pesan.

Peningkatan kemampuan visual intelligence hadir, memungkinkan Anda melakukan pencarian dan berinteraksi langsung dengan konten yang muncul di layar perangkat Anda.

Apple juga menunjukkan visi masa depan dengan memperkenalkan model AI bawaan perangkat kepada para pengembang, membuka jalan bagi pengembangan aplikasi yang lebih canggih dan berkinerja tinggi, yang dibangun berdasarkan teknologi Apple Intelligence.

Akses GPT-5: Gratis Sampai Paket Berbayar

OpenAI tidak hanya memperkenalkan GPT-5, tetapi juga mengumumkan dua model bahasa besar (LLM) dengan ukuran parameter yang terbuka, salah satunya dikhususkan untuk perangkat Mac yang menggunakan chip Apple Silicon. Mereka juga menekankan penggunaan ChatGPT secara lebih sehat dan bertanggung jawab.

Model dasar GPT-5 akan dapat diakses secara gratis oleh seluruh pengguna, memungkinkan banyak orang untuk menikmati teknologi canggih ini. Untuk pengguna yang membutuhkan kemampuan lebih tinggi, OpenAI menyediakan paket berbayar yang menarik.

Paket ChatGPT Plus dengan harga 20 dolar AS (sekitar Rp325 ribu) per bulan, serta paket Pro yang dijual dengan harga 200 dolar AS (sekitar Rp3,2 juta) per bulan, memberikan akses tanpa batas dan fitur khusus.

Pengguna yang memilih paket ini bisa mengakses ChatGPT melalui Apple Intelligence dan menikmati seluruh keuntungan premium secara mulus.

Wow! Apple Intelligence Siap Meledak Kekuatan Berkat GPT-5 OpenAI!

Wow! Apple Intelligence Siap Meledak Kekuatan Berkat GPT-5 OpenAI!

10drama.com –Apple dilaporkan akan memperkenalkan era baru kecerdasan buatan dengan menggabungkan model AI tercanggih, GPT-5 dari OpenAI, ke dalam sistem Apple Intelligence. Kemitraan besar ini akan muncul di perangkat melalui pembaruan iOS 26, iPadOS 26, dan macOS Tahoe 26.

Berdasarkan laporan 9to5Mac pada 7 Agustus 2025, pembaruan perangkat lunak penting ini diperkirakan akan dirilis pada bulan berikutnya, memberikan dampak yang mengubah segalanya bagi jutaan pengguna Apple di seluruh dunia.

Peningkatan Kemampuan Apple Intelligence dengan GPT-5

Integrasi GPT-5 menandai kemajuan signifikan dari model GPT-4o yang saat ini digunakan oleh Apple Intelligence di iOS 18, iPadOS 18, macOS Sequoia, dan visionOS 2. Penggunaan ChatGPT dalam Apple Intelligence bersifat opsional, memberikan fleksibilitas yang sangat dinikmati oleh pengguna.

Jika pengguna memutuskan untuk mengaktifkannya, Apple Intelligence akan memberikan tiga manfaat yang bersifat transformasional. Pertama, Siri akan memiliki akses ke ChatGPT, sehingga mampu memberikan jawaban yang lebih mendalam dan kontekstual, termasuk terkait foto atau dokumen yang Anda miliki.

Kedua, Writing Tools akan diperkaya dengan kemampuan ChatGPT untuk menyusun teks dan bahkan menghasilkan gambar hanya berdasarkan deskripsi, membuka peluang kreatif yang tak terbatas. Ketiga, Visual Intelligence dan Camera Control akan menjadi lebih mudah digunakan, membantu Anda memahami lokasi atau objek di sekitar secara instan.

Jaminan Kerahasiaan Apple: Data Pengguna Dilindungi dengan Baik

Apple mengutamakan privasi dalam integrasi ini, memastikan adanya langkah-langkah perlindungan yang ketat untuk pengguna yang menggunakan ChatGPT. Mereka akan menyembunyikan alamat IP dan menegaskan bahwa OpenAI tidak akan menyimpan riwayat permintaan pengguna.

Namun, jika pengguna memilih untuk menghubungkan akun OpenAI pribadi mereka dengan Apple Intelligence, perlu diingat bahwa kebijakan penggunaan data dari OpenAI akan berlaku.

Inovasi Lanjutan pada iOS 26 dan Kontribusi OpenAI

Selain integrasi GPT-5, iOS 26 juga memperkenalkan fitur-fitur menarik lainnya. Live Translation adalah salah satu di antaranya, yang memungkinkan penerjemahan percakapan secara langsung dalam FaceTime, panggilan telepon, dan pesan, sehingga mempermudah komunikasi antar bahasa.

Peningkatan Visual Intelligence memungkinkan pengguna untuk mencari dan berinteraksi langsung dengan konten yang muncul di layar perangkat. Apple juga berkomitmen mendukung ekosistem pengembang, dengan membuka model AI yang terintegrasi dalam perangkat agar mereka dapat mengembangkan aplikasi yang lebih canggih dan kreatif, menggunakan dasar-dasar Apple Intelligence.

Di pihak OpenAI, mereka tidak hanya merilis GPT-5, tetapi juga dua model bahasa besar (LLM) dengan berat terbuka, salah satunya dirancang optimal untuk Mac menggunakan Apple Silicon, serta inisiatif untuk mendorong penggunaan ChatGPT yang lebih bertanggung jawab dan sehat.

Pilihan Akses GPT-5: Gratis atau Berbayar

OpenAI memastikan bahwa GPT-5 dapat diakses oleh semua pengguna secara gratis, sehingga membuat teknologi AI canggih lebih tersedia bagi masyarakat luas. Namun, untuk pengguna yang memerlukan fitur tambahan, tersedia opsi langganan premium.

Ini mencakup ChatGPT Plus dengan biaya 20 dolar AS (sekitar Rp325 ribu) per bulan, serta paket Pro seharga 200 dolar AS (sekitar Rp3,2 juta) per bulan untuk penggunaan tanpa batas. Pengguna yang memiliki langganan premium akan mendapatkan manfaat penuh dari ChatGPT saat mengaksesnya melalui Apple Intelligence.

Wajib Tahu! iOS 26 dan GPT-5 OpenAI: Rahasia AI yang Membuat iPhone Lebih Cerdas!

Wajib Tahu! iOS 26 dan GPT-5 OpenAI: Rahasia AI yang Membuat iPhone Lebih Cerdas!

10drama.com –Teknologi saat ini berada di ambang perubahan besar setelah kabar pengintegrasian GPT-5, model kecerdasan buatan terkini dari OpenAI, ke dalam sistem Apple Intelligence.

Pembaruan ini akan dirilis untuk iOS 26, iPadOS 26, dan macOS Tahoe 26, menawarkan masa depan baru dalam interaksi digital yang lebih sederhana dan canggih.

Berdasarkan laporan 9to5Mac yang dirilis pada 7 Agustus 2025, peluncuran pembaruan perangkat lunak ini diperkirakan akan berlangsung bulan depan, menghadirkan teknologi AI terkini langsung ke perangkat Apple Anda.

Transformasi Apple Intelligence dengan GPT-5

Saat ini, Apple Intelligence masih menggunakan model GPT-4o. Namun, dengan munculnya GPT-5, kemampuan Apple Intelligence akan meningkat secara signifikan, memberikan jawaban yang lebih mendalam dan tepat.

Penggunaan ChatGPT melalui Apple Intelligence bersifat pilihan, memberikan kebebasan kepada pengguna dalam memutuskan apakah ingin mengaktifkannya.

Jika diperbolehkan, Apple Intelligence akan menawarkan tiga fitur utama yang didukung oleh kemampuan ChatGPT.

Pertama, Siri akan menjadi lebih pintar, mampu memberikan jawaban yang lebih lengkap mengenai gambar atau dokumen hanya dengan perintah suara, berkat pengintegrasian ChatGPT.

Kedua, Alat Penulis akan memungkinkan Anda menyusun teks atau bahkan menghasilkan gambar berdasarkan deskripsi, sehingga memperluas batasan kreativitas digital Anda.

Ketiga, kemampuan Visual Intelligence dan Control Kamera akan memudahkan Anda dalam mengenali objek serta lokasi di sekitar secara lebih cepat dan sederhana.

Komitmen Apple terhadap Privasi: Data Anda Aman

Salah satu kekhawatiran utama dalam penerapan AI adalah masalah privasi data, tetapi Apple telah menyediakan langkah perlindungan yang ketat.

Mereka akan menyembunyikan alamat IP pengguna dan memastikan OpenAI tidak mencatat permintaan yang diakses melalui Apple Intelligence.

Namun, perlu diingat bahwa bila Anda menghubungkan akun OpenAI pribadi Anda dengan Apple Intelligence, kebijakan penggunaan data OpenAI akan berlaku terhadap interaksi tersebut.

Fitur Inovatif Lain pada iOS 26 dan Peran OpenAI

iOS 26 akan menghadirkan berbagai inovasi menarik lainnya. Fitur Live Translation akan mengubah cara komunikasi dengan menerjemahkan percakapan secara langsung melalui FaceTime, panggilan telepon, dan pesan.

Peningkatan kecerdasan visual memungkinkan pencarian dan interaksi langsung terhadap semua konten yang ada di layar perangkat Anda.

Apple juga menunjukkan komitmen terhadap inovasi yang terbuka dengan memberikan akses kepada pengembang mengenai model AI yang terpasang di perangkat, sehingga memungkinkan pengembangan aplikasi yang lebih canggih dan fungsional berlandaskan teknologi Apple Intelligence.

Di sisi lain, OpenAI tidak hanya merilis GPT-5, tetapi juga meluncurkan dua model bahasa besar (LLM) dengan berat terbuka, salah satunya mampu berjalan optimal di Mac yang menggunakan chip Apple Silicon, seiring dengan upaya mereka meningkatkan penggunaan ChatGPT yang lebih bertanggung jawab.

Kemudahan Akses GPT-5: Gratis dan Berbayar

Berita baik bagi pengguna: model GPT-5 akan diakses secara gratis oleh semua orang, memastikan ketersediaan luas terhadap teknologi kecerdasan buatan terkini. Untuk pengguna yang menginginkan fitur lebih lengkap dan penggunaan yang lebih berat, OpenAI menawarkan pilihan langganan berbayar.

Paket ChatGPT Plus dapat dibeli dengan harga 20 dolar AS (sekitar Rp325 ribu) setiap bulan, sedangkan paket Pro menawarkan penggunaan tanpa batas dengan biaya 200 dolar AS (sekitar Rp3,2 juta) per bulan.

Pengguna yang memiliki paket-paket tersebut dapat dengan mudah mengakses fitur premium ChatGPT melalui Apple Intelligence, meningkatkan kemampuan perangkat mereka.

Kunci Sukses Wirausaha Muda: Adaptasi Teknologi dan AI

Kunci Sukses Wirausaha Muda: Adaptasi Teknologi dan AI

10drama.com -, KOTA SURABAYA –Pesatnya kemajuan teknologi informasi dan maraknya tren kecerdasan buatan atau AI, memaksa pelaku bisnis termasuk UMKM untuk segera menyesuaikan diri.

Khususnya para pengusaha dari kalangan muda, tidak boleh menghindar terhadap perkembangan terkini. Pesan ini disampaikan oleh anggota Komisi A DPRD Jatim, Ibnu Alfandy Yusuf, beberapa waktu lalu.

Seorang politisi muda dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yakin bahwa jika dimanfaatkan dengan baik, hal tersebut akan memberikan manfaat. “Jika harus menyimpulkan dengan satu kata, ya memang adaptasi,” ujar Ibnu, Minggu (10/8/2025).

Ibnu membahas topik ini saat berdiskusi dalam Podcast DPRD Jatim Gebrakan Wakil Rakyat dengan tema ‘Tantangan Pemuda di Era Ekonomi Kreatif’ di Studio TribunJatim Network.

Sebelum menjadi anggota dewan, Ibnu terkenal sebagai pengusaha yang bergerak di bidang properti serta makanan dan minuman. Saat ini, Ibnu juga menjabat sebagai Ketua Umum HIPMI Ponorogo.

Dalam tinjauannya, Ibnu menyatakan bahwa kemajuan pesat teknologi informasi tidak dapat dipungkiri.

Misalnya, Ibnu menyebutkan bahwa saat ini masyarakat lebih suka berbelanja melalui sistem online.

Meskipun berbelanja secara langsung, banyak orang lebih memilih membayar melalui QRIS daripada menggunakan uang tunai. Berbagai pola perilaku konsumen seperti ini perlu dipahami.

Ibnu, yang juga seorang pengusaha, meyakini bahwa jika digitalisasi serta perkembangan AI dipelajari dan diterapkan, maka dapat meningkatkan pendapatan bagi para wirausahawan muda.

Semakin mengerti kemajuan teknologi, semakin luas kesempatan untuk meningkatkan pendapatan bisnis.

“Karena saat ini menurut saya sangat mudah mendapatkan uang dari bisnis online, melalui kerja sama antara bisnis dan digitalisasi serta AI ini sangat sederhana. Yang utama adalah harus belajar dan konsisten, itu saja,” kata Ibnu.

Meskipun tidak dapat dipungkiri, masih sedikit orang yang menyadari peluang besar ini. Contohnya, banyak pedagang yang belum memanfaatkan QRIS karena masih ragu. Ibnu menilai hal ini memang perlu terus diberikan sosialisasi, termasuk dari pihak pemerintah.

Sosialisasi tersebut bertujuan agar para pedagang tidak ragu dalam menggunakan pembayaran digital ini. “Maka penting untuk disosialisasikan oleh pemerintah, khususnya kepada masyarakat yang tinggal di daerah-daerah terpencil di kabupaten atau kota,” tambah lulusan Universitas Gajah Mada ini. *****

Google Meluncurkan Fitur Belajar Terarah Gemini. Apa Manfaatnya?

Google Meluncurkan Fitur Belajar Terarah Gemini. Apa Manfaatnya?

GOOGLEmenghadirkan fitur terbaru yang diberi nama Guided Learning di dalam platform kecerdasan buatan (AI)Geminiyang dirancang sebagai pengajar virtual. Tujuan dari fitur ini adalah untuk membantu pengguna memahami informasi, bukan hanya memberikan jawaban instan. Berdasarkan laporanTech Crunchpada hari Rabu, 6 Agustus 2025, peluncuran ini dilakukan satu minggu setelah OpenAI merilis fitur serupa yang disebut Study Mode di ChatGPT.

Apa Itu Guide Learning?

AI Geminibukan lagi sekadar mesin pencari jawaban, tetapi juga bisa menjadi media aktif dalam proses pembelajaran pengguna. Google menambahkan fitur Guided Learning yang dibuat untuk memberikan pembelajaran virtual kepada pengguna, menurutBlog Google.

Kelak, fitur ini akan membantu pengguna memahami konsep informasi secara lebih mendalam. Fitur tersebut dirilis seminggu setelah perusahaan OpenAI yang mengelola ChatGPT meluncurkan fitur serupa bernama Study Mode di ChatGPT yang juga ditujukan untuk pengembangan kemampuan berpikir kritis.

Menurut Maureen Heymans, Wakil Presiden Pembelajaran dan Keberlanjutan Google, fitur ini merupakan hasil dari pengembangan bersama dengan para pendidik, ahli pedagogi, dan siswa. “Pada tahun 2022, kami membentuk tim multidisiplin yang terdiri dari pakar AI, ilmuwan saraf, dan ahli kognitif,” ujarnya.

Heymans mengatakan bahwa fitur ini akan menjadi teman belajar bagi pengguna. Guided Learning merupakan mitra berpikir kolaboratif yang membantu Anda memahami setiap langkahnya,” ujarnya. Dengan konsep ini, Google berharap dapat membimbing para pelajar dalam menggunakan AI untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

Sahabat belajar yang dimaksud oleh Heymans akan menyediakan gambar, diagram, video, dan kuis interaktif guna membantu pengguna dalam membangun serta menguji pemahaman mereka. Masalah yang diberikan kepada Gemini tidak hanya akan dijawab dengan jawaban singkat, tetapi juga melalui langkah-langkah kecil dan penjelasan yang disesuaikan dengan kebutuhan pengguna.

Pengguna yang menggunakan fitur ini juga dapat meminta Gemini untuk menyusun kartu kecil yang berisi informasi yang sedang dipelajari. Pengguna bisa meminta panduan belajar berdasarkan hasil ujian atau materi pelajaran yang disampaikan.prompt.

Kemampuan Gemini ini juga ditingkatkan oleh Google dengan memberikan kesempatan kepada pengguna untuk memasukkan gambar, diagram, dan video dari YouTube ke dalam jawaban agar membantu pengguna memahami topik yang rumit. “Kami juga menyadari bahwa jalan ke depan adalah salah satu kemungkinan besar dan tanggung jawab bersama untuk memastikan AI benar-benar bermanfaat bagi semua siswa,” katanya.

Timika Jadi Wilayah Uji Coba Deteksi Dini TBC dengan AI

Timika Jadi Wilayah Uji Coba Deteksi Dini TBC dengan AI

MIMIKA– Tim peneliti Universitas Gadjah Mada (UGM) mengambil Kabupaten Mimika sebagai salah satu daerah pengujian dini penyakit TBC yang menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI).

Perlu diketahui, penelitian ini dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak terkait, mulai dari Dinas Kesehatan, pemerintah daerah, hingga lembaga yang menangani isu disabilitas, gender, dan penyakit menular seperti malaria.

Inovasi besar di bidang kesehatan ini dipimpin oleh Dosen dan Peneliti dari Departemen Ilmu Penyakit Dalam Pusat Kedokteran Tropis UGM, Antonia Morita Iswari Saktiawati, serta Wahyono. Sebagai tambahan informasi, kedua individu tersebut adalah dosen dan peneliti di Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika UGM.

Antonia Morita mengatakan, penelitian ini menggunakan teknologi AI untuk menganalisis foto rontgen dada agar mempercepat pemeriksaan awal TB, yang merupakan penyakit berbahaya yang masih menjadi tantangan besar di Indonesia, khususnya di daerah terpencil.

Disebutkan, di berbagai daerah khususnya wilayah-wilayah terpencil, tenaga medis masih sangat terbatas.

Dengan inovasi ini, Antonia menyatakan bahwa AI dapat mempermudah proses deteksi dini TBC hanya berdasarkan hasil rontgen dada, tanpa perlu menunggu dokter spesialis yang sering kali tidak berada di lokasi pasien.

“Hanya dokter yang langka, apalagi dokter spesialis radiologi. Jadi ketika ada pemeriksaan rontgen, proses pembacaannya bisa sangat lama. Hal ini memperlambat diagnosis dan pengobatan TBC,” ujar Antonia pada Kamis (7/8).

CekSumber Hadir di Indonesia, Bantu Lawan Berita Palsu

CekSumber Hadir di Indonesia, Bantu Lawan Berita Palsu

Media Purwodadi –CekSumber hadir melalui WhatsApp sebagai chatbot berbasis kecerdasan buatan yang membantu masyarakat Indonesia dalam memverifikasi informasi dan menghadapi berita palsu.

CekSumber mempermudah siapa saja untuk memverifikasi informasi yang beredar tanpa repot, cukup melalui aplikasi WhatsApp di ponsel mereka.

Chatbot CekSumber ini mampu membaca dokumen, memeriksa gambar, serta meninjau video guna mengenali kemungkinan berita palsu secara cepat dan tepat.

Dikutip dari ANTARA, pengembang CekSumber, Andrew Daniel, menyatakan bahwa pengguna hanya perlu menyimpan nomor layanan ini di kontak ponsel.

Pengguna kemudian mengirimkan pesan langsung ke CekSumber melalui WhatsApp tanpa harus mendaftar atau mengisi data pribadi.

Sistem CekSumber akan mengidentifikasi isi, melakukan pencarian, serta membandingkannya melalui analisis kecerdasan buatan untuk memverifikasi keakuratan data.

Media berupa foto atau video bisa dikirim langsung tanpa perlu instruksi khusus melalui nomor resmi CekSumber 085121087680.

Layanan ini akan menampilkan sumber yang sesuai dengan informasi yang dikirimkan pengguna agar memastikan kejelasan data.

“Setiap hasil pencarian akan dilengkapi dengan tautan sumber informasi yang digunakan untuk meningkatkan transparansi,” kata Andrew.

Keterbatasan layanan ini yaitu belum mampu memantau tautan langsung dari platform media sosial seperti Facebook atau Instagram.

Meskipun demikian, CekSumber mampu mengevaluasi informasi dari media sosial jika diberikan dalam bentuk gambar layar.

Seperti sistem kecerdasan buatan lainnya, CekSumber memiliki kemungkinan memberikan jawaban yang tidak akurat, sehingga pengguna disarankan untuk memverifikasi informasi dari sumber tambahan.

CekSumber bekerja sama dengan Lembaga Antifitnah Indonesia (Mafindo) dalam upaya memastikan keakuratan sumber data yang digunakan.

Ketua Presidium Mafindo, Septiaji Eko Nugroho, mengatakan chatbot ini dilatih untuk mengenali sumber yang dapat dipercaya seperti media jurnal dan situs pemeriksa fakta.

“Namun, masyarakat tetap perlu bersikap kritis, karena meskipun dampaknya relatif kecil, AI juga bisa membuat kesalahan, sehingga kemampuan membaca secara lateral, membandingkan informasi dari berbagai sumber, termasuk chatbot CekSumber maupun sumber tepercaya lainnya, masih sangat penting,” ujar Septiaji.

CekSumber: Chatbot AI Baru untuk Verifikasi Fakta via WhatsApp

CekSumber: Chatbot AI Baru untuk Verifikasi Fakta via WhatsApp

Mitra Jakarta— Masyarakat Indonesia kini memiliki metode baru dalam memverifikasi keaslian informasi. Layanan yang diberi nama CekSumber resmi hadir dan bisa diakses dengan mudah melalui aplikasi pesan instan WhatsApp.

CekSumber merupakan chatbotberbasis kecerdasan buatan (AI) yang mampu memvalidasi data, baik berupa teks, gambar, maupun rekaman video.

“Setiap hasil pencarian akan dilengkapi dengan tautan sumber informasi yang digunakan untuk meningkatkan transparansi,” ujar pengembang CekSumber, Andrew Daniel, di Jakarta, Minggu.

Untuk menggunakannya, pengguna hanya perlu menyimpan nomor +62 851 2108 7680 di kontak ponsel, kemudian mengirimkan pesan melalui WhatsApp tanpa harus melakukan pendaftaran.

Sistem akan secara otomatis mengenali isi konten, melakukan pencarian, dan membandingkan hasilnya melalui analisis AI untuk memastikan keakuratan data. Bahkan, jika pengguna mengunggah gambar atau video tanpa instruksi khusus, CekSumber masih mampu menemukan sumber yang sesuai.

Namun, chatbot ini belum mampu memeriksa tautan langsung dari media sosial, tetapi bisa mengenali data yang terdapat dalam screenshot unggahan media sosial.

Andrew mengingatkan bahwa, sebagaimana layanan kecerdasan buatan lainnya, CekSumber tidak sepenuhnya terbebas dari kesalahan. Oleh karena itu, setiap hasil pemeriksaan selalu dilengkapi dengan sumber referensi agar pengguna dapat melakukan pemeriksaan kembali.

Pengembangan CekSumber bekerja sama dengan Masyarakat Antifitnah Indonesia (Mafindo) sebagai mitra yang menyediakan data yang dapat dipercaya.

Ketua Presidium Mafindo, Septiaji Eko Nugroho, mengungkapkan bahwa AI yang terdapat dalam chatbot ini telah dilatih agar mampu mengidentifikasi sumber informasi yang dapat dipercaya, seperti media jurnalisme, situs pemeriksa fakta, serta organisasi resmi lainnya.

“Namun, masyarakat tetap perlu bersikap kritis. Meskipun risiko kesalahan relatif kecil, AI masih bisa memberikan informasi yang salah. Oleh karena itu, kemampuan membaca secara lateral dan membandingkan data dari berbagai sumber tetap sangat penting,” kata Septiaji.

Berkat kehadiran CekSumber, diharapkan tingkat literasi digital masyarakat semakin meningkat, sehingga penyebaran berita palsu dan informasi yang tidak akurat bisa diminimalisir.

OpenAI Rilis Dua Model AI Terbuka yang Lebih Unggul dari DeepSeek R1

OpenAI Rilis Dua Model AI Terbuka yang Lebih Unggul dari DeepSeek R1

10drama.com -, JAKARTA — OpenAIumumkan peluncuran dua model pemrosesan informasikecerdasan buatan(AI/Kecerdasan Buatan) bobot terbuka yang diklaim lebih canggih daripada R1 DeepSeek.

Dua model tersebut yaitu gpt-oss-12b yang memiliki ukuran besar dengan kemampuan yang mampu dijalankan hanya pada satu GPU Nvidia dan GPT-OSS-20B yang lebih kecil sehingga dapat berjalan di laptop dengan RAM 16GB.

Peluncuran ini menjadi model bahasa terbuka pertama dari OpenAI sejak GPT-2 diperkenalkan lebih dari lima tahun lalu, dan pada versi terbarunya, mampu mengirimkan pertanyaan rumit ke model AI yang berada di awan.

Artinya, jika model OpenAI yang terbuka tidak mampu menyelesaikan tugas tertentu seperti memproses gambar, pengembang bisa menghubungkan model tersebut dengan salah satu model milik perusahaan yang lebih unggul.

Cara Beroperasinya Model Terbuka OpenAI

Dikutip TechCrunch pada Kamis (7/8/2025), dalam uji kompetisi pemrograman di Codeforces, model gpt-oss-120b dan gpt-oss-20b masing-masing meraih skor 2622 dan 2516.

Angka tersebut melebihi R1 yang dimiliki DeepSeek, namun masih kalah dibandingkan o3 dan o4-mini.

Pada Ujian Akhir Kemanusiaan (HLE) yang terdiri dari pertanyaan sulit dari berbagai bidang, model gpt-oss-120b dan gpt-oss-20b masing-masing meraih skor 19% dan 17,3%, yang berarti, meskipun masih kalah dari o3, tetapi lebih baik daripada model-model open source dari DeepSeek dan Qwen.

Model OpenAI yang terbuka juga mengalami halusinasi secara signifikan dibandingkan model AI penalaran terbaru mereka, yaitu o3 dan o4-mini, dan perusahaan masih belum sepenuhnya memahami penyebabnya.

Gpt-oss-120b dan gpt-oss20b masing-masing mengalami halusinasi sebesar 49% dan 53% dalam menjawab pertanyaan di PersonQA, yang merupakan indikator internal perusahaan untuk menilai akurasi pengetahuan model terkait manusia.

“Wajar terjadi, karena model yang lebih kecil pasti memiliki pengetahuan yang lebih sedikit dibandingkan model unggulan yang lebih besar,” ujar perwakilan OpenAI.

Pelatihan untuk Model Baru

Perusahaan AI yang didirikan oleh Sam Altman mengungkapkan bahwa model terbukanya akan dilatih menggunakan metode yang mirip dengan model sebelumnya.

Mereka memanfaatkan teknik pembelajaran penguatan (RL) berbasis komputasi tinggi, yang mengajarkan AI untuk membedakan antara tindakan yang benar dan salah dalam lingkungan simulasi dengan menggunakan klaster GPU Nvidia yang besar.

Akibat dari proses pasca-pelatihan, model AI yang dikelola oleh OpenAI mampu memperkuat agen AI serta dapat menggunakan alat seperti pencarian internet atau eksekusi kode Python sebagai bagian dari alur pemikirannya.

Namun, OpenAI mengatakan, model terbuka mereka hanya berupa teks, yang berarti tidak akan mampu memproses atau menghasilkan gambar dan audio seperti mode lain yang digunakan perusahaan.

OpenAI beberapa kali menunda peluncuran model terbukanya dalam beberapa bulan terakhir, sebagai bagian dari upaya mengatasi masalah keamanan. Contohnya, kemungkinan pihak jahat menyempurnakan model gpt-oss untuk memanfaatkannya dalam serangan siber atau pengembangan senjata biologis atau kimia.

Setelah uji coba yang dilakukan oleh OpenAI bersama dengan penilai dari pihak ketiga, mereka menyatakan bahwa gpt-oss mungkin sedikit meningkatkan kemampuan biologis.

Namun, perusahaan tidak menemukan bukti bahwa model terbuka ini mampu mencapai ambang batas “kemampuan tinggi” terkait risiko di domain tersebut, meskipun telah dilakukan peningkatan.

Dengan peluncuran gpt-oss, OpenAI berharap mampu menarik perhatian para pengembang serta pemerintahan Donald Trump, yang keduanya telah menyaksikan laboratorium kecerdasan buatan Tiongkok berkembang dan menjadi terkenal dalam lingkungan sumber terbuka (Open-Source).

“Kami sangat bersemangat bahwa dunia bisa menciptakan tumpukan AI terbuka yang dikembangkan di Amerika Serikat, berlandaskan nilai demokrasi, tersedia secara gratis bagi semua pihak, dan memberikan manfaat yang luas,” ujar CEO OpenAI, Sam Altman dalam pernyataannya, dilaporkan oleh TechCrunch.(Muhamad Rafi Firmansyah Harun)

Sam Altman Perkenalkan GPT-5, AI Terbaru yang Akan Dirilis

Sam Altman Perkenalkan GPT-5, AI Terbaru yang Akan Dirilis

10drama.com– Sam Altman, CEO OpenAI, memberikan petunjuk mengenai kemampuan model kecerdasan buatan terbaru mereka, GPT-5. Dalam unggahan di media sosial pada hari Minggu, 3 Agustus 2025, Altman menunjukkan tangkapan layar interaksi dengan GPT-5 yang menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan AI untuk memahami dan menjawab pertanyaan dengan cara yang lebih alami dan informatif, sebagaimana dilaporkan oleh situs Gadget 360.

Meskipun OpenAI belum mengumumkan tanggal peluncuran resmi, beberapa laporan menyebutkan bahwa GPT-5 diperkirakan akan dirilis pada Agustus 2025.

Model ini dikenal sebagai yang pertama menggabungkan kemampuan dua divisi utama OpenAI, yaitu seri GPT dan seri O (Omni), dalam satu sistem yang lebih canggih dan terpadu.

GPT-5 Tampilkan Gaya Bahasa yang Lebih Fleksibel

Di unggahan di platform X (dulunya Twitter), Altman memberikan komentar mengenai serial animasi “Pantheon” yang tayang di AMC.

Saat seorang pengguna bertanya apakah GPT-5 yang menyarankan serial tersebut, Altman menunjukkan tangkapan layar percakapannya dengan GPT-5.

Dalam gambar layar tersebut, Altman bertanya,Apa acara yang paling menginspirasi mengenai kecerdasan buatan?.

GPT-5 memberikan daftar rekomendasi acara yang lengkap beserta platform streaming, ringkasan singkat, serta data tambahan yang sesuai—tanpa mengungkap alur cerita.

Sebagai perbandingan, tim Gadgets 360 menguji prompt yang sama pada GPT-4o. Hasilnya, meskipun GPT-4o tetap memberikan jawaban yang memadai, cara penyampaiannya masih terasa kaku dengan struktur poin dan subjudul.

Sementara itu, GPT-5 menunjukkan kemampuan yang lebih lancar, komunikatif, dan penuh informasi.

Selain Sekadar AI, GPT-5 Memiliki Akses ke Seluruh Alat OpenAI

GPT-5 bukan hanya pengembangan dari versi sebelumnya. Model ini juga dianggap sebagai LLM (Large Language Model) paling komprehensif dari OpenAI. GPT-5 akan diintegrasikan ke dalam seluruh ekosistem alat milik OpenAI, seperti:

  • Canvas

  • Pencarian Web

  • Generator Gambar

  • Advanced Voice Mode

  • Agen ChatGPT terbaru

Hal ini selaras dengan pernyataan Altman sebelumnya yang menyatakan bahwa GPT-5 akan menggabungkan gaya percakapan khas GPT dengan kemampuan berpikir dari seri O.

Kombinasi ini membuat GPT-5 menjadi AI yang lebih cerdas, lebih alami, dan mampu menyelesaikan tugas rumit dengan efektif.

Dengan berbagai peningkatan yang dijanjikan, GPT-5 tampaknya akan menjadi titik penting dalam perkembangan kecerdasan buatan.

Jika benar dirilis pada bulan Agustus ini, GPT-5 tidak hanya menyediakan kecerdasan yang lebih tinggi, tetapi juga pengalaman berinteraksi yang lebih mirip manusia.

Para pengguna dan pengamat teknologi kini hanya menantikan pengumuman resmi dari OpenAI untuk menyambut masa baru dalam dunia AI.

Copyright © 2026 10drama.com