Pembaruan Fitur Reinsta

Pembaruan Fitur Reinsta

INSTAGRAM membarui aplikasi dengan meluncurkan fitur Repost. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk mengunggah kembali Reels atau unggahan dari akun publik ke dalam profil mereka. Konten yang dibuatRepostakan muncul di tab khusus pada profil pengguna dan bisa jadi direkomendasikan kepada para pengikut. Kreator konten memiliki kesempatan lebih besar untuk mencapai penonton baru, meskipun belum saling mengikuti, seperti yang dilaporkanAntara, Jumat, 8 Agustus 2025.

Setiap Reposttetap memberikan kredit kepada pencipta asli. Pengguna juga bisa menambahkan catatan atau komentar singkat saat melakukanRepostdengan mengetik pesan pada kotak dialog yang muncul di layar, kemudian mengklik tombol simpan.

Fitur Repost

Peluncuran fitur ini dianggap serupa denganTikTok.Fitur ini memungkinkan pengguna untuk membagikan kembaliReelsatau unggahan dari akun publik yang muncul di berandaInstagram atau halaman Explorer.Fitur ini tidak memerlukan waktu untuk diaktifkan.Instagramakan menambahkan tombol secara otomatisRepostsaat pengguna melakukan pembaruan aplikasi di perangkatnya.

Selanjutnya, setiap unggahan yang di-repost akan tampil pada tab khusus di profil pengguna. Seluruh pengikut dari pengguna yang melakukan repost unggahan tersebut akan melihat tab tersebut.

Setiap unggahan yang diunggah ulang ini akan membantu pengikut pengguna menerima rekomendasi kreator konten di halaman penjelajahan saat menonton video pendek di media sosial ini.

Fitur untuk membagikan ulang unggahan ini juga memungkinkan pengguna menambahkan catatan atau komentar pendek melaluiRepost.Catatan tersebut akan muncul dalam kotak dialog yang muncul di layar saat unggahan berlangsung, mirip dengan fitur tersebut.Notes yang sudah dihapus oleh Instagram beberapa bulan lalu.

Fitur ini akan tetap memberikan penghargaan kepada unggahan asli sehingga seluruh pembuat konten dapat menerima referensi langsung dari pengikut baru. Seluruh kumpulan unggahan berupa video dan foto yang diunggah ulang oleh pengguna juga akan dikumpulkan dalam tab baru di halaman akun pengguna. Konsepnya sangat mirip dengan fitur tersebut.Repost yang dimiliki oleh pengguna akun TikTok.

Menurut The Verge, fitur ini menjadi salah satu isu yang menjadi perdebatan di kalangan netizen.Instagramawalnya dibentuk sebagai media sosial yang hanya berbagi foto dan video dengan teman serta keluarga. Pada saatInstagrammulai berpindah ke platform yang mendorongadsense lewat pembagian Reels, unggahan foto dan video dari akun yang diikuti akan semakin sedikit muncul di halaman beranda utama.

Halaman profil cenderung kurang relevan dibandingkan sebelumnya karena sistem pengguliran berbasis rekomendasi kini menjadi hal yang biasa. FiturRepost Instagrammempercepat perubahan algoritma sehingga pengguna semakin kesulitan menemukan konten yang sesuai dengan minat dan yang mereka ikuti.

Tidak Perlu Aplikasi, SATSPAM IM3 Lindungi dari Penipuan

Tidak Perlu Aplikasi, SATSPAM IM3 Lindungi dari Penipuan

10drama.com– Ancaman penipuan dan spam di ruang digital Indonesia semakin mengkhawatirkan. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa 65% masyarakat menerima upaya penipuan setiap minggu, mulai dari SMS phishing, lowongan kerja palsu, hingga investasi ilegal.

Melihat situasi ini, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) melalui merek IM3 secara resmi meluncurkan fitur SATSPAM (Satuan Anti Scam dan Spam), perlindungan digital otomatis berbasis AI yang terhubung langsung ke jaringan IM3.

Peluncuran fitur ini diadakan dengan meriah melalui Parade SATSPAM di kawasan Car Free Day, Thamrin, Jakarta, Minggu (xx/xx), bersama ratusan anggota kuning IM3, jajaran manajemen, serta tokoh publik Najwa Shihab.

Gerakan ini menyampaikan pesan kampanye #NomorModusNoMore, mengajak masyarakat lebih waspada terhadap tindakan penipuan online.

Berbeda dengan layanan keamanan digital lain yang memerlukan pemasangan aplikasi tambahan, SATSPAM berjalan secara otomatis ketika pelanggan menggunakan kartu IM3 dengan paket data yang aktif.

Sistem ini beroperasi secara real-time pada jaringan IM3 untuk mengidentifikasi, mencegah, dan memberikan peringatan terhadap nomor yang mencurigakan, baik melalui SMS maupun panggilan telepon.

“Melalui SATSPAM, kami menyediakan pengalaman digital yang aman sebagai bagian dari teknologi AIvolusi5G. Ini merupakan gabungan antara AI canggih dan jaringan 5G kami yang responsif serta adaptif,” ujar Bilal Kazmi, Direktur dan Chief Commercial Officer IO, Senin 11 Agustus 2025.

“Keamanan di dunia digital merupakan hak setiap individu, dan SATSPAM merupakan tindakan nyata dalam membangun kepercayaan masyarakat,” ujarnya lagi.

Bilal mengatakan, fitur SATSPAM tersedia dalam dua jenis yaitu SATSPAM BASIC yang secara otomatis aktif untuk seluruh pelanggan IM3 prabayar yang memiliki paket data aktif. Menyediakan perlindungan dasar berupa pengenalan nomor mencurigakan melalui SMS dan panggilan telepon.

Selanjutnya, SATSPAM+, berfungsi untuk perlindungan maksimal, mampu mengenali jenis panggilan (spam, penipuan, atau aman), memindai tautan berbahaya dalam pesan teks secara real-time, serta mengirim laporan mingguan melalui aplikasi myIM3. Tersedia bagi pelanggan prabayar dengan paket internet minimal Rp50 ribu atau pelanggan pascabayar IM3 Platinum.

Najwa Shihab yang turut mendukung peluncuran ini menegaskan, “Kejahatan digital adalah tindakan kriminal yang memanfaatkan kelemahan. Dalam tiga bulan terakhir saja, kerugiannya sudah mencapai Rp476 miliar. SATSPAM bukan hanya fitur, tetapi bentuk dukungan agar semua orang memiliki akses perlindungan yang mudah dan inklusif,” tegas Najwa.

Pelanggan dapat menikmati SATSPAM dengan hanya mengaktifkan kartu perdana IM3 3GB yang berharga Rp35 ribu, atau memilih paket internet seharga Rp50 ribu untuk mendapatkan SATSPAM+. Informasi lebih lanjut tersedia diwww.im3.id/satspam.***

CekSumber Hadir di Indonesia, Bantu Lawan Berita Palsu

CekSumber Hadir di Indonesia, Bantu Lawan Berita Palsu

Media Purwodadi –CekSumber hadir melalui WhatsApp sebagai chatbot berbasis kecerdasan buatan yang membantu masyarakat Indonesia dalam memverifikasi informasi dan menghadapi berita palsu.

CekSumber mempermudah siapa saja untuk memverifikasi informasi yang beredar tanpa repot, cukup melalui aplikasi WhatsApp di ponsel mereka.

Chatbot CekSumber ini mampu membaca dokumen, memeriksa gambar, serta meninjau video guna mengenali kemungkinan berita palsu secara cepat dan tepat.

Dikutip dari ANTARA, pengembang CekSumber, Andrew Daniel, menyatakan bahwa pengguna hanya perlu menyimpan nomor layanan ini di kontak ponsel.

Pengguna kemudian mengirimkan pesan langsung ke CekSumber melalui WhatsApp tanpa harus mendaftar atau mengisi data pribadi.

Sistem CekSumber akan mengidentifikasi isi, melakukan pencarian, serta membandingkannya melalui analisis kecerdasan buatan untuk memverifikasi keakuratan data.

Media berupa foto atau video bisa dikirim langsung tanpa perlu instruksi khusus melalui nomor resmi CekSumber 085121087680.

Layanan ini akan menampilkan sumber yang sesuai dengan informasi yang dikirimkan pengguna agar memastikan kejelasan data.

“Setiap hasil pencarian akan dilengkapi dengan tautan sumber informasi yang digunakan untuk meningkatkan transparansi,” kata Andrew.

Keterbatasan layanan ini yaitu belum mampu memantau tautan langsung dari platform media sosial seperti Facebook atau Instagram.

Meskipun demikian, CekSumber mampu mengevaluasi informasi dari media sosial jika diberikan dalam bentuk gambar layar.

Seperti sistem kecerdasan buatan lainnya, CekSumber memiliki kemungkinan memberikan jawaban yang tidak akurat, sehingga pengguna disarankan untuk memverifikasi informasi dari sumber tambahan.

CekSumber bekerja sama dengan Lembaga Antifitnah Indonesia (Mafindo) dalam upaya memastikan keakuratan sumber data yang digunakan.

Ketua Presidium Mafindo, Septiaji Eko Nugroho, mengatakan chatbot ini dilatih untuk mengenali sumber yang dapat dipercaya seperti media jurnal dan situs pemeriksa fakta.

“Namun, masyarakat tetap perlu bersikap kritis, karena meskipun dampaknya relatif kecil, AI juga bisa membuat kesalahan, sehingga kemampuan membaca secara lateral, membandingkan informasi dari berbagai sumber, termasuk chatbot CekSumber maupun sumber tepercaya lainnya, masih sangat penting,” ujar Septiaji.

CekSumber: Chatbot AI Baru untuk Verifikasi Fakta via WhatsApp

CekSumber: Chatbot AI Baru untuk Verifikasi Fakta via WhatsApp

Mitra Jakarta— Masyarakat Indonesia kini memiliki metode baru dalam memverifikasi keaslian informasi. Layanan yang diberi nama CekSumber resmi hadir dan bisa diakses dengan mudah melalui aplikasi pesan instan WhatsApp.

CekSumber merupakan chatbotberbasis kecerdasan buatan (AI) yang mampu memvalidasi data, baik berupa teks, gambar, maupun rekaman video.

“Setiap hasil pencarian akan dilengkapi dengan tautan sumber informasi yang digunakan untuk meningkatkan transparansi,” ujar pengembang CekSumber, Andrew Daniel, di Jakarta, Minggu.

Untuk menggunakannya, pengguna hanya perlu menyimpan nomor +62 851 2108 7680 di kontak ponsel, kemudian mengirimkan pesan melalui WhatsApp tanpa harus melakukan pendaftaran.

Sistem akan secara otomatis mengenali isi konten, melakukan pencarian, dan membandingkan hasilnya melalui analisis AI untuk memastikan keakuratan data. Bahkan, jika pengguna mengunggah gambar atau video tanpa instruksi khusus, CekSumber masih mampu menemukan sumber yang sesuai.

Namun, chatbot ini belum mampu memeriksa tautan langsung dari media sosial, tetapi bisa mengenali data yang terdapat dalam screenshot unggahan media sosial.

Andrew mengingatkan bahwa, sebagaimana layanan kecerdasan buatan lainnya, CekSumber tidak sepenuhnya terbebas dari kesalahan. Oleh karena itu, setiap hasil pemeriksaan selalu dilengkapi dengan sumber referensi agar pengguna dapat melakukan pemeriksaan kembali.

Pengembangan CekSumber bekerja sama dengan Masyarakat Antifitnah Indonesia (Mafindo) sebagai mitra yang menyediakan data yang dapat dipercaya.

Ketua Presidium Mafindo, Septiaji Eko Nugroho, mengungkapkan bahwa AI yang terdapat dalam chatbot ini telah dilatih agar mampu mengidentifikasi sumber informasi yang dapat dipercaya, seperti media jurnalisme, situs pemeriksa fakta, serta organisasi resmi lainnya.

“Namun, masyarakat tetap perlu bersikap kritis. Meskipun risiko kesalahan relatif kecil, AI masih bisa memberikan informasi yang salah. Oleh karena itu, kemampuan membaca secara lateral dan membandingkan data dari berbagai sumber tetap sangat penting,” kata Septiaji.

Berkat kehadiran CekSumber, diharapkan tingkat literasi digital masyarakat semakin meningkat, sehingga penyebaran berita palsu dan informasi yang tidak akurat bisa diminimalisir.

Orang yang Lebih Suka YouTube daripada TV Biasanya Punya 8 Ciri Kepribadian Ini

Orang yang Lebih Suka YouTube daripada TV Biasanya Punya 8 Ciri Kepribadian Ini

10drama.comDi tengah era digital, berbagai pilihan hiburan semakin beragam. Televisi tradisional yang dahulu menjadi favorit utama kini menghadapi persaingan ketat dari situs seperti YouTube.

Berdasarkan survei We Are Social, lebih dari 80% pengguna internet di Indonesia secara teratur menonton YouTube, sedangkan minat terhadap televisi mengalami penurunan khususnya di kalangan pemuda.

Dilaporkan oleh Geediting pada Sabtu (9/8), dari sudut pandang psikologi, preferensi ini bukan hanya tentang “selera tontonan”, tetapi juga mencerminkan sifat-sifat kepribadian tertentu.

Orang yang lebih kerap mengakses YouTube dibanding menyalakan televisi konvensional umumnya memiliki cara berpikir, kebiasaan, dan prinsip yang sedikit berbeda dibanding penonton TV tradisional.

Berikut 8 sifat kepribadian yang biasanya terlihat.

1. Cenderung Lebih Mandiri dalam Memperoleh Informasi

Stasiun televisi biasa memiliki jadwal tayangan yang tetap dan materi yang ditentukan oleh pihak stasiun.

Di sisi lain, YouTube memberikan kebebasan penuh dalam memilih apa yang ingin ditonton serta kapan saja untuk menontonnya.

Dari sudut pandang psikologi, seseorang yang memilih YouTube umumnya memiliki locus of control internal—yaitu keyakinan bahwa mereka sepenuhnya mengendalikan pilihan dan pengalaman mereka.

Mereka tidak menyukai keterbatasan jam tayang atau pemilihan oleh pihak lain.

Contoh: Seseorang dapat memilih untuk menonton film dokumenter sejarah pukul 2 pagi atau menonton panduan masak saat sedang ingin mencoba resep yang baru.

2. Lebih Mengutamakan Konten yang Pribadi dan Berkaitan

YouTube memanfaatkan sistem algoritma untuk menyarankan konten video yang sesuai dengan ketertarikan pengguna.

Ini memenuhi kebutuhan akan relevansi pribadi—sebuah konsep dalam psikologi yang dikenal sebagai eksposur selektif, di mana individu cenderung mencari informasi yang sesuai dengan minat, nilai, atau keyakinan mereka.

Penonton televisi, di sisi lain, seringkali harus menerima materi yang bersifat lebih umum dan mencakup lingkup yang lebih luas.

Contoh: Jika seseorang tertarik pada dunia teknologi, tampilan YouTube-nya akan diisi dengan ulasan perangkat, berita teknologi, dan panduan pemrograman, bukan sinetron atau acara hiburan.

3. Cenderung Memiliki Rasa Penasaran yang Besar

Banyak orang memanfaatkan YouTube tidak hanya sebagai media hiburan, tetapi juga sebagai sumber pembelajaran—mulai dari keterampilan nyata, bahasa asing, hingga konsep fisika.

Psikolog mengistilahkan hal ini sebagai keinginan untuk mencari pengetahuan baru, yang dikenal sebagai need for cognition.

Orang yang memiliki rasa penasaran tinggi merasa puas ketika menemukan data yang sebelumnya belum diketahui.

Contoh: Mereka mungkin menghabiskan beberapa jam untuk menonton video yang membahas sejarah kuno, mekanisme kerja AI, atau metode fotografi.

4. Lebih Fleksibel terhadap Teknologi Terbaru

Kebiasaan menonton YouTube umumnya dimiliki oleh orang-orang yang mudah beradaptasi dengan kemajuan teknologi.

Ini berkaitan dengan sifat ketertarikan terhadap ide, tren, serta pengalaman baru.

Mereka tidak mengalami kesulitan dalam beralih dari media lama ke media baru, justru merasa tertarik untuk mencoba fitur atau platform yang lebih baru.

Contoh: Mengikuti perkembangan konten berbentuk pendek seperti YouTube Shorts atau mempelajari cara menggunakan fitur playlist untuk mengelola video kesukaan.

5. Cenderung Memiliki Pola Hidup yang Fleksibel

Orang yang mengakses YouTube tidak memiliki keterikatan dengan jadwal tayangan seperti televisi.

Ini umumnya mencerminkan pola hidup yang lebih fleksibel dan berbasis permintaan.

Dalam psikologi, hal ini berkaitan dengan kecenderungan terhadap komunikasi yang tidak sinkron—aktivitas yang tidak wajib dilakukan secara bersamaan oleh semua pihak.

Contoh: Menonton video sambil menunggu di bandara, saat istirahat kerja, atau sebelum tidur, tanpa khawatir melewatkan acara.

6. Lebih Mengutamakan Komunikasi Saling Berbalik

Televisi tradisional biasanya bersifat satu arah: penonton hanya menerima data.

YouTube, di sisi lain, memungkinkan komunikasi langsung dengan pembuat konten melalui kolom komentar, chat langsung, atau fitur komunitas.

Psikologi komunikasi mengistilahkan ini sebagai interaksi parasosial, di mana hubungan antara penonton dan pembuat konten terasa lebih intim meskipun keduanya tidak saling mengenal secara langsung.

Contoh: Memberikan komentar pada video, mengikuti siaran langsung, atau bahkan menjadi anggota dari komunitas penggemar tertentu.

7. Lebih Menghargai Materi yang Asli

Banyak pembuat konten YouTube yang tampil secara alami, tanpa naskah ketat atau produksi yang besar.

Ini menarik bagi mereka yang menghargai keaslian.

Dalam bidang psikologi, individu yang cenderung memilih materi yang autentik umumnya memiliki kepekaan tinggi terhadap keaslian dan ketulusan.

Contoh: Memilih menyaksikan vlog perjalanan yang sederhana namun tulus, dibandingkan tayangan wisata di televisi yang terlalu diatur.

8. Cenderung Mampu Mengatur Penggunaan Media dengan Bijak

Meskipun tidak semua, beberapa pengguna YouTube mampu mengatur sendiri durasi dan jenis konten yang mereka tonton sesuai dengan keinginan mereka.

Mereka tidak terjebak dalam menonton acara yang penuh dengan iklan atau tayangan yang tidak sesuai.

Di bidang psikologi, hal ini termasuk dalam self-regulation—kemampuan mengontrol perilaku dan waktu guna mencapai tujuan tertentu.

Contoh: Menggunakan YouTube untuk mencari panduan 10 menit yang lalu langsung beralih ke kegiatan yang bermanfaat, bukan sekadar menonton dalam waktu lama tanpa arah.

Kesimpulan

Orang yang lebih memilih menonton YouTube dibandingkan televisi tradisional umumnya memiliki sifat yang lebih mandiri, penuh rasa ingin tahu, fleksibel, serta terbuka terhadap hal-hal baru.

Pemilihan media tidak hanya terkait dengan teknologi, tetapi juga mencerminkan pola pikir dan nilai yang dipegang.

Bukan berarti menonton televisi dianggap “ketinggalan zaman”—setiap jenis media memiliki kelebihannya masing-masing.

Namun, perubahan ini menggambarkan bahwa cara kita mengakses informasi kini semakin individual, interaktif, dan sesuai dengan ritme kehidupan masing-masing.

***

Foto Cemerlang, Aplikasi Edit AI Hadir di Indonesia

Foto Cemerlang, Aplikasi Edit AI Hadir di Indonesia

10drama.com –, JAKARTA SELATAN – Gambar yang menarik sangat diminati oleh sejumlah pengguna, terutama di masa digital saat ini.

Inilah alasan mengapa banyak pengembang memperkenalkanaplikasimodifikasi foto untuk memenuhi kebutuhan masyarakat atau para fotografer agar dapat menghasilkan gambar yang menarik.

Salah satu contohnya adalah Radiant Imaging Labs yang meluncurkan aplikasi pengedit foto bernama Radiant Photo pada hari Kamis (7/8).

Aplikasi yang diluncurkan di Indonesia bersamaan dengan perayaan ulang tahun DOSS Camera yang ke-19 diadakan di Mall Ratu Plaza, Jakarta.

Radiant Photo merupakan perangkat lunak pengeditan foto yang menggunakan teknologi AI (kecerdasan buatan) untuk mengenali jenis adegan dalam gambar secara canggih, menghasilkan penyelesaian yang cepat, tepat, dan berkualitas tinggi.

CEO Radiant Imaging Labs Elia Locardi menyatakan aplikasi tersebut dibuat untukfotograferdi berbagai tingkat. Perangkat lunak tersebut mempercepat alur kerja fotografer dalam proses pengeditan.

“Fotografer pantas mendapatkan peralatan yang tidak hanya memenuhi standar, tetapi justru meningkatkan standar tersebut,” kata Elia Locardi saat diwawancara di kawasan Jakarta Selatan, Kamis.

Ia menjelaskan aplikasi tersebut dilengkapi berbagai alat yang mempermudah pengguna dalam menggunakannya.

Dengan memahami cahaya, objek, dan latar belakang dari setiap gambar secara alami, aplikasi ini menghasilkan kualitas yang akurat serta mudah digunakan.

“Bukan hanya perangkat lunak, tetapi alat pendukung yang memperkuat fotografer dan kreator dalam menghasilkan karya terbaik mereka tanpa mengorbankan kualitas,” katanya.

Radiant Photo 2 memang memiliki teknologi AI, tetapi tidak memanfaatkan Generative AI. Tujuannya adalah menyempurnakan piksel yang sudah ada, bukan menghasilkan piksel baru.

Seluruh proses pengeditan dilakukan langsung di perangkat pengguna, tanpa mengunggah data pribadi ke layanan cloud atau server, sehingga memastikan kecepatan dan kerahasiaan.

Aplikasi tersebut juga secara otomatis mengenali jenis adegan seperti pemandangan, potret, hewan peliharaan, hingga burung, dan langsung memberikan pengaturan awal untuk pengeditan yang sesuai.

Radiant Photo mampu mensimulasikan pencahayaan khusus seperti softbox agar menghasilkan wajah yang lebih segar, terang, dan alami.

Setiap perubahan dilakukan secara tidak merusak. Artinya, pengguna dapat selalu kembali ke pengaturan sebelumnya, tanpa mengalami penurunan kualitas gambar.

Penyesuaian warna yang terbatas, pembagian kehangatan, dan simulasi film terbaru. Menampilkan hanya alat-alat yang sesuai untuk efisiensi, dapat disesuaikan sesuai dengan alur kerja pengguna.

Selain itu, aplikasi tersebut mampu mengekspor banyak foto secara bersamaan dengan cepat dan konsisten, cocok digunakan oleh fotografer profesional.

Semua pengaturan disimpan dalam file XML terpisah, sehingga pengguna dapat melanjutkan pengeditan kapan saja.

Menurutnya, perangkat lunak tersebut dibuat agar mempermudah pengeditan dan menyenangkan, bahkan bagi pemula.

Akurasi, efisiensi, serta kemampuan pengeditan dalam jumlah besar membuatnya menjadi alat pengeditan yang sempurna.

Fungsi simulasi film, penyesuaian warna, serta efek penerangan wajah memudahkan pembuatan konten yang terlihat profesional dalam waktu singkat.

Aplikasi tersebut mendukung sembilan bahasa, termasuk Inggris, Jepang, Perancis, dan Spanyol.

Selain itu, aplikasi pengedit foto tersebut telah tersedia di Play Store dan App Store.(ddy/jpnn)

Polar Fox dan GAC Energy Kolaborasi Perluas Jaringan Pengisian Daya

Polar Fox dan GAC Energy Kolaborasi Perluas Jaringan Pengisian Daya

10drama.com –IT Home melaporkan bahwa Polar Fox secara resmi mengumumkan kerja sama dengan GAC Energy dalam berbagi jaringan pengisian baterai.

Kolaborasi ini memungkinkan pengguna Polar Fox untuk mengakses hampir 20.000 titik pengisian daya umum dari GAC Energy, termasuk fasilitas parkir gratis dan manfaat biaya parkir.

Berdasarkan pengumuman resmi, pemilik kendaraan Polar Fox kini bisa dengan mudah memanfaatkan jaringan pengisian daya publik GAC Energy melalui aplikasi “ARCFOX”.

Tindakan ini diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan bagi pengendara kendaraan bertenaga listrik.

Berita ini muncul di tengah perkembangan yang signifikan dari kedua belah pihak.

GAC Aion, yang merupakan bagian dari GAC Group, baru-baru ini melaporkan penjualan sebanyak 26.557 unit pada bulan Juli 2025. Perusahaan juga telah mengembangkan jaringan pengisian daya cepat di jalur bebas hambatan yang terdiri dari 6 jalur vertikal dan 11 jalur horizontal.

Di sisi lain, BAIC New Energy, perusahaan induk dari Polar Fox, juga mencatatkan kinerja yang positif. Pada bulan Juli, BAIC mengirimkan sebanyak 12.189 kendaraan, dengan 9.436 unit di antaranya merupakan model Polar Fox.

Angka ini menunjukkan kenaikan luar biasa sebesar 50,35% dibandingkan tahun sebelumnya. Polar Fox juga tengah bersiap meluncurkan SUV kecil mereka, Polar Fox T1, yang penjualan pra-pemesanan akan dimulai pada akhir Agustus.

Pria Terikat di Roket Iran Diduga Hasil Karya AI

Pria Terikat di Roket Iran Diduga Hasil Karya AI

Setelah media Iran melaporkan penangkapan dua individu yang dicurigai terlibat dalam aktivitas intelijen Israel, sebuah gambar yang beredar di media sosial disebutkan menunjukkan seorang mata-mata Israel yang dikaitkan dengan roket oleh pihak Iran. Namun, foto tersebut menunjukkan indikasi adanya manipulasi teknologi kecerdasan buatan (AI).

“Media Iran: Iran menghukum mati Ismail Fikri, agen Mossad, pagi ini setelah dia dihukum karena bekerja sama dengan lembaga intelijen Israel dan membocorkan informasi rahasia dengan imbalan tertentu,” tulis postingan.TikTok yang disampaikan pada 19 Juni 2025.

Gambar yang menggambarkan seseorang pria terikat pada sebuah roket menunjukkan bendera Iran di bagian tubuh roket tersebut.

Postingan tersebut menyebar setelah media Iran menyatakan bahwa polisi telahmenangkapdua orang yang diduga terlibat dalam badan intelijen Israel, Mossad, pada 15 Juni (tautan arsip).

Pengambilan alih dilakukan saat terjadipertempuranantara dua negara yang dipicu oleh serangan Israel pada 13 Juni yang menargetkan fasilitas nuklir Iran serta mengakibatkan kematian sejumlah komandan militer dan ilmuwan nuklir Iran (tautan arsip).

Iran merespon dengan serangan dronedan rudal. Terungkapnya penetrasi intelijen Israel memicu munculnyaperburuanagen intelijen dari pemerintah Iran (tautan arsip). 

Berdasarkan laporan dari organisasi Iran Human Rights yang bermarkas di Norwegia, enam individu telah dieksekusi dengan gantung karena diduga menjadi mata-mata bagi Israel sejak awal konflik, sementara puluhan orang lainnya dituntut atas tuduhan berbeda, serta lebih dari 1.000 orang ditangkap selama atau setelah perang dengan dugaan kaitannya dengan konflik tersebut.

Perselisihan antara dua negara Timur Tengah tersebut telah mengakibatkan kematian lebih dari 1.000 orang di Iran dan setidaknya 28 jiwa di Israel. Perang antara kedua negara berakhir setelah Amerika Serikat mengumumkan perjanjian gencatan senjata yang mulai berlaku pada 24 Juni 2025.

Postingan yang memiliki gambar serupa jugadibagikan di TikTok dan Facebook, juga dalam bahasa Inggris, Bengali, dan Arab.

Beberapa orang menganggap bahwa gambar tersebut menunjukkan peristiwa yang benar-benar terjadi.

“Kocak,” ujar seorang pengguna.

“Mengapa terpikir Iran,” kata pengguna lainnya.

Namun, tidak ada laporan resmi yang menyebutkan bahwa Iran melakukan pengikatan orang ke roket.

Pencarian gambar terbalikdi Google mengarahkan ke gambar dengan resolusi yang lebih tinggi diFacebook dan memperlihatkan bendera Iran yang tampak aneh (tautan arsip).

Bentuk wajah orang dalam foto tersebut terlihat tidak biasa, sementara pagar di area peluncuran roket tampak rusak. Meskipun perkembangan teknologi AI mengalami kemajuan yang pesat, tetapiinkonsistensivisual masih tetap ditemukan dan bisa menjadi petunjuk foto yang dibuat dengan AI.

AFP menyangkal berbagai informasi yang tidak benar mengenai perang Iran-Israel disini.

Namer, ‘Kendaraan Canggih’ Israel yang Mengubur Tentara IDF

Namer, ‘Kendaraan Canggih’ Israel yang Mengubur Tentara IDF

Buliran.com -.CO.ID,GAZA – Kendaraan lapis baja Namer milik pasukan pendudukan Israel (IDF), yang dianggap sebagai yang paling canggih di dunia, belakangan sering menjadi target serangan pejuang Palestina. IDF mengumumkan hari ini, dua prajurit Israel tewas dan satu petugas terluka ringan akibat serangan kembali yang dilakukan terhadap kendaraan tersebut di Gaza.

Berdasarkan penyelidikan awal dari IDF, prajurit tersebut berada di dalam kendaraan lapis baja Namer saat alat peledak meledak selama operasi di Khan Younis. Penyelidikan awal menunjukkan bahwa anggota kelompok teror Hamas tampaknya muncul dari sebuah terowongan dan meletakkan bahan peledak di sisi APC yang digunakan untuk mengangkut pasukan teknik dan perawatan, yang bertugas memperbaiki peralatan militer di wilayah Gaza.

The Times of Israelmelaporkan, ledakan tersebut menewaskan dua anggota militer dan melukai seorang perwira dari satuan pengintaian Golani. Ia dibawa ke rumah sakit dalam kondisi stabil, kata militer. Militer menyatakan bahwa mereka terus melakukan penyelidikan mengenai bagaimana bom itu diledakkan.

Di awal laporan, pejuang Hamas melemparkan alat peledak kedua ke APC lain di wilayah tersebut. Namun, ledakan tidak terjadi dan pasukan Golani yang berada di dalamnya tidak mengalami cedera, menurut investigasi awal.

Batalyon Izz ad-Din al-Qassam, sayap militer Hamas, mengklaim bertanggung jawab atas penyerangan dua kendaraan angkut personel Israel dengan menggunakan dua bom yang ditempatkan di dalam kabin. Setelah kendaraan tersebut terbakar, kendaraan ketiga menjadi sasaran rudal “Yasin 105” di Abasan al-Kabira, Khan Yunis.

Batalyon Al-Qassam menyatakan bahwa pasukannya mengawasi “sebuah alat berat militer yang mengubur truk yang terbakar untuk memadamkan api, serta helikopter yang mendarat untuk proses evakuasi.”

Pada hari Sabtu, seorang insinyur militer yang terluka parah akibat ledakan ranjau di wilayah selatan Jalur Gaza seminggu yang lalu meninggal dunia karena cedera yang dideritanya.

Pasukan penjajah Israel mengumumkan pada hari Jumat, bahwa sembilan anggota militer terluka di wilayah Jalur Gaza, sementara kelompok perlawanan menyatakan bahwa mereka telah menyerang pasukan penduduk dalam rangkaian operasi di daerah tersebut.

Otoritas Penyiaran Israel melaporkan delapan anggota militer terluka di wilayah utara Gaza akibat ledakan amunisi yang terjadi di kendaraan lapis baja. Situs web Israel menyebutkan bahwa sebuah bangunan roboh menimpa para tentara, menyebabkan cedera parah.

Kendaraan lapis baja Israel Namer bergerak menuju perbatasan Jalur Gaza di bagian selatan Israel pada hari Jumat, 13 Oktober 2023. – (AP Photo/Ariel Schalit)

Hingga malam Kamis, 895 prajurit Israel telah gugur dan 6.134 lainnya terluka sejak perang di Gaza dimulai pada 7 Oktober 2023, menurut data militer yang disebut menyembunyikan kerugian yang lebih besar.

Israel menerapkan pengawasan ketat terhadap pemberitaan mengenai kerugian yang mereka alami di Gaza serta menyembunyikan jumlah korban jiwa sebenarnya, sehingga kemungkinan angka yang dilaporkan akan bertambah.

 

Kematian pada hari Sabtu diumumkan ketika militer mulai menerapkan jeda 10 jam harian dalam pertempuran di wilayah padat penduduk di Gaza, seiring upaya untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan ke Jalur Gaza.

Kelompok-kelompok perlawanan Palestina telah meningkatkan tingkat kewaspadaan di kalangan anggota mereka guna menghadapi kemungkinan situasi terbaru, seiring dengan ancaman dari Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang bertujuan untuk menjatuhkan Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) serta mengeksplorasi pilihan-pilihan lain untuk memulangkan “sandera.”

Perlawanan di Gaza menanggapi ancaman-ancaman baru ini dengan meningkatkan kesiapan untuk menghadapi perkembangan yang tidak terduga, baik terkait dengan intensifikasi operasi darat pendudukan di Jalur Gaza atau penggunaan operasi khusus yang bertujuan untuk membebaskan tentara Israel yang ditawan oleh perlawanan sejak 7 Oktober 2023.

Seorang pemimpin lapangan dari kelompok perlawanan di Gaza menyampaikan kepada Aljazirah Arabbahwa peningkatan kesiapan para pejuang bertujuan mencegah upaya Israel dalam memperoleh tawanan perang tanpa imbalan, serta menimbulkan kerugian terbesar bagi Israel jika mereka mempertimbangkan melakukan operasi khusus atau serangan darat yang lebih besar ke Jalur Gaza.

Kepala lapangan menekankan bahwa kelompok-kelompok pejuang mengubah strategi mereka guna menyebabkan kerugian terbesar bagi pasukan Israel, yang berupaya menghindari pertempuran langsung dengan menggunakan senjata yang keras.

Perkembangan di lapangan ini terjadi setelah ancaman Donald Trump terhadap pejuang Palestina. “Hamas enggan mencapai kesepakatan mengenai gencatan senjata di Gaza dan pembebasan tahanan, dan saya yakin mereka akan kalah.”

Hal ini diikuti oleh pernyataan Netanyahu bahwa Israel sedang mempertimbangkan pilihan lain untuk mengembalikan tawanan ke rumah mereka dan mengakhiri penguasaan Hamas di Gaza, setelah Israel menarik kembali utusan dari pembicaraan gencatan senjata di Qatar.

10 Kebiasaan Unik Pemilik Menu Cetak Daripada QR Code

10 Kebiasaan Unik Pemilik Menu Cetak Daripada QR Code

10drama.com –Masa digital telah mengubah banyak hal, termasuk metode kita memesan makanan di restoran. Kode QR kini menjadi sesuatu yang biasa, menggantikan menu kertas yang dahulu selalu tersedia. Namun, masih ada beberapa orang yang lebih memilih menu yang dicetak.

Prinsip ini bukan hanya kebiasaan lama. Berdasarkan Geediting.com pada Selasa (22/7), orang-orang ini sering memperlihatkan sepuluh sifat khas. Hal ini sering kali menunjukkan pandangan mereka terhadap dunia.

Berikut ini adalah sepuluh kebiasaan khas dari orang-orang yang lebih suka menggunakan versi cetak:

  1. Menghargai Pengalaman Sensorik

    Mereka menikmati sentuhan fisik kertas dan melihat tampilan warna secara langsung. Hal ini memberikan pengalaman yang lebih mendalam bagi mereka. Perasaan ini tidak dapat diperoleh dari layar.

  2. Menghindari Ketergantungan Teknologi

    Orang-orang ini cenderung membatasi durasi penggunaan layar mereka. Mereka memilih untuk mengurangi waktu yang dihabiskan untuk melihat ponsel. Ini merupakan cara mereka dalam melepaskan diri dari perangkat elektronik.

  3. Mencari Koneksi Personal

    Komunikasi langsung dengan pelayan untuk memperoleh daftar menu terasa lebih personal. Mereka lebih menginginkan percakapan langsung dibandingkan interaksi melalui digital. Hal ini menciptakan ikatan sosial yang lebih kuat.

  4. Menghargai Tradisi dan Nostalgia

    Bagi mereka, menu yang dicetak merupakan bagian dari pengalaman makan klasik. Hal ini mengingatkan mereka pada masa lalu yang lebih sederhana. Mereka menilai tinggi kenangan yang terkait dengan pengalaman tersebut.

  5. Menunjukkan Kesabaran Lebih

    Mereka siap menunggu hingga pesanan dicetak oleh petugas. Tidak tergesa-gesa merupakan ciri yang sering terlihat pada mereka. Hal ini menunjukkan ketenangan dalam setiap situasi.

  6. Memperhatikan Detail Halus

    Desain, tipografi, dan penyusunan tata letak menu cetak menarik perhatian mereka. Mereka menghargai setiap aspek artistik yang terdapat di dalamnya. Hal ini memperkaya pengalaman makan mereka.

  7. Lebih Berhati-hati dalam Keputusan

    Mengamati berbagai pilihan secara langsung memudahkan mereka dalam mengambil keputusan yang lebih tepat. Mereka tidak merasa terdesak untuk segera memilih. Ini merupakan cara yang bijaksana dalam menjalani hidup.

  8. Menolak Tren Populer

    Mereka tidak selalu mengikuti setiap perkembangan terbaru yang muncul. Terdapat kecenderungan untuk tetap memegang prinsip yang mereka percayai. Hal ini mencerminkan kemampuan berpikir yang mandiri.

  9. Mengutamakan Privasi

    Mengambil kode QR sering kali membutuhkan penggunaan data pribadi di ponsel. Mereka lebih merasa nyaman dengan privasi yang diberikan oleh menu cetak. Hal ini membuat mereka merasa lebih aman.

  10. Menyukai Kejelasan Tanpa Gangguan

    Tidak ada notifikasi atau iklan yang muncul secara tiba-tiba di menu cetak. Hal ini memungkinkan pengguna untuk sepenuhnya fokus pada pilihan hidangan yang tersedia. Pengalaman ini terbebas dari gangguan digital.

Banyak orang yang tetap memilih opsi cetak menunjukkan bahwa prinsip-prinsip pribadi berpengaruh besar terhadap keputusan mereka. Mereka menghargai sentuhan nyata dan hubungan antar manusia. Hal ini mencerminkan selera yang lebih luas.

Preferensi ini juga mencerminkan keinginan untuk hidup lebih tenang di tengah dunia yang penuh dengan kecepatan. Pilihan ini berkaitan dengan pengalaman yang tulus. Ini merupakan sikap yang menarik untuk diperhatikan.

Copyright © 2026 10drama.com